Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik(anatomi) dan struktur tubuh
dalam arti sebagian atau seluruhnya karena adanya multiplikasi (bertambah banyak )
sel-sel tubuh dan juga karena bertambah besarnya sel, jadi pertumbuhan lebih
ditekankan pada pertambahan ukuran fisik seseorang yaitu menjadi lebih besar atau
lebih matang bentuknya, seperti pertambahan ukuran beratbadan, tinggi badan, dan
lingkar kepala. Maka dalam memantau suatu pertumbuhan anak agar sehat
diperlukan pengisian kartu menuju sehat yang berguna untuk mengukur kemajuan
pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam makalah ini kami akan membahas
penggunaan kartu menuju sehat agar kita lebih memahami kedudukan dan
pentingnya kartu menuju sehat.
1.2 Identifikasi Masalah
Dari latar belakang tersebut dapat kita identifikasi masalah-masalah sebagai
berikut:
1. Apakah kartu menuju sehat itu?
2. Apakah manafaat KMS bagi pemantauan pertumbuhan dan
perkembangan anak?
3. Bagaimana cara mengisi kartu menuju sehat?
1.3 Pembatasan Masalah
Dalam makalah ini kami membatasi pembahasan pada bagaimana cara mengisi
kartu menuju sehat, apa saja yang diperiksa dengan kartu menuju sehat, serta halhal yang berkaitan dengan memeriksa pertumbuhan dan perkembangan anak.
1.4 Tujuan Penulisan
1. Memenuhi tugas mata kuliah ilmu perkembangan gerak
2. Menambah pengetahuan dalam memantau kemajuan pertumbuhan dan
perkembangan anak dengan kartu menuju sehat

1.5 Sistematika Penulisan


Makalah ini terdiri dari 3 bab. Bab I: Pendahuluan, meliputi Latar Belakang
Masalah,

Identifikasi

Masalah,

Pembatasan

Masalah, Tujuan

Penulisan,

Sistematika Penulisan. Bab II: Isi meliputi Pengertian Kartu Menuju Sehat,
Tujuan Kartu Menuju Sehat, Cara Pengisian dan Penggunaan Kartu Menuju
Sehat, Manfaat Kartu Menuju Sehat Dan Contoh Kartu Menuju Sehat. Bab III :
Penutup meliputi simpulan.

BAB II
ISI
2.1

Pengertian Kartu Menuju Sehat


KMS yaitu kartu yang memuat grafik pertumbuhan serta indikator
perkembangan yang bermanfaat untuk mencatat dan memantau tumbuh
kembang balita setiap bulannya dari sejak lahir sampai berusia 5 tahun (dapat
diartikan sebagai rapor kesehatan dan gizi) (Depkes RI, 1996). (Nursalam,
2005 : 68 )
KMS-Balita menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi ibu dan keluarga
untuk memantau tumbuh kembang anak, agar tidak terjadi kesalahan atau
ketidakseimbangan pemberian makan pada anak. KMS-Balita juga dapat
dipakai sebagai bahan penunjang bagi petugas kesehatan untuk menentukan
jenis tindakan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan dan gizi anak untuk
mempertahankan, meningkatkan atau memulihkan kesehatannya.
KMS balita berisi catatan penting tentang pertumbuhan, perkembangan
anak, imunisasi, penanggulangan diare, pemberian kapsul vitamin A, kondisi
kesehatan anak, pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI,
pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas atau rumah sakit. KMS
balita juga berisi pesan-pesan penyuluhan kesehatan dan gizi bagi orang tua
balita tentang kesehatan anaknya.

2.2 Tujuan Kartu Menuju Sehat


2.2.1 Tujuan umum
1.
2.
3.
4.

Mewujudkan tingkat tumbuh kembang dan status kesehatan anak


balita secara optimal.
Sebagai alat bantu bagi ibu atau orang tua untuk memantau tingkat
pertumbuhan dan tingkat perkembangan yang optimal.
Sebagai alat bantu untuk memantau dan menentukan tindakan yang
diperlukan untuk mewujudkan tumbuh kembang yang optimal.
Mengatasi malnutrisi di masyarakat secara efektif dengan peningkatan
prtumbuhan yang memadai (promotive). (Nursalam, 2005 : 68)

2.2.2 Tujuan Khusus


1. Sebagai alat bantu bagi ibu atau orang tua dalam memantau tingkat
pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal.

