Anda di halaman 1dari 26

STRUKTUR ORGANISASI DAN

MANAJEMEN PUSKESMAS

Oleh :
Thinagarayan Brabu

Preseptor :
Dr. Hardisman, MHID.DrPH

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Padang
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1

Latar Belakang
Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan primer yang bertempat di tiap kecamatan. Sebagai unit pelayanan strata pertama, Puskesmas

harus siap dalam melayani kebutuhan dasar kesehatan warga. Berdasarkan Kepmenkes Republik Indonesia No 75 tahun 2014 tentang Kebijakan
Dasar Puskesmas, tiap Puskesmas minimal harus memiliki 6 (enam) program pokok. Program pokok tersebut antara lain promosi kesehatan,
kesehatan lingkungan, perbaikan gizi, pemberantasan penyakit menular, KIA dan KB, serta pengobatan dasar. Selain itu, Puskesmas juga diharapkan
memiliki program pengembangan sesuai dengan kebutuhan daerah setempat.
Setiap kegiatan dalam yang dilaksanakan oleh Puskesmas dan jaringannya seperti Puskesmas Pembantu (Pustu), Puskesmas Keliling, dan
Bidan di Desa yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat, berdasarkan prinsip nondiskriminatif, partisipatif, dan
berkelanjutan dalam rangka pembentukan sumber daya manusia Indonesia, serta peningkatan ketahanan dan daya saing bangsa bagi pembangunan
nasional.

Selain itu Puskesmas dan jaringannya secara langsung juga bertanggung jawab dalam meningkatkan kemandirian masyarakat untuk hidup
sehat dalam lingkungan yang sehat melalui pendekatan azas pertanggungjawaban wilayah, azas peran serta masyarakat, azas keterpaduan lintas
program dan lintas sektor serta azas rujukan. Puskesmas sebagai salah satu institusi pelayanan umum, dapat dipastikan membutuhkan keberadaan
sistem informasi yang akurat dan handal, serta cukup memadai untuk meningkatkan pelayanan puskesmas kepada para pengguna (pasien) dan
lingkungan terkait.

1.2 Rumusan Masalah


Makalah ini membahas tentang Struktur Organisasi dan Program Puskesmas.

Tujuan Penulisan
a

Tujuan Umum
Mengetahui tentang struktur organisasi dan program Puskesmas

Tujuan Khusus

Mengetahui dan memahami struktur organisasi Puskesmas Lubuk Kilangan

Mengetahui dan memahami program Puskesmas Lubuk Kilangan

1.4 Metode Penulisan


Metode penulisan makalah ini berupa tinjauan pustaka yang merujuk pada beberapa literatur.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No.75 tahun 2014 pasal 33 ayat (1), puskesmas dipimpin oleh seorang kepala puskesmas. Sementara itu,
organisasi puskesmas dijelaskan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.75 tahun 2014 pasal 34 ayat (1) dan (2). Pada ayat (1) dijelaskan bahwa
Organisasi Puskesmas disusun oleh dinas kesehatan kabupaten/kota berdasarkan kategori, upaya kesehatan dan beban kerja Puskesmas. Organisasi
Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit terdiri atas:
a.
b.
c.
d.
e.

kepala Puskesmas;
kepala sub bagian tata usaha;
penanggung jawab UKM dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat;
penanggung jawab UKP, kefarmasian dan Laboratorium; dan
penanggungjawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan.

2.2.1 Jaringan Pelayanan Puskesmas


Dalam Pasal 40 dijelaskan bahwa pada ayat (1) Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas pelayanan, Puskesmas didukung oleh jaringan
pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. (2) Jaringan pelayanan Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas

Puskesmas pembantu, Puskesmas keliling, dan bidan desa. (3) Jejaring fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas
klinik, rumah sakit, apotek, laboratorium, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Puskesmas pembantu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah
kerja Puskesmas. Sedangkan Puskesmas keliling sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memberikan pelayanan kesehatan yang sifatnya bergerak
(mobile), untuk meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas yang belum terjangkau oleh pelayanan
dalam gedung Puskesmas. Bidan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan bidan yang ditempatkan dan bertempat tinggal pada satu desa
dalam wilayah kerja Puskesmas
2.3 Manajemen Pelayanan Puskesmas
1.

