Anda di halaman 1dari 123

KIMIA dasar II- ORGANIK

By
Ari Yusasrini

STAF PENGAJAR
N.L. ARI YUSASRINI, S.TP., M.P
G.A.K. DIAH PUSPAWATI, S.TP.,

M.Si
Ir A.A. ANOM JAMBE, M.S.

PENDAHULUAN
SILABUS
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
KONTRAK PERKULIAHAN

PRAKTIKUM
DILAKUKAN
DI
LABORATORIUM
BIOKIMIA DAN NUTRISI
WAJIB
MENGGUNAKAN
JAS
PRAKTIKUM
DISEDIAKAN
BUKU
PENUNTUN
PRAKTIKUM
MAHASISWA
DIBAGI MENJADI
BEBERAPA KELOMPOK PRAKTIKUM
SEBELUM PRAKTIKUM DILAKUKAN
ASISTENSI

PENILAIAN PRAKTIKUM :
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
(40 %)
LAPORAN PRAKTIKUM (30 %)
UJIAN PRAKTIKUM (30 %)

KRITERIA PENILAIAN
Penilaian dilakukan oleh pengajar
dengan kriteria sebagai berikut :
Nilai

Angka

Range

huruf

mutu

nilai

80

65 79

55 <65

45 <55

45

Pembobotan penentukan nilai akhir:


- Nilai Teori : 40%
(50% UTS + 50% UAS)
- Tugas: 20%
- Nilai Praktikum (Pelaksaan
Praktikum, laporan praktikum dan
ujian praktikum) : 20%
Nilai Akhir :
40 % Nilai Teori + 20%Tugas
30% Nilai Praktikum + 10% Absen

PENDAHULUAN KIMIA DASAR II

Secara umum Ilmu Kimia dibedakan


atas:
1. Kimia Anorganik
2. Kimia Organik.

Ilmu Kimia Organik adalah bagian


dari ilmu kimia yang mempelajari
tentang senyawa-senyawa karbon
karenanya sering disebut :
Kimia Karbon.

SEJARAH
Pd mulanya Kimia Organik

bgn ilmu kimia yg mempelajari


khusus tentang senyawasenyawa yg berasal dari
hewan atau tumbuh2-an.

Ilmu yg khusus mempejari


senyawa yg dibuat/dibentuk
oleh sel hidup karena pd
saat itu (sekitar abad 18)
senyawa organik yg dikenal
spt:
o gula berasal dari tebu
(tumbuhan)
o ureum didapat dari air
seni hewan.

tahun-tahun berikutnya
Wohler : menemukan
pembuatan ureum dari
pencampuran ammonium
sulfat (NH4)2SO4 dan
sianat KCNS
potasium
Kolbe menemukan
kemudian
diuapkan
pembuatan
asam asetat dari
senyawa anorganik.
Senyawa organik sifatnya
jauh berbeda dgn senyawa
anorganik.

Perbedaan senyawa
organik dgn
senyawa anorganik:
Senyawa anorganik.

Titik leburnya relative tinggi,


umumnya lebih tinggi dari 400 o
C

Biasanya tersusun atas banyak


unsur yg terdpt dlm sistem

kebanyakan mudah larut dlm air

Agak sukar larut dlm pelarut


organik.

Tidak dikenal adanya isomer

Terbagi dlm sedikit golongan :


asam, basa dan garam

Reaksinya sederhana dan


belangsung cepat

Jarang terbentuk dari unsur yg


sama, kecuali bbrp unsur spt

Senyawa organik
Titik leburnya relative rendah,
biasanya lebih kecil dari 400 o
C
Hanya tersusun atas beberapa
unsur saja
Sangat sukar larut dlm air
Larut dlm pelarut organik :
alkohol, eter.
Dapat ditemukan adanya
isomer
Golongannya sangat banyak

Reaksinya komplek dan tidak

bersifat ionik, serta didapat adanya


hasil sampingan
Merupakan gabungan dari atom

karbon.
Ruang Lingkup Kimia Organik.
Setiap kegiatan aktivitas
masyarakat, kimia organik ikut
berperan sangat penting spt:

Bidang pertanian:
- pembuatan pupuk, pestisida
- penyelidikan tentang
pengaruh
zat kimia terhadap mahluk
hidup dan tumbuhan.
Bidang perhubungan
- masalah bahan bakar:
minyak & batu bara
- produksi karet alam atau
sintetis

Bidang kesehatan
- masalah gizi, pencernaan,
dan
komposisi makanan
- pengaruh obat-obatan thdp
tubuh
- masalah pembuatan vitamin
dan hormon, atau obat tidur
Bidang lainnya seperti:
- masalah sampah,
- industri serta polusi dll.

Struktur Senyawa Organik.


