Anda di halaman 1dari 25

BAB III

Virtual Private Network (VPN)

3.1 Virtual Private Network (VPN)


Virtual Private Network (VPN) adalah sebuah teknologi komunikasi yang
memungkinkan untuk dapat terkoneksi ke jaringan public dan menggunakannya
untuk dapat bergabung dengan jaringan local. Dengan cara tersebut maka akan
didapatkan hak dan pengaturan yang sama seperti halnya berada didalam LAN itu
sendiri, walaupun sebenarnya menggunakan jaringan milik public.
Virtual Private Network (VPN) dapat terjadi antara dua end-system atau
dua komputer atau antara dua atau lebih jaringan yang berbeda.Virtual Private
Network (VPN) dapat dibentuk dengan menggunakan teknologi tunneling dan
enkripsi. Koneksi Virtual Private Network (VPN) dapat terjadi pada semua layer
pada protocol OSI, sehingga komunikasi menggunakan Virtual Private Network
(VPN) dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Dengan demikian, Virtual
Private Network (VPN) dapat dikategorikan sebagai infrastruktur WAN alternatif
untuk mendapat koneksi point to point pribadi antara pengirim dan penerima. Dan
dapat dilakukan dengan menggunakan media apa saja, tanpa perlu media leased
line atau frame relay.

Gambar 3.1 Ilustrasi VPN

18

3.1.1 Fungsi Utama Virtual Private Network (VPN)


Virtual Private Network (VPN) menyediakan tiga fungsi utama untuk
penggunanya. Ketiga fungsi utama tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Confidentially (Kerahasiaan)
Dengan digunakannnya jaringan publik yang rawan pencurian data, maka
teknologi Virtual Private Network (VPN) menggunakan sistem kerja dengan cara
mengenkripsi semua data yang lewat melauinya. Dengan adanya teknologi
enkripsi tersebut, maka kerahasiaan data dapat lebih terjaga. Walaupun ada pihak
yang dapat menyadap data yang melewati internet bahkan jalur Virtual Private
Network (VPN) itu sendiri, namun belum tentu dapat membaca data tersebut,
karena data tersebut telah teracak. Dengan menerapkan sistem enkripsi ini, tidak
ada satupun orang yang dapat mengakses dan membaca isi jaringan data dengan
mudah.
2. Data Intergrity (Keutuhan Data)
Ketika melewati jaringan internet, sebenarnya data telah berjalan sangat
jauh melintasi berbagai negara. Pada saat perjalanan tersebut, berbagai gangguan
dapat terjadi terhadap isinya, baik hilang, rusak, ataupun dimanipulasi oleh orang
yang tidak seharusnya. Pada Virtual Private Network (VPN) terdapat teknologi
yang dapat menjaga keutuhan data mulai dari data dikirim hingga data sampai di
tempat tujuan.
3. Origin Authentication (Autentikasi Sumber)
Teknologi Virtual Private Network (VPN) memiliki kemampuan untuk
melakukan autentikasi terhadap sumber-sumber pengirim data yang akan
diterimanya. Virtual Private Network (VPN) akan melakukan pemeriksaan
terhadap semua data yang masuk dan mengambil informasi dari sumber datanya.
Kemudian, alamat sumber data tersebut akan disetujui apabila proses
autentikasinya berhasil. Dengan demikian, Virtual Private Network (VPN)
menjamin semua data yang dikirim dan diterima berasal dari sumber yang
seharusnya. Tidak ada data yang dipalsukan atau dikirim oleh pihak-pihak lain.

