Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENYULUHAN MANDIRI

INSOMNIA

Disusun Untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Ujian Kepanitraan Klinik di Bagian


Ilmu Kesehatan Masyarakat

Disusun Oleh :
Diyah Septiti Wulan

1220221143

PUSKESMAS SUKMAJAYA DEPOK


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
JAKARTA
2015
SATUAN ACARA PENYULUHAN

I.

Tujuan
Tujuan umum :
Menambah pengetahuan secara umum kepada pasien-pasien yang berobat ke
Puskesmas Sukmajaya
Tujuan Khusus :
1. Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai Insomnia

II. Bentuk Kegiatan


Kegiatan ini berbentuk penyuluhan berjudul Insomia, yang dilakukan dengan
menggunakan metode ceramah dan tanya jawab langsung kepada pasien-pasien
yang sedang berobat di Puskesmas Sukmajaya Depok dengan media yang
digunakan berupa leaflet.
III. Jenis Kegiatan
Kegiatan ini berupa penyuluhan didaktik.
IV.

Peserta Kegiatan
Peserta dalam kegiatan ini adalah pasien-pasien yang saat sedang penyuluhan
sedang dalam menunggu panggilan antrian poli di Puskesmas Sukmajaya.

V. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Penyuluhan dilakukan pada :
Hari
: Jumat
Tanggal
: 20 Februari 2015
Tempat
: Ruang tunggu poli di Puskesmas Suikmajaya
VI.

Materi Penyuluhan
Terlampir

VII.

Dokumentasi kegiatan
Terlampir

Laporan Penyuluhan I N S O M N I A

Materi Penyuluhan
Latar belakang
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi
oleh setiap manusia sebagai makhluk biopsikososial, dimana tidur dapat
memulihkan tingkat aktifitas normal dan keseimbangan normal dari berbagai
bagian sistem saraf pusat. Apabila seseorang mengalami gangguan tidur
dapat menimbulkan dua efek fisiologik yaitu : efek pada sistem saraf dan
efek pada struktur tubuh lainnya. Efek pada sistem saraf dapat mengacaukan
fungsi tubuh maupun organ tubuh itu sendiri. Secara tidak langsung
kekurangan tidur akan mempengaruhi sistem saraf pusat.
Gangguan tidur ini sering dikaitkan dengan gangguan fungsi
pikiran yang progresif dan kadang-kadang bahkan dapat menimbulkan
perilaku abnormal dari sistem saraf. Gangguan tidur yang berkepanjangan
dapat menyebabkan kelambahan berfikir, mudah tersinggung atau bahkan
menjadi psikotik. Gangguan tidur ini sering dialami oleh orang dewasa dan
lansia yang disebabkan oleh berbagai hal seperti stress dan cemas. Untuk itu
perlu penanganan secara komprehensif.
Oleh karena itu dalam praktek keperawatan Gerontik, akan
melakukan penyuluhan mengenai gangguan tidur yang ditujukan pada
pengunjung Posyandu lansia.

Laporan Penyuluhan I N S O M N I A

Insomnia
Defenisi tidur
Tidur adalah kondisi tidak sadar dan bekerjanya otot yang terjadi secara
periodik, dengan kata lain adanya hubungan dengan lingkungan dalam kondisi
tidur, kecuali oleh suatu stimulus.
Pengertian gangguan tidur/insomnia
Insomnia atau gangguan tidur adalah suatu keadaan dimana seseorang
sulit tidur atau ngantuk.

Jenis-jenis Insomnia
Secara garis besar, insomnia diklasifikasikan menjadi tiga jenis
tergantung gejala medis atau psikologis yang dialami serta tergantung dari
kurun waktu seseorang menderita insomnia.

Insomnia Temporer (Transient Insomnia).


Insomnia jenis ini biasanya hanya berlangsung singkat, yaitu kurang dari
satu minggu. Insomnia temporer biasanya terjadi karena pengaruh
lingkungan atau stres.

Insomnia Akut (Acute Insomnia).


Biasanya penderitanya mengalami gangguan tidur selama kurang lebih
satu bulan. Insomnia akut ditandai dengan penderitanya yang tetap
mengalami masalah dengan memulai tidur atau mempertahankan tidur
meskipun dengan kondisi yang memungkinkan.

Insomnia Kronis (Chronic Insomnia).


Adalah insomia yang berlangsung lebih dari satu bulan. Orang dengan
gangguan insomnia kronis biasanya mengalami masalah halusinasi yang
parah seperti melihat benda seolah-olah bergerak secara slow motion dan
masalah penglihatan ganda (double vision), yaitu persepsi penglihatan
dimana benda tunggal seolah-olah terlihat ganda.

