Anda di halaman 1dari 22

* Diuretik

* Diuretik kuat
* Benzotiadiazid
* Diuretik hemat kalium
* Diuretik osmotik
* Penghambat karbonik anhidrase
* Pengobatan dengan diuretik
* Obat yang mempengaruhi konservasi air
* Hormon antidiuretik
* Benzotiadiazid

Diuretik : Obat yang dapat menambah kecepatan


pembentukan urin.
Diuresis : bertambah banyaknya volume urin yang
diproduksi serta zat-zat yang terlarut dan air
disebabkan oleh obat.
Diuretik kuat
Diuretik kuat mencakup sekelompok diuretik yang efeknya
sangat kuat dibandingkan dengan diuretik lain. Tempat kerja
utamanya dibagian epitel tebal ansa henle bagian asenden,
karena itu kelompok ini disebut sebagai loop diuretics.

Poliuria : bertambah banyaknya volume


urin dan frekuensi miksi
Disuria : sakit pada saat miksi
Nokturia : miksi diwaktu malam
Fungsi ginjal : -Reabsorpsi
- Ekskresi
- Sekresi
- Detoksikasi
- Menjaga keseimbangan elektrolit

Zat-zat yang Yang terdapat dalam Yang terdapat Yang terdapat dalam
disaring
plasma darah
didalam pre urin
urin
(0%)
(%)
(0%)
Protein

7,5

Keterangan

Tak menembus saringan

Glukosa

0,1

0,1

Seluruhnya direabsorpsi

Natrium

0,4

0,4

0,35

Kalium

0,02

0,02

0,15

Magnesium

0,005

0,005

0,02

Kalsium

0,01

0,01

0,03

Ada penambahan

Klorida

0,36

0,36

0,60

Ada penambahan

Ureum

0,03

0,03

2,00

Penambahan sekresi
dari ginjal

Asam urat

0,002

0,002

0,4

Kreatinin

0,001

0,001

0,07

Ada penambahan

70 kali kadar dalam


pre urin(mengalami
pengentalan)

Proses terjadinya urin


Kapilaria peritubuler

Sel dinding tubulus

Lumen tubulus

Deaminasi asam amino

NaHCO3

NH3
Na+

Na+

+
HCO3-

NH3 +

NaHCO3

HCO3-

HCO3H+

NH4

H+
H+ +

HCO3-

H2CO3
Karbonik
anhidrase

CO2

H2 O

H2CO3

H2 O

CO2

Amoniak

Furosemid
Torsemid
Diuretik kuat
Penghambat
mekanisme transpor
elektrolit di dalam
tubuli ginjal

Asam
etakrinat
Bumetanid

Benzotiadiazid

Diuretik hemat kalium


Diuretik

Antagonis aldosteron
- Spironolakton
- Eplerenon
Triamteren
Amilorid

Asetazolamid
Penghambat karbonik anhidrase
Manitol
Diuretik osmotik

Urea
Gliserin
Isosorbid

Diklorofenamid
Metazolamid

Tempat dan cara kerja diuretik


Obat
Diuretik osmotik

Tempat kerja utama


(1) Tubuli proksimal
(2) Ansa Henle desenden
bagian epitel tipis
(3) Duktus koligentes

Penghambatan enzim
Tubuli proksimal
karbonik anhidrase
Tiazid

Hulu tubuli distal

Diuretik hemat kalium Hilir tubuli distal dan


duktus koligentes
daerah korteks

Diuretik kuat

Ansa Henle pada bagian


dengan epitel tebal

Cara kerja
Penghambatan reabsorpsi natrium dan air melalui daya
osmotiknya
Penghambatan reabsorpsi natrium dan air oleh karena
hipertonisitas daerah medulla menurun
Penghambatan reabsorpsi natrium dan air oleh karena
penghambatan efek ADH
Penghambatan terhadap reabsorpsi HCO3- , H+, dan Na +
Penghambatan terhadap reabsorpsi natrium klorida
Penghambatan reabsorpsi natrium dan sekresi kalium dengan
jalan antagonisme kompetitif ( spironolakton ) atau secara
langsung ( triamteren dan amilorid )
Penghambatan terhadap Na +, K+, CL-

