Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN BIOLOGI LIMBAH

MEMCARI INFORMASI DAN MEMBUAT LAPORAN SINGKAT

Oleh :

Risfa Fadilla Lady


X4/34

SMA NEGERI 1 MATARAM


Jl. Pendidikan No. 21 Telp./Fax (0370) 621803 Mataram 83125
E-mail : sman1mtr@yahoo.com
Website : sman-1-mtr.sch.id
2013

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ilmiah biologi tentang limbah dan pemanfaatannya dengan
baik.
Adapun makalah ilmiah biologi tentang limbah dan pemanfaatannya ini telah
kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak,
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa
menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada
kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu
dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi
pembaca yang ingin member saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat
memperbaiki makalah ilmiah biologi ini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah ilmiah biologi tentang
limbah dan pemanfaatannya ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat
memberikan inpirasi terhadap pembaca.
Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Awal .......................................................................................................... i
Kata Pengantar........................................................................................................... iii
Daftar Isi..................................................................................................................... iv
Tabel Daur Ulang Limbah.......................................................................................... v
BAB I : Pendahuluan
1.1 Latar belakang............................................................................................... 1
1.2 Tujuan........................................................................................................... 2
1.3 Manfaat......................................................................................................... 2
BAB II : Limbah dan Seluk Beluknya
2.1 Apa itu Limbah? ........................................................................................... 3
2.2 Bentuk-bentuk Limbah ................................................................................ 4
2.3 Limbah Rumah tangga dan Pemanfaatannya ............................................... 4
BAB III : Pengolahan limbah dengan metode TGS
3.1 Pemakaian limbah ulang RT ........................................................................ 6
3.2 Pemanfaatan bungkus rokok sebagai reuse house waste ............................. 10
BAB IV : Hasil Observasi Daerah Transmigrasi majeluk
4.1
4.2
4.3
4.4

Kegiatan pengajaran dalam kelas ................................................................. 11


Susunan materi belajar (Satuan Acara Pengajaran) .................................... 11
Metode Pembelajaran ................................................................................... 11
Hasil kegiatan belajar ................................................................................... 14

BAB V : Penutup
5.1 Kesimpulan .................................................................................................. 15
5.2 Saran ............................................................................................................ 16
Daftar Pustaka ........................................................................................................... 16
LAMPIRAN
Rencana Pelaksanaan Pengajaran .................................................................. 17
Satuan Acara Pengajaran ............................................................................... 20

Lokasi

Jenis Limbah

Tipe

Perumahan pemulung
Dasan Tinggi,
Pagesangan.

kertas koran

Anorganik

Perumahan pemulung
Dasan Tingi,
pagesangan.

kardus

Anorganik

Perumuhan pemulung
Dasan tinggi,
Pagesangan.
Transmigrasi- Majeluk

Kaleng bekas
minuman

Anorganik

Plastik

Anorganik

Tempat produksi tahu Abian Tubuh

Ampas tahu

organik

Daerah sekitar jalan


sayang-sayang

daun-daunan dan
kotoran ternak

organik

Perumahan Pemulung
Majeluk

Besi

Anorganik

Daerah sekitar jalan


sayang-sayang

daun-daunan dan
kotoran ternak

organik

Perumahan Pemulung
Majeluk

Besi

Anorganik

Penganganan
Dibuat menjadi
kertas yang baru
setalah di masukan
ke pabrik lagi.
Dijadikan kardus
yang baru lagi,
setalah dipilih mana
yang masih layak di
gunakan
dimanfaatkan
kembali sebagai
kaleng pengemas.
diproses lagi menjadi
bahan pembungkus
(pengepakan) untuk
berbagai keperluan.
Misalnya, dijadikan
tas, botol minyak,dll.
digunakan untuk
bahan makanan
ternak
Di daur ulang
sebagai pupuk alami
bagi pertumbuhan
dan perkembangan
tanaman
Didaur ulang dan
dibakar untuk
menjadi besi yang
baru.
Di daur ulang
sebagai pupuk alami
bagi pertumbuhan
dan perkembangan
tanaman
Didaur ulang dan
dibakar untuk
menjadi besi yang

baru.
Perumahan pemulung
-Majeluk

Besi

Anorganik

Perumahan pemulung
Dasan Tingi,
pagesangan.

