Anda di halaman 1dari 137

I.

BAB.II. BATUAN
MAGMA .
BEKU.
- Fasa Beku
- BatuanBeku .

- Magma.
- Struktur Bumi.
- Pembentukan dan asal Magma: Partial Melting,
Primary Melt,
Parental Magma.
- Magma dan tatanan tektonik : dimana magma
keluar
kepermukaan bumi?.
II.
EVOLUSI MAGMA.
III. KOMPOSISI MINERAL : ROCK FORMING MINERALS.
- Pembentukan mineral : diagram fasa.
IV. TEKSTUR.
- Faktor pengaruh.
- unsur tekstur.
V.
STRUKTUR.
- intrusi.
- ekstrusi.
VI. BATUAN PIROKLASTIK.
- pembentukan.
- klasifikasi dan penamaan.

FAS A B E K U

+
MAGMA

BATUANBEKU
(I G N E O U S

R O C K S)

IGNEOUS ROCKS, WHICH ARE ALSO


KNOWN AS FIRE ROCKS SINCE THE NAME
HAS BEEN DERIVED FROM THE LATIN
WORD IGNIS, ARE FORMED BY COOLED
MAGMA SOLIDIFYING, EITHER ABOVE THE
GROUND,
WHICH
IS
KNOWN
AS
EXTRUSIVE ROCKS, OR BELOW THE
EARTHS SURFACE, WHICH IS KNOWN AS

BATUAN BEKU hasil pembekuan MAGMA

I.1. MAGMA
(A PHYSICOCHEMICAL SENSE)
IS A MULTY COMPONENT SYSTEM CONSISTING OF A
COMPLEX SILICATE MELT, PHASE ANIONS, SI LINKAGE, ALSI-O COMPLEXES AND FREE CATIONS WITH SOME SOLID
PHASES AS SUSPENDED CRYSTALS.
(GENERAL SENSE).
A COMPLATELY OR PARTIALY MOLTEN NATURAL
SUBSTANCES WHICH ON COOLING, SOLIDIFIES AS A
CRYSTALLINE OR GLASSY IGNEOUS ROCKS, RICH IN
SILICA
AND ARE CAPABLE OF DEFORMING BY VISCOUS FLOW
UNDER MODERATE STRESS.
BERSIFAT MOBILE, KARENA TIGA HAL YAITU:
1.TEKANAN GRAVITASI DARI SEKELILING DAPUR MAGMA.
2.ADANYA GERAK2 TEKTONIK.
3.PEMBENTUKAN GAS DALAM MAGMA ITU SENDIRI. TEMPERATUR YANG
BERKISAR SEKITAR 1100 C 1200 C.

I.2. P E M B E N T U K A N
M A G M A
I.2. 1. STRUKTUR PERLAPISAN
BUMI
FISIK .

Lithosphere (Greek

asthens 'weak' + sphere) is


the highly viscous, mechanically weak and ductilely
-deforming region of the upper mantle of the Earth)

Tebal sekitar 100 km (dibawah kerak


benua lebih dari 200 km, dan lebih tipis
dibawah punggung samudra dan rift
valleys), sangat brittle, mudah pecah
pada tekanan rendah. Catatan: litosfera
dibentuk oleh gabungan kerak dan bagian
dari mantle. Lempeng kerakbumi adalah
litosfera yang terapung didasari oleh
astenosfer. The asthenosphere (from
Astenosfera tebal sekitar 250 km, padat
tetapi lembek dan mudah bergerak
(ductile). Bagian atas astenosfera disebut
sebagai Low Velocity Zone/ LVZ, karena
kecepatan kedua gelombang P dan S
wave lebih rendah daripada litosfera
diatasnya. Tetapi kecepatan, baik Pataupun S- wave, tidak menjadi nol, maka
LVZ tidak sepenuhnya likuid.

Mesofer tebal sekitar


2500 km, padat, tetapi
dapat
bergerak
mengalir.
Outer Core tebal 2250
km, likuid, Kita tahu
tentang
ini
karena
kecepatan gelombang S
, nol di core luar. Bila
Vs = 0, ini menyatakan
bahwa m = 0, dan ini
juga
menyatakan
bahwa bahan2 tersebut
dalam keadaan likuid.
Inner Core 1230 km,

I.2. KOMPOSISI KIMIA LAPISAN BUMI.

Earth Crust keragaman ketebalan dan


komposisi
- Benua 10 -70 km tebal, mendasari
semua benua,
CRUST.
Light colored,
mempunyai
ratarata komposisi
low density rocks,
8 70 km thick andesitik.
- Samudra 8 -10 km tebal, mendasari
semua - 3488 km , dibentuk oleh batuan
Mantle
cekungan samudra, mempunyai
peridotit
komposisi
(Olivin+Opx
+ Cpx); bukti : kecepatan
ratarata basaltik.
gelombang
seismik
dan xenolith

peridotite yang dibawa ke permukaan


oleh magma yang naik.
- Bukti percobaan menunjukan bahwa ,
didalam bumi komposisi mineral peridotit
Pada Tekanan rendah berubah
kumpulan sejalan
mineralnya
adalah adalah
kedalaman
( peran
Olivine + Cpx + Opx + tekanan)
clase. (plagioklas
peridotit).
:
Pada tekanan lebih tinggi kumpulan mineral tersebut
berubah menjadi
Olivine :Cpx + Opx + Spinel (Mg,Fe+2)(Cr, Al, Fe+3)2O4 (spinel

I.2.. KOMPOSISI KIMIA LAPISAN BUMI.

STRUKTUR BUMI

CRUST.
Light colored,
low density rocks, 8
70 km thick

*Pada Tekanan
diatas
30 kilobars ,
kumpulan
mineral berubah menjadi
Olivine + Cpx + Opx + garnet (garnet
peridotite).
Perubahan2 tersebut terjadi karena Al
berubah koordinasinya dengan naiknya
tekanan, dan mineral2 baru tersebut
harus
terbentuk karena sifat
Al
tersebut.

Pada kedalam lebih tinggi,


400 km discontinuity dan 670 km - discontinuity,
Olivin dan
piroksen cendrung menjadi
polimer tekanan tinggi.
Disamping perubahan ini kumpulan
mineral, komposisi kimia mantel tidak
Core - 2883 km radius , dibentuk oleh besi (Fe) dan sedikit
tampil berubah banyak dalam komposisi
Nikel (Ni). Bukti datang dari
kecepatan
geolombang seismik,
mineral utamanya.

percobaan, dan komposisi meteorit besi yang diduga sisa


berasal dari planet lain yang pecah karena collisions.

I.3. P A R T I A L M E L T I NG
Magma dibentuk oleh proses pelelehan sebagian (partial melting)
kulit bumi oleh liquid yang berasal dari lapisan mantle.
Sekali partial melt terbentuk, lelehan (magma) tersebut dengan
mudah dapat terpisah dari sisa padatan, karena sifatnya yang mobil dan
biasanya mempunyai densitas yang lebih rendah dari padatan.
Bila batuan meleleh volumenya berubah; gelembung2 lelehan akan
menempati ruang antar butir padatan dan menyatukan sehingga
batuan menjadi lembek. Didalam bumi, walaupun dengan tekanan yang
sangat kecil, batuan yang sudah meleleh dan lembek ini akan terperas
dan memisah dari sumber asalnya.
Proses pelelehan
ini
dapat berlangsung cukup lama sehingga
menghasilkan sebanyak 20% bahkan 35% lelehan dari padatan asal,
tetapi jarang mencapai lebih dari 50%.

1.3.1. FAKTOR PENGARUH TERHADAP PARTIAL MELTING

Geothermal gradent average


gradient is about 20c/km; over
volcanically active areas 3050c/km; in contrast near oceanic
trenches 5-10c/km. temperature
at the core is about 5000c.
Presssure gradent average
crustal values for density yield
pressure gradient 0.1 gpa (or 1
kb) / 3.3km. pressure at the
core reaches nearly 4000kb.

I .3.2.

DERAJAT PELELEHAN (PARTIAL MELTING).

Tingkat Partial Melting dapat ditaksir dari kekayaan relatip unsur


incompatible versus unsur compatible.
Unsur jejak dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu incompatible
elements dan compatible elements .
Incompatible elements adalah unsur2 yang ukurannya, tidak mudah
menyusaikan diri, dengan struktur kristal, dan
compatible elements adalah unsur yang dengan mudah dapat menyesuaikan
diri dengan struktur kristal , dalam mantel.
Incompatible elements - K, Rb, Cs, Ta, Nb, U, Th, Y, Hf, Zr, dan Rare
Earth Elements (REE)- La, Ce, Pr, Nd, Pm, Sm, Eu, Gd, Tb, Dy, Ho, Er, Tm,
Yb, & Lu. Kebanyakan mempunyai jari2 atom yang besar. Mineral2
Mantel seperti olivine, pyroxene, spinel, & garnet tidak mempunyai tempat
untuk ion ukuran besar.
Compatible elements - Ni, Cr, Co, V, dan Sc, mempunyai jari2 ion lebih
kecil dan dengan mudah masuk kedalam kristal yang juga biasanya
dengan mudah mengakomodasi Mg dan Fe.