Diuretik kuat

Farmakodinamik : * Menghambat reabsorpsi Natrium, Klorida


* Meningkatnya ekskresi Kalium, kadar asam urat plasma
* Meningkatkan ekskresi Kalsium dan Magnesium
* Tidak meningkatkan reabsorpsi Kalsium di tubuli distal
* Menigkatkan ekskresi asam yang dapat difiltrasi dan ammonia
Farmakokinetik * Mudah diserap melalui saluran cerna
* Terikat pada protein plasma secara ekstensif, sehingga tidak difiltrasi di
glomerulus tetapi cepat sekali disekresi melalui sistem transpor asam organik
ditubuli proksimal.
* Torsemid memiliki masa kerja sedikit lebih panjang dari furosemid
Efek samping * Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, antara lain hipotensi,
hiponatremia, hipokalemia, hipokloremia, hipokalsemia dan hipomagnesemia
* Ototoksisitas, asam etakrinat dapat menyebabkan ketulian sementara maupun
menetap
* Efek metabolik, diuretik kuat dapat menimbulkan hiperurisemia,
hiperglikemia, peningkatan kolesterol LDL dan trigliserid serta penurunan
HDL
* Reaksi alergi, diuretik kuat dan diuretik tiazid dikontra indikasikan pada
pasien dengan riwayat alergi sulfonamid. Asam etakrinat merupakan satu
satunya diuretik kuat yang tidak termasuk golongan sulfonamid, digunakan
pada pasien yang alergi terhadap sulfonamid. Furosemid dan Tiazid
Indikasai : Digunakan pada keadaan udem oleh karena : * Gagal jantung, sirosis hepatis, gagal
ginjal

Mekanisme kerja diuretik kuat


Kapilaria peritubuler

Sel dinding tubulus

Lumen tubulus

Deaminasi dari asam amino

NaHCO3

NH3
Na+

Na +

HCO3-

+
Cl-

NaHCO3
HCO3-

HCO3-

H+
H2CO3

H+ + NH3
H+

Karbonik
anhidrase
CO2

H2 O

NH4

HCO3-

H2CO3
H2 O

CO2

Amoniak

10

Sediaan, dosis dan efek diuretik kuat

Obat

Furosemid

Sediaan

Tab. 20 dan 40 mg
injeksi 20mg/amp 2 ml

Torsemid

Bumetanid

Tab.0,5 dan 1 mg
injeksi 5 mg

Asam etakrinat Tab. 25 dan 50 mg


Injeksi 50 mg/amp

Dosis

Efek

10 - 40 mg oral 2 X sehari
20-80 mg iv , 2-3 X sehari
sampai 250 mg oral/iv

Diuresi dalam 10-20 menit


Efek maksimal 1,5 jam
Lama kerja 4-5 jam

5-10 mg oral, 1 X sehari


10-20 mg oral/iv
dapat naik sampai 200 mg

Onset 10 menit
Efek maksimal 60 menit
Lama kerja 6-8 jam

0,5-2 mg, oral 1-2 X sehari


Maksimum 10 mg sehari

Onset 75-90 menit


Lama kerja 4-5 jam

50-200 mg/hari
0,1 mg/kgBB

Benzotiadiazid
Senyawa induk dari benzotiadiazid adalah benzen disulfonamid, benzotiadiazid biasa disebut dengan
Tiazid.
Beberapa diuretik sulfonamid yang strukturnya sama sekali berbeda dengan Tiazid, menunjukkan efek
farmakologi yang sama dengan tiazid diantaranya :
* Klortalidon
* Kuinetazon
* Metolazon
* Indapamid
Farmakodinamik :
- Menghambat reabsorpsi natrium dan klorida, akan meningkatkan
ekskresi natrium dan klorida dan sejumlah air.
- Menghambat karbonik anhidsrase
- Terhadap arteriol secara langsung menyebabkan vasodilatasi
- Meningkatkan kadar asam urat darah dengan jalan :
- Meningkatkan reabsorpsi as.urat di tubuli proksimal
- Menghambat ekskresi asam urat oleh tubuli
- Meninggikan ekskresi ion K+
Efek samping : Ganguan elektrolit meliputi hipovolemia, hiponatremia, hipokloremia, hipomagnesemia
- Dapat memperberat pada penderita insufisiensi ginjal
- Hiperkalsemia
- Hiperuresemia
- Menurunkan toleransi glukosa
- Peningkatan kadar kolesterol dan trigliserid
- Gangguan fungsi seksual
Indikasi
: - Hipertensi,
- Edema akibat gagal jantung
- Pasien dengan batu Kalsium

