Anda di halaman 1dari 22

BUDGETING (ANGGARAN PERUSAHAAN)

KHAYATUN NUFUS, SE, M.Si


SILABUS
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
BAB VII
BAB VIII
POKOK

: PENDAHULUAN
: ANGGARAN PENJUALAN
: ANGGARAN PRODUKSI
: ANGGARAN BAHAN BAKU
: ANGGARAN TENAGA KERJA
: ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK
: ANGGARAN VARIABEL
: ANGGARAN HARGA POKO PRODUKSI DAN HARGA
PENJUALAN
: ANGGARAN MODAL
: ANGGARAN PIUTANG
: ANGGARAN KAS
:
ANGGARAN
BIAYA

BAB IX
BAB X
BAB XI
BAB XI
PEMASARAN
ADMINISTRASI
BAB XII
: ANALISIS BREAK EVEN POINT
BAB XIII
: BUDGET PERUSAHAAN MANUFAKTUR
BAB IV
: BUDGET PERUSAHAAN DAGANG
BAB V
: BUDGET PERUSAHAAN JASA

DAN

BUKU WAJIB
1. Anggaran Perusahaan (Suatu Pendekatan Praktis)
:
Ellen
Christina,dkk
2. Penganggaran Perusahaan (Jilid 1&2)
: Gunawan Adi
Saputra
3. Budgeting (Suatu Perencanaa, Pedoman,&Pengawasa)
:
Drs.M.Munandar
4. Penganggaran Perusahaan
: Darsono,&Ari
Purwanti
5. Anggaran Sebagai Alat bantu Manajemen
: Dra. Justine T
Sirait,MBAT

BAB I
PENDAHULUAN
1. PENGERTIAN PENGANGGARAN DAN ANGGARAN
Penganggaran

: Proses penyusunan anggaran dengan tahapan


-

Penyusunan panitia
Pengumpulan dan pengklasifikasian data
Pengajuan rencana kerja fisik dan keuangan tiap-tiap

seksi/bagian/divisi.
Penyusunan secara menyeluruh , merevisi, dan mengajukan
kepada pimpinan puncak untuk disetujui.

Penganggaran komitmen resmi manajemen (harapan) tentang pendapatan, biaya dan


berbagai transaksi keuangan untuk waktu tertentu yang akan datang.
Anggaran

: Rencana terperinci dan sistematis tentang seluruh

kegiatan

(pengeluaran&penerimaan) yang dituangkan dalam angka-angka(Rp)


dan dalam jangka waktu tertentu yang akan datang.
Anggaran : 1) rencana kerja secara tertulis dalam bentuk angka (anggaran formal)
2) perencanaan dan pengendalian laba
3) perencanaan laba strategis jangka panjang / perencanaan taktis laba
jangka pendek/ sistim akuntansi berdasarkan tanggung jawab.
4) sistem yang terdiri atas sub-sistem yang saling berhubungan satu sama
lain dalam perusahaan/organisasi.
5) sistem yang otonom karena memiliki sasaran dan cara kerja tersendiri.
6) sistem yang meliputi : inti sistem, sub-sistem penunjang, sub-sistem
lingkungan.
7) profit planing
2. MODEL PENYUSUNAN ANGGARAN
Anggaran disusun berdasarkan Teori, Praktik dan Prediksi perubahan situasi ekonomi,
sosial, dan politik .
Penyusunan Anggaran Berdasarkan Prediksi
Berdasarkan pengalaman, atau berdasarkan data historis
Disusun pada kondisi yang stabil
Penyusunan Anggaran Berdasarkan Teori
Berdasarkan pengetahuan ekonomi, di mana titik sentral perusahaan adalah mencari
laba.
Penentuan laba strategi dan program kerja -sasaran laba

Penyusunan Anggaran Berdasarkan Prediksi


Adanya prediksi perubahan situasi ekonomi, sosial, dan politik
3. KEGUNAAN ANGGARAN
a. Sebagai alat perencanaan terpadu
b. Sebagai Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Perusahaan
c. Sebagai Alat Pengkoordinasian Kerja
d. Sebagai Alat Pengawasan Kerja
e. Sebagai Alat Evaluasi Kerja
Adanya perencanaan terpadu
Anggaran perusahaan dapat digunakan sebagai alat untuk merumuskan rencana
perusahaan dan untuk menjalankan pengendalian terhadap berbagai kegiatan perusahaan
secara menyeluruh
Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan
Anggaran dapat memberikan pedoman yang berguna baik bagi manajemen puncak
maupun manajemen menengah. Anggaran yang disusun dengan baik akan membuat
bawahan menyadari bahwa manajemen memiliki pemahaman yang baik tentang operasi
perusahaan dan bawahan akan mendapatkan pedoman yang jelas dalam melaksanakan
tugasnya dan memungkinkan perusahaan untuk mengantisipasi perubahan dalam
lingkungan dan melakukan penyesuaian sehingga kinerja perusahaan dapat lebih baik

Sebagai alat pengkoordinasian kerja


penganggaran dapat memperbaiki koordinasi kerja intern perusahaan, sistem anggaran
memberikan ilustrasi operasi perusahaan secara keseluruhan sehingga memungkinkan
para manajer divisi untuk melihat hubungan antar bagian (divisi) secara keseluruhan.
Sebagai alat pengawasan kerja
Anggaran memerlukan serangkaian standar prestasi atau target yang bisa dibandingkan
dengan realisasinya sehingga pelaksanaan setiap aktivitas dapat dinilai kinerjanya.
Dalam menentukan standar acuan, diperlukan pemahaman yang realistis dan analisis
yang saksama terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Standar yang
ditetapkan terlalu tinggi akan menimbulkan frustasi atau ketidakpuasan. Sebaliknya
penetapan standar yang terlalu rendah akan menjadikan biaya menjadi tidak
terkendalikan, menurunkan laba dan semangat kerja.
Sebagai alat evaluasi kegiatan perusahaan

