Anda di halaman 1dari 8

ANALISA PENGGUNAAN HURUF MIRING, TANDA TITIK,

DAN TANDA KOMA


PADA SKRIPSI SALAH SATU MAHASISWA
TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS ANDALAS1

VINGKY HENDRIEK YOMERLIN2


1110953001

PENDAHULUAN

Bahasa Indonesia telah mengalami beberapa perkembangan. Terutama


pada ejaan yang digunakan. Bahasa Indonesia mengalami penyempurnaan ejaan
melalui beberapa tahap. Diantaranya yaitu ejaan Van Ophuijsen, ejaan republik,
dan yang terakhir adalah ejaan yang disempurnakan.

_______________
1 Makalah ini dibuat sebagai syarat mata kuliah Bahasa Indonesia.
2 Mahasiswa berasal dari jurusan Teknik Elektro, Universitas Andalas.

Ejaan adalah sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana ucapan atau apa yang
dilisankan oleh seseorang ditulis dengan perantara lambang-lambang atau
gambar-gambar bunyi. Ejaan sangat diperlukan untuk panduan penulisan bahasa
yang baik dan benar. Dalam penggunaan EYD, ada beberapa aspek yang harus
diperhatikan, yaitu ejaan dalam peristilahan, penyesuaian ejaan, tanda baca,
pemenggalan kata, penulisan huruf kapital dan huruf miring, serta penulisan kata.
Oleh karena itu, makalah ini diperlukan untuk lebih detail menganalisis tentang
penggunaan EYD pada skripsi mahasiswa.
Beberapa orang mungkin menganggap penggunaan huruf miring dan tanda
titik merupakan hal yang tidak terlalu diperhitungkan. Namun, agar karya ilmiah
itu sendiri sesuai dengan EYD, maka perlu diperhatikan pemakaian tanda baca
pada karya ilmiah tersebut.

Untuk makalah ini, penulis akan menganalisa penggunaan dan penempatan


huruf miring, tanda titik, dan tanda koma pada salah satu skripsi mahasiswa
jurusan Teknik Elektro.

PEMBAHASAN

Dari skripsi yang disusun oleh M. Abdi Fadilat Mufti pada tahun 2014
terdapat kesalahan dalam penggunaan EYD yang telah penulis analisis. Terdapat
beberapa kalimat yang kurang tepat dan perlu diperbaiki. Kesalahan-kesalahan itu

antara lain berupa pemakaian huruf miring dan tanda baca yang kurang tepat.
Dalam skripsi yang disusun oleh M. Abdi Fadilat Mufti: pada tahun 2014
terdapat kesalahan dalam penggunaan EYD, antara lain :

1. Kata Pengantar
a. Pada halaman iii
Pada bagian Kata Pengantar, penulis menemukan kesalahan dari
penulisan gelar. Pada skripsi mahasiswa tersebut gelar hanya ditulis ST
dan MT. Seharusnya gelar tersebut diikuti dengan tanda titik dibelakang
tiap-tiap singkatan itu. Dimana bentuk yang benarnya yaitu S.T. dan M.T.

Selanjutnya, antara kata Jurusan Teknik Elektro dan Universitas


Andalas diberi tanda koma sehingga menjadi Jurusan Teknik Elektro,
Universitas Andalas. Alasannya, karena tanda koma dipakai dalam suatu
perincian. Lalu, setelah kata diskusi, pada bagian . . . arahan, diskusi
dan koreksi . . . juga sebaiknya ditambahkan tanda koma. Sehingga
menjadi

. . . arahan, diskusi, dan koreksi . . ..

2. Daftar Isi
Pada bagian Daftar Isi, penulis tidak menemukan kesalahan dalam
penggunaan dan penempatan huruf miring, tanda titik, dan tanda koma.
Menurut penulis, pada bagian daftar isi ini penempatan huruf miring,
tanda titik, dan tanda koma sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,
sehingga tidak ada bagian yang perlu diperbaiki.
3. BAB I
a. Pada halaman 1 latar belakang

Kata namun pada awal kalimat pada bagian latar belakang


seharusnya diberikan tanda koma setelah kata namun tersebut.
Karena tanda koma dipakai di belakang kata penghubung antar kalimat
yang terdapat pada awal kalimat.
b. Pada halaman 2 latar belakang
Pada awal kalimat setelah kata secara fisik, seharusnya juga
ditambahkan tanda koma untuk menghindari salah baca atau salah
pengertian.

