Anda di halaman 1dari 10

PEMBANGUNAN PROYEK PLTD SEWA

100 MW / 10 UNIT
DI SUMATERA UTARA
1.

Pendahuluan
PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara adalah satu-satunya perusahaan kelistrikan di

Indonesia. Menjelang akhir tahun 2014 pemberitaan tentang perusahaan monopolistik ini banyak
muncul di media cetak, elektronik dan media baru. Pasalnya sejak bulan Mei 2014 terjadi
pemadaman listrik bergilir di seluruh wilayah Sumatera Utara. Meningkatnya frekuensi
pemadaman listrik bergilir pada akhir bulan Juli 2014 yang sebelumnya hanya dua jam setiap
sekali pemadaman kini mencapai tiga kali sehari dengan durasi tiga jam setiap sekali
pemadaman. PT PLN (Persero) wilayah Sumatera Utara mengakui bahwa pemadaman listrik
bergilir ini terjadi dikarenakan Indonesia sedang mengalami defisit daya listrik bersamaan
dengan jadwal pemeliharaan sejumlah mesin pembangkit listrik yang ada di wilayah Sumatera
bagian utara. Dengan adanya kondisi tersebut maka dituntut suatu sistem kelistrikan yang
mempunyai keandalan dan kontinuitas yang tinggi dalam penyediaan dan penyaluran daya
listrik, dalam hal ini PT PLN ( Persero ) adalah perusahaan yang bertanggung jawab dalam
menjaga keandalan dan kontinuitas kelistrikan Indonesia. Untuk menjaga keandalan dan
kontinuitas yang baik, maka PT PLN ( Persero ) mengadakan kerja sama dengan Perusahaan
swasta, yaitu dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel ( PLTD ) dengan kapasitas
100 MW / 10 Unit Mesin Diesel guna memenuhi kebutuhan energi listrik yang defisit saat ini,
agar semua masyarakat dapat menikmati pasokan energi listrik.

2.

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)

PLTD adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Pembangkit Listrik Tenaga
Diesel (PLTD) ialah Pembangkit listrik yang menggunakan mesin diesel sebagai penggerak mula
(prime mover). Prime mover merupakan peralatan yang mempunyai fungsi menghasilkan
energi mekanis yang diperlukan untuk memutar rotor generator. Mesin diesel sebagai penggerak
mula PLTD berfungsi menghasilkan tenaga mekanis yang dipergunakan untuk memutar rotor
generator.

Unit

PLTD

adalah kesatuan

peralatan-peralatan

utama

dan

alat-alat

bantu

sertaperlengkapannya yang tersusun dalam hubungan kerja, membentuk sistem untuk mengubah
energi yang terkandung didalam bahan bakar minyak menjadi tenaga mekanis dengan menggunakan
mesin diesel sebagai penggerak utamanya

dan tenaga mekanis

tersebut diubah oleh

generator menjadi tenaga listrik. Pada pusat-pusat sistem tenaga listrik dilakukan konversi energi
dari suatu bentuk energi ke bentuk energi listrik. Pada umumnya terjadi konversi energi dari
energi mekanik ke energi listrik, dimana jika suatu kumparan bergerak (Rotor) yang bermuatan
listrik searah (DC) diputar dalam suatu kumparan tetap (Stator), maka pada kumparan tetap
(Stator) akan timbul GGL (Gaya Gerak Listrik) induksi. Jadi penggerak mula merupakan alat
yang memungkinkan terjadinya konversi energi yang akan menghasilkan daya energi listrik.
Penggerak mula dapat berupa turbin atau motor bakar. Turbin dapat menghasilkan tenaga
mekanik dari pemanfaatan fluida kerja, sedangkan motor bakar menghasilkan tenaga mekanik
dari proses pembakaran bahan bakar yang digunakan.