Derajat partial mleting dapat dipakai untuk memperkirakan tipe magma


apa yang dihasilkan.
Tipe Batuan yang dihasilkan oleh small degrees of partial melting biasanya
mengandun alkaline (Calcium, Sodium), potassic Potassium and/or
peralkaline (high aluminium to silica ratio)).
Primitive melt dari komposisi ini membentuk lamprophyre, lamproite,
kimberlite dan kadang2 nepheline-bearing mafic rocks seperti alkali
basalts dan essexite gabbros atau bahkan carbonatite.
Pegmatite mungkin dibentuk oleh partial melting derajat rendah dari
kerkabumi. Beberapa jenis komposisi granit adalah lelehan eutectitic (atau
cotectic) dari mereka mungkin sekali dibentuk oleh derajat partial melting
rendah sampai tinggi dari kerakbumi., seperti halnya oleh proses kristalisasi
fraksinasi.
Pada derajat tinggi partial melting kerakbumi, granitoid, seperti tonalit
umpamanya,granodiorit dan monzonit dapat dibentuk, tetapi mekanisma
lainnyapun mungkin juga.

I.4. MAGMA AWAL : P A R E N T A L

M E L T S.

Primitive Magma: dibentuk oleh undepleted mantle; mantel yang


dekat dengan primordial atau chondritic composition. Karena
beberapa bagian dari mantel sudah meleleh, diferensiasi mengakibatkan
pengusiran Na, K dan unsur jejak. Bila unsur2 tersebut terusir, mantel
akan mengalami pengayaan dengan Mg dan disebut sebagai a depleted
magma.
Parental Melt adalah magma dengan komposisi awal. Dari parental
melt (magma induk) ini dapat terbentuk beragam jenis magma dengan
komposisi kimia yang berbeda, dihasilkan dari peristiwa diferensiasi.
Sebagai contoh sekumpulan seri aliran basalt (basalt flow) ditafsir sebagai
terkait satu sama lainnya. Komposisinya berasal dari hasil proses
fraksinasi diferensiasi (parental melt). Dari sini dapat dibuat model
fraksinasi kristalisasi yang dapat dipakai sebagai hipotesa bahwa mereka
berasal dari sebuah parental melt yang sama.

II. P E N Y E B A R A N TEROBOSAN M A G M A
MAGMA CENDRUNG NAIK
KEPERMUKAAN KULIT BUMI, TETAPI SEBAGIAN BESAR
MEMBEKU DIKEDALAMAN, SEBAGIAN KECIL BERHASIL MENEROBOS DAN KELUAR

PERMUKAAN KULIT BUMI, DITEMPAT TERTENTU,

MEMBEKU MEMBENTUK

BATUAN BEKU (BATUAN BEKU INTRUSI, BATUAN BEKU EKSTRUSI DAN PIROKLASTIK /EFUSIF).

III. MAGMATISMA DAN TEKTONIK LEMPENG.


Magmatisma dekat kaitannya dengan tektonik lempeng.
Diagram dibawah ini
menyederhanakan mekanisma
pelelehan yang berlangsung sebagai hasil tektonik lempeng
dan bertanggung jawab terhadap pertumbuhan magma
pada berbagai jenis tatanan tektonik,

1. Mid-ocean Ridges
2. Intracontinental Rifts
3. Island Arcs
4. Active Continental Margins .

5. Back-arc Basins
6. Ocean Island Basalts
7. Miscellaneous Intra-Continental Activity,
kimberlites, carbonatites, anorthosites...

IV. KOMPOSISI KIMIA MAGMA.


Magma, setiap jenis magma, 99%-nya dibentuk oleh 10 unsur utama , yaitu, Silicon
(Si), Titanium (Ti), Aluminum (Al), Iron (Fe), Magnesium (Mg), Calcium (Ca),
Sodium (Na), Potassium (K), Hydrogen (H) and Oxygen (O).
- Delapan unsur pertama dalam bentuk kation positip, dengan muatan
berkisar sekitar +1 sampai +4. Unsur terakhir oksigen, ada dalam bentuk
anion negatip, berharga -2.
- Silikon dengan muatan +4 berikatan dengan dua ion oksigen membentuk
sebuah molekul dengan rumus kimia SiO2.
- Magnesium dengan muatan +2, berikatan dengan ion oksigen tunggal
membentuk molekul dengan rumus kimia MgO.
- Ion tunggal Al dengan muatan +3, tidak bisa berikatan dengan ion oksigen
tunggal , membangun molekul netral . Selain itu, dua ion Aluminum
berikatan dengan tiga ion oksigen menghasilkan ikatan kompleks dengan
rumus AL2O3.
Berbagai molekul yang dibentuk dengan cara ini disebut oxide molecules karena
oksigen merupakan komponen yang umum. Itu menunjukan bahwa, magma
mengandung cukup ion oksigen untuk mengikat setiap ion positip.

K O M PO S I S I K I M I A
UNSUR

%
BERAT

%
VOLUME
UNSUR2 UTAMA, MELIPUTI 99 %

O
Si
Al
Fe
Mg
Ca
Na
K

46,60
27,72
8.13
5.00
2,09
3,63
2,83
2,59

93,77
0,86
0,47
0,43
0,29
1,03
1,32
1,83

SELAIN ITU JUGA ADA UNSUR: Ti, H, P, Mn ) SEKITAR


%
DAN
F,S,Sr,Ba,C,Cl,u,Y,Li,Na,Nb,Cr,Zr, .)
( Rb,V,Ni,Zn,N,Ce,Cu,Y,Li,Nd,NB..)
( C,O,La,Pb,Ga,Th,Sm,Gd,Pr,Sc ..)

SEKITAR < 0,5 %

0,1 - 1 5

VIII. EVOLUSI MAGMA


BAHWA
MAGMA
BERAWAL
DENGAN
KOMPOSISI
MAFIC/ULTRAMAFIC PARENT ROCK, KEMUDIAN MENGALAMI
PROSES DIFERENSIASI MEMBENTUK BERAGAM JENIS MAGMA
YANG SELANJUTNYA MENGHASILKAN BERAGAM JENIS BATUAN
BEKU. ( keragaman komposisi mineral dan tekstur)

D I FE R E N S I AS I MAG MA

DIFERENSIASI MAGMA .
(MAGMATIC DIFFERENTIATION)

SEBUAH PROSES DIMANA SEJENIS MAGMA


INDUK BEREVOLUSI MENJADI BERAGAM JENIS
MAGMA (KOMPOSISI KIMIA BERBEDA) YANG
BILA MEMBEKU MENGHASILKAN BERAGAM
JENIS BATUAN BEKU.
PERISTIWA MENGHASILKAN BERAGAM JENIS
MAGMA INI DISEBUT SEBAGAI DIFERENSIASI
MAGMA.

TIGA MEKANISMA DIFERENSIASI :


FRAKSINASIKRISTALISASI :
MINERAL2 YANG PERTAMA MENGKRISTAL ADALAH MINERAL YANG
MEMPUNYAI TEMPERATUR KRISTALISASI YANG TINGGI. BIASANYA
DISUSUN OLEH UNSUR Fe DAN Mg. MINERAL2 INI MEMPUNYAI S.G
YANG TINGGI. DIDALAM CAIRAN MEREKA AKAN MENGENDAP
FRAKSINASI/PEMISAHAN SISA LARUTAN MEMPUNYAI KOMPOSISI
BERBEDA
DARI
ASALNYA.
ASSIMILASI :
ADALAH
PENCAMPURAN ANTARA MAGMA DENGAN BATUAN YANG
DITEROBOSNYA. MAGMA YANG MEMPUNYAI TEMPERATUR SANGAT
TINGGI ITU DAPAT MELEBUR BATUAN YANG DITEROBOSNYA. SEHINGGA
MENGHASILKAN SEBUAH MAGMA BARU DENGAN KOMPOSISI YANG
BERBEDA DENGAN KOMPOSISI AWALNYA.
MAGMA MIXING :
ADALAH PENCAMPURAN ANTARA DUA MAGMA BERBEDA KOMPOSISI
KIMIA, MENGHASILKAN CAMPURAN BARU DENGAN KOMPOSISI YANG
BERBEDA DENGAN KOMPOSISI AWAL NYA MASING2.

Assimilation.
Lelehan yang panas menerobos
dan melebur kulit bumi maka
komposisinya akan berubah.
Asimilasi merupakan mekanisma untuk menerangkan bagaimana proses
felsification dari magma mafic dan ultramafic ketika menerobos kulit
bumi.

Magma mixing adalah proses


dimana dua jenis magma dengan
komposisi kimia berbeda
bercampur dan menghasilkan
magma dengan komposisi berbeda
dari kedua magma asalnya. Magma
mixing cendrung terjadi
dikedalaman yang besar dan
diduga sebagai mekanisma utama
yang membentuk batuan
intermediate seperti monzonit dan
andesit. basalt dan riolit ....
Komposisi ini adalah
intermediate.

