Anda di halaman 1dari 11

MODUL REPRODUKSI

KETERAMPILAN PEMERIKSAAN OBSTETRI


SKDI 4
A. Teori
Pemeriksaan

obstetri

meliputi

banyak

prosedur

yang

masing-masing

berkaitan dengan tujuan pemeriksaan yang dilakukan. Untuk pemeriksaan dasar obstetri,
pada umumnya

diperlukan pemeriksaan antenatal, pemeriksaan fisik ibu hamil

meliputi inspeksi, palpasi dan auskultasi. Pemeriksaan antenatal hanya memfokuskan


pada hal- hal penting yang harus segera dikenali dan bagaimana kondisi-kondisi
tertentu berubah sesuai dengan berlanjutnya usia kehamilan. Pemeriksaan fisik berupa
palpasi dan auskultasi bertujuan untuk mengetahui usia kehamilan, letak, presentasi,
jumlah janin, kondisi janin dan kesesuaian muatan dengan jalan lahir.
Indikasi :

Asuhan antenatal
Deteksi dini suatu kondisi patologik dalam kehamilan
Merencanakan persalinan
Persiapan penyelesaian persalinan
Kemajuan perkembangan kehamilan
Mengetahui letak, posisi, presentasi dan kondisi bayi.
Menatalaksana masalah yang ditemukan dalam suatu kehamilan

B. Alat dan Bahan:


Stetoskop
Sphygmomamometer
Pita ukur
Stetoskop monoaura Laenec

C. Check list Anamnesa Obstetri

JENIS KEGIATAN
Pedoman keterampilan Klinik Dasar Semester V

NILAI
0
1
2
Page 1

1.

Ucapkan salam berikan perkenalan pada pasien

2.

Tanyakan identitas pasien dengan lengkap. (nama, usia, alamat,


pekerjaan, status perkawinan, suku, pendidikan)

3.

Tanyakan keluhan utama dan durasi pada pasien

Riwayat Penyakit dan kehamilan sekarang


Apakah ada alergi?reaksinya berupa?
Sedang mengkonsumsi obat?obat apa?dosis?
Apakah anda sedang menderita penyakit tertentu?
HPHT?
GxPxAx
ANC
Riwayat penyakit dan kehamilan dahulu

5.

6.
7.

Pernahkah anda atau pasangan menderita PMS?


Kelahiran anak sebelumnya? ASI?

Bagaimana riwayat kehamilan dahulu?

KB

Riwayat
penyakit keluarga
Riwayat sosial dan nutrisi
Seorang vegetarian?
Mengkonsumsi suplemen tertentu?apa jenisnya?dosis?
Mengkonsumsi miras / merokok?

Memiliki kontak dengan bahan kimia atau timbal di rumah


atau di tempat kerja?

Kontak langsung dengan radiasi?

Memiliki binatang peliharaan (kucing)? atau bekerja


dengan binatang peliharaan?

Pernah melakukan imunisasi apa saja?


8. Tentukan usia kehamilan menurut anamnesis haid dan buat
taksiran persalinan
Jumlah total = 12

Pedoman keterampilan Klinik Dasar Semester V

Page 2

D. Check list Pemeriksaan Fisik Obstetri

PENILAIAN
NO

LANGKAH KLINIK

1. Memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan pemeriksaan


serta memastikan adanya pendamping selama pemeriksaan
2. Mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan (stetoskop,
sphygmomamometer, pita ukur, stetoskop monoaurel laenec)
3. Melakukan pengukuran tekanan darah dan tinggi bada ibu
hamil.
4. Pemeriksaan status generalis
5. Pemeriksaan Leopold I
6. Pemeriksaan Leopold II
7. Pemeriksaan Leopold III
8. Pemeriksaan Leopold IV
9. Auskultasi DJ dengan Laenec. Dihitung selama satu menit.
10. Melaporkan hasil pemeriksaan
Jumlah = 20

