Anda di halaman 1dari 2

NAMA

: BUNGA APRILIA

NIM

: 359752

ETIKA BISNIS DAN PROFESI


30 Oktober 2014

LAPORAN KRITIK RISET (LKR)


Artikel

: Students and Faculty Members Perceptions of the Importance of


Business Ethics and Accounting Ethics Education: Is There an
Expectations Gap?

Penulis

: Nell Adkins & Robin R. Radtke


(Journal of Business Ethics 51: 279-300, 2004)

Latar belakang dari riset ini antara lain karena sedikitnya konsensus yang muncul
mengenai tujuan dan keefektivan dari pendidikan etika bisnis, serta timbulnya pertanyaan
mengenai komitmen yang diberikan akademi akuntansi dalam pendidikan etika akuntansi
ketika riset ini dilakukan. Pemahaman yang lebih baik mengenai perbedaan dasar antara
persepsi mahasiswa akuntansi dan anggota fakultas dapat menjadi titik awal yang tepat untuk
menganalisa pendidikan etika mana yang terbaik untuk dimasukkan ke dalam kurikulum
akuntansi. Oleh karena itu, riset ini menguji apakah persepsi mahasiswa akuntansi mengenai
etika bisnis dan tujuan dari pendidikan etika akuntansi secara fundamental berbeda dari
persepsi anggota fakultas akuntansi.
Hipotesis riset terdiri dari empat hipotesis, dengan hipotesis pertama memuat variabel
independen utama yaitu group membership, sedangkan hipotesis dua hingga empat memuat
variabel independen tambahan berupa jenis kelamin, umur, dan etnik subjek. Hipotesis satu
(H1) berbunyi anggota fakultas akan menganggap etika dalam pendidikan akuntansi lebih
penting dari mahasiswa. Hipotesis dua (H2) berbunyi wanita akan menganggap etka dalam
pendidikan akuntansi lebih penting dari pria. Hipotesis tiga (H3) berbunyi subjek yang lebih
tua akan menganggap etika dalam pendidikan akuntansi lebih penting dari subjek yang lebih
muda. Terakhir, hipotesis empat (H4) berbunyi subjek dengan etnik kaukasian akan
menganggap etika dalam pendidikan akuntansi lebih penting dari subjek dengan etnik
lainnya.
Riset ini memiliki sampel yang terdiri dari 253 mahasiswa dan 158 anggota fakultas.
Sampel mahasiswa berasal dari 3 kampus besar di Amerika Serikat bagian selatan dan barat
daya. Riset ini menggunakan survey dengan instrumen yang memuat berbagai pertanyaan
mengenai kepentingan dari etika bisnis dan pendidikan etika akuntansi (diadaptasi dari
Callahan (1980) dan Loeb (1988)).
1

Respon mahasiswa dan anggota fakultas mengenai etika bisnis diuji dengan one way ttest sehingga diperoleh hasil yang mengindikasikan bahwa menurut kedua grup (mahasiswa
dan anggota fakultas), etika paling penting dalam keputusan pribadi dan paling tidak penting
dalam mata kuliah bisnis. Kemudian, persepsi mahasiswa mengenai etika dalam komunitas
bisnis dan mata kuliah bisnis lebih penting dari yang dipersepsi oleh anggota fakultas.
Selanjutnya, respon mahasiswa dan anggota fakultas mengenai tujuan dari pendidikan etika
akuntansi diuji dengan one way t-test yang hasilnya mengindikasikan bahwa tujuan yang
paling penting bagi mahasiswa adalah mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam
menghadapi konflik atau dilema etis, dan yang paling penting menurut anggota fakultas
adalah mengakui isu di akuntansi yang memiliki implikasi etis, sedangkan yang paling
tidak penting menurut kedua grup adalah menghargai dan memahami sejarah dan komposisi
dari semua aspek etika akuntansi dan hubungannya dengan etika secara umum.
Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis multivariat. Analisis statistik untuk H1
tidak terdukung, H2 dan H3 terdukung, dan H4 tidak terdukung diakibatkan oleh datanya.
Tidak terdukungnya H1 mengindikasikan bahwa mahasiswa menganggap etika bisnis dan
tujuan pendidikan etika akuntansi lebih penting dari anggota fakultas. Kemudian untuk H2
dan H3 (variabel jenis kelamin dan umur) konsisten dengan hipotesis.
Implikasi riset ini ditujukan untuk anggota fakultas akuntansi yang tertarik atau
berkepentingan dengan pendidikan etika akuntansi.