Anda di halaman 1dari 24

ELECTRONIC POWER STEERING

Di Susun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Chasis Otomotif


Dosen Pembimbing : Drs. C. Sudibyo, M.T.

Oleh :
JOKO RIYANTO
K2512047

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT , karena berkat rahmat dan


hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah chasis otomotif
yang membahas tentang electronic power steering dengan baik dan
sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan .
Ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah
chasis otomotif, yang telah membimbing saya dalam penyelesaian
makalah ini.
Makalah

ini

disusun

dalam

upaya

menunjang

serta

meningkatkan proses belajar mengajar , sehingga diharapkan


mencapai hasil yang maksimal .
Demikian makalah ini saya susun dengan sebaik mungkin.
Semoga bermanfaat untuk kita semua . Mohon maaf apabila
terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini ,
untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dalam upaya meningkatkan mutu makalah saya selanjutnya .

Surakarta, 3 November 2014

DAFTAR ISI
Halaman Judul..................................................................................... i
Kata Pengantar................................................................................... ii
Daftar
Isi .........................................................................................................
...............iii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang.................................................................................... 1
Rumusan Masalah...............................................................................1
Tujuan................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A
B
C
D
E
F
G
H

Pengertian power steering........................................................3


Fungsi power steering..............................................................3
Jenis jenis power steering.........................................................4
Sejarah electronic power steering............................................4
Electronic power steering.........................................................6
Komponen electronic power steering.......................................7
Jenis electronic power steering.................................................8
Cara kerja electronic power steering
.................................................................................................
10
Keunggulan electronic power steering
.................................................................................................
13
Kelemahan electronic power

steering.............................................................15
K Pemeriksaan...............................................................................
......................15

BAB III PENUTUP


A Simpulan
.................................................................................................
20
B Saran
.................................................................................................
21

DAFTAR PUSTAKA
............................................................................................................
22

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG
Pada era sekarang ini perkembangan ilmu pengetahun dan

teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Banyak dilakukan


pengembangan

dan

penelitian

dalam

berbagai

bidang

ilmu

pengetahuan dan teknologi.


Perkembangan teknologi transportasi sangat cepat terutama
dalam bidang otomotif. Pada saat ini inovasi dalam otomotif semakin
memanjakan pemakai, dengan adanya terobosan teknologi yang
terbaru harus mampu memenuhi tuntutan pemakai (konsumen). Hal
ini membuat pemakai lebih mudah, aman dan nyaman.sehingga para
konsumen akan merasa puas dari keindahan kendaraan baik dari
bagian

eksterior

maupun

bagian

interiornya.

Selain

itu

juga

disertakan perangkat keamanan dan kenyamanan yang lengkap,


yang akan berfungsi optimal, meliputi : rem, suspense, kemudi dan
lain sebagainya.
A. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat ditarik rumusan masalah
sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Apa pengertian power steering?


Apa saja fungsi power steering?
Apa saja jenis power steering?
Apa saja komponen dari electronic power steering?
Apa saja jenis electronic power steering?
Bagaimana cara kerja electronic power steering?
Apa keunggulan electronic power steering?
Apa kelemahan electronic power steering?
Bagaimana pemeriksaan electronic power steering?

B. TUJUAN

Tujuan dari penulisan makalah tentang electronic power steering ini


adalah:
1.
2.
3.
4.

Untuk mengetahui apa itu power steering.


Untuk mengetahui fungsi dari power steering.
Untuk mengetahui jenis-jenis power steering.
Untuk mengetahui komponen-komponen yang

5.
6.
7.
8.
9.

electronic power steering.


Untuk mengetahui jenis-jenis electronic power steering.
Untuk mengetahui cara kerja electronic power steering.
Untuk mengetahui keunggulan electronic power steering.
Untuk mengetahui kelemahan electronic power steering.
Untuk mengetahui pemeriksaan pada electronic power
steering.

