Anda di halaman 1dari 19

1.

Perencanaan

Perencanaan adalah suatu proses yang mencoba meletakkan dasar tujuan dan
sasaran termasuk menyiapkan segala sumber daya untuk mencapainya.
Perencanaan memberikan pegangan bagi pelaksanaan mengenai alokasi sumber
daya untuk melaksanakan kegiatan (Imam Soeharto, 1997). Secara garis besar,
perencanaan berfungsi untuk meletakkan dasar sasaran proyek, yaitu penjadwalan,
anggaran dan mutu.
Pengertian di atas menekankan bahwa perencanaan merupakan suatu proses, ini
berarti perencanaan tersebut mengalami tahap-tahap pengerjaan tertentu Tahaptahap pekerjaan itu yang disebut proses. Dalam menyusun suatu perencanaan yang
lengkap minimal meliputi :
a. Menentukan tujuan.
Tujuan dimaksudkan sebagai pedoman yang memberikan arah gerak dari kegiatan
yang akan dilakukan.
b. Menentukan sasaran.
Sasaran adalah titik-titik tertentu yang perlu dicapai untuk mewujudkan suatu
tujuan yang lelah ditetapkan sebelumnya
c. Mengkaji posisi awal terhadap tujuan.
Untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan posisi maka perlu diadakan kajian
terhadap posisi dan situasi awal terhadap tujuan dan sasaran yang hendak dicapai
d. Memilih alternatif.
Selalu tersedia beberapa alternatif yang dapat dipergunakan untuk mewujudkan
tujuan dan sasaran. Karenanya memilih alternatif yang paling sesuai untuk suatu
kegiatan yang hendak dilakukan memerlukan kejelian dan pengkajian perlu
dilakukan agar alternatif yang dipilih tidak merugikan kelak.

e. Menyusun rangkaian langkah untuk mencapai tujuan


Proses ini terdiri dari penetapan langkah terbaik yang mungkin dapat dilaksanakan
setelah memperhatikan berbagai batasan.
Tahapan perencanaan di atas merupakan suatu rangkaian proses yang dilakukan
sesuai urutannya. Dari proses tersebut perencanaan disusun dan selanjutnya
dilakukan penjadwalan.
Dalam merencanakan jadwal suatu proyek ada dua hal yang harus dilakukan
yaitu:
1. Membagi bobot suatu pekerjaan. Pekerjaan pekerjaan perlu diidentifikasi
dan hubungan antar kegiatan harus jelas. Biasanya pembagian tersebut
menuruti standar dan logika tertentu. Berdasarkan pembagian ini, dapat
juga dilakukan alokasi sumberdaya dan waktu. Dengan demikian, kontraktor
dapat memberin garis besar kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk
menyelesaikan

proyek tersebut

serta

berapa

dana

dan

waktu yang

diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut kepada konsultan dan


pemilik proyek.
2. Merencanakan schedule/jadwal kegiatan dalam proyek. Semua kegiatan
beserta jangka waktu masing masing kegiatan tersebut, akan disusun
rencana yang menyeluruh, sehingga bisa diperkirakan kapan proyek tersebut
akan selesai dan siap beroperasi. Perencanaan jaringan kerja dibuat untuk
mencapai efektifitas dan efisiensi yang tinggi dari sumber daya ya ng
akan digunakan selama pelaksanaan proyek konstruksi. Instrumen yang
harus direncanakan untuk pengendalian sumber daya antara lain :
a. Waktu
b. Biaya
c. Tenaga kerja
d. Peralatan
e. Instrumen lain : metode, informasi dan lain lain

Penjadwalan

Penjadwalan dalam pengertian proyek konstruksi merupakan perangkat untuk


menentukan aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek dalam
urutan serta kerangka waktu tertentu, dalam mana setiap aktivitas harus
dilaksanakan agar proyek selesai tepat waktu dengan biaya
yang ekonomis (Callahan, 1992). Penjadwalan meliputi tenaga kerja, material,
peralatan, keuangan, dan waktu. Dengan penjadwalan yang tepat maka
beberapa macam

kerugian

dapat

dihindarkan

seperti keterlambatan,

pembengkakan biaya, dan perselisihan. PengendalianSyarat penting untuk


menuntun keberhasilan suatu proyek adalah pengendalian yang baik terhadap
faktorfaktor

waktu, biaya

sungguhsungguh

dari

dan

mutu.