Magma mixing

IV.1.VARIASI KOMPOSISI MAGMA


KELAS

ACID

INTERMEDI
ATE

BASIC

% SILIKA

> 66 %

52% - 66 %

45 % - 52 %

Ultramafic (picrit)
SiO2<45%,Fe-M >8% up
to 32%MgO.
Temperature:
up
to
1500C
Viscosity: Very Low
Eruptive
behavior:
gentle or very explosive
(kimberilites)
Distribution:
divergent
plate
boundaries,hotspots,
convergent
plate

ULTRA
BASIC

< 45 %
Mafic
(basaltic)
SiO2 < 50%
FeO and MgO
typically < 10 wt%
Temperature: up to
~1300C
Viscosity: Low
Eruptive behavior:
gentle
Distribution:
divergent plate
boundaries, hot
spots, convergent
plate boundaries

Intermediate
(andesitic)
SiO2 ~ 60%
Fe-Mg: ~ 3%
Temperature:
~1000C
Viscosity:
Intermediate
Eruptive behavior:
explosive or
effusive
Distribution:

Felsic
(rhyolitic)
SiO2 >70%
Fe-Mg: ~ 2%
Temp: < 900C
Viscosity: High
Eruptive
behavior:
explosive or
effusive
Distribution:
hot spots in
continental
crust

KOMPOSISI MINERAL
BATUAN BEKU SEBAGAI HASIL PROSES PEMBEKUAN
MAGMA DIBENTUK OLEH SEKUMPULAN MINERAL
TERTENTU dinyatakan sebagai MINERAL UTAMA :
MINERAL PEMBENTUK BATUAN BEKU
(ROCK FORMING MINERALS).
Yang

terdiri

dari

golongan

FELDSPARS, QUARTZ ,
FELDSPATHOIDS, OLIVINES, PYROXENES, AMPHIBOLES , MICAS.
SELAIN MINERAL UTAMA INI JUGA ADA MINERAL MINERAL LAIN,
TETAPI STATUSNYA LEBIH CENDRUNG SEBAGAI MINERAL TAMBAHAN
ATAU ACCESSORY MINERALS, CONTOH MINERAL OKSIDA DAN/ATAU
SULFIDA.

Segarkan lagi ingatan anda tentang mineral2 tersebut ..

MINERAL PEMBENTUK BATUAN BEKU


(ROCK FORMING MINERALS).
A. FELDSPARS (two varieties to identify)
All have two directions of cleavage.
1. PLAGIOCLASE (2 types to identify) (Ca,Na)(Si,Al)4O8
Have striations on cleavage planes
(end at edge of cleavage plane).
a. OLIGOCLASE (white) Na-rich feldspar
b. LABRADORITE (gray to black) Ca-rich feldspar
STRIATIONS

OLIGOCLASE

LABRADORITE

A.FELDSPARS(twovarietiestoidentify)
Allhavetwodirectionsofcleavage.
2.ORTHOCLASE(pink,tanorwhite)KAlSi308
Hasstringersthatgothroughthemineral
lookssuperficiallylikestriations.
Lookatdisplaysothatyouknowwhatstriationsare.

ORTHOCLASE

B.

FERROMAGNESIANS

(iron and magnesium silicates)


All have two directions of cleavage.
1. AMPHIBOLES (2 types to identify)
Cleavage planes intersect forming 124 o and 56 o
cleavage
angles.
Crystals usually long and thin.
a. HORNBLENDE (black)

Cleavage Angles

b.ACTINOLITE(greenishgrayorgrayishgreen)
Crystalsusuallyinradiatingmasses
(checkwithmeifnotvisible!)

ACTINOLITE

2. PYROXENES(1toidentify)
Cleavageplanesintersectforming88oand92ocleavage
angles.Crystalsusuallyshortandstubby.
a.AUGITE(greenishblack)

AUGITE

.MICAS

C
(3toidentify)
Allhaveonedirectionofcleavage,producing
2.BIOTITE(brown)
3.CHLORITE(green)maynotlookliketheothermicasin
termsofplateyness.

CHLORITE

D. QUARTZ (SiO2)
Hardness is 7.
Can be many colors due to
impurities.
Displays conchoidal fracture.

ROSE QUARTZ

AMETHYST

E. OLIVINE
OLIVINE IS OLIVE GREEN.
GRANULAR APPEARANCE.
MAY BE ABLE TO SEE CONCHOIDAL
FRACTURE
OF GRAINS WITH HAND LENS.

CONCHOIDAL FRACTURE

IX. PROSES PEMBENTUKAN MINERAL : ROCK FORMING


MINERALS
bagaimana mineral mineral pembentuk batuan beku
mengkristal
BERDASARKAN
HASIL
PERCOBAAN, DAPAT DIPEROLEH
T
GAMBARAN
BAGAIMANA
MINERAL PEMBENTUK
BATUAN
CAIR
GAS
BEKU
TERJADI.
HASIL
PERCOBAAN INI DIGAMBARKAN
T
T
DALAM
SEBUAH
DIAGRAM,
PADAT
DIKENAL
SEBAGAI
DIAGRAM
FASA
(PHASE
DIAGRAM).
DIAGRAM INI MEMPERLIHATKAN
JALANNYA
PERISTIWA
KRISTALISASI.
DIAGRAM
FASA adalah sebuah diagram yang
menggambarkan keseimbangan kimia, dengan faktor
penentu, komposisi, tekanan dan temperatur; artinya
fasa apa yang berada dalam keseimbangan pada status
tersebut.

KETERANGAN :
LIQUIDUS GARIS
YANG MEMISAHKAN
DAERAH SELURUHNYA LIQUID TERHADAP
DAERAH
CAMPURAN
LIQUID
PLUS
CRYSTALS.
SOLIDUS - GARIS
YANG MEMISAHKAN
ANTARA DAERAH SELURUHNYA
SOLID
TERHADAP
DAERAH
CAMPURAN LIQUID
PLUS CRYSTALS.

PHASE DIAGRAM

PERITECTIC POINT TITIK DIMANA REAKSI


DAPAT TERJADI ANTARA FASA SOLID YANG
SUDAH TERBENTUK DENGAN FASA LIQUID
DAN MENGHASILKAN FASA SOLID BARU. BILA
TITIK INI DICAPAI MAKA TEMPERATUR AKAN
TETAP KONSTAN SAMPAI SELURUH REAKSI
SELESAI. TITIK INI JUGA DISEBUT SEBAGAI
TITIK INVARIANT.
EUTECTIC POINT TITIK DIMANA SEMUA JENIS
FASA YANG MUNGKIN TERBENTUK AKAN
BERADA DALAM KESEIMBANGAN. BILA TITIK
INI DICAPAI MAKA TEMPERATUR AKAN TETAP
KONSTAN SAMPAI SELURUH BERUBAH FASA.
TITIK INI DISEBUT JUGA INVARIANT POINT.

Gambaran proses kritalisasi


(pembentukan mineral) dalam
evolusi magma.

INTERMEDIATE COMPOUND FASA


DENGAN KOMPOSISI PERTENGAHAN
ANTARA DUA KOMPOSISI.

PHASE DIAGRAM

CONGRUENT MELTING PROSES


PENCAIRAN FASA PADAT MENJADI
FASA CAIR DENGAN KOMPOISIS
YANG SAMA DENGAN KOMPOSISI
PADAT ASAL.
INCONGRUENT MELTING - PROSES
PENCAIRAN FASA PADAT
YANG
MENGHASILKAN FASA CAIR DENGAN
KOMPOSISI YANG BERBEDA DARI
KOMPOSISI PADAT ASALNYA
DAN
JUGA AKAN MENGHASILKAN FASA
PADAT LAIN DENGAN KOMPOSISI
YANG
JUGA
BERBEDA
DARI
ASALNYA.
RULE
1
-
PADA
SEBUAH
KESEIMBANGAN KRISTALISASI ATAU
PELELEHAN
DALAM
SISTIM
TERTUTUP,
KOMPOSISI
AKHIR
SISITIM
AKAN
PRESIS
SAMA

Gambaran proses kritalisasi


(pembentukan mineral) dalam
evolusi magma.

BEBERAPA LELEHAN (MELT) DENGAN KOMPOSISI YANG SUDAH


DITENTUKAN, YAITU LELEHAN BERKOMPOSISI SATU, BERKOMPOSISI
DUA
DAN
BERKOMPOSISI TIGA; PROSES KRISTALISASINYA
TERGAMBARKAN DALAM DIAGRAM FASA BERIKUT :
KOMPONEN TUNGGAL ( SiO2), menghasilkan POLIMORF.

DUA KOMPONEN ( ALBITE DAN ANORTHITE) CONTINOUS


SERIES
PADA
TEMPERATUR
ANTARA SOLIDUS DAN LIQUIDUS DARI
PLAGIOKLAS ADA SOLID SOLUTION , YAITU SOLIDUS BERADA
BERSAMA DENGAN LIQUID DALAM SUATU KESEIMBANGAN. ALBITE
MURNI MENCAIR /MENGKRISTAL PADA
1118 C DAN ANORTHITE
MURNI MENCAIR/MENGKRITAL PADA 1500 C.

