Anda di halaman 1dari 9

PSIKOLOGI

Oleh
Karina Diana Safitri NIM 132310101019

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2014

1. Jelaskan faktor faktor yang mempengaruhi perasaan dan emosi ?


2. Teori perasaan dan emosi ? ( jelaskan )
A. Kartini Kartono (1990:90)
Kartini Kartono mengungkapkan beberapa teori tentang perasaan yang
dapat dikelompokkan menjadi 5 kelompok yaitu:
1) Teori Skolastik; yaitu menganggap bahwa perasaan itu sebagai bagian dari
stadium awal dari keinginan atau sebagai satu bentuk keinginan, namun belum
diiringi dengan dorongan aktivitas. Merupakan kesiapan untuk menumbuhkan
keinginan.
2) Teori Biologis, yaitu melihat perasaan sebagai onderdil pengikat antara
pengamatan dan perbuatan. Perasaan itu memberikan nilai kepada pengamatan
yaitu merupakan gaya gerak untuk perbuatan reaktif. Dalam hal ini perasaanperasaan itu bersifat teleologis yaitu terarah pada satu tujuan.
3) Teori Intelektuilitis; yaitu bahwa perasaan merupakan perihal tanggapan.
Disebabkan oleh sifatnya yang sangat dinamis, tanggapan-tanggapan yang jelas
dan terasosiasi satu sama lain akan memperlancar berlangsungnya perasaan.
4) Teori Voluntaristis; yaitu yang primer bukannya pengenalan, akan tetapi
perasaan dan kemauan. Awal dari kemauan itulah yang disebut dengan
perasaan.
5) Teori sensualistis dan teori fisiologis, yaitu anggapan bahwa gejala-gejala
fisik atau jasmaniah yang muncul sewaktu kita mendapat kesan-kesan tertentu
misalnya berupa perubahan pernafasan, kontraksi otot dan lain-lain adalah
penyebab dari emosi-emosi tersebut.

B. Perasaan menurut Linschoten


1. Suasana hati: rasa yang terkandung di dalam situasi kejiwaan, yang dapat
berlangsung lama. Dibedakan menjadi:
a. euphoor: rasa gembira
b. netral: rasa acuh tak acuh

c. disphoor: rasa murung


d. humor: rasa yang timbul dan hilang di antara euphor dan netral
2. Perasaan dalam arti sempit: suatu rasa yang berkaitan dengan situasi
konfrontasi antara nilai pribadi dengan nilai yang lain, sehingga menimbulkan
nilai yang berbeda-beda rasanya bagi tiap orang. Misalnya melihat suatu obyek
A timbul rasa tertarik, tapi bagi B timbul rasa muak. Hal ini sangat tergantung
pada nilai pribadinya dan nilai obyeknya
3. Emosi: suatu rasa yang menyimpang dari batas normal, sehingga kadangkadang

sulit

menguasai

diri

dan

terganggu

penyesuaiannya

dengan

lingkungannya.
C. Perasaan Menurut Wundt (Tiga Dimensi )
Menurut Wundt, perasaan tidak hanya dapat dialami individu sebagai
perasaan senang atau tidak senang, tetapi masih dapat dilihat dar dimensi lain.
Memang salah satu segi perasaan itu dialami sebagai perasaan yang
menyenangkan atau tidak menyenagkan. Hal ini dinyatakan oleh Wundt sebagai
dimensi yang pertama. Disamping itu masih terdapat dimensi lain bahwa perasaan
itu dapat dialami sebagai suatu hal yang exited atau sebagai inert feeling, hal
ini oleh Wundt dipergunakan sebagi dimensi yang kedua.disamping itu masih
adanya dimensi lain yang dipegunakan sebagai dimensi yang ketiga yaitu
expextancy dan release feeling.
a.

Perasaan-perasaan presens, yaitu yang bersangkutan dengan


keadaan-keadaan sekarang yang dihadapi. Hal ini berhubungan

b.

dengan situasi yang aktual.


Perasaan-perasaan yang menjangkau maju, merupakan jangkauan
kedepan dalam kejadian-kejadiaan yang akan datang, jadi masih

c.

dalam pengharapan.
Perasaan-perasaan yang berhubungan dengan waktu-waktu yang
telah lalu, atau melihat kebelakang yang telah terjadi.

