Anda di halaman 1dari 21

ANESTESI INHALASI

Anggi Prasetyo
1102009031

Pendahuluan
Obat anestesi inhalasi pertama kali : N2O (nitrous oksida)
Menyusul eter, kloroform, etil-klorida, etilen, siklo-propan, trikloro-etilen,
iso-propenil-vinil-eter, propenil-metil-eter, fluoroksan, etil-vinil-eter, halotan,
metoksi-fluran, enfluran, isofluran, desfluran dan sevofluran.
Obat anestesia umum inhalasi ada 2 macam, yaitu :
Berupa cairan
Berupagas:
yangmudahmenguap:
a. Derivat halogen
a. Nitrous oksida
(N2O)
hidrokarbon.
- Halothan
b. Siklopropan
- Trikhloroetilen
- Khloroform
b. Derivat eter.
- Dietileter
- Metoksifluran
- Enfluran

Pendahuluan
Umum dipakai: N2O, halotan, enfluran,isofluran, desfluran dan
sevofluran.
Sevofluran
Obat generasi baru yang banyak dipilih.
Banyak keuntungan: onsetkerja (induksi anestesi)
danpemulihandari pengaruh anestesi yangjuga cepat.

yang

cepat

Kombinasi obat anestesi


inhalasi
1. N2O + halotan
2. N2O + enfluran
3. N2O + isofluran
4. N2O + sevofluran

Keistimewaan dari anestesi inhalasi


(Kecepatan, bentuk gas, dan cara pemberian)

Obatyangpalingcepatmulaikerjanya,dandalam batas aman.

Induksi dan pemulihan cepat.

Meminimalkan waktu di kamar operasi dan di ruang pemulihan, serta pasien lebih
cepat pulang.

Semua obat-obatannya tidak terionisasi dan memiliki berat molekul yang rendah
mudah berdifusi dengan cepat dari alirandarah ke jaringan.

Gas dapat dihantarkan ke dalam aliran darah melalui rute khusus, yaitu paruparu.

Kecepatan, bentuk gas, dan paru-paru = kombinasi yang sangat menguntungkan,


yaitu kemampuan untuk menurunkan konsentrasi dalam plasma semudah dan
secepatmeningkatkan konsentrasinya.

Mekanisme Kerja

Sangat rumit.
Ambilan alveolus gas atau uap anestetik inhalasi
ditentukan oleh:
1. Ambilan oleh paru.
2. Difusi gas dari paru ke darah.
3. Distribusi oleh darah ke otak dan organ lainnya.

Hiperventilasi akan menaikkan ambilan alveolus dan sebaliknya.

Kelarutan zat inhalasi dalam darah = faktor penting dalam menentukan


kecepatan induksi dan pemulihannya.

Mekanisme Kerja

Kelarutan zat anestesi di dalam darah, tergantung dari potensi masingmasing zat anestesi.

Derajat potensi ini ditentukan oleh Kadar Alveolus Minimal (KAM) atau
MAC(MinimumAlveolarConcentration).

MACialahkadarminimalzattersebutdalam alveolus pada tekanan satu


atmosfir yang diperlukan untuk mencegah gerakan pada 50%pasienyang
dilakukaninsisistandar.

Makin tinggi MAC, maka makin rendahpotensi zat anestesi tersebut.

Dalam keadaan seimbang, tekanan parsial zat anestetik dalam alveoli =


tekanan zat dalam darah dan otak tempat kerja obat.

Konsentrasi uap anestetik dalam alveoli selama induksi ditentukan


oleh :
1. Konsentrasi inspirasi
Induksi semakin cepat jika konsentrasi makin tinggi, asalkan tidak terjadi depresi
nafas atau kejang laring. Induksi makin cepat jika disertai oleh N2O (efek gas kedua).
2.

Ventilator alveolar
Ventilasi alveolar meningkat, konsentrasi alveolar makin tinggi dan sebaliknya.

3. Koefisien darah/gas
Makin tinggi angkanya, makin cepat larut dalam darah, makin rendah konsentrasi
dalam alveoli dan sebaliknya.

4.
Curah jantungataualirandarah paru
Makin tinggi curah jantung, makin cepat uap diambil darah.
5.

Hubunganventilasi-perfusi
Gangguan hubungan ini memperlambat ambilan.

Eliminasi

Sebagian besar gas anestetik dikeluarkan oleh paru.

Sebagian lagi dimetabolisme oleh hepar dengan sistem oksidasi


sitokrom P450.

Sisa metabolisme yang larut dalam air dikeluarkan melalui ginjal.

N 2O
(laughing gas, nitrous oxide, dinitrogen monoksida)
Berbentuk gas tidak berwarna, bau manis, tak iritasi, tak terbakar
dan beratnya 1,5x berat udara.
Obat
dasar
dari
anestesia
umum
Selaludikombinasikandengan O2 minimal 25%:

inhalasi.

N2O :O2
70 : 30
60 : 40
50 : 50

Bersifat anestetik lemah, analgesinya kuat.


Perlu konsentrasi besar (>65%) efektif.
Dikombinasikan dengan salah satu anestetik lainnya seperti halotan,
dsb, sesuai dengan target trias anestesia yang ingin dicapai.

N 2O
(laughing gas, nitrous oxide, dinitrogen monoksida)
Jaringan dengan alirandarah besar/banyakseperti otak, jantung, hati dan
ginjal :
menerima N2O lebih banyak menyerap volume gas lebih besar.
Jaringan lemak dan otot (suplai darah sedikit), menyerap sedikit N 2O
tidak ada simpanan N2O dalam jaringan tidakmenghalangi pulihnya
pasien saat N2O dihentikan.
N2O stop N2O akan cepat keluar mengisi alveoli pengenceran O2
terjadilah hipoksia difusi.
Untuk menghindari: harus berikan O2 100% selama 5-10 menit.

