Anda di halaman 1dari 21

Managing Dyspepsia without alarm

signs in primary care: new national


guidance for England and Wales
TILOVI GANI C
KURNIATI H
RICKY ANDY S
LISTYA NORMALITA

tujuan
Melaporkan rekomendasi baru untuk pelayanan

primer dalam memanajemen dispepsia tanpa alarm


sign di inggris dan wales.

pendahuluan
Sebanyak 40% populasi dewasa menderita dispepsia,

meskipun hanya 2 % yang konsul kepada dokter.


Peresepan obat dan pemeriksaan endoskopi
berdasarkan National Health Services (NHS)
membutuhkan biaya 600 million.
Jurnal ini mendeskripsikan perkembangan panduan
klinis untuk manajemen dispepsia pada dewasa di
pelayanan primer.

metode
Komposisi kelompok dan proses

Terdiri dari 6 dokter, 2 dokter konsultan, 1 farmasist, 1


pasien yang representatif dengan pertemuan 11 kali
dalam sebulan, diskusi dilakukan berdasarkan dari
beberapa reviews Cochrane Library dan analisis
keputusan ekonomis.

jangkauan
Jangkauan ditambahkan untuk manajemen

pelayanan primer pada pasien dewasa dengan


dispepsia termasuk kriteria rujukan untuk
investigasi

Menilai Rekomendasi dan Bukti


Penilaian bukti (evidence) yang baru dinilai dari

grade I (tinggi) sampai III (rendah) untuk setiap tipe


penelitian (evaluasi treatment, diagnosis, atau
prognosis)
Hasil ini mengindikasikan tingkat evidence,
kepentingan, dan kemungkinan untuk berkontribusi
dalam aspek perawatan/pelayanan

Menilai Rekomendasi dan Bukti


Penilaian tingkat rekomendasi:
Grade A: Dasar yang baik untuk memberikan pola

perawatan/pelayanan
Grade B: Terdapat keraguan yang memerlukan
pertimbangan secara hati-hati
Grade C: Kunci informasi tidak tersedia, namun grup
tersebut telah melalui rekomendasi konsensus

Keikutsertaan Stakeholder
Pasien

yang terkait dan organisasi profesional


ditunjuk sebagai stakeholder. 47 organisasi terdaftar
sebagai stakeholder.
Beberapa organisasi diundang untuk masingmasing merekomendasikan orang yang memiliki
pengetahuan atau pengalaman yang dapat
berkontribusi sebagai anggota pengembangan
guidelines.

Keikutsertaan Stakeholder
Stakeholder dan NICE bertugas untuk meninjau

kembali guidelines dengan konsultasi pada spesialis


di bidang yang terkait.

Penggunan rekomendasi dari guideline


Klinisi diharapkan dalam mengambil keputusan

klinis perlu mempertimbangkan:


1. Segi biaya
2. Sudut pandang dan keadaan pasien
3. Respon pasien terhadap terapi

Contd
Dengan asumsi bahwa klinisi turut

memperhitungkan kontraindikasi dan efek dari obat.


Klinisi harus mampu mengkomunikasikan hal-hal
tersebut pada pasien, sehingga mampu memfasilitasi
pasien dalam pengambilan keputusan pasien.

Contd
Tujuan dari guideline ini untuk menghasilkan

rekomendasi yang dapat mempromosikan praktek


klinik yang terbaik.
Guideline ini bukan protokol dan tidak dimaksudkan
untuk merubah cara perawatan atau memutuskan
hubungan antara tenaga kerja profesional dengan
pasien.

Sama seperti Flowcharts, adalah bentuk

penyederhanaan dan tidak bisa mencakup semua


kompleksitas perawatan individu pasien.

Results
Untuk rujukan, menyelidiki kasus dispepsi harus

dibuat tanda peringatan dan tidak hanya


berdasarkan umur saja, klinisi juga harus
merefleksikan keseimbangan antara keuntungan dan
kerugian dari endoscopy.

Contd
Manajemen empiris tanpa diagnosis formal biasanya

sesuai untuk kebanyakan pasien:


1. Melihat kembali riwayat pasien
2. Gaya hidup
3. Obat-obat warung
4. Menyediakan test dan terapi dari PPI dan atau H.
pylori

Contd
Pasien dengan gejala yang sedang berjalan

membutuhkan setidaknya peninjauan


rutin(tahunan) untuk membicarakan tentang gejala
dan gaya hidupnya, dan mengusahakan untuk
menurunkan peresepan obat untuk kembali ke fokus
perawatan diri sendiri.
Strategi baru dalam hal ini adalah berdasarkan pada
on demand terapi.

Keterangan
1 Review obat untuk kemungkinan penyebab dispepsia

misalnya antagonis kalsium, nitrat, teofilin, bisofosfat,


steroid dan NSAIDs.
2 Memberikan saran lifestyle, termasuk pola makan
sehat, pengurangan berat badan, dan smooking
cessation, untuk promosi teruskan menggunakan
antasid/alginate
3 saat ini tidak ada bukti yang adekuat untuk panduan
penggunaan dosis penuh PPI untuk 1 bulan atau tes dan
terapi H.Pylori pada pemberian awal.

4. Deteksi : menggunakan tes nafas carbon-13 urea, tes

antigen feses, atau ketika boleh dilakukan pemeriksaan


laboratorium berdasar serologi.
Eradikasi : menggunakan PPI, amoxicillin, clarithromycin
500 mg (PAC500) atau PPI, metronidazol, chlarithromycin
250 mg (PCM250)
Jangan melakukan tes ulang jika dispepsia menetap kecuali
ada indikasi kuat
5. Menawarkan terapi dosis rendah dengan itter resep
terbatar. Diskusikan penggunakan terapi pada kebutuhan
dasar untuk membatu pasien untuk mengelola gejala
penyakitnya sendiri.
6. Pada beberapa pasien dengan respon terhadap terapi
dianjutkan untuk rujuk ke spesialis untuk second opinion.
Emphasize the benign nature of dyspepsia. Review long term
patient care at least annually to discuss medication and
symptoms.