kardus

Anorganik

Perumuhan pemulung
Dasan tinggi,
Pagesangan.
Transmigrasi- Majeluk

Kaleng bekas
minuman

Anorganik

Plastik

Anorganik

Tempat produksi tahu Abian Tubuh

Ampas tahu

organik

Daerah sekitar jalan,


sayang-sayang

daun-daunan dan
kotoran ternak

organik

Perumahan pemulung
Dasan Tinggi,
Pagesangan.

kertas koran

Anorganik

Didaur ulang dan


dibakar untuk
menjadi besi yang
baru.
Dijadikan kardus
yang baru lagi,
setalah dipilih mana
yang masih layak di
gunakan
dimanfaatkan
kembali sebagai
kaleng pengemas.
diproses lagi menjadi
bahan pembungkus
(pengepakan) untuk
berbagai keperluan.
Misalnya, dijadikan
tas, botol minyak,dll.
digunakan untuk
bahan makanan
ternak dan dapat
diolah menjadi
produk makanan
salah satunya abon
ampas tahu.
Di daur ulang
sebagai pupuk alami
untuk pertumbuhan
dan perkembangan
tanaman
Dibuat menjadi
kertas yang baru
setalah di masukan
ke pabrik lagi serta
Hasil dari daur ulang
kertas dapat
digunakan kembali
untuk membuat
kerajinan atau produk

lain yang lebih


bermanfaat.

BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia, banyak juga diciptakan pemuas /
pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk itu muncullah pabrik-pabrik industry sebagai
pengolah bahan mentah untuk kemudian diolah dengan sedemikian rupa menjadi
barang setengah jadi maupun barang siap pakai, untuk selanjutnya akan dikonsumsi
masyarakat. Dalam jumlah produksi yang sagat besar tiap harinya akan menghasilkan
sisa-sisa hasil dari proses pengolahan yang tidak terpakai. Sisa-sisa inilah (limbah)
bila terakumulasi dalam jangka waktu yang lama dapat mencemari lingkungan bila
tidak ada penanganan khusus.
Kemudian, masyarakat yang sebagai pelaku konsumsi pun akan mengeluarkan
limbah-limbah sebagai hasil penggunaan hasil barang produksi tersebut. Limbah ini
dinamakan limbah rumah tangga. Meskipun sedikit lebih aman, bukan berarti dapat
seenaknya saja membiarkan limbah ini dibuang begitu saja. Karena limbah sekecil

apapun bila dalam jumlah yang besar dapat memberikan konstribusi besar dalam hal
pengrusakan terhadap lingkungan. Untuk itulah diperlukan penanganan yang tepat
dalam pengolahan limbah-limbah industry maupun limbah rumah tangga.
B. Tujuan
Pembuatan makalah ilmiah ini bertujuan untuk :
1. Mengurangi pengrusakan lingkungan oleh limbah-limbah rumah tangga
2. Memberikan salah satu solusi cerdas pengolahan limbah rumah tangga secara tegas
3. Mengolah limbah rumah tangga menjadi barang yang berdaya guna
C. Manfaat
Makalah ilmiah ini disusun, diharapkan dapat emberikan salah satu solusi penanganan
limbah rumah tangga sehingga meminimalisir terjadinya pengrusakan lingkungan oleh
limbah-limbah rumah tangga.