Anggaran yang disusun dengan baik menerapkan standar yang relevan akan memberikan
pedoman bagi perbaikan operasi perusahaan dalam menetukan langkah-langkah yang
harus ditempuh agar pekerjaan bisa diselesaikan dengan cara yang baik, artinya
menggunakan sumber-sumber daya perusahaan yang dianggap paling menguntungkan.
Terhadap penyimpangan yang mungkin terjadi dalam operasionalnya perlu dilakukan
evaluasi yang dapat menjadi masukan berharga bagi penyusunan anggaran selanjutnya.
Untuk mengoptimalkan kegunaan anggaran, penyusunan anggaran perlu memperhatikan
beberapa syarat seperti berikut:
a. Realistis : tidak optimis dan tidak pesimis
b. Luwes
: tidak terlalu kaku, dapat disesuaikan sewaktu-waktu
c. Kontinyu : membutuhkan perhatian terus-menerus, bukan bersifat insidentil.
Keberhasilan anggaran tergantung sikap indivisdu dalam organisasi perusahaan, sehingga
prosesnya berkaitan dengan fungsi manajemen.

4. TUJUAN PENYUSUNAN ANGGARAN


a. Untuk menyatakan harapan/sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga bisa
menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai
manajemen.
b. Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait sehingga
anggaran dimengerti, didukung, dan dilaksanakan.
c. Untuk menyediakan rencara terinci mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi
ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok
dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
d. Untuk mengkoordinasikan cara/metode yang akan ditempuh dalam rangka
memaksimalkan sumber daya.
e. Untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan
kelompok, serta menyediakan informasi yang mendasari perlu-tidaknya tindakan
koreksi.
f. Digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan investasi
dana.
g. Memberikan batasan atas jumlah dana yang dicari dan digunakan
h. Merinci jenis sumber dana yang dicari maupun jenis investasi dana sehingga dapat
memudahkan pengawasan
i. Merasionalkan sumber dana dan investasi dana agar dapat mencapai hasil yang
maksimal.

j. Menyempurnakan rencana yang telah disusun karena dengan anggaran, lebih jelas dan
nyata terlihat
k. Menampung dan menganalisis serta memutusakan setiap usulan yang berkaitan
dengan keuangan.
5. FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENYUSUN
ANGGARAN
a. Pengetahuan tentang tujuan dan kebijakan umum perusahaan.
b. Data-data tahun sebelumnya
c. Kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi
d. Pengetahuan tentang tak tik, sebagai pesaing dan gerak gerik pesaing
e. Kemungkinan adanya perubahan kebijakan pemerintah
f. Penelitian untuk pengembangan perusahaan
6. MANFAAT ANGGARAN
a. Segala kegiatan dapat terarah pada pencapaian tujuan bersama.
b. Dapat digunakan sebagai alat penilaian kelebihan dan kekurangan pegawai
c. Dapat memotivasi karyawan karena ada tujuan/sasaran yang akan dicapai
d. Menimbulkan rasa tanggung jawab pegawai
e. Menghindari pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu
f. Sumber daya yang dapat dimanfaatkan seefisien mungkin
7. PENGANGGARAN PERUSAHAAN
Pengaggaran perusahaan merupakan kegiatan dalam menghasilkan anggaran serta proses
kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi budget seperti fungsi pedoman kerja,
alat pengkoordinasian kerja dan alat pengawasan kerja.
8. PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN
a. Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dalam menyusun anggaran.
b. Pengolahan data dan informasi yang telah dikumpulkan untuk melakukan penaksiranpenaksiran.
c. Menyusun anggaran serta menyajikannya secara sistematis.
d. Pengkoordinasian pelaksanaan anggaran
e. Pengumpulan data dan informasi untuk keperluan pengawasan kerja dengan
melakukan penilaian.
f. Pengolahan dan penganalisaan data untuk menghasilkan kesimpulan terhadap
kegiatan kerja yang telah dilaksanakan serta menyusun kebijakan-kebijakan sebagai
tindak lanjut dari kesimpulan yang telah di ambil.
9. HUBUNGAN ANGGARAN DENGAN MANAJEMEN

