Anda di halaman 1dari 10

Home materi kuliah Contoh Makalah Agama Islam Tentang Wahyu Dan Kitab

Contoh Makalah Agama Islam Tentang


Wahyu Dan Kitab
Muhammad Nazar
1 Comment
materi kuliah
Selasa, 17 Desember 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang masalah
Al Quran adalah kitab suci umat islam yamg telah di buktikan kebanarannya, dan di
tangguhkan keaslinannya oleh allah SWT, bisa di katakan ironi ketika banyak umat muslim
yang tidak menjadikan Al Quran sebagai pedoman, bahkan adapula sebagian umat muslim
yang kurang mengimani isi kandungan dari Al Quran itu sendiri. maka dari itu pada
kesempatan kali ini kami sebagai tim penyusun sangat berbahagia ketika di berikan tugas
pembuatan makalah yang bertemakan wahyu (kitabullah) ini, karena secara tidak langsung
kami bisa mempelajari isi kandungan dan perbandingan tidak hanya kitab Al quran namun
kitab-kitab Allah lainnya juga seperti Tauarat, Zabur, dan Injil. Dan kami berharap dengan isi
dari makalah ini yang bersumber dari referensi ayat dari Al quran, semoga penyusun tidak
termasuk sebagai penganut logika filsafat yang di murkai Allah, kecuali sisa-sisa orang yang
berpegang teguh dengan wahyu. Sedang orang-orang yang meninggalkan wahyu dan
mendahulukan logika filsafat mereka adalah para pengibadah berhala, salib, api, bintang,
matahari, dan bulan, atau orang yang ragu dan bimbang, atau orang-orang atheis dan
mengingkari adanya pencipta alam ini.

1.2 Perumusan masalah

Didalam pembuatan makalah ini penyusun akan membahas mengenai defenisi pengertian dan
isi kitab-kitab Allah ;

i. Pengertian wahyu dan ilham ?


ii. Macam-macam kitab Allah

1.3 Tujuan penulisan

Berdasarkan latar belakang yang menjadi alasan penyusun membuat makalh ini yaitu tujuan
untuk :

Memberi tahu kepada pembaca mengenai definisi kedudukan Al Quran di bandingkan kitab
lainnya
Menjelaskan isi dari kitab-kitab Allah.
Untuk melengkapi tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat Penulisan Ini yaitu , menjelaskan secara mendalam dan terperinci turunnya wahyu
dan kitab-kitab Allah sebagai landasan berfikir dan pedomat hidup umat manusia.

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian risalah
Risalah adalah tugas kerasulan untuk menyampaikan ajaran Allah kepada manusia yang
diturunkan melalui wahyu.

Allah SWT menurujnkan wahyu kepada Rasul melalui malaikat atau tidak. Materi wahyu
merupakan system nilai dan norma Ilahi (wadhun ila hiyun) yang melandasi system berfikir
dan pola prilaku yang mengatur tata hubungan manusia dengan khalik, manusia dengan
dirinya , manusia dengan manusia dan manusia dengan makhluk yang melahirkan karya
budaya dan peradaban (referential embodiment and expressive behaviour) untuk mencapai

ridha Allah.

A. pengertian wahyu dan ilham


Wahyu dalam arti bahasa mempunyai pengertian isyarat yang cepat , menurut terminology
agama wahyu berarti petunjuk yang di sampaikan dan atau diresapkan kepada Rasul.
Meskipun demikian di dalam Al-Quran terdapat penggunaan kata wahyu dalam pengertian
lain, antara lain nempunyai pengertian ilham, seperti terdapat dalam :
Q.S. Al-Zalzalah, 99 : 5
karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

Q.S. An-Nahl, 16 : 68
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah buatlah sarang-sarang di bukit-bukit , di pohonpohon kayu, di tempat-tempat yang dibuat manusia .

Q.S. Al-Anfaal, 8 : 12
(ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : sesungguhnya aku
bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman. Kelak akan
akum jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggalah kepala
mereka dab pacunglah tiap-tiap ujumg jari mereka.

Q.S. Al-Qashash, 28 : 7
dan kami ilhamkan kepada ibu musa : susukanlah Dia dan apabila kamu khawatir
terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke dalam sungai (nil). Dan janganlah kamu khawatir dan
janganlah ( pula bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya
kepadamu dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.

Serbagaimana dijelaskan di atas, di samping wahyu terdapat juga ilham. Menurut sifatnya
Ilham dapat diterima oleh setiap orang yang dikehendaki oleh Allah SWT.

B. Macam-macam Kitabullah

Kitab dalam arti bahasa berarti sesuatu yang ditulis. Kitab yang berarti perintah atau
ketentuan-ketentuan. Sehingga kitabullah berarti perintah Allah atau ketentuan-ketentuan
Allah.
Di samping itu ada juga yang disebut suhuf yang berarti wahyu yang diturunkan kepada para
nabi yang dikumpulkan dalam lembaran-lembaranm seperti yang terdapat pada Nabi Adam,
Nabi Isya, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan sebagainya, yang apabila dikumpulkan dalam
jumlah yang lebih besar disebut Kitab. Bagi seorang muslim wajib hukumnya untuk
mengimani semua Kitabullah.