Pedoman keterampilan Klinik Dasar Semester V

Page 3

MODUL REPRODUKSI
KETERAMPILAN PEMERIKSAAN GINEKOLOGI
SKDI 4
A. Teori
Pemeriksaan ginekologi adalah suatu prosedur klinik yang dilakukan secara bimanual
untuk menentukan atau mengetahui kondisi organ genitalia wanita, berkaitan dengan upaya
pengenalan atau penentuan ada tidaknya kelainan pada bagian tersebut. Pemeriksaan
ini merupakan rangkaian dari suatu prosedur pemeriksaan yang lengkap sehingga hasil
pemeriksaan ini terfokus pada tampilan genitalia eksterna dan upaya untuk mengetahui
arah, besar, konsistensi uterus dan serviks, kondisi adneksa, parametrium dan organorgan disekitar genitalia interna (rongga pelvik).
Indikasi :

Pemeriksaan bentuk, arah, besar, dan konsistensi uterus


Pemeriksaan adneksa dan parametrium
Pemeriksaan ballotemen
Konfirmasi kehamilan intra atau ektra uterin
Konfirmasi peradangaan atau infeksi
Pemeriksaan flour albus, perdarahan, tumor pelvik

B. Alat dan Bahan

Kapas dan larutan antiseptik


Tampong tang / pinset anatomis
Spekulum cocor bebek (Graves speculum)
Sarung tangan

C. Check list Anamnesis Genikologi

Pedoman keterampilan Klinik Dasar Semester V

Page 4

JENIS KEGIATAN
1.

Ucapkan salam berikan perkenalan pada pasien

2.

Tanyakan identitas pasien dengan lengkap. (nama, usia, alamat,

NILAI
1

pekerjaan, status perkawinan, suku, pendidikan)


3.

Tanyakan keluhan utama dan durasi pada pasien

Riwayat Penyakit sekarang

5.
6.
7.
8.

Menarche?siklus teratur/tidak?dismenore?
Flour albus?warna?lendir?bau?gatal?
Miksi:frekuensi?disuria?warna?bau?
Defekasi:frekuensi?konsistensi?warna?bau?
Hubungan seksual:frekuensi?dysparaeuni?
Kontrasepsi:jenis?berapa lama?
Keluhan tambahan
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya
Riwayat social ekonomi

Jumlah = 15

D. Check list Pemeriksaan Ginekologi


NO.
1.
2.

LANGKAH
KLINIK
Minta pasien untuk mengosongkan kandung kemih dan melepas
pakaian dalam

PENILAIAN
0
1 2

Persilahkan pasien untuk berbaring di ranjang ginekologi. Atur


pasien pada posisi litotomi. Hidupkan lampu sorot, arahkan
dengan benar pada bagian yang akan diperiksa

Pedoman keterampilan Klinik Dasar Semester V

Page 5

3.

Cuci tangan dan pasang sarung tangan. Ambil kapas, basahi dengan
larutan antiseptik kemudian usapkan
pada daerah vagina, vulva dan perineum.

4.

Lakukan periksa pandang (inspeksi) pada daerah vulva dan


perineum

Buka celah antara kedua labium mayus, perhatikan muara uretra


dan introitus

6.

Raba dan telusuri labium mayus kanan dan kiri (terutama dibagian
kelenjar Bartolin) dengan ibu jari dan ujung telunjuk (perhatikan
dan catat kelainan-kelainan yang ditemukan).

7.

Ambil spekulum dengan tangan kanan, masukkan ujung telunjuk


kiri pada introitus (agar terbuka), masukkan ujung spekulum
dengan arah sejajar introitus (yakinkan bahwa tidak ada bagian
yang terjepit) lalu dorong bilah ke dalam lumen vagina.

8.

Setelah masuk 2/3 panjang bilah, putar spekulum 90 hingga


tangkainya ke arah bawah.
x Atur bilah atas dan bawah dengan membuka kunci
pengatur bilah atas bawah (hingga masing-masing bila
menyentuh dinding atas dan bawah vagina).

9.

Tekan pengungkit bilah sehingga lumen vagina dan serviks


tampak jelas (perhatikan ukuran dan warna porsio, dinding
dan sekret vagina atau forniks).