Dengan memahami dan membuat penganggaran, perusahaan akan lebih mampu dalam
memprediksi perubahan yang akan terjadi dan dampaknya bagi operasi usaha, serta
mempersiapkan segala perangkat yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan target yang
telah ditetapkan. Dengan penganggaran, tidak hanya perencanaan kegiatan yang dapat
dilakukan, tetapi juga koordinasi dan pengendaliannya. Ketiga fungsi manajemen ini
(perencanaan, koordinasi, dan pengendalian) secara sekaligus tercermin dalam proses
penganggaran.
Proses manajemen adalah suatu kumpulan kegiatan yang saling berhubungan yang
dilakukan oleh manajemen dari suatu organisasi untuk menjalankan fungsi-fungsi
manajeman.
Dalam hal ini fungsi-fungsi manajemen tersebut adalah:
a. Menyusun rencana untuk dijadikan sebagai pedoman kerja (planning)
b. Menyusun struktur organisasi kerja yang merupakan pembagian wewenang dan
pembagian tanggung jawab kepada para karyawan perusahaan (organizing)
c. Membimbing, memberi petunjuk dan mengarahkan para karyawan (staffing)
d. Menciptakan koordinasi dan kerja sama yang serasi diantara semua bagian yang ada
dalam perusahaan (leading) dengan menitik-beratkan pada tujuan (objectives)
Perencanaan taktis merupakan penrencanaan jangka pendek yang menyangkut kegitan
secara terinci dan menitik-beratkan pada cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut.
Proses perencanaan dapat dilaksanakan sebagai berikut:
a. Mengadakan evaluasi terhadap variabel-variabel eksternal dan internal agar dapat
menetapkan tujuan yang realistis. Termasuk dalam variable ekstern adalah kondisi
lingkungan, maupun prospek perkonomian yang akan terjadi pada masa yang akan
datang. Termasuk dalam variable internal adalah kondisi yang dimiliki perusahaan itu
sendiri.
b. Menetapkan tujuan umum perusahaan (enterprise objectives). Tujuan ini bersifat
umum dan berjangka panjang.
Contoh: tujuan yang menyangkut hal-hal ekonomi, konsumsi, pemilik modal
c. Menjabarkan tujuan umum tersebut ke dalam sasaran khusus (specific goals).
d. Menetapkan strategi untuk mencapai tujuan
e. Menetapkan financial plan atau profit plan, sebagai penjabaran operasi dari tujuan dan
strategi tersebut. Penetapan ini merupakan perencanaan yang bersifat operasional dan
dinyatakan secara kuantitatif.
Profit plan dapat dibedakan menjadi strategic profit plan dan tactical profit plan.
Strategic profit plan merupakan perencanaan laba yang dinyatakan secara umum, untuk
jangka panjang (5 tahun atau lebih)
Tactical profit plan dinyatakan secara terinci, untuk jangka pendek (1 tahun)

Manajemen puncak akan memikul tanggung jawab perencanaan yang lebih luas
dibandingkan dengan jenjang manejemen yang lebih rendah, namun setiap tingkat
manajemen harus mempunyai tanggung jawab yang jelas dan pasti. Pendekatan
Comprehensive Budgeting menghendaki adanya partisipasi (keterlibatan) manajemen
pada semua tingkatan dalam proses perencanaan sehingga partisipasi aktif ini akan
memberikan pengaruh terhadap semangat kerja dan kerjasama antar bagian.
Fungsi pengendalian (Controlling)
Pengendalian merupakan suatu kegiatan yang diperlukan agar tujuan, rencana,
kebijakan dan standar yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan baik semaksimal
mungkin.
Proses pengendalian akan mencakup kegitan sebagai berikut:

Mengukur hasil kegiatan aktual (actual performance) dengan tujuan, sasaran

atau kinerja dan melaporkan penyimpangan yang timbul dalam performance report.
Membuat analisis atas penyimpangan yang timbul tersebut.
Mempertimbangkan alternatif pemecahannya.
Memilih alternatif untuk perbaikan
Mengadakan perbaikan skenario dan implementasi alternatif tersebut serta
melakukan tindak lanjutnya.

Secara metodologis, pelaporan kinerja ini akan memuat tentang:


a. Hasil hasil kegiatan sebenarnya (actual)
b. Budget atau anggaran yang telah ditetapkan Selisih (variance) antara aktual dengan
anggaran yang telah ditetapkan tersebut.
Fungsi lain dari anggaran adalah sebagai berikut:
a. Menentukan wewenang dan tanggng jawab divisi/department.
b. Memaksa divisi untuk melaksanakan koordinasi.
c. Menjadi dasar untuk menilai kinerja divisi/department.
Pengendalian harus dilakkan terus-menerus sepanjang periode (misal setiap bulan) dan
bukan hanya pada akhir periode saja. Penilaian akhir periode saja akan menyebabkan
keterlambatan untuk melakukan perbaikan. Maka sebaiknya laporan kinerja
(performance report) dibuat setiap bulan.
10. ADMINISTRASI ANGGARAN
Penyusunan anggaran membutuhkan kerjasama antar manajemen. Administrasi
anggaran bisa didelegasikan kepada komite anggaran. Anggota Komite Anggaran terdiri
atas manajer /pimpinan departemen.
SOP (SYSTEM OPERATING PROCEDURE)
Komite Anggaran (Budget Committee)

Penyusunan anggaran membutuhkan kerja sama antar manajer. Semua harus


berpartisipasi di dalam menyusun sasaran, pengembangan rencana dan perumusan
kebijakaan. Umumnya adminstrasi anggaran bisa didelegasikan kepada komite anggaran.
Anggota komite anggaran adalah masing-masing pimpinan department. Sering kali
karyawan dari bagian produksi, bagain penjualan dan bagian keuangan dilibatkan dalam
komite anggaran.
Fungsi Utama Komite Anggaran
a. Menyediakan pedoman umum uantuk penyusunan anggaran
b. Menawarkan saran teknis
c. Menerima dan mengkaji ulang anggaran
d. Mengusulkan perubahan
e. Menyelaraskan berbagai perbedaan pandangan
f. Menyetujui anggaran dengan atau tanpa perubahan
g. Meneliti dengan cermat laporan-laporan anggaran yang ada
Department Anggaran
Komite anggaran berbeda dengan department anggaran. Komite anggaran berkewajiban
mengkaji ulang anggaran. Sedangkan department anggaran bertanggung jawab atas
sistem dan peosedur anggaran (Budget Manual). Secara lebih terinci, fungsi departement
Anggaran adalah:
a. Merancang bentuk dan prosedur yang perlu
b. Memberikan gagasan penganggaran untuk semua level manajemen
c. Mendidik lini eksekutif di dalam penganggaran teknis
d. Mengumpulkan, menganalisis dan mengkoordinasikan data
e. Mengevaluasi dan melaporkan kinerja yang sebenarnya.
11. JENIS-JENIS /KLASIFIKASI ANGGARAN
*Berdasarkan ruang lingkup / intensitas penyusunannya, anggaran dibedakan
menjadi :
a. Anggaran parsial
Yaitu : anggaran yang ruang lingkupnya terbatas, misalnya anggaran untuk bidang
produksi atau bidang keuangan saja

