Anda di halaman 1dari 4

14 Agustus 2014

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR SE - 30/PJ/2014

TENTANG

PENGAWASAN
BANGUNAN

ATAS

TRANSAKSI

PENGALIHAN

HAK

ATAS

TANAH

DAN/ATAU

MELALUI JUAL BELI

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

A.
Umum

Sehubungan dengan banyaknya transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau


bangunan melalui jual beli yang dilakukan oleh Wajib Pajak pemegang hak atas
tanah yang belum dilakukan penandatanganan Akta Jual Beli, perlu untuk diberikan
penegasan terhadap pengawasan pemenuhan kewajiban Pajak Penghasilan atas
transaksi tersebut.
B.

Maksud dan Tujuan

1.
Penetapan surat edaran ini dimaksudkan untuk memberikan acuan dalam
rangka pengawasan atas transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan
melalui jual beli yang dilakukan oleh Wajib Pajak pemegang hak atas tanah yang
belum dilakukan penandatanganan Akta Jual Beli.
2.
Penetapan surat edaran ini bertujuan agar pengawasan atas transaksi pengalihan
hak atas tanah dan/atau bangunan melalui jual beli yang dilakukan oieh Wajib Pajak
pemegang hak atas tanah yang belum dilakukan penandatanganan Akta Jual Beli
dapat berjalan dengan baik dan terdapat keseragaman dalam pelaksanaannya.
C
Ruang Lingkup

Ruang lingkup Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini meliputi Wajib Pajak yang
melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan melalui jual beli yang
belum dilakukan penandatanganan Akta Jual Beli

D.

Dasar

1.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36
Tahun 2008;
2.
Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994 tentang Pembayaran Pajak
Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 71 Tahun 2008;
3.
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 635/KMK.04/1994 tentang Pelaksanaan
Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah
dan/atau Bangunan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 243/PMK.03/2008;
4.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-30/PJ/2013 tentang
Pelaksanaan Pajak Penghasilan yang Bersifat Final atas Penghasilan dari Pengalihan
Hak atas Tanah dan/atau Bangunan yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang
Usaha Pokoknya Melakukan Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan dan
Penentuan Jumlah Bruto Nilai Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan oleh
Wajib Pajak yang Melakukan Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.
E.

Materi

Hal-hal yang perlu diperhatikan:


1.
Berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan terdapat transaksi-transaksi
pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang pengikatan jual belinya masih
berupa Perjanjian Pengikatan Jual Beli dan belum dilakukan penandatanganan Akta
Jual Beli.
2.
Atas transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan melalui jual beli
yang dilakukan oleh Wajib Pajak pemegang hak atas tanah dan/atau bangunan, baik
yang langsung dilakukan melalui penandatanganan Akta Jual Beli maupun melalui
Perjanjian Pengikatan Jual Beli tanah dan/atau bangunan antara penjual dengan
pembeli sebagaimana dimaksud pada angka 1, wajib dibayar Pajak Penghasilan atas
penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan berdasarkan
ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994 tentang Pembayaran Pajak
Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 71 Tahun 2008.
3.
Jumlah bruto nilai pengalihan yang menjadi dasar pengenaan Pajak
Penghasilan atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan
sebagaimana dimaksud pada angka 2 adalah nilai tertinggi antara nilai pengalihan
berdasarkan Akta Jual Beli dengan Nilai Jual Objek Pajak tanah dan/atau bangunan
yang bersangkutan.
4.
Pembayaran Pajak Penghasilan atas penghasilan dari pengalihan hak atas
tanah dan/atau bangunan melalui jual beli sebagaimana dimaksud pada angka 2
yang dilakukan oleh:
a.
Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah
dan/atau bangunan dilakukan:

1)
paling lama tanggal 15 bulan berikutnya setelah bulan diterimanya
pembayaran, baik dengan cara tunai maupun angsuran, atas pengalihan hak atas
tanah dan/atau bangunan; dan
2)
sebelum Akta Jual Beli ditandatangani oleh pejabat yang berwenang, dalam
hal jumlah seluruh pembayaran sebagaimana dimaksud pada angka 1) kurang dari
jumlah bruto nilai pengalihan hak,
b.
selain Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas
tanah dan/atau bangunan dilakukan sebelum Akta Jual Beli ditandatangani oleh
pejabat yang berwenang.
5.
Dalam hal sebelum dilakukan penandatanganan Akta Jual Beli antara penjual
dengan pembeli terjadi perubahan nama pembeli yang tercantum dalam Perjanjian
Pengikatan Jual Beli, maka atas penghasilan dari perubahan Perjanjian Pengikatan
Jual Beli yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak pembeli yang semula namanya
tercantum dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli, merupakan penghasilan berupa
keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 4 ayat (1) huruf d Undang- Undang Pajak Penghasilan yang dikenai
Pajak Penghasilan berdasarkan ketentuan Pasal 17 Undang-Undang Pajak
Penghasilan dan wajib dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak
Penghasilan Wajib Pajak pembeli yang semula namanya tercantum dalam Perjanjian
Pengikatan Jual Beli.

Contoh:
Odik Wijaya membeli 1 unit rumah dari developer PT Bali Griya Persada seharga
Rp500.000.000,00 secara tunai. Antara PT Bali Griya Persada dengan Odik Wijaya
belum dilakukan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB), karena sertifikat rumah
tersebut masih dalam proses pemecahan sehingga dilakukan terlebih dahulu
dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) antara PT Bali Griya Persada sebagai
penjual dan Odik Wijaya sebagai pembeli. Sertifikat rumah tersebut masih atas
nama PT Bali Griya Persada. Sebelum dilakukan AJB antara PT Bali Griya Persada
dengan Odik Wijaya, rumah tersebut oleh Odik Wijaya dijual kepada Indra Adi,
sehingga akibat transaksi tersebut nama penjual dan pembeli yang tercantum
dalam PPJB rumah tersebut menjadi PT Bali Griya Persada sebagai penjual dan Indra
Adi sebagai pembeli.

Penghasilan yang diterima atau diperoleh Odik Wijaya dari penjualan rumah
tersebut merupakan penghasilan berupa keuntungan karena penjualan atau karena
pengalihan harta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf d UndangUndang PPh yang dikenai PPh berdasarkan ketentuan Pasal 17 Undang-Undang PPh
dan wajib dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan PPh.
F.

Penutup

Agar pelaksanaan Surat Edaran ini dapat berjalan dengan baik, dengan ini para:
Kepala Kantor Wilayah diminta untuk melakukan pengawasan, sosialisasi, dan
koordinasi dengan instansi terkait atas pelaksanaan Surat Edaran ini di lingkungan
wilayah kerja masing-masing,

Kepala Kantor Pelayanan Pajak dan Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan
Konsultasi Perpajakan diminta untuk melakukan pengawasan terhadap transaksi
pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang dilakukan oleh Wajib Pajak di
lingkungan wilayah kerja masing-masing.
Demikian untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 14 Agustus 2014
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

tttd

A. FUAD RAHMANY
NIP 195411111981121001

Tembusan :
Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak
Para Direktur di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak
Para Tenaga Pengkaji di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak
Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumentasi Perpajakan