PADA TITIK
X (Ab50An50) ) DENGAN
TEMPERATUR 1410 C DALAM KONDISI
CAIR MURNI. DIDINGINKAN SAMPAI TITIK
A,
TERJADI
PROSES
KRISTALISASI,
DIHASILKAN SEJUMLAH SOLID SOLUTION
PLAGIOKLAS.
KOMPOSISI
PLAGIOKLAS
DAPAT DILIHAT DENGAN MENARIK GARIS
ISOTERM LEWAT TEMPERATUR 1410 C
SAMPAI MEMOTONG GARIS SOLIDUS PADA
TITIK B. KOMPOSISINYA ADALAH Ab10An90.
BILA PENURUNAN TEMPERATUR BERJALAN
TERUS, KOMPOSISI PLAGIOKLAS AKAN
BERUBAH
SEARAH
DENGAN
GARIS
SOLIDUS, DAN PADATAN YANG ADA TERUS
MENERUS BERREAKSI DENGAN LIQUIDUS
MENGHASILKAN PADATAN YANG SEMAKIN
KAYA DENGAN Ab. SEMENTARA KOMPOSISI
LIQUIDUS BERUBAH MENERUS SEARAH
GARIS
LIQUIDUS
YANG
JUGA
AKAN

PADA
TEMPERATUR
1395O
C
KOMPOSISI LIQUID ADA PADA TITIK
C DAN KOMPOSISI PADATAN YANG
TERBENTUK PADA TITIK D.
PROSES KRISTALISASI BERJALAN
TERUS SAMPAI PADA TITIK E ,
TEMPERATUR SEKITAR 1220OC, DAN
PADATAN YANG DIHASILKAN ADA
PADA TITIK F DENGAN KOMPOSISI
SAMA DENGAN KOMPOSISI LOQUID
AWAL.
PADA TITIK INI SEMUA
LIQUID TERPAKAI DAN DIPEROLEH
PADATAN DENGAN KOMPOISISI
Ab50An50, SAMA DENGA KOMPOSISI
CAIRAN AWALNYA.
SELAMA PROSES KRISTALISASI
BAGIAN SOLID TERUS BERTAMBAH
SEMENTARA
LIQUID
TERUS
BERKURANG, INI BERARTI BAHWA
KOMPOSISI LIQUID SEMAKIN LEBIH

Zoning in Plagioclase
Feldspar
Na-rich rim

Ca-rich core

LIQUID DI TITIK
DIDINGINKAN
, TIDAK
TIGAXKOMPONEN:
Fosterite,
Enstatntite dan Quatz.
ADA YG TERJADI SAMPAI TEMPERATUR
MENCAPAI TEMPERATURE 1800OC, PADA
TITK INI TERJADI KRISTALISASI FOSTERITE
(Fo)
DAN MEMISAH DARI LIQUID. BILA
TEMPERATUR
TERUS
DITURUNKAN
,
KOMPOSISI LIQUID
AKAN BERUBAH
SEJALAN/MENGIKUTI GARIS LIQUIDUS
MENUJU KE TITK
PERTITIC (P) DAN
KRISTAL YG TERBENTUK AKAN TETAP Fo
MURNI SAMPAI P DICAPAI .
TEMPERATUR PERTITIK ADA PADA 1580O
C , ADA TIGA FASA YG BERADA PADA
KESEIMBANGAN
YAITU
Fo,
LIQUID,
ENSTANTITE (En). PADA KEADAAN INI
BEBERAPA DARI Fo BEREAKSI DENGAN
LIQUID MEMEBENTUK En.
REAKSINYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT :
Mg2SiO4 + SiO2 = 2MgSiO3
(Fo + LIQ = 2En )
SETELAH SEMUA LIQUID TERPAKAI UNTUK
REAKSI TERSEBUT MAKA YG ADA HANYA
KRISTAL Fo DAN En . PERBANDINGAN Fo
DAN En DAPAT DIHITUNG DG THE LEVER
RULE SBB :
%Fo CRYSTALS = [D/(C + D)] X 100
%En CRYSTALS = [C/(C + D)] X 100

PADA SETIAP TITIK TENGAH,


SEPERTI
PADA
1700O
C
PERBANDINGAN UNTUK SEMUA
FASA DIHITUNG DENGAN TEKNIK
YG SAMA,YAITU :
%Fo CRYSTALS = [B/(A + B)] X
100
%LIQUID = [A/(A + B)] X 100
UNTUK
PROSES
PELEBURAN
BERLAKU
HUKUM
YG
SAMA,
YAITU BILA PADATAN DENGAN
KOMPOSISI SPT DI X MELELEH,
MAKA PADA TTITIK P, En AKAN
MELELEH
DAN
MULAI
TERBENTUK, KRISTAL Fo
DAN
LIQUID
(INCONGRUENT
MELTING).
SEGERA
SETELAH
SELURUH KRISTAL En LEBUR
MAKA TEMPERATUR MULAI NAIK
SAMPAI MENCAPAI 1800O , DISINI
SEMUA Fo JUGA KAN HABIS
MELELEH DAN YANG TERBENTUK
ADALAH
LELEHAN
DENGAN
KOMPOSISI
X
SEPERTI

E X S O L U T I
N :
DIBAWAH
GARIS
SOLIDUS,
ALKALIFELDSPAR
SEBAGAI
SOLID
SOLUTION DLM KEADAAN STABIL;
TETAPI TIDAK LAGI STABIL BILA
BERADA DIBAWAH GARIS SOLVUS.
PERISTIWA
EXSOLUTION
BERLANGSUNG
DIBAWAH
GARIS
SOLIDUS
KARENA ITU DISEBUT
SEBAGAI SUBSOLIDUS REACTION ALKALIFELDSPAR.
TITIK DENGAN KOMPOSISI X PADA
TEMPERATUR
750OC
DIMANA
ALKALI SOLID SOLUTION DALAM
KEADAAN
STABIL
DENGAN
KOMPOSISI 70% ORTHOCLASE AND
30%
ALBITE
(OR70AB30).
BILA
TEMPERATUR TURUN DAN MENCAPAI
SEKITAR
590OC SOLID SOLUTION
TIDAK LAGI STABIL DAN DIMULAI
PERISTIWA EXSOLVE. KOMPOSISI
PADA TITIK INI (GARIS SEJAJAR

SUBSOLIDUS REACTION
ALKALIFELDSPAR.

DENGAN PENURUNAN TEMPERATUR


SECARA MENERUS MAKA TERJADI
JUGA PERUBAHAN PERBANDINGAN
ANTARA ALKALIFELDSPAR SOLID
SOLUTION YANG DAPAT DIHITUNG
DENGAN TEKNIK LEVEL RULER,
CONTOH DI TITIK 300 O
C MAKA
KOMPOSISI MENJADI :
[Z/(Z+Y)] X 100 % ALBITE RICH
SOLIDSOLUTION
DAN
ORTOKLAS
RICH SOLID SOLUTION SEBESAR [Y/
(Z+Y)] X 100 %. DEMIKIAN SEJALAN
DENGAN PROSES PENURUNAN
TEMPERATUR YANG BERLANGSUNG
SAMPAI TERBENTUK FASA PADAT
YANG TERDIRI DARI ALBIT DAN
ORTOKLAS MURNI.
PERISTIWA
EXSOLUTION YANG
SEMPURNA
TERJADI
PADA
PENURUNAN TEMPERATUR SECARA
PERLAHAN. MEMBENTUK TEKSTUR
INTERGROWTH/TUMBUHSILANG,
CONTOH TEKSTUR PERTITIK PADA
GRANIT.

SUBSOLIDUS REACTION
ALKALIFELDSPAR.

TEKSTUR
TEKSTUR ADALAH KENAMPAKAN MIKRO BATUAN.
YANG MEMPERLIHATKAN UNSUR2:

1. DEGREE OF CRYSTALLINITY (DERAJAT KRISTALINITAS).


2.ABSOLUTE SIZE OF CRYSTAL (UKURAN BUTIR KRISTAL).
3.CRYSTAL SHAPE (BENTUK KESEMPURNAAN KRISTAL).
4. MUTUAL RELATIONSHIP BETWEEN CRYSTALS (HUBUNGAN
GEOMETRIS ANTAR KRISTAL).
3 DAN 4 DISEBUT SEBAGAI FABRIC.
sering kali hanya dapat diamati dibawah mikroskop.

bedakan thd struktur yg relatip berukuran besar, dpt dilihat


dengan mata dan mudah dikenali dilapangan.

VARIASI TEKSTUR
BATUANBEKU

PROSES PEMBENTUKAN
FAKTOR UTAMA
TEKSTUR.
MEMPENGARUHI

YANG
TEKSTUR BATUAN

BEKU:
T
CAIR
T
PADAT

PERUBAHAN T DAN P
CEPAT.

AMORPHOUS

KECEPATAN PENDINGINAN
faktor lainnya :
kecepatan difusi (the deffusion rate)
GAS
yaitu kecepatan atom2 atau molekul
untuk bergerak (berdifusi) melalui
T
likuid.
kecepatan
molekul
menyatu
membentuk kristal (the rate of
nucleation of new crystalls), tanpa
terjadinya pelarutan.
kecepatan tumbuhnya kristal (the
rate
of
crystall
growth)
adalah
kecepatan
bahan
baru
untuk
PERUBAHAN
T DAN yang
P
mencapai permukaan
kristal
PERUBAHAN Tsedang
DAN P
TERATUR.
tumbuh; PERLAHAN
yang
sangat
TIDAK TERATUR
tergantung atas difusi molekul.

CAMPURAN
KRISTALIN
DAN GELAS

CRYSTALLINE

1. DEGREE OF CRYSTALLINITY (DERAJAT KRISTALINITAS)


ADALAH RASIO KRISTAL TERHADAP GELAS :
.1. HOLOCRYSTALLINE SEMUA DIBENTUK OLEH KRISTAL.
.2. MEROCRYSTALLINE / HYPOCRYSTALLINE CAMPURAN
DARI KRISTAL DAN GELAS.
.3. HOLOHYALINE SEMUA GELAS.
1

GELAS

KRISTAL

UKURAN KRISTAL ATAU MINERAL SECARA TUNGGAL

CRYSTALLINE : ukuran kristal ini terlihat dengan


mata biasa (tanpa bantuan alat).
MICROCRYSTALLIN : ukuran yang baru akan
terlihata bila dibantu dengan alat (mikroskop).
CRYPTOCRYSTALLINE: ukuran kristal ini hanya
akan terlihta dengan atuan
alat tertentu (x-ray).
UKURAN MINERAL DALAM BATUAN
PHANERITIC
APHANITIC
PROPHIRYTIC CAMPURAN KEDUANYA.