b. Anggaran komprehensif
Yaitu: anggaran dengan ruang lingkup menyeluruh, karena jenis kegiatannya meliputi
seluruh seluruh aktivitas perusahaan dibidang marketing, produksi, keuanganl,
personalian dan administrasi
*Berdasarkan fleksibilitasnya, Anggaran dibedakan menjadi:
a. Anggaran Tetap (Fixed Budget)

Yaitu: anggaran yang disusun untuk periode waktu tertentu dengan volume yang
sudah tertentu dan berdasarkan volume tersebut disusun rencana mengenai revenue,
cost, dan espenses.
b. Anggaran Kontinyu (Continuous Budget)
Yaitu: anggaran yang disusun untuk periode waktu tertentu, dengan volume tertentu
dan berdasarkan volume tersebut diperkirakkan besarnya revenue, cost, dan expenses,
namun secara periodik dilakukan penilaian kembali.
*Berdasarkan periode waktu, anggaran dibedakan menjadi:
a. Anggaran jangka pendek (1 tahun)
b. Anggaran jangka panjang (lebih dari 1 tahun)

BAB II
ANGGARAN KOMPREHENSIF
Anggaran komprehensif dapat diartikan sebagai pemakaian secara luas konsep-konsep
penganggaran dalam setiap kegiatan perusahaan serta pemakaian pendekatan sistem secara
keselururuhan (total system approach) dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari.
Anggaran komprehensif adalah pendekatan yang sistematis dan formal untuk membuat dan
tugas-tugas perencanaan, koordinasi dan pengendalian kegiatan operasi perusahaan yang
menjadi tanggung jawab manajemen.

Manfaat yang dapat diperoleh perusahaan menyusun budget secara keseluruhan


(komprehesif):
a. Memudahkan diadakannya evaluasi tujuan akhir perusahaan secara keseluruhan.
b. Membantu fungsi pengawasan yang lebih dinamis terhadap pelaksanaan kebijakankebijakan manajemen.
Alasan mengapa perusahaan sulit atau tidak menyusun anggaran komprehensif karena:
Tidak adanya keahlian (skill) manajemen untuk menyusun anggaran secara

keseluruhan
Terbatasnya data tentang keseluruhan bagian dalam perusahaan
Terbatasnya dana untuk membuat budget secara keseluruhan

Ada beberapa pedoman umum yang perlu diperhatikan dalam penyusunan anggaran
komprehensif, yaitu:
1. Mengadakan spesifikasi terhadap tujuan yang luas dari perusahaan
2. Memeprsiapkan rencana-rencana pendahuluan secara keseluruhan
3. Menyusun rencana jangka panjang dan jangka pendek
Secara garis besar, isi dari anggaran komprehensif terdiri dari:
1. Forecasting Anggaran
Yaitu: anggaran yang berisi taksiran-taksiran (forecast) tentang kegiatan-kegiatan
perusahaan dalam jangka waktu (periode) tertentu dan taksiran-taksiran tentang
keadaan atau posisi finansial perusahaan pada suatu saat tertentu di masa yang akan
datang
2. Variable Anggaran
Yaitu: anggaran yang berisi tentang tingkat perubahan biaya atau tingkat variabilitas
biaya, khususnya biaya-biaya yang termasuk biaya semi variable, sehubungan
dengan adanya perubahan produktivitas perusahaan.
3. Analisis Statistika dan Matematika
Yaitu: analisis yang dipergunakan untuk membuat taksiran-taksiran (forecast) serta
untuk mengadakan penilaian (evaluasi) dalam rangka mengadakan pengawasan kerja.
Semua analisis tersebut perlu dilampirkan dalam anggaran yang disusun.
4. Laporan Anggaran
Yaitu: laporan tentang realisasi pelaksanaan anggaran yang dilengkapi dengan
berbagai analisis perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, sehingga dapat
diketahui bila ada penyimpangan yang terjadi, dan dapat diambil kesimpulan serta
tindak lanjutnya.
Business Budgeting yang komprehensif akan menyangkut penyusunan serta penerapan
dari:
Tujuan umum dan khusus perusahaan baik untuk jangka panjang maupun jangka
pendek (substantive plan).

Anggaran perusahaan (profit planning) yang dinyatakan secara kuantitatif baik untuk

jangka pendek maupun jangka panjang yang dirinci dalam kegiatan operasional dan
dampai keuangannya.
Laporan kegiatan dan follow-upnya dalam bentuk rekaman hasil atau realisasi
pelaksanaan kegiatan yang telah dianggarkan dalam bentuk laporan kinerja
(performance report) secara rinci.

