Anda di halaman 1dari 70

Biologi Kelas XI

: 3.

Standar Kompetensi

Sistem
Pencernaan
Manusia dan
Hewan
Ruminansia

3.3 M e n j e l a s k a n
keterkaitan
antara struktur,
fungsi,
dan
proses serta
kelainan/
penyakit yang
dapat terjadi
pada sistem
pencernaan
makanan pada
manusia dan
hewan (misalnya ruminansia).

6. Mencari informasi mengenai


jenis-jenis gangguan atau
penyakit yang menyerang
sistem pencernaan manusia.
(****)
7. Menunjukkan perbedaan sistem
pencernaan hewan ruminansia
dengan manusia.

5. Menunjukkan organ-organ pen-


cernaan manusia beserta
fungsinya.

4. Menguji kandungan vitamin C


pada buah-buahan.

3. Menguji kandungan protein


dalam bahan makanan. (***)

2. Menguji kandungan lemak dalam


bahan makanan. (**)

1. Menguji kandungan karbohidrat


dalam bahan makanan. (*)

Kegiatan Pembelajaran

Mampu mengidentifikasi
kandungan
karbohidrat
dalam
bahan makanan.
Mampu mengidentifikasi
kandungan
lemak dalam bahan
makanan.
Mampu mengidentifikasi kandungan protein dalam bahan
makanan.
Mampu mengidentifikasi kandungan vitamin C pada buahbuahan.
Mampu mengidentifikasi organ-organ
pencernaan manusia
beserta fungsinya.
Mampu menjelaskan
jenis-jenis gangguan
atau penyakit yang
menyerang
sistem
pencernaan manusia.
Mampu menjelaskan
perbedaan
sistem
pencernaan hewan
ruminansia dengan
manusia.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Tunjukkan perbedaan sistem


pencernaan hewan ruminansia dengan manusia!

Uji petik
kerja
prosedur

Tes
unjuk
kerja

Tunjukkan organ-organ
pencernaan
manusia
beserta fungsinya!

Ujilah kandungan vitamin C


pada buah-buahan!

Ujilah kandungan protein


dalam bahan makanan
tertentu!

Ujilah kandungan lemak


dalam bahan makanan
tertentu!

Ujilah kandungan karbohidrat dalam bahan


makanan tertentu!

Dokumen Carilah informasi mengenai


pekerjaan gangguan atau penyakit
yang menyerang sistem
pencernaan manusia!

Uji petik
kerja
prosedur

Uji petik
kerja
prosedur

Uji petik
kerja
prosedur

Uji petik
kerja
prosedur

Uji petik
kerja
prosedur

Contoh Instrumen

Portofolio

Tes
unjuk
kerja

Tes
unjuk
kerja

Tes
unjuk
kerja

Tes
unjuk
kerja

Tes
unjuk
kerja

Teknik

Bentuk
Instrumen

Penilaian

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Bertanggung Jawab, (**) Disiplin, (***) Cinta Tanah Air, (****) Rasa Ingin Tahu

Materi Pokok/
Pembelajaran

Kompetensi
Dasar

8 jp

1. Buku PR Biologi
Kelas XI Semester 2, Intan
Pariwara, halaman 124
2. Buku PG Biologi
Kelas XI Semester 2, Intan
Pariwara, halaman 136
3. Alat dan bahan
yang diperlukan
dalam praktik uji
karbohidrat
4. Alat dan bahan
yang diperlukan
dalam praktik
uji lemak
5. Alat dan bahan
yang diperlukan
dalam praktik
uji protein.
6. Alat dan bahan
yang diperlukan
dalam praktik uji
kandungan vitamin C
7. B u k u - b u k u
referensi, majalah, koran, dinas
kesehatan,
dan internet

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan dan/atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Salingtemas.

: ....
: XI/2
: Biologi

Sekolah
Kelas/Semester

Silabus

Silabus

Materi Pokok/
Pembelajaran

Sistem
Pernapasan
pada
Manusia dan
Hewan

Kompetensi
Dasar

3.4 M e n j e l a s k a n
keterkaitan
antara struktur,
fungsi,
dan
proses serta
kelainan/
penyakit yang
dapat terjadi
pada sistem
pernapasan
pada manusia
dan
hewan
(misalnya
burung).