Strukturnya lebih sederhana
dari kimia anorganik.
Umumnya tersusun atas
hanya bbrp unsur saja,
bahkan bbrp senyawa hanya
tdp dua unsur saja.
Sering ditemukan dgn rumus
molekul yg sama tetapi
berbeda strukturnya
mempunyai sifat fisik dan

Berdasarkan bentuk rantai atom


karbonnya senyawa organik dibedakan:
Alifatis
Senyawa

Hidrokarbon jenuh
Hidrokarbon tak jenuh

organik

Aromatis
Homosiklis

Siklis
Alisiklis

Heterosiklis

Senyawa alifatis

senyawa organik dgn rantai


atom C yg lurus, baik yg jenuh
maupun tidak jenuh.
senyawa jenuh:
Alkana C nH (2n+2)
- butana
CH 3 CH 2 CH 2 CH 3.
- propana
CH 3 CH 2 CH 3.

senyawa tak jenuh:


Alkena C nH 2n
- propena
CH 2 = CH CH 3.
Alkuna C nH (2n-2)
- propuna
CH C CH 3.
- etuna ; CH CH

Senyawa siklis
senyawa karbon dgn rantai C
nya membentuk lingkaran.
Senyawa homosiklis
- yg mem-bentuk lingkaran
hanya atom-atom C saja.
Senyawa heterosiklis
- pembentuk lingkaran
bukan hanya atom-atom C
saja, melainkan ada atomatom unsur lain.

ISOMERI DAN OPTIS AKTIF


Isomeri adalah adalah
peristiwa dimana dua macam
senyawa mempunyai rumus
molekul yg sama tetapi rumus
bangunnya yg berbeda.
Dibedakan:
- Struktur isomer
- Stereo isomer.

1. Struktur isomer
a) Isomeri fungsional
isomeri dua senyawa yg
mempunyai rumus molekul
sama tetapi strukturnya
berlainan karena berbeda
gugus fungsionalnya.
Contoh: C 2H 6O
eter.

CH 3 O - CH 3

metil

CH 3 CH 2 - OH etanol

b). Isomeri karena percabangan


rantai simpang
isomeri dua senyawa yg punya
rumus molekul sama tetapi
berbeda rantai karbonnya.
Contoh: C 4H 10
CH 3 - CH 2 - CH 2 - CH 3 butana
CH 3 - CH- CH 3 isobutana
2-metil
propana
CH 3

Isomeri karena perbedaan


letak gugus fungsionalnya.

c)

CH 3 CH 2 - CH 2OH
n-propanol
CH 3 - CH- CH 3
isopropanol

propanol-2
OH
CH 2 CH 2 - CH 2
1,3 dibrom propana

Br
Br
CH 2 CH 2 - CH 3
1,2 dibrom propana

Br
Br

ALKANA

By
Ari Yusasrini, S.TP., M.P.

Senyawa hidrokarbon yang


paling sederhana terdiri dari 2
elemen yaitu karbon dan
hidrogen
Ada tiga kelompok hidrokarbon
(berdasarkan jenis ikatan
karbonnya) :
Jenuh (saturated) atom
atom karbonnya telah

Tidak jenuh (unsaturated)


ikatan karbon ganda dua, tiga
atau keduanya.
Aromatik kelompok khusus
senyawa siklik tidak jenuh
yang mempunyai struktur
seperti benzena.

Alkan
a ???

Hidrokarbon
jenuh
Parafin /
Alkana
Rumus umum:
CnH2n + 2

Sifat sifat fisik alkana :


Tidak larut dalam air
Berbentuk cairan yang lebih
ringan dari air
Titik didih lebih rendah
dibandingkan senyawa organik
yang lain dengan berat molekul
yang sama
Titik didih bertambah tinggi
dengan bertambahnya panjang
rantai, lebih rendah pada rantai

Tatanama
sistematik

IUPAC (tatanama

Rantai induk:
CH4 metana
CH3CH3 etana
CH3CH2CH3 propana
CH3(CH2)2CH3 butana
CH3(CH2)3CH3 pentana
CH3(CH2)4CH3 heksana
n-C7H16 heptana
n-C8H18 oktana
n-C9H20 nonana
n-C10H22 dekana

n-C11H24
n-C12H26
n-C13H28
n-C14H30

n-C20H42
n-C30H62
n-C40H82

etc.

undekana
dodekana
tridekana
tetradekana
ikosana
triakontana
tetrakontana

Jika suatu alkana kehilangan


satu atom hidrogen akan
terbentuk suatu gugus
Gugus Radikal
Gugus radikal disebut juga
Gugus Alkil
Nama gugus alkil sama
dengan nama alkananya,
dimana akhiran ana diganti

RM alkana

nama alkana

rumus alkil

Nama alkil

CH4

metana

CH3 -

metil

C2H6

Etana

C2H5 -

Etil

C3H8

Propana

C3H7 -

Propil

C4H10

Butana

C4H9 -

Butil

C5H12

Pentana

C5H11 -

Amil

C6H14

Heksana

C6H13 -

Heksil

C7H16

Heptana

C7H15 -

Heptil

C8H18

Oktana

C8H17 -

Oktil

C9H 20

Nonana

C9H19 -

Nonil

10

C10H22

Dekana

C10H21 -

Dekil

KEMUNGKINAN
BENTUK rantai
ALKIL
utama

CH3
CH2

CH2
|

CH2
|

CHCH3
|

|
CH3

CH2

CH2
|
|
CH3
CH2

CH3

Kemungkinan cabang
rantai utama
butil
CH2
|
CH2
CH3
|
CH2
CH3
|
CH3
butil
isobutil