Laporan Penyuluhan I N S O M N I A

Penyebab Insomnia
Insomnia dapat terjadi karena disebabkan karena beberapa faktor, baik
karena faktor biologis, medis, psikologis, maupun kerena faktor
lingkungan.
1. Faktor Medis dan Biologis

Faktor usia. Penelitian menunjukkan bahwa sesorang yang sudah


berusia lanjut lebih beresiko mengalami insomnia daripada yang
masih muda.

Hormon yang diproduksi pada wanita hamil dan menstruasi.

Masalah dengan jet lag (mabuk udara).

Kerusakan otak seperti stroke atau alzheimer.

Faktor genetik (bawaan lahir), meskipun sangat jarang terjadi.

Efek samping penggunaan obat, soda, narkoba, alkohol, atau kafein.

2. Faktor Psikologis
Faktor gangguan mental seperti skizofrenia, gangguan kecemasan
(anxiety disorder), atau gangguan kepribadian bipolar.
Beban pikiran yang terlalu banyak.
Faktor psikis seperti ketakutan, paranoid, stress, depresi, kecemasan,
serta tekanan mental dan emosional.

Laporan Penyuluhan I N S O M N I A

Ketakutan akibat gangguan pada fase tidur REM (Rapid Eye


Movement) seperti mimpi buruk, tindihan (sleep paralysis), atau
berjalan saat tidur (sleepwalking).
3. Faktor Dari Luar

Jam kerja yang berubah-ubah atau tidak teratur. Sehingga tubuh akan
sulit menyesuaikan diri.

Kelelahan fisik.

Bekerja pada malam hari.

Lingkungan yang tidak mendukung untuk tidur.

Pola tidur yang tidak teratur.

Ciri Ciri Insomnia


Secara umum, penyakit insomnia ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

Tangan berkeringat

Kembung dan nyeri pada perut

Cepat marah

Kelelahan yang berlebihan

Sulit mengingat, konsentrasi, atau membuat keputusan

Perubahan waktu dan pola tidur

Sakit kepala, nyeri leher, dan pegal pada punggung

Napas tersengal-sengal dan detak jantung tidak stabil

Dampak atau akibat dari gangguan tidur / insomnia

Menurunnya vitalitas kerja

Daya ingat dan konsentrasi menurun

Tidak ada tenaga / malas

Laporan Penyuluhan I N S O M N I A

Keterampilan berkomunikasi yang tidak bagus

Badan lemah / kelelahan / sakit kepala

Cara mengatasi gangguan tidur / insomnia

Kenyamanan merupakan yang utama.


Pastikan ranjang yang Anda pakai masih memiliki per yang bagus,
kebersihan sprei dan bantal terjaga. Musik yang lembut sebagai

pengantar tidur.
Kurangi suara yang menggangu tidur, misalnya kipas angin, pintu atau

suara yang mengganggu lainnya.


Kurangi minum sebelum tidur, sehingga tidak terbangun untuk buang

air kecil.
Hindari keinginan untuk tidur
Semakin keras usaha anda untuk tidur, membuat anda malah makin
terjaga. Membaca majalah, buku atau menonton televisi dapat membuat
anda mengantuk dan selanjutnya tertidur.

Hindari nikotin, alkohol dan kafein

Rokok, seperti halnya alkohol dan kafein akan mengganggu kualitas


tidur Anda. Teh, soda, cokelat termasuk dalam daftar makanan yang
mengandung kafein.

Perbanyaklah mengonsumsi makanan produk hewani, seperti susu,


keju, daging, atau ikan. Makanan tersebut mengandung tryptophan,
yaitu

jenis

asam

lemak

yang

menghasilkan

serotonin

dan

mengendurkan syaraf pada pusat otak.

Olah raga kurang lebih 6 jam sebelum tidur.

Mandi dengan air hangat, sebaiknya dilakukan 1 atau 2 jam sebelum


tidur.

Hindari stress dengan cara berdoa, membaca dan lain-lain.

Hindari penggunaan obat tidur jangka panjang

Gunakan teknik relaksasi


Cara teknik relaksasi nafas dalam :

Hirup udara melalui hidung

Laporan Penyuluhan I N S O M N I A

Tahan 2-3 detik


Setelah itu hembuskan melalui mulut secara perlahan-lahan

Laporan Penyuluhan I N S O M N I A

Laporan Penyuluhan I N S O M N I A

LAMPIRAN DOKUMENTASI REFERENSI

Stuart and Sundeen. Diagnosa Keperawatan Jiwa : GC : Jakarta


Williams Adrian (1999). Insomnia ; Pustaka Delapratasa : Jakarta
Hall Guyton (2000). Fisiologi Kedokteran ; EGC : Jakarta
Keliat, B.A (1998). Penatalaksanaan Stress; EGC : Jakarta

Laporan Penyuluhan I N S O M N I A