Perencanaan

Perencanaan adalah proses penyusunan rencana Puskesmas untuk mengatasi masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. Rencana
Puskemas dibedakan atas dua macam yaitu Rencana Usulan Kegiatan (RUK) untuk kegiatan pada setahun mendatang dan Rencana Pelaksanaan
Kegiatan (RPK) pada tahun berjalan. Perencanaan Puskesmas disusun meliputi upaya kesehatan wajib, upaya kesehatan pilihan dan upaya inovatif
baik terkait dengan pencapaian target maupun mutu Puskesmas. Istilah RUK dan RPK merupakan istilah umum, adapun istilah/terminologi yang
dipergunakan dalam perencanaan disesuaikan dengan pedoman penganggaran di daerah.
Proses perencanaan Puskesmas harus disesuaikan dengan mekanisme perencanaan yang ada baik perencanaan sektoral maupun lintas sektoral
melalui Musrenbang di setiap tingkatan administrasi.
a.

Rencana Usulan Kegiatan (RUK)


Rencana Usulan Kegiatan adalah perencanaan kegiatan Puskesmas untuk tahun mendatang, sering disebut dengan istilah H+1. Perencanaan

disusun dengan mengacu pencapaian indikator Kecamatan Sehat dalam mewujudkan pencapaian indikator SPM.
b.

Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK)/ Plan of Action (POA)


Rencana Pelaksanaan Kegiatan disusun setelah Puskesmas mendapatkan alokasi anggaran. Penyusunan RPK berdasarkan RUK tahun yang

lalu dengan dilakukan penyesuaian (adjustment) terhadap target, sasaran dan sumberdaya. RPK disusun dalam bentuk matrik Gantt Chart dan
dilengkapi dengan pemetaan wilayah (mapping).

Contoh Gantt Chart Usulan Kegiatan

Contoh Gantt Chart Pelaksanaan Kegiatan (POA)


Upaya pelaksanaan

Contoh Pemetaan Wilayah Upaya Kesehatan (Mapping)

2.

Pelaksanaan Pengendalian
Pelaksanaan dan pengendalian adalah proses penyelenggaraan, pemantauan serta penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan rencana tahunan

Puskesmas, baik rencana tahunan upaya kesehatan wajib maupun rencana tahunan upaya kesehatan pilihan, dalam mengatasi masalah kesehatan di
wilayah kerja Puskesmas. Langkah-langkah pelaksanaan dan pengendalian adalah sebagai berikut :

a.

Pengorganisasian
Untuk dapat terlaksananya rencana kegiatan Puskesmas perlu dilakukan pengorganisasian. Ada dua macam pengorganisasian yang harus

dilakukan. Pertama, pengorganisasian berupa penentuan para penanggungjawab dan para pelaksana untuk setiap kegiatan serta untuk setiap satuan
wilayah kerja. Dengan perkataan lain, dilakukan pembagian tugas seluruh program kerja dan seluruh wilayah kerja kepada seluruh petugas
Puskesmas dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimilikinya. Penentuan para penanggungjawab ini dilakukan melalui penggalangan tim
pada awal tahun kegiatan.
Kedua, pengorganisasian berupa penggalangan kerjasama tim secara lintas sektoral. Ada dua bentuk penggalangan kerjasama yang dapat
dilakukan :
1)

Penggalangan kerjasama dua pihak yakni antara dua sektor terkait, misalnya antara Puskesmas dengan sektor Sosial/ Kesra pada waktu

penyelenggaraan upaya kesehatan usia lanjut (Usila).


2)

Penggalangan kerjasama banyak pihak yakni antar berbagai sektor terkait, misalnya antara Puskesmas dengan sektor pendidikan, sektor agama,

pada penyelenggaraan upaya kesehatan sekolah (UKS).

Penggalangan kerjasama lintas sektor ini dapat dilakukan :


1)

Secara langsung yakni antar sektor terkait

2)

Secara tidak langsung yakni dengan memanfaatkan pertemuan koordinasi kecamatan.

b.

Penyelenggaraan

Setelah pengorganisasian selesai dilakukan, kegiatan selanjutnya adalah menyelenggarakan rencana kegiatan Puskesmas, dalam arti para
penanggungjawab dan para pelaksana yang telah ditetapkan pada pengorganisasian. Untuk dapat terselenggaranya rencana tersebut perlu dilakukan
kegiatan sebagai berikut :
1)

Mengkaji ulang rencana pelaksanaan yang telah disusun terutama yang menyangkut jadwal pelaksanaan, target pencapaian, lokasi wilayah kerja

dan rincian tugas para penanggungjawab dan pelaksana.


2)

Menyusun jadwal kegiatan bulanan untuk tiap petugas sesuai dengan rencana pelaksanaan kegiatan yang telah disusun. Beban kegiatan

Puskesmas harus terbagi habis dan merata kepada seluruh petugas.


