Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN


IV.1

Hasil Percobaan dan perhitungan

Konsentrasi awal larutan


= 0,1%
Densitas larutan
= 1 Kg/L
Tabel IV.1
Hasil Percobaan dengan aliran counter current
Rate
(L/Jam)

T1
(C

T2

T3

T4

T5

V1

V2

Vrata2

Konsentrasi

(C)

(C)

(C)

(C)

(ml)

(ml)

(ml)

akhir (N)

27

36

58

76

0,7

0,6

0,65

4,875x10-4

25,2

)
58

79,2

61

28

37

53

76

0,4

0,6

0,5

3,75x10-4

108

57

15

36

61

78

0,7

0,6

0,65

4,875x10-4

Tabel IV.2
Rate

Hasil Percobaan dengan aliran co-current


Rate

(L/Jam) (ml/s)

T1
(C

T2

T3

T4

T5

V1

V2

Vrata2

Konsentrasi

(C)

(C)

(C)

(C)

(ml)

(ml)

(ml)

akhir (N)

36

36

45

86

0,4

0,4

0,4

3x10-3

25,2

)
76

79,2

22

66

38

38

45

76

0,5

0,4

0,5

3,75x10-4

108

30

67

37

41

51

79

0,6

0,5

0,55

4,125x10-4

Keterangan :
T1
= Suhu dinding tengah fouling film
T2
= Suhu udara keluar
T3
= Suhu dinding atas
T4
= Suhu liquid feed fouling film
T5
= Suhu liquid valve (output product)

IV-1

IV-2
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN
Hasil Perhitungan Neraca Massa
Neraca Massa overall
F=L+V
Neraca Massa Asam Sitrat
Xf.F = XL.L + Xv.V
Tabel IV.3 Hasil perhitungan neraca massa dengan aliran counter current
Rate
F
L
V
(L/Jam)
25,2
79,2

(Kg/Jam) (Kg/Jam) (Kg/Jam)


23,5872
25,2
-1,62
179,208

79,2

100,008

108
43,308
108
648
Tabel IV.4 Hasil perhitungan neraca massa dengan aliran co-current
Rate
F
L
V
(L/Jam)
25,2
79,2
108

(Kg/Jam) (Kg/Jam) (Kg/Jam)


25,2
-10,692
14,5152
161,28
36,648

79,2

82,08

108

-71,28

Hasil Perhitungan Neraca Panas


F.Cpf. T + S. = V.Hv + L.Cpl.T
Tabel IV.5 Hasil perhitungan neraca panas dengan aliran counter current
T2
T1
Rate
S
Cpf Cpt
Hv

(L/Jam) (C) (C)


(L/Jam)
25,2
76
58 1,05 1,025 2437,55 2257,06
2,45
79,2

76

53

1,05 1,025 2435,203 2257,06

7,85

108

74

55

1,05 1,025 2432,857 2257,06

10,44

Tabel IV.6 Hasil perhitungan neraca panas dengan aliran co-current


T2
T1
Rate
S
Cpf Cpt
Hv

(L/Jam) (C) (C)


(L/Jam)
25,2
86
45 1,05
1
2416,24 2257,06
2,5
79,2

76

45

1,05 1,025 2411,485 2257,06

7,81

108

68

52

1,05 1,025

9,108

2406,73

IV.2 Pembahasan
LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA III
PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA
FTI-ITS