D. Max Scheler mengajukan pendapat bahwa ada 4 macam tingkatan dalam


perasaan, yaitu:
1. Perasaan tingkat sensoris
Perasaan ini merupakan perasaan yang berdasarkan atas kesadaran
yang berhubungan dengan stimulus pada kejasmanian, misalnya rasa sakit,
panis, dingin.
2. Perasaan ini bergantung kapada keadaan jasmani seluruhnya, misalnya
rasa segar, lelah dan sebagainya.
3. Perasaan kejiwaan. Perasaan ini merupakan perasaan saperti rasa gembira,
susah, takut.
4. Perasaan kepribadian.
Perasaan ini merupakan perasaan yang berhubungan dengan
keseluruhan pribadi, misalnya perasaan harga diri prasaan putus asa , perasaan
puas (Bigot, Kohstamm, palland, 1950)
E. Konstam memberikan memberikan klasifikasi perasaan sebagai berikut:
1. Perasaan keinderaan
Perasaan ini adalah perasaan yang berhubung dengan alat-alat indera,
misalnya perasaan yang berhubungan dengan pencecapan, umpamanya asam asin,
pahit, manis; yang berhubungan dengan baud an sebagainya. Juga termasuk dalam
hal ini perasaan-perasaan lapar, haus, sakit, lelah dan sebagainya.

2. Perasaan kejiwaan

Dalam golongan ini perasaan masih dibedakan lagi atas:


1) Perasaan intelektual
Perasaan ini merupakan jenis perasaan yang timbul atau menyertai
perasaan intelektual, yaitu perasaan yang timbul bila orang dapat memecahkan
sesuatu soal, atau mendapatkan hal-hal yang baru sebagai hasil kerja dari segi
intelektualnya. Perasaan ini juga dapat merupakan suatu mendorong atau dapat
memotivasi individu dalam berbuat; perasaan ini juga dapat merupakan motivasi
dalam lpangan ilmu pengetahuan.
2) Perasaan Kesusilaan
Perasaan kesusilaan timbul kalau orang mengalami hal-hal yang baik atau
buruk menurut norma-norma kesusilaan. Hal-hal yang baik akan menimbulkan
perasaan yana positif, sedangkan hal-hal yang buruk akan menghasilkan
menimbulkan perasaan yang negatif.
3) Perasaan Keindahan
Perasaan ini timbul kalau orang mengamati sesuatu yang indah atau yang
jelek. Yang indah menimbulkan perasaan positif, yang jelek menimbulkan
perasaan yang negatif.
4) Perasaan Kemasyarakatan
Perasaan ini timbul dalam hubungan dengan orang lain. Kalau orang
mengikuti keadaan orang lain, adanya perasaan yang menyertainya. Perasaan
dapat bermacam-macam coraknya, misalnya benci atau antipasti, senang atau
simpati.

5) Perasaan Harga Diri


Perasaan ini merupakan perasaan yang menyertai harga diri seseorang.
Perasaan ini dapat positif, yaitu kalau orang mendapatkan penghargaan terhadap
dirinya. Perasaan ini dapat meningkat kepada perasaan harga diri lebih. Tetapi
perasaan ini juga dapat bersifat negatif, yaitu bila orang mendapatkan
kekecewaan. Ini dapat menimbulkan rasa harga diri kurang.
6) Perasaan Ketuhanan
Perasaan ini berkaitan dengan kekuasaan Tuhan. Salah satu kelebihan
manusia sebagai makhluk Tuhan adalah dianugerahkannya kemapuan mengenal
Tuhannya. Perasaan ini digolongkan pada peristiwa psikis yang paling mulia dan
luhur. Kemampuan yang demikian ini tidak terdapat dalaam diri binatang.
Walaupun binatang itu sendiri dapat berpikir (dalam bentuk sederhana), tetapi
tidak mampu hidup beragama. Oleh karena itu, pemilihan pola hidup religious
adalah merupakan keputusan pribadi yang paling asasi dan memberikan kekuatan
dalam menghadapi segala badai taufan kehidupan.
F. Immanuel Kant membagi affek tersebut dalam dua ketegori, yaitu:
a. Affek Sthenis (sthenos = kuat, perkasa) dengan mana individu menyadari
kemampuan dan kekuatan tenaganya, sehingga aktivitas jasmani dan rohani bias
dipertinggi.
b. Affek Asthenis, ialah affek yang membawa perasaan kehilangan kekuatan,
sehingga aktifitas fisik dan psikisnya terlumpuhkan karenanya. Stemming atau
suasana hati dapat diartikan sebagai suasana hati yang berlangsung agak lama,
lebih tenang, berkesinambungan dan ditandai dengan ciri-ciri perasaan senang
atau tidak senang. Sebab-sebab suasana hati itu pada umumnya ada dalam bawah
sadar, namun ada kalanya juga disebabkan oleh factor jasmaniah. Jika suasana
hati ini konstan sifatnya, maka peristiwa ini disebut humeur.

