Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI

OPERATIONAL AMPLIFIER (Op-Amp)

Oleh :
1. YaAsurandi (1104 100 039)
2. Trise Charlina (1105 100 003)
3. Achmad Hijazi (1106 100 018)

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2008

ABSTRAK

Telah dilakukan percobaan Operasional Amplifier(Op Amp). Tujuan dari percobaan


ini adalah untuk Mengetahui fungsi masing-masing pin pada Op Amp (penguat
Operasional), Mengetahui cara kerja rangkaian Penguatan Pembalik, Penguat Tak
Membalik dan Differensial serta untuk Mempelajari Karakteristik Penguatan Pembalik,
Penguat Tak Membalik dan Differensial. Percobaan ini terdapat 3 bagian yaitu Op Amp
sebagai pembalik(Invertering), Op Amp sebagai tak mambalik (Non-Inverting) serta Op Amp
sebagai Differensial. Pada percobaan Op Amp Inverting didapatkan besarnya V output
percobaan mendekati pada Voutput-perhitungan dan begitu juga pada percobaan Op Amp NonInverting.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1LATAR BELAKANG
Op-amp adalah rangkaian elektronik serbaguna yang dirancang dan dikemas khusus,
sehingga dengan menambahkan komponen luar sedikit saja, sudah dapat dipakai untuk
berbagai keperluan. Karakteristik terpenting dari sebuah op-amp yang ideal adalah
Penguatan loop terbuka amat tinggi atau Impedansi masukan yang sangat tinggi sehingga
arus masukan dapat diabaikan dan dapat juga Impedansi keluaran sangat rendah sehingga
keluaran penguat tidak terpengaruh oleh pembeban.
Beberapa aplikasi dasar dari Op Amp yang paling luas digunakan adalah dengan gain
untaian tertutup sebagai penguat, baik itu membalik (inverting) maupun tak membalik
(non-inverting) dan penguat differensial.
Pada op-amp terdapat satu terminal keluaran, dan dua terminal masukan. Terminal
masukan yang diberi tanda (-) dinamakan terminal masukan pembalik (inverting),
sedangkan terminal masukan yang diberi (+) dinamakan terminal masukan bukan
pembalik (noninverting).
Op Amp memiliki kegunaan yang sangat banyak selain aplikasi yang disebutkan di
atas, misalnya : integrator, differensiator, pengikut tegangan / buffer, filter aktif( low pass,
high pass, band pass, band elimination), penguat haraga mutlak, penguat logaritmis,
pembanding (komparator) dan masih banyak lagi

1.2TUJUAN
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
1. Mengetahui fungsi masing-masing pin pada Op Amp (penguat Operasional)
2. Mengetahui cara kerja rangkaian Penguatan Pembalik, Penguat Tak Membalik dan
Differensial
3. Mempelajari Karakteristik Penguatan Pembalik, Penguat Tak Membalik dan
Differensial
1.3

SISTEMATIKA LAPORAN

Sistematika laporan ini adalah pada BAB I :PENDAHULUAN terdiri dari Latar
Belakang, Tujuan serta Sistematika Laporan. Pada BAB II : DASAR TEORI. Pada BAB
III : METODOLOGI terdiri dari Alat dan Bahan, skema Kerja serta Cara kerja. Pada
BAB IV : ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN terdiri dari Analisa Data serta
Pembahasan. Pada BAB V : KESIMPULAN. Selanjutnya Daftar Pustaka serta Lampiran.

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Operational Amplifier (Op Amp) Inverting dan Non Inverting
Penguat Operasional atau disingkat Op-amp adalah merupakan sutu penguat differensial
berperolehan sangat tinggi yang terterkopel DC langsung, yang dilengkapi dengan umpan
balik untuk mengendalikan karakteristik tanggapannya secara menyeluruh. Op-amp ini
Masukan Pembalik
V2
digunakan untuk operasi-operasi tak linier,Vidan
V1
linier dasar atau lebih persisnya
analog.
Masukan
Non
Pembalik

digunakan untuk membentuk fungsi-fungsi linier- yang bermacam-macam atau dapat juga
seringkali disebutVo
sebagai rangkaian terpadu

RL

Gambar 2.1. Penguat Operasional dasar


Dalam skema dasar Op-amp sebagaimana ditunjukkkan dalam gambar 1, sejumlah besar
penguat Op-amp. memiliki sebuah masukan diferensial dengan tegangan V2 dan V1, yang
diberikan secara berturut-turut terminal pembalik (inverting) dan terminal bukan pembalik
(non inverting) Perolehan antara V0 dan V1 positif (bukan kebalikan, non inverting)
sedangkan penguatan antara V0 / V2 negatif (kebalikan, inverting).
Sifat-sifat dari sebuah penguat operasional ideal adalah ;
Resistansi masukan Ri = .
Resistansi keluaran R0 = 0.
Perolehan Tegangan Av = - .
Lebar pita = .
V0 = 0 kalau V1 = V2 tidak tergantung pada besarnya V1.
Karakteristiknya tidak tergantung temperatur / suhu.

