Anda di halaman 1dari 11

.

BIRO ASISTENSI AGAMA ISLAM


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
SYARAT DITERIMA SYAHADAT
I. TUJUAN UMUM
Mengerti tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan aqidah yang benar yang digali
dari Al-Qur`an, As-Sunah, dalil-dalil naqli dan aqli, menanamkannya dalam jiwa, dan
membersihkannya dari bid`ah dan khurofat yang mungkin mengotorinya.
II. TUJUAN KOGNITIF
1. Memahami bahwa syahadah yang diucapkannya mesti dilandasi dengan ilmu
pengetahuan, keyakinan keikhlasan, membenarkan, mencintai, menerima dan tunduk.
III. TUJUAN AFEKTIF Dan PSIKOMOTOR
1. Menyadari bahawa kebodohan, ragu-ragu, syirik, dusta, benci, ingkar dan menolak
pelaksanaan adalah di antara sikap-sikap yang menyebabkan pernyataan syahadatain
ditolak.
2. Termotivasi untuk mendalami ajaran Islam, meyakini kebenarannya, ikhlas dalam
menjalankannya, mencintai Allah dan Rasul-Nya, menenrima dan tunduk terhadap
segala ketentuannya
3. Mengamalkan ajaran islam sebagai konsekuensi dari kalimah syahadah
4. Mampu mewujudkan sikap rela diatur oleh Allah, Rasul dan Islam dalam setiap
keadaan.
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pilihan kegiatan yang bisa diselenggarakan dalam halaqah adalah :
1.
Kegiatan Pembuka
a. Mengkomunikasikan tentang urgensi mengkaji Syarat diterima Syahadat
b. Menginventarisir tentang penomena yang berhubungan dengan tema kajian
2. Kagiatan Inti:
a. Kajian tentang makna Ilah
b. Berdikusi dan tanya jawab tema kajian ( lihat tujuan kognitif, afektif, dan
psikomotor)
c. Penekanan dari Asisten tentang nilai dan hikmah yang terkandung dalam materi
Syarat diterima Syahadat
Kegiatan Penutup:
Tugas mandiri
Evaluasi
VI. PILIHAN KEGIATAN PENDUKUNG
1. Mengadakan rihlah dan tafakkur
tentang ciptaan Allah Swt hingga dapat
membuktikan adanya pencipta dengan akalnya
2. Mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur`an yang menunjukkan pada tafakkur
3. Mengumpulkan ayat-ayat tentang pentinga mengkaji Syarat diterima Syahadat
4. Mengumpulkan hadits-hadits yang menunjukkan hal di atas
5. Menulis makalah tentang pentingnya mengkaji Syarat diterima Syahadat
Materi AAI UNS Semester 2/2012 1

BIRO ASISTENSI AGAMA ISLAM


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
6. Mengumpulkan perkataan-perkataan orang muslim dan lainnya yang obyektif tentang
pentingnya mengkaji Syarat diterima Syahadat
VII. SARANA EVALUASI DAN MUTABAAH
1.

Test akademis melalui pertanyaan, diskusi dan dialogmenggunakan


metode pencatatan untuk meyakinkan (menegaskan) tercapainya tujuan.
2. Test kemampuan untuk membandingkan sejauh mana tujuan telah tercapai.
VIII. TUJUAN TARBIYAH DZATIYYAH
1. Menjelaskan bahwa sebagai seorang mukmin hendakanya selalu berusaha untuk
menjaga syahadat kita dari futur dan melemah.
2. Menjelaskn bahwa perlu mengetahui bagaimana syahadat diterima atau ditolak.
Untuk diterimanya syahadat kita maka diperlukan beberapa persediaan misalnya
ilmu, yakin, ikhlas, shidqu, mahabbah, qobul dan amal nyata. Juga kita perlu
menolak kebodohan terhadap syahadat, keraguan, kemusyrikan, dusta,
kebencian, penolakan dan tidak beramal.
IX. MATERI
Ringkasan :
Syahadah yang diikrarkan seorang muslim tidak hanya sebagai ibadah lisan yang hanya
diucapkan. Ia juga mencakup sikap dan perbuatan. Di mana syahdah menuntut seseorang
untuk melakukan dan bersikap sesuai dengan tuntutan syahadah tersebut.
1.

Ilmu Yang Menolak Kebodohan.


Seorang yang bersyahadah mesti memiliki pengetahuan tentang syahadatnya. Ia wajib
memahami arti dua kalimat ini serta bersedia menerima hasil ucapannya. Orang yang jahil
atau bodoh tentang makna syahadatain tidak mungkin dapat mengamalkannya.
Manusia berkewajiban mempelajari pengertian dai syadahah Laa Ilaha Illa Allah.







Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan
mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan
perempuan. dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.
(Muhammad: 19).
Mereka yang bersyahadat adalah Allah, malaikat, dan orang-orang yang berilmu (para nabi
dan orang beriman).

Materi AAI UNS Semester 2/2012 2

BIRO ASISTENSI AGAMA ISLAM


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA







Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah),
yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan
yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Ali Imran: 18)
2.

Keyakinan Yang Menolak Keraguan.

Seorang yang bersyahadat mesti meyakini ucapannya sebagai suatu yang diimaninya dengan
sepenuh hati tanpa keraguan. Keyakinan membawa seseorang pada istiqomah dna mendorong
seseorang melakukan kosekuensinya, sedangkan ragu-ragu menimbulkan kemunafikan.
Iman yang benar adalah yang tidak bercampur dengan keraguan sedikitpun tentang
ketauhidan Allah.








Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman)
kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang
(berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang
benar. (Al-Hujurat: 15).
Keyakinan kepada Allah menjadikan seseorang terpimpin dalam hidayah.



Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan
perintah kami ketika mereka sabar. dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami. (As-Sajdah:
24).

Materi AAI UNS Semester 2/2012 3

3.

BIRO ASISTENSI AGAMA ISLAM


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
Keyakinan kepada Allah menuntut keyakinan kepada firman-Nya yang tertulis pada kitabkitab yang diturunkan kepada para nabi dan rasul. Allah menurunkan kitab-kitab itu sebagai
petunjuk hidup.
Di antara ciri mukmin adalah tidak ragu terhadap kebenaran kitabullah dan yakin terhadap
hari Akhir.

Alif laam miin. Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka
yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan
menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang
beriman kepada Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang
telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka
itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang
beruntung. (Al-Baqarah: 1-5).
Keikhlasan Yang Menolak Kesyirikan.
Ucapan syahadat mesti diiringi dengan niat yang ikhlas lillahi taala. Ucapan syahadat yang
bercampur dengan riya atau kecenderungan tertentu tidak akan diterima Allah. Ikhlas dalam
bersyahadat merupakan dasar yang paling penting dalam pelaksanaan syahadat.
Syahadat merupakan ibadah, karenanya harus dilakukan dengan ikhlas.

Materi AAI UNS Semester 2/2012 4

4.

BIRO ASISTENSI AGAMA ISLAM


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan
ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan
shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus. (Al-Bayyinah: 5)
Kesyirikan menghapus amal amal seseorang, betapapun banyaknya amal itu.






Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu.
"Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu
termasuk orang-orang yang merugi. (Az-Zumar: 65).
Ibadah yang tidak diniatkan dengan ikhlas tidak diterima oleh Allah Taala.

Katakanlah: Sesungguhnya Aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan
kepadaku: "Bahwa sesungguhnya tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". barangsiapa
mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh
dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (AlKahfi: 110).
As-Shidqu (benar) Yang Menolak Kejujuran.
Dalam pernyataan syahadat muslim wajib membenarkan tanpa dicampuri sedikitpun dusta
(bohong). Benar adalah landasan iman, sedangkan dusta landasan kufur. Sikap shiddiq akan
menimbulkan ketaatan dan amanah. Sedangkan dusta menimbulkan kemaksiatan dan
pengkhianatan.
Ciri-ciri taqwa adalah sikap shiddiq (jujur)

Materi AAI UNS Semester 2/2012 5

BIRO ASISTENSI AGAMA ISLAM


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA




Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka Itulah
orang-orang yang bertakwa. (Az-Zumar: 33).
Orang yang benar dan jujur syahadahnya akan terbukti dalam medan jihad dan Allah
membalas mereka, sedangkan orang-orang munafik akan mendapat siksa.











Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka
janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada
(pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya). Supaya Allah
memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa
orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah
adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab: 23-24).
Ciri kemunafikan adalah dusta.

Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,"
pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu
Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang
mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan
bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (Al-Baqarah: 8-10).
Kebenaran dan kemunafikan diuji melalui cobaan. Untuk dilihat siapa sesungguhnya yang
jujur dengan keimanannya.
Materi AAI UNS Semester 2/2012 6

5.