19

4. Non-repudiation
Yaitu mencegah dua perusahaan dari menyangkal bahwa mereka telah
mengirim atau menerima sebuah file mengakomodasi Perubahan.
5. Kendali Akses
Menentukan siapa yang diberikan akses ke sebuah sistem atau jaringan,
sebagaimana informasi dan seberapa banyak seseorang dapat menerima.
3.1.2 Tipe-Tipe Virtual Private Network (VPN)
Terdapat beragam tipe Virtual Private Network (VPN), di antara yang
paling populer adalah Remote-Access Virtual Private Network (VPN)dan Site-toSite Virtual Private Network (VPN).
1. Remote-Access Virtual Private Network (VPN)
Remote-Access, juga dikenal sebagai Virtual Private Dial-Up Network
(VPDN), merupakan koneksi user-to-LAN yang digunakan sebuah perusahaan
untuk prara pekerjanya yang membutuhkan koneksi ke jaringan mereka dari
berbagai lokasi remote.
Tipikalnya, perusahaan yang perlu memasang remote-access Virtual
Private Network (VPN) skala besar akam membutuhkan Enterprose Service
Provider (ESP). ESP menset-up Network Access Server (NAS) dan memberikan
software client desktop untuk komputer-komputer remote. Telecommutertelecommuter ini kemudian dapat men-dial nomor spesial (toll-free) untuk
mencapai NAS dan menggunakan software client Virtual Private Network (VPN)
mereka guna mengakses jaringan perusahaan.
Contoh sederhana implementasi remote-access Virtual Private Network
(VPN) adalah sebuah perusahaan besar dengan ratusan sales di berbagai lokasi.
Remote-access Virtual Private Network (VPN) dalam hal ini menjamin koneksikoneksi yang secure dan terenkripsi di antara jaringan private perusahaan dengan
sales-sales melalui Internet Service Provider (ISP) third-party.

20

2. Site-to-Site Virtual Private Network (VPN)


Dengan penggunaan perlengkapan dedicated dan enkripsi skala besar,
sebuah perusahaan dapat mengkoneksikan multi site tetap melalui sebuah jaringan
publik seperti internet.
Site-site Virtual Private Network (VPN) dapat berupa salah satu tipe berikut :
- Intranet-based. Jika perusahaan memiliki satu lokasi remote atau lebih di
mana mereka ingin bergabung ke sebuah jaringan private tunggal, mereka
dapat membuat sebuah intranet Virtual Private Network (VPN) untuk
mengkoneksikan LAN ke LAN.
- Extranet-based. Saat perusahaan memiliki hubungan dekat dengan
perusahaan lainnya (misalnya partner bisnis, supplier atau customer),
mereka dapat membangun sebuah extranet Virtual Private Network (VPN)
yang akan menghubungkan LAN ke LAN dan memungkinkan semua
perusahaan bekerja dalam environment yang di-share.
3.1.3 Metode Security Virtual Private Network (VPN)
Guna menjamin keamanan koneksi dan data, Virtual Private Network
(VPN) memperkejakan beberapa metode security berikut :
- Firewall
- Enkripsi
- IPSec
- AAA Server
1. Firewall
Firewall memberikan retriksi yang kuat di antara jaringan privat
perusahaan dengan jaringan publik (internet). Dan dapat mengeset firewall untuk
melindungi port-port koneksi terbuka, memeriksa tipe paket-paket mana yang
perlu diteruskan, dan protokol-protokol mana yang diizinkan.
Beberapa produk Virtual Private Network (VPN) seperti router-router
Cisco seri 1700 dapat di rancang untuk memberikan kapabilitas firewall melalui
Cisco IOS. tetapi firewall dapat juga di libatkan dalam sesi-sesi Virtual Private
Network (VPN).