Teori-teori Emosi
1. Teori yang berpijak pada hubungan emosi dengan gejala kejasmanian.
2. Teori yang hanya mencoba mengklasifikasikan dan mendiskripsikan
pengalaman emosional (emotional experiences).
3. Melihat emosi dalam kaitannya dengan perilaku, dalam hal ini adalah
bagaimana hubungannya dengan motivasi.
4. Teori yang mengaitkan dengan aspek kognitif.

A. Teori James-Lange
Menurut teori ini emosi merupakan akibat atau hasil persepsi dari
keadaan jasmani (felt emotion is the perception of bodily states), orang
sedih karena menangis, orang takut karena gemetar dan sebagainya.
Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa gejala kejasmanian
merupakan sebab emosi, dan emosi merupakan akibat dari gejala
kejasmanian. Teori disebut juga teori perifir dalam emosi atau juga
disebut paradoks James (Bigot dkk. 1950). Sementara para ahli
mengadakan

eksperimen-eksperimen

untuk

mengui

sejauh

mana

kebenaran teori James Lange ini, antaralain Sherrington dan Cannon


(Woodworth dan Marquis, 1957), yang pada umumnya hasil menunjukkan
bahwa apa yang dikemukakan oleh James tidak tepat.
B. Teori Cannon-Bard
Teori ini berpendapat bahwa emosi itu bergantung pada aktivitas
dari otak bagian bawah. Teori ini berbeda atau justru berlawanan dengan
teori yang dikemukakan oleh James Lange, yaitu bahwa emosi tidak
bergantung pada gejala kejasmanian, atau reaksi jasmani bukan merupakan
dasar dari emosi, tetapi justru emosi bergantung pada aktivitas otak atau
aktivitas sentral. Karena itu teori ini juga sering disebut teori sentral
(Woodworth dan Marquis, 1957)

C. Teori Central >< Teori Perifer (Canon)


Canon menentang teori James Lange. Ia membuktikan dengan
melakukan penyelidikan fisiologis terhadap seekor kucing. Di dalam
penyelidikan tersebut, syaraf simpatis dari kucing dipotong, maka apabila
teori J L benar, kucing yang syaraf simpatisnya telah dipotong tidak
dapat marah lagi. Kemudian anjing dimasukkan, ternyata kucing yang
melihat anjing masih dapat marah.
Kesimpulan: keadaan organis bukan merupakan faktor yang
menentukan munculnya emosi. Jadi orang merasa sedih, sehingga ia
menangis, dan menyebabkan terjadinya perubahan organis.
D. Teori Schachter-Singer
Teori ini berpendapat bahwa emosi yang dialami seseorang
merupakan hasil interpretasi dari aroused atau stirred up dari keadaan
jasmani. Mereka berpendapat bahwa keadaan jasmani dari timbulnya
emosi pada umumnya sama untuk sebagian terbesar dari emosi yang
dialami, dan apabila ada perbedaan fisiologis dalam pola otonomik pada
umumnya orang tidak dapat mempersepsi hal ini. Teori ini menyatakan
bahwa tiap emosi dapat dirasakan dari stirred up kondisi jasmani dan
individu akan memberikan interpretasinya. Sering dikemukakan bahwa
teori ini bersifat subyektif, karena memang dalam mengadakan interpretasi
terhadap keadaan jasmani berbeda satu orang dengan orang lain.

DAFTAR PUSTAKA

http://riswantobk.wordpress.com/2011/05/02/definisi-perasaan-dan-emosi/
(diakses pada tanggal 23 Mei 2014 )
file:///E:/Microsoft%20PowerPoint%20-%20(10)%20Perasaan%20dan%20Emosi
%20[Compatibility%20Mode]%20(1).pdf (diakses pada tanggal 23 Mei 2014 )