Anda di halaman 1dari 2

Etiologi

Penyebab penyakit lupus masih belum diketahui, tetapi sistem imun terlihat sebagai
faktor mediator terjadinya penyakit tersebut (Delafuente, 2002).
Penyebab lupus dapat dikategorikan menjadi 3 bagian :
1. Faktor Genetik
Orang yang mempunyai riwayat keluarga dengan lupus memiliki 3-10% resiko
menderita penyakit tidak terbatas hanya Lupus, tapi juga penyakit autoimun
lainnya. Pada kembar identik, resiko lupus meningkat menjadi 25% pada saudara
kembar pasien yang menyandang Lupus.
2. Hormon
Perbandingan penderita lupus wanita : pria yaitu 9 : 1. Sebagian penyandang
wanita adalah yang masih dalam usia produktif. Estrogen terbukti sebagai hormon
yang mempengaruhi aktifnya lupus dalam penelitian pada hewan baik secara
invitro maupun invivo. Sehingga harus benar-benar dipertimbangkan diberikan
terapi hormon dan alat kontrasepsi yang mengandung estrogen pada Odapus.
3. Lingkungan
Beberapa faktor lingkungan diduga berperan kuat dalam mencetuskan Lupus,
diantaranya adalah :
a. Infeksi
Beberapa infeksi diduga menyebabkan lupus, salah satu penyebab terkuat
adalah EBV (Epstein-Barr Virus), virus penyebab demam kelenjar
(mononukleosis). Sebagian orang Odapus tercatat pernah terifeksi virus ini
dalam riwayat penyakitnya.
b. Zat kimia beracun
Beberapa penelitian membuktikan bahwa paparan terhadap zat kimia dan
racun termasuk pekerjaan yang berhubungan dengan silika.
c. Merokok
Merokok telah terbukti berhubungan dengan munculnya lupus. Merokok juga
meningkatkan resiko penyakit autoimun yang lain.
d. Sinar Matahari
Papran terhadpa ultraviolet yang tingi telah terbukti menyababkan perburukan
manifestasi lupus. Yaitu menyebabkan timbulnya ruam kulit dan munculnya
gejala lupus pada organ yang lainnya. Cara menanggulangi adalah dengan
menggunaa tabir surya dan menghindari sinar matahri secara langsung.
SLE juga dapat diinduksi oleh obat tertentu khususnya pada asetilator lambat yang
mempunyai gen HLA DR-4 menyebabkan asetilasi obat menjadi lambat, obat banyak
terakumulasi di tubuh sehingga memberikan kesempatan obat untuk berikatan dengan
protein tubuh. Hal ini dianggap sebagai benda asing oleh tubuh, sehingga tubuh
membentuk kompleks antibodi antinuklear (ANA) untuk menyerang benda asing
tersebut (Herfindal et al., 2000).
Makanan seperti wijen (alfafa sprouts) yang mengandung asam amino L-cannavine
dapat mengurangi respon dari sel limfosit T dan B sehingga dapat menyebabkan SLE
(Delafuente, 2002).

Infeksi virus dan bakteri dapat menyebabkan perubahan pada sistem imun dengan
menyebabkan peningkatan antibodi sehingga mengaktivasi sel B limfosit nonspesifik
yang akan memicu terjadinya SLE (Herfindal et al., 2000).