21

2. Enkripsi
Enkripsi (encryption) tidak lain proses penyediaan (encoding) data yang
diambil dari satu komputer ke komputer lain. Data disandikan ke bentuk tertentu
yang tak mudah dibaca dan hanya penerima yang sah saja yang dapat
mengembalikan sandi ke bentuk semula, yang dikenal dengan decode.
Terdapat dua kategori sistem enkripsi :
- Symmetric-key encryption
- Public-key encryption
Dalam symmetric-key encryption, komputer-komputer memiliki sebuah
kunci spesial yang disebut secret key yang berguna untuk mengenkripsi paket
informasi sebelum dikirim ke komputer lain melalui jaringan. Di sini dituntut
mengetahui terlebih dahulu komputer-komputer mana yang akan berkomunikasi
sehingga masing-masing diberikan kunci (key) tersebut.
Symmetric-key encryption pada prinsipnya sama dengan kode rahasia
yang harus diketui masing-masing komputer yang berkomunikasi sehingga
masing-masing komputer yang berkomunikasi sehingga mereka dapat melakukan
decoding. Asumsikan seperti berikut : Kita membuat sebuah pesan yang telah
disandikan untuk dikirim ke seorang teman. Kita dan teman kita sudah sepakat
bahwa huruf A disubstitusi dengan C, B dengan D, dan seterusnya. Di
sini kita bisa mengatakan bahwa kode rahasianya adalah setiap huruf substitusi
dengan kedua di depannya. Teman kita mengambil pesan dan melakukan decode
melalui kode rahasia tersebut. Orang lain yang berhasil mencuri pesan tidak akan
mengerti dan tidak bisa mengambil keuntungan darinya.
Dalam public-key encryption, menggunakan kombinasi kunci : private key
dan public key. Private key hanya diketahui oleh komputer kita, sementara public
key diberikan oleh komputer kita ke komputer-komputer lain yang ingin
berkomunikasi secara secure dengan kita. Untuk melakukan decode pesan yang
terenkripsi, komputer-komputer penerima harus menggunakan kunci publik yang
diberikan komputer kita dan menggunakan private key mereka sendiri.
Salah satu utility public-key encryption yang popular saat ini adalah Pretty
Good Privacy (PGP) yang memungkinkan mengenkripsi beragam pesan.

22

3. Internet Protocol Security Protocol (IPSec)


Internet Protocol Security Protocol (IPSec) memberikan kapabiliti
security yang lebih jauh melalui algoritma-algoritma enkripsi dan autentikasi.
IPSec memiliki dua mode enkripsi, yaitu :
- Tunnel
- Transport
Tunnel bekerja mengenkripsi header dan payload yang dimiliki setiap paket data,
sedangkan Transport hanya mengenkripsi payload. Sistem-sistem yang kapabel
dengan IPSec yang bisa mengambil keuntungan dari protokol. Selain itu, semua
device yang terlibat harus memiliki set-up security policy yang sama.
IPSec dapat mengenkripsi data di antara device-device berikut :
- Router-to-router
- Firewall-to-router
- PC-to-router
- PC-to-server
4. AAA Server
Server-server AAA (Authentication, Authorization and Accounting) banyak
diimplementasikan untuk memberikan akses yang lebih aman dalam sebuah
environment remote-remote Virtual Private Network (VPN). Saat request
pembentukan sesi datang dari sebuah klien dial-up, request tersebut di-proxy-kan
ke server AAA (AAA server). AAA kemudian melakukan pengujian sebagai hal-hal
berikut :
- Siapa Anda (Authentication)
- Apa yang boleh Anda lakukan (Authorization)
- Apa yang sebenarnya Anda lakukan (Accounting)
Informasi accounting umumnya berguna untuk melalkukan tracking klien-klien
dalam security auditing, billing atau tujuan-tujuan pelaporan lainnya.
3.2 Teknologi Tunneling
Teknologi tunneling merupakan teknologi yang bertugas untuk manangani
dan menyediakan koneksi point-to-point dari sumber ke tujuannya. Disebut tunnel
karena koneksi point-to-point tersebut sebenarnya terbentuk dengan melintasi
23