CH- CH3
|
CH2

CH3- CH- CH3


|
CH3

|
CH3

secunder butil

CH2
|
CH|

tersier butil

CH3

methyl group

CH3 CH2

ethyl group

propyl

CH3 CH CH3

isopropyl

CH3CH2CH2CH2

butyl

CH3CH2CHCH3

sec-butyl

CH3

isobutyl

CH3

tert-butyl

CH3 CH2 CH2

CH CH2
CH3

CH3

CH3

Nama-nama gugus alkil dari


atom karbon 1 sampai 4
sering digunakan Hafalkan
Lambang R digunakan
untuk lambang umum gugus
alkil.
Substituen halogen diberi
nama dengan akhiran
F - Cl - Br I

ATURAN NAMA
IUPAC
Tentukan
rantai terpanjang yang
kontinyu (straight) =rantai induk
Beri nomor rantai induk, dimulai dari
ujung yang paling dekat dengan
cabang.
CH2 CH3

CH3 CH2 CH2 CH2 CH CH3

Rantai terpanjang 7 (not 6).


3-metilheptana.

Dua atau lebih gugus yang identik


diberi nama di, tri, tetra dll

Sebutkan nama gugus alkil pada


cabang dimulai dari gugus yang
paling kecil dan diberi angka
dimana cabang tersebut terikat
pada rantai induk
Contoh :

Contoh 2

Tuliskanlah rumus untuk


senyawa di bawah ini :
a. n-propil bromida
b. 2-kloropropana
c. Isopropil klorida
d. Tert-butil iodida
e. Alkil fluorida

Berdasarkan atas banyaknya atom


hidrogen yang digantikan oleh gugus
alkil maka kedudukan atom karbon
dibedakan menjadi :
Atom C primair : atom karbon yang
mengikat satu atom karbon yang
lain.
Atom C sekunder : atom karbon
yang mengikat dua atom karbon
yang lain.
Atom C tertier : atom karbon yang
mengikat tiga atom karbon yang
lain.

Contoh :

CH3
1o

CH2
2o

CH2
2o

1o/ 2o
C2H5
o
o
3
4
CH3
C
C
1o
CH3 CH3
1o
1o

Keterangan :
1o = atom C primer ( ada 5 )
2o = atom C sekunder ( ada 3
)

3o = atom C tersier ( ada 1 )


4o = atom C kuarterner ( ada
1)

SIKLOALKA
NA
Merupakan hidrokarbon karbosiklik
Penamaan menggunakan awalan
siklo pada nama alkana sesuai
dengan atom karbon pada cincin.

Sikloprop
ana
Siklobuta
na

Siklopent
ana

Siklookta
na

Siklohept
ana
Sikloheks
ana

Jika cincin mempunyai konstituen


alkil atau halogen diberi nama
sebagaimana lazimnya
Bila hanya terdapat 1 substituen
maka nomor tidak diperlukan.
Bila terdapat beberapa konstituen
. Diperlukan penomoran.
Satu substituen selalu berada pada
cincin nomor 1, karbon lain diberi
nomor sedemikian rupa sehingga
substituen lain mendapat nomor
yang paling rendah

CH3 CH3

CH3

1
5
4

Metilsiklopropana

2
3

1,1
dimetilsiklopentan
a

CH3
1
5
4

2
3

CH3

1,2
dimetilsiklopentan
a

Gambarkanlah rumus struktur


untuk :
a.1,3 dimetilsiklopentana
b.1,2,3 triklorosiklopropana
Berikanlah nama IUPAC untuk :
CH2CH
3

Cl
Cl

REAKSI REAKSI
ALKANA
1.OKSIDASI
Hasil oksidasi sempurna alkana
adalah karbondioksida dan air
Misal : CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O
2. PIROLISIS
Proses pemecahan alkana dengan
pemanasan pada suhu tinggi, tanpa
oksigen alkana dengan rantai C
lebih pendek, alkana dan hidrogen

1000
CH3 CH2 CHo3C

1. H2 + C3H6
2. CH4 +

C2HALOGENASI
H4
3.
ALKANA
Alkana dapat dihalogenasi dengan
katalisator sinar matahari, terjadi
reaksi berantai tergantung halida
yang kita berikan
Contoh :
CH4 + Cl Cl CH3Cl + HCl
(klorinasi) Clorometana,
metilklorida

HIDROKARBON TIDAK JENUH

DIFINISI DAN PENGGOLONGAN


Merupakan hidrokarbon yang
mengandung ikatan ganda dua
Merupakan hdrokarbon tidak jenuh
jumlah hidrogen per karbon lebih
sedikit dibandingkan alkana
Dalam satu rantai karbon bisa
terdapat lebih dari satu ikatan
ganda dua