Q.S. Al-Baqarah, 2 : 85
kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir
segolongan dari para kamu dari kampong halamannya, kamu bantu membantu terhadap
mereka dengan membuat dosa dan permusuhan: tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai
tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah
kamu beriman kepada sebagian Al Kitab(Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain?
Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam
kehidupan dunia , dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat.
Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.

Kitab-kitab Allah yang disebut dalam Al Qur-an adalah :


1. Taurat, Kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa As.
Q.S. Al-Baqarah, 2 : 25
dan (ingatlah), ketika kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) dan keterangan yang
membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk.

Q.S. Ali Imran, 3 : 3


dan dia menurunkan Al Kitab (Al Qur-an) kepadamu dengan sebenarnya membenarkan
kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.

2. Zabur, kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud AS.


Q.S. An Nisaa , 4 : 163
sesungguhnya kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana kami telah

memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya dan kami telah
memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail , Ishaq, Yaqub dan anak cucunya, Isa,
Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman dan kami berikan Zabur kepada Daud.

Q.S. Al-Israa, 17 : 55
dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di lamngit dan di bumi. Dan sesungguhnya
telah kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan kami berikan Zabur
kepada Daud.

3. Injil , kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa AS


Q.S. Ali Imran, 3 : 3
dan dia menurunkan Al Kitab (Al Qur-an) kepadamu dengan sebenarnya membenarkan
kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.

4. Al Qur-an, Kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.


Q.S. Al-Baqarah, 2 : 2
Kitab Al-Qur-an ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

Q.S. Thaha, 20 : 113


demikian kami menurunkan kitab Al Qur-an dalam bahasa arab, dan kami telah
menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebagian dari ancaman agar mereka
bertaqwa atau agar Al qur-an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.
C. kandumgam kitabullah
isi kitabullah mengnadung arti:
1. Ajaran tauhid (meng-Esakan Allah) bahawa manusia di wajibkan menyembah Allah dan
berbuat karenaAllah
2. Ajaran tentang hubungan manusia dengan manusia lainya dan makhluk Allah lainya.

Sekalipun setiap muslim wajib iman kepadasemua kitabuulah Al Quran yang di jamin

kemurnianya.
Q.S. Al-Hijr 15 : 9
sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya kami benar-benar
memeliharanya.

Sedangkan kitabullah selain dari Al Quran sudah di campuri oleh hasil tangan manusia, baik
taurat maupun Injil. Bandingkan dengan:
Q.S. Am-Nissa 4 : 46.
yaitu orang-orang yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya, mereka
berkata: kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya dan (mereka mengatakan
pula): dengarlah semoga kamu tidak dapat mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan)
Ratna, dengan memutar-mutar lidahya dan mecela agama. Sekiranya mereka mengatakan :
kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikan kami. tentulah kami lebih
baik bagi mereka dan dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran
mereka, mereka tidak mberiman kecuali iman yang sangat tipis.:

Q.S. Al-Maidah, 5:13


(tetapi) karena mereka telah melanggar janjinya, kami kutuk mereka, dan kami jadikan hati
mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan
mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah di peringatkan denganya,
dan kamu (Muhammad) senantiasa aka melihat kekhianatan mereka kecuali sedikit di antara
mereka (yang telah berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarlah mereka,
sesumgguhmya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Q.S. Al-Maidah, 5-15


hai ahli kitab, sesungguhnya telah dating kepdamu Rasul kami, menjelaskan kepadamu
banyak dari isi Al-Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) di biarkanya,
sesungguhnya telah dating kepada,mu cahaya dari Allah,, dan kitab yang menerangkan.
Secara lebih terperinci pandangan kitab Allah itu dpat di kemukakan sebagai berikut:
a). isi kitab taurat
kitab taurat sebagaimana yang di kumpulkan dalam kitb beibel antara lain terdiri dari 10
hukum (ten commandements).
1. Tiada tuhan melainkan Allah.

2. Jangan menyembah berhala


3. Jangan menyebut Allah dengan sia-sia.
4. Agar mensucikan hari sabtu.
5. Agar menghormati ibu bapak.
6. Jangan membunuh.
7. Jangan berzina.
8. Janagn mencuri.
9. Jangan bersaksi dusta.
10. Jangan menginginkan istri orang lain.