jaringan umum, namun koneksi tersebut tidak mempedulikan paket-paket data


milik orang lain yang sama-sama melintasi jaringan umum tersebut, tetapi koneksi
tersebut hanya melayani transportasi data dari pembuatnya. Koneksi point-topoint ini sesungguhnya tidak benar-benar ada, namun data yang dihantarkannya
terlihat seperti benar-benar melewati koneksi pribadi yang bersifat point-to-point.
Teknologi ini dapat dibuat di atas jaringan dengan pengaturan IP
Addressing dan IP Routing yang sudah matang. Maksudnya, antara sumber tunnel
dengan tujuan tunnel telah dapat saling berkomunikasi melalui jaringan dengan
pengalamatan IP. Apabila komunikasi antara sumber dan tujuan dari tunnel tidak
dapat berjalan dengan baik, maka tunnel tersebut tidak akan terbentuk dan Virtual
Private Network (VPN) pun tidak dapat dibangun.
Apabila tunnel tersebut telah terbentuk, maka koneksi point-to-point palsu
tersebut dapat langsung digunakan untuk mengirim dan menerima data. Namun, di
dalam teknologi Virtual Private Network (VPN), tunnel tidak dibiarkan begitu saja
tanpa diberikan sistem keamanan tambahan. Tunnel dilengkapi dengan sebuah
sistem enkripsi untuk menjaga data-data yang melewati tunnel tersebut. Proses
enkripsi inilah yang menjadikan teknologi Virtual Private Network (VPN) menjadi
aman dan bersifat pribadi.
Dengan tunneling, antara kedua segmen Virtual Private Network (VPN)
dapat berkomunikasi satu dengan yang lain menggunakan protokol tunneling yang
sama, dan sebuah tunnel dibuat khusus sehingga paket data dapat dikirim melalui
internet. Penerapan enkripsi pada Virtual Private Network (VPN), membuat datadata rahasia perusahaan tidak terlihat transparan oleh sniffer.
Teknologi tunneling dikelompokkan secara garis besar berdasarkan
protokol tunneling layer 2 (Data Link Layer) dan layer 3 (Network Layer) model
OSI layer :

Tunneling Layer 2 (Data Link Layer):


- PPTP (Point to Point Tunneling Protocol)
- L2TP (Layer 2 Tunneling Protocol)
- L2F (Layer 2 Forwarding)

Tunnelling Layer 3 (Network Layer):


- IPSec (IP Security)

24

- VTP (Virtual Tunneling Protocol)


- ATMP (Ascend Tunnel Management Protocol)
1. Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP)
PPTP merupakan protokol jaringan yang memungkinkan pengamanan
transfer data dari remote client ke server pribadi perusahaan dengan membuat
sebuah Virtual Private Network (VPN) melalui TCP/IP.
Teknologi jaringan PPTP merupakan pengembangan dari remote access
Point-to-Point protocol yang dikeluarkan oleh Internet Engineering Task Force
(IETF). PPTP merupakan protokol jaringan yang merubah paket PPP menjadi IP
datagrams agar dapat ditransmisikan melalui intenet. PPTP juga dapat digunakan
pada jaringan private LAN-to-LAN.
PPTP terdapat sejak dalam sistem operasi Windows NT server dan
Windows NT Workstation versi 4.0. Komputer yang berjalan dengan sistem operasi
tersebut dapat menggunakan protokol PPTP dengan aman untuk terhubung
dengan private network sebagai klien dengan remote access melalui internet.
PPTP juga dapat digunakan oleh komputer yang terhubung dengan LAN untuk
membuat Virtual Private Network (VPN) melalui LAN.
Fasilitas utama dari penggunaan PPTP adalah dapat digunakannya publicswitched telephone network (PSTNs) untuk membangun Virtual Private Network
(VPN). Pembangunan PPTP yang mudah dan berbiaya murah untuk digunakan
secara luas, menjadi solusi untuk remote users dan mobile user karena PPTP
memberikan keamanan dan enkripsi komunikasi melalui PSTN ataupun internet.
Umumnya terdapat tiga komputer yang diperlukan untuk membangun
PPTP, yaitu sebagai berikut.
- Klien PPTP
- Network access server (NAS)
- Server PPTP
Akan tetapi tidak diperlukan network access server dalam membuat PPTP
tunnel saat menggunakan klien PPTP yang terhubung dengan LAN untuk dapat
terhubung dengan server PPTP yang terhubung pada LAN yang sama.

25

2. Layer 2 Tunneling Protocol (L2TP)


L2TP adalah tunneling protocol yang memadukan dua buah tunneling
protokol yaitu L2F (Layer 2 Forwarding) milik cisco dan PPTP milik Microsoft.
L2TP biasa digunakan dalam membuat Virtual Private Dial Network (VPDN)
yang dapat bekerja membawa semua jenis protokol komunikasi didalamnya.
Umumnya L2TP menggunakan port 1702 dengan protocol UDP untuk
mengirimkan L2TP encapsulated PPP frames sebagai data yang di tunnel.

