Anda di halaman 1dari 8

Nama : Alfiyatus Sholikhah

NIM

: 1213015030

Kelas : B
1) 1-sampel
Pengujian kadar natrium nitrit dalam produk bakso kemasan yang beredar di
Samarinda. Kadar yang diperbolehkan 156 mg/kg. Berikut data dari 10
sampel produk bakso kemasan.
163
153

132
162

175
136

df

-1,904

135
132

One-Sample Test
Test Value = 156
Sig. (2Mean
95% Confidence Interval of
tailed)

Kadar

147
124

,089

Difference
-10,10000

the Difference
Lower
Upper
-22,1008
1,9008

Hipotesis:
H0 :

=156 mg/kg

H1 :

156 mg/kg

thit = -1,904
p = 0,089
Keputusan : H0 diterima karena p > 0,05.
Kesimpulan : tidak ada perbedaan kadar natrium nitrit dalam produk bakso
kemasan yang beredar di samarinda.

2) 2-sampel
a) Independent

Pengujian kadar efek antelmintik antara ekstrak biji alpukat dan ekstrak
biji pinang diperoleh hasil sebagai berikut.
Ekstrak biji alpukat
Ekstrak biji pinang
Hipotesis:
1=2
H0 :
H1 :

23
31

22
24

28
26

25
23

31
28

30
29

1 2
Independent Samples Test
efek
Equal variances Equal variances
assumed

not assumed

Levene's Test for Equality of

,714

Variances

Sig.

,418

-,169

-,169

10

9,634

,869

,869

Mean Difference

-,33333

-,33333

Std. Error Difference

1,96921

1,96921

df
Sig. (2-tailed)
t-test for Equality of Means

95% Confidence Interval of

Lower

-4,72100

-4,74368

the Difference

Upper

4,05433

4,07702

Fhit = 0,714
p = 0,418
Keterangan: H0 diterima karena p > 0,05
Kesimpulan: kedua populasi homogen
thit = -0,169
p = 0,869
keterangan: H0 diterima karena p > 0,05
Kesimpulan: tidak ada perbedaan efek antelmintik antara ekstrak biji
alpukat dan ekstrak biji pinang.
b) Berpasangan
Pengujian aktifitas

antiinflamasi

ekstrak

daun

sukun

dengan

menggunakan hewan coba tikus putih, diperoleh hasil pengukuran

diameter kaki tikus sebelum dan 1 jam setelah pemberian ekstrak sebagai
berikut:
sebelum
13,6
14,2
15,0
14,4
14,8

sesudah
13,1
13,6
14,6
13,8
13,0

Hipotesis:
1=2
H0 :
H1 :

1 2
Paired Samples Test
Pair 1
sebelum sesudah

Paired Differences

Mean

,78000

Std. Deviation

,57619

Std. Error Mean

,25768

95% Confidence Interval of

Lower

,06456

the Difference

Upper

1,49544

t
df
Sig. (2-tailed)

3,027
4
,039

thit = 3,027
p = 0,039
Keputusan : H0 ditolak karena p < 0,05.
Kesimpulan : ada perbedaan diameter kaki tikus putih sebelum dan 1 jam
setelah diberikan ekstrak daun sukun.

3) k-sampel
a) One-way anova
Pengujian waktu hancur 3 jenis sediaan tablet parasetamol yang
mengandung bahan tambahan yang berbeda-beda diperoleh data sebagai
berikut.

tablet A
24
26
24
27
23
25
Hipotesis:
1=2= 3
H0 :
H1 :

tablet B
21
23
25
20
21
23

tablet C
24
26
22
27
22
21

1 2 3
ANOVA

waktu
Sum of Squares

df

Mean Square

Between Groups

21,444

10,722

Within Groups

57,000

15

3,800

Total

78,444

17

F
2,822

Sig.
,091

thit = 2,822
p = 0,091
Keputusan : H0 diterima karena p > 0,05
Kesimpulan : tidak ada perbedaan terhadap waktu hancur ke 3 jenis tablet
parasetamol tersebut yang memiliki bahan tambahan yang berbeda-beda.

waktu
Duncan
tablet

Subset for alpha = 0.05


1

tablet B

22,1667

tablet C

23,6667

tablet A

Sig.