Apabila terdapat 2 ikatan ganda dua


disebut alkadiena/diena.
Dikenal pula triena, tetraena dan
polyena
Jika dalam satu molekul terdapat
lebih dari 1 ikatan ganda
strukturnya digolongkan sesuai
dengan posisi relatif ikatan ganda
tersebut
Ikatan ganda disebut ter-kumulasi
(cumulated) jika keduanya
terletak bersebelahan

Ikatan ganda disebut ter-konjugasi


(conjugated) jika ikatan ganda
berselang seling dengan ikatan
tunggal
Ikatan ganda ter-isolasi (isolated)
atau nonkonjugasi (nonjugated)
jika diantara ikatan ganda
terdapat 2 atau lebih ikatan
tunggal.

C=C=C
C=C=C=C

Ter-kumulasi

C=CC=C
C=CC C

Terkonjugasi

C=CCC =C
C CCC C

Ter-isolasi

?
?
?

SIFAT
ALKENA
Sifat sifat dari alkena : hampir
sama dengan alkana
Perbedaannya : dalam jumlah
atom C yang sama titik didih atau
titik leburnya lebih kecil karena
ada ikatan yang kurang stabil

Tata nama (penamaan


Nama
senyawa alkena :
alkena)

1.Sesuai nama alkana dengan


mengganti akhiran ana menjadi
ena atau ilena
2.Alkana yang rantai karbonnya
panjang pemberian angka dari
ujung yang paling dekat dengan
letak ikatan rangkap.
3.Dibelakang nama disebutkan
angka sesuai dengan letak ikatan
rangkapnya.
4.Pada hidrokarbon siklik,

CH3

C C
H

propena
(propilen
a)

etena
(etilena)

CH CH2

CH3

C CH2

Cl
C

CH3

H
kloroetena
(vinil

2metilpropena
(isobutilena)

CH3

1
1

5
4

2
3

1,33-metil
1,4siklopenten sikloheksadienasikloheksadiena
a

Reaksi reaksi pada alkena :


Reaksi yang umum terjadi pada alkena adalah
reaksi adisi (addition) : peristiwa terikatnya
alkena pada senyawa lain dimana tidak
dihasilkan hasil tambahan semua atom dari
zat yang ditambahkan diikat oleh alkena.
1. Adisi Hidrogen
Hidrogenasi : apabila alkena ditambahkan
hidrogen dengan katalis akan terbentuk
alkana.
CH2 = CH2 + H2 CH3 CH3

2. Adisi Halogen
Alkena dengan mudah bereaksi
dengan klor dan brom
Contoh :
CH3 CH = CH - CH3 + Cl2 CH3
CHCl - CHCl - CH3
3. Adisi asam
Asam yang beradisi adalah hidrogen
halida : HF, HCl, HBr dan HI, asam
sulfat dan asam organik karboksilat

Contoh : CH2 = CH2 + HCl CH3


CH2Cl
Jika rantai karbon tidak simetris
berlaku hukum Markonikov ( Jika
pereaksi tak simetris beradisi pada
alkena tak simetris, bagian
elektropositif dari pereaksi beradisi
pada karbon dari Br
ikatan ganda dua
HBr
CH
CH2
but not CH3 CH2 CH2 Br
yang
3 CH mempunyai
atom
hidrogen
CH3 CH CH3
terbanyak)

3. Adisi Air
Reaksi adisi air pada alkena
memerlukan katalis asam.
Air bereaksi sebagai H-OH dan
hasilnya adalah alkohol
Contoh :
CH2 = CH2 + H-OH CH3
CH2OH
4. Adisi terhadap parafin (alkana) :
alkena dapat mengadisi alkana
(dimana alkana tersebut
mengandung atom karbon
tertier) dengan katalisator

CH
3
CH3 C = CH2 + H C CH3
CH
CH
3
3
CH3
CH3 CH - CH2 C CH3
CH
CH3
3

5. Adisi terhadap karbon tetraklorida


apabila terdapat peroksida
R CH = CH2 + CCl4 R CHCl = CH2
+ CCl3
Reaksi Polimerisasi : terbentuk apabila
molekul yang rantainya panjang
dipanaskan pada temperatur
tertentu dan katalisator asam
sulfat / seng klorida, terbentuk
molekul yang rantainya panjang
Penggabungan beberapa molekul
menjadi satu molekul polimerisasi

ALKUNA (DERET ASETILENA)

Yaitu : hidrokarbon tidak jenuh


mempunyai ikatan rangkap tiga.
Rumus umum : CnH2n 2
Alkuna yang paling sederhana : etuna
Tata nama :
Sesuai dengan nama alkananya
dengan mengganti akhiran ana
menjadi una.
Bila rantai karbonnya panjang,
pemberian angka dimulai dari ujung
yang dekat dengan ikatan
rangkapnya.