4. BAB II
a. Pada halaman 6 dasar teori
Pada awal bagian ini, terdapat kata webster yang seharusnya kata
ini ditulis miring karena webster tersebut merupakan nama buku
atau kamus. Sehingga menjadi Webster.
b. Pada halaman 7 dasar teori
Pada bagian kalimat . . . dibagi dalam tiga daerah yaitu reactive
near-field region, radiating near-field region dan far-field . . . (garis
bawah dari penulis), seharusnya diantara kata yang diberi garis bawah
sebelum kata dan diberi tanda koma. Alasannya, karena tanda koma
dipakai di antara unsur-unsur dala suatu perincian.
c. Pada halaman 17 dasar teori
Pada kalimat . . . dinamakan right hand polarize dan . . . (garis
bawah dari penulis). Setelah kata yang digaris bawahi
diberi tanda koma untuk menandakan suatu perincian.

sebaiknya

d. Pada halaman 23 dasar teori


Pada kalimat . . . seperti lingkaran, persegi panjang, segitiga atau
bentuk . . . (garis bawah dari penulis). Setelah kata yang digaris
bawahi

sebaiknya diberi tanda koma untuk menandakan suatu

perincian.
e. Pada halaman 30 dasar teori
Pada bagian angka desimal, penulis menemukan pada skripsi ini
tanda titik yang dipakai di muka angka desimal. Seharusnya, jika
berdasarkan EYD bahasa Indonesia yang benar, bukan menggunakan
tanda titik, melainkan tanda koma.

5. BAB III
a. Pada halaman 32 Perancangan Antena dan Simulasi
Pada bagian ini, pada kalimat . . . penentuan spesifikasi substrat
yang akan digunakan, penentuan dimensi antena dan dimensi slot . . .
(garis bawah dari penulis), diantara dua buah kata yang di garis bawahi
dipisahkan dengan tanda koma. Dengan alasan tanda koma digunakan
untuk menandakan sebuah perincian.
b. Pada halaman 34 Perancangan Antena dan Simulasi
Pada bagian kalimat . . . Setelah pengukuran dilakukan
selanjutnya yaitu analisa terhadap hasil . . . (garis bawah dari penulis),
setelah kata yang digaris bawahi diberi tanda koma untuk memisahkan
kata tersebut dengan kata selanjutnya untuk menghindari salah baca
atau salah pengertian.

c. Pada halaman 40 dan 41 Perancangan Antena dan Simulasi


Pada bagian keterangan gambar Gambar 3.2. Return Loss
Simulasi Awal dan Gambar 3.3. Grafik Perubahan Return Loss
Frekuensi Kerja terhadap Perubahan Wm (garis bawah dari
penulis), seharusnya penomoran gambar (yang digaris bawahi) tidak
perlu diberi tanda titik setelah angka terakhir, cukup dibuat Gambar
3.2 dan Gambar 3.3 karena tanda titik tidak dipakai dibelakang
angka dalam suatu bagan jika angka itu merupakan angka yang
terakhir.
6. BAB IV
a. Pada halaman 48 Pengukuran dan Analisis Antena
Pada bagian kalimat . . . yaitu frekuensi resonansi antena, pola
radiasi antena dan gain antena. (garis bawah dari penulis), Setelah
kata yang digaris bawahi

sebaiknya diberi tanda koma untuk

menandakan suatu perincian.


7. BAB V
a. Pada halaman 61 Penutup
Pada kalimat . . . data hasil simulasi dan pengukuran serta analisis
didapatkan beberapa . . . (garis bawah dari penulis), setelah kata yang
digaris bawahi diberi tanda koma untuk memisahkan kata tersebut
dengan kata selanjutnya untuk menghindari salah baca atau salah
pengertian. Kata Gain seharusnya ditulis miring sehingga menjadi
Gain, alasannya yaitu kata tersebut merupakan kata yang bukan
bahasa Indonesia.

PENUTUP

Dari skripsi yang penulis analisis, kesalahan-kesalahan penggunaan EYD


masih cukup banyak ditemukan, terutama mengenai penempatan dan penggunaan
tanda koma. Seharusnya penyusun skripsi ini (M. Abdi Fadilat Mufti) bisa lebih
meminimalisir kesalahan penggunaan tanda koma, karena kesalahannya tersebut
terletak pada hal yang sederhana. Penulis juga menyimpulkan bahwa penyusun
skripsi ini sepertinya kurang hati-hati dalam menempatkan tanda baca. Karena
tidak semua kesalahan penempatan tanda baca itu terjadi, ada juga beberapa tanda
baca yang penempatannya sudah tepat pada sebuah halaman, namun pada
halaman selanjutnya terdapat kesalahan penempatan atau penggunaan tanda baca
tersebut padahal dengan kalimat yang hampir sama.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Mufti, M. Abdi Fadilat. (2014). Rancang Bangun Antena Mikrostrip Dengan Slot
Berbentuk U Pada Pita Frekuensi UHF Televisi: tidak diterbitkan.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. (2009). Pedoman Umum Ejaan Bahasa


Indonesia yang Disempurnakan: Jakarta.