Pengendalaian

pihak manajemen

selain

itu

perlu penanganan
juga

dibutuhkan

keterlibatan seluruh aparat dari tingkat organisasi dalam perusahaan. Dengan


demikian sistem pengendalian memerlukan kesepakan dari aparat fungsional
sampai pimpinan puncak dengan dukungan dari tim proyek

yang

akan

mengarahkan dan mengkoordinasi fungsifungsi pengendalian. R.J. Mockler,


1972,

dalam

Imam Soeharto

(1997)

memberikan

pengertian tentang

pengendalian. Menurutnya, pengendalian adalah usaha yang sistematis untuk


menentukan standar yang sesuai dengan sasaran perencanaan, merancang
sistem informasi, membandingkan pelaksanaan dengan standar, menganalisis
kemungkinan

adanya

penyimpangan

antara pelaksanaan

dan

standar,

kemudian mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan agar sumber daya


digunakan secara

efektif

dan

efisien

dalam

rangka mencapai

sasaran.Berdasarkan pengertian yang diberikan oleh Mockler, maka proses


pengendalian proyek dapat diuraikan menjadi langkahlangkah sebagai berikut:
a. Menentukan sasaran.
b. Definisi lingkup kerja.
c. Menentukan standar dan kriteria sebagai patokan dalam rangka mencapai
sasaran.

d. Merancang/menyusun sistem informasi, pemantauan, dan pelaporan hasil


pelaksanaan pekerjaan.
e. Mengkaji dan menganalisis hasil pekerjaan terhadap standar, kriteria, dan
sasaran yang telah ditentukan.
f. Mengadakan tindakan pembetulan.
Fungsi utama pengendalian adalah memantau dan mengkaji (bila perlu
mengadakan koreksi) agar langkah-langkah kegiatan terbimbing ke arah
tujuan yang telah ditetapkan. Pengendalian memantau apakah hasil kegiatan
yang telah dilaksanakan sesuai dengan patokan yang telah digariskan dan
memastikan penggunaan sumber daya yang efektif dan
efisien. Pengendalian

juga

merupakan

suatu usaha

untuk

menghindari

persoalan yang
umumnya

sering dijumpai dalam suatu penyelenggaraan proyek

dalam

pelaksanaannya, perlu adanya suatu laporan harian sebagai alat bantu yang
mempermudah mengkontrol berjalannya suatu proyek berjalan sesuai yang telah
direncanakan.Kriteriakriteria yang dipakai untuk mengukur kemajuan proyek :
a. Waktu
Dalam jaringan kerja yang telah disusun dapat dijabarkan kegiatan secara lokal.
Jaringan kerja memegang peranan yang sangat penting karena terdapat
informasiinformasi yang diperlukan seperti waktu kegiatan, logika praktis
antar kegiatan dan kemajuan proyek. Dalam proses pengendalian diperlukan
untuk mengetahui secara dini setiap gejala yang menyimpang dari rencana
sehingga dapat diambil tindakan tindakan untuk menyelesaikan masalah
tersebut.
b. Biaya
Pengendalian

biaya

diperlukan

untuk mengendalikan

dan

memonitor

penggunaan sarana atas anggaran yang ada. Biasanya dalam anggaran


dinyatakan pula rencana presentasi pengeluaran persatuan waktu.

c. Mutu
Pada umumnya pengukuran atas berhasil tidaknya suatu proyek dilakukan
pada akhir proyek dengan berbagai cara pengujian dalam penilaian mutu suatu
proyek, seorang manajer proyek hendaknya perlu melakukan tiga langkah untuk
manghindari konflik yang tidak diinginkan, yaitu :
Menjamin tidak ada perbedaan pengertian standar dan spesifikasi antara
pemilik atau konsultan dengan kontraktor.
Menjamin terdapat metode pengujian atau proses pembinaan kualitas atau
kuantitas sesuai dengan kriteria yang telah direncanakan.

Merencanakan

hasilhasil

antara, sehingga proyek dapat dikendalikan

sapanjang waktu proyek tersebut berlangsung.