2. CRYSTAL SIZE
(TEKSTUR TERKAIT DENGAN UKURAN BUTIR KRISTAL).

Batuanbeku
yang
dibentuk
oleh
mineral
berukuran besar (dapat dilihat mata secara
langsung) disebut
phaneritic ((phaner =
visible); dan yang tidak dapat dilihat langsung
denga mata (terlalu kecil, harus dengan
mikroskop) disebut sebagai aphanitic. Phaneritic
biasa pada batuan beku intrusi dan aphanitic
pada batuan beku extrusi; dan campuran antara
kedua besaran butir tersebut disebut sebagai
porphyry.

BILA PENDINGINAN LAMBAT


(THOUSANDS TO MILLIONS OF
YEARS) JAUH DIDALAM KULIT
BUMI, MINERAL AKAN TUMBUH
BERUKURAN
CUKUP
BESAR
UNTUK DAPAT DILIHAT DENGAN
MATA BIASA. DISEBUT SEBAGAI
PHANERITIC, CONTOH GRANIT

TEKSTUR AFANITIK. DIBENTUK OLEH


KRISTAL2 KECIL YANG TIDAK DAPAT
DILIHAT OLEH MATA BIASA MAUPUN
DENGAN BATUAN LOUPE.
PADA BATUAN DG TEKSTUR AFANITIK
SERINGKALI
MASIH
MENGANDUNG
SEDIKIT
FENOKRIS
(BUTIR
LEBIH
BESAR), SEHINGGA KADANG TERLIHAT
SEPERTI TEKSTUR PORFIRITIK.
BATUAN
DENGAN
TEKSTUR
INI
TERBENTUK
SEBAGAI
HASIL
PENDINGINAN YANG CEPAT DALAM
LINGKUNGAN
VOLCANIC
ATAU
HYPABYSSAL.

TEKSTUR PORFIRITIK DIBENTUK OLEH,


PALING TIDAK, DUA MINERAL YANG
MEMPUNYAI
PERBEDAAN
UKURAN
MENCOLOK. BUTIRAN BERUKURAN
LEBIH
BESAR DISEBUT SEBAGAI
FENOKRIS DAN BUTIRAN YANG LEBIH
HALUS DISEBUT SEBAGAI MASA DASAR.
BATUAN DENGAN TEKSTUR PORFIRITIK
TERBENTUK
DALAM
DUA
TAHAP
PENDINGINAN; SATU PADA KEDALAMAN
DIMANA FENOKRIS BESAR TERBENTUK
DAN YANG KEDUA MENGKRISTAL LEBIH
LUAR,
MEMBENTUK MASSA DASAR,
DENGAN UKURAN LEBIH HALUS.

Glass=
No crystals

Groundmass=
microcrystals

GROUNDMASS VARIATION

KESEMPURNAAN
BENTUK KRISTAL

3. CRYSTAL SHAPE (BENTUK KESEMPURNAAN KRISTAL).


* EUHEDRAL : BANGUN KRISTAL YANG SEMPURNA.
* SUBHEDRAL : BANGUN KRISTAL SEBAGIAN SAJA YANG TERBENTUK.
* ANHEDRAL : BIDANG2 BANGUN KRSITAL SAMA SEKALI TIDAK
TERBENTUK.

4.MUTUAL RELATIONSHIP BETWEEN CRYSTALS


(HUBUNGAN GEOMETRIS ANTAR KRISTAL):
.1. DILIHAT DARI VARIASI UKURAN BUTIR :
EQUIGRANULAR :

UKURAN SAMA/SERAGAM.

INEQUIGRANULAR : UKURAN TIDAK SERAGAM, JUGA DISEBUT


SEBAGAI PORPHYRITIC.
.2. DILIHAT DARI KESEMPURNAAN BENTUK KRISTAL ;
PANIDIOMORPHIC :

SEMUA DIBENTUK OLEH MINERAL


EUHEDRAL.

HYPIODIOMORPHIC : DIBENTUK OLEH MINERAL SUBHEDRAL.


ALLOTRIOMORPHIC : DIBENTUK OLEH MINERAL ANHEDRAL.

STRUKTUR BATUAN

BEKU

STRUKTUR RELATIP BERUKURAN BESAR, DPT DILIHAT DENGAN


MATA DAN MUDAH DIKENALI DILAPANGAN

Bentuk/struktur ditentukan oleh hubungan sentuhan


(kontak) antara batuan beku yang menerobos
dengan batuan lain yang diterobosnya.
DISCORDANT, memotong
Strruktur batuan yang
diterobosnya.

CONCORDANT, sejajar
(tidak memotong) struktur
(perlapisan, foliasi, dll)
batuan yang diterobosnya.

PENYEBARAN RAGAM
STRUKTUR BATUAN BEKU

I N T R U S I.
SILLS: KONKORDAN, SEJAJAR DENGAN STRUKTUR FOLIASI
ATAU PERLAPISAN BATUAN SEDIMEN YANG DIINTRUSINYA.
UKURANNYA TIPIS, SHEETLIKE FORM, BIASANYA DIBENTUK
OLEH MAGMA ENCER, BASALTIC,BISA SINGLE ATAUPUN
MULTIPLE
LACCOLITH: KONKORDAN, MUSHROOM SHAPE.DIAMETER
DAPAT BERKISAR ANTARA 1 - 8 KM DG TEBAL SEKITAR
1000 M.DIBENTUK OLEH BT.BEKU ASAM INTERMEDIATE.
LOPOLITHS: UMUM KONKORDAN, MENYEBAR LUAS,
LENTIKULAR,
BAGIAN
TENGAH
TENGGELAM/LEBIH
RENDAH, DIAMETER DPT MENCAPAI RATUSAN KM.
DIBENTUK OLEH BATUAN BEKU MAFIC ULTRAMAFIC.
PHACOLITHS : KONKORDAN, BERASOSIASI DENGA BATUAN
SEDIMEN YANG TERLIPAT LIPAT.BILA DLM
ANTIKLIN,
BT.BEKU CEMBUNG KEATAS DAN DALAM SINKLIN BATUAN
BEKUNYA CEKUNG DIATAS.
DKES & VEINS.: DISKORDAN, UKURAN TIPIS MEMBENTUK
URAT ATAU GANG.
BATHOLITH:
PLUTON
BERUKURAN
BESAR
DENGAN
KEMIRINGAN BIDANG KONTAK YANG CURAM. DASARNYA
TIDAK DIKETAHUI. UKURAN DAPAT MENCAPAI BEBERAPA
RIBU Km. BERSOISASI DENGAN GEOSINKLIN.

STRUKTUR BATUAN BEKU


DIKES INTRUSI DANGKAL DG LEBAR
<20
M,MEMPERLIHATKAN
HUBUNGAN DISKORDAN DENGAN
STRUKTUR
BATUAN
YG
DIINTRUSINYA.
DAPAT DITEMUKAN MENYENDIRI
ATAU JUGA DAPAT DALAM SATUAN
YANG BANYAK (SWARMS OF DIKES)
MENERUS
KEBAWAH
MENYATU
DENGAN SEBUAH INTRUSI DALAM.

SILLS
JUGA BERUKURAN KECIL
(
TEBAL
<50)
SEBUAH
INTRUSI
DANGKAL
YANG
MEMPERLIHATKAN
HUBUNGAN
KONKORDAN
DENGAN
STRUKTUR
BATUAN
YANG
DIINTRUSINYA

LACCOLITHS SEBUAH INTRUSI YANG


BESAR, TERJADI DIDAERAH TERANGKAT
DAN TERLIPAT, HUBUNGAN KONKORDAN
DENGAN BATUAN YANG DIINTRUSINYA.

LOPOLITHS: UMUM KONKORDAN, MENYEBAR


LUAS, LENTIKULAR, BAGIAN TENGAH TENGGELAM /
LEBIH RENDAH, DIAMETER DPT MENCAPAI RATUSAN
KM. DIBENTUK OLEH BATUAN BEKU MAFIC ULTRAMAFIC.

E K S T R U S I.
BENTUKNYA BERAGAM
MAGMA:

TERGANTUNG DARI VOLUME DAN SIFAT

LAVA FLOWS BIASANYA DIBENTUK OLEH BASALTIC MAGMA, SEDIKIT


DARI INTERMEDIATE.
PAHOEHOE GLASSY, PERMUKAAN SEPERTI LIPATAN KAIN (GELOMBANG
LIPATAN),MEMANJANG SEPERTI TALI (ROPY), DIBAGIAN DALAM HALUS.
AA LAVAS KASAR, DIPERMUKAAN BANYAK BEKAS LUBANG GAS, PECAH2
SEMENTARA BAGIAN DALAM PADAT.
BLOCK LAVAS PERMUKAANNYA IRREGULAR, MAGMA SANGAT KENTAL
YANG MENGALIR CEPAT SEHINGGA PECAH2 MENJADI BLOCK.
PILLOW LAVAS (LAVA BANTAL TERBENTUK DIDALAM AIR (DILAUT),
MAGMA BASALTIC INTERMEDIATE.

vocanic neck

DIKE

STRUKTUR BATUAN BEKU


EKSTRUSI

Columnar joint

STRUKTUR BATUAN BEKU

EKSTRUSI

PILLOW LAVA

STRUKTUR BATUAN BEKU


EKSTRUSI

a pahoehoe flow at Kilauea Volcano,


Hawai`i.

ropy lava

Block lava

Volcanic processes

B AT U AN

PI R O K LAS T I K

BATUAN
batuan

PIROKLASTIK

hasil effusiva

Pyroclastic rocks or pyroclastics (berasal dari bahasa Yunani (, artinya


api dan , artinya pecahan/kepingan).

adalah kepingan2 batuan yang dibentuk oleh letusan Gunungapi.