BIRO ASISTENSI AGAMA ISLAM


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah
beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang
yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan
sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabut: 2-3).
Sikap benar mengajak kepada kebaikan dan kebaikan membawa ke surga. Sifat dusta
mengajak kepada keburukan dan keburukan membawa ke neraka. Rasulullah bersabda,

Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebajikan dan kebajikan menunjukkan


kepada surga. Seseorang berlaku jujur sehingga ia dicatat sebagai orang jujur. Sesungguhnya
dusta menunjukkan kepada kejahatan dan kejahatan menunjukkan kepada neraka. Seseorang
berlaku dusta hingga ia ditulis sebagai pendusta. (Bukhari Muslim).
Hendaknya seorang muslim melakukan hal-hal yang sejalan dengan keyakinannya dan
meninggalkan yang meragukanmu, sesungguhnya benar itu menenangkan (hati) sedangkan
dusta itu meragu-ragukan.
Rasulullah bersabda,

Tinggalkan apa yang merugukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.


Mahabbah (Kecintaan) Yang Menolak Kebencian.

Dalam menyatakan syahadat ia mendasarkan pernyataannya dengan cinta. Cinta ialah rasa
suka yang melapangkan dada. Ia merupakan ruh dari ibadah, sedangkan syahadatain
merupakan ibadah yang paling utama. Dengan rasa cinta ini segala beban akan terasa ringan,
tuntutan syahadatain akan dapat dilaksanakan dengan mudah.
Cinta kepada Allah yang teramat sangat merupakan sifat utama orang beriman. Allah
berfirman,
Materi AAI UNS Semester 2/2012 7

BIRO ASISTENSI AGAMA ISLAM


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA









Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah;
mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. adapun orang-orang yang
beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat
zalim itu1 mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu
kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka
menyesal).
Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menyebabkan datangnya rasa manis keimanan, sabda
Rasulullah saw.,

Ada tiga perkara yang barangsiapa pada dirinya empat perkata itu akan mendapatkan
manisnya iman; agar Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada selainnya. Agar
mencintai seseorang atau membencinya karena Allah. Dan agar benci kembali kepada
kekafiran sebagaimana ia benci jika dilemparkan ke neraka. (Muttafaq Alaihi).
Seorang mukmin mendahulukan kecintaan kepada Allah, Rasul dan jihad dari kecintaan
terhadap yang lain.

1 Yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Allah.
Materi AAI UNS Semester 2/2012 8

6.

BIRO ASISTENSI AGAMA ISLAM


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA



Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu,
harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan
tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari
berjihad di jalan nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". dan
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (At-Taubah: 24),
Menerima Yang Jauh Dari Penolakan.
Muslim secara mutlak menerima nilai-nilai serta kandungan isi syahadatain. Tidak ada
keberatan dan tanpa rasa terpaksa sedikitpun. Baginya tidak ada pilihan lain kecuali
Kitabullah dan sunnah Rasul. Ia senantiasa siap untuk mendengar, tunduk, patuh dan taat
terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya.
Mukmin adalah mereka yang bertahkim (berhukum) kepada Rasul Allah dalam seluruh
persoalannya kemudian ia menerima secara total keputusan Rasul, tanpa ragu-ragu dan
kebenaran sedikitpun.

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan
kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa
dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka
menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisa: 65).
Ciri orang beriman ialah menerima ketentuan dan perintah Allah tanpa keberatan dan pilihan
lain.






Materi AAI UNS Semester 2/2012 9

7.

BIRO ASISTENSI AGAMA ISLAM


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA



Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang
mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi
mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan
rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al-Ahzab: 36).






Dan Tuhanmu menciptakan apa yang dia kehendaki dan memilihnya. sekali-kali tidak ada
pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan
(dengan Dia). (Al-Qashash: 68).
Ciri mukmin ialah mendengar dan taat terhadap Allah dan Rasul dalam seluruh masalah
hidup mereka.









Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasulNya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar,
dan kami patuh". dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (An-Nur: 51).
Pelaksanaan Yang Jauh Dari Sikap Statik atau Diam.
Syahadatain hanya dapat dilaksanakan apabila diwujudkan dalam amal yang nyata. Maka
muslim yang bersyahadat selalu siap melaksanakan ajaran Islam yang menjadi aplikasi
syahadatain. Ia menentukan agar hukum dan undang-undang Allah berlaku pada diri,
keluarga maupun masyarakatnya.
Perintah Allah untuk bekerja di jalanNya dengan perhitungan nilai kerja itu disisi Allah.

Materi AAI UNS Semester 2/2012 10

BIRO ASISTENSI AGAMA ISLAM


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA

Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin
akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui
akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu
kerjakan. (At-Taubah: 105).
Orang yang beramal shalih karena Allah, baik-laki-laki maupun perempuan akan mendapat
kehidupan yang baik dan surga Allah.

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam
keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik
dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari
apa yang telah mereka kerjakan. (An-Nahl: 97)

Materi AAI UNS Semester 2/2012 11