Gambar 1. Hubungan Antara Waktu, Biaya dan Mutu


Metode Perencanaan dan Pengendalian JadwalTerdapat beberapa metode yang
digunakan dalam perencanaan dan pengendalian jadwal yaitu:

1. Diagram Batang (Bar Chart)


Diagram batang (Bar Chart), yang biasa juga disebut Gantt Chart sesuai
dengan nama orang yang pertama kali mengembangkan yaitu Henry L. Gantt
adalah

suatu

diagram

yang

terdiri

dari sekumpulan garisgaris yang

menunjukkan saat mulai (awal) dan selesai (akhir) yang direncanakan untuk
itemitem pekerjaan dalam proyek.
2. Precedence Diagram Methode (PDM)
Metode diagram preseden (precedence diagram method = PDM) adalah
jaringan kerja yang termasuk klasifikasi aktivitas di node (activity on node =
AON). Aktifitas pada PDM dituliskan didalam node atau kotak yang umumnya
berbentuk segiempat. Setiap node mempunyai dua peristiwa, yaitu peristiwa
awal dan akhir. Anak panah sebagai petunjuk hubungan antara aktivitas
aktivitas yang bersangkutan dan bukan menyatakan kurun waktu aktivitas.
Metode PDM banyak dijumpai pada proyekproyek rekayasa konstruksi yang
banyak pekerjaan tumpang tindih dan berulang.
3. Kurva S
Untuk melihat pemakaian sumber daya tertentu selama pelaksanaan proyek
digunakan kurva S. Kurva S secara grafis adalah penggambaran kemajuan
kerja (bobot %) kumulatif pada sumbu vertikal terhadap waktu pada sumbu
horisontal. Kemajuan kegiatan biasanya diukur terhadap jumlah uang yang telah
dikeluarkan oleh proyek. Perbandingan kurva S rencana dengan kurva
pelaksanaan memungkinkan dapat diketahuinya kemajuan pelaksanaan proyek
apakah sesuai, lambat, ataupun lebih dari yang direncanakan.

Contoh Perencanaan pada sebuah proyek


Proyek Pembuatan Aplikasi Pendaftaran Siswa Online berbasis web dengan
spesifikasi program yang di inginkan :
-

Form pengisian formulir


Laman Informasi Pihak yang terkait
Laman Kontak yang dapat di hubungi
Dan laman mengenai profil sekolah

Sedangkan material/bahan yang di butuhkan oleh depelover untuk membangun


aplikasi ini adalah :
-

Laptop
Komputer
Web Domain
File hosting
Koneksi Internet
Aplikasi Dreamweaver

Dalam Pembangunan proyek aplikasi ini, time schudle yang digunakan adalah
kurva S perencanaan yang bersumber dari depelover proyek ini dengan masa
pelaksanaan 150 hari kalender. Dimana dalam proyek ini developer membagi
team untuk masing-masing pekerjaan yang akan di kerjakan. Dan total
keseluruhan team depelover berjumlah 6 Orang
1. Team Design Template berjumlah 4 Orang
2. Team Coding PHP,HTML,CSS dll 3 Orang
3. Team Sinkronisasi Web ke File Hosting dan Web Domain 2 Orang
Untuk masalah anggaran Depelover mematokkan biaya sebesar Rp 50.000.000
yang akan dikelurkan untuk total project ini, maka akan di realisasikan pada
Microsoft Project

1. Task Schudle

Penjelasan :
1. Untuk kategori desain template/laman, semua laman di kerjakan
bersamaan.
2. Untuk kategori coding terdiri dari HTML, PHP, CSS dimana
penyelesaian akan di utamakan pada HTML karena HTML adalah
body untuk penempatan coding CSS dan PHP, dan pengerjaan PHP
dan CSS akan di kerjakan bersamaan setelah penyelesain HTML tadi
3. Untuk Kategori Sinkronisasi Web ke Internet terdiri dari Pemilihan
Domain dan Pemilihan File Hosting, dimana pengerjaannya akan
dikerjakan secara bersamaan setelah pembuatan coding selesai
2. Durasi
a. Pada kategori desain template rata-rata diberi waktu selama 20 hari
b. Pada kategori Coding sama halnya dengan kategori desain template
diberikan waktu selama 10 hari
c. Pada kategori sinkronisasi Web ke Internet diberikan waktu masingmasing selama 15 hari

3. Resource Sheet

Penjelasan :
1. Pada resource name terdapat 6 pekerja dan 6 material dimana perincian
-

anggaran untuk setiap pekerja dapat dilihat


Untuk para pekerja akan di gaji /hari nya adalah Rp.200.000
Namun dibagian material Depelover hanya menghitung biaya Web
Domain dan File Hosting sedangkan untuk material yang lain tidak di

hitung.
Untuk Web Domain di anggarkan dana sebesar Rp.2.000.000 /tahun
sedangkan file hosting dianggarkan dana sebesar Rp.1.500.000 /tahun

4. Critical Path

Penjelasa :
Terlihat semua aktivitas kritis karena setiap aktivitas saling ketergantungan
untuk tahap penyelesaian

5. Network Diagram

Penejelasan :
Terlihat pada network diagram semua task saling ketergantungan di
karenakan dalam pembangunan web harus menyelesaikan pondasi-pondasi
dalam pembangunan web.