ASAL:
1.LANGSUNG HASIL ERUPSI GUNUNGAPI

JUVENILE.

2.FRAGMEN COMAGNETIC VOLCANIC ROCKS DARI HASIL ERUPSI


TERDAHULU DARI GUNUNG

API YANG SAMA.

3.BERASAL DARI SUBVOLCAMIC BASEMENT .

COGNATE

ACCIDENTAL

RAGAM TERMINOLOGI

PIROKLASTIK

VOLCANOCLASTIC ( FISHER,1961)
semua clastic volcanic materials yang dibentuk pada proses
fragmentasi, diendapkan oleh semua jenis agen angkut
didalam suatu lingkungan pengendapan (apa saja), dapat
bercampur dengan material non volcanic.
TEPHRA (THORARINSSON,1954) akumulasi piroklastik dari
sembarang ukuran.
AUTOCLASTIC: fragmentasi akibat mekanisma ledakan
gas ataupun gesekan aliran lava, lengseran tiang2 lava
ataupun lava dome.
EPICLASTIC :
berasal dari hasil rombakan batuan
volkanik yang lebih tua ( sudah terbentuk sebelumnya) .

KLASIFIKASI DAN PENAMAAN PIROKLASTIK


PYROCLASTSIC ADALAH FRAGMEN HASIL
LETUSAN GUNUNGAPI, DAPAT BERUPA
KRISTAL, PECAHAN KRISTAL, GLASS
ATAUPUN FRAGMEN BATUAN. DENGAN
BERAGAM UKURAN.

TABLE B.1. KLASIFIKASI DAN PENAMAAN PIROKLASTIK DAN


ENDAPAN PIROKLASTIK TERPILAH BAIK BERDASARKAN
UKURAN FRAGMENNYA (AFTER SCHMID, 1981, TABLE 1).

PYROCLASTIC DEPOSIT

ASH

CLAST
SIZE IN
MM

PYROCL
AST

MAINLY
UNCONSOLIDATED
TEPHRA

MAINLY
CONSOLIDATED
PYROCLASTIC
ROCK

> 64

BOMB,
BLOCK

AGGLOMERATE BED
OF BLOCKS OR
BOMB, BLOCK
TEPHRA

AGGLOMERATE
PYROCLASTIC
BRECCIA

64 TO 2

LAPILL

LAYER, BED OF
LAPILLI OR LAPILLI
TEPHRA

LAPILLI TUFF

2 TO
1/16

COARSE
ASH
GRAIN

COARSE ASH

COARSE (ASH)
TUFF

< 1/16

FINE
ASH
GRAIN

FINE ASH (DUST)

FINE (ASH) TUFF

BLOCKS AND BOMBS

LAPILLI

Classification of Igneous Rocks

Figure 2.5. Classification of the pyroclastic rocks. After Fisher (1966) Earth Sci. Rev., 1, 287-298.

PELES HAIR
PELE'S TEARS

BENTUK2
HASIL
EFUSIVA

SPATTER
PUMICE

KLASIFIKASI BATUAN
K U.
DASAR KLASIFIKASI :

..!!!!!!!!

BE

I.

KIMIA DAN KUASI KIMIA.


II.
MODE OF ACCURANCES.
III.
TEKSTUR.
IV.
MINERAL KUANTITATIP.
PEMAKAIAN . TERGANTUNG DARI TUJUAN PEMAKAI

KLASIFIKASI KIMIA DAN KUASI KIMIA.


A. KIMIA :.DASAR : KANDUNGAN SILIKA.

KELAS

ACID

INTERMEDIATE

% SILIKA

> 66 %

52% - 66 %

CONTOH

rhyolite,
granitye
(72%)

CATATAN :

BATUAN.

syenite (59%),diorite
(57%),monzonite
(55%)

BASIC

ULTRA BASIC

45 % - 52 %
gabro, basalt
(48%)

% SILIKA TIDAK ADA KAITANNYA

DENGAN

< 45 %
Peridotite (41%)

% KUARSA

DALAM

B. KUASI KIMIA. (SHAND) : MINERAL DIGOLONGKAN MENJADI :


.1. UNSATURATED MINERAL (LEUCITE, NEPHELINE, SODALITE.)
.2. SATURATED MINERAL ( FELDSPAR,PYROXENE, AMPHIBOLE,MICA,
TOURMALINE..)
JENIS BATUAN:
1. OVERSATURATED ROCKS:
MENGANDUNG SILIKA BEBAS (DALAM
BETUK KUARSA) BENTUKAN MAGMA DAN MINERAL2 SATURATED.
2. SATURATED ROCKS.
:
TIDAK MENGANDUNG SILIKA BEBAS
MAUPUN MINERAL UNSATURATED; ARTINYA KEDUA KELOMPOK
MINERAL TERSEBUT TDK HADIR.
3. UNDERSATURATED ROCKS:
MINERAL
UNSATURATED
SODALIT).

DIBENTUK SELURUHNYA OLEH MINERAL


MINERALS
(LEUCITE,
NEPHELINE,

II. KLASIFIKASI MINERAL KUANTITATIP:


DASAR : KUANTITATIP MINERALS , BEDAKAN DULU ANTARA MINERAL
TERANG (FELSIC) TERHADAP MINERAL GELAP (MAFIC)
JOHANSEN :
60 %.

LEUCOCRATIC ROCKS.. MAFIC MINETRAL


MESOCRATIC ROCKS .. MAFIC MINERAL
MELANOCRATIC ROCKS .MAFIC MIONERAL

%.

HYPERMELANIC ROCKS MAFIC MINERALS


ELLIS

gelap

HOLOFELSIC FELSIC MINERALS


FELSIC . FELSIC MINERALS
MAFELSIC .FELSIC MINERALS
MAFIC
FELSIC MINERALS

intermidiate

< 30%.
30
60 90
> 90%.

>70 %
40 - 70 %.
10 - 40 %
< 10 %>70 %.

terang

III.

MODE OF OCCURANCES.
- EFFUSIVE ROCKS.
- HYPABISAL ROCKS.
- DEEP SEATED ROCKS.

P E N A M A A N B A T U A N B E K U.
(hasil diskripsi mikroskopik)
K L A S I F I K A S I

I U G S

(INTERNATIONAL UNION OF GEOLOICAL SCIENCES)

1. KELOMPOKAN MINERAL MENJADI 5 KELOMPOK YAITU:


1. KUARSA .2. PLAGIOKLAS . 3. FERROMAGNESIAN. 4. FELDSPATOID.
5 . ALKALIFELDSPAR.
2. PISAHKAN/BEDAKAN BERDASARKAN TEKSTUR : PHANERITIK TERHADAP
APHANITIK.
3. TENTUKAN KOMPOSISI MINERAL DENGAN DASAR KE 5 GOLONGAN .
4. KELUARKAN MINERAL2 BERWARNA (MAFIC) DARI PERHITUNGAN.
SETELAH DIKURANGI MINERAL MAFIC HITUNG KEMBALI KOMPOSISI ATAU

CONTOH PERHITUNGAN
KOMPOSISI BATUAN BEKU :
MAFIC

50%,

KUARSA (Q)

15%

Q = 15/50 X 100% = 30 %

ALKALIFDSPAR (A)

20%

A = 20/50 X 100% = 40%

PLAGIOKLAS (P)

15%.

P = 15/50 X 100% = 30 %

---------100 %

MASUKKAN
KE
DALAM DIAGRAM
SEGI-3 Q A P

PHANERITIC
Phaneritic rocks with more than
10% (quartz + feldspar +
feldspathoids). After IUGS.

P E N A M A A N B A T U A N B E K U.
- Diagram Segitiga.

. A classification and nomenclature of

VOLCANIC ROCKS.
After IUGS.

Classification of Igneous Rocks

Figure 2.4. A chemical classification of volcanics based on total alkalis vs. silica. After Le Maitre
(2002) . Igneous Rocks: A Classification and Glossary of Terms. Cambridge University Press.

TEKSTUR-TEKSTUR LAIN - NYA


Vesicular - if the rock contains numerous holes that were once
occupied by a gas phase, then this term is added to the textural
description of the rock.
Glomeroporphyritic - if phenocrysts are found to occur as
clusters of crystals, then the rock should be described as
glomeroporphyritic instead of porphyritic.
Amygdular - if vesicles have been filled with material (usually
calcite, chalcedonay, or quartz, then the term amygdular
should be added to the textural description of the rock. An
amygdule is defined as a refilled vesicle.
Pumiceous - if vesicles are so abundant that they make up over
50% of the rock and the rock has a density less than 1 (i.e. it
would float in water), then the rock is pumiceous.

Amygdular - if vesicles have been filled with


material (usually calcite, chalcedonay, or
quartz, then the term amygdular should be
added to the textural description of the rock.
An amygdule is defined as a refilled vesicle.

Pumiceous - if vesicles are so abundant that


they make up over 50% of the rock and the
rock has a density less than 1 (i.e. it would
float in water), then the rock is pumiceous.

VESICULAR TEXTURE

GLASSY TEXTURE

GLASSY TEXTURED
GELAS ADALAH
HASIL PROSES PENDINGINAN YANG
SANGAT CEPAT , DIMANA TIDAK SEMPAT
TEJADI PROSES KRISTALISASI .
PURE VOLCANIC GLASS DIKENAL
SEBAGAI OBSIDIAN.

