Anda di halaman 1dari 2

Kerjasama antara NASA dan Department of the Interior (DOI) U.

S Geological Survey (USGS)


tanggal 11 Februari 2013 telah berhasil meluncurkan satelit baru yakni Landsat-8 atau LDCM
(Landsat Data Continuity Mission). Ada 2 sensor yang dibawa satelit ini antara lain OLI
(Operational Land Imagery) dan TIRS (Thermal InfraRed Sensor). LDCM mengorbit Circular
Sun-Synchronous pada ketinggian 705 km, dengan sudut inklinasi 98.2, periode 99 menit,
waktu liput ulang (resolusi temporal) 16 hari, waktu melintasi katulistiwa sekitar jam 10:00 pagi
(+/- 15 menit), dan merekam data sekitar 400 scenes per hari.

Gambar Citra Berbagai Kanal pada sensor OLI dan TIRS beserta komposit warna (color
composite) dari Landsat-8

Gambar di atas menunjukkan bahwa (a) citra kanal-1 bagus untuk deteksi wilayah pesisir seperti
sedimentasi di laut, terumbu karang, dan batas tepi pantai; (b) kanal-9 untuk deteksi awan cirrus yang
tidak terdapat pada kanal lain, seperti (c) citra False Color Composite (FCC) kombinasi kanal 564; (d)
citra True Color Composite (TCC) 432 dimana semua obyek akan tampak berwarna sama seperti
kenyataannya di bumi; (e) citra FCC 564 bagus untuk deteksi mangrove (warna merah cerah kontras
sepanjang pantai); (f) citra FCC kombinasi 532 bagus untuk deteksi terumbu karang dengan warna hijau
di laut; (g) citra natural color composite (NCC) 754 bagus untuk deteksi lahan terbangun (warna
magenta), pertanian lahan basah (warna biru dengan pola tertentu), dan air (warna biru dengan pola tidak
teratur). Selain itu, ditunjukkan (h) citra TCC 29 April 2013 untuk melihat arah pergerakan abu vulkanik
dari puncak Gunung Paluweh, NTT; juga (i) citra kanal-10/thermal/LWIR-1 terlihat lava panas mengalir di
dekat puncak gunung (warna putih) dan ujung pergerakan abu ke arah barat laut yang sudah lebih dingin
suhunya dibandingkan dengan laut di bawahnya (warna hitam).