Anda di halaman 1dari 1

KLASIFIKASI KEJANG DAN EPILEPSI

Pemahaman dasar tentang klasifikasi kejang dan epilepsi sangat penting


sebelum pedoman tentang anamnesis pasien epilepsi dapat
dilakukan. Kejang dapat diklasifikasikan sebagai parsial atau umum (Tabel 2).
Kejang parsial berasal dari area diskrit atau lokal di otak, dan mungkin atau
tidak menyebar ke bagian lain otak. Jika pasien mempertahankan kesadaran saat
kejang dia didiagnosis sebagai kejang parsial simpleks. Jika kesadaran hilang,
didiagnosis sebagai kejang parsial kompleks. Kejang parsial simpleks dapat
berkembang menjadi parsial kompleks dan / atau kejang umum sekunder. Kejang
umum tidak memiliki onset fokal, dan kesadaran hilang segera. Ada beberapa jenis
kejang umum yang dikenal: absence (tidak sadar sesingkat); petit mal; grand mal
(tonik kemudian klonik); yang konvulsif; mioklonik (sentakan mendadak, biasanya
dari tubuh bagian atas); atonus (tiba-tiba kehilangan tonus otot); dan tonik (kaku
umum singkat).
Istilah epilepsi menggabungkan jenis kejang dan informasi lainnya tentang
presentasi dan electroencephalagram (EEG). Hal ini secara luas diklasifikasikan
sebagai berhubungan-lokalisasi jika kejang memiliki onset fokal, dan umum ketika
kejang mulai seluruh sekaligus. Istilah idoipatik menunjukkan bahwa etiologi tidak
diketahui, sementara simptomatik berarti bahwa penyebab struktural telah
diidentifikasi dan kriptogenik bermaksud bahwa kelainan struktural dicurigai
namun tidak dapat diidentifikasi.
Salah satu contohnya adalah bahwa anak 6 tahun menunjukkan dengan
adanya kejang absence (semacam kejang umum) akan didiagnosis dengan epilepsi
umum idiopatik. Pasien berusia 70 tahun yang datang dengan kejang fokal dengan
riwayat stroke arteri serebri media kiri dikatakan menderita epilepsi yang
berhubungan dengan lokalisasi yang simptomatik dengan strok. Pasien yang
mengalami gangguan perkembangan dengan kejang umum tapi gambaran cerebral
normal, itu diklasifikasi sebagai epilepsi umu kriptogenik