6. Gant Chart table Cost

Penjelasan :
Terlihat pada kategir task Design template dana yang di rencanakan adalah

Rp 16.000.000
Pada kategori task Coding dana yang di rencanakan/taksiran Rp 6.000.000
Pada kategori task Sinkronisasi Web ke Internet dana yang di rencanakan
Rp. 6.000.000
Pada tahap perencanaan ini dana yang tertaksir mencapai Rp 28.000.000

2. Pengawasan
Pada suatu proyek, manajer proyek perlu memperhatikan tentang anggaran
yang telah ditetapkan dalam perencanaan proyek, manajer tidak dapat
menafsirkan bahwa sebesar anggaran itulah akhir biaya proyek. Anggaran adalah

suatu perkiraan yang disusun berdasarkan informasi yang tersedia pada saat
pembuatan anggaran. Ada beberapa asumsi yang digunakan untuk merumuskan
ketidakpastian yang dihadapi proyek sehingga menjadi bagian dari anggaran
proyek. Oleh sebab itu, rencana proyek yang dibuat sebelum dimulai dan
dituangkan dalam Petunjuk Operasional (PO) haruslah memuuat sifat:
1.
2.

Rencana proyek yang mengalami perubahan selama proyek itu berjalan.


Rencana proyek dapat menjadi landasan bersama semua pihak dalam

komunikasi mengenai proyek selama masa kerja proyek.


Dengan dimilikinya sifat-sifat ini dalam rencana proyek, semua pihak akan dapat
mengetahui bahwa anggaran proyek dapat meningkat lebih besar selama proyek
berjalan dan dapat pula realisasi biaya proyek lebih kecil dari pada anggarannya
setelah proyek selesai asalkan proyek tersebut dapat berjalan secara efektif dan
efisien.
Penyimpangan realisasi biaya proyek dari anggarannya terutama terjadi karena
ketidakpastian, sehingga dapat menambah beban atau dapat sama sekali tidak
menimbulkan beban proyek seperti yang diperkirakan sebelumnya. Sehubungan
dengan itu, program menghemat biaya proyek wajib menjadi bagian dari disiplin
manajemen proyek. Manajer proyek wajib mempertimbangkan alternatif kerja
untuk dapat menekan biaya proyek sebagai kesatuan. Karenanya pengawasan dan
pengendalian biaya proyek setidak-tidaknya perlu mencakup pengawasan dan
pengendalian:
1. Jadwal pembiayaan (cash flow)
2. Besarnya keseluruhan biiaya proyek.
Manajer proyek perlu mengawasi dan mengendalikan para pegawainya yang
bertanggung jawab menimbulkan pengeluaran-pengeluaran. Pengawasan dan
pengendalian bukan hanya melalui prosedur dan metode serta kebijaksanaan,
namun perlu diperhatikan pula bagaimana jalannya koordinasi untuk memecahkan
hambatan-hambatan dan perbedaan pendapat diantara mereka dan perbedaan