11

12

Mekanisme kerja Tiazid


Kapilaria peritubuler

Sel dinding tubulus

Lumen tubulus

Deaminasi dari asam amino

NaHCO3

NH3
Na+

Na +

HCO3-

NaHCO3
HCO3-

HCO3-

H+
H2CO3

H+ + NH3
H+

Karbonik
anhidrase
CO2

H2 O

NH4

HCO3-

H2CO3
H2 O

CO2

Amoniak

13

Sediaan dan dosis Tiazid dan senyawa sejenis

Obat

Sediaan

Dosis (mg/hari)

14

Lama kerja (jam)

Hidroklorotiazid (HCT)

Tab. 25 dan 50 mg

12,5-25 (HT); 25-100 (CHF)

6-12

Klorotiazid

Tab 250 dan 500 mg

250-1000

6-12

Hidroflumetiazid

Tab.50 mg

12,5-25 (HT);25-200 (CHF)

12-24

Bendroflumetiazid

Tab.2,5 , 5 , 10 mg

1,25 (HT); 10 (CHF)

6-12

Politiazid

Tab. 1, 2, 4 mg

1-4 (HT)

24-48

Benztiazid

Tab. 50 mg

50-200

18-24

Siklotiazid

Tab. 2 mg

1-2

6-24

Metiklotiazid

Tab. 2,5 dan 5 mg

2,5 - 10

24-72

Klortalidon

Tab. 25, 50 dan 100 mg

12,5 - 50

48-72

Kuinetazon

Tab. 50 mg

50-200

24-36

Indapamid

Tab. 2,5 mg

1,25 (HT);2,5-5 (CHF)

16-36

Metolazon

Tab. 5 mg, injeksi 10 mg

2,5-5 (HT); 5-20 (CHF

HT : Hipertensi
CHF : Gagal jantung kongestif

18-25

15

Diuretik hemat kalium


* Antagonis Aldosteron
* Triamteren
* Amilorid
Aldosteron : mineralokortikoid endogen yang paling kuat. Peran utama aldosteron ialah
memperbesar reabsorpsi natrium dan klorida di tubuli distal serta memperbesar
ekskresi kalium.
Bertambahnya sekresi Aldosteron oleh korteks adrenal disebabkan :
- Pembedahan
- Rasa takut
- Trauma fisik
- Perdarahan
- Asupan kalium yang tinggi
- Asupan natrium yang rendah
- Bendungan pada vena kava inferior
- Sirosis hepatis
- Nefrosis
- Payah jantung
Antagonis Aldosteron

* Spironolakton
* Eplerenon

16

Farmakokinetik :70% Spironolakton diserap di saluran cerna


Efek samping : - Efek toksik utama spironolakton adalah hiperkalemia, sering terjadi
bila diberikan bersama asupan kalium yang berlebihan.
- Efek toksik ini dapat terjadi pula bila dosis yang biasa diberikan
bersama tiazid pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
- Ginekomastia bersifat reversibel
Indikasi : - Hipertensi
- Edema yang refrakter
- Pada gagal jantung kronik spironolakton digunakan untuk mencegah
pembentukan jaringan fibrosis di miokard.
- Spironolakton merupakan obat pilihan untuk hipertensi hiperaldostero
nisme primer
- Edema oleh karena sirosis hepatis
- Sindrom nefrotik
Sediaan dan dosis : Spironolakton tersedia dalam bentuk tablet 25, 50, dan 100 mg.
Dosis dewasa berkisar antara 25-200 mg, tetapi dosis efektif sehari
rata-rata 100 mg dalam dosis tunggal atau terbagi. Terdapat
sediaan kombinasi antara spironolakton 25 mg dan hidrokloroti
azid 25 mg, serta antara spironolakton 25 mg dan tiabutazid 2,5
mg. Epleneron digunakan dalam dosis 50-100 mg/hari.