3)

Menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dalam penyelenggaraannya harus memperhatikan :
a) Azas Penyelenggaraan Puskesmas
Penyelenggaraan kegiatan Puskesmas harus menerapkan keempat azas penyelenggaraan Puskesmas yaitu pertanggungjawaban
wilayah, pemberdayaan masyarakat, keterpaduan dan rujukan.

b)

Standar dan pedoman Puskesmas


Dalam pelaksanaan kegiatan Puskesmas harus mengacu pada standar dan pedoman Puskesmas, baik yang bersifat teknis
program, manajemen maupun administratif.

c)

Kendali mutu
Penyelenggaraan kegiatan Puskesmas harus menerapkan kendali mutu, yaitu kepatuhan terhadap standar dan pedoman
pelayanan serta etika profesi.

d)

Kendali biaya
Penyelenggaraan kegiatan Puskesmas harus menerapkan kendali biaya yaitu kepatuhan terhadap standar dan pedoman
pelayanan serta etika profesi dan terjangkau oleh pemakai jasa pelayanan.

c.

Pemantauan

Penyelenggaraan kegiatan harus diikuti dengan kegiatan pemantauan yang dilakukan secara berkala. Kegiatan pemantauan mencakup hal-hal sebagai
berikut :
1)

Melakukan telaahan penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang dicapai baik secara internal maupun eksternal.
a) Telaahan internal yaitu telaahan bulanan terhadap penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang dicapai oleh Puskesmas, dibandingkan
dengan rencana dan standar pelayanan. Data yang dipergunakan diambil dari SIMPUS. Kesimpulan dirumuskan dalam bentuk kinerja
(cakupan, mutu dan biaya) Puskesmas dan masalah/ hambatan. Telaahan bulanan ini dilakukan dalam forum Lokakarya Mini Bulanan
Puskesmas.
b)

Telaahan eksternal yaitu telaahan tribulanan terhadap hasil yang dicapai oleh sarana pelayanan kesehatan primer serta sektor

lainnya yang terkait di wilayah kerja Puskesmas. Telaahan eksternal ini dilakukan dalam forum Lokakarya Mini Tribulan Puskesmas.

2)

Menyusun saran peningkatan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan pencapaian kinerja Puskesmas serta masalah dan hambatan yang

ditemukan dari hasil telaahan bulanan dan triwulan.


d.

Penilaian

Kegiatan penilaian dilakukan pada akhir tahun anggaran dengan cara Penilaian Kinerja Puskesmas yang diukur menggunakan indikator kinerja
Puskesmas. Kegiatan tersebut mencakup :
1)

Melakukan penilaian terhadap penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang dicapai, dibandingkan dengan rencana tahunan dan

standar pelayanan. Sumber data yang dipergunakan dalam penilaian yaitu sumber data primer dari SIMPUS dan sumber data sekunder
yaitu hasil pemantauan bulanan dan tribulanan, serta data lain yang dikumpulkan secara khusus.
2)

Menyusun saran peningkatan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan pencapaian serta masalah dan hambatan yang ditemukan

untuk rencana tahun berikutnya.


3)

3.

Melaporkan hasil kegiatan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota pada akhir tahun berjalan.

Pengawasan pertanggungjawaban
Pengawasan dan pertanggungjawaban adalah proses memperoleh kepastian atas kesesuaian penyelenggaraan dan pencapaian tujuan

Puskesmas terhadap rencana dan peraturan perundang-undangan serta berbagai kewajiban yang berlaku. Untuk terselenggaranya pengawasan dan
pertanggungjawaban dilakukan kegiatan :
a.

Pengawasan
Pengawasan dibedakan menjadi internal dan eksternal. Pengawasan internal dilakukan secara melekat oleh atasan langsung, adapun

pengawasan eksternal dilakukan oleh masyarakat, dinas kesehatan kabupaten/kota serta berbagai institusi pemerintah terkait. Pengawasan mencakup

aspek administratif, keuangan dan teknis pelayanan. Apabila ditemukan adanya penyimpangan baik terhadap rencana, standar, peraturan perundangan
maupun berbagai kewajiban yang berlaku perlu dilakukan pembinaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b.