Gambar 3.2. Perangkat L2TP


Perangkat dasar L2TP :

Remote Client
Suatu end system atau router pada jaringan remote access (mis: dial-up client).

L2TP Access Concentrator (LAC)


Sistem yang berada disalah satu ujung tunnel L2TP dan merupakan peer ke
LNS. Berada pada sisi remote client/ ISP. Sebagai pemrakarsa incoming call
dan penerima outgoing call.

L2TP Network Server (LNS)


Sistem yang berada disalah satu ujung tunnel L2TP dan merupakan peer ke
LAC. Berada pada sisi jaringan korporat. Sebagai pemrakarsa outgoing call
dan penerima incoming call.

Network Access Server (NAS)


NAS dapat berlaku seperti LAC atau LNS atau kedua-duanya.
Terdapat dua model tunnel yang dikenal, yaitu compulsory dan voluntary.

Perbedaan utama keduanya terletak pada endpoint tunnel-nya. Pada compulsory

26

tunnel, ujung tunnel berada pada ISP, sedangkan pada voluntary ujung tunnel
berada pada client remote.
a. Model Compulsory L2TP

Gambar 3.3 Model Compulsory L2TP


1. Remote client memulai koneksi PPP ke LAC melalui PSTN. Pada gambar
diatas LAC berada di ISP.
2. ISP menerima koneksi tersebut dan link PPP ditetapkan.
3. ISP melakukan partial authentication (pengesahan parsial)untuk mempelajari
user name. Database map user untuk layanan-layanan dan endpoint tunnel
LNS, dipelihara oleh ISP.
4. LAC kemudian menginisiasi tunnel L2TP ke LNS.
5. Jika LNS menerima koneksi, LAC kemudian mengencapsulasi PPP dengan
L2TP, dan meneruskannya melalui tunnel yang tepat.
6. LNS menerima frame-frame tersebut, kemudian melepaskan L2TP, dan
memprosesnya sebagai frame incoming PPP biasa.
7. LNS kemudian menggunakan pengesahan PPP untuk memvalidasi user dan
kemudian menetapkan alamat IP.

27

b. Model Voluntary L2TP

Gambar 3.4 Model Voluntary L2TP


1. Remote client mempunyai koneksi pre- established ke ISP. Remote Client
befungsi juga sebagai LAC. Dalam hal ini, host berisi software client LAC
mempunyai suatu koneksi ke jaringan publik (internet) melalui ISP.
2. Client L2TP (LAC) menginisiasi tunnel L2TP ke LNS.
3. Jika LNS menerima koneksi, LAC kemudian meng-encapsulasi PPP dengan
L2TP, dan meneruskannya melalui tunnel.
4. LNS menerima frame-frame tersebut, kemudian melepaskan L2TP, dan
memprosesnya sebagai frame incoming PPP biasa.
5. LNS kemudian menggunakan pengesahan PPP untuk memvalidasi user dan
kemudian menetapkan alamat IP.
Yang perlu ketahui bahwa L2TP murni hanya membentuk jaringan tunnel,
oleh karena itu L2TP sering dikombinasi dengan IPSec sebagai metode enkripsi.
c. Cara Kerja L2TP
Komponen-komponen pada tunnel, yaitu :

Control channel, fungsinya :


1. Setup (membangun) dan teardown (merombak) tunnel
2. Create (menciptakan) dan teardown (merombak) payload (muatan) calls
dalam tunnel.
28

3. Menjaga mekanisme untuk mendeteksi tunnel yang outages.

Sessions (data channel) untuk delivery data :


1. Layanan delivery payload
2. Paket PPP yang di encapsulasi dikirim pada sessions
3. Create (menciptakan) dan teardown (merombak) payload (muatan) calls
dalam tunnel.
4. Menjaga mekanisme untuk mendeteksi tunnel yang outages.