Gambar 2.2. OP Amp Inverting

..(2.1)
R2
Vout tegangan,
Vin
R2/R1 adalah besarnya penguatan
sedangkan tanda minus menunjukkan
bahwa fase keluaran tertinggal 1800

R1

Gambar 2.3. OP Amp Non Inverting

R
Vout 1 2 Vin
R1

(2.2)

Pada op-amp terdapat satu terminal keluaran, dan dua terminal masukan. Terminal
masukan yang diberi tanda (-) dinamakan terminal masukan pembalik (inverting), sedangkan
terminal masukan yang diberi (+) dinamakan terminal masukan bukan pembalik (non
inverting).

2.2 Operational Amplifier (Op Amp) Differensial

Gambar 2.4 Differensial Amplifier

Differential amplifier adalah rangkaian yang banyak digunakan dalam IC. Perhatikan
bahwa rangkaian mempunyai dua input dan dua output. Jika sinyal input diaplikasikan pada
salah satu input, dengan input yang lain dihubungkan ke ground, operasi kerjanya disebut
dengan single-ended. Jika dua input dengan polaritas berlawanan diaplikasikan, disebut
dengan double-ended.
Jika input yang sama diaplikasikan pada ke dua terminal input, disebut dengan
common mode
Dalam operasi common-mode, input sinyal yang sama menghasilkan sinyal yang berlawanan
pada masing-masing collector. Kedua sinyal saling meniadakan sehingga outputnya menjadi
nol. Dalam praktek, nilai output tidak benar-benar nol, tapi menghasilkan sinyal yang kecil.
Fitur utama dari differential amplifier adalah gain yang sangat besar jika sinyal yang
berlawanan diberikan pada input, dibandingkan dengan gain yang sangat kecil yang
dihasilkan dari common input. Ratio dari perbedaan penguatan ini disebut common mode
rejection.

2.3 Operational Amplifier (Op Amp) sebagai Komparator


Op-amp sebagai komparator membandingkan antara tegangan masukan dengan
tegangan referensinya. Dalam prakteknya tegangan yang satu dicatu oleh suatu acuan
(reference) yang besarnya tetap, sedangkan yang lainnya oleh suatu masukan tegangan yang
variable, bilamana tersambung (on). Apabila masukan non inverting lebih positif dari
masukan inverting-nya, maka akan diperoleh keluaran maksismum positif. Dan bilamana
masukan inverting lebih positif dibandingkan masukan non invertingnya, maka akan
diperoleh keluaran maksimum negatif.
Cara kerja sebuah komparator dapat diumpamakan sebagai sebuah penguat operasianal
tanpa resistor umpan balik, sehingga memiliki penguatan yang sangat tinggi. Penguat
operasional dengan modus seperti ini menyebabkan keluaran berayun secara penuh bila
mendapat sinyal masukan relatif kecil. Bila masukan membalik dihubungkan dengan tanah
tegangan masuk yang amat kecil (dalam pecahan millivolt) sudah cukup untuk membuat opamp menjadi jenuh

Vref

R1
Vcc
R1 R2

(2.3)

BAB III
METODOLOGI
3.1 alat dan Bahan
1. IC Op Amp
2. Resistor
3. AVO meter
4. Catu daya
3.2 Skema Kerja
a. Op Amp Inverting

Gambar 3.1 Skema Inverting

b. Op Amp Non Inverting

Gambar 3.2 Skema Non Inverting

c. Op Amp Differensial

Gambar 3.3 Skema Penguat Differensial

3.3 Cara Kerja


3.3.1 Penguat membalik (Inverting)
Buat rangkaian seperti pada gambar 3.1 kemudian buat variasi harga R2
3.3.2 Penguat tak membalik (Non-Inverting)
Buat rangkaian seperti pada gambar 3.2 kemudian buat variasi harga R2
3.3.3 Penguat Differensial
Buat rangkaian seperti pada gambar 3.3 kemudian Vin berasal dari Pembagi
Tegangan

BAB IV
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 ANALISA DATA
4.1.1

penguat Inverting

R1 (K)

R2 (K)

Vin (V)

Vout(V)

10

0.5

-0.279

10

10

0.5

-0.497

10

20

0.5

-1.1

10

30

0.5

-1.635

10

200

0.5

-9.88

4.1.2

penguat Non-Inverting

R1 (K)

R2 (K)

Vin (V)

Vout(V)