BAB II
PEMBAHASAN

ada

pada

Sistem EPS (ELEKTRONIK POWER STEERING)


Elektronik Power Steering merupakan sistem yang membantu
pengoperasian stering waktu dibelokkan dengan menggukan motor
listrik, dipakai pada kendaraan sedang dan kecil.
Identifikasi Komponen Sistem EPS
Seperti halnya pada power steering hidrolik yang berfungsi untuk
meringankan tenaga untuk memutar steering wheel, Elektronik
Power Steering tidak lagi menggunakan hidrolik sebagai power tetapi
menggunakan motor DC yang dikontrol secara elektrik, dengan
demikian dibandingkan dengan Hydraulic Power Steering memiliki
beberapa kelebihan antara lain :
Kehilangan tenaga mesin sangat kecil
Konsumsi bahan bakar lebih irit
Lebih ringan dan kompak
EPS bekerja berdasarkan kecepatan kendaraan
Mudah dalam pemeriksaan
Lebih aman
Komponen-komponen utama
lain:

Elektronik Power Steering antara

Gambar 24.1 Komponen EPS


Keterangan :
1. Kontrol Unit EPS
2. Sensor Kecepatan Kendaraan
3. Sensor Torque
4. Motor Power dan kopling
5. Gigi kemudi
6. Baterai
7. Sinyal putaran mesin
a. Kontrol Unit/Control Module
Komponen ini adalah bagian terpenting dari sistem kontrol
elektronik, selain fungsi utamanya sebagai pengontrol tenaga dan
arah putaran motor, juga dilengkapi dengan Onboard Diagnostic
System.

Gambar 24.2

Control Module

b. Sensor Kecepatan / VSS


Berfunsi mendeteksi kecepatan kendaraan, biasanya dipasang
pada transmisi. VSS akan membangkitkan sinyal secara proposional
tergantung kecepatan kendaraan yang selanjutnya sinyal tersebut
akan dikirim ke speedometer dan control modul.

Gambar 24.3

Sensor VSS

c. Sensor Torque
Berfungsi mendeteksi besarnya gaya yang dibutuhkan serta arah
gerakan steering wheel, yang dikonversikan menjadi sinyal tegangan
listrik untuk dikirim ke control modul.

Cara kerja Sensor Torque :


1). Saat posisi stir lurus
Pada posisi stir tidak diputar/lurus maka tidak terjadi puntiran
pada torque bar sehingga tidak terjadi penyimpangan putaran antara
input shaft dengan output shaft maka slider diam dan steel ball
ditengah dan tidak menyebabkan lever potensiometer bergerak
(tidak ada perubahan nilai resistan potensiometer)

Gambar 24.4 Torque posisi lurus


2). Saat stir diputar kekanan/kekiri
Apabila stir diputar akan menyebabkan puntiran pada torque bar
sehingga terjadi penyimpangan antara input shaft dan output shaft
maka slider bergerak keatas atau ke bawah, arah gerakan ini
menyebabkan lever potensiometer bergerak dan akan merubah nilai
resistansi yang akan dikirimkan ke kontrol modul.

Gambar 24.5 Torque posisi belok


d. Motor dan kopling
Motor DC dipasangkan pada steering column terdiri dari sebuah
worm gear, sebuah kopling elektromagnetik dan sebuah motor DC.
Putaran

motor

diteruskan

elektromagnet-reduction gear.

ke

output

shaft

melalui

kopling

Gambar 24.6

Motor dan Kopling

e. Gigi kemudi/steering colum

Gambar 24.7 Gigi kemudi


f. Baterai
Merupakan sumber tegangan untuk mensuplai arus ke sistem
EPS
e. Sinyal putaran
Sinyal putaran yang diambilkan dari ignation coil melalui noise
suppresor memberikan informasi ke kontrol modul mesin berputar
atau tidak.

Gambar 24.8 Sensor putaran

24.1.2

Diagnosa dan Perbaikan Kerusakan EPS

Bila

terjadi

kerusakan

pada

sistem

kelistrikan

atau

pada

komponen elektronik atau sensor dapat dideteksi dengan kedipan


lampu indikator EPS yang terdapat pada instrumen panel.