BAB II
Limbah dan Seluk Beluknya
A. Apa itu limbah?
Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu
kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industry, pertambangan,
dll. Kehadiran limbah pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki
lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis
Oleh sebab itu, masyarakat urang menaruh perhatian akan kedatangan limbah.
Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa letak septic tank, cubluk
(balong), dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah,
akan menyebabkan kualitas air menurun. Dari 636 sampel, 285 titik sampel sumber
air tanah telah tercemar bakteri coli. Secara kimiawi, 75 % dari smber tersebut tidak
memenuh baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsure nitrat, nitrit,

besi, dan mangan. ( sumber : pengelolaan limbah industry Prof. Tjandra Setiadi,
Wikipedia )
B. Bentuk-Bentuk Limbah
Pada dasarnya limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik
industry maupun domestic (rumah tangga, yang lebih dikenal dengan sampah).
Limbah merupakan buangan yang berbentuk cair, gas, dan padat. Limbah
mengandung bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia
tersebut dapat member kehidupan bagi kuman-kumannpenyebab penyakit disentri,
tipus, kolera, dsb. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat
berdampak negative terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga
perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang
ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Berikut ini adalah karakteristik limbah :
1. Karakteristik limbah
- berukuran mikro ataupun makro
- dinamis
- berdampak luas ( penyebarannya )
- berdampak generasi panjang ( antar generasi )
2. Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah
- Volume limbah
- kandungan bahan pencemar
- Frekuensi pembuangan limbah
3. Berdasarkan karakteristiknya, limbah industry dapat digolongkan menjadi 4 jenis:
- limbah cair
- limbah padat
- limbah gas & partikel

- limbah B3 ( Bahan Berbahaya dan Beracun )


Diantara berbagai limbah diatas, jenis limbah B3 adalah limbah yang bersifat beracun
atau berbahaya. Suatu limbah digolongkan menjadi limbah B3 bila mengandung
bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun
tidak langsung dpat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau
membahayakan kesehatan manusia. Bahan limbah yang termasuk limbah B3 antara
lain adlahbahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena
rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan
penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila
memiliki salah satu atau lebih karakteristik mudah meledak, mudah terbakar, besifat
reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif , dll , yang bila diuji dengan
toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.
Sedangkan limbah beracun dapat digolongkan menjadi :
a. Limbah mudah meledak
b. limbah mudah terbakar
c. limbah reaktif ( menyebabkan kebakaran )
d. limbah yang menyebabkan infeksi karena mengandung kuman
e. limbah yang bersifat korosif ( menyebakan iritasi )
C. Limbah Rumah Tangga dan Pemanfaatannya
Selain limbah industri, pertambangan, dsb. Limbah rumah tangga memiliki kontribusi
untuk merusak lingkungan. Limbah rumah tangga dapat berasal dari dapur , kamar
mandi, limbah bekas rumah tangga, sampah serta kotoran manusia. Penempatan
saluran drainase dan saluran limbah yang berdekatan dengan sumber mata air dapat
merembes dan mengkontaminasi air. Sehingga mutu air tersebut menjadi tidak layak
minum, serta jika tetap dikonsumsi akan menimbulkan penyakit berbahaya. Untuk
itulah diperlukan penanganan serius terhadap limbah ini.
Limbah rumah tangga terdiri dari limbah organic dan anorganik. Limbah organic lebih
mudah terurai oleh bakteri pengurai dan decomposer, sehingga penanganannya cukup
mudah. Pemanfaatannya pun cukup banyak, diantaranya pemuatan kompos dari sisa
kulit pisang, pembuatan eskrim dari ekstrak ikan, daur ulang kertas, dsb. Sedangkan
limbah anorganik sangat susah untuk diuraikan seperti plastic membutuhkan waktu

>100 tahun untuk terurai. Limbah anorganik mengandung senyawa-senyawa kimia


berbahaya yang justru dapat member kehidupan bagi kuman-kuman penyebab
disentri, tipus, koler, dll. Oleh karenanya jika tidak ditangani dengan serius, dapat
mengganggu stabilitas ekosistem. Untuk itulah limbah ini harus di olah dengan
berbagai cara. Misalnya dengan mendaur ulang plastic dan kaleng bekas. Dapat juga
dengan cara kreaif dengan metode TGS untuk masyarakat yang ingin memperoleh
nilai tambah ekonomis dari limbah. Contoh pemanfaatan limbah akan dibahas di bab
selanjutnya.