Perjanjian lma k9itab ulangan (5 : 6-21. Kel.20:1-7).


b). isi kitab Zubur (di sebut Mazmur) sebagaimana yang di kumpulkan dalam kitab Beibel
anatara lain
dari:
1. Haleluya ! Pujilah Tuhan, Hai jiwaku !
2. Aku hendak memulaikan tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allah-ku selagi aku
ada.
3. Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat
memberikan keselamatan.
4. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah, pad hri itu juga lenyapklah maksudmaksudnya.
5. Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yaqub sebagai penolong, yang harapanya
pada tuhan Allah nya.
6. Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan sega isinya yang tetap setia selamalamanya.
7. Yang menegakan keadilan orang-orang yang diperas, yang meberi roti kepada orang-orang
yang terkurung.
8. Tuhan mebuka mata orang-orang buta, Tuhan menegakan orang yang tertundukm tuhan
mengsihi orang-orang benar.

9. Tuhan menjaga orang-orang asing, anak yatim, dan janda di tegakkanya kembali, tetapi
jalan orang fasik di bengkkanya.
10. Tuhan itu raj untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun temurun Haleluya.
(Mazmur : 146: 1 10)

c). Isi KItab Injil.


Sebagaimana terdapat pada perjanjian baru (Beibel) antara lain tediri dari.
1. Tetapi kepada kamu yang mendengarkan Aku,Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuat
baiklah kepada orang yang membencimu.
2. Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu,berdoalah bagi orang yang mencaci
kamu.
3. Barang siapa yang menampar pipimu yang satu,berikanlah juga kepadanya pipimu yang
lain,dan barang siapa yang mengambil jubahmu, berikan juga ia mengambil bajumu.
4. Berilah kepada setiap orangyang meminta kepadamu,dan janganlah meminta kembali
kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
5. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang yang berbuat kepadamu perbuatlah juga
demikian kepada mereka.
6. Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu ? Karena orangorang berdosapun mengasihi juga demikian kepada mereka.
7. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah
jasamu ? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
8. Dan jikalau meminjamkan sesuatu kapada orang,karena kamu berharap akan menerima
sesuatu daripadanya, apakah jasamu ? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orangorang berdosa supaya mereka kembali sama banyak.
9. Tetapi kamu kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan
dengan tidak mengaharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan nmenjadi
anak-anak Allah Yang Maha Tinggi sebab ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu
berterimakasih dan terhadap orang-orang jahat
10. Hendaklah kamu murah hati,sama seperti bapamu murah hati. (Lukas 6 : 27-36)

d.) Isi kitab AL Qur-an : antara lain terdiri dari:

1. Prinsip-perinsip keimanan kepada Allah,Malaikat,Kitab,Rasul,hari akhir,Qadha,dan Qadar


dan sebagainya.
2. Prinsip-prinsip syariah, tentang ibadah khas (shalat,zakat,puasa,haji) dan ibadah yang
umum (perekonomian,pernikahan,hokum dan sebagainya).
3. Janji dan ancaman seperti tentang janji kepada orang yang baik dan ancaman kepada orang
yang berbuat dosa.
4. Sejarah seperti tentang nabi-nabi yang terdahulu, masyarakat dari bangsa terdahulu.
5. Ilmu pengetahuan seperti mengenai ilmu ketuhanan dan Agama, hal-hal yang
menyangkut , manusia masyarakat dan yang berhubungan dengan alam .

Keistimewaan Alquran:
Mengandung rangkuman ajaran-ajaran kitab-kitab sebelumnya
Terjaga kesliannya
Keindahn susunan kalimat
Sebagai mujizat yang palilng besar
Masa berlakunya l-Quran tidak terbatas
Keaslian alquran terpelihara
Ajaran alquran sempurna dan mudah dimengerti

Sesuai dengan kedudukannya wahyu Allah yang terakhir , maka AL Qur-an merupakan
kitabullah yang penting lengkap dan sempurna yang berfungsi menyempurnakan dan
mengoreksi atas kitab-kitab sebeumnya.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dalam syariat Islam, wahyu adalah qalam atau pengetahuan dari Allah, yang diturunkan
kepada seluruh makhluk-Nya dengan perantara malaikat ataupun secara langsung, Ustad
Muhammad Abduh mendefinisikan wahyu di dalam Risalah at-Tauhid adalah pengetahuan
yang didapat oleh seseorang dari dalam dirinya dengan disertai keyakinan bahwa
pengetahuan itu datang dari Allah melalui perantara ataupun tidak. Maka dari itu penyusun
mengambil kesimpulan secara logis bahwa tidak ada satupun isi dari kitab-kitab Allah yang
memberikan ajaran buruk kepada umat (pengikutnya), kecuali kitab-kitab yang telah di nodai
oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang dapat menyesatkan pandangan umat.

B. SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas penyusun menyarankan kepada pembaca untuk tidak terlalu
menggali lebih dalam isi dari kitab yang di curigai telah terkontaminasi dogmah seorang ahli
kitab yang notabene dapat menjerumuskan kita pada jurang kekafiran, serta berupaya
mengajak pembaca untuk lebih mendalami kandungan isi kitab-kitab Allah dari segi ajaran
dan hukum yang telah di tetapkan Allah melalui kitab-kit