Anda di halaman 1dari 12

HAK DAN KEWAJIBAN

KARYAWAN
Oleh :

Diah Anugrah Sharasanti

INDIKATOR

HAK & KEWAJIBAN PERUSAHAAN


TERHADAP KARYAWAN
Perusahaan

tidak boleh
mempraktekkan diskriminasi
Perusahaan harus menjamin
kesehatan dan keselamatan kerja
Kewajiban memberi gaji yang adil
Perusahaan tidak boleh
menghentikan karyawan dengan
semena mena

PERUSAHAAN TIDAK BOLEH


MEMPRAKTEKKAN DISKRIMINASI
(1)

Diskriminasi baru terhapus betul bila suatu


negara semua warganya mempunyai hak yang
sama dan diperlakukan dengan cara yang sama
puila. Diskriminasi timbul biasanya disertai
dengan alasan yang tidak relevan

PERUSAHAAN HARUS MENJAMIN


KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
(2)

Keselamatan kerja bisa terwujud bilamana tempat kerja itu


aman, bebas dari resiko terjadinya kecelakaan yang
mengakibatkan si pekerja cedera atau bahkan mati.
Hampir semua negara modern mempunyai peraturan hukum
guna melindungi keselamatan dan kesehatan kaum
pekerja. Dalam hal ini peraturan hukum disemua negara belum
tentu sama dan belum tentu memuaskan. Terlepas dari aturan
hukum para ajikan tidak bebas dari kewajiban tetapi terikat
dengan alasan-alasan etika.
Keselamatan dan kesehatan pekerja tidak pernah boleh
dikorbankan untuk kepentingan ekonomis. Resiko memang
tidak selalu bisa dihindari, tetapi harus dibatasi sampai
seminimal mungkin, walaupun upaya itu bisa mengakibatkan
biaya produksi bertambah. Selain itu si pekerja harus menerima
resiko itu dengan b ebas, setelah lebih dahulu ia diberikan ekstra
untuk mengimbangi resiko, baik dalam gaji langsung maupun
asuransi khusus.

KEWAJIBAN MEMBERI GAJI YANG


ADIL
PERUSAHAAN TIDAK BOLEH (3)

Upah yang adil adalah sesuai prestasi hal ini ditinjau dari
majikan. Tetapi bila ditinjau dari pekerja upah yang adil
adalah yang sesuai kebutuhan ekerja dan keluarganya.
Menurut Thomas Garrett dan Richard Klonoski berpendapat
supaya upah adil yang perlu dipertimbangkan:

1.

Peratuaran hukum, misalnya adaUMR, bila perusahaan memberi


upah di bawah UMR berarti tidak etis.

2.

Upah yang lazim dalam sektor industri untuk daerah tertentu.

3.

Kemampuan perusahaan.

4.

Sifat khusus pekerjaan tertentu.

5.

Perbandingan dengan upah / gaji lain dari perusahaan.

6.

Perundingan upah / gaji yang lain.

PERUSAHAAN TIDAK BOLEH


MENGHENTIKAN KARYAWAN DENGAN
SEMENA MENA (4)

1.
2.
3.

Ada beberapa kriteria pemberhentian


karyawan biasa dilakukan:
majikan hanya boleh memberhentikan karena
alasan yang tepat
majikan harus berpegangan pada prosedur yang
semestinya.
Majikan harus membatasi akibat negatif bagi
karyawan samapai seminimal mungkin.

HAK & KEWAJIBAN KARYAWAN TERHADAP


PERUSAHAAN

Kewajiban
Kewajiban

Ketaatan

Konfidensialitas
Kewajiban Loyalitas

KEWAJIBAN KETAATAN (1)

Karyawan harus taat kepada atasannya di perusahaan


khususnya dalam kaitannyadengan pekerjaan
diperusahaan.

Tetapi walau begitu karyawan tidak perlu dan malah tidak


boleh :

Mematuhi perintah yang menyuruh dia melakukan


sesuatu yang tidak bermoral Misalnya : penipuan,
membunuh musuh dll.
Karyawan tidak wajib mematuhi perintah yang tidak
wajar yaitu perintah yang tidak diberikan demi
kepentingan perusahaan. Contoh : menyuruh bawahan
merenovasi rumah atasan
Karyawan tidak perlu mematuhi perintah yang tidak
sesuai job discription

KEWAJIBAN
KONFIDENSIALITAS (2)

Yaitu kewajiban untuk menyimpan informasi


yang bersifat rahasia yang telah diperoleh
dengan menjalankan suatu profesi. Contoh :
dokter, psikolog, pengacara, pendeta, ulama,
akuntan Kewajiban kerahasiaan tidak saja
berlaku selama karyawan bekerja di perusahaan,
tetapi berlangsung terus setelah ia pindah kerja.
Yang termasuk rahasia perusahaan contohnya
teknik memroduksi suatu produk, program
komputer, kenangan perusahaan, hasil
penelitian dll.

KEWAJIBAN LOYALITAS (3)

Kewajiban loyalitas merupakan konsekuensi dari


status seseorang sebagai karyawan perusahaan. Karyawan
harus mendukung tujuan-tujuan perusahaan, karena
sebagai karyawan ia melibatkan diri untuk turut
merealisasikan tujuan - tujuan tersebut,ia harus
menghindari apa yang bisa merugikan kepentingan
perusahaan. Karyawan tersebut berarti melakukan
kewajiban loyalitas. Faktor pengganggu loyalitas
adalah konflik kepentingan pribadi dan perusahaan
Contoh : perbuatan yang tidak etis berhubungan dengan
kewajiban loyalitas adalah seorang pekerja perusahaan
kecap dirumah (sorehari) membuat kecap sendiri dengan
formula perusahaan dan dijual dengan harga lebih murah

MENEMUKAN KEHARMONISAN
HUBUNGAN ANTARA PERUSAHAAN &
KARYAWAN