Anda di halaman 1dari 2

1

Analisis Densitas Dan Porositas Pada Material


Alam Dalam Bentuk Padatan Dan Serbuk
Pangki Suseno
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: pangki.suseno@gmail.com
AbstrakSebuah analisis perubahan densitas dan porositas
pada bahan serbuk dan padatan telah selesai dilakukan. Bahan
dasar yang digunakan adalah bata, batu kapur dan metamorf
dalam bentuk padatan sedangkan yang berbentuk serbuk
adalah pasir dan bata.Penelitian ini dimaksudkan untuk
mengetahui densitas dan porositas dari suatu bahan yang
sejenis tetapi dalam ukuran yang berbeda yaitu serbuk dan
bongkahan. Studi dilakukan dengan cara memasukkan serbuk
kedalam piknometer dan ditimbang, sedangkan pada
bongkahan mengunakan hukum arcimedes untuk mengetahui
massa sebelum dan sesudah dimasukkan kedalam tabung berisi
air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang mempunyai
densitas dan porositas paling besar adalah batu bata dengan
presentase 19,49 % untuk porositasnya serta 11,35 untuk
densitasnya dalm bentuk padatan. Sedangkan pada serbuk
memiliki densitas sebesar 0.039 pada pasir dan 0.042 pada batu
bata.
Kata Kunci-densitas, porositas dan piknometer.

I. PENDAHULUAN

etiap bahan memeiliki sifat tertentu pada bahan


penyusunnya. Salah satu sifat penting dari suatu zat
adalah kerapatan atau yang lebih dikenal dengan massa
jenisnya. Adapula yang menyebutnya sebagai densitas atau
density. Kerapatan didefinisikan sebagai perbandingan dari
massa bahan terhadap volumenya. Porositas didefinisikan
sebagai banyaknya pori yang terdapat dalam batuan. Parositas
berhubungan erat dengan densitas. Semakin besar porositan,
densitasnya akan semakin kecil. Sebaliknya, semakin kecil
porositas, semakin besar densitasnya . Untuk mendapatkan
nilai dari porositas dan densitas dari suatu material dapat
dilakukan dengan mengunakan piknometer apabila material
dalam bentuk serbuk, serta dengan prinsip hukum
Archimedes bila material dalam bentuk bongkahan.
Tulisan ini melaporkan hasil Analisis Densitas Dan
Porositas Pada Material Alam Dalam Bentuk Padatan Dan
Serbuk dengan cara menggunakan piknometer dan prinsip
kerja hukum Archimedes.

bentuk serbuk yaitu bata dan pasir dengan massa 2 gr


.kemudian bahan yang digunakan dipanaskan menggunakan
alat pemanas(oven) dengan suhu sebesar 110 0C selama 30
menit. Proses pemanasan ini berguna untuk mengeringkan
serbuk dan padatan agar benar benar kering agar nantinya
didapatkan hasil yang maksimal. Selanjutnya dilakukan
proses penimbanggan serbuk bata dan pasir dengan cara
memasukkan kedalam piknometer dimana setelah didapatkan
massa dari serbuk tersebut kemudian didalam piknometer
yang masih ada serbuk diberi alcohol dan ditimbang lagi. Hal
ini dilakukan untuk memudahkan untuk mengetahui
densitasnya. Proses selanjutnya yaitu denagn menggunakan
prinsip hukum Archimedes dimana bongkahan ditimbang
massanya tanpa ada pengaruh air dan setelah itu dilakukan
penimbanggan massa padatan ketika dimasukkan dalam air.
Dimana untuk porositasnya dapat ditentukan menggunakan
persamaan berikut ini :
mair dalm pori pori = mbasah - mkering
kemudian dicari persentase dari porositasnya dengan
persamaan :

Sedangkan untuk densitas


persamaan berikut :

serbuk

ditentukan

Dengan

Fa = Wk - Wb
Wk = berat kering
Wb = berat basah
Sedangkan untuk densitas padatan menggunakan persamaan:

Dimana pada saat bongkahan atau padatan yang ditimbang


menggunakan penerapaan hukum Archimedes
dapat
digambarkan sebagai berikut:

II.METODE
A. Tahap Telaah
Langkah awal dalam penelitian ini menyiapkan bahanbahan dasar yaitu bata dengan massa 85,92 gr , batu kapur
dengan massa 22,62 gr serta metamorf dengan massa 29,02
gr dalam bentuk padatan atau bongkahan, sedangkan pada

dengan

Gambar 2.1 gejala archimedes

2
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Setelah dilakukan percobaan, maka didapatkan hasil
seperti berikut ini :
Table

3.1

No

hasil pengamatan
Archimedes

Jenis Batu

batuan

Massa Kering (g)

dengan

prinsip

Massa basah (g)

Bata

85,92

102,67

Batu Kapur

22,62

22,90

Metamorf

29,02

29,03

Table 3.2 hasil perhitungan berat tiap bahan


No

Jenis Batu

Berat Kering (N)

Berat basah (N)

Bata

0,75

1,40

2
3

Batu Kapur
Metamorf

0,25
0,25

0,15
0,15

Table 3.3 hasil perhitungan porositas pada bongakan


No
1
2
3

Jenis Batu
Bata
Batu Kapur
Metamorf

Porositas batuan (%)


19,49
1,23
0,03

Table 3.4 hasil perhitungan densitas pada bongkahan


No
1
2
3

Jenis Batu
Bata
Batu Kapur
Metamorf

Densitas
11,35
5,11
8,42

B. Pembahasaan
Setelah dilakukan pengamatan, maka di dapatkan
gambar seperti pada gambar 3.1, gambar 3.2, gambar 3.3,
dan gambar 3.4, gambar 3.5, gambar 3.6. Gambar 3.1
menunjukkan hasil penimbangan untuk material padatan
dengan timbangan pegas. Gambar 3.2 hasil perhitungan
berat pada material dalam keadaan kering dan basah. Gambar
3.3 hasil perhitungan porositas pada material padatan yang
telah diamati. Gambar 3.4 merupakan hasil perhitungan
densitas pada material padatan yang telah diamati. Gambar
3.5 merupakan hasil pengamatan material serbuk ketika
dilakukan penimbangan dengan piknometer serta gambar 3.6
adalah hasil perhitungan densitas untuk material serbuknya.
Dari porositas batuan diketahui bahwa prosentase porositas
paling besar dimiliki oleh bata. Sedangkan untuk densitas
batuan yang paling besar densitanya adalah bata. Hal ini
berarti batu bata merupakan material yang mempunyai
kepadatan yang paling kecil karena prosentase yang
dimilikinya besar. Sedangkan pada bahan serbuk, densitas
terbesar dimiliki oleh serbuk bata,karena pada serbuk bata
terkandung besi. Dari penjelasan ini bisa disimpulkan bahwa
semakin besar porositasnya.
IV. KESIMPULAN
Praktikum ini berhasil menganalisi perubahan
densitas dan porositas pada bahan serbuk dan padatan dengan
menggunakan piknometer serta timbangan pegas dengan
prinsip hukum Archimedes

menunjukkan bahwa densitas

dan porositas yang paling besar adalah bata dalam bentuk


padatan serta densitas yang besar pada bata dalam bentuk
serbuk.Sehingga praktikum sifat fisis material ini dapat
diambil kesimpulan bahwasanya densitas atau rapat jenis
sebanding dengan porositasnya.

Table 4.5 hasil pengamatan dengan piknometer pada material


serbuk
UCAPAN TERIMA KASIH
No
1
2
3
4
5
6
7

Jenis massa
pikno
Pikno + pasir
Pikno + alcohol
Pikno+pasir+alkohol
Pikno+bata
Pikno+bata+alkohol
Pikno+air

Massa(gr)
22.72
24.72
42.83
44.83
24.83
44.3
47.78

Table 4.6 hasil perhitungan densitas pada material serbuk


No
1
2

Jenis serbuk
Bata
Pasir

Penulis mengucapkan terimakasih kepada teman teman yang


sudah membantu dalam berjalanya praktikum ini dan saya
ucapkan terima kasih juga kepada asisten yang telah
membimbing sehingga segala sesuatu yang terjadi dapat
berjalan dengan lancar.
DAFTAR PUSTAKA
[1]Vlack, Lawrence H.Van,1994,Ilmu dan Teknologi Bahan
Erlangga: Jakarta
[2]Smallman

Densitas
0.043
0.039

and bishop,R.J.1994.Metalurgi Fisik modern

Rekayasa MaterialErlangga:Jakarta