Sessions (data channel) untuk delivery data :


1. Layanan delivery payload
2. Paket PPP yang di encapsulasi dikirim pada sessions

Gambar3.5 Cara Kerja L2TP


3.3 Internet Protocol Security (IPSec)
IPSec merupakan tunneling protocol yang bekerja pada layer 3. IPSec
menyediakan layanan sekuritas pada IP layer dengan mengizinkan system untuk
memilih protocol keamanan yang diperlukan, memperkirakan algoritma apa yang
akan digunakan pada layanan, dan menempatkan kunci kriptografi yang
diperlukan untuk menyediakan layanan yang diminta. IPSec menyediakan
layanan-layanan keamanan tersebut dengan menggunakan sebuah metode
pengamanan yang bernama Internet Key Exchange (IKE). IKE bertugas untuk
menangani protokol yang bernegosiasi dan algoritma pengamanan yang
diciptakan berdasarkan dari policy yang diterapkan. Dan pada akhirnya IKE akan
menghasilkan sebuah system enkripsi dan kunci pengamanannya yang akan
digunakan untuk otentikasi yang digunakan pada system IPSec ini.

29

IPSec bekerja dengan tiga cara, yaitu:


1. Network-to-network
2. Host-to-network
3. Host-to-host
Contoh koneksi network-to-network, misalnya sebuah perusahaan yang
memiliki banyak cabang dan ingin berbagi share data dengan aman, maka tiap
cabang cukup menyediakan sebuah gateway dan kemudian data dikirim melalui
infrastruktur jaringan internet yang telah ada. Lalu lintas data antara gateway
disebut virtual tunnel. Kedua tunnel tersebut memverifikasi otentikasi pengirim
dan penerima dan mengenkripsi sema lalu lintas. Namun lalu lintas di dalam sisi
gateway tidak diamankan karena diasumsikan bahwa LAN merupakan segment
jaringan yang dapat dipercaya.
Koneksi host-to-network, biasanya digunakan oleh seseorang yang
menginginkan akses aman terhadap sumber daya suatu perusahaan. Prinsipnya
sama dengan kondisi network-to-network, hanya saja salah satu sisi gateway
digantikan oleh client.

Gambar 3.6 Network-to-network dan Host-to-network


Protokol yang berjalan dibelakang IPSec adalah:

30

1. AH

(Authentication

Header),

menyediakan

layanan

authentication

(menyatakan bahwa data yang dikirim berasal dari pengirim yang benar),
intregrity (keaslian data), dan replay protection (transaksi hanya dilakukan
sekali, kecuali yang berwenang telah mengizinkan), juga melakukan
pengamanan terhadap IP header (header compression).
2. ESP (Encapsulated Security Payload), menyediakan layanan authentication,
intregity, replay protection, dan confidentiality (keamanan terjaga) terhadap
data. ESP melakukan pengamanan data terhadap segala sesuatu dalam paket
data setelah header.
Kelebihan mengapa IPSec menjadi standar, yaitu :
1. Confidentiality, untuk meyakinkan bahwa sulit untuk orang lain tetapi dapat
dimengerti oleh penerima yang sah bahwa data telah dikirimkan. Contoh: Kita
tidak ingin tahu seseorang dapat melihat password ketika login ke remote
server.
2. Integrity, untuk menjamin bahwa data tidak berubah dalam perjalan menuju
tujuan.
3. Authenticity, untuk menandai bahwa data yang dikirimkan memang berasal dari
pengirim yang benar.
4. Anti Replay, untuk meyakinkan bahwa transaksi hanya dilakukan sekali,
kecuali yang berwenang telah mengizinkan untuk mengulang.
3.4 Cara Kerja Virtual Private Network (VPN)
Konsep kerja Virtual Private Network (VPN) pada dasarnya Virtual
Private Network (VPN) Membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai
penghubung antar PC. Jika digambarkan kira-kira seperti ini:
Internet <> VPN Server <-> VPN Client <-> Client
Bila digunakan untuk menghubungkan 2 komputer secara private dengan
jaringan internet maka seperti ini:
Komputer A <> VPN Clinet <> Internet <> VPN Server <> VPN Client
<> Komputer B
Jadi semua koneksi diatur oleh VPN Server sehingga dibutuhkan
kemampuan VPN Server yang memadai agar koneksinya bisa lancar. Yang

