Anda di halaman 1dari 4

SURAT PERJANJIAN KONTRAK SEWA ALAT BERAT

I.

Nama
:
AGUSTAM
Tempat / Tgl lahir
:
Soppeng / 15 Agustus 1985
Alamat
:
Jln. Racing Centre Komp. Mustika Mulia Blok A2 No.1C
Pemegang KTP
:
Perusahaan
:
Selanjutnya disebut : PIHAK PERTAMA / YANG MENYEWAKAN.

II. N a m a
:
Tempat / Tgl lahir
:
Alamat
:
Pemegang KTP
:
Perusahaan
:
Selanjutnya disebut : PIHAK KEDUA / YANG MENYEWA.
Pihak pertama mengaku dengan ini telah menyewakan dan menyerahkan penggunaannya kepada
Pihak Kedua yang juga mengaku dengan ini menyewa dan menerima persewaan dan penyerahan
penggunaan berupa :
-

3 (Tiga) unit Excavator (kapasitas bucket 1 Cum) milik Pihak Pertama antara lain:
Caterpillar 320D S/N : BZP03285 ( Agustus 2012 )
Komatsu PC200-8 S/N :
( Januari 2012 )
Hitachi ZX-210 5G S/N :
( Maret 2013 )

2 (Dua) unit Bulldozer (lebar blade 3,6 meter) milik Pihak Pertama antara lain:
Komatsu D85E-SS S/N :
( Agustus 2011 )
Komatsu D85E-SS S/N :
( Oktober 2011 )

6 (Enam) unit Dump Truck 10 Roda (kapasitas: 20 ton) milik Pihak Pertama antara
lain:
3 unit Isuzu Giga No. Plat :
( Juli 2012 )
3 unit Hino FM260 No. Plat :
( Juli 2012 )

Bahwa Pihak kedua mengetahui benar keadaan dari alat berat tersebut dalam kondisi baik,
sehingga oleh kedua belah pihak tidak perlu menguraikan lebih lanjut lagi dalam surat ini.
Selanjutnya sewa menyewa ini dilakukan dengan memakai syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan
sebagai berikut :
Pasal 1
WAKTU DAN PENYERAHAN ALAT
1. Sewa menyewa ini dimulai (berlaku) terhitung sejak hari ..untuk
jangka waktu selama . Bulan.
2. Penyerahan dari apa yang disewakan itu oleh pihak pertama kepada Pihak Kedua dilakukan
pada tanggal Surat ini ditanda tangani dan dalam keadaan baik dan bersih (dalam

pengertian tidak dalam keadaan rusak) akan dioperasikan di Desa Batui Kab. Luwuk
Banggai Propinsi Sulawesi Tengah (lokasi: LNG Batui).

Pasal 2
HARGA DAN PEMBAYARAN
1. Harga sewa yang disepakati kedua belah pihak untuk alat berat jenis excavator dengan
kapasitas bucket 1 CUM sebesar Rp 225.000,- ( dua ratus dua puluh lima ribu rupiah ) per
jam dengan basis kerja minimal 1 bulan 200 jam minimum charge / Satu unit alat, dan
bilamana pemakaian lebih dari 200 jam / bulan, maka kelebihan jam tersebut diperhitungkan
sesuai dengan tarif perjam yaitu Rp 225.000,- ( dua ratus dua puluh lima ribu rupiah ).
2. Harga sewa yang disepakati kedua belah pihak untuk alat berat jenis Bulldozer dengan lebar
blade 3,6 meter sebesar Rp 425.000,- ( empat ratus dua puluh lima ribu rupiah ) per jam
dengan basis kerja minimal 1 bulan 200 jam minimum charge / Satu unit alat, dan bilamana
pemakaian lebih dari 200 jam / bulan, maka kelebihan jam tersebut diperhitungkan sesuai
dengan tarif perjam yaitu Rp 425.000,- ( empat ratus dua puluh lima ribu rupiah ).
3. Harga sewa yang disepakati kedua belah pihak untuk alat berat jenis dump truck 10 roda
dengan kapasitas muatan 20 ton / retasi sebesar Rp 45.000.000,- ( empat puluh lima juta
rupiah ) per bulan dengan basis kerja maksimal 15 jam/hari dan 30 hari/bulan.
4. Pembayaran uang muka (DP) sebesar 250 jam pertama per satu unit alat (untuk alat berat
jenis excavator dan bulldozer) dan 1 bulan pertama per satu unit alat (untuk alat berat jenis
dump truck 10 roda).
5. Pembayaran selanjutnya akan diajukan sebagai invoice.
6. Invoice akan diajukan setiap setelah Satu bulan kalender atau Tiga Puluh hari kerja dan akan
dilakukan pembayaran selambat-lambatnya Tujuh hari setelah tanggal invoice. Apabila tidak
dilakukan pembayaran maka alat akan diberhentikan dari segala jenis kegiatan operasional.
7. Bahan bakar untuk operasional, akomodasi makan dan penginapan operator ditanggung oleh
penyewa (Pihak Kedua). Honor / Insentive Operator sebesar Rp 20.000,- (dua puluh ribu
rupiah) per jam ditanggung oleh Pihak Penyewa (Pihak Kedua).
8. Biaya mobilisasi alat dari Kab. Morowali Propinsi Sulawesi Tengah ke Batui Kab. Luwuk
Banggai Sulawesi Tengah menjadi tanggug jawab Pihak Kedua.
9. Biaya demobilisasi alat dari Batui Kab. Luwuk Banggai Sulawesi Tengah ke lokasi semula
menjadi tanggug jawab Pihak Pertama.
Pasal 3
PEMELIHARAAN DAN KEAMANAN
1. Pihak pertama menjamin Pihak Kedua bahwa Pihak Kedua yang menguasai dan berhak atas
apa yang disewa tersebut, dengan demikian selama perjanjian sewa ini berlangsung Pihak
Kedua tidak akan mendapat tuntutan / gangguan dari Pihak Ketiga yang menyatakan