VESICLES
ISTILAH
UNTUK
LUBANG, PORI ATAUPUN RUANG2
DALAM BATUAN BEKU, SEBAGAI
HASIL GELEMBUNG GAS YANG
KELUAR
DARI
BATUAN
MENINGGALKAN JEJAK TERSEBUT.
INI BIASANYA TERJADI PADA SAAT
LETUSAN GUNUNGAPI. PUMICE DAN
SCORIA
UMUM
SEBAGAI
CIRI
VESICULAR ROCKS.

This is a close-up photograph of an


aphanitic, or fine-grained basalt. Note
the lack of any very well-defined
crystals. That's because it cooled very
quickly and crystals didn't have a chance
to form. About the only crystals you may
see in this basalt are lath-shaped
(rectangular) plagioclase that are
whitish.

A close-up of a medium-grained gabbro.


Compositionally the gabbro is the same as
the aphanitic basalt, but it took a longer
time to cool - hence the better developed
crystals. The crystals in the gabbro are the
light-colored plagioclase and the darkcolored olivine and pyroxene

This is a medium-grained granite.


The size of the crystals indicates that
it took longer to cool than the finegrained granite above, but shorter to
cool than the coarse-grained granite
above and to the right. The minerals
found in this are the same as the other
granites.

This is an extreme close-up of one of the


zoned plagioclase feldspar crystals seen
in the coarse-grained granite above.
Note the rings around the center of the
plagioclase crystals. Like rings found in
trees, these rings are placed on the
outside edge of the crystal as it grows.
The rings indicate that the magma, or
melt, was slowly changing its
composition, and hence color, as the rest
of the crystals formed. This is very
common in crystals that took a long time
to form.

If the lava or magma has some


vesicles, or gas bubbles, in it, but is
not as lightweight as pumice and does
not float in water, then we call the
rock scoria. It is generally darker
than pumice and may have a few
small crystals of olivine or
plagioclase visible.

An
extrusive
rock
that
is
compositionally the same as granite is a
rhyolite. Since it is extrusive it implies
that it cools very quickly and we would
not normally see crystals. This
particular example is a rhyolite in
which the magma started to cool
slowly, and crystals started to form. It
was then erupted and quenched stopping crystal growth. This texture of
both large crystals (phenocrysts) and
small crystals, or none, in a finegrained matrix (groundmass) is called
porphyritic. Therefore this would be a
porphyritic rhyolite. Note the zoned
plagioclase.

Scoraceous- if vesicles are so abundant that they make up over 50%


of the rock and the rock has a density greater than 1, then the rock
is said to be scoraceous.
Graphic - a texture consisting of intergrowths of quartz and alkali
feldspar wherein the orientation of the quartz grains resembles
cuneiform writing. This texture is most commonly observed in
pegmatites.
Spherulitic - a texture commonly found in glassy rhyolites wherein
spherical intergrowths of radiating quartz and feldspar replace
glass as a result of devitrification.
Obicular - a texture usually restricted to coarser grained rocks that
consists of concentrically banded spheres wherein the bands consist
of alternating light colored and dark colored minerals.

Myrmekitic texture - an intergrowth of quartz and


plagioclase that shows small wormlike bodies of quartz
enclosed in plagioclase. This texture is found in granites.
Ophitic texture - laths of plagioclase in a coarse grained
matrix of pyroxene crystals, wherein the plagioclase is
totally surrounded by pyroxene grains. This texture is
common in diabases and gabbros.
Subophitic texture - similar to ophitic texture wherein the
plagioclase grains are not completely enclosed in a matrix
of pyroxene grains.
Poikilitic texture - smaller grains of one mineral are
completely enclosed in large, optically continuous grains of
another mineral.

Intergranular texture - a texture in which the angular


interstices between plagioclase grains are occupied by grains of
ferromagnesium minerals such as olivine, pyroxene, or iron
titanium oxides.
Intersertal texture - a texture similar to intergranular texture
except that the interstices between plagioclase grains are
occupied by glass or cryptocrystalline material.
Hyaloophitic texture - a texture similar to ophitic texture except
that glass completely surrounds the plagioclase laths.
Ophitic texture - laths of plagioclase in a coarse grained matrix
of pyroxene crystals, wherein the plagioclase is totally
surrounded by pyroxene grains. This texture is common in
diabases and gabbros.

Hyalopilitic texture - a texture wherein microlites of plagioclase


are more abundant than groundmass, and the groundmass
consists of glass which occupies the tiny interstices between
plagioclase grains.
Trachytic texture - a texture wherein plagioclase grains show a
preferred orientation due to flowage, and the interstices between
plagioclase grains are occupied by glass or cryptocrystalline
material.
Coronas or reaction rims - often times reaction rims or coronas
surround individual crystals as a result of the crystal becoming
unstable and reacting with its surrounding crystals or melt. If
such rims are present on crystals they should be noted in the
textural description.

Patchy zoning - This sometimes occurs in plagioclase crystals


where irregularly shaped patches of the crystal show different
compositions as evidenced by going extinct at angles different
from other zones in the crystal.
Oscillatory zoning - This sometimes occurs in plagioclase grains
wherein concentric zones around the grain show thin zones of
different composition as evidenced by extinction phenomena.
Moth eaten texture (also called sieve texture)- This sometimes
occurs in plagioclase wherein individual plagioclase grains show
an abundance of glassy inclusions.
Perthitic texture - Exsolution lamellae of albite occurring in
orthoclase or microcline

Ophitic texture - laths of plagioclase in a coarse grained matrix of


pyroxene crystals, wherein the plagioclase is totally surrounded by
pyroxene grains. This texture is common in diabases and gabbros.

Trachytic texture - a texture wherein plagioclase grains show a preferred


orientation due to flowage, and the interstices between plagioclase grains are
occupied by glass or cryptocrystalline material.

Poikilitic texture - smaller grains of one


mineral are completely enclosed in large,
optically continuous grains of another
mineral.

selesai ???.........

konsep dasar......!!!!!.

selanjutnya kembangkan dengan membaca


dan lapangan.

TEMPAT MAGMA MENEROBOS KULIT BUMI : PENYEBARAN BATUAN BEKU

PENYEBARAN TEKTONIK LEMPENG

Classification of Igneous
Rocks

Figure 2.1b. Method #2 for plotting a point with the components: 70% X, 20% Y, and 10% Z on triangular
diagrams. An Introduction to Igneous and Metamorphic Petrology, John Winter, Prentice Hall.

Classification of Igneous
Rocks

Figure 2.2b. A classification of the phaneritic


igneous rocks: Gabbroic rocks. After IUGS.

Classification of Igneous Rocks

Figure 2.2c. A classification of the phaneritic


igneous rocks: Ultramafic rocks. After IUGS.

More Zoning

LAPISAN2 BERBEDA KOMPOSISI KIMIA.


Earth Crust dengan keragaman ketebalan dan komposisi
- Benua 10 -70 km tebal, mendasari semua benua ,
mempunyai ratarata komposisi andesitik.
- Samudra 8 -10 km tebal mendasari semua cekungan
samudra, mempunyai komposisi ratarata basaltik.
Mantle - 3488 km , dibentuk batuan peridotit ( Olivin+ Opx +
Cpx); bukti dari , kecepatan gelombang seismik percobaan dan
dari xenolith peridotite yang dibawa ke permukaan oleh magma
yang naik.
- Bukti percobaan menunjukan bahwa , didalam bumi komposisi

STRUKTUR BUMI

CRUST.
Light
colored,
low density
rocks, 8 70
km thick

mineral peridotit berubah sejalan kedalaman ( peran tekanan) .


* Pada Tekanan rendah kumpulan mineralnya adalah adalah
Olivine + Cpx + Opx + clase. (plagioklas peridotit).
* Pada tekanan lebih tinggi kumpulan mineral tersebut
berubah menjadi Olivine + Cpx + Opx + Spinel [(Mg,Fe+2)
(Cr, Al, Fe+3)2O4 (spinel peridotite) .
*Pada Tekanan diatas 30 kilobars , kumpulan mineral
berubah menjadi Olivine + Cpx + Opx + garnet (garnet
peridotite).
Core - 2883 km radius , dibentuk oleh besi (Fe)
Perubahan2 tersebut terjadi karena Al berubah koordinasinya
dan sedikit Nikel (Ni). Bukti datang darai kecepatan
dengan naiknya tekanan, dan mineral2 baru tersebut harus
geolombang seismik, percobaan, dan komposisi
terbentuk karena sifat Al tersebut. Pada kedalam lebih tinggi, 400
meteorit besi yang diduga sisa berasal dari planet
km - discontinuity dan 670 km - discontiunity, Olivin dan piroksen
lain yang pecah karena collisions.
cendrung menjadi polimer tekanan tinggi.
Disamping perubahan ini kumpulan mineral, komposisi kimia
mantel tidak tampil berubah banyak dalam komposisi mineral

STRUKTUR PERLAPISAN BUMI

Lithosphere tebal sekitar 100 km ( lebih dari 200


km dibawah kerak benua, lebih tipis dibawah
punggung samudra dan rift valleys, sangat brittle,
mudah pecah pada tekanan rendah. Catatan bahwa
litosfera dibentuk gabungan oleh kerak dan bagian
darai mantle. Lempeng yang dimaksud adalah
litosfera yang terapung didasari oleh astenosfer.

Astenosfera tebal sekitar 250 km, batuan padat,


tetapi lembek dan mudah bergerak (ductile). Bagian
atas astenosfera disebut sebagai Low Velocity Zone/
LVZ, karena kecepatan kedua P dan S wave lebih
rendah daripada litosfera diatasnya. Tetapi
kecepatan, baik P- ataupun S- wave, tidak menjadi
nol, maka LVZ tidak sepenuhnya likuid.

