Anda di halaman 1dari 12

Nama Anggota :

Arif dwi harmanto


Lastri
Indah arienta dewi
Merida
Satrio nugroho

Supposit
oria

Pengertian
Suppositoria adalah sediaan padat dalam
berbagai bobot dan bentuk yang diberikan
melalui rektal, vagina, maupun uretra,
berbentuk torpedo, dapat melunak, melarut,
atau meleleh pada suhu tubuh, dan efek
yang ditambahkan adalan efek sistemik atau
lokal. Bahan dasar yang digunakan harus
dapat larut dalam air, atau meleleh pada
suhu tubuh. Semakin pendek waktu
melarut/mencair semakin baik karena
efektivitas obat semakin baik.

Keuntungan Sediaan obat


dalam bentuk Suppositoria
antara lain :
Dapat menghindari terjadinya iritasi pada
lambung
Dapat menghindari kerusakan obat oleh
enzim pencernaan
Langsung dapat masuk ke saluran
pembuluh darah sehingga akan
memberikan efek yang lebih cepat
dibandingkan efek per oral

Kerugian Sediaan obat dalam bentuk


Suppositoria antara lain :

Cara pakai tidak menyenangkan


Absorbsi obat sering kali tidak teratur
/sukar diramalkan
Tidak dapat disimpan dalam suhu
ruangan
Tidak semua obat bisa dibuat
suppositoria

JENIS SUPPOSITORIA
a) Suppositoria Rektal/Analia
Untuk dewasa kalau tidak dinyatakan lain beratnya
adalah 3 g, bentuk lonjong pada salah satu atau kedua
ujungnya, sedangkan untuk anak-anak beratnya adalah 2
g.
b) Suppositoria Vaginal/Ovula
Berbentuk bulat atau bulat telur, umumnya memiliki
berat 5-15 g, sering disebut tablet vaginal.
c)

Suppositoria Urethal
Ukuran untuk pria adalah panjang 125-140 mm,
diameter 3-6 mm, massa 4 gram. Sedangkan untuk wanita
panjangnya 50-70 mm, massanya 2 gram ( ukuran pria).

Jika diamati kondisi distribusi bahan


obat dalam system, suppositoria dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
Suppositoria suspensi
Bentuk ini memiliki kelarutan bahan obat yang
rendah didalam basis sehingga bahan obat
berada dalam bentuk tersuspensi (suspense beku)

Suppositoria larutan
Suppositoria larutan akan terbentuk jika bahan
obat benar-benar larut dalam basis.Resorpsi
bahan obat suppositoria larutan lebih rendah
daripada suppositoria suspensi

Suppositoria emulsi
Basis pengemulsi mempunyai berbagai
keuntungan dalam teknologi pembuatan
dan biofarmasi. Sedangkan kerugiannya
adalah pengerasan akibat penguapan
airnya, mudah mengering, mudah
tercemari mikroba, mempunyai stabilitas
bahan obat dan masa lemak, serta dapat
mengurangi resorpsi bahan obat.

WAKTU DAN CARA PAKAI


Waktu pemakaian suppositoria adalah :
sesudah defactio untuk suppositoria analia
pada waktu malam hari
Cara pakai suppositoria adalah :
1. Pertama-tama cucilah tangan terlebih dahulu
2. Buka alumunium foil dan lunakan suppositoria dalam air
3. Berbaring miring dengan tungkai yang dibawah lurus,
dan yang diatas ditekuk
4. Masukkan suppositoria kedalam anus dengan
mnggunakan jari kira-kira 2 cm dan terus berbaring
selama 15 menit
5. Cuci tangan setelah memasukkan suppositoria

PEMBUATAN SUPPOSITORIA
1. Bahan obat yang akan dibuat suppositoria ditimbang sesuai
jumlah yang dibutuhkan
2. Bahan obat yang telah ditimbang dicampur dengan sedikit
bahan dasar yang telah dilelehkan. Obat harus dapat larut
dalam bahan dasar, bila perlu dilakukan pemanasan. Jika obat
sukar larut, maka obat harus dibuat menjadi serbuk yang halus
3. Setelah campuran bahan obat dan bahan dasar meleleh atau
mencair dituang dalam cetakan
4. Sisa bahan dasar ditambahkan ke dalam cetakan sampai
penuh setelah dilelehkan terlebih dahulu
5. Cetakan yang berisi campuran tersebut didinginkan. Setelah
dingin suppositoria dikeluarkan dari cetakan dan ditimbang
6. Jumlah bahan dasar yang harus ditambahkan adalah berat
suppositoria yang akan dibuat dikurangi dengan berat bahan
obatnya
7. Berat jenis obat dapat dihitung dan dibuat seragam

TEKNOLOGI PEMBUATAN
a) Cara Penuangan
Cara ini yang paling sering digunakan. Setelah
masa melebur dan disatukan dengan bahan obat,
dituang ke dalam cetakannya.
b) Cara Pencetakan
Pada cara pencetakan, parutan basis suppositoria
dicampurkan dengan bahan obat yang diserbuk
halus, kemudian diisikan dalam sebuah pencetak
suppositoria (misal pencetak suppositoria universal)
dan dengan sebuah torak yang digerakkan ke dalam
melalui sebuah kincir, ditekan ke dalam cetakan
melalui lubang kecil. Dengan bantuan alat khusus,
suppositoria kemudian didorong keluar.

ALAT-ALAT PEMBUATAN SUPPOSITORIA


a. Pot tuang suppositoria

Terdiri dari sebuah wadah dengan mantel ganda yang dilengkapi


dengan termostat dan pengaduk untuk menghindari sedimentasi,
pengaduk dibuat sedemikian rupa sehingga tidak ada udara yang
masuk ke dalam masa dan menyebabkan porositas suppositoria
yang tidak dikehendaki.
b. Otomat tuang
Otomat tuang mampu memproduksi 20000 suppositoria dalam
satu jam hanya dalam satu siklus kerja. Fase kerja otomat tuang
seperti itu tergantung pada jenis alatnya. Fase tersebut dapat
berlangsung secara linier atau rotasi. Operasi kerja berikut
berlangsung secara penuh yaitu penuangan masa, pendinginan
cetakan, pengerokan masa membeku yang berlebih, pendesakan
suppositoria yang telah selesai keluar, serta pembersihan dan
pemulasan cetakan.