Pertanggungjawaban
Pada setiap akhir tahun anggaran, Kepala Puskesmas harus membuat laporan pertanggungjawaban tahunan yang mencakup pelaksanaan

kegiatan, serta perolehan dan penggunaan berbagai sumberdaya termasuk keuangan dan laporan akuntabilitas (LAKIP). Laporan tersebut
disampaikan kepada Dinas kesehatan kabupaten/kota serta pihak terkait lainnya, termasuk masyarakat melalui forum masyarakat. Apabila terjadi
penggantian Kepala Puskesmas ataupun penanggungjawab program, maka Kepala Puskesmas dan penanggungjawab program yang lama diwajibkan
membuat laporan pertanggungjawaban masa jabatannya.

BAB III
ANALISIS SITUASI
2.1 ANALISA SITUASI PUSKESMAS
2.1.1 Gambaran Umum

Puskesmas Ambacang terletak di salah satu kelurahan pada Kecamatan Kuranji kota Padang yaitu kelurahan Pasar Ambacang. Karena
terletaknya puskesmas di kelurahan tersebut maka diberi nama Puskesmas Ambacang Kuranji sesuai dengan masukan dari berbagai pihak antara lain
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dengan sebutan Puskesmas Ambacang Kuranji Awalnya pelaksanaan program puskesmas ini masih bekerja
sama dengan Puskesmas Kuranji, karena 4 kelurahan sebagai wilayah kerja Puskesmas Kuranji. Pada tahun 2006 telah berdiri sendiri dapat
dilaksanakan secara mandiri dan berkesinambungan.

Gambar 2.1 Peta Wilayah kerja Puskesmas Ambacang

2.1.2 Kondisi Geografis

Secara geografis wilayah kerja Puskesmas Ambacang berbatasan dengan kecamatan dan kelurahan yang menjadi tanggung jawab wilayah
Puskesmas Ambacang. Batas - batas wilayah kerja Puskesmas Ambacang yaitu :
- Utara
- Timur
- Selatan
- Barat

: Wilayah kerja Puskesmas Kuranji


: Wilayah kerja Puskesmas Pauh
: Wilayah kerja Puskesmas Andalas
: Wilayah kerja Puskesmas Nanggalo

Puskesmas Ambacang terletak pada 0 55' 25.15", Lintang Selatan dan +100 23' 50.14" Lintang Utara dengan luas wilayah kerja Puskesmas
Ambacang sekitar 12 Km2, mewilayahi 4 Kelurahan yaitu : Kelurahan Pasar Ambacang, Kelurahan Anduring, Kelurahan Ampang dan Kelurahan
Lubuk Lintah dimana umumnya masyarakat pengguna jasa pelayanan kesehatan mempunyai aksesibilitas yang mudah dari dan ke Puskesmas.
Bila dilihat dengan menggunakan Google Map maka Wilayah kerja Puskesmas Ambacang terlihat sebagaimana dalam gambar berikut:

Gambar 2.2 Wilayah kerja puskesmas Ambacang dilihat dari Google Map

2.1.3

Demografi

Jumlah penduduk yang menjadi tanggung jawab wilayah Puskesmas Ambacang selama tahun 2014 adalah : 48.552 jiwa dengan distribusi
kependudukan menurut kelurahan sebagai berikut:
Tabel 2.1 Data Penduduk Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang
Tahun 2013
No
1
2
3
4
5

Kelurahan
Pasar Ambacang
Anduring
Lubuk Lintah
Ampang
Puskesmas

Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
8.670
8.741
6.914
6.970
5.019
5.060
3.576
3.602
24.179
24.373

Jumlah
17.411
13.884
10.079
7.178
48.552

Tabel: 2.2 Distribusi Penduduk Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang


Tahun 2014

Pendudu
Kelurahan

Bayi

Anak
Balita

Bumil

Bulin

Bufas

Wus

Lansia

366
292
221
155
1.021

4.833
3.854
2.798
1.995
13.48

1.456
1.161
843
599
4.059

Psr Ambacang
Anduring
Lubuk Lintah
Ampang

k
17.411
13.884
10.079
7.178

349
277
201
145

1748
1393
1011
820

383
306
222
159

366
292
221
151

Jumlah

48.552

972

4972

1070

1.021
0

2.1.4.