Pembuatan Asetilena :
Asetilena dapat diperoleh dari
kalsium dengan air.
CaC2 + 2H2O Ca(OH)2 + C2H2
Turunan dari asetilena dapat
diperoleh dari :
Alkil halida dengan KOH dalam
alkohol.
Alkil tetra halida dengan logam
aktif
Diperoleh dari jodoform dengan
logam perak.

Reaksi asetilena :
1. Oksidasi oksidasi asetilena
menghasilkan asam oksalat
O

CH
OH

CH

Oksidasi
O2

OH C C

2. Reduksi : reduksi asetilena mula


mula dihasilkan etilena baru
kemudian
dihasilkan etana.
Reduksi
Reduksi
CH

CH

H 2O

H 2O

CH2 = CH2

3. Addisi :
Asetilena atau turunan
turunannya dapat menghasilkan
halida atau asam dimana
mengikuti hukum yang berlaku
seperti dalam alkena.
4. Substitusi
Atom karbon yang berikatan
rangkap tiga masih mengandung
atom hidrogen, maka atom hidrogen
tersebut dapat digantikan
(disubstitusi) oleh Ag, Na atau Cu.

5. Polimerisasi
Asetilena apabila dipanaskan pada
suhu tinggi akan mengalami
polimerisasi membentuk bermacam
macam senyawa yang tergantung
temperatur dan katalisator yang
digunakan

SOAL LATIHAN
1.Tuliskan rumus struktur masing masing
senyawa berikut :
a. 2,3 dibromo-1,3 siklopentadiena
b. 5 isopropil 3 metil 1 oktuna
c. 4 isopropil 5 tersier butyl 2 nonena
d. 4 metil sikloheksena
2. Tuliskan persamaan reaksi 1-butena dengan :
e. Klor
f. Hidrogen
g. Hidrogen klorida
h. H2O

4.Apakah hidrokarbon tidak jenuh dan pereaksi yang


menghasilkan senyawa di bawah ini :
a. CH3CHBrCHBrCH3
b. (CH3)3COH
c. CH3CH=CHCH2Br
5.Tuliskan rumus struktur dan nama IUPAC senyawa di
bawah ini termasuk sejumlah ikatan ganda yang
dinyatakan dalam kurung.
d. C4H8 (satu ikatan ganda dua)
e. C5H8 (dua ikatan ganda dua ter-konjugasi)
f. C5H8 (dua ikatan ganda dua ter-isolasi)
g. C5H6 ( 3 ikatan ganda dua ter-kumulasi)

SENYAWA HALIDA DERIVAT


HIDROKARBON

Halida : merupakan turunan


hidrokarbon, berasal dari hidrokarbon
dimana satu atau lebih atom
hidrogennya diganti oleh halida.
Berdasarkan banyaknya hidrogen
yang diganti oleh halida pada
senyawa alkana, halida dapat
digolongkan menjadi :
1. Monohalida : dikenal sebagai R
X (alkil halida), dimana X =
halida
2. Polihalida : alkana dimana lebih

I. ALKIL HALIDA
Alkil halida : monohalida turunan dari
hidrokarbon.
Berdasarkan terikatnya halida, alkil
halida digolongkan menjadi :
1.Alkil halida primer : alkil halida
dimana halida terikat pada atom
karbon primer.
2.Alkil halida sekunder : alkil halida
dimana halida terikat pada atom
karbon sekundernya.
3.Alkil halida tertier : alkil halida
dimana halida terikat pada atom

TATA NAMA ALKIL HALIDA :


Dengan menyebutkan nama gugus
alkilnya diikuti dengan nama
halidanya atau akhiran ida diganti
o diikuti nama nama alkananya.
CH3 CH2 CH2Cl
klorida
CH3 CH3
CH Cl
khlorida

Propil
1 kloropropana
Isopropil
2 kloropropana

PEMBUATAN ALKIL HALIDA :


A. Pembuatan Alkil Halida Primair
. Dapat diperoleh dari hidrokarbon jenuh
dengan halida bebas
CH4 + Cl2 HCL + CH3Cl
metil
klorida
CH3Cl + CL2 HCl + CH2CL2 metilena
klorida
CH2Cl
HCl alkohol
+ CHCl3dan
kloroform
Dapat
2 + Cl2 dari
diperoleh
CHCl
+ CCl4 karbon
asam
halida
dengan
sengtetra
3 + CL
2 HCl katalisator
klorida
clorida
ZnCl
C2H5OH +HCl2
C2H5Cl + H2O

Alkil iodida dapat diperoleh dari


alkohol dan pospor triiodida
3C2H5OH + PI3 P(OH)3 + 3C2H4I
etil
iodida
Adisi
alkena dengan asam halida
CH2 = CH2 + HCl CH3 CH2Cl etil
klorida
Metode khusus pembuatan alkil halida
dari garam karboksilat
R COOAg + Br2 R COOBr +
AgBr
R COOBr RBr + CO

B. Pembuatan alkil halida sekunder


Dapat dibuat seperti cara pembuatan
alkil primer pada metode 2, 3, dan 4.
Tetapi untuk pembuatan isopropil
iodida terdapat cara khusus.
C. Pembuatan alkil halida tertier
Dapat diperoleh dari adisi asam
halida oleh alkena, ikatan rangkapnya
terikat oleh atom karbon tertier
CH3 C(CH3) = CH2 + HCl CH3 C(CH3)2Cl
Tertier butil klorida

Reaksi dari alkil halida :


1. Alkil halida dapat direduksi
menghasilkan alkana
CH3Cl HCl + CH4
2. Alkil halida dapat bereaksi dengan
logam aktif
. Dengan logam aktif Na (Sintesa
Wurtz)
2CH3I + 2Na 2NaI + C2H6
. Dengan logam Mg Senyawa
Grignard
C2H5Br + Mg C2H5MgBr

3. Alkil halida dapat mengadakan reaksi


penggantian
Dapat terhidrolisa membentuk
alkohol.
C2H5I + H2O C2H5OH + HI
atau
C2H5I + KOH C2H5OH + KI
C2H5I + KCN C2H5 CN + KI (Etil
Dapat bereaksi dengan garam :
Sianida)
C2H5I + Na OC2H5 C2H5 O C2H5 +
NaI
C2H5I + NaOOC CH3 C2H5 OOC CH3
+ NaI

4. Alkil halida dapat bereaksi dengan


basa membentuk senyawa tidak
jenuh.
+
KOH
CH3 CH2I alkoh
KI + H2O + C2H4
ol
5. Alkil halida dapat bereaksi dengan
amoniak membentuk amina

Polihalida
Yaitu : hidrokarbon dimana lebih dari
satu atom hidrogennya digantikan
oleh halida
Polihalida dapat dibagi menjadi 2
golongan :
1. Polihalida dimana halidanya
terikat oleh satu atom karbon
(metilena iodida, metilena
klorida, kloroform, iodoform,
carbon klorida)
2. Polihalida dimana halidanya
terikat oleh lebih dari satu

1. Polihalida dimana halidanya terikat


oleh satu atom karbon
a. Metilena Iodida (CH2I2)
dipergunakan untuk
memisahkan mineral dari
campurannya
b. Metilena clorida (CH2Cl2)
digunakan sebagai bahan
pendingin pada freezer
c. Kloroform (CHCl3) pelarut
senyawa organik
d. Iodoform (CHI3) digunakan
sebagai antiseptik

2. Polihalida dimana halidanya terikat


oleh lebih dari satu atom karbon
(etilena bromida, etilena klorida,
teflon)
Kelompok polihalida yang penting :
Etilena bromida
Etilena klorida dipergunakan
sebagai bahan pendingin seperti
freon, pembentukan resin
Teflon (F2C CF2)n merupakan
plastik yang sangat baik karena
sukar bereaksi dengan hampir
semua pelarut kimia maupun zat

ALKOHOL DAN THIO ALKOHOL


Merupakan senyawa organik yang
tersusun atas unsur karbon, hidrogen
dan oksigen
Karena merupakan turunan dari alkana,
kemungkinan atom hidrogen yang
digantikan oleh gugus hidroksi dapat
satu atau lebih, sehingga dikenal :
Monohidroksi alkohol : alkohol
yang mengandung satu gugus
hidroksida
Polihidroksialkohol : alkohol yang
mengandung lebih dari satu

Bentuk umum
: R - OH
Gugus fungsional : - OH
( gugusan yang khas )
Rumus empiris
: CnH2n+2 0

Tatanama :
IUPAC
: Cari rantai terpanjang ,
gugus
fungsional
memberi nomor urut
nama cabang ( abjad ) +
alkanol
Nama lain : alkil alkohol
( berlaku hanya jika

Monohidroksi alkohol :
Berdasarkan letak terikatnya gugus
hidroksida :
Alkohol primer : alkohol dimana
gugus hidroksidanya terikat oleh
atom karbon primer
Alkohol sekunder : alkohol dimana
gugus hidroksidanya terikat oleh
atom karbon sekunder
Alkohol tertier : alkohol dimana
gugus hidroksidanya terikat oleh
atom karbon tertier

Tata nama alkohol monohidris :


Sama dengan nama gugus alkilnya
dan diberi akhiran alkohol
CH3 OH
karbinol)
CH3 CH2 OH
CH3
CH3 CH CH2OH

(methanol =

(etil alcohol)
iso butyl alkohol

Tata nama menurut sistem IUPAC :


1.Menentukan rantai pokok : rantai
karbon yang paling panjang yang
mengandung gugus hidroksida,
dengan nama sesuai nama
alkananya dengan mengganti
akhiran a menjadi ol.
2.Memberi nomor pada pada rantai
pokok dimulai dari karbon yang
paling dekat dengan gugus
hidroksidanya.
3.Memberi nomor pada gugus
cabang yang terikat pada rantai

Pembuatan alkohol monohidris jenuh :


