Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN KASUS

FURUNKULOSIS

Anada Kaporina

PENDAHULUAN
Furunkel mrpkn slh 1 bentuk dari pioderma yg
sering dijumpai.
Scra umum pnyebab furunkel adl kuman gram
positif, yaitu Stafilokokus dan Streptokokus
Furunkel dpt tjdi di slrh bag tubuh, predileksi
tbesar pd wajah, leher, ketiak, pantat atau paha.
Gambaran klinisnya adl timbulnya nodul kemerahan
berisi pus, panas dan nyeri
Penatalaksanaan
furunkel meliputi pengobatan
topikal, sistemik, dan pengobatan penyakit yg
mendasari

TINJAUAN PUSTAKA
Furunkel = Bisul, adl peradangan pada folikel
rambut dan jar subkutan sekitarnya. Jika lebih dari
1 tempat disebut furunkulosis..
Infeksi dimulai dengan adanya peradangan pada
folikel rambut di kulit (folikulitis), kemudian
menyebar kejaringan sekitarnya.
Karbunkel adl gabungan dari bbrp furunkel yg
mbentuk lesi infiltrat yg lbh luas dan dlm

Epidemiologi
Penyakit ini memiliki insidensi yg rendah.
Belum tdpt data spesifik yg menunjukkan prevalensi
furunkel.
Furunkel umumnya terjadi pd anak-anak, remaja
sampai dewasa muda, frekuensi terjadinya antara
pria dan wanita.

Etiologi
Penyakit infeksi ini terutama disebabkan o/ bakteri
Staphylococcus aureus (kuman gram positif, juga
Streptokokus)

Permukaan kulit normal atau sehat dpt dirusak o/


krn iritasi, tekanan, gesekan, hiperhidrosis,
dermatitis, dermatofitosis, dan bbrp faktor yg lain,
shg kerusakan dari kulit tsb dipakai sbg jln
masuknya Staphylococcus aureus maupun bakteri
penyebab lainnya

Penularannya dapat melalui kontak atau auto


inokulasi dari lesi penderita
Furunkulosis dpt mjd kelainan sistemik krn faktor
predisposisi antara lain, alcohol, malnutrisi,
diskrasia
darah,
iatrogenic
atau
keadaan
imunosupresi termasuk AIDS dan DM

PATOGENESIS
Kulit memiliki flora normal, salah satunya S.aureus
yang merupakan flora residen pada permukaan kulit
bakteri tsb msk mllui luka, goresan, robekan dan
iritasi pd kulit berkolonisasi di jar kulit respon
primer host thdp infeksi S.aureus adl pengerahan sel
PMN ke tempat msk kuman tsb u/ mlawan infeksi yg
tjd sel PMN ini ditarik ke tempat infeksi o/
komponen bakteri sprt formylated peptides atau
peptidoglikan dan sitokin TNF (tumor necrosis factor)
dan interleukin (IL) 1 dan 6 yg dikeluarkan o/ sel
endotel dan makrofag yg teraktivasi Hal tsb
mnimbulkan inflamasi dan pd akhirnya mbentuk pus
yg tdiri dari sel darah putih, bakteri dan sel kulit yg
mati

Lesi mula2 brupa infiltrat kecil, dlm waktu singkat


mbesar mbentuk nodula eritematosa bbentuk
kerucut.
Kmdn pd tempat rambut keluar tampak bintik2 putih
sbg mata bisul.
Nodus tadi akn melunak (supurasi) mjd abses yg akn
mmecah mllui lokus minoris resistensi yaitu di muara
folikel, shg rambut mjd rontok atau terlepas.
Jaringan nekrotik keluar sbg pus dan tbentuk fistel.
Krn adanya mikrolesi baik krn garukan atau gesekan
baju, maka kuman masuk ke dlm kulit

GEJALA KLINIS
Mula2 nodul kecil yg mngalami keradangan pd
folikel rambut, kmdn mjd pustule dan mngalami
nekrosis dan menyembuh stlh pus keluar dg
mninggalkn sikatriks
Awal juga dpt brupa macula eritematosa lentikular
stempat, kmdn mjd nodula lentikular stempat, kmdn
mjd nodula lentikuler-numular bbentuk kerucut
Nyeri tjd tutama pd furunkel yg akut, besar, dan
lokasinya di hidung dan lubang telinga luar
Bisa timbul gejala kostitusional yg sedang, sprt
panas badan, malaise, mual

GEJALA KLINIS
Furunkel dapat timbul di banyak tempat dan dapat
sering kambuh
Predileksi dari furunkel yaitu pada muka, leher,
lengan, pergelangan tangan, jari-jari tangan, pantat,
dan daerah anogenital

DIAGNOSIS
Diagnosa dapat ditegakkan dg:
Anamnesis
keluhan tdpt nodul yg nyerii, ukuran nodul tsb
meningkat dlm bbrp hari. Bbrp pasien mngeluh
demam dan malaise
Pmx klinis
Tdpt nodul warna merah, hangat dan bisi pus.
Supurasi tjd stlh kira 5-7 hari dan pus dikeluarkan
mllui saluran keluar tunggal (single follicular
orifices)

DIAGNOSIS
Pmx penunjang
Pewarnaan
gram S.aureus akan menunjukkan
sekelompok kokus berwarna ungu (gram positif)
bergerombol seperti anggur, dan tidak bergerak
Kultur pada medium agar MSA (Manitot Salt Agar)
selektif untuk S.aureus menghasilkan koloni
bakteri yang lebar (6-8 mm), permukaan halus,
sedikit cembung, dan warna kuning keemasan

DIAGNOSIS BANDING
a.