23,6667
24,8333

,202

,316

Means for groups in homogeneous subsets are


displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 6,000.

kesimpulan: tidak ada perbedaan yang signifikan antara waktu hancur


tablet A dengan tablet B, dan antara tablet A dengan tablet C juga tidak
ada perbedaan yang signifikan pada waktu hancurnya.
b) Two-way anova
Pengujian aktivitas anti mikroba dari kombinasi ekstrak bawang tiwai
dan ekstrak biji pinang.
2%
21
23
21
25
22
23
23
25
22

2%
ekstrak biji
pinang

5%
8%

ekstrak bawang tiwai


5%
22
21
23
21
20
25
24
23
26

8%
24
26
23
25
21
24
29
25
21

Hipotesis:
Variabel
H0 = 1 = 2 = 3
H1 = 1 2 3
Variabel
H0 = 1 = 2 = 3
H1 = 1 2 3
Variabel interaksi
H0 = = 0
H1 = 0
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable: efek
Source

Type III Sum of

df

Mean Square

Sig.

Squares
Corrected Model

33,185a

4,148

,957

,497

Intercept

14606,815

14606,815

3370,803

,000

12,519

6,259

1,444

,262

12,741

6,370

1,470

,256

A*B

7,926

1,981

,457

,766

Error

78,000

18

4,333

Total

14718,000

27

111,185

26

Corrected Total

a. R Squared = ,298 (Adjusted R Squared = -,013)

Variabel :
Fhit = 1,444
p = 0,262
Keputusan : H0 diterima karena p > 0,05
Kesimpulan : tidak ada pengaruh konsentrasi pada ekstrak bawang tiwai.
Variabel :
Fhit = 1,470
p = 0,256
Keputusan : H0 diterima karena p > 0,05
Kesimpulan : tidak ada pengaruh konsentrasi pada ekstrak biji pinang.
Variabel interaksi:
Fhit = 0,457
p = 0,766
Keputusan : H0 diterima karena p > 0,05
Kesimpulan : tidak ada interaksi antara ekstrak bawang tiwai dengan
ekstrak biji pinang.
4) Kolerasi
Korelasi antara surfaktan dengan kelarutan bahan dalam sediaan.
Surfaktan
0,5
1
1,5
2
2,5
Hipotesis:
H : =0
0

H1 :

Kelarutan
4
6
6,1
7
8

Correlations
surfaktan
Pearson Correlation
surfaktan

kelarutan
,961**

Sig. (2-tailed)

,009

N
Pearson Correlation
kelarutan

Sig. (2-tailed)

,961**

,009

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

p = 0,009
Keputusan : H0 ditolak karena p < 0,05
Kesimpulan : ada hubungan antara surfaktan dengan kelarutan bahan
dalam sediaan.
5) Regresi
Surfaktan
0,5
1
1,5
2
2,5

Kelarutan
4
6
6,1
7
8

Hipotesis :
H : =0
0

H1 :

0
ANOVAa

Model

Sum of Squares
Regression

Residual
Total

a. Dependent Variable: kelarutan

df

Mean Square

8,100

8,100

,668

,223

8,768

F
36,377

Sig.
,009b

b. Predictors: (Constant), surfaktan

p = 0,009
Keputusan : H0 ditolak karena p < 0,05
Kesimpulan : ada hubungan antara surfaktan dengan kelarutan bahan

Coefficientsa
Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Sig.

Coefficients
B
1

Std. Error

(Constant)

3,520

,495

surfaktan

1,800

,298

Beta

,961

7,112

,006

6,031

,009

a. Dependent Variable: kelarutan

persamaan regresi dugaan:


y = 3,520 + 1,8x
Kesimpulan: setiap pertambahan 1 mg surfaktan, maka kelarutannya akan
bertambah 3,520.