Anda di halaman 1dari 1

Mencuci Glass

1. Pembersihan dapat dilakukan dalam Mesin Pencuci atau secara manual.


2. setelah digunakan glassware dicuci dan dibersihkan dengan deterjen ,glassware direndam dalam
larutan desinfektan atau di steam dalam Autoclave (disterilisasi).
Memelihara Glass
1. Glassware yang telah digunakan harus dicuci dan dibersihkan
2. Periksa semua glassware untuk kemungkinan kerusakan akibat kerusakan kecil, lubang atau
tergores
3. Jangan pernah memanaskan gelas yang rusak
4. Susun glassware berdasarkan bentuk dan bukan berdasarkan susunan kerapuhan glassware
Pengeringan Glass
1. Setelah dicuci dan dibilas aquadest, glassware di keringkan dengan cara di tiriskan di rak peniris
2. Untuk basic glassware boleh dikeringkan dengan cara di masukkan ke dalam oven dengan suhu
dibawah 60 C
3. Untuk volumetric glassware dan analitycal glassware tidak boleh dikeringkan di dalam oven
Peralatan Non Glass dibrsihkan dengan mengunakan sikat, kain halus, atau kertas tissue dan dapat
mengungan cairan pembersih campuran air dan alcohol.
Sterilisasi merupakan suatu proses untuk mematikan semua organisme yang teradapat pada suatu benda.
Proses sterilisasi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu penggunaan panas (pemijaran dan udara panas);
penyaringan; penggunaan bahan kimia
Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi.
1. Sterilisai secara mekanik (filtrasi) meliputi Menyaring cairan, Penyaringan udara
2. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran.
3. Sterilisaisi secara kimiawi,Biasanya sterilisasi secara kimiawi menggunakan senyawa desinfektan
antara lain alkohol.
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik(rumah
tangga), yang lebih dikenal sebagai sampah, yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak
dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Limbah laboratorium adalah limbah yang
berasal dari kegiatan laboratorium.
Sumber limbah laboratorium dapat berasal diantaranya dari :
- Bahan baku yang telah kadaluarsa
- Bahan habis pakai (misal medium biakan/ perbenihan yang tidak terpakai)
- Produk proses di laboratorium (misal sisa spesimen)
- Produk upaya penanganan limbah (misal jarum suntik sekali pakai)
Cara penanganan limbah infesius:
- Limbah tersebut diletakan dalam wadah khusus berisi cairan disinfektan lalu diberi label biohazard
spt: jarum suntik, kantung urine dan produk darah.
Cara penanganan limbah non infesius :
- Limbah umum non infeksius setelah dikumpulkan dalam wadah kantong plastik diikat kuat dan
dibakar di insinerator
Alat Pelindung Diri adalah salah satu alat yang harus tersedia di laboratorium. Digunakan untuk
perlindungan badan, mata, pernapasan dan kaki.
1. perlindungan badan : Jas Laboratorium
2. perlindungan mata : Kacamata lab
3. perlindungan pernapasan : Masker
4. perlindungan tangan : Sarung Tangan
5. perlindungan kaki ; sepatu