HALOTAN
Secara fisik : cairan tidak berwarna, baunya enak, tidak mudah terbakar
dan tidak merangsang jalan nafas.
Analgesinya lemah, anestetiknya kuat kombinasi dengan N2O ideal.
Untuk laringoskopi intubasi, asalkan anestesinya cukup dalam, stabil.
sebelum tindakan: semprot lidokain 4% atau 10% sekitar faring laring.
Relaksasi otot cukup baik dapat dikerjakan.

Untuk induksi, konsentrasi:


Pada udara inspirasi : 2-3% bersamaan dengan N2O.
Pada nafas spontan: rumatan anestesia 1-2 vol% .
Pada nafas kendali : 0,5-1 vol%.

Tidak disukai untuk bedak otak /kraniotomi.


Efek Halotan : vasodilatasi serebral, meninggikan aliran darah otak yang sulit
dikendalikan dengan teknik anestesi hiperventilasi.
Kelebihan dosis : depresi nafas, tonus simpatis menurun, hipotensi, bradikardi,
vasodilatasi perifer, depresi vasomotor, depresi miokard dan inhibisi refleks
baroreseptor.
Kebalikan dari N2O, Kombinasi dengan adrenalin sering menyebabkan disritmia.
Adrenalin dianjurkan dengan pengenceran 1:200.000 (5g/ml) dan maksimal
pemakaian 2g/kg.
Pada bedah sesar: halotan maksimal 1 vol% karena relaksasi uterus perdarahan.
20% halotan dimetabolisme di hepar secara oksidatif. Secara reduktif dikeluarkan
lewat urin.
Kontra indikasi bagi penderita dengan gangguan hepar, pernah mendapat halotan
dalam waktu < 3 bulan atau pada pasien kegemukkan.

ENFLURAN
Dibanding halotan:
- Lebih iritatif.
- Efek depresi nafas lebih kuat.
- Depresi terhadap sirkulasi lebih kuat tapi lebih jarang menimbulkan
aritmia.
- Efek relaksasi terhadap otot lurik lebih baik dibanding halotan.
- Induksi dan pulih dari anestesia lebih cepat

Untuk induksi, konsentrasi:


Pada udara inspirasi : 2-3% bersamaan dengan N2O.
Untuk pemeliharaan dengan pola nafas spontan: 1-2,5%, dan untuk nafas
kendali: 0,5-1%.

Pada EEG: menunjukkan tanda-tanda epileptik, apalagi disertai hipokapnia,


dihindari pada pasien dengan riwayat epilepsi.
Menimbulkan vasodilatasi serebral tapi tidak menimbulkan peningkatan TIK.
Operasi intrakranial: dapat digunakan pada dosis kecil.
Metabolisme hanya 2-8% oleh hepar produk nonvolatil keluar lewat
urin. Sisanya dikeluarkan lewat paru dalam bentuk asli.
Kombinasi dengan adrenalin lebih aman 3x dibanding halotan.
Pemakaian adrenalin sangat jarang menimbulkan disritmia.

ISOFLURAN
Menurunkan laju metabolisme otak terhadap O 2, tetapi meningkatkan aliran
darah otak dan TIK dapat dikurangi dengan teknik anestesia hiperventilasi
banyak digunakan untuk bedah otak.
Untuk induksi, konsentrasi pada udara inspirasi : 2-3% bersamaan N 2O.
Pemeliharaan dengan pola nafas spontan: 1-2,5%, dan untuk nafas kendali
antara 0,5-1%.
Efek terhadap depresi jantung dan curah jantung minimal untuk anestesia
teknik hipotensi dan banyak digunakan pada pasien dengan gangguan koroner.
Terhadap sisterm respirasi depresi nafas .
Isofluran konsentrasi >1% terhadap uterus hamil relaksasi dan kurang
responsif jika diantisipasi dengan oksitosin perdarahan pasca persalinan.

DESFLURAN
Mudah menguap, potensinya rendah (MAC 6%).
Bersifat simpatomimetik takikardia dan hipertensi.
Efek klinis mirip isofluran.
Efek terhadap respirasi : timbul rangsangan jalan nafas atas
untuk induksi.

SEVOFLURAN
Dikemas dalam bentuk cairan, tidak berwarna, tidak eksplosif, tidak berbau, tidak
bersifat iritatif terhadap jalan nafas digemari untuk induksi inhalasi disamping
halotan.
Induksi dan pulih dari anestesi lebih cepat dibandingkan isofluran.
Dosis:
- Untuk induksi, konsentrasi pada udara inspirasi : 3-5% bersamaan N 2O.
- Untuk pemeliharaan dengan pola nafas spontan: 2-3%, dan untuk nafas kendali: 0,51%.

Efek terhadap kardiovaskular cukup stabil, jarang menyebabkan aritmia.


Efek terhadap sistem saraf pusat seperti isofluran (dapat meningkatkan tekanan
intrakranial) dan belum ada laporan toksik terhadap hepar.
Setelah pemberian dihentikan sevofluran cepat dikeluarkan oleh badan.
Eliminasi oleh paru-paru kurang cepat dibandingkan desfluran, tetapi masih lebih cepat
dibanding isofluran, enfluran dan halotan.

Tabel 1: Sifat fisik dan kimia anestetik


inhalasi

Tabel 2: Farmokologi klinik anestetik


inhalasi