Anda di halaman 1dari 5

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian


Jenis metode penelitian ini adalah metode analitik korelasional yaitu suatu
metode penelitian yang dilakukan untuk mencari, menjelaskan suatu hubungan,
memperkirakan serta menguji berdasarkan teori yang sudah ada. Penelitian
korelasional bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel. Jenis
penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional yaitu suatu penelitian
untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek,
dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu
saat. Artinya setiap subjek penelitian hanya diobservasi satu kali saja
(Notoatmodjo, 2010).
3.2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan pada seluruh rumah yang anggota keluarganya
pernah menderita malaria yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas
Tanjung Langkat.
3.3. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan Febuari 2014, dan dilanjutkan dengan
pengelolaan data serta penyusunan laporan hasil penelitian.

3.4. Subjek Penelitian


3.4.1.
Populasi Penelitian
Jenis populasi penelitian ini adalah populasi terjangkau, yaitu target yang
dibatasi oleh tempat dan waktu. (Sastroasmoro dan Sofyan, 2008). Populasi

penelitian ini adalah seluruh rumah yang anggota keluarganya pernah


menderita malaria yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Tanjung
Langkat.

3.4.2.
Sampel dan Teknik Sampling
1. Teknik Sampling
Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak yaitu
dengan menggunakan teknik simple random sampling yaitu bahwa setiap
anggota atau unit dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk
diseleksi sebagai sampel. Untuk mencapai sampel ini, setiap elemen
diseleksi secara acak.
2. Besar Sampel
Sampel pada penelitian adalah seluruh rumah yang anggota keluarganya
yang pernah di rawat inap dan rawat jalan di Puskesmas Tanjung Langkat
2011-2012 yang di diagnosa menderita penyakit malaria setra bertempat
tinggal di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Langkat (total sampling).
a. Kriteria Inklusi
1. Seluruh rumah yang anggota keluarganya pernah menderita
malaria
2. Merupakan rumah yang berdomisil (tinggal menetap) dan meliliki
rumah di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Langkat.
3. Bersedia menjadi subjek penelitian atau menjadi responden.
b. Kriteria Eksklusi
1. Seluruh rumah yang anggota keluarganya tidak pernah menderita
malaria.
2. Bukan merupakan rumah yang berdomisili (tinggal menetap) dan
memiliki rumah di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Langkat.
3. Tidak bersedia menjadi subjek penelitian atau menjadi responden.
3.5. Variabel Penelitian
1. Variabel bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah

Lingkungan dalam rumah yang meliputi kebersihan rumah,

kerapatan dinding rumah, kasa pada ventilasi.


Lingkungan luar rumah yang meliputi genangan air sekitar rumah,
jarak tempat tinggal dengan habitat vektor, keberadaan semak-

semak
Faktor perilaku meliputi kebiasaan menggunakan kelambu,
kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk, kebiasaan berada di

luar rumah pada malam hari.


2. Variabel terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian malaria di wilayah
kerja Puskesmas Tanjung Langkat.
3.6. Defenisi Varaibel Operasional
1. Kebersihan dalam rumah
Yaitu meliputi keberadaan sampah yang menyebabkan kotor dan lembab
2. Dinding rumah
Yaitu kondisi dinding rumah responden yang terbuat dari semen, papan,
anyaman bambu dan dilihat dari kerapatan apabila tidak ada lubang
selebar 1,5 cm.
3. Ventilasi
Yaitu lubang angin yang memungkinkan untuk lalu lintas nyamuk
pembawa plasmodium kedalam rumah dilihat dari ada tidaknya kawat
kasa.
4. Genangan air
Yaitu ada tidaknya genangan air diluar rumah berupa parit, kolam dan
bekas galian yang berjarak kurang dari 100 m dari rumah.
5. Semak-semak
Yaitu keberadaan tanaman perdu dan rumput yang ada di tebing sungai,
kebun ditepi jalan yang berfungsi sebagai tempat istirahat nyamuk
penyebab.
6. Kelambu
Yaitu kain tipis berpori yang btidak dapat ditembus nyamuk, sebagai
pelidung yang di pasang pada tempat tidur.
7. Obat anti nyamuk

Yaitu penggunaan dalam bentuk krim atau semprot untuk mencegah


gigitan nyamuk.
3.7. Pengumpulan Data
1. Jenis data
Jenis data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif, yang diperoleh dari
wawancara menggunakan kuesioner dan observasi secara langsung mengenai
Lingkungan dalam rumah yang meliputi kebersihan rumah, kerapatan dinding
rumah, kasa pada ventilasi. Lingkungan luar rumah yang meliputi genangan
air sekitar rumah, jarak tempat tinggal dengan habitat vektor, keberadaan
semak-semak. Faktor perilaku meliputi kebiasaan menggunakan kelambu,
kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk, kebiasaan berada di luar rumah
pada malam hari.

2. Sumber data

a. Data primer
Data primer diperoleh langsung dari hasil wawancara menggunakan
kuesioner dan observasi oleh peneliti secara langsung kepada responden
mengenai kebersihan rumah, kerapatan dinding rumah, kasa pada ventilasi,
genangan air sekitar rumah, jarak tempat tinggal dengan habitat vektor,
keberadaan semak-semak, kebiasaan menggunakan kelambu, kebiasaan
menggunakan obat anti nyamuk, kebiasaan berada di luar rumah pada malam
hari.
b. Data sekunder
Rekam medik pasien yang dirawat inap dan jalan di Puskesmas Tanjung
Langkat.
3. Cara pengumpulan data

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner


dan observasi oleh peneliti secara langsung kepada responden
4. Instrumen penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Kuesioner
b. Checklist
c. Alat tulis
d. Kamera digital

3.8. Cara Pengolahan dan Analisis Data


Pengolahan Data
Data yang telah terkumpul kemudian akan diolah (editing,
coding,entry, dan tabulating data).
1. Editing, yaitu memeriksa kelengkapan, kejelasan makna
jawaban, konsistensi maupun kesalahan antar jawaban
pada kuesioner.
2. Coding, yaitu memberikan kode-kode untuk memudahkan
proses

pengolahan data dengan memberikan angka nol

atau satu.
3. Entry, yaitu memasukkan data untuk diolah menggunakan
komputer.
4. Tabulating, yaitu mengelompokkan data sesuai variabel yang
akan diteliti guna memudahkan analisis data.