Anda di halaman 1dari 22

10 Strategi Belajar

yang
Membuatmu
Menguasai
Materi
Tanpa
Harus
Memaksa Diri

Kontribusi dari Andre Stefanus Panggabean | Jan 29, 2015

(Artikel ini adalah kontribusi dari pembaca Hipwee. Kirimkan artikelmu di sini!)

Kegiatan bernama belajar tentu sudah kamu akrabi sedari kecil. Duduk
di depan meja belajar, berusaha menyelesaikan tugas, menghapal materi
yang akan diujikan besok, latihan dengan beragam tipe soal, sering
membuatmu harus bersabar menahan pening.
Atau tipe belajar jenis lain: ketika kamu tidak hanya harus menggunakan
otak melainkan juga anggota tubuhmu untuk menguasai sesuatu. Main
basket atau mempelajari instrumen musik, misalnya. Pertanyaannya,
apakah intensitas kita belajar sebanding dengan efektivitas metode
belajar yang kita lakukan?

Demi proses belajar yang lebih efektif dan membawa manfaat, kali ini
seorang
pembaca
yang
berkuliah
di Jurusan
Pendidikan
Dokter mengungkapkan cara belajar efektif nan cerdas khusus untukmu!

1. Perlakukan proses persiapan


belajar seperti persiapan maju
ke medan perang. Siapkan
segala
keperluan
yang
dibutuhkan, jangan sampai ada
yang ketinggalan

Lokasi belajar yang kondusif via sinmarine.mindmix.ru

Banyak orang berpikir kalau mau belajar ya tinggal belajar padahal itu
salah besar. Seperti olahraga, belajar merupakan kegiatan yang
membutuhkan energi yang lebih. Saat belajar, otak kita bekerja keras
untuk mencerna dan mempelajari yang hal-hal baru yang belum kita
kuasai. Maka itu, sebelum belajar kamu wajib mempersiapkan amunisi.
Beberapa persiapan yang dibutuhkan untuk belajar adalah lokasi, waktu,
materi, dan yang paling sulit adalah motivasi belajar. Lokasi belajar yang
terbaik adalah lokasi dengan sedikit distraksi, seperti perpustakaan atau
tempat yang hening. Hindari belajar di tempat tidur (karena rawan
godaan untuk tidur) atau tempat yang ramai, karena belajar
membutuhkan fokus yang tinggi.

Menentukan waktu terbaik untuk belajar juga tak kalah penting. Coba
identifikasi dirimu terlebih dahulu, apakah kamu termasuk tipe yang
lebih aktif pada malam hari atau pagi hari. Belajar membutuhkan tingkat
konsentrasi yang tinggi, karena itulah belajarlah pada waktu di mana
waktumu yang paling aktif.
Bekali juga dirimu dengan daftar rinci materi yang harus dipelajari saat
itu, lengkap dengan bahan yang sudah dibundel rapi.

2. Jadilah orang yang teguh hati


demi menghindar dari segala
bentuk distraksi. Khusyuknya
proses
belajarmu
akan
menentukan prestasi

Singkirkan gawaimu saat sedang belajar via itsmeamy.wordpress.com

Jauhkan sejenak hal-hal yang berpotensi menimbulkan distraksi bagi


konsentrasimu saat sedang belajar, seperti ponsel dan internet. Saya
juga menyarankan untuk tidak mendengarkan musik saat sedang
belajar, terutama musik dengan lirik. Multitasking adalah hal yang
sangat dilarang saat belajar.
Kemampuanmu fokus dan bekonsentrasi akan sangat menurun saat
belajar sambil melakukan hal-hal yang lain. Jika kamu beralasan
menggunakan musik untuk menghilangkan suara berisik di sekitarmu,

lebih baik kamu mengalah dan angkat kakilah. Cari saja tempat yang
lebih kondusif dan belajarlah di sana.
Jauhkan ponselmu karena kemungkinan besar konsentrasimu akan
teralihkan saat kamu mendengar dering ponsel, kamu jadi reflek untuk
membaca dan membalas sms. Begitu juga dengan internet, kalau bisa
dihindari atau dimatikan, karena internet akan membuatmu tegoda
untuk berselancar di dunia maya, hingga kamu menomorduakan
kegiatan belajar yang sebenarnya lebih penting.

