Anda di halaman 1dari 6

BAB III

LAPORAN KASUS
3.1

3.2

Identitas Pasien
Nama

: EN

Umur/Jenis Kelamin

: 19 Tahun/Perempuan

Pekerjaan

: Mahasiswi

Alamat

: Ateuk Pahlawan Baiturrahman

Agama

: Islam

Suku

: Aceh

Hp/no telp

: 085260330665

Nomor CM

: 1-01-45-70

Tanggal pemeriksaan

: 20 Agustus 2014

Anamnesis

Keluhan Utama
Pasien mengeluhkan gatal pada lipatan lengan kiri
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan gatal-gatal dan timbulnya plak kemerahan
pada lipatan lengan kiri sejak 2 bulan yang lalu. Awalnya muncul gelembung kecil
disertai gatal, oleh pasien digaruk, kemudian pecah dan meluas. pasien juga
mengatakan gatal bertambah apabila berkeringat.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien belum pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya.
Riwayat Pemberian Obat
Pasien pernah berobat ke Puskesmas sebelumnya dan diberikan salep
Gentamicyn dan obat untuk diminum, namun pasien lupa nama obatnya, dan
pasien juga mengatakan tidak ada perbaikan gejala klinis pada saat mengkonsumsi
obat tersebut.

Riwayat Penyakit Keluarga


Adik perempuan pasien juga mengalami keluhan dan penyakit yang sama
seperti pasien yang terdapat di daerah kaki.
Riwayat Kebiasaan Sosial
Pasien sering menggunakan handuk secara bergantian dengan adik
perempuannya dan pasien tidur di satu ranjang yang sama dengan adiknya.
Riwayat kontak dengan hewan peliharaan disangkal.
3.3

Pemeriksaan Fisik Kulit

Status Dermatologis
Regio

: Fossa Cubiti sinistra

Deskripsi Lesi : Tampak patch eritematous berbatas tegas, tepi polisiklik aktif dan
meninggi dengan bagian tengah mengalami penyembuhan ( central healing ) dan
terdistribusi secara regional.

Gambar 1. Gambaran Lesi pada Pasien. Pada regio fossa kubiti sinistra
tampak patch eritematous berbatas tegas, tepi polisiklik aktif dan meninggi
dengan bagian tengah mengalami penyembuhan ( central healing ) dan
terdistribusi secara regional.

3.4

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan mikroskopis dengan menggunakan KOH 10%.


Hasil dari pemeriksaan KOH :

Gambar 2. Pemeriksaan mikroskopik dari kerokan kulit (skuama) dengan KOH


10% menunjukkan hifa panjang dan bercabang
3.5

Resume
Pasien datang ke Poliklinik Kulit dan Kelmanin RSUDZA dengan keluhan

gatal-gatal dan timbulnya plak kemerahan pada lipatan lengan kiri sejak 2 bulan
yang lalu. Awalnya muncul gelembung kecil disertai gatal, oleh pasien digaruk,
kemudian pecah dan meluas. Pasien juga mengeluhkan gatal bertambah apabila
berkeringat. Pasien sering menggunakan handuk secara bergantian dengan adik
perempuannya dan pasien tidur di satu ranjang yang sama dengan adiknya.
Pada pemeriksaan fisik kulit pada regio fossa cubiti tampak patch
eritematous berbatas tegas, tepi polisiklik aktif dan meninggi dengan bagian
tengah mengalami penyembuhan ( central healing ) dan terdistribusi secara
regional. Pada pemeriksaan mikroskopik dari kerokan kulit (skuama) dengan
KOH 10% menunjukkan hifa panjang dan bercabang.

3.6

Diagnosis Banding
1. Tinea corporis
2. Granuloma anulare
3. Psoriasis vulgaris
4. Dermatitis seboroik
5. Kandidiasis kutis

3.7

Diagnosis Klinis
Tinea Corporis

3.8

Tatalaksana
Farmakologis
Terapi Sistemik

: Ceterizine tablet 10mg

Terapi Topikal

: Ketoconazole cream 2%, digunakan pada lesi


2 kali sehari, selama 2 4 minggu

Edukasi
1. Gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat
2. Pakaian, handuk dan seprai di rendam pada air yang mendidih
3. Mengeringkan badan sehabis mandi dan berkeringat
4. Kontrol ulang ke poli kulit
3.9

Prognosis
Quo ad vitam

: dubia ad bonam

Quo ad functionam

: dubia ad bonam

Quo ad sanactionam

: dubia ad bonam

BAB IV
ANALISA KASUS
Tinea korporis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur superfisial
golongan dermatofita, yang menyerang daerah kulit tak berambut (glabrous skin).
biasanya pada wajah, badan, lengan, dan tungkai. Pada kasus ini lesi didapatkan di
lipatan lengan tangan kiri.
Infeksi dermatofit sering dijumpai di negara dengan iklim tropis dan
subtropis, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia, dimana iklim panas
dan lembab biasanya disukai oleh infeksi tersebut dan tidak ada satupun ras yang
terbebas dari penyakit tersebut. Penyakit ini menyerang hampir seluruh umur dan
tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.
Dari hasil anmnesis pasien mengeluhkan gatal-gatal dan timbulnya plak
kemerahan pada lipatan lengan kiri. Pasien juga mengeluhkan gatal bertambah
apabila berkeringat. Pada pasien dengan tinea korporis, rasa gatal dirasakan
berbarengan dengan gejala lain dan gatal biasanya bertambah berat dengan adanya
keringat. Kelembaban yang tinggi, keringat yang berlebih dan pakaian yang ketat
merupakan faktor-faktor yang menyebabkan memberatnya gejala klinis pada
pasien. Selain itu pasien mengatakan sering menggunakan handuk secara
bergantian dengan adik perempuannya dan pasien tidur di satu ranjang yang sama
dengan adiknya. Penularan pada tinea corporis dapat terjadi secara langsung
maupun tidak langsung. Penularan secara langsung dapat terjadi karena kontak
langsung dengan individu atau hewan yang terinfeksi, sedangkan penularan secara
tidak langsung dapat tertular bila tersentuh dengan benda yang mengandung
jamur. Pada kasus ini kemungkinan pasien dapat tertular lansung dari adiknya atau
tertular dari handuk yang digunakan oleh adiknya serta seprai yang mereka
gunakan untuk tidur.
Dermatofit menginvasi jaringan tanduk dari kulit. Invasi ini terjadi pada
tempat masuknya jamur dermatofit, dan diikuti dengan penyebaran secara
sentrifugal dari tempat awal masuknya jamur. Bentuk dari cincin dari reaksi
inflamasi ini lebih jelas pada daerah kulit yang halus di bandingkan pada daerah
yang berambut.