Komponen-komponen anggaran komprehensif secara lengkap adalah:


1. SUBSTANTIVE PLAN (Rencana Rill)
Substantive plan merupakan rencanan yang mencerminkan materi-materi yang ingin
dicapai perusahaan secara formal baik yang dinyatakan secara umum maupun secara
khusus. Substantive plan merupakan strategi yang dipakai perusahaan yang disesuaikan
dengan nilai-nilai yang dipegang oleh perusahaan.
Aktivitas yang termasuk dalam kategori substantive plan adalah:
1. Tujuan umum perusahaan
2. Tujuan khusus perusahaan
3. Strategi perusahaan
4. Instruksi rencana manajer eksekutif
2. FINANCIAL PLAN (Rencana Keuangan)
Financial plan adalah penjabaran dari semua materi yang dituangkan dalam
substantive plan ke dalam suatu anggaran yang berdimensi keuangan (financial) dalam
jangka waktu atau periode waktu tertentu. Financial plan mengkuantifisir tujuan, rencana
dan kebijaksanaan perusahaan secara lebih terinci. Berdasarkan jangka waktunya,
financial plan dibagi menjadi anggaran jangka panjang (strategic plan) dan anggaran
tahunan (tactical plan)
Anggaran jangka panjang (Strategic Plan)
Anggaran jangka panjang merupakan rencana perusahaan dengan cakupan waktu yang
panjang dengan penekanan pada pengembangan profil perusahaan pada masa yang akan
datang.
Anggaran jangka panjang mencerminkan perencanaan menyeluruh tentang kegiatan yang
akan dilakukan dalam jangka panjang dan merupakan suatu kesatuan yang utuh dari rencana
yang disusun untuk kegiatan setiap tahun.
Anggaran jangka panjang meliputi:
1. Proyeksi penjualan, biaya dan laba (sales, cost and profit projections)
2. Proyek-proyek utama dan penambahan modal (Major projects and capital additions)
3. Aliran kas dan pembiayaan (Cashflow and financing)
4. Kebutuhan personil (personnel requirements)
Anggaran tahunan (tactical plan)
Anggaran tahunan merupakan rencana kegiatan perusahaan secara rinci dalam satu tahun
anggaran yang dituangkan dalam anggaran operasional dan anggaran keuangan.

a. Anggaran operasional
Anggaran operasional merupakan rencana kegiatan perusahaan yang ditangani
oleh masing-masing department perusahaan misalnya department pemasaran,
department produksi, department keuangan, department R&D, department
adminstrasi, department personalia dll.
Anggaran operasional meliputi:
1. Anggaran laba/rugi
2. Anggaran pembantu laba/rugi
3. Anggaran penjualan (sales budget)
4. Anggaran produksi (production budget)
5. Anggaran biaya distribusi (distribution expense budget)
6. Anggaran biaya umum dan adminstrasi (Administrative expense budget)
7. Anggaran tipe apropriasi (Appropriation-type budget)
Yaitu: anggaran yang memberikan batas pengeluaran yang diijinkan. Batas ini
umumnya merupakan batas maksimum yang diperkenankan untuk melakukan
kegiatan tertentu. Dalam perusahaan, anggaran seperti ini terbatas penerapannya,
karena sangat membatasi kegiatan perusahaan. Bagian-bagian yang biasa
menggunakan anggaran seperti ini misalnya, bagian penelitian dan pengembangan
(R&D), pemeliharaan dan bagian promosi.
b. Anggaran keuangan
Anggaran keuangan adalah anggaran yang memproyeksikan anggaran modal (ini
adalah bentuk anggaran jangka panjang, tiga hilang lima tahun atau lebih), anggaran
kas, anggaran neraca, dan anggaran aliran kas perusahaan. Jenis anggaran yang
disebutkan tiga terakhir adalah bentuk anggaran keuangan jangka pendek (satu tahun).
1) Anggaran keuangan meliputi:
Anggaran neraca
Aktiva (aktiva tetap, aktiva lancar)
Pasiva (hutang jangka pendek, hutang jangka panjang, modal sendiri)
2) Anggaran pembantu neraca meliputi:
Anggaran kas
Anggaran piutang
Anggaran hutang
Anggaran penambahan modal
Anggaran penyusutan aktiva
Anggaran persediaan
Anggaran biaya finansial
3) Anggaran variable (variable expense budget)
Perubahan jumlah biaya/pengeluaran perusahaan yang diakibatkan oleh perubahan
tingkat kegiatan produksi
4) Data statistik pelengkap (Suplementary Data)
Cost Voltime Profit Analysis (BEP Analisys)