BAB III
Pengolahan Limbah dengan Metode TGS
A. Pemakaian ulang Limbah RT ( reuse house waste )
Telah disebutkan pada subbab sebelumnya mengenai pemanfaatan limbah RT bahwa
limbah RT dari jenis limbah anorganic, bila diolah dengan kreatif dengan metode TGS
akan menghasilkan limbah yang bernilai guna. Limbah ini seperti kaleng bekas, kotak
kayu bekas, hingga pipa bekas bangunan dapat digunakan sebagai bahan kerajinan.
Bila pengolahan limbah tersebut menerapkan metode TGS, yaitu metode Tepat, Guna,
Sederhana mampu memperoleh barang baru dengan tepat, berguna dan bermanfaat
meskipun barang tsb sangat sederhana. Dengan adanya pemakaian kembali limbah
anorganik RT, dapat mengurangi efek sampingan dari limbah.
Penggunaan limbah anorganik sangat dianjurkan sebagai salah satu penanganan
terhadap masalah pencemaran limbah. Karena limbah harus diolah agar tidak
mencemari dan membahayakan lingkungan. Pada makalah inilah, pemakaian kembali

akan dilakukan terhadap bungkus rokok untuk dijadikan asbak. Pengolahan


menggunakan metode TGS.
B. Pemanfaatan Bungkus Rokok sebagai reuse House Waste
Bungkus rokok mudah untuk dijadikan barang daur ulang dengan mengikuti langkah
sebagai berikut :
a. Bahan dan Alat :
1. bungkus rokok 4 buah (sama)
2. isolasi (perekat)
3. Gunting
4. karton

b. Cara pembuatan :
1. Siapkan alat dan bahan diatas
2. Buka tutup bungkus rokok dan satukan dengan bungkus rokok yang lain dengan
tegak lurus.
3. Ulangi langkah no.2 dengan 2 bungkus rokok lainnya
4. Kuatkan dengan perekat / isolasi
5. Pada alasnya diberi alas karton
Bungkus rokok diatas tepat diolah menjadi asbak yang berguna untuk
menampung abu rokok,meskipun bentuknya sangat sederhana. Walupun
sederhana, setidaknya mampu meminimalisir dampak kerugian limbah.

BAB V
Penutup
A. Kesimpulan
Limbah ebagai hasil dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala industry,
pertambangan maupun skala rumah tangga, mampu merusak stabilitas ekosistem,
mencemari lingkungan serta member kehidupan bagi kuman-kuman penyebab
penyakit. Limbah rumah tangga yang notabene dari masyarakat banyak member
kontribusi efek negative dari pembuangan limbah yang dibuang secara sembarangan.
Senyawa-senyawa kimia yang terkandung didalamnya sangat berbahaya bagi
kesehatan manusia. Untuk itulah diperlukan pengolahan atau daur ulang limbah
sebagai cara untuk mangurangi resiko pencemaran lingkungan.
Tujuan utama pengolahan limbah ialah untuk mengurangi kandungan bahan pencemar
didalam air terutama senyawa organic, padatan tersuspensi, mikroba pathogen dan
senyawa organic yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat
dialam. Dengan kemajuan terknologi seperti ini, kiranya tidak terlalu susah bagi kita
untuk mengupayakan pengolahan limbah RT sendiri.
B. Saran
Limbah rumah tangga yang berjenis anorganik diharap mampu diolah kembali,
meskipun dengan sederhana. Serta menerapkan penempata limbah (sampah) dengan
sesuai jenisnya, apakah limbah organic atau anorganik, agar lebih mudah mendaur
ulang.

Daftar Pustaka
http://id.shvoong.com/humanities/1642371-mengolah-limbah-rumah-tangga/
http://id.wikipedia.org/wiki/limbah_beracun