Mampu menjelaskan Tes


mekanisme perna- unjuk
pasan manusia.
kerja
Mampu mengidentifikasi Tes tulis
macam-macam udara
pernapasan.

Mampu membuat poster Portofolio


mengenai larangan
merokok, kandungan
zat-zat dalam rokok,
dan bahaya merokok.

2. Mengamati mekanisme per-


napasan pada manusia melalui
percobaan.
3. Menjelaskan macam-macam
udara pernapasan manusia.

4. Membuat poster mengenai


rokok. (*)

Teknik

Mampu mengiden- Tes tulis


tifikasi struktur dan
fungsi organ-organ
pernapasan manusia.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

1. Menjelaskan struktur dan fungsi


organ-organ pernapasan manusia.

Kegiatan Pembelajaran

Gambar berikut menunjukkan bagian dari organ


pernapasan pada manusia.

Contoh Instrumen

Berdasarkan gambar di
atas, jawablah pertanyaanpertanyaan berikut.
a. Apa nama bagian yang
ditunjukkan pada gambar?
b. Apa fungsi bagian
tersebut? Jelaskan
struktur bagian tersebut sehingga sesuai
dengan fungsinya!
Amati mekanisme perUji petik
napasan manusia dengan
kerja
prosedur membuat model tulang
rusuk!
Kapasitas paru-paru orang
Uraian
dewasa berkisar a n t a r a
56 liter. Jelaskan volume
penyusun kapasitas paruparu tersebut!
Dokumen Buatlah poster yang mepekerjaan narik mengenai larangan
merokok, kandungan zatzat dalam rokok, dan
bahaya merokok!

Uraian

Bentuk
Instrumen

Penilaian

8 jp

1. Buku PR Biologi
Kelas XI Semester 2, Intan
Pariwara, halaman 2542
2. Buku PG Biologi
Kelas XI Semester 2, Intan
Pariwara, halaman 3766
3. Alat dan bahan
yang diperlukan
untuk membuat
model tulang
rusuk
4. Alat dan bahan
yang diperlukan
untuk mengamati pernapasan ikan dan
serangga
5. Internet

8. Gambar sistem
pencernaan hewan ruminansia
dan manusia

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Biologi Kelas XI

Materi Pokok/
Pembelajaran

Mampu mengidentifikasi Tes


sistem pernapasan pada unjuk
ikan dan serangga.
kerja

6. Mengamati alat pernapasan ikan


dan serangga. (**)

3.5 M e n j e l a s k a n
keterkaitan
antara struktur,
fungsi,
dan
proses serta
kelainan/
penyakit yang
dapat terjadi
pada sistem
ekskresi pada
manusia dan
hewan (misalnya pada ikan
dan serangga).

Struktur dan
Fungsi AlatAlat Ekskresi
Manusia dan
Hewan

Teknik

Mampu mengidentifikasi Tes tulis


alat pernapasan pada
beberapa jenis hewan.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

5. Menyebutkan alat pernapasan


pada beberapa jenis hewan.

Kegiatan Pembelajaran

Mampu mengidentifikasi Tes tulis


struktur dan fungsi alatalat ekskresi.

Mampu menjelaskan Tes tulis


zat-zat yang diekskresikan oleh organ ekskresi.

1. Menggunakan torso/charta
untuk mengenali struktur, letak,
dan fungsi berbagai organ
ekskresi melalui kegiatan
demonstrasi.

2. Mengkaji literatur mengenai hasil


akhir yang dibuang oleh alat
ekskresi manusia.

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Kreatif, (**) Bertanggung Jawab

Kompetensi
Dasar
Contoh Instrumen

Pilihan
ganda

Pilihan
ganda

Fungsi ginjal yang berkaitan erat dengan usaha


tubuh untuk menjaga keseimbangan kadar cairan
dalam tubