Anda di halaman 1dari 25

HIDROSEFALUS AKUT e/c

MENINGITIS

Dwi suryaning Ayu Aprilizia


1102008086

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Nn. Nisa
Umur
: 14 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pendidikan
: SMP
Pekerjaan
: Pelajar
Alamat
: Leuwimunding,
Cirebon
Tanggal masuk : 23 - 12 - 2012

ANAMNESIS
K.U : Nyeri seluruh kepala
K.T : Kejang 1 kali disertai muntah
RPS :
Pasien, wanita berusia 14 tahun, datang ke
IGD RSUD Gn. Jati dengan keluhan nyeri pada
seluruh kepala. Menurut nenek pasien, pasien
sempat mengalami kejang sekali selama 1
menit pada pukul 8 pagi dan pada saat
perjalanan menuju RS pasien juga mengalami
muntah.
Nyeri seluruh kepala mulai dirasakan pasien
sejak awal bulan November. Rasa nyeri yang
diarasakan seperti ditusuk-tusuk yang berasal
dari dalam kepala, menetap dan terus menerus.
Untuk menghilangkan rasa nyerinya itu pasien

Keluhan nyeri kepalanya tidak kunjung hilang.


Pada tanggal 14 November 2012, pasien mulai
mengalami kejang. Kejang pertama selama 5
menit, tampak seluruh badan pasien tegang
dengan tubuh yang tersentak-sentak dari tempat,
mulut dan mata tertutup.
Setelah sadar dari kejang, pasien juga
mengalami muntah. Selain itu, cara berjalan
pasien mulai terlihat kaku seperti robot dan juga
tidak dapat menengokan kepala karena leher
terasa kaku. Kepala pasien terasa panas tetapi
badan tidak. Pasien segera dibawa ke RS C dan
masih mengalami 5x kejang lagi pada hari itu
dengan lamanya kejang 1-2 menit. Setelah 4
hari dirawat di RS C, karena keterbatasan biaya
keluarga pasien meminta untuk pulang paksa dan
memilih untuk melakukan pengobatan alternatif.
Nenek pasien menyangkal riwayat trauma dan

RPD
Riwayat TB paru pd usia 10 tahun
pengobatan selama 6 bulan
Riwayat darah tinggi disangkal
Riwayat trauma disangkal
Riwayat nyeri kepala yang sama
sebelumnya disangkal
RPK
Riwayat keluarga memliki penyakit TB
paru disangkal

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Umum (tanggal 26 /12/2012)
Kesan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Somnolen, GCS E4M6V5
Vital Sign : TD
110/70
Nadi
96x/menit
Respirasi 20x/menit
Suhu
36,8oC
Pemeriksaan Interna
Kepala : Normocephal
Mata : CA -/- SI -/ Pupil
: Bulat isokor diameter 5/6 mm
Refleks Cahaya : Langsung -/ - , tidak
langsung -/-

THT
Liang telinga lapang kanan dan kiri
Sekret AS(-) AD(-)
Hidung: deviasi septum (-)
Tinnitus (-)
Leher
Pembesaran tiroid tidak ditemukan
Pembesaran KGB tidak ditemukan
Deviasi trakea tidak ditemukan
Thoraks
Cor : BJI II regular, Murmur (-), Gallop (-)
Pulmo : vesikuler, Rhonki (-), Wheezing (-)
Ekstremitas
Akral hangat, tidak ditemukan edema dan sianosis
pada keempat anggota gerak atas dan bawah.

PEMERIKSAAN NEUROLOGI
Kesadaran : Compos Mentis, GCS E4 V5 M6
Rangsang Meningeal
KK(+), B I/II (+/+) K (+/+)
Fungsi Motorik
45
Kekuatan Otot

Gerak

45

++
Tonus

++

++

++

Fungsi Sensorik
Raba

++
++

Nyeri

++
++

Refleks Fisiologis
BPR (+/+)

KPR (+/+)

TPR (+/+)

APR (+/+)

Refleks Patologis
Babinski (-/-) Chaddock (-/-)
Hoffman (-/-)
Tromner (-/-)
Fungsi SSO
BAB (+) , BAK normal, Keringat (+)

PEMERIKSAAN N. KRANIALIS
N. I N.
VIII
tdk
N. II
dilakukan
RCL -/- RCTL
-/N. III,
IV, VI
tdk
ptosis ODS
dilakukan
paresis N.
IV
Paresis N.
N.
VIV
Sensorik :
dbn
Motorik :

N. VII
AA +/+ MM
+/+ NLF -/N. IX, X
Gerakan
menelan
baik
N. XI
Angkat bahu
+/+
Tengok ka/ki +/
N.+XII
Lidah
menjulur
simetris

PEMERIKSAAN PENUNJANG
( 25/12/ 2012 )
( 23/12/ 2012 )
WBC : 11,7 x 103 /
mm3
RBC : 4,61 x 106 L /
mm2
Hb : 14,0 gr/dL
HCT: 41,3, L %
PLT: 173.000/mm3
GDS : 118 mg/dL
Ureum: 24,0 mg/dL
Kreatinin: 0,80 mg/dL
SGOT: 39
SGPT: 21

WBC
: 14,4 x 103 /
mm3
RBC
: 4,52 x 106 L /
mm2
Hb : 13,4 gr/dL
HCT
: 41,3, L %
PLT : 275.000/mm3
( 28/12/ 2012 )
BSE : I. 26 mm/jam
II. 68 mm/jam

Radiologi

Foto rontgen thorax


(23/12/2012)
Hasil :
Cor : besar dan bentuk
baik
Pulmo: hillus baik,
tidak tampak infiltrat.
Sinus diafragma baik
Kesan:
Cor dan pulmo dalam
batas normal

CTSCAN KEPALA
14/11/12

CT Scan Kepala
Dengan Kontras
(28 Desember
2012)

Hasil:
Tampak lesi isohipodens di basal ganglia kiri yang
tidak menyengat pasca pemberian kontras
Tampak penyangatan kontras dikortikal sulsi
kedua serebri, falks serebri dan sisterna basalis
Kortikal sulsi dan fissure Sylvii melebar
Differensiasi grey dan white matter tidak jelas
Sistem vertikel dan sisterna melebar dengan
hipodensity periventrikular
Infratetorial : pons dan serebellum tidak tampak
lesi sebelum dan sesudah pemberian kontras.
Pneumatisasi mastoid baik
Kesimpulan:
Meningitis serebri dengan obstruksi hidrosefalus
Susp. Cerebellitis pada bangsal ganglia kiri

RESUME
ANAMNESA
KU: nyeri kepala
KT: kejang 1x selama 1 menit dan muntah.
Keluhan nyeri kepala dirasakan sejak awal
November 2012.
Kejang 1st dialami tanggal 14 November 2012.
Keluhan setelah kejang, ada muntah, berjalan
kaku seperti robot dan leher kaku tidak dapat
menengok, kepala pasien terasa panas tetapi
anggota tubuh lain tidak.
Segera dibawa ke RS C, dan mengalami 5x kejang
lagi pada hari itu.
Setelah 4 hari dirawat, pasien pulang paksa

1 bulan

Setiap saat

Muntah

Seperti ditusuk-tusuk

Terus menerus

Tetap

Tetap

RPD : pernah menderita TB paru pada usia 10 tahun,


pengobatan 6 bulan (+)

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Umum
Vital Sign : T : 110/70 ; P : 96x/menit; R :
20x/menit ; S : 36,8oC
Pemeriksaan Neurologi
Rangsang Meningeal : Kaku Kuduk (+),
Brudzinsky I/II (+/+) Kernig (+/+)
Pemeriksaan Nervus Kranialis
N. II
N. III, IV,
N. VII
VI
RCL -/- RCTL
AA +/+ MM
-/ ptosis
+/+ NLF -/ODS
paresis N.
4
IV 5
Motorik : Kekuatan
otot
Paresis
4 5 N.
VI

PEMERIKSAAN PENUNJANG
( 25/12/ 2012 )
( 23/12/ 2012 )
WBC : 11,7 x 103 /
mm3
RBC : 4,61 x 106 L /
mm2
Hb : 14,0 gr/dL
HCT: 41,3, L %
PLT: 173.000/mm3
GDS : 118 mg/dL
Ureum: 24,0 mg/dL
Kreatinin: 0,80 mg/dL
SGOT: 39
SGPT: 21

WBC
: 14,4 x 103 /
mm3
RBC
: 4,52 x 106 L /
mm2
Hb : 13,4 gr/dL
HCT
: 41,3, L %
PLT : 275.000/mm3
( 28/12/ 2012 )
BSE : I. 26 mm/jam
II. 68 mm/jam

CT Scan Kepala
Dengan Kontras
(28 Desember
2012)

Hasil:
Tampak lesi isohipodens di basal ganglia kiri yang
tidak menyengat pasca pemberian kontras
Tampak penyangatan kontras dikortikal sulsi
kedua serebri, falks serebri dan sisterna basalis
Kortikal sulsi dan fissure Sylvii melebar
Differensiasi grey dan white matter tidak jelas
Sistem vertikel dan sisterna melebar dengan
hipodensity periventrikular
Infratetorial : pons dan serebellum tidak tampak
lesi sebelum dan sesudah pemberian kontras.
Pneumatisasi mastoid baik
Kesimpulan:
Meningitis serebri dengan obstruksi hidrosefalus
Susp. Cerebellitis pada bangsal ganglia kiri

DIAGNOSIS KERJA
Diagnosis klinis : seizure, cephalgia, ptosis ODS,
paresis N. II, IV, VI, N.VII sentral,
hemiparesis dextra
Diagnosis topis : ventrikel serebri, meningens
Diagnosis etiologi : Hidrosefalus akut e/c susp.
meningitis
DIAGNOSIS BANDING
Hidrosefalus akut e/c tuberkuloma intrakranial

PEMERIKSAAN ANJURAN
Pemeriksaan LCS

PENATALAKSANAAN

IVFD Ka En 3B 20 gtt/menit
Injeksi Cefotaxime 1 gram 2 x 1 IV
Injeksi Kalmethasone 30 g/ml 3 x 1 IV
Manitol 3 x 125 ml
Injeksi Ranitidine 25 mg/2 ml 2 x 1 IV
Injeksi diazepam 10 mg IV (pelan-pelan) bila
kejang
IPhenytoin 2 x 100 gram IV (pelan-pelan) dalam
100 cc NaCl
Diamox 1-0-0

PROGNOSIS
Quo ad vitam
: dubia ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad malam