17

Triamteren dan Amilorid

Farmakodinamik : - Menghambat reabsorpsi natrium dan klorida oleh triamteren secara


langsung tidak melalui penghambatan aldosteron, dengan demikian akan
terjadi memperbesar pengeluaran natrium dan klorida.
- Mengurangi ekskresi kalium
Farmakokinetik : - Absorpsinya melalui saluran cerna baik
Efek samping : - Hiperkalemia
- Mual
- Muntah
- Kejang kaki
- Pusing
Indikasi : - Edema
Sediaan dan dosis : - Triamteren tersedia dalam kapsul dari 100 mg, dosis 100-300 mg sehari
- Amilorid tersedia dalam bentuk tablet 5 mg, dosis 5-10 mg sehari
- Sediaan kombinasi antara amilorid 5 mg dan hidroklorotiazid 50 mg
terdapat dalam bentuk tablet dengan dosis 1-2 tablet sehari

Diuretik Osmotik

18

Syarat diuretik osmotik : 1. Difiltrasi secara bebas oleh glomerulus


2. Tidak atau hanya sedikit direabsorpsi sel tubuli ginjal
3. Secara farmakologis merupakan zat yang inert(tidak aktif)
4. Umumnya resisten terhadap perubahan metabolik
Farmakodinamik : Tekanan osmotik yang tinggi akan banyak mengekskresi elektroli dan air
Indikasi : - Propilaksis gagal ginjal akut
- Menurunkan tekanan maupun volume cairan intraokuler
- Menurunkan tekanan atau volume cairan serbrospinal
- Pengobatan sindrom disekuilibrium pada hemodialisis
Efek samping : - Menambah cairan ekstrasel
Kontraindikasi : - Penyakit ginjal dengan anuria atau oligouria
- Kongesti atau edema paru yang berat
- Payah jantung
- Dehidrasi hebat
- Perdarahan serebral aktif
Sediaan dan dosis : - Manitol larutan 20% dosis dewasa 50-100 g (250-500 ml) kecepatan infus
30-50 ml/jam. Untuk mengurangi edema otak diberikan 0,25-2 g/kgBB
selama 30-60 menit. Untuk edema dan asites dan untuk mengatasi gagal
ginjal akut pada keracunan digunakan dosis 500 ml dalam 6 jam.

Penghambat karbonik anhidrase


Asetazolamid
Karbonik anhidrase : adalah enzim yang mengkatalisis reaksi CO2 + H2O
H2CO3
Enzim ini terdapat antaralain dalam sel korteks renalis, pankreas, mukosa lambung,
mata, eritrosit dan SSP tidak terdapat dalam plasma.Dalam tubuh H2CO3 berada dalam
keseimbangan dengan ion H+ dan HCO3- yang sangat penting dalam sistem bufer darah.
Farmakodinamik : Penghambatan karbonik anhidrase secara non kompetitif
* Ginjal - meningkatkan ekskresi bikarbonat, natrium dan kalium, darah
cenderung asidosis.
* Susunan cairan plasma - terjadi asidosis metabolik
* Mata - mengurangi cairan bola mata disertai penurunan tekanan
intraokuler
* SSP - mengurangi timbulnya epilepsi
Farmakokinetik : Asetazolamid mudah diserap melalui saluran cerna
Efek samping : -dosis tinggi dapat timbul parestesia dan kantuk yang terus menerus
- mempermudah pembentukan batu ginjal
- dapat menimbulkan disorientasi mental
Kontraindikasi : -penderita sirosis hepatis
Indikasi : - penyakit glaukoma
- jarang digunakan sebagai diuretik
Sediaan dan dosis : - dalam bentuk tablet 125 dan 250 mg, dosis 250-500 mg per kali.
- diklorfenamid dalam tablet 50 mg dosis awal 200 mg sehari
- metazolamid tablet 25 mg dan 50 mg dosis 100-300 mg sehari