Kista Epidermal
Kista epidermal yang mengalami inflamasi dapat
dengan tiba-tiba menjadi merah, nyeri tekan dan
ukurannya bertambah dalam satu atau beberapa
hari.
DD ini dpt disingkirkan bdsrkn tdptnya riwayat
kista sblmnya pd tempat yg sama, tdptnya orificium
kista yg terlihat jelas dan penekanan lesi tsb akn
mngeluarkan masa sprt keju yg berbau tdk sedap
sdgkn pd furunkel mngeluarkan material purulen

DIAGNOSIS BANDING
a.

Hidradenitis Suppurativa
Hidradenitis suppurativa (apokrinitis) sering mbuat
slh dx furunkel. Bbeda dg furunkel, penyakit ini
ditandai o/ abses steril dan srg berulang
Selain itu, daerah predileksinya bbeda dg furunkel
yaitu pd aksila, lipat paha, pantat atau dibawah
payudara. Adanya jar parut yg lama, adanya saluran
sinus serta kultur bakteri yg negatif mmastikan dx
penyakit ini dan juga mbedaknnya dg furunkel

PENATALAKSANAAN
Pengobatan topikal, bila lesi msh basah atau kotor
dikompres dg solusio sodium chloride 0,9%
Bila lesi tlh bersih, diberi salep natrium fusidat atau
framycetine sulfat kassa steril
Antibiotik sistemik mpcepat resolusi penyembuhan
dan wajib diberikan pd sseorg yg bresiko mngalami
bakteremia.
Antibiotik diberikan slma 7-10 hari.
Lebih baiknya, antibiotik diberikn ssuai dg hasil
kultur bakteri thdp sensitivitas antibiotik

PENATALAKSANAAN
Pengobatan topikal :
Pada lesi yang kering diberikan salep/krim yang
mengandung asam fusidat atau mupirosin atau
kombinasi neomisin-basitrasin.
Bila terbentuk abses, dilakukan insisi dan drainase,
lalu lesi dikompres terbuka dengan rivanol 0,1% atau
kalium permanganas 1/5000 atau larutan povidone
iodine 7,5% yang dilarutkan 10x.

PENATALAKSANAAN
Pengobatan Sistemik :
- Pemberian antibiotik sistemik berupa :
Kloksasilin 3 x 500 mg p.o/hari selama 5-7 hari, atau
Sefadroksil 2 x 500 mg p.o/hari selama 5-7 hari
- Bila pasien alergi terhadap penisilin, antibiotik dpt
diganti dg:
Eritromisin 4 x 500 mg p.o/hari selama 5-7 hari, atau
Linkomisin 3 x 500 mg p.o/hari selama 5-7 hari, atau
Klindamisin 3 x 300 mg p.o/hari selama 5-7 hari

PROGNOSIS

Prognosis baik sepanjang faktor penyebab dapat


dihilangkan, dan prognosis menjadi kurang baik
apabila terjadi rekurensi

LAPORAN KASUS

IDENTITAS
Nama
: An. MA
Usia
: 1 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama
: Islam
Alamat
: Ngampin Kulon 5/2, Ambarawa
Pekerjaan
: Belum bekerja
No. RM
: 072933-2015
Tanggal periksa: 21 Januari 2015

ANAMNESIS
Keluhan Utama: Bentol2 kemerahan (bisul) pd
leher, dagu, dan dahi sebelah kanan
RPS:
Pasien datang tanggal 21 Januari 2015 ke poliklinik
Kulit dan Kelamin RSUD Ambarawa dg keluhan
bentol kemerahan (bisul) di leher, dagu, dan dahi
sblh kanan sjk 2 minggu yg lalu. Awalnya timbul
satu bintil kecil sprti bekas gigitan nyamuk di leher,
lalu semakin hari semakin besar dan jumlahnya
btambah mjd banyak. Lesi mulanya timbul stlh
makan telur asin. Keluhan terasa nyeri bila diraba
dan disertai rasa gatal kdg2. Demam sejak 1 hari
yang lalu. Batuk dan pilek diakui.

