Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Rian Bahar Rahmadi

TTL

: Surabaya, 10 Oktober 1993

Hobi

: Main game, sepeda

Asal

: Kroya, Cilacap

Motto

: Hidup itu perlu

Motivasi

: Membahagiakan orang tua

Al Khidmah 20 tahun ke depan


Assalamualaikum, salam sejahtera bagi teman-teman Al-Khidmah. Sebagai anggota
baru yang masih kurang dalam pemahaman dan pendalaman tentang Al-Khidmah, saya diminta
menuliskan harapan Al-Khidmah 20 tahun ke depan. Untuk itu, saya buka kembali memori
selama PAD dan sedikit menjelajah dunia maya untuk lebih mengenal Al-Khidmah. Dari situ
saya ketahui bahwa Al-Khidmah yaitu suatu kesadaran masyarakat untuk saling melayani
(membantu) sesama. Pergerakan jiwa-jiwa al khidmah sekarang ini mulai meluas. Al-khidmah
sudah masuk ke dalam universitas-universitas di indonesia dan bahkan sudah sampai ke beberapa
Negara seperti Thailand, Malaysia dan Singapura. Keberadaan Al-Khidmah ini menurut saya
penting untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang berawal dari kurangnya rasa syukur
kita pada Allah, sehingga masyarakat sekarang terjebak dalam keindividualisme, masyarakat
banyak yang tidak peduli sekitarnya, melanggar hak orang lain dan hanya mementingkan diri
sendiri. Akhla-akhlak baik mulai pudar dimakan arus globalisasi. Berikut harapan-harapan saya
terhadap Al-Khidmah 20 tahun ke depan.
Harapan pertama saya yaitu Al-Khidmah 20 tahun yang akan datang berperan aktif
dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sebelumnya PP Al-Khidmah telah menjalin
silaturrohim sekaligus menjajaki kerjasama pendidikan terutama terkait kemungkinan beasiswa
studi di UTHM (Malaysia) bagi generasi penerus Al-Khidmah. 20 tahun akan datang diharapkan
program seperti beasiswa luar negeri ataupun pertukaran pelajar lebih mudah diakses. Dengan
adanya program tersebut bukan berarti pendidikan di dalam negeri diabaikan, Al-Khidmah juga
akan masuk ke dalam tingkat pendidikan dari SD sampai perguruan tinggi. Dengan demikian
pendidikan dalam negeri dapat dikembangkan dan selanjutnya dapat diminati pelajar-pelajar dari
negara lain. Jadi didapat keseimbangan di mana pelajar Indonesia ke luar negeri dan pelajar luar
masuk ke Indonesia. Uraian barusan tentu bukan harapan belaka, karena Al-Khidmah sekarang
ini sudah tersebar di 99 perguruan tinggi Indonesia dan luar negeri.

Harapan kedua saya yaitu Al-Khidmah 20 tahun yang akan datang ikut serta
membantu pemerintah dalam pengembangan masyarakat. Dari segi ekonomi, masyarakat
Indonesia sekarang ini sebagian besar yaitu tergolong menengah kebawah. Pendidikan yang
rendah dan rendahnya kreativitas masyarakat mengakibatkan sulitnya masyarakat dalam mencari
pekerjaan. Untuk itu 20 tahun yang akan datang, Al-Khidmah memiliki badan pelatihan bakat
dan keterampilan masyarakat guna menyalurkannya ke dunia kerja yang menjanjikan. Selain
bidang ekonomi, pengembangan masyarakat juga di bidang sosial dan budaya. Budaya Indonesia
yang beragam adalah aset yang sangat berharga, budaya dapat di jadikan sebagai jalan khidmah.
Dari budaya dapat tercipta suatu lapangan pekerjaan, dan menarik masyarakat dunia untuk
datang ke Indonesia. Promosi budaya ini dapat dilakukan Al-Khidmah lewat tangan-tangan
pelajar yang belajar ke luar negeri.
Al-Khidmah 20 tahun ke depan sudah masuk ke tatanan sosial terkecil yaitu keluarga,
para orangtua mengajarkan anaknya agama, jadi pelajaran agama tidak hanya dari sekolah/TPA
dan akidahnya akan lebih tertanam di hati anak. Di dalam semua perkumpulan seperti
perusahaan, Al-Khidmah ada di dalamnya, selalu menjalankan rutinitas doa bersama, sehingga
kekeluargaan di dalam selalu terjaga dan tidak ada perselisihan. Di dalam lapas-lapas al khidmah
membantu rehabilitasi para napi sehingga setelah lepas akan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya Al-Khidmah, masyarakat lebih mengenal Islam sebagai agama yang
damai tanpa rumor terorisme, tidak dicap dengan kemiskinan dan Islam dikenal dengan agama
yang berilmu, tidak ketinggalan dalam hal teknologi. Demikian harapan-harapan saya mengenai
Al-Khidmah 20 tahun akan datang, mungkin kesannya terlalu melebar dan kurang terperinci, jadi
saya meminta maaf bila ada tulisan yang kurang berkenan di hati. Waalaikumsalam