10

Setelah periksa pandang selesai, lepaskan pengungkit dan


pengatur jarak bilah, kemudian putarlah kembali spekulum 90
sehingga daun spekulum dalam posisi miring dan keluarkan
spekulum.

11.

Laporkan hasil pemeriksaan

Pedoman keterampilan Klinik Dasar Semester V

Page 6

MODUL REPRODUKSI
PERSALINAN NORMAL
SKDI 4
A. Langkah-langkah Persalinan Normal
Kala dua
1. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan esensial siap digunakan. Mematahkan
ampul oksitosin 10 unit dan menempatkan tabung suntik steril sekali pakai di dalam partus
set.
2. Mengenakan baju penutup atau celemek plastik yang bersih, dan melepaskan perhiasan,
cuci tangan dan memakai sarung tangan.
3. Mengamati tanda dan gejala persalinan kala dua.
4. Membersihkan vulva dan perineum dengan menggunakan teknik aseptik dan melakukan
pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan serviks sudah lengkap. Lakukan
amniotomi bila perlu.
5. Memeriksa Denyut Jantung Janin (DJJ) setelah kontraksi berakhir untuk memastikan
bahwa DJJ dalam batas normal.
6. Memberitahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik. Membantu ibu berada
dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya.
7. Melakukan pimpinan meneran saat Ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran.
8. Jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm, meletakkan handuk bersih
di atas perut ibu untuk mengeringkan bayi. Dan meletakkan kain yang bersih dilipat 1/3
bagian, di bawah bokong ibu dan ganti sarung tangan.
9. Lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi kain kemudian

dengan lembut

menyeka muka, mulut dan hidung bayi dengan kain atau kasa yang bersih.
10. Memeriksa lilitan tali pusat dan mengambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi, dan
kemudian meneruskan segera proses kelahiran bayi.
11. Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, tempatkan kedua tangan di masing-masing
sisi muka bayi. Dan lahirkan bahu anterior dan bahu posterior.
12. Setelah tubuh dari lengan lahir, menelusurkan tangan yang ada di atas (anterior) dari
punggung ke arah kaki bayi
13. Menilai bayi dengan cepat, kemudian meletakkan bayi di atas perut ibu. Segera
mengeringkan bayi, membungkus kepala dan badan bayi kecuali bagian pusat.
14. Menjepit tali pusat menggunakan 2 klem, lakukan pengurutan dan potong diantara kedua
klem tersebut
15. Lakukan inisiasi menyusu dini.
Pedoman keterampilan Klinik Dasar Semester V

Page 7

16. Melakukan palpasi abdomen untuk menghilangkan kemungkinan adanya bayi kedua.
Kala Tiga
1. Dalam waktu 2 menit setelah kelahiran bayi, memberikan suntikan oksitosin 10 unit IM di
1/3 paha kanan atas ibu bagian luar.
2. Menunggu uterus berkontraksi dan kemudian melakukan penegangan ke arah bawah pada
tali pusat dengan lembut sambil lakukan tekanan yang berlawanan arah pada bagian bawah
uterus dengan cara menekan uterus ke arah atas dan belakang (dorso kranial).
3. Setelah plasenta terlepas, meminta ibu untuk meneran sambil menarik tali pusat ke arah
bawah dan kemudian ke arah atas, mengikuti kurve jalan lahir sambil meneruskan tekanan
berlawanan arah pada uterus.
4. Memegang plasenta dengan dua tangan dan dengan hati- hati memutar plasenta hingga
selaput ketuban terpilin.
5. Memeriksa kedua sisi plasenta baik yang menempel ke ibu maupun janin dan selaput
ketuban untuk memastikan bahwa selaput ketuban dan plasenta lengkap dan utuh.
Kala Empat
1. Mengevaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum dan segera menjahit laserasi yang
2.
3.
4.
5.
6.
7.

mengalami perdarahan aktif.