2. Sebagai alat bantu dalam memantau dan menentukan tindakan tindakan


untuk mewujudkan tingkat pertumbuhan dan perkembangan balita yang
optimal.
3. Sebagai alat bantu bagi petugas untuk menentukan tindakan pelayanan
kesehatan dan gizi kepada balita. ( Depkes RI, 1996 )

2.3 Cara Pengisian dan Penggunaan Kartu Menuju Sehat


KMS harus diisi secara benar dengan mempertimbangkan beberapa masalah
yang sering timbul, yaitu :
1. Ketidak-akuratan pencatatan umur anak
2. Kesulitan memperoleh informasi tanggal atau bulan lahir
3. Kesalahan menimbang
4. Kesalahan penempatan titik berat badan pada grafik
5. Kesulitan memahami arti pita warna pertumbuhan
6. Kesulitan menginterpretasikan grafik pertumbuhan anak
7. Kesulitan melakukan tindakan yang efektif
Agar tidak terjadi kesalahan dalam mengisi KMS, setiap petugas puskesmas
diharapkan dapat mempelajari secara seksama petunjuk pengisian KMS.

2. Interpretasi grafik pertumbuhan dan saran tindak lanjut


a. Interpretasi pada sekali penimbangan

Laku berat badan

Interpretasi

Di bawah
garis merah

Anak kurang gizi


tingkat sedang atau
berat badan atau
disebut kurang
energi dan protein
nyata ( KEP nyata )

Tindak lanjut
- Perlu pemberian
makanan
tambahan ( PMT ) yang
diselenggarakan oleh
orang
tua / petugas kesehatan
- Perlu penyuluhan gizi
seimbang
- Perlu dirujuk untuk
pemeriksanan kesehatan

Pada daerah
dua pita
warna kuning
( di atas garis
merah )

Harus hati hari dan


waspada karena
keadaan gizi anak
sudah kurang
meskipun tingkat
ringan atau disebut
KEP tingkat ringan

- Ibu dianjurkan untuk


memberikan PMT pada
anak balitanya di rumah
- Perlu penyuluhan gizi
seimbang

Dua pita
warna hijau
muda dan
pita warna
hijau tua ( di
atas pita
kuning )

Anak mempunyai
beraat badan cukup
attau disebut gizi
baik

- Beri dukungan pada ibu


untuk tetap
memperhatikan
dan mempertahankan
status
gizi anak
- Beri penyuluhan gizi
seimbang

Dua pita
warna hijau
muda, dua
pita warna
kuning (
paling atas ).
Dsb.

Anak telah
mempunyai berat
badan yang lebih,
semakin ke atas
kelebihan berat
badannya semakin
banyak

- Konsultasi ke dokter
- Penyuluhan gizi
seimbang
- Konsultasi ke klinik
gizi /
pojok gizi di puskesmas

b. Interpretasi dua kali perimbangan atau lebih

Kecenderungan

Berat badan naik


atau meningkat

Interpretasi

Tindak lanjut

Anak sehat, gizi


cukup *)

- Perlu penyuluhan
gizi seimbang
- Beri dukungan pada
orang tua untuk
mempertahankan
kondisi anak

Berat badan tetap

Kemungkinan
terganggu
kesehatannya dan
atau mutu gizi yang
dikonsumsi tidak
seimbang *)

Berat badan
berkurang atau
turun

Kemungkinan
terganggu
kesehatannya dan
atau mutu gizi yang
dikonsumsi tidak
seimbang *)

- Dianjurkan untuk
memberi makanan
tambahan
- Penyuluhan gizi
seimbang
- Konsultasi ke dokter
atau petugas
kesehatan
- Dianjurkan untuk
memberi makanan
tambahan
- Penyuluhan gizi
seimbang
- Konsultasi ke dokter
atau petugas
kesehatan

Titik titik berat


badan dalam
KMS terputus
putus

Kurang kesadaran
untuk berpartisipasi
dalam pemantauan
tumbuh kembang
anak

Penyuluhan dan
pendekatan untuk
meningkatkan kesadaran
berpartisipasi aktif

Keterangan :
*) Interpretasi tersebut hanya berlaku bagi balitaa yang mempunyai berat badan normal
dan kurang. Bila balita yang sudah kelebihan berat badan sebaiknya secara khusus
dikonsultasikan ke dokter.