Ratio Analysis
Berbagai standar biaya

5) Laporan internal
Laporan dengan statistic (Statistical report)
Laporan khusus (special report)
Laporan rekaman hasil realisasi anggaran (performance report)
Secara filosofis, hakikat kualitatf dan kuantitatif perumusan anggaran adalah sebagai
berikut
Anggaran = analisa matematika (mathematical nalysis) + akal sehat ( common sense)
+ pengalaman (experience)
Akal sehat digunakandalam penyusunan anggaran karena secara matematis dalam
kalkulasi anggaran laba rugi, misalnya bisa saja biaya telepon, listrik dan air dibuat
jaum melampau harga pokok produksi, hal ini tentu tidak masuk akal. Dengan
demikian pertimbangan penalaran akan sangat membantu dalam penyususn anggaran.
Pengalaman merupakan guru terbaik. Bila berdasar analisa masa lalu anggaran
terbutkti kurang efisien dan efektif, maka dilakukan perbaikan-perbaikan secara
cerdik (ingenuity) dan menyempurnakannya dengan unsur pertimbangan (judgment)
yang profesional.
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN PENGANGGARAN
Beberapa keuntungan anggaran adalah:
1. Hasil yang diharapkan dari suatu rencana tertentu dapat diproyeksikan sebelum
rencana tersebut dilaksanakan. Bagi manajemen, hasil proyeksi ini menciptakan
peluang untuk memilih rencana yang paling menguntungkan untuk dilaksanakan.
2. Dalam menyusun anggaran, diperlukan analisis yang sangat teliti terhadap setiap
tindakan yang akan dilakukan. Analisisi ini sangat bermanfaat bagi manajemen
sekalipun ada pilihan untuk tidak melanjutkan keputusan tersebut.
3. Anggaran merupakan penelitian unjuk kerja sehingga dapat dijadikan patokan untuk
menilai baik buruknya suatu hasil yang diperoleh.
4. Anggaran memerlukan adanya dukungan organisasi, yang baik sehingga setiap
manajer mengetahui kekuasaan, kewenangan, dan kewajibannya. Angggaran
sekaligus berfungsi sebagi alat pengendalian pola kerja karyawan dalam melakukan
suatu kegiatan.
5. Mengingat setiap manajer dan/atau penyelia dilibatkan dalam penyusunan anggaran,
maka memungkinkan terciptanya perasaan ikut berperan serta (sense of
participation)

Kelemahan anggaran antara lain:


1. Dalam menyusun anggaran, penaksiran yang dipakai belum tentu tepat dengan
keadaan yang sebenarnya.
2. Seringkali keadaan yang digunakan sebagai dasar penyusunan anggaran mengalami
perkembangan yang jauh berbeda daripada yang direncanakan. Hal ini berarti
diperlukan pemikiran untuk penyesuaian. Kemungkinan ini menghendaki agar
anggaran disesuaikan secara berkesinambungan dengan kondisi yang berubah agar
data dan informasi yang diperoleh akurat.
3. Karena penyusunan anggaran melibatkan banyak pihak, maka secara al dapat
menimbulkan persoalan-persoalan hubungan kerja (human relation) yang dapat
menghambat proses pelaksanaan anggaran.
4. Penganggaran tidak dapat terlepas dari penilaian subyektif pembuat kebijakan
(decision maker) terutama pada saat data dan informasi.

BAB III
ANGGARAN PENJUALAN
2.1

PENGERTIAN ANGGARAN PENJUALAN


Anggaran penjualan merupakan anggaran yang sangat penting dalam penentuan

proyeksi penjualan dan penghasilan yang realistis dan pendukung utama dalam menyusun
rencana anggaran komprehensip perusahaan. Sebab jika anggaran penjualan bersifat tidak
realistis seperti "over convidance" atau terlalu percaya diri maka sebagian besar bagian dari
rencana laba keseluruhan juga akan ikut tidak realistis.
Adapun defenisi dari anggaran penjualan itu sendiri adalah "Anggaran yang
menerangkan secara terperinci dan teliti tentang penjualan perusahaan dimasa datang dimana
didalamnya ada rencana tentang jenis barang, jumlah, harga, waktu serta tempat penjualan
barang. Anggaran penjualan perlu dikembangkan dengan teliti agar anggaran-anggaran
operasi dan anggaran finansial saling isi mengisi dan saling memantau dalam menyusun
rencana anggaran komprehensip. Agar anggaran penjualan lebih teliti dan meyakinkan maka
diperlukan "Tim Peramal Penjualan" yang terdiri dari beberapa ahli dari bidang distribusi dan
didukung oleh ahli-ahli bidang keuangan, produksi dan dari bidang lainnya. Peramalan
penjualan akan menilai target penjualan yang akan dicapai sebagai dasar penjualan.
Tujuan Anggaran Penjualan
Anggaran penjualan dapat dipergunakan untuk menyusun pembuatan bagian-bagian dari
anggaran-anggaran lainnya. Tujuan utama dari anggaran penjualan adalah :
a.
b.
c.
d.

Mengurangi ketidakpastian dimasa depan


Memasukkan pertimbangan /keputusan manajemen dalam proses perencanaan
Memberikan informasi dalam profit planing control
Untuk mempermudah pengendalian penjualan

Suatu anggaran penjualan yang lengkap sebaiknya menunjukkan gambaran sebagai berikut :
a. Penjualan dirinci menurut bulan, kwartalan, semester dan tahunan.
b. Penjualan dirinci menurut jenis-jenis produk
c. Penjualan dilakukan menurut daerah pemasaran
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memprediksi penjualan yang akan datang
adalah:
1. Pengalaman masa lalu (volume penjualan)
2. Prospektif kebijaksanaan harga jual
3. Jumlah pesanan penjualan yang belum terpenuhi
4. Studi penelitian pasar
5. Kondisi ekonomi secara umum
6. Promosi