3.
Jika
konsentrasi
susah
didapat
gunakan
teknik
Pomodoro
agar
fokusmu
terpaksa lekat

Belajar cerdas dengan teknik pomodoro via mude.nu

Teknik ini mungkin terdengar asing buatmu, namun ini sudah banyak
diaplikasikan orang-orang di luar negeri. Teknik Pomodoro merupakan
turunan dari hasil penelitian yang menemukan bahwa manusia rata-rata
bisa mencapai fokus terbaiknya selama kurang lebih 25 menit.
Penerapan teknik ini juga tidak sulit. Pertama-tama, set timer di alarmu
selama 25 menit. Nah, selama 25 menit ini, berikan fokusmu terhadap
materi pelajaran hendak kamu pelajari. Setelah 25 menit, berhentilah
sejenak, selingi dengan kegiatan lain yang bisa menyegarkan pikiranmu
selama 5-10 menit.

Saat break time ini, kamu boleh mengecek media sosial, jalan-jalan,
main game ringan, dan apa saja. Setelah itu, kembalilah untuk belajar
selama 25 menit lagi. Awalnya mungkin akan terasa susah, tetapi
cobalah untuk terus membiasakannya.

4. Triple combo agar semua


bahan cepat tercerap: baca
materi
yang
harus
kamu
pelajari
dalam
hatibaca
dengan suara keras tuliskan
ulang materi dengan tangan

Libatkan tiga inderamu sekaligus via www.got-blogger.com

Ada yang mengatakan bahwa tipe belajar manusia itu ada 3, yakni tipe
auditorial, visual, atau tipe kinestetik. Tapi faktanya adalah, semakin
banyak indera yang kita gunakan saat belajar, semakin banyak informasi
yang bisa tercerap.
Cara yang paling efektif adalah seperti ini, pertama-tama bacalah dan
pahami materi pelajarananya (visual), bacalah sambil mengucapkannya
(auditorial), lalu setelah itu tuliskan hal-hal yang kamu pelajari di buku
catatan (kinestetik).

Fakta tambahan, usahakan kamu menulis dengan tangan selama proses


belajar. Dari sebuah peneltian menunjukkan bahwa menulis dengan
tangan jauh lebih menyerap informasi daripada mengetik. Jika selama
ini kamu hanya melakukan salah satu dari 3 teknik tersebut, tak ada
salahnya kalau kamu menerapkan 3 teknik tersebut sekaligus, dan
rasakan sendiri bagaimana dampaknya untukmu.

5.
Tutup
buku
dan
lakukan recall demi mengetahui
lubang
menganga
dari
pemahanmu.
Hal
ini
akan
membantu mengetahui materi
mana yang harus kamu pelajari
ulang

Lakukan recall supaya lebih ingat via st-study.tumblr.com

Setelah selesai membaca dan mengingat materi-materi yang kamu


pelajari, cobalah untuk melakukan recall. Tutuplah bukumu dan coba
ingat semua yang telah kamu pelajari tanpa sedikitpun membukanya.
Penting untuk tidak membuka buku, karena kamu dapat masuk ke suatu
kondisi yang disebut dengan ilusi kompetensi.
Ilusi kompetensi adalah suatu kondisi di mana kamu akan merasa telah
mempelajari materi tersebut, padahal pada kenyataannya kamu belum
pernah mempelajarinya. Dalam tahap recall ini, kamu akan mengingatingat kembali apa yang telah kamu pelajari, dan berusaha mengkaitkan
pemahaman dari bagian satu ke bagian laim secara mengalir.

Pada saat recall, kamu pasti akan menemukan suatu bagian yang belum
kamu kuasai atau lupa. Setelah kamu berusaha mati-matian mengingat
tapi ternyata tidak bisa, barulah buka buku dan cari jawabannya,
kemudian ulangi kembali mulai dari awal. Recall dapat dilakukan
dengan cara berbicara pada diri sendiri, menulis, atau membuat tes
kecil-kecilan.