mempunyai hak-hak terlebih dahulu atas obyek tersebut di atas. Oleh sebab itu Pihak Kedua
dengan ini pula dibebaskan oleh Pihak Pertama dari segala tuntutan oleh orang-orang / Pihak
Ketiga mengenai hal-hal tersebut.
2. Pihak Kedua wajib memelihara Excavator dengan sebaik-baiknya selaku penyewa yang
beritikad baik dan menyiapkan pengamanan dilokasi dari Pihak Kepolisian / TNI / Security.
3. Apabila terjadi kehilangan spare part atau bagian yang merupakan komponen dari alat
tersebut, maka pihak kedua wajib melakukan penggantian dengan jenis yang sama dan
merupakan komponen asli dari dealer alat yang bersangkutan.
4. Pemeliharaan berkala yang termasuk penggantian segala jenis suku cadang, penyediaan suku
cadang dan penyediaan tenaga mekanik untuk menjamin ketersediaan alat agar bisa terus
beroperasi menjadi tanggung jawab Pihak Pertama.
5. Dikarenakan permintaan dari pihak kedua bahwa operator menjadi tanggung jawab pihak
kedua, maka kerusakan pada alat berat yang terjadi akibat dari kesalahan operasional
operator menjadi tanggung jawab pihak kedua untuk melakukan penggantian pada komponen
yang bersangkutan.
6. Operator berhak menolak perintah dari pengawas apabila pekerjaan yang diperintahkan
dianggap bisa berpotensi terjadinya kecelakaan pada operator dan / atau kerusakan pada alat.
Pasal 4
FORCE MEAJURE
1. Yang dimaksud dengan keadaan force meajure tersebut dalam surat perjanjian ini adalah
keadaan darurat yang diluar jangkauan kekuasaan manusia antara lain :
- Gempa bumi
- Sanering / devaluasi
- Huru-hara
- Gelombang besar
- Perang
- Angin topan
2. Dalam keadaan force meajure yang pembuktiannya yang diakui oleh kedua belah pihak, Pihak
Pertama dan Pihak Kedua mengadakan evaluasi atas pelaksanaan pekerjaan yang telah
terealisasikan dan peninjauan kembali atas sisa pekerjaan yang belum terselesaikan selambatlambatnya 14 (empat belas) hari setelah force meajure itu terjadi.
3. Atas evaluasi dan hasil peninjauan kembali dibuatkan Berita Acara yang ditanda tangani oleh
kedua belah pihak.
Pasal 5
PAJAK PAJAK
Segala pajak pajak yang sehubungan dengan perjanjian sewa menyewa ini merupakan tanggung
jawab Pihak Penyewa (Pihak Kedua).

Pasal 6
PENUTUP
1. Pihak Kedua tidak boleh mengalihkan dengan cara apapun apa yang disewakan tersebut
kepada Pihak Ketiga tanpa persetujuan dari Pihak Pertama.
2. Bilamana perjanjian sewa menyewa ini telah berakhir maka Pihak Kedua harus segera
mengembalikan apa yang disewa dengan surat ini dalam keadaan baik seperti semula kepada
Pihak Pertama.
3. Pihak Pertama senantiasa dapat menarik (mengambil) alat tersebut, bilamana Pihak Kedua
lalai atau tidak mematuhi dan memenuhi kewajibannya dalam hal pembayaran sewa dan
keamanan alat.
4. Apabila ada salah satu Pihak ada yang meninggal dunia sebelum perjanjian ini berakhir, maka
perjanjian ini tetap harus dianggap dan akan berlaku pula bagi ahli waris dan / atau penerima
hak dari pihak yang meninggal dunia.
5. Untuk segala urusan mengenai perjanjian ini dengan segala akibatnya, kedua belah pihak
memilih domisili yang tetap dan umum di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Kelas I (satu)
Makassar di Makassar.
Dibuat dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Makassar, 28 Januari 2014


Pihak Pertama

Pihak Kedua

( AGUSTAM)

Anda mungkin juga menyukai