7. Persaingan dalam industri


Fungsi Anggaran Penjualan
a. Anggaran penjualan adalah dasar perencanaan atas kegiatan perusahaan pada umumnya.
b. Anggaran penjualan sebagai alat koordinasi dan mengarahkan setiap pelaksanaan divisi
Pemasaran.
c. Anggaran penjualan sebagai alat pengorganisasian
d. Anggaran penjualan sebagai alat pengawasan bagi manajemen
PENGERTIAN
Anggaran penjualan umumnya menggambarkan penghasilan yang diterima karena ada
penjualan.
Anggaran penjualan meliputi anggaran tentang jenis produk yang akan dijual, volume produk
yang akan dijual, harga perunit, waktu penjualan dan daerah penjualannya. Anggaran
penjualan merupakan dasar penyususn anggaran lainnya.
Anggaran penjalan yang disusun mempunyai kegunaan (secara khusus) sebagai dasar
penyusunan semua anggaran yang ada dalam perusahaan.
Agar anggaran penjualan dapat disusun, langkah awal yang harus dilakukan adalah:
1. Menetapkan target penjualan. Faktor yang perlu ditimbnagan adalah:
Pasar, apakah bersifatr lokal, regional, nasional
Keadaan persaingan, apakan bersifat monopoli, persaingan bebas, dan sebagainya.
Kemampuan pasar untuk menyerap barang (peluang pasar)
Keadaan/sifat konsumen, yaitu konsumen akhir dan konsumen industri
Kemampuan finansial, yaitu kemampuan membiayai riset pasar, modal kerja,
membeli bahan mentah, dan lain sebagainya.
Keadaan personalia, berhubungan dengan tenaga kerja baik dalam jumlah maupun
kualitasnya.
2. Membuat suatu proyeksi/forecast penjualan (ramalan penjualan)
FORECAST PENJUALAN
Yaitu perkiraan / proyeksi secara teknis permintaan
Hal ini disebabkan karena:
Forecast lebih merupakan terhadap kondisi masa depan mengenai subyek tertentu,

misalnya penjualan.
Forecast penjualan merupakan proyeksi teknis dari permintaan konsumen potensial

untuk jangka waktu tertentu, dengan menyebutkan asumsi yang mendasarinya.


Forecast selayaknya hanya dipandang sebagai bahan masukan untuk mengembangkan
suatu rencana penjualan.

Manajemen dapat menerima, memodifikasi atau menolak hasil dari suatu forecast.
Pada umumnya hasil dari suatu forecast penjualan akan dikonvessikan menjadi rencana
penjualan dengan memperhitungkan berbagai hal berikut:
Pendapat manajemen
Strategi-strategi yang direncanakan

Keterikatan/komitmen dengan sumber daya


Ketetapan manajemen dalam usaha mencapai sasaran penjualan.

Secara umum teknik forecasting yang umum diterapkan untuk memperoleh suatu
forecast penjualan dapat dikelompokkan menjadi :
1. Forecast berdasarkan judgment
Dilakukan melalui pendapat pimpinan bagian pemasaran, pendapat para petugas
penjualan, pendapat para penyalur, pendapat konsumen, maupun pendapat para ahli.
2. Forecast berdasarkan analisis statistika
1) Apabila perhitungan berdasarkan data historis dari satu variable saja, maka
digunakan cara:
a. Metode tren bebas
Metode trend bebas mencoba melihat pola dan amatan melalui tebaran titik dari
pasangan data penjualan pada setiap waktunya. Berdasarkan tebaran data yang
terbentuk dapat diperkirakan trend penjualan dari data tersebut.

Contoh :
Penjualan PT FAIZ RAFDILLAH selama lima tahun terakhir adalah sbb.:
Tahun
Penjualan
Tren penjualan
Y
2006
10.000 unit
2007
11.500 unit
2008
9.000 unit
2009
13.500 unit
2010
15.000 unit

Th
Y = a + b (X)
Data penjualan ahir - data penjualan awal
b=
n-1
Y : forecarting penjualan
a : data penjualan tahun dasar
b : selisih penjualan tiap periode
x : nilai konstan dengan tahun dasar x=0
b. Metode Trend Semi Aaverage

Metode ini dapat digunakan apabila data yang ada jumlahya genap, sehingga
dapat dibagi menjadi dua kelompok sama besar. Jadi jika data yang ada berjumlah
ganjil maka harus digenapkan dengan cara mendouble kan data yang ada ditengah.
Contoh : dari data di atas
Tahun
Penjualan
Tren penjualan
2006
10.000 unit
2007
12.500 unit
2008
9.000 unit
2009
13.500 unit
2010
15.000 unit
Buatlah dua kelompok dari data tersebut dan masing-masing kelompok dicari rataratanya.
Persamaannya : Y= a + b (X)
a = rata-rata data kelompok1
b = (rata-rata data kelompok2 - rata-rata data kelompok1) : jumlah data masing
kelompok
Tahun
2006
2007
2008
2008
2009
2010

Penjualan
10.000 unit
(10+12,5+9)ribu
11.500 unit k1rata-ratanya = -------------------- = 10.500
9.000 unit
3
9.000 unit
(9+ 13,5 +15)ribu
13.500 unit k2 rata-ratanya = ------------------- = 12.500
15.000 unit
3

a = 10.500
b = (12.500 10.500 ) : 3 = 2.000 : 3 = 667.
Jadi persamaannya : Y = 10.500 + 667 (X)
Nilai X ditentukan dengan pedoman kelompok 1. Jika data pada kelompok1
jumlahnya ganjil maka dat tengan X=0, data periode sebelumnya dengan nilai X berurutan
negatif dan data sesudahnya berurutan positif. Jika data pada kelompok 1 jumlahnya genap
maka, data tersebut dibagi 2, ke atas dengan nilai X= -1, -3, -5, dst; data ke bawah dengan
nilai X =1,3,5,dst.
a. Metode Trend Moment
Metode dengan persamaan Y = a + b (X)
Y = n a + b (X)
XY =( X) a + b. (X)
Contoh soal :
Tahun
2006
2007
2008
2009

Penjualan
10.000 unit
12.500 unit
9.000 unit
13.500 unit

Tren penjualan

2010

15.000 unit

b. Metode Trend Least Square (Kuadrant Terkecil )