2257,06

IV-3
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN
Tujuan percobaan evaporator ini adalah menghitung perpindahan massa
dan panas pada proses evaporasi single effect, menentukan koefisien perpindahan
panas overall (U) pada Evaporator single effect, mengetahui konsentrasi akhir
dari larutan asam sitrat.
Prosedur yang dilakukan adalah dengan tahap persiapan, yaitu menyalakan
alat evaporator sampai keadaan steady state dan membuat larutan asam sitrat 0,1%
sebanyak 100 L, setelah itu mulai percobaan dengan masing-masing variabel
bukaan valve, yaitu bukaan valve 20, bukaan valve 25, dan bukaan valve 30
yang selanjutnya dapat dikonversi ke satuan rate 25,2 L/Jam, 79,2 L/Jam, dan 108
L/Jam. Setelah itu menitrasi larutan yang keluar dari alat evaporator sengan
larutan NaOH 0,2 N.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, pada arah aliran counter
current variabel 25,2 L/Jam, 79,2 L/Jam, dan 108 L/Jam diperoleh konsentrasi
akhir masing-masing larutan sebesar 4,875x10-3; 3,75x10-3; dan 4,875x10-4.
Sedangkan pada arah aliran co-current diperoleh konsentrasi sebesar 3x10 -3;
3,375x10-3; dan 4,125x10-4. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang
menyebutkan bahwa konsentrasi larutan akan meningkat setelah dilakukan proses
evaporasi (penguapan) pada aliran counter current sedangkan pada aliran cocurrent sesuai dengan yang disebutkan pada literatur sebab mengalami
peningkatan konsentrasi.

LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA III


PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA
FTI-ITS

IV-4
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN
Perhitungan neraca massa dilakukan dengn rumus material balance biasa,
yaitu :
V

F
C

Akumulasi = 0
1. Overall material balance
F=L+V
2. Asam sitrat material balance
XF.F = XL.L + XV.V
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, pada arah aliran counter current
variabel rate 2,52 L/Jam, diperoleh nilai F, L, dan V masing-masing adalah 23,587
Kg/Jam; 25,2 Kg/Jam, dan -1,62 Kg/Jam, variabel rate 79,2 L/Jam, diperoleh nilai
F, L, dan V masing-masing adalah 179,208 Kg/Jam; 79,2 Kg/Jam, dan 100,008
Kg/Jam, variabel rate 108 L/Jam, diperoleh nilai F, L, dan V masing-masing
adalah 43,308 Kg/Jam, 108 Kg/Jam, -64,8 Kg/Jam.
Sedangkan pada arah aliran co-current variabel rate 2,52 L/Jam, diperoleh
nilai F, L, dan V masing-masing adalah 14,515 Kg/Jam; 25,2 Kg/Jam, dan -10,692
Kg/Jam, variabel rate 79,2 L/Jam, diperoleh nilai F, L, dan V masing-masing
adalah 161,28 Kg/Jam; 79,2 Kg/Jam, dan 82,08 Kg/Jam, variabel rate 108 L/Jam,
LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA III
PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA
FTI-ITS

IV-5
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN
diperoleh nilai F, L, dan V masing-masing adalah 36,648 Kg/Jam; 108 Kg/Jam;
dan -71,28 Kg/Jam.
Perhitungan neraca panas :
1. Neraca massa overall
F=L+V
2. Perhitungan neraca panas
F.Cpf. T + S. = V.Hv + L.Cpl.T
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, pada arah aliran counter
current variabel 25,2 L/Jam, 79,2 L/Jam, dan 108 L/Jam diperoleh rate steam
masing-masing sebesar 2,448 L/Jam; 7,848 L/Jam; dan 10,44 L/Jam.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses evaporasi :
1. Temperatur steam, disesuaikan dengan bahan yang akan dievaporasi
karena bahan yang tidak tahan suhu yang tinggi tentunya akan membentuk
kerak pada kolom evaporator sehingga akan mempengaruhi perpindahan
panas dari steam ke bahan tersebut.
2.

Tekanan operasi, mempengaruhi proses penguapan pelarut disamping


temperatur.

3. Laju alir umpan, bila laju alir umpan terlalu kecil proses kurang effisien
dan juga bila terlalu besar,sehingga untuk suatu proses laju alir umpan
diusahakan adalah laju yang dapat menghasilkan proses yang optimal.
4. Sifat fisik dan kimia umpan
5. Luas permukaan kontak antara umpan dan media pemanas (panjang dan
jumlah tube)
6. Laju alir steam
7. Laju air pendingin (kondenser)

LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA III


PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA
FTI-ITS