Gambar 24.9 Lampu indikakator EPS


Prosedur untuk diagnosa dengan menggunakan lampu indikator
pada dashboard :
a. Carilah monitor coupler
b. Hubungkan kabel termnal A dan B pada monitor coupler
c. Putar steering kekanan dan kekiri dan tarik rem parkir.
d. Start mesin
e. Bila terjadi kerusakan akan ditunjukkan oleh kedipan lampu
indikator pada dashboar.
f.

Setelah tahu jumlah kedipan lihat kode kedipan pada buku


manual, maka kerusakan pada sistem EPS akan nampak.

Tabel 24.1 Kode kerusakan EPS (Susuki Karimun)

Hal-hal yang perlu diperhatikan :


a. Kode kerusakan akan ditampilkan dari yang terkecil.
b. Kode kerusakan akan tersimpan di memori control module, sehingga setelah
perbaikan pastikan direset dengan cara melepas baterai.
c. Kode kerusakan 22 akan ditunjukkan pada saat ignation swicth ON
A. JENIS-JENIS EPS
EPS mempunyai 2 jenis yaitu :
1. Fully Electric, secara langsung gerakan kemudi dibantu oleh motor elektrik,
yang letaknya tidak menempel pada mesin melainkan pada steering column.
Artinya motor listrik bekerja langsung dalam membantu gerakan kemudi.
Baik yang letaknya menempel pada batang kemudi, seperti pada Toyota Yaris
dan Vios. Juga yang letaknya menempel pada rack steer seperti Honda Jazz,
Suzuki Karimun dan Swift.

2. Semi Electric, motor elektrik sebagai pendorong sistem hidraulik dan masih
memerlukan minyak agar gerakan kemudi menjadi ringan, letaknya juga
telah tidak menempel di mesin.

Dalam sistem ini, motor elektrik sebagai pendorong sistem hidraulik , dan
masih dibantu tekanan minyak agar gerakan kemudi menjadi ringan,
letaknya juga telah tidak menempel di mesin. Umumnya digunakan pada
mobil eropa atau mobil lama yg masih menggunakan kerja hidrolik sebagai
sistem utama penggerak power steering ini. Pada semi electric, putaran
motor elektrik hanya dimanfaatkan untuk mendorong hidraulis. Fungsi ini
sebagai pengganti power steering pump yang menempel di mesin dan
diputar oleh sabuk van belt. Letaknya tidak menempel pada mesin dan masih
mengandalkan minyak untuk meringankan gerak setir melalui selang tekan
dan selang balik dari minyak. Contoh mobil yang menggunakan jenis EPS ini
adalah Mercedes Benz A-Class, Chevrolet Zafira. Dalam semi electric, putaran
motor elektrik hanya dimanfaatkan untuk mendorong hidraulis. Ini sebagai
pengganti pompa power steering yang menempel di mesin dan diputar oleh
sabuk V-belt. Misalnya seperti pada Chevrolet Zafira dan Mercedes Benz AClass. Perangkat EPS yang digunakan tentunya tidak lagi menempel pada
mesin. Namun masih mengandalkan minyak untuk meringankan gerak setir.
Biasanya perangkat ini juga masih menggunakan slang tekan dan slang balik
dari minyak.

B. CARA KERJA EPS

Cara kerja Sistem Electric Power Steering (EPS) :


1. Setelah kunci diputar ke posisi ON, Control Module memperoleh arus listrik
untuk kondisi stand-by. Seketika itu pula, indikator EPS pada panel
instrumen menyala.
2. Begitu mesin hidup, maka Noise Suppressor segera menginformasikan pada
Control Module untuk mengaktifkan motor listrik dan clutch pun langsung
menghubungkan motor dengan batang setir.
3. Torque Sensor Salah satu sensor yang terletak pada steering rack bertugas
memberi informasi pada Control Module ketika setir mulai diputar. Dan
mengirimkan informasi tentang sejauh apa setir diputar dan seberapa cepat
putarannya.
4. Dengan dua informasi itu, Control Module segera mengirim arus listrik
sesuai yang dibutuhkan ke motor listrik untuk memutar gigi kemudi. Dengan
begitu proses memutar setir menjadi ringan.
5. Vehicle Speed Sensor bertugas menyediakan informasi bagi control module
tentang kecepatan kendaraan. Pada kecepatan tinggi, umumnya dimulai
sejak 80 km/jam, motor elektrik akan dinonaktifkan oleh Control Module.
Dengan begitu setir menjadi lebih berat sehingga meningkatkan safety. Jadi
sistem EPS ini mengatur besarnya arus listrik yang dialirkan ke motor listrik
hanya sesuai kebutuhan saja.