1. Identitas anak
a. Pada halaman muka KMS, isilah nama anak dan nomor pendaftaran
sesuai dengan nomor registrasi yang ada di Posyandu.
b. Pada halaman pendaftaran pertama kali di Posyandu, isilah semua kolom
identitas anak yang tersedia pada halaman dalam KMS. Pos Pelayanan
Terpadu diisi dengan nama dimana tempat anak di daftar.
Contoh:
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
Mawar Merah
2. Tanggal pendaftaran
a. Diisi dengan tanggal, bulan, dan tahun anak tersebut di daftar dan
mengikuti program Posyandu pertama kali.
Contoh:
2 September 1994
3. Nama anak
a. Diisi dengan nama jelas anak yang bersangkutan.
Contoh:
Budi
4. Jenis kelamin
a. Kolom diisi tanda sesuai dengan jenis kelamin anak tersebut.
Contoh:
Laki-laki

Perempuan
5. Nomor urut kelahiran anak
Contoh:
Anak ke-2
6. Tanggal lahir
a. Diisi tanggal, bulan, dan tahun kelahiran anak.
Contoh:
27 Agustus 2005
7. Berat badan waktu lahir
a. Diisi dengan berat badan anak yang bersangkutan dalam satuan gram
pada waktu dilahirkan.
Contoh:
Berat badan waktu lahir = 3.500 gram
8. Nama ayah dan pekerjaan
Contoh:
Nama Ayah : Parto
9. Nama ibu dan pekerjaan
Contoh:

Pekerjaan

: Petani

Nama Ibu

: Parti

Pekerjaan
7

: Petani

10. Alamat
Contoh:
Alamat

: Jl. Dukuh Krayan

Gambar 1. Kartu Menuju Sehat.


8

Cara membaca Kartu Menuju Sehat :


1. Garis yang menghubungkan titik satu ke yang lain apakah
mengikuti satu
warna atau pindah kewarna yang lebih tua.
2. Bila garis yang menghubungkan titik-titik tersebut pindah kewarna
yang
lebih tua berarti berat badan anak naik.
3. Bila garis yang dibuat menurun, tetap atau bertambah tetapi pindah
ke
pita warna yang muda berarti berat badan anak tidak naik.

2.4 Manfaat Kartu Menuju Sehat


1. Sebagai media untuk mencatat dan memantau riwayat kesehatan balita secara
lengkap, meliputi: pertumbuhan, perkembangan, pelaksanaan imunisasi,
penanggulangan diare, pemberian kapsul vit A, ASI eksklusif, dan makanan
pendamping ASI
2. Sebagai media penyuluhan bagi orang tua mengenai kesehatan balita
3. Sebagai sarana pemantauan yang dapat digunakan oleh petugas untuk
menentukan tindakan pelayanan kesehatan dan gizi terbaik bagi balita
4. Sebagai kartu analisis tumbuh kembang balita (Nursalam, 2005 : 68 )
BAB III

3.1 Simpulan
Setelah membahas makalah mengenai Kartu Menuju Sehat dapat disimpulkan bahwa
kartu menuju sehat (KMS) merupakan kartu yang memuat kurva pertumbuhan anak
berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur yang dibedakan
berdasarkan jenis kelamin. Sebagai alat bantu bagi ibu atau orang tua untuk
memantau tingkat pertumbuhan dan tingkat perkembangan yang optimal. Sebagai
alat bantu untuk memantau dan menentukan tindakan yang diperlukan untuk
mewujudkan tumbuh kembang yang optimal.

10

DAFTAR PUSTAKA
http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/09/deteksi-dini-tumbuhkembang-anak-balita.html
http://murasakihakkai.blogspot.com/2012/01/pengertian-dan-fungsi-kartumenuju.html
http://gizimu.com/pengertian-dan-fungsi-kartu-menuju-sehat-kms/
http://acejabar.org/downlot.php?file=kms.pdf
http://medivita.files.wordpress.com/2011/03/kms21.jpg

file:///E:/pemeriksaan-fisik-sistem-syaraf.html
http://dinacharisma.wordpress.com/2010/10/27/materi-tes-dan-pengukuran/
http://arfan-olahraga.blogspot.com/2008/12/perkembangan-motorik.html

11