Adapun Single Line diagram PLTD Sewa 100 MW / 10 Unit Diesel seperti gambar di bawah ini:

Adapun spesifikasi yang digunakan pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Sewa
dengan kapasitas 100 MW / 10 Unit yaitu :
No.

1.

Material

Diesel
Generator Set

Spesifikasi
Tipe
Engine

: 12CM43

Manufactu
re

: Caterpillar

Kapasitas
Generator

: 10,368 MW

Tegangan

: 11 KV

Frekwensi

: 50 Hz

Jumlah

Satuan

10

Set

Set

Open Type
2.

MV Switchgear

Tipe

: Metal Clad - insulated bus,


indoor

Rating

: 3 Phasa, 11 KV, 1300 Amp,


50 Hz

Incomer
Breaker

: 2 set, 3 Pole VCB 1300 Amp


(Manufacture : Toshiba)
Dilengkapi dengan :
Selector Switch Close-Trip
untuk
operasi CB
Indicator Lamp Close-TripHealty untuk setiap CB

Generator
Protection
Relay

: 2 set Multilin SR-489


(Manufacture : GE)

3.

Generator Unit

Synchroniz
ing dan

Control Panel

Speed
Control
Metering

: 2 set, tipe : EasyGen


(Manufacture : Caterpillar)

: 2 set Voltmeter
2 set Frequency Meter
2 set Ampere Meter

Set

Set

1000

Meter

2 set KW Meter
2 set KVA Meter
2 set KVAR Meter
2 set PF Meter
2 set Synchronoscope
2 set Voltmeter
4.

LV Distribution
Panel

Tipe

: Indoor

Rating

: 380/220 Volt, 3 Phase, 4 Wire,


50 Hz

Incomer
Breaker

: 1 set, 3 Pole MCCB 100 Amp


Manufacture : Merlin Gerin

Outgoing
Breaker

: 7 set, 1 Pole MCB 16 Amp


7 set, 1 Pole MCB 32 Amp
4 set, 3 Pole MCB 32 Amp

5.

MV Power Cable

Indication
Lamp

: 4 set (Phase indicator RedYellow-Blue-Amber)

Rating

: 6/10 (12) KV

Tipe

: N2SY XLPE Insulated

Size

: 3 Core - 95 mm2

Manufactu
re

: Supreme Cable

MV Cable

Tipe

: 11 - 33 KV Cold Shrink
Termination Kit - 95 mm2

240

Set

100

Meter

300

Meter

240

Set

100

Set

150

Meter

6.

7.

8.

Termination Kit

Manufactu
re

: 3M or Raychem

LV Power Cable

Rating

: 0,6/1 KV

Tipe

: NYY PVC Insulated

Size

: 4 Core - 2,5 mm2

Manufactu
re

: Supreme Cable

Rating

: 300/500 Volt, Multi Pairs,


Overall Shielded,

Control Cable

Armoured, PVC Sheathed

9.

10.

Cable Gland

Cable Tray

Tipe dan
size

: CSEV-SWA 10 Pair - 1,5 mm2

Manufactu
re

: Supreme Cable

Size

: 95 mm2

Tipe

: General Purpose

Manufactu
re

: Crouse Hind

Size

: 152 mm (width)

Tipe

: Cable Leadder Aluminum

Manufactu
re

: Nobi

Dilengkapi dengan Elbow


11.

Grounding Cable Size

: 70 mm2

Tipe

: Bare Copper

Manufactu

: Supreme Cable

re

12.

Grounding Rod

Size

: 5/8 inch diameter dan 8


meter panjang Ground Rod

Tipe

: Copper Bonded

Manufactu
re

: Erico

25

Set

Dilengkapi dengan coupling


13.

Container

Panjang 10 Feet dilengkapi dengan


foundation (civil work)

Set

14.

Container

Panjang 12 Feet dilengkapi dengan


foundation

Set

15.

Generator
Shelter dan
Foundation

Civil work

Lot

16.

