Anda di halaman 1dari 18

Penatalaksanaan Dengue

Shock Syndrom

ES TER M A R C ELIA
A N A S TA S IA
102013236

A nam nesis
Pengambilan data yang dilakukan oleh
seorang dokter dengan caramelakukan
serangkaian wawancara.
Identitas
Keluhan Utama
Riwayat Penyakit sekarang
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Keluarga
Riwayat Sosial

Anamnesis terarah dalam kasus :


Keluhan Utama :
Demam naik turun sejak 5 hari yang
lalu.
Keluhan Tambahan:
Disertai pegal-pegal, mual, mimisan,
dan buang air besar kehitaman sejak
1 hari yang lalu.

P em eriksaan Fisik
Tanda vital:
Suhu 350c
Tekanan darah 60mmhg/palpasi
Nadi 110x/menit
Frekuensi pernafasan 24x/menit

P em eriksaan P enunjang
Laboratorium
Darah rutin
Hemoglobin 16gr/dl
Hematokrit 54%
Leukosit 4000/ul
Trombosit 40.000/ul
Pemeriksaan thoraks
Fremitus paru kiri melemah, perkusi redup
pada paru kir, dan suara nafas melemah
pada paru kiri

W orking diagnosis
DBD derajat 4 (Dengue shock syndrome)
Derajat I Demam disertai gejala tidak khas dan
satu satunya manifestasi ialah uji tourniquet
positif.
Derajat II Seperti derajat I, disertai perdarahan
spontan di kulit dan atau perdarahan lain.
Derajat III Didapatkan kegagalan sirekulasi,
yaitu nadi cepat dan lambat, tekanan mulut,
kulit dingin atau lembab dan penderita tampak
gelisah.
Derajat IV Syok berat, nadi tidak teraba dan
tekanan darah tidak terukur.

D iferensial D iagnosis
Malaria Cerebral
Disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium
falciparum melalui gigitan nyamuk anopheles
Gambaran penyakit berupa demam (trias
malaria) yang sering periodik, anemia,
pembesaran limpa dan berbagai kumpulan
gejala oleh karena pengaruhnya pada beberapa
organ misalnya otak, hati dan ginjal yang bisa
menyebabkan sang penderita menjadi koma
(hilang kesadaran),hipoglikemik syok, asidosis
metabolik berat, sepsis, dan radang otak.

D em am Tifoid Toksik
Patogenesis : kuman Salmonella

typhi (S. typhi) dan Salmonella


parathypi (S. parathypi).
Gejala klinis : demam, nyeri kepala,
nyeri otot, anoreksia, mual, muntah,
obstipasi atau diare, batuk, dan
epistaksis.
Selain pada gejala diatas pasien
yang menderita demam tifoid toksik
akan mengalami

Shock Sepsis
Merupakan kondisi medis yang

ditandai dengan tekanan darah yang


menurun (rendah) yang terjadi
akibat infeksi bakteri berat di dalam
darah, yang menyebabkan
peradangan dan penggumpalan
darah yang mengakibatkan
kerusakan jaringan dan fungsi organ.

Etiologi
Disebabkan oleh virus dengue,

termasuk genus Flavivirus, keluarga


Vlaviviridae

Epidem iologi
Tersebar di Pasifik barat, Karibia, dan

Asia Tenggara, termasuk Indonesia.


Vektor utama A. aegypti dan A.
albopictus.
Peningkatan transmisi biakan virus
dengue dipengaruhi :
1. Vektor
2. Pejamu atau hospes
3. Lingkungan

PATO FISIO LO G I
Respon imun:
Respon humoral berupa pembentukan
antibodi untk proses netralisasi virus tapi
malah mempercepat replikasi virus.
Limfosit T
TH1 IL-2 dan T-sitotoksik, sedangkan TH2
IL-4, IL-5, IL-6, dan IL-10
Monosit dan makrofag berperan dalam
fagositosis virus dengan opsonisasi
antibodi
Aktivasi komplemen menyebabkan
terbentuknya C3a dan C5a

M anisfestasiklinis
Masa tunas 3-15 (umumnya 5-8 hari)
Demam yang mendadak tinggi
Nyeri otot
Mual
Timbul ruam : makulopapular dada,

abdomen, ekstremitas,muka.
Perdarahan pada gastro intestinal
(ditunjukan dengan BAB yang kehitaman)
Menurunnya/hilangnya kesadaran

Penatalaksanaan
Protokol 1
Protokol 2
Protokol 3
Protokol 4
Protokol 5

P rognosis
Demam berdarah dengue dapat

menjadi fatal bila kebocoran plasma


tidak dideteksi lebih dini. Namun,
dengan manajemen medis yang baik
yaitu monitoring trombosit dan
hematokrit maka mortalitasnya
dapat diturunkan. Jika trombosit
<100.000/mm3 dan hematokrit
meningkat (>20%) waspadai DSS.

P encegahan
1. Pemberantasan vektor
2. Memutuskan lingkaran penularan

dengan menahan kepadatan vektor


3. Mengusahakan pemberantasan vektor
di semua daerah berpotensi penularan
tinggi.

Kesim pulan
Demam berdarah dengue (DBD) ialah penyakit

dengan gejala utama demam, nyeri otot dan


sendi, disertai pendarahan pada kulit.
Virus dengue tergolong dalam genus
Flaviviridae keluarga Vlaviviridae. Vektor utama
dengue di Indonesia adalah Aedes aegypti di
perkotaan dan Aedes albopictus di pedesaan.
Penatalaksanaan demam berdarah dengue
bersifat simtomatik yaitu mengobati gejala
penyerta dan suportif yaitu mengganti cairan
yang hilang. Penatalaksanaan yang baik dan
tepat dapat mengurangi resiko kematian.

Sekian
dan
Terima Kasih