A. Alkohol Primer
Alkil halida ditambah air atau basa
C2H5Cl + H2O C2H5OH + HCl
C2H5Cl + KOH C2H5OH + KCl
Reduksi dari aldehida :
O Re
CH

CH
OH
CH3
3
2
d
H 2H
C

Adisi alkena dengan asam sulfat


encer

H2O

CH2 CH2 + H2SO4 CH3


CH2OSO3
CH3 CH2OH H2SO4
+

Hidrolisa ester
R COOR + H2O
R COOH
H
SO
2
4
+
Dapat dibuat
dari senyawa
Grignard
Dalam industri, alkohol primer
dapat dibuat dengan fermentasi
B. Alkohol
Sekunder
karbohidrat
Dari alkil halida sekunder dengan air
atau basa

H
CH3 CH CH3 + H2O CH3 C CH3 +
HCl Cl
OH
H
CH3 CH CH3 + KOH CH3 C CH3 +
KCl Cl
OH

Reduksi keton
Red

CH3 C CH3
H
O

H
CH3 C CH3
OH

C. Alkohol Tertier
Dapat diperoleh dari alkil halida
dimana terikat oleh atom karbon bisa
dari aseton dan senyawa Grignard
yang selanjutnya dihidrolisis

Reaksi alkohol monohidris jenuh :


Substitusi atom hidrogen dari gugus
hidroksida
Oleh logam aktif terbentuk garam
alkabolat
2CH3 CH2OH + 2Na 2CH3 CH2 O
Na + N2
(Sodium
Oleh
gugus asil membentuk ester
Etoksida)
C2H5OH
+ CH
CH3
Oleh
gugus
alkil
terbentuk eter
3 COOH
C2H5OH
COOC
+HOC
H2O 2H5 H2O = C2H5 O
2H5+
C2H5

Substitusi gugus hidroksida


Apabila ditambahkan PCl3, PCl5 atau
SOCl2, akan terbentuk alkil halida
3CH3 CH2OH + PCl3 3CH3 CH2Cl + P
(ON)3
CH3 CH2OH + PCl5 CH3 CH2Cl + HCl +
POCl3
CH3 CH2OH + SOCl2 CH3 CH2Cl + HCl
+ SO2

Oksidasi : hasilnya tergantung dari


jenis alkohol yang dioksidasi
Alkohol primer : apabila digunakan
oksidator lemah, akan terbentuk
aldehida, apabila oksidasi dilanjutkan
akan terbentuk asam karboksilat.
H
oksidasi
H2O
CH3 C OH
CH3 CH2OH
O
O
O oksida H
CH3 COOH
CH2
si
H
C

Alkohol sekunder : apabila terjadi


oksidasi akan terbentuk keton
OH
H
- H2O
Oksida
CH3 C CH3
CH3 C
si
O
CH2OH
O
H
H
CH3 C
CH3Aseto
n

Alkohol tertier : oksidasinya sangat


sukar dan harus dengan oksidator
kuat, apabila terjadi oksidasi akan
terbentuk asam karboksilat, keton,
gas karbondioksida dan air
CH3
Oksidasi
CH3 COOH +
2CH3 C
CH3 O
CH3 C CH3 3 CO3 +
H
5H2O O

Untuk alkohol tertentu dapat


bereaksi dengan halida
Alkohol dapat bereaksi membentuk
alkena
Fungsi alkohol monohidris :
Metanol dipergunakan untuk
pembuatan formaldehida, sebagai
pelarut, sebagai denaturan, dll.
Etanol, dalam kehidupan sehari hari
disebut alkohol digunakan untuk :
Sebagai pelarut senyawa
organik
Dipergunakan dalam obat
obatan : Pembuatan yodium-

Sebagai antifreeze
Sebagai bahan bakar
penerangan
Sebagai bahan pembuat asam
Isopropanol
sebagai bahan pembuat
asetat, :dll
aseton dan dapat pula sebagai
denaturant alkohol

Polihidroksi alkohol:
Yaitu alkohol yang mengandung lebih
dari satu gugus hidroksida
Senyawa polihidroksi alkohol yang
penting :
a. Glikol : senyawa polihidroksi
alkohol dimana mengandung dua
gugus hidroksi yang terikat pada
dua atom karbon yang berturutan.
R CH CH R
O
H

O
H

b. Gliserol, gliserin, 1.2.3 propanatriol


c. Dietilena glikol (OHCH2 O CH2
CH2OH)
Merupakan senyawa gabungan dari
alkohol dan eter.
Larut dalam air dan sebagian
pelarut organik.
Bersifat higroskopis
d. Sorbitol dan manitol
e. 2 etil, 1.3 hexandiol dipergunakan
sebagai pembasmi serangga
f. Etilena oksida : untuk pembuatan

Reaksi reaksi alkohol polihidris :


Dapat bereaksi dengan logam aktif
CH2 CH2 + Na CH2 CH2 + H2
O
O
O
ONa
H
H
H
CH2 CH2 + Na CH2 CH2 + H2
O
ONa
ON ONa
H
a
Dapat bereaksi dengan asam
membentuk ester