Installation Cost

Instalasi untuk 10 set Diesel Genset 10,368


MW, 11 KV 50 Hz, 3 Phase

Lot

1. Erection 10 set Diesel Generator Set


10MW
2. Instalasi 10 set Generator UCP
3. Instalasi MV Switchgear Installation
4. Pulling MV Power Cable dan terminasi
5. Pulling LV Power Cable dan terminasi
6. Instalasi Lighting, Socket Outlet dan
terminasi
7. Instalasi Grounding System
17.

Testing dan
Commissioning

Lot

18.

Engineering and
Procurement

Lot

3.

Metoda Perhitungan Biaya Produksi, Pendapatan dan Investasi


Untuk mengetahui biaya produksi listrik per-kWh, pendapatan dan investasi pada PLTD,

maka perlu dilakukan analisis terhadap aspek ekonomi dan pembiayaan.


Harga Energi Listrik
Harga energi listrik tiap pembangkit berbeda-beda yang dihitung dengan parameterparameter sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Biaya pembangkitan per kWh


Biaya pengoperasian per kWh
Biaya perawatan per kWh
Suku bunga
Depresiasi
Umur operasi
Daya yang dibangkitkan

Dalam pengembangan teknologi pembangkitan ditinjau dari aspek ekonomi terdiri dari 3 hal
yaitu:
a. Biaya modal
a. Biaya bahan bakar
b. Biaya operasi dan perawatan

Biaya sistem Genset per KVA adalah


Rp 2100 x Rp. 12.000 = Rp 25.200.000
Pemakaian Daya 100 MW
100.000 Kwh
Harga per Kwh dari biaya rental Genset adalah
Rp 25.200.000 / 100.000 = Rp. 252 per Kwh
Daya yang dijual ke PLN adalah = 100.000 Kwh / jam.
1 hari 24 jam = 24 x 100.000 = 2.400.000 Kwh / hari.
Untuk besarnya konsumsi HSD adalah SFC BBM = 0,235 Liter / Kwh.
Maka jumlah bahan bakar yang dipakai setiap hari adalah
= 2.400.000 x 0,235 = 564.000 Liter /hari.
Bunga investasi untuk kredit dari bank adalah 19 %
Biaya operasional dan perawatan Pembangkit
= 10 % dari harga total investasi
= 10% x 764.148.250.000
= 76.414.825.000 per tahun.
Maka, Total investasi = Biaya Operator Mesin/tahun + ( Biaya operator mesin per tahun x 19 %
= Rp. 76.414.825.000 + Rp. 76.414.825.000 x 19%
= Rp. 14.518.816.750

Umur teknis ekonomis dari pembangkit adalah 10 Tahun


Depresiasi ( Biaya Pembangkit yang dikeluarkan selam 1 tahun ) adalah
= Rp. 14.518.816.750 / 10
= Rp. 1.451.881.675
Keuntungan yang didapatkan selama 1 tahun adalah
= ( harga jual listrik ke PLN x Daya yang dijual ke PLN ) ( Biaya
pembangkit + Testing dan Commissioning + Engineering and Procurement
)
= ( Rp 252 x 100.000.000 ) ( Rp. 1.451.881.675 + Rp 1.250.000.000 +
Rp 2.500.000.000 )
= Rp. 25.200.000.000 Rp. 5.201.881.671
= Rp 19.998.118.330

Cash in flow

= Keuntungan + ( Depresiasi - biaya operasional )


= Rp 19.998.118.330. + ( Rp. 967.921.116 Rp. 76.414.825.000
= Rp. 9.544.502.221

PB ( Pay back Periode )

= modal investasi / Pendapatan setiap tahun


= Rp 76.414.825.000 / Rp 19.998.118.330
= 3, 82

Maka Payback period atau lama waktu yangdiperlukan untuk mengembalikan dana investasi
adalah 3 tahun delapan bulan 2 minggu.