Metode dengan persamaan Y = a + b (X)
Y
XY
a = ------b = ------n
(X)
Contoh soal :
Tahun
2006
2007
2008
2009
2010

Penjualan
10.000 unit
12.500 unit
9.000 unit
13.500 unit
15.000 unit

Tren penjualan

2) Perhitungan berdasarkan data historis dari satu variable yang ditaksir dihubungkan
dengan data historis lain (dua variable) yang mempunyai hubungan kuat terhadap
perkembangan variable yang akan ditaksir, maka digunakan cara
a. Metode regresi
Analisa regresi adalah suatu analisa untuk membuktikan perubahan suatu variabel
yang
mengakibatkan perubahan terhadap variabel yang lain.
Formulasi : Y = a + b (X)
Y b.X
a = ---------------n
n XY .X.Y
b = -------------------------n.X - (X).

b. Metode korelasi
Analisa korelasi adalah analisa untuk membuktikan keeratan hubungan satu variabel
dengan variabel lainnya.
n XY .X.Y
r = ----------------------------------

n.X - (X). n.Y - (Y)

Contoh soal :

Dari pengamatan yang diperoleh perusahaan, bahwa untuk meningkatkan penjualannya


perlu dilakukan kebijakan pemasaran termasuk melalui promosi. Data yang ada untuk 5
tahun terakhir adalah:
Tahun
Penjualan
Biaya Promosi
2006
100 juta unit
Rp. 10.000.000
2007
120 juta unit
12.000.000
2008
130 juta unit
15.000.000
2009
135 juta unit
20.000.000
2010
145 juta unit
30.000.000
Buatlah analisa saudara dengan menggunakan metode Analisa Regresi dan Analisa
Korelasi !
3. Forecast berdasarkan metode khusus
a. Analisa industri/Market Share
Tahapan dalam pemakaian analisa industri:
1. Membuat proyeksi permintaan industri
2. Menilai posisi perusahaan dalam persaingan
Market Share =

Permintaan perusahaan
Permintaan industri

x 100%

Contoh soal :
Perusahaan DINASTI selalu memperhatikan posisinya dalam persaingan dengan
perusahaan lain yang sejenis. Data yang tersedia adalah sbb.:
a. Penjualan industri dan perusahaan selama 6 tahun :
Tahun
Penjualan Industri
Penjualan Perusahaan
2005
20.000.000 unit
2.100.000 unit
2006
25.000.000
2.200.000
2007
28.000.000
2.400.000
2008
29.000.000
2.500.000
2009
30.000.000
2.700.000
2010
32.000.000
3.000.000
b. Perusahaan cukup puas dengan market share yang diperolehnya saat ini, untuk
mencapai market share tahun berikutnya.
c. Produk yang dihasilkan perusahaan di jual di tiga daerah pemasaran yaitu : DKI 50%;
Jogja 30%; dan Surabaya 20%. Harga jual per unit untuk semua daerah sama, yaitu
Rp.1.200/unit.
d. Distribusi penjualan : Tw1 : 30% Tw2 : 25% Tw3: 40% Tw4 : 10%.
Berdasarkan data tersebut :
1. Buatlah ramalan penjualan yang dapat dicapai perusahaan pada tahun 20011
berdasarkan perbandingan ramalan penjualan industri (gunakan metode peramalan
Least Square)
2. Susunlah budget penjualan perusahaan tahun 2011 secara lengkap!

a. Analisa product line


Umumnya analisa product line digunakan pada perusahaan yang menghasilkan
beberapa macam produk dan tidak mempunyai kesamaan, sehingga dalam
membuat forecast-nya harus terpisah.
b. Analisa penggunaan akhir
Bagi perusahaan yang menghasilkan produk setengah jadi, masih memerlukan
proses lebih lanjut menjadi produk jadi dan siap unmtuk dikonsumsi, maka dalam
pembuatan forecastnya ditentukan oleh penggunaan akhir yang ada kaitanya
dengan produk yang dihasilkan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGGARAN PENJUALAN


1. Faktor Intern
Yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam perusahaan. Yang termasuk dalam faktor ini,
antara lain:
Penjualan tahun-tahun yang lalu
Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah penjualan
Kapasitas produksi dan kemungkinan perluasannya
Tenaga kerja yang dimiliki
Modal yang tersedia
Fasilitas-fasilitas lain
2. Faktor ekstern
Yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan. Yang termasuk faktor ini antara lain:
Keadaan persaingan di pasar
Posisi perusahaan dalam persaingan
Tingkat pertumbuhan penduduk
Tingkat penghasilan masyarakat
Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang dihasilkan perusahaan
Agama, adat istiadat dan kebiasaan masyarakat
Kebijaksanaan pemerintah
Keadaan perekonomian nasional/internasional
Kemajuan teknologi, barang-barang substitusi, selera konsumen.

HUBUNGAN ANGGARAN PENJUALAN DAN PERMINTAAN


Fungsi Permintaan adalah untuk barang-barang ekonomis yang diperoleh
melalui pengorbanan . Permintaan terdiri atas :
a. Permintaan langsung
: yaitu permintaan barang untuk
konsumsi
b. Permintaan turunan : yaitu permintaan barang produksi.
Consumer Goods : yaitu barang atau jasa yang diminta langsung oleh
konsumen untuk

memenuhi kebutuhan dengan orientasi kepuasan.


Producer Goods
: barang/jasa yang diminta industri dengan orientasi
pada laba.
FUNGSI PERMINTAAN
Q = a1 P + a2 Y + a3 P0p + a4 i + a5 A