6. Materi yang kamu pelajari


menggunakansistem
kebut
semalam juga
akan
lenyap
dalam hitungan jam. Mencicil
materi
setiap
hari
bisa
membuatmu hidup normal di
masa ujian, tak harus seperti
zombie

Jangan terbiasa belajar SKS via woelt.nl

Percayalah, semua materi yang kamu pelajari dalam semalam akan


lenyap juga dalam semalam. Padahal kita belajar bukan semata-mata
agar lulus ujian, tapi untuk bekal masa depan.
Seorang atlet angkat besi saja tidak mungkin latihan hanya 1 hari
sebelum perlombaan. Mereka sudah latihan sejak lama dan juga sedikit
demi sedikit tiap harinya untuk membentuk otot yang diperlukan untuk
perlombaan tersebut. Begitu juga dengan otak kita.
Nah, cara agar materi-materi yang sudah kamu pelajari tidak cepat
menguap dari otakmu itu sebenarnya mudah. Belajarlah dengan cara
mencicilnya. Belajar sedikit demi sedikit tiap hari, asalkan berkualitas.
Luangkan waktu 1-2 jam tiap hari untuk mengulang materi kuliah yang

baru saja kamu pelajari tadi, kemudian luangkan sekitar 30 menit di


esok hari.
Penelitian membuktikan, mengulang-ngulang materi pada hari yang
sama termasuk cara yang tidak efektif. Jika kamu sudah menguasai
materi itu sepenuhnya pada hari itu, stop mempelajari itu. Ulangi materi
itu besoknya, dan lakukan secara rutin.

7.
Jangan
keburu
pesimis
dulu! Sesulit
apapun
materi
yang
harus
kamu
pelajari
yakinlah kalau kamu pasti bisa
menguasainya sesuai tenggat
waktu

Jangan pesimis dulu! via www.diarimukmin.com

Mungkin kamu pernah menggerutu dan mengeluh seperti ini:

Materi itu sangat tidak kusuka karena itu bukan


passionku
atau

Aku tidak terlahir untuk matematika atau ilmu sains.


Tapi sampai sekarang tidak pernah ditemukan adanya gen manusia yang
dapat mempengaruhi passion seseorang.
Sampai sekarang belum
ditemukan yang namanya gen kedokteran, gen ilmu bahasa, atau gen
kesenian.

Seseorang pernah mengatakan kepada saya, Jangan kejar passion


Anda tapi perluas passion Anda. Artinya kita bisa menjadi apapun
yang bisa kita inginkan. Anggaplah kesulitan tersebut sebagai tanda
bahwa Anda hanya perlu berjuang sedikit lebih banyak dibanding yang
lain. Ubah pikiranmu, buatlah mindset bahwa kamu pasti bisa menjadi
apapun yang kamu inginkan.

8.
Gunakan
teknik memory
palace untuk
memudahkanmu
menghafal.
Gabungan
kreativitas dan kedekatanmu
pada
objek
penghubung
membuat
proses
menghafal
terasa ringan

Gunakan

cara

menghafal

yang

cerdas

dan

memudahkanmu

via dont-

promise.blogspot.com

Kamu terkadang harus menghadapi materi yang menuntut kemampuan


menghafal tingkat tinggi. Nah, untuk menghadapinya, kamu perlu
menggunakan trik khusus agar bisa menghafal lebih mudah. Ada
beberapa cara mudah untuk menghafal sesuatu. Kamu bisa
menggunakan singkatan-singkatan atau membuat suatu memory
palace di otakmu.
Memory palace adalah sebuah teknik yang pada awalnya sulit namun
kalau sudah sering dilatih bisa diterapkan dengan mudah. Bayangkan
tempat yang sudah sangat kamu kenal, seperti rumah, kampus, atau
kamar kost. Misalkan kamu diminta untuk menghafal ini, Andi

membawa 5 butir telur, 2 pisang, 3 apel, 1 kotak susu, 1 roti, 3 potong


ayam, dan 3 gelas air putih. Jika anda menghafal per item tentunya
akan sulit.
Sekarang coba bayangkan ruang makan rumah anda, dan bayangkan di
hadapanmu ada barang-barang tersebut. Misal 5 butir telur di atas
piring, di sebelahnya ada keranjang dengan isi 2 pisang, dan 3 apel, dan
seterusnya. Kamu akan jauh lebih mudah mengingatnya. Semakin
kreatif dan semakin aneh gambaran yang kamu buat dalam pikiranmu,
semakin mudah kamu mengingatnya.