31

dilakukan VPN pertama, VPN Server harus dikonfigurasi terlebih dahulu


kemudian di client harus diinstall program VPN baru setelah itu bisa
dikoneksikan. VPN Client akan membuat semacam koneksi virtual/maya sehingga
akan muncul VPN adapter network semacam network adapter (Lan Card) tetapi
virtual/maya. Tugas dari VPN Client adalah melakukan authentifikasi dan
enkripsi/dekripsi.
Setelah terhubung, ketika Client mengakses data misalnya client ingin
membuka situs http://www.google.com, permintaan ini sebelum dikirim ke VPN
Server terlebih dahulu dienkripsi oleh VPN Client misal dienkripsi dengan rumus
A sehingga permintaan datanya akan berisi kode-kode. Setelah sampai ke VPN
Server, oleh Server data tersebut dideskripsi dengan rumus A, karena sebelumnya
sudah dikonfigurasi antara server dengan client, maka server akan memiliki
algoritma yang sama untuk membaca sebuah enkripsi. Begitu juga sebaliknya dari
Server ke Client.
Berikut contoh gambar bagaimana VPN bekerja :

Gambar 3.7 Contoh Cara Kerja Virtual Private Network (VPN)


3.5 Konfigurasi Virtual Private Network (VPN) Pada Mikrotik
Langkah-langkah konfigurasi Virtual Private Network (VPN) pada
mikrotik melalui winbox. Winbox adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk
meremote/mengendalikan router mikrotik dari komputer client.
Berikut adalah langkah-langkahnya :
3.5.1 Konfigurasi Pada Server
1. Buka Winbox, maka akan tampil seperti ini :
32

Gambar 3.8 Tampilan Winbox


Browse koneksi yang sesuai dengan Mikrotik yang digunakan. Kemudian klik
Connect.
2. Setelah itu akan muncul tampilan awal Winbox. Untuk melakukan konfigurasi
yang baru, reset terlebih dahulu konfigurasi yang sebelumnya pada Winbox
dengan cara klik pada New Terminal kemudian ketikkan System Reset. Kemudian
tunggu sampai Router Dissconnected. dan ulangi langkah pertama tadi.
3. Langkah selanjutnya pilih IP >> Address List. Tambahkan IP dengan mengklik
tanda + . Gunakan dua buah ethernet, eth1 sebagai server dan eth2 sebagai client.

Gambar 3.9 Address List


4. Kemudian setting range IP nya melalui IP Pool seperti di bawah ini :

33

Gambar 3.10 IP Pool


5. Setting DHCP melalui IP >> DHCP. Ini dilakukan untuk memberikan IP pada
komputer yang lainnya.

Gamabr 3.11 DHCP

6. Pada network masukkan network pada sisi server dan client. Untuk gatewaynya
masukkan IP pada address list.

Gambar 3.12 DHCP Network


7. Kemudian pada PPP, pilih L2TP Server. L2TP digunakan dalam jaringan VPN,
karena dapat memungkinkan penggunanya tetap dapat terkoneksi dengan jaringan
lokal milik kita dengan policy keamanan yang sama dari manapun asalnya.

34

Gambar 3.13 L2TP Server


8. Pada Profile, klik dua kali pada default-encryption. Setting seperti di bawah ini

Gambar 3.14 PPP Profile


9. Lalu pada Secret, tambahkan PPP Secret dengan mengklik tanda + . PPP Secret
ini digunakan agar tidak semua orang dapat terkoneksi dengan jaringan VPN yang
telah dibuat, karena jika ingin menggunkan jaringan VPN yang telah dibuat harus
login dengan username dan password yang telah di setting.