19

Penggunaan klinik diuretik


Penyakit
Hipertensi

Obat
Tiazid
Diuretik kuat ( biasanya furosemid)
Diuretik hemat kalium

Payah jantung kronik


Kongestif

Tiazid
Diuretik kuat (Furosemid)
Diuretik hemat kalium

Edema paru akut


Sindrom nefrotik
Gagal ginjal akut
Asites pada penyakit hati
Edema otak
Hiperkalsemia
Batu ginjal
Diabetes insipidus
Open Angle Glaucoma
Acute Closure Glaucoma

Diuretik kuat (Furosemid)


Tiazid atau diuretik kuat
bersama dengan spironolakton
Manitol dan/atau furosemid
Spironolakton (sendiri atau bersama
tiazid atau diuretik kuat )
Diuretik osmotik
Furosemid
Tiazid
Tiazid
Asetazolamid
Diuretik osmotik/asetazolamid

20

Keterangan
Merupakan pilihan utama tahap pertama
pada sebagian besar pasien.
Digunakan bila terdapat gangguan
fungsi ginjal atau bila diperlukan efek
diuretik yang segera.
Digunakan bersama tiazid atau
diuretik kuat, bila ada bahaya
hipokalemia.
Digunakan bila fungsi ginjal normal.
Terutama bermanfaat pada pasien dengan
gangguan fungsi ginjal.
Digunakan bersama tiazid atau diuretik
kuat bila ada bahaya hipokalemia.

Bila diuresis berhasil, volume cairan tubuh


yang hilang harus diganti dengan hati-hati.
Diuretik kuat harus digunakan dengan
hati-hati. Bila ada gangguan fungsi ginjal,
jangan menggunakan spironolakton.
Diberikan bersama infus NaCl hipertonis
Disertai diet rendah garam
Penggunaan jangka panjang
Prabedah

Obat-obat yang mempengaruhi konservasi air

21

Hormon Anti Diuretik ( ADH )


ADH disebut juga vasopresin yang merupakan suatu oktapeptida yang diproduksi oleh sel saraf
dalam nukleus supra optikus dan paraventrikularis di hipotalamus.
Sekresi vasopresin diatur oleh :
1. Konsep osmoreseptor, bila osmolalitas bertambah akibat dehidrasi, maka sekresi ADH bertambah dan sebaliknya.
2. Konsep reseptor volume yang terletak di atrium kiri dan vena pulmonalis, bila terjadi penurunan volume darah maka akan terjadi perangsangan ADH, dan sebaliknya.
3. Sekresi vasopresin meningkat akibat :- Stress emosional
- Stress fisik
- Obat: Nikotin, klofibrat, siklofosfamid, anti depresan
trisiklik, karbamazepin, dan diuretik.
Penggunaan klinik : -Diabetes insipidus
- Perdarahan varises esofagus
- Koagulopati
Efek samping : -Vasokonstriksi
- Tekanan darah naik
- Peristaltik usus meningkat
- Kolik usus
- Spasmus uterus
Sediaan dan dosis : - Vasopresin injeksi, diberikan SK atau IM dosis 5-10 unit tiap 3-6 jam
- Desmopresin asetat, vasopresin tanat, lipresin.

Benzotiadiazid

22

Klorotiazid dan Tiazid


Mekanisme kerja : efek natriuretik di tubuli distal menyebabkan kehilangan banyak
natrium, dalam keadaan ini akan terjadi reabsorpsi NaCl yang
berlebihan di tubulus proksimal, sehingga volume filtrat yang
mengalir ke tubuli distal menurun. Sebagai akibatnya yaitu
berkurangnya pembentukan air dan keadaan poliuria berkurang.
Indikasi : - Pengobatan diabetes insipidus yang nfrogenik
- Pengobatan diabetes insipidus yang tidak tahan dengan ADH
Sediaan dan dosis : Klorotiazid 1-1,5 g/hari atau hidroklorotiazid 50-150 mg/hari
dalam dosis terbagi.

Buku acuan : 1. FARMAKOLOGI DAN TERAPI


Bagian Farmakologi FK UI edisi 5 tahun 2007
2. FARMAKOLOGI DASAR DAN KLINIK
Bertram G . Katzung
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Airlangga
edisi 8 tahun 2002