Selain mengatur kerja motor elektrik berdasarkan informasi dari sensor, Control
Module juga mendeteksi jika ada malfungsi pada sistem EPS. Lampu indikator EPS
pada panel instrument akan menyala berkedip tertentu andai terjadi kerusakan.
Selanjutnya ia juga menonaktifkan motor elektrik dan clutch akan melepas
hubungan motor dengan batang setir. Namun karena sistem kemudi yang
dilengkapi EPS ini masih terhubung dengan setir via batang baja, maka mobil masih
dimungkinkan untuk dikemudikan. Walau memutar setir akan terasa berat seperti
kemudi tanpa power steering.
Prinsip kerja EPS jenis flow control :
1. Saat belok kiri
Pada kecepatan tinggi, oli dari rotary valve mengalir ke solenoid valve melalui
lubang bawah (port B) dan keluar melalui lubang atas (port A) dan mengalir
ke ruang yang ada pada piston. Pada saat tersebut piston terdorong kembali
oleh gaya pegas yang ada yang mengalahkan gaya solenoid plunger. Oli
mengalir melalui ruang antara piston dan dinding sampingnya. Kemudian oli
mengalir kembali ke dalam rotary valve dan terakhir dikeluarkan ke dalam
reservoir melalui lubang keluar antara rotary valve dan torsion bar. Oleh
karena itulah, tekanan oil pump tidak berpengaruh pada steering effort.
Begitu kecepatan kendaraan berkurang, lubang yang ada pada piston
terhubung ke lubang bawah (port B) secara perlahan akan menutup karena
tekanan oli yang dihasilkan oleh oil pump dikirim ke left cylinder chamber.
Sehingga steering effort akan berkurang.
2. Saat belok Kanan
Pada saat kecepatan kendaraan tinggi,olei lewat melalui rotary valve dan
masuk ke dalam solenoid valve melalui lubang atas (port A) dan keluar
melalui lubang bawah (port B) mengalir ke ruang yang ada pada piston. Pada
saat tersebut piston terdesak kembali oleh gaya pegas yang mengalahkan
solenoid plunger. Oli mengalir melalui ruang antara piston dan dinsing
samping. Kemudian oli mengalir
kembali ke dalam rotary valve dan terakhir dikeluarkan ke reservoir melalui
lubang pembauangan antara rotary valve dan torsion bar. Oleh karena itulah,
tekanan oil pump tidak mempengaruhi steering effort. Begitu kecepatan
kendaraan berkurang, lubang yang ada pada piston yang terhubung ke

lubang bawah (port B) secara perlahan akan menutup ketika tekanan yang
dihasilkan dari oil pump dikirim ke right cylinder chamber. Sehingga steering
effort berkurang.
Prinsip kerja electronic power steering jenis reaction :
1. Saat parking, kecepatan rendah
Saat parking mengalami beberapa prinsip kerja dalam sistem Electric Power
SteeringJenis Reaction control, antara lain:

EPSCM mensuplai arus maksimal (sekitar 1A) ke PCV solenoid

PCV solenoid mendapat arus dan solenoid rod mendorong PCV spool ke
kanan

Tekanan oli dari pompa tidak bisa mengalir ke reaction chamber

karena PCV spool menutup lubang dari oil pump yang ada pada PCV
spool guide

Reaction plunger tidak berberak sehingga steering effort menjadi


ringan.