35

Gambar 3.15 PPP Secret


10. Kemudian setting pada bagian IP Security melalui IP >> IPSec. Pilih Peer
dan tambahkan IPSec Peer.

Gambar 3.16 IPSec Peer


IPsec adalah standar untuk mengamankan komunikasi IP melalui authentikasi,
dan enkripsi. Selain itu, juga bisa mengkompresi paket, mengurangi beban.
Perbedaan IPSec dengan PPP Secret adalah IPSec merupakan teknik untuk
mengenkripsi, sedangkan PPP Secret digunakan pada saat akan mengkoneksikan
ke jaringan VPN.
11. Selanjutnya adalah IPSec Proposal seperti di bawah ini :

36

Gambar 3.17 IPsec Proposal


Setelah dikonfigurasi hasilnya adalah seperti di bawah ini :

Gambar 3.18 IPsec


12. Konfigurasi yang telah dilakukan selesai. Untuk mengeceknya lihat pada List
Interfaces.

Gambar 3.19 Interfaces List


37

3.5.2 Konfigurasi Pada Client


1. Arahkan Cursor pada menu Start, klik kanan dan pilih Open Network
Connections dan pilih New Network Connection.
2. Klik Next. Kemudian pilih Connect to the network at my workplace. Klik Next.

Gambar 3.20 Connect to the network at my workplace


3. Pada company name dapat diisi sesuai dengan keinginan. Di sini namanya di
isi dengan nama kel4tetb. Klik next.

Gambar 3.21 Company Name


4. Setelah itu akan muncul Host Name. Pada Host Name ini masukkan IP yang
terhubung ke PC Client. Pada settingan ini IP digunakan adalah 192.168.40.2.
Kemudian Next. Finish.

38

Gambar 3.22 Host Name


5. Tampilan Windows pada saat penyettingan selesai.

Gambar 3.23 Tampilan Windows


6. Selanjutnya klik kanan pada jaringan VPN yang telah kita buat untuk
memunculkan tabel Properties.
7. Pilih Security >> IPSec Setting.

Gambar 3.24 Security

39

8. Checklish pada Use pre-shared key for authentication. Pada box Key, isikan
sesuai dengan settingan pada IPSec Peer yang telah dilakukan sebelumnya (pada
penyettingan di winbox).

Gambar 3.25 IPSec Settings


9. Selanjutnya pada Networking, di Type of VPN pilih L2TP IPSec VPN,
kemudian OK.

Gambar 3.26 Networking


10. Kemudian lakukan test koneksi dengan cara mengklik dua kali pada jaringan
VPN yang telah dibuat. Isikan username dan password yang telah disimpan pada
penyettingan PPP Secret.

Gambar 3.27 Connect kel4tetb

40

11. Cek pada toolbar sudut kanan. Jika sudah ada pemberitahuan kel4tetb
(Company name yang telah disetting) is now connected, hal ini berarti sudah
dapat terhubung ke jaringan VPN yang telah dibuat.

Gambar 3.28 Network Connection


12. IP Client dapat diketahui melalui Command Prompt dengan cara buka
Command Prompt dan lakukan perintah ipconfig. Jika koneksi yang terjadi sudah
sukses berarti IP Client adalah IP yang telah disetting pada PC Server, seperti ini :

Gambar 3.29 Command Prompt


lihat pada Connections-specific.
3.6 Contoh Perangkat Lunak Virtual Private Network (VPN) Yang Dapat
Digunakan
SoftEther VPN (Software Ethernet) adalah salah satu perangkat lunak VPN
multi protokol yang paling kuat dan mudah digunakan di dunia. SoftEther ini
berjalan pada windows, linux, mac, freeBSD dan solaris. SoftEther ini bersifat
gratis atau open source bisa digunakan untuk personal maupun komersial.
SoftEther VPN merupakan alternatif yang optimal untuk Open VPN dan
server microsoft VPN. SoftEther VPN memiliki klon fungsi Open VPN server.

41

Bisa mengintegrasikan dari Open VPN ke SoftEther VPN dengan lancar. SoftEther
VPN lebih cepat dari pada Open VPN. SoftEther VPN juga mendukung microsoft
SSTP VPN untuk windows vista /7/8.

42