pendapat dalam unit kerjanya sendiri, kecepatan mereka mengambil keputusan


terhadap masalah yang dibawahnya, bagaimana mereka memberi petunjuk kepada
bawahan dalam memecahkan masalah, apakah mereka menyarankan cara kerja
yang lebih baik, dan apakah mereka berusaha menciptakan iklim atau lingkungan
pengawasan dan pengendalian menghargai pelaksanaan tugas yang baik dan
memberikan kritik terhadap pelaksanaan tugas yang tidak memuaskan.
Dalam proyek ini pengendalian biaya dilakukan dengan memeriksa apakah biaya
yang sudah dikeluarkan sesuai dengan kemajuan atau progress prestasi yang telah
dicapai. Hal ini dapat diketahui dengan melihat kurva S, kurva S secara grafis
menyajikan beberapa ukuran kemajuan komulatif pada suatu sumbu tegak,
terhadap waktu pada sumbu mendatar. Kurva S ini digambarkan pada suatu
diagram yang menunjukkan jadwal pelaksanaan pekerjaan. Diagram ini disebut
bar chart. Jumlah biaya yang dikeluarkan dapat diukur menurut kemajuan yang
dicapai.
Bar chart adalah diagram batang yang menggambarkan berbagai pekerjaan yang
dapat diselesaikan dalam satu-satuan waktu tertentu. Dalam suatu proyek, bar
chart diuraikan menjadi beberapa macam pekerjaan kemudian diperkirakan waktu
yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing-masing pekerjaan tersebut.
Lamanya waktu ini diperkirakan data-data yang dipakai serta pengalaman kerja
sebelumnya dan dibuat secara parallel tanpa mengabaikan cash flow dari biaya.
Bar chart dilengkapi dengan kurva S untuk membandingkan antara lamanya suatu
pekerjaan dengan bobot.
Karena satuan waktu yang dipakai adalah mingguan, maka elevasi terhadap biaya
yang telah dikeluarkan dilakukan mingguan pula. Besarnya biaya yang telah
dikeluarkan ini dibandingkan dengan rencana anggaran biaya dan dicari
prosentasenya. Dengan mengetahui nilai prosentase dan posisi waktu saat ini
dapat digambarkan kurva S actual ke bar chart yang memuat kurva S rencana.
Dengan membandingkan kurva S actual dengan kurva S rencana dapat diketahui
apakah pembiayaan proyek berjalan sesuai dengan rencana atau tidak.

Dari perbandingan kurva S actual dan kurva S rencana akan diperoleh


kemungkinan:

Kurva S actual berada dibawah kurva S rencana, ini berarti pelaksanaan


pekerjaan mengalami keterlambatan.

Kurva S actual berhimpit dengan kurva S rencana, ini berarti pelaksanaan


pekerjaan tepat sesuai dengan pekerjaan.

Kurva S actual berada diatas kurva S rencana, ini berarti pelaksanaan


pekerjaan lebih cepat dari rencana.

A. TAHAPAN-TAHAPAN PROSES PENGAWASAN


1. Tahap Penetapan Standar Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target
pelaksanaan kegiatan yangdigunakan sebagai patokan dalam pengambilan
keputusan. Bentuk standar yang umum yaitu :
a. standar phisik
b. standar moneter
c. standar waktu
2. Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan Digunakan sebagai dasar
atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat
3. Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan Beberapa proses yang berulangulang dan kontinue, yang berupa atas, pengamatan laporan, metode,
pengujian, dan sampel.
4. Tahap Pembandingan

Pelaksanaan

dengan

Standar

dan

Analisa

Penyimpangan
Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan
menganalisanya mengapa bisa terjadi demikian, juga digunakan sebagai alat
pengambilan keputusan bagai manajer
5. Tahap pengambilan tindakan koreksi bila diketahui dalam pelaksanaannya
terjadi penyimpangan, dimana perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan.
B. BENTUK-BENTUK PENGAWASAN

Pengawasan

Pendahulu

(feeforward

control,

steering

controls)

Dirancang untuk mengantisipasi penyimpangan standar dan memungkinkan


koreksi dibuat sebelum kegiatan terselesaikan. Pengawasan ini akan efektif bila
manajer dapat menemukan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang
perubahan yang terjadi atau perkembangan tujuan Pengawasan Concurrent
(concurrent control) Yaitu pengawasan Ya-Tidak, dimana suatu aspek dari
prosedur harus memenuhi syarat yang ditentukan sebelum kegiatan dilakukan
guna menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan. Pengawasan Umpan Balik
(feedback control, past-action controls) Yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang
telah dilaksanakan, guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau
tidak sesuai dengan standar.

C. METODE-METODE PENGAWASAN
Metode-metode pengawasan bisa dikelompokkan ke dalam dua bagian;
pengawasan non-kuantitatif dan pengawasan kuantitatif

a. Pengawasan Non-kuantitatif
Pengawasan non-kuantitatif tidak melibatkan angka-angka dan dapat
digunakan untuk mengawasi prestasi organisasi secara keseluruhan. Teknikteknik yang sering digunakan adalah:
-

Pengamatan (pengendalian dengan observasi). Pengamatan ditujukan

untuk mengendalikan kegiatan atau produk yang dapat diobservasi.