CH2 CH2
CH2 O C CH3
O
O
CH2 O C CH3
CH2 O C CH3
O

Glikol mono
asetat

Glikol diasetat

Dapat dinitrasi
CH2 OH

H2SO4

CH2 O NO2

CH OH + 3HNO3 CH O NO2 +
3H2O
CH2 O
CH2 OH
NO2
Gliseral Trinitrat
Trinitro Gliserin

ALKOHOL TIDAK JENUH


Yaitu alkohol yang dimana pada rantai
karbonnya terdapat ikatan rangkap
Senyawa alkohol tidak jenuh yang
penting adalah allil alkohol:
Contoh :
CH2 = CH CH2OH
CH C CH2O

Reaksi reaksi alil alkohol :


Dapat mengadisi halida

CH2 = CH CH2OH + Br2 CH2Br CH2Br


CH2OH

Dapat direduksi red


CH2 = CH CH2OH +
2H

CH3 CH2 CH2OH

Dapat diesterkan
CH2 = CH CH2OH + CH3 C
H2O + CH3 C

O
OH

OCH2 CH = CH2

Dapat dioksidasi (hasilnya tergantung


oksidator yang digunakan)
CH2 = CH CH2OH

KMnO4
ence
r

CH2 CH CH2
O
H

O
O
H
H
Glisero
l

THIO ALKOHOL
Bila senyawa alkohol atom oksigennya
diganti atom sulfida didapat senyawa
thiol atau thiol alkohol
Pembuatan :
Dari garam suatu alkil sulfat dan
sodium hidrogen sulfida
ROSO3Na + NaSH Na2SO4 + RSH
C2H5OSO3 + NaSH Na2SO4 + C2H5SH
Etil thio alkohol

Dari alkil halida dan potasium hidrogen


sulfida
C2H5Cl + KSH KCl + C2H5SH

ThO
Dari alkohol
dan hidrogen sulfat
ROH +H2S2
RSH + H2O

Reaksi reaksi Thio alkohol :


1. Dapat membentuk garamnya
C2H5SH + HgO H2O + (C2H5S)2Hg

1. Dapat membentuk ester


O
O
+ HCl
C2H5SH + CH3 C
CH3 C
Cl
SC2H5
2. Dapat membentuk thio eter
3. Dapat dioksidasi menghasilkan
senyawa dithio atau alkil sulfonat

ETER DAN THIO ETER


Merupakan senyawa organik isomer
alkohol, tetapi sifat kimia dan fisiknya
jauh berbeda karena perbedaan
struktur.
Rumus strukturnya : R O R
Eter dapat dibedakan menjadi :
Eter sederhana : apabila gugus
alkil yang diikatnya sama
Eter campuran : apabila gugus
alkil yang diikat berlainan

Tata nama
Menyebut gugus alkil diikuti kata eter.
Bila gugus alkil sama, awalan di
dapat dihilangkan. ( berlaku untuk R
kurang dari 5)
Dengan menganggap sebagai alkana,
yang satu atom hidrogennya diganti
dengan gugus alkoksi. ( Alkoksi = R =
O yang pendek, sedangkan R sisanya
adalah alkana

Perhatikan contoh berikut


Etil metil eter

CH3 O CH2-CH3

Metoksi
etana
Etil eter

CH3-CH2- O-CH2-CH3

Sifat Fisika
Tidak berwarna, berbau khusus dan
mudah menguap
Sedikit larut dalam air dan larut dalam
pelarut organik
Mudah terbakar
Uap eter pada konsentrasi tertentu
dengan udara dapat menimbulkan
ledakan

Reaksi reaksi eter


Bila didihkan dengan air membentuk
alkohol
C2H5 O C2H5 + H2O 2C2H5OH
Larut dalam asam sulfat pekat dingin
membentuk alkohol dan etil sulfat
C2H5 O C2H5 + H2SO4 C2H5OH +
C2H5OSO3H
Bereaksi dengan asam yodida
membentuk alkil yodida dan alkohol
C2H5 O C2H5 + HI C2H5I + C2H5OH
Eter merupakan senyawa yang stabil ,

Thio eter
Didapat dari eter, dimana atom
oksigennya diganti dengan sulfur
Rumusnya : R S R
Berdasarkan gugus alkilnya dibedakan
atas :
1.Thio eter sederhana : gugus
alkilnya sama
2.Thio eter campuran : gugus
alkilnya berlainan
.Tata nama : sama dengan penamaan
eter. Nama alkil disebut secara
berturutan, diikuti dengan nama thio

Sifat sifat fisika :


Zat yang tidak berwarna
Tidak larut dalam air dan larut dalam
pelarut organik
Mempunyai bau yang sangat spesifik

Reaksi reaksi thio eter:


Mengadisi alkil halida membentuk
sulfonium

(C2H5)2S + C2H5I (C2H5)3I


(C2H5)3SI + AgOH AgI +
(C2H5)3SOH