Menilai ulang uterus dan mengevaluasi perdarahan persalinan vagina.
Lakukan dekontaminasi handscoen menggunakan larutan klorin 0,5%.
Mengikat tali pusat dan kemudian lepaskan klem.
Melanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan perdarahan pervaginam
Mengevaluasi kehilangan darah.
Memeriksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama satu

jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan.
8. Dekontaminasi alat dengan larutan klorin 0,5%
9. Mencuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.
10. Melengkapi partograf (halaman depan dan belakang).

Pedoman keterampilan Klinik Dasar Semester V

Page 8

MODUL REPRODUKSI
PEMASANGAN IUD
SKDI 4
A. Teori
Intra Uterine Device merupakan suatu alat kontrasepsi dengan jenis mekanik. Dalam hal
ini, IUD juga dibagi lagi menjadi berbagai 2 jenis, yakni yang aktif dan pasif secara kimiawi.
Efektifitas dari kontrasepsi ini sama dengan kontrasepsi oral.
Yang perlu diperhatikan dari kontrasepsi jenis ini adalah konseling yang perlu dilakukan
karena terdapat efek samping dan beberapa kontraindikasi untuk pemasangannya.
Waktu ovulasi juga mempunyai peran dalam pemasangan IUD. Dalam hal ini,
pemasangan mendekati ovulasi memberikan keuntungan ganda, karena saat ini kanalis servikalis
Pedoman keterampilan Klinik Dasar Semester V

Page 9

menjadi lebih berdilatasi dan serviks cenderung lebih lembut. Tetapi ini tidak menjadi patokan
dalam pemasangan IUD. Pemasangan sesaat setelah kelahiran dianjurkan sebaiknya dipasang
setelah 8 minggu karena dilaporkan terdapat ekspulsi dan perforasi.
B. Alat dan Bahan

Set IUD
Spekulum
Handscoen
Tenaculum
Kapas dan larutan antiseptic
Uterine sound
Gunting

C. Check list
NO

LANGKAH

1.

Memperkenalkan diri

2.

Berikan penjelasan pada pasien tentang pemasangan IUD, efek


samping pemasangan hingga resiko pemasangan IUD.

Siapkan alat dan bahan untuk memasang IUD dan pasang


hanscoen
Lakukan pemeriksaan pada pelvis (pemeriksaan bimanual):
- Tentukan besar dan posisi uterus
- Pastikan tidak ada kehamilan
- Pastikan gerakan serviks bebas

Pedoman keterampilan Klinik Dasar Semester V

PENILAIAN
1
2
3

Page 10

5.

Lakukan inspeksi pada Genitalia eksterna. Palpasi kelenjar


Skene dan Bartolini, amati adanya nyeri atau discharge

Lakukan pemeriksaan dengan spekulum.

7.

Cari serviks dan tahan dengan Tenaculum, bersihkan serviks dan


dinding vagina dengan antiseptik kemudian gunakan peralatan
steril

8.

Identifikasi panjang uterus dengan melakukan sounding dan


buat ukuran pada panjang lengan sepanjang uterus.

9.

Lakukan pemasangan alat IUD dari tabung inserter, IUD


hingga batang solidnya. Prosedur ini dilakukan dalam
keadaan steril

10. Pemasangan IUD:


Asepsis pada serviks dengan swab
Masukkan set IUD secara gentle ke dalam uterus hingga
mencapai pangkal lengan
Tahan batang solidnya sambil menurunkan sedikit
tabung inserter agar sayap dari IUD bisa terlepas dari
tabung
Setelah sayap terlepas, dorong tabung inserter keatas
hingga terasa adanya tahanan agar ujung IUD mencapai
fundus uteri.

Tahan tabung inserter, sambil menarik batang solid


keluar. Kemudian tarik dengan gentle tabung inserter
sambil merotasikannya bila perlu.
Gunting sisa tali yang keluar dari porsio serviks hingga
menyisakan 2-3 cm saja.

Lepaskan tenaculum dan minta pasien untuk berbaring


bila masih terasa pusing.
11. Bersihkan alat yang sudah terpakai

Pedoman keterampilan Klinik Dasar Semester V

Page 11