2. Saat kecepatan sedang


Saat dalam posisi sedang, maka keccepatan menjadi tinggi Pada saaty posisi
ini

mengalami

beberapa

prinsip

kerja

dalam

sistem

Electric

Power

SteeringJenis Reaction control, antara lain:

Arus output dari EPSCM ke PCV Solenoid berkurang. Gaya tekan oleh
solenoid rod juga berkurang. Dan gaya return spring menekan PCV
spool back.

Tekan pompa melalui lubang yang ada pada PCV spool guide dikirim ke
reaction plunger menekan steering input shaft.

Pada saat tersebut, gaya reaksi oleh reaction plunger dikirim ke input
shaft. Proses ini menahan steering sehingga steering effort menjadi
berat.

C. KEUNGGULAN EPS
EPS tidak hanya melakukan fungsi power steering biasa, namun juga bisa
mengontrol tekanan hydraulic pressure yang bereaksi berdasarkan counter-force
plunger yang ada pada gear box tetapnya di dalam input shaft, oleh karena itulah
karakteristik steering effort vs. tekanan hydraulic bervariasi tergantung dari

kecepatan kendaraan untuk memberikan karakteristik kemudi yang optimal pas


dengan kecepatan kendaraan dan kondisi kemudi.
1. Pada saat mobil dalam keadaan stationer dan berjalan lambat putaran
kemudi ringan.
2. Pengaturan steering effort berdasarkan kecepatan kendaraan.
3. Pada kecepatan sedang dan cepat, steering effort akan bertambah untuk
menambah kestabilan dan kenyamanan kemudi.
4. Pada kecepatan sedang dan cepat, ketika posisi kemudi berada atau
mendekati posisi netral, fungsi reactionary plunger akan menambah
steering effort agar kemudi lebih stabil.
5. Ketika kendaraan melewati jalan yang rusak pada kecepatan sedang dan
cepat, meskipun ada rintangan besar dari permukaan jalan, namun tidak
akan mempengaruhi arah control kemudi, karena tekanan ouput hydraulic
untuk

steering

effort

menjadi

tinggi

sama

seperti

power

steering

konvensional.
6. Sistem ini mempunyai fungsi fail-safe sehingga meskipun sistemnya
elektrikal, temasuk control unit dan sensors, namun karakteristik power
steering normal masih bisa di dapat.
7. EPS Lebih efisien, dengan tidak adanya pompa yang digerakkan oleh mesin
maka secara otomatis beban mesin berkurang sehingga konsumsi bahan
bakar akan lebih efisien.
8. EPS tidak memerlukan perawatan atau penggantian komponen secara
berkala, hanya perlu dicek secara fisiknya dari kotoran dan kekencangan
sambungan kabelnya saat melakukan perawatan berkala kendaraan. EPS
didesain tidak mudah rusak karena sudah tidak menggunakan komponenkomponen seperti pada sistem hidraulik power steering (HPS).
9. Pengaturan

putaran

motor

sesuai

dengan

gerak

kemudi

dan

tidak

membebani mesin, sehingga putaran kemudi menjadi lebih responsif dan


konsumsi bahan bakar menjadi irit.
10.Diagnosa kerusakan pada EPS dilengkapi dengan indikator malfungsi
(bentuk kemudi dilengkapi tanda seru). Dalam kondisi normal saat kunci

kontak ON lampu indikator akan menyala dan akan mati sesaat mesin
hidup. Saat terdapat malfungsi pada sistem ini, indikator akan menyala saat
mesin hidup. Tetapi tidak perlu khawatir dalam kondisi ini mobil masih bisa
jalan sampai ke bengkel terdekat, untuk selanjutnya dilakukan diagnosa di
bengkel untuk diketahui kerusakannya.
D. KELEMAHAN
1. Biaya perbaikan mahal, karena bila sudah ada komponen yang rusak
maka tak bisa servis per komponen, mesti beli satu set utuh.
2. Sebagai komponen yang relatif tanpa perlu lagi melakukan perawatan.
Umumnya sebatas melakukan perawatan pada komponen luar rangkaian
motor elektrik. Pasalnya, parts pengganti seperti dinamo, sensor dan
komponen kecil lainnya belum dijual di pasaran. Jika terjadi kerusakan,
umumnya harus mengganti satu rangkaian. Misalnya model steer column
yang tergabung dengan dinamo atau dengan racksteer.
3. Dalam Electric power bekerja dalam keadaan berputar, bila tiba-tiba
dipaksa untuk berhenti karena beban melebihi, sekring pengaman akan
putus. Gerakan akan berhenti. Untuk menghidupkan kembali memerlukan
persiapan lebih lama untuk memulainya, disamping harus mengurangi
beban.

BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Electronic power steering (EPS) merupakan salah satu teknologi dibidang
otomotif yang sangat memberikan kemudahan bagi para pengguna kendaraan.
Teknologi

ini

membantu

meringankan

putaran

kemudi

yang

bertujuan

meningkatkan efisiensi kerja kendaraan dengan melakukan perubahan proses kerja


power steering. Perubahan ini mengalihkan sistem hidraulis ke elektrik.
Komponen EPS :
1. Control Module

2. Motor elektrik
3. Vehicle Speed Sensor
4. Torque Sensor
5. Clutch
6. Noise Suppressor
7. On-board Diagnostic Display
Jenis-jenis EPS :
1. Fully Electric
2. Semi Electric
Pada mobil dengan menggunakan full electric power steering atau EPS,
perawatan tidak serumit pada power steering semi hidrolik atau hidrolik karena
komponen komponen power steering semua menggunakan sistem elektric dan
dikontrol dengan komputer sehingga akan lebih mudah mendeteksi kerusakan
karena komputer akan menampilkan sinyal jika EPS ini bermasalah, biasanya
kerusakan pada EPS tidak bisa diperbaiki (sulit) akan tetapi diganti komponen yang
rusak. Meskipun mobil sudah menggunakan EPS akan tetapi ke lima kebiasaan
diatas juga perlu dipertimbangkan agar EPS mobil tidak mudah rusak seperti
buruknya kaki mobil, tekanan ban, dan yang lain.
Pada mobil dengan menggunakan full electric power steering atau EPS,
perawatan tidak serumit pada power steering semi hidrolik atau hidrolik karena
komponen komponen power steering semua menggunakan sistem elektric dan
dikontrol dengan komputer sehingga akan lebih mudah mendeteksi kerusakan
karena komputer akan menampilkan sinyal jika EPS ini bermasalah, biasanya
kerusakan pada EPS tidak bisa diperbaiki (sulit) akan tetapi diganti komponen yang
rusak. Meskipun mobil sudah menggunakan EPS akan tetapi ke lima kebiasaan
diatas juga perlu dipertimbangkan agar EPS mobil tidak mudah rusak seperti
buruknya kaki mobil, tekanan ban, dan yang lain.
B. SARAN

Dalam penggunaan electronic power steering maka harus diperhatikan


karena komponen yang rusak sulit untuk diperbaiki, salah satu jalan yaitu diganti
dengan yang baru. Dan biaya penggantinya mahal.

DAFTAR PUSTAKA
http://riwadgalang.blogspot.com/2012/06/power-steering.html

(diakses pada 24

September 2014 )
http://bongkarpasangmotor.blogspot.com/2013/05/power-steering-electric.html
(diakses pada 3 Nopember 2014 )

http://www.mobilku.org/2013/01/perawatan-mobil-merawat-power-steering.html
(diakses pada 24 September 2014 )
http://www.liektoyota.com/2011/12/electric-power-steering-eps-sistem-kemudi-lebihresponsif/ (diakses pada 24 September 2014 )
http://famolahx.blogspot.com/2011/06/teknologi-electric-power-steeringeps.html
(diakses pada 24 September 2014 )
http://www.alpensteel.com/article/114-101-energi-terbarukan--renewableenergy/2208--sistem-perubahan-proses-kerja-power-steering(diakses pada 24 September 2014 )
http://alex-suzuki.blogspot.com/2010/03/electronic-power-steering-epsmerupakan.html (diakses pada 24 September 2014 )
http://mobilkota.com/cara-kerja-electric-power-steering/
(diakses pada 24 September 2014 )