10

0.5

0.816

10

10

0.5

1.044

10

20

0.5

1.668

10

30

0.5

2.224

10

200

0.5

11.20

4.1.3

Penguat Differensial

Vin (V)

R1 (K)

R2 (K)

Vout(V)

-0.006

-0.008

2.5

-0.01

-0.012

-0.014

4.2 PERHITUNGAN
4.2.1

penguat Inverting
dimana
Vout

R1 (K)

R2 (K)

R2
Vin
R1

Vin (V)

Vout(V)

Vout(V)perhitungan

10

0.5

-0.279

-0.254

10

10

0.5

-0.497

-0.508

10

20

0.5

-1.1

-1.016

10

30

0.5

-1.635

-1.524

10

200

0.5

-9.88

-10.16

Vout(V)

Vout(V)-

4.2.2

Penguat Non-Inverting
Dimana

R1 (K)

R
Vout 1 2
R
R2 (K)
Vin (V) 1

Vin

Perhitungan
10

0.5

0.816

0.75

10

10

0.5

1.044

10

20

0.5

1.668

1.5

10

30

0.5

2.224

10

200

0.5

11.20

10.5

4.3 PEMBAHASAN
Telah dilakukan percobaan Operasional Amplifier (penguat Operasional). Adapun tjuan
dari percobaan ini adalah untuk Mengetahui fungsi masing-masing pin pada Op Amp
(penguat Operasional), Mengetahui cara kerja rangkaian Penguatan Pembalik, Penguat Tak
Membalik dan Differensial serta Mempelajari Karakteristik Penguatan Pembalik, Penguat
Tak Membalik dan Differensial. Praktikum ini terbagi dalam tiga bagian yaitu Op Amp
Inverting, Op Amp Non-Inverting serta Op Amp Differesial. Metode yang dilakukan pada
praktikum ini adalah pertama dibuat rangkaian seperti pada gambar 3.1, 3.2, serta 3.3

kemudian pada praktikum Op Amp Inverting dan Non-Inverting dilakukan dengan variasi R2
sedangkan pada praktikum Op Amp Differensial Vin berasal dari Pembagi Tegangan.
Setelah dilakukan analisa data dan perhitungan maka dapat terlihat pada percobaan
Op Amp Inverting besarnya tegangan output terdapat tanda minus, tanda minus tersebut
bukan merupakan penunjukan orientasi tegangan melainkan untuk menunjukkan pada Op
Amp Inverting adanya ketertinggalan fase keluaran sebesar 1800. Serta pada Op Amp
Inverting dan Non-Inverting besarnya tegangan keluaran berdasarkan percobaan dan
teganagn keluaran berdasarkan perhitungan menunjukkan hasil yang relatif sama. Seperti
contohnya pada Op Amp Inverting diberikan R1 = 10 K, sedangakan pada R2 diberikan
variasi R2 = 5, 10, 20, 30, 200 K serta V in = 0,508 V maka didapatkan hasil Vout
berdasarkan percobaan sebesar -0.279, -0.497, -1.1, -1.635, -9.88 V sedangkan Vout
berdasarkan perhitungan sebesar -0.254, -0.508, -1.016, -1.524, -10.16 V.
Pada penguat Differensial yang ditunjukkan pada gambar 3.3 terlihat bahwa rangkaian
tersebut terdiri atas penguat Inverting dan penguat Non-Inverting. Untuk menganalisa dapat
digunakan metode superposisi. Jika V1 dibuat nol,maka akan berfungsi sebagai penguat NonInverting sedangkan jika V2 dibuat nol, maka rangkaian akan berfungsi sebagai penguat
Inverting. Dalam percobaan ini V2 yang dibuat nol maka rangkaian menjadi penguat
Inverting atau penguat pembalik. Hal ini dapat terlihat pada hasil percobaan tegangan
keluaran atau Vout terdapat tanda minus yang menunjukkan bahwa adanya ketertinggalan
fase keluaran sebesar 1800 dimana menunjukkan juga bahwa Op Amp Differensial dapat
berfungsi juga sebagai Op Amp Inverting. Namun Op Amp Differensial dapat juga
difungsikan sebagai Op Amp Non-Inverting jika pada tegangan input atau V1 dibuat nol

BAB V
KESIMPULAN
Setelah dilakukan percobaan didapatkan kesimpulan :
1. Besarnya Voutput pada Op Amp Inverting dan Non-Inverting berdasarkan percobaan dan
berdasarkan perhitungan menunjukkan nilai yang hamper sama.
2. Penguat Differensial pada percobaan ini dapat berfungsi sebagai Op Amp Inverting dengan
harga V2 dibuat menjadi nol.

DAFTAR PUSTAKA
A. E. Fitzgerald, SC. D, 1981, Basic Electrical Enginering,5th edition ,Jakarta.
www.sciensedirect.com
www.wikipedia.com