Inspeksi teratur dan langsung. Inspeksi teratur dilakukan secara periodic

dengan mengamati kegiatan atau produk yang dapat diobservasi.


Laporan lisan dan tertulis. Laporan lisan dan tertulis dapat menyajikan
informasi yang dibutuhkan dengan cepat disertai dengan feed-back dari

bawahan dengan relatif lebih cepat


Evaluasi pelaksanaan
Diskusi antara manajer dengan bawahan tentang pelaksanaan suatu
kegiatan. Cara ini dapat menjadi alat pengendalian karena masalah yang
mungkin ada dapat didiagnosis dan dipecahkan bersama

Management by Exception (MBE). Dilakukan dengan memperhatikan


perbedaan yang signifikan antara rencana dan realisasi. Teknik tersebut
didasarkan pada prinsip pengecualian. Prinsip tersebut mengatakan bahwa
bawahan mengerjakan semua kegiatan rutin, sementara manajer hanya
mengerjakan kegiatan tidak rutin

Contoh Pengawasan pada project di atas :


a. Pengawasan Waktu
Pada tahap perencanaa proyek di berikan waktu selama 150 hari namun
terdapa penambahan waktu pada kategori coding, dimana client
menginginkan tambahan content pada web. Content yang ingin di
tambahkan adalah form login untuk siswa dan guru, dengan penambahan
tersebut maka aka nada penambahan waktu dan biaya, namu dalam
pembahasan ini akan di fokuskan untuk pengawasan waktu, dimana pada
kategori ini depelover meminta waktu tambahan 5 hari untuk form login
guru dan 5 hari untuk form login siswa, maka total keseluruhan waktu
yang dibutuhkan adalah 150 + 10 Hari = 160 Hari.

Penjelasan :
Penambahan tetap berdasarkan task di atasanya, dikarenakan form login
harus menunggu Kategori desain template terselesaikan

Untuk pengawsan komplisitas kerja yang telah di kerjakan

Penjelasan :
-

Pada kategori Desain template untuk keseluruhan tahap pengerjaan masih

79 % sedangkan untuk kategori Form Login 75 %


Untuk Critical Path terjadi perubahan dari sebelumnya semua menjadi
kritis namu setelah menambah dua task, tidak keseluruhan lagi menjadi
critical
a. Critical

b. Network Diagram

Penjelasan :
Telihat Task yang terselesaikan sekitar lebih dari 50% versi network

diagram
b. Pengawasan Biaya
Pada tahap perencanaa biaya yang telah dianggarkan adalah Rp
50.000.000 dan dana yang di butuhkan adalah Rp 28.000.000 jadi
kemungkinan biaya yang tersisa Rp 22.000.000 namun setelah ada
penambhan content yang di inginkan oleh client yaitu content login
member terdiri dari Form Login guru dan Form Login siswa, dimana
waktu yang diberikan untuk setiap task masing-masing di beri 5 hari, dan
untuk masing-masing menggunakan satu orang pekrja yaitu fazar dan reni

Dimana setiap pekerja gaji /hari nya Rp 200.000 maka /hari nya dana yang
di tambah sebesar Rp 400.000 dan dikalikan selama 5 hari menjadi Rp
2.000.000

Penjelasan :
-

Terlihat di kategori desain template penambahan biaya yang signifikan


yaitu sebesar Rp 2.000.000
Actual pada penambahan task (baiaya yang telah terbayar) sebesar Rp
1.500.000

Remaining pada penambahan task (biaya yang belum di bayar) sebesar Rp


500.000
1. Resource Usage

Penjelasan :
Waktu bekerja bagi pekerja adalah standart, yaitu 8 jam

2. Resource Usage Cost

Penjeleasan :
Biaya yang telah dibayarkan sesuai kinerja yang telah diselesaikan
Dimana pembayaran sesuai pekerja, dikategorikan dimana /orang
mendapat job maka bayaranya akan di kalkulasikan sesuai job yang di
terima

3. Ghant Chart Summary

Penjelasan :
-

Melihat jam kerja keseluruhan dimana perincian dari tiap-tiap kategori


task
4. Time data versi excel (Line diagram)
Meliputi :
- Actual Work
- Actual Cost

Penjelasan :
-

Menampilkan persentase kerja yang telah berjalan


Menampilkan persentase biaya yang telah di keluarkan selama proyek
berjalan