Kondisi sosial budaya dan ekonomi


Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Ambacang sebagian besar mayoritas beragama Islam dan penduduk non muslim adalah merupakan
kaum pendatang dari luar propinsi. Ditengah perbedaan suku, agama dan budaya, dalam melakukan aktifitas sosial serta peribadatan penduduk
berjalan dengan baik. Sedangkan mata pencaharian penduduk beraneka ragam, mayoritas bertani 50 % Pegawai Negeri Sipil (PNS) 22 %, Buruh 6
% swasta 2 % dan lain-lain 20 %
2.1.5 Sarana Dan Prasarana Kesehatan
Puskesmas Ambacang pada saat ini telah memiliki sarana dan prasarana yang relatif lebih baik bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Prasarana gedung puskesmas dengan dua lantai mampu dimanfaatkan sebagai pelayanan dan kegiatan administarsi/manajemen puskesmas. Begitu

pula prasarana kendaraan roda 4 dan roda 2 telah mampu menjangkau pelayanan kesehatan terutama diluar gedung seperti posyandu, UKS dan
UKGS serta pembinaan desa siaga (Poskeskel).
2.1.5.1 Data sarana kesehatan
- Bangunan Puskesmas Induk
- Bangunan Puskesmas Pembantu
- Rumah Para medis
- Poskeskel
- Kendaraan roda empat
- Kendaraan roda dua

: 1 Unit
: 1 Unit
: 2 Unit
: 4 Pos
: 1 Unit ambulance
: 4 Unit sepeda motor

Sketsa Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang dapat digambarkan Sebagai berikut:

Gambar 2.3. Geomapping Sarana Kesehatan Wilayah kerja Puskesmas Ambacang

2.1.5.2 Data UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat)

h.

a. Posyandu Balita
b. Posyandu Lansia
c. Posbindu
d. Batra
e. Poskesren
f. Toga
g. Usaha Kesehatan Kerja
PosKesKel

: 29 Pos
: 9 Pos
: 9 Pos
: 58
: 1 Pos
: 586 KK
: 92 UKK
: 4 unit

Sketsa penyebaran posyandu di wilayah kerja Puskesmas Ambacang dapat digambarkan sebagai berikut

Gambar 2.4 Geomapping Posyandu Wilayah kerja Puskesmas Ambacang

Sketsa penyebaran sekolah di wilayah kerja Puskesmas Ambacang dapat digambarkan sebagai berikut

Gambar 2.5 Geomapping sekolah Wialyah Kerja Puskesmas Ambacang

2.1.6 Data Sumber Daya Manusia Kesehatan

Sumber daya manusia dalam sistem kesehatan .Tenaga kesehatan merupakan orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan, tenaga
kesehatan dan non kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang berobat di Puskesmas Ambacang berjumlah 47 orang dan terdiri
dari :

2.1.6 Data Sumber Daya Manusia Kesehatan


Sumber daya manusia dalam sistem kesehatan .Tenaga kesehatan merupakan orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan. Tenaga di
Puskesmas Ambacang berjumlah 48 orang,

Tabel 2.3 Tenaga Kesehatan dan Non kesehatan


diPuskesmas Ambacang
Tahun 2014

Status Pegawai
NO

Jenis Petugas

1 Dokter Umum
2 Dokter Gigi

Pendidikan Terakhir

Suka
Sederajat
Jumlah Keterangan
PNS PTT Rela/ S 2 S1 D IV D III D I SLTA
Honor
3
- 3
3
1 Tubel S2
2
- 2
2

3 Sarjana Kesmas

4 Bidan

11

16

20

5 Perawat

6 Perawat Gigi

7 Kesling

8 Analis

Epidermiologi

10 Asisten Apoteker
Nutrition
11
(AKZI/SKM)
12 RR

13 Sopir

35

Jumlah

21

46

STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS AMBACANG


BADAN
PENYANTU
N

KEPALA

KURANJI

PUSKESMAS

CAMAT

1 Tubel S2

TATA USAHA
Afniwati, SKM,
BENDAHARA
SP2TP
ASWITHA.D

Perencanaa
n

UPAYA KES
PERORANGAN
dr.DIAN SURYANI

B P Umum : Sasrawati, Amd.Kep


JIWA
: Sasrawati,
Amd.Kep
MATA/THT : Sasrawati, Amd. Kep
B P GIGI : drg. Kurniati
Saokestipa
KIA
-Ibu
: Lismayeni, SSIT
-Anak : Gadis Vektorriana,
Amd Keb
-ISPA : GadisVektorriana, AMd
Keb
-K B : Aswita Damayanti,

UMUM/KEPEG

Afniwati, M.
Kes

-JKN
Yulia Effendi,
Amd.Keb
-B O K
Ismawira, SSiT
-RETRIBUSI
Nurfama
-BARANG
Yen Elf

:
:
:
:

UPAYA KESEHATAN
MASYARAKAT
dr. AZIZRI BUSTARI
PROMKES
KESLING
GIZI
P2P

:
:
:
:

FILARIASIS

Siti Dewi Kasih, SKM


Asrina Haryani, S.SiT
Mardalena, SKM
Surya, SKM
- IMUNISASI :Fitri Yerni,Amd.Kep
: Zamlismi, Amd Keb
- CAMPAK
: Surya, SKM

- DBD

: Surya, SKM
- ISPA
:Gadis Vektorriana, Amd Keb - PMS
: Linda Astuti,Amd Kep
- DIARE
:Surya, SKM
- RABIES
: Fitriyerni
- TB
: Kartini, Amd Keb
- MALARIA
: Surya, SKM
PERKESMAS
: Linda Astuti, Amd.Kep
- OLGA &Kes

2.1.6.1 Sasaran pelayanan kesehatan


a. Rumah Sakit
: 1 unit
b. Rumah Sakit Bersalin
: 2 unit
c. Dokter Praktek swasta
: 4 orang
d. Bidan praktek swasta
: 9 orang
e. TK
: 8 unit
f. SD
: 21unit
g. SMP/MTSN
: 5 unit
h. SMA/SMK
: 4 unit
i. Rumah ibadah
: 61 unit
j. Panti Asuhan
: 2 unit
k. Restoran / rumah makan : 24 buah
l. Sarana air bersih
: 6726 RT
2.1.6.2 Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan puskesmas bersumber dari APBD Kota Padang sebesar 1,1%,
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 5,6%, JKN 93,3%

2.2 VISI, MISI, STRATEGI DAN TUJUAN


2.2.1 VISI DAN MISI
Dalam fungsinya sebagai penyelenggara pembangunan kesehatan di wilayah kecamatan
kuranji, Puskesmas Ambacang mempunyai VISI: Kecamatan Kuranji Sehat yang Mandiri
dan Berkeadilan tercapainya visi ini dinilai dari 4 indikator utama yaitu: Lingkungan sehat,
perilaku sehat, cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata serta derajat
kesehatan penduduk kecamatan Kuranji yang setinggi-tingginya.
Untuk mewujudkan visi ini Puskesmas Ambacang mengusung misi pembangunan kesehatan
diwilayah kecamatan Kuranji yang akan memberi dukungan agar tercapainya visi pembangunan
nasional yaitu:
Puskesmas Ambacang menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah
Mendorong kemandirian untuk hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah

kerja Puskesmas Ambacang


Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan

Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat serta

lingkungannya.
2.2.2 Strategi
Meningkatkan Upaya Promosi Kesehatan
Meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik dengan Lintas sektor
Meningkatkan kwalitas SDM Puskesmas
Meningkatkan mutu dan keterjangkauan pelayanan kesehatan
2.2.3 Tujuan
Sebagai tujuan akhir yang dicapai dari penjabaran visi, misi dan strategi Puskesmas
Ambacang adalah meningkatnya kesadaran , kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas Ambacang sehingga derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya.
BAB IV
PENUTUP
1

Kesimpulan
Struktur dan organisasi merupakan elemen penting dalam puskesmas yang
menentukan suksesnya pelayanan kesehatan. Tiap unit di puskesmas memiliki tugas
masing-masing sesuai dengan bidangnya. Program-program yang dijalankan oleh
puskesmas dapat dibagi dalam program pokok, program pengembangan dan program
penunjang.
Untuk terwujudnya berbagai upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan
masyarakat yang sesuai dengan azas penyelenggaraan puskesmas perlu ditunjang oleh
manajemen puskesmas yang baik. Ada tiga fungsi manajemen puskesmas yang dikenal
yakni,

perencanaan,

pelaksanaan

dan

pengendalian,

serta

pengawasan

dan

pertanggungjawaban. Semua fungsi tersebut harus dilaksanakan secara terkait dan


2

berkesinambungan.
Saran
Perlunya dilakukan penambahan tenaga dokter umum agar upaya kesehatan
perseorangan di balai pengobatan dapat terakomodasi dan berjalan dengan
efektif dan efisien

Perubahan kebutuhan masyarakat dan tuntutan peningkatan SDM Kesehatan


yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang
bermutu disikapi dengan memberi kesempatan kepada staff Puskesmas Pauh
untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan
formal.

DAFTAR PUSTAKA
1
2

Permenkes No.75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. pp: 17-21
Kepmenkes No. 128 Tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan

Masyarakat. pp : 20-31
Laporan Tahunan Puskesmas Ambacang, Kuranji tahun 2014