Mesofer tebal sekitar 2500 km, batuan padat,


tetapi dapat bergerak mengalir.

Outer Core tebal 2250 km, likuid, Kita tahu tentang


ini karena kecepatan gelombang S , nol di core luar.
Bila Vs = 0, ini menyatakan bahwa = 0, dan ini
juga menyatakan bahwa bahan2 tersebut dalam
keadaan likuid.

Inner Core 1230 km, solid .

PERBEDAAN PERLAPISAN
SECARA FISIK.

When a melt undergoes cooling along the liquid line of descent, the results are limited to the
production of a homogeneous solid body of intrusive rock, with uniform mineralogy and
composition, or a partially differentiated cumulate mass with layers, compositional zones and so
on. This behaviour is fairly predictable and easy enough to prove with geochemical
investigations.
In such cases, a magma chamber will form a close approximation of the ideal Bowen's reaction
series.
However, most magmatic systems are polyphase events, with several pulses of magmatism. In
such a case, the liquid line of descent is interrupted by the injection of a fresh batch of hot,
undifferentiated magma.
This can cause extreme fractional crystallisation because of three main effects:
Additional heat provides additional energy to allow more vigorous convection, allows
resorption of existing mineral phases back into the melt, and can cause a higher-temperature
form of a mineral or other higher-temperature minerals to begin precipitating
Fresh magma changes the composition of the melt, changing the chemistry of the phases which
are being precipitated. For instance, plagioclase conforms to the liquid line of descent by
forming initial anorthite which, if removed, changes the equilibrium mineral composition to
oligoclase or albite. Replenishment of the magma can see this trend reversed, so that more
anorthite is precipitated atop cumulate layers of albite.
Fresh magma destabilises minerals which are precipitating as solid solution series or on a
eutectic; a change in composition and temperature can cause extremely rapid crystallisation of
certain mineral phases which are undergoing a eutectic crystallisation phase.

Huang Longji,Fan Yiren


Lithology,lithofacies, reservoir parameters and physical properties of igneous rock and its log
response differ from that of sedimentary rock. On the basis of volcanic action process, how to
identify igneous rock facies is given and the control mechanism over lithology and the genesis
of igneous reservoir by lithofacies is studied. The physical basis and basic methods for
studying igneous rock facies by logging methods are analysed. The key facies tract for seeking
reservoir is pointed out.

A Facies in igneous rock is any variation of the rock mass which distinguishes a part of it
from the main body of the rock, either chemically, mineralogically, or texturally.
Chemical facies may be brought by differentiation of a homogenous magma by any of the
process just discussed, and may have taken place in situ, or before the magma was erupted
and intruded into places where it solidified. Chemical facies may also result from the melting
and solution of other kind of raock by a liquid magma.
Mineral facies may result in some instances from the precense of chemical facies; the
chemivcally different part of magma crystallizing into different kind, or into different
propotions of the same kinds minerals. Mineral facies may also resultfrom the existence of
different temperatures, pressure, or amounts of gas in various part of homogenous magma.
This is the kind of variation brought about by changes id chemical equilibrium allready
discussed.

PEMBENTUKAN MAGMA DAN ASAL MAGMA

MAGMA -- DARI BAWAH KULIT BUMI -- TIDAK TERBENTUK DI SEMBARANG TEMPAT -NAMPAK DARI ADANYA KETERATURAN LETAK GUNUNGAPI.
JUGA, MAGMA, NAMPAKNYA, TIDAK DATANG DARI OUTER CORE, SATU2NYA BAGIAN
BUMI YANG BERADA DALAM STATUS LIKUID, KARENA KEDUANYA
MEMPUNYAI
KOMPOSISI YANG SANGAT BERBEDA; MAGMA DIBENTUK OLEH SILIKAT SEMENTARA
OUTER CORE DOMINAN DIBENTUK OLEH Fe DAN Ni.

Amygdaloidal With Filled Vesicles

It may be that a vesicular rock, such as this basalt [red arrows point to vesicles
set in the aphanitic groundmass highlighted by blue arrows], has fluids
circulating through the vesicles, from which minerals may precipitate or
crystallize. These deposits, with rounded outlines reflecting their origin as
bubble-filling, are called amygdules [purple arrows]. Phenocrysts would be
angular in outline.

Oceanic Crust and


Upper Mantle Structur.
Typical Ophiolite

Figure 13-3. Lithology and


thickness of a typical
ophiolite sequence, based
on the Samial Ophiolite in
Oman. After Boudier and
Nicolas
(1985)
Earth
Planet. Sci. Lett., 76, 8492.

ROCKS.

FRACTIONAL

CRYSTALLIZATION

OF

IGNEOUS

Kristalisasi Fraksinasi merupakan proses geokimia dan


fisika, yang berlangsung didalam kulitbumi dan mantel.
Peristiwa ini adalah proses pengendapan
mineral yang
terbentuk sehingga sisa cairan magma akan berubah
komposisinya.
Dalam lelehan Mafic dan Ultramafic, MgO dan SiO 2, apakah
fosterit ataukah olivin yang akan mengendap atau apakah
enstatite piroksen; dua jenis magma dengan komposisi dan
temperatur yang sama pada tekanan berbeda, akan
mengkristalkan mineral berbeda.
Contoh Fraksinasi kristalisasai granit pada tekanan tinggi
menghasilkan single-feldspar granite, dan pada kondisi
tekana rendah yang dihasilkan adalah two-feldspar granites.
Tekanan partial uap dalam lelahan silikat juga hal utama
yang penting, terutama dalam near-solidus crystallization of
granites.

Partial melting merupakan yang paling


tepat karena hanya memerlukan kenaikan
temperatur.
BATUAN BEKU SECARA SEDERHANA
JUGA
DAPAT
DIBEDAKAN
a.l
BERDASARKAN
TIPE
MINERAL
FELDSPAR,
KEHADIRAN
ATAU
KETIDAK HADIRAN QUARTZ, DAN
TIPE MINERAL IRON-MAGNESIUM
MINERALS.
BATUANBEKU YANG MENGANDUNG
KUARSA DISEBUT SEBAGAI SILICAOVERSATURATED DAN YANG TANPA
KUARSA
TETAPI
MENGANDUNG
FELDSPATIOD
DISEBUT
SEBAGAI
SILICA-UNDERSATURATED (KUARSA
DAN FELDSAPTOID TIDAK DAPAT
HADIR BERSAMAAN).

Porphyritic textures

Aphanitic- crystals too small


to see by eye
Porphyritic- bimodal grain
size distribution Glassy- no
crystals formed
APHANITIC

PHANERITIC

PORPHYRITIC

Phaneritic- can see the constituent minerals


Fine grained- < 1 mm diameter
Medium grained- 1-5 mm diameter
Coarse grained- 5-50 mm diameter
Very coarse grained- > 50 mm
diameter

MAGMATIC DIFFERENTIATION.
SEBUAH PROSES DIMANA BERAGAM JENIS MAGMA DIBENTUK
DARI SEJENIS MAGMA INDUK. PERISTIWA MENGHASILKAN
BERAGAM JENIS MAGMA INI YANG KEMUDIAN MENGHASILKAN
BERAGAM JENIS BATUAN INI DISEBUT SEBAGAI DIFERENSIASI
MAGMA.
Keragaman ini dapat terjadi antara lain karena adanya faktor kontaminasi
dari batuan samping yang diterobos magma yang kemudian melebur
kedalamnya( pencampuran antar magma dengan komposisi berbeda dan
jumlah kandungan uap air dan carbon dioxide); atau bahwa pada awal
pendinginan unsur Mg dan Fe pertama mengkristal membentuk batuan
basa, berwarna gelap (basalt dan gabbro) , kemudian bila pendinginan
berlanjut maka yang akan terbentuk adalah felsic rocks (tinggi
feldsparnya dan juga silika) membentuk batuan granitik yang terang.
Batuan yang terbentuk lebih awal akan mempunyai komposisi berbeda
dengan yang terbentuk kemudian.

B AT U AN B E K U
(I G N E O U S R O C K S)
IGNEOUS ROCKS, WHICH ARE ALSO KNOWN AS FIRE ROCKS
SINCE THE NAME HAS BEEN DERIVED FROM THE LATIN
WORD IGNIS, ARE FORMED BY COOLED MAGMA
SOLIDIFYING, EITHER ABOVE THE GROUND, WHICH IS
KNOWN AS EXTRUSIVE ROCKS, OR BELOW THE EARTHS
SURFACE, WHICH IS KNOWN AS INTRUSIVE ROCKS. THERE
ARE MORE THAN 700 KINDS OF IGNEOUS ROCKS, AND MOST
OF THEM ARE FOUND UNDER THE CRUST OF THE EARTH.

PEMBENTUKAN F A S A B E K U

B AT U AN B E K U
(I G N E O U S R O C K S)
IGNEOUS ROCKS, WHICH ARE ALSO
KNOWN AS FIRE ROCKS SINCE THE
NAME HAS BEEN DERIVED FROM THE
LATIN WORD IGNIS, ARE FORMED BY
COOLED
MAGMA
SOLIDIFYING,
EITHER ABOVE THE GROUND, WHICH
IS KNOWN AS EXTRUSIVE ROCKS, OR
BELOW THE EARTHS SURFACE,
WHICH IS KNOWN AS INTRUSIVE
ROCKS.