9. Saat otakmu sedang tidak


bisa fokus, itu menandakan dia
sedang berada di fasedifuse.
Jangan
memaksa
diri,
cari
kegiatan lain yang membuat
otakmu fresh kembali.

Selingi dengan kegiatan yang bisa membuatmu fresh via dont-promise.blogspot.com

Otak kita memiliki dua mode dalam pembelajaran, yaitu mode fokus dan
mode difus. Mode fokus adalah mode yang kita gunakan benar-benar
fokus dan konsentrasi penuh saat belajar. Mode difus adalah
kebalikannya. Jadi, walaupun kedua mode ini sangat bertolak belakang,
tetapi keduanya kita butuhkan secara bergantian. Inti dari mode difus
adalah membiarkan pikiran kita terbang melayang. Tapi, walaupun kita
tidak sedang menggunakan otak kita, otak kita masih tetap bekerja tanpa
kita sadari.
Misal kamu terjebak dalam suatu permasalahan matematika yang sulit
kamu pecahkan walau sedang fokus mengerjakannya. Kamu tak perlu
memaksakan otakmu utnuk memecahkan jawabannya saat itu juga,

tinggalkanlah sejenak karena otakmu sedang berada dalam fase difus.


Lakukan aktivitas apapun yang bisa mengalihkan pikiranmu dari
persoalan matematika tadi.
Setalah otakmu merasa fresh kembali, kembalilah pada permasalahan
tadi. Kamu akan merasakan bahwa tiba-tiba seperti ada ilham yang
masuk ke dalam otakmu sehingga kamu bisa memecahkan jawabannya
dengan mudah. Saat jawaban itu muncul, catatlah dengan cepat karena
pada fase difuse, karena hal-hal yang muncul tidak akan bertahan
dengan lama di dalam otak.

10.
Bungkus
kesuksesan
belajarmu dengan waktu tidur
yang
cukup.
Tidur
lelap
memberi kesempatan otakmu
melakukan konsolidasi memori,
yang membantunya menyerap
semua materi

Tiduelah yang cukup via www.quartosentido.com

Terkadang kita belajar sampai waktu tidur kita kurang, tetapi tahukah
kamu bahwa tidur yang cukup itu membuat belajarmu jadi lebih efektif?
Saat tertidur, otak menurunkan intensitas kerjanya. Penurunan
intensitas kerja ini akan memberi kesempatan terhadap otak untuk
mengkonsolidasi semua ingatan yang telah kamu ciptakan pada hari
tersebut.
Sebuah penelitian menggunakan model tikus pernah dilakukan untuk
melihat fenomena ini. Tikus tersebut diberi sebuah pelatihan, dan
dilakukan pengambilan gambar pada bagian otaknya sebelum tidur dan

sesudah tidur. Saat dibandingkan, koneksi antar neuron pada setelah


tidur ternyata bertambah lebih banyak dibanding sebelum tidur.
Ini menunjukkan bahwa kita sebenarnya bukanlah orang yang sama saat
sebelum tidur. Inti dari penelitian tersebut adalah menunjukkan bahwa
pada saat tidur, terjadi proses konsolidasi memori yang masif dan terjadi
penambahan hubungan antar sel saraf yang banyak. Nah, sudahkan
tidurmu cukup?

Itulah tadi beberap cara yang bisa kamu terapkan pada saat belajar.
Dengan menggunakan strategi belajar yang benar, kamu bisa mencerna
ilmu dengan mudah tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga dan
pikiran! Silakan mencoba dan selamat belajar dengan cerdas