RPD: Pasien belum pernah mengalami keluhan


seperti ini sebelumnya. Pasien memiliki riwayat
alergi telur asin.
RPK: Tidak ada anggota keluarga yang menderita
sakit seperti ini, tidak ada riwayat alergi pada
keluarga.
R.Pengobatan: Sudah diberi obat salep hitam
untuk bisul, tetapi keluhan tetap.
R.Sosial: Pasien adalah anak pertama. Pasien
tinggal dengan kedua orang tuanya. Pasien belum
sekolah.

PEMERIKSAAN FISIK
a. Status Generalis
- Keadaan umum : Baik
- Kesadaraan
: Compos Mentis
Vital sign
:
Nadi dan pernapasan : dbn
Suhu
: teraba hangat
BB
: 9,5 kg
- Kepala
: Lihat status dermatologis
- Leher
: Lihat status dermatologis
- Thorax
: dbn
- Abdomen : dbn
- Ekstermitas : dbn

b. Status Dermatologi
Lokasi
: Leher, dagu, dan dahi sebelah kanan
Distribusi
: Terlokalisir
Bentuk
: Kerucut
Susunan : Diskret
Batas : Tidak tegas
Ukuran : bervariasi antara 0,5 - 1 cm
Efloresensi : furunkel, pustul, multiple, papul
eritem, nodul eritem

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak dilakukan

DIAGNOSIS BANDING

Hidraadenitis supuratif
Penyakit ini ditandai oleh abses steril dan sering
berulang. Selain itu, daerah predileksinya berbeda
dg furunkel yaitu pada aksila, lipat paha, pantat
atau dibawah payudara. Adanya jaringan parut yang
lama, adanya saluran sinus serta kultur bakteri
yang negatif memastikan diagnosis penyakit ini dan
juga membedakannya dengan furunkel

Furunkulosis

DIAGNOSIS

PENATALAKSANAAN
Farmakologis
Topikal : Fuson cream, sehari 3-4x
Sistemik : Cefadroxil syrup 2 x 1 sendok teh
Paracetamol syrup 3 x sendok teh,
diminum jika panas saja
Non-Farmakologis
- Menjaga kebersihan diri, pakaian dan lingkungan
Hindari menggaruk di daerah lesi
Minum obat teratur dan kontrol kembali setelah 7
hari untuk mengetahui respon pengobatan.

PROGNOSIS
Quo ad vitam
: bonam
Quo ad functionam : bonam
Quo ad sanationam
: dubia ad bonam
Quo ad cosmetikam
: dubia ad bonam
Prognosis baik bila terapi dilakukan secara adekuat
dan mengatasi serta mengeliminasi faktor
predisposisi.

PEMBAHASAN
Furunkel adl peradangan pada folikel rambut dan
jaringan sekitarnya. Penyebab tersering dari penyakit
ini adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Bila
pada satu area tubuh ditemukan lebih dari satu lesi
furunkel, maka keadaan tersebut disebut furunkulosis.
Beberapa furunkel dapat menyatu membentuk
karbunkel yang ditandai dengan peradangan yang lebih
luas dan dalam, dengan bagian tengah lesi memiliki
beberapa puncak (core).
Diagnosis ditegakkan terutama berdasarkan temuan
klinis dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik.

PEMBAHASAN
Daerah predileksi adalah area tubuh yang berambut,
sering mengalami gesekan, oklusi dan berkeringat,
seperti: leher, wajah, ketiak, punggung, bokong dan
paha.
Pasien laki-laki, berusia 1 tahun, didiagnosis dengan
furunkulosis, setelah mengeluh timbulnya beberapa
nodul kemerahan di leher dan wajah. Diagnosis
ditegakkan berdasarkan temuan klinis yang didapat
dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik.

PEMBAHASAN
Effloresensi lesi pada kulit pasien sesuai dengan
effloresensi suatu furunkel, yang berupa nodul
eritematous nodul berbentuk kerucut, berbatas tidak
tegas, dimana pada bagian tengahnya akan dijumpai
adanya puncak (core) yang biasanya berupa pustul
(central necrotic). Karena jumlah lesi lebih dari satu
maka, gambarannya sesuai dengan furunkulosis.
Sediaan topikal khususnya antibiotik yang dipilih
adalah jenis antibiotik berspektrum luas, namun tidak
digunakan sebagai antibiotik sistemik.

PEMBAHASAN
Pada pasien ini diberikan kombinasi antibiotik
topikal dan sistemik berupa sefadroksil Sirup 2 x 1
sendok teh serta Fuson cream dioleskan setiap hari
pada lesi. Terapi diberikan untuk jangka waktu 7 hari,
sesudah itu pasien dianjurkan untuk kontrol kembali
agar dapat dievaluasi respon pengobatannya.
Masalah utama dari suatu furunkel, furunkulosis
dan karbunkel adalah risiko terjadinya bakteremia
serta rekurensi. Pada pasien risiko kedua kondisi ini
tergolong rendah, shg prognosis penyakit pasien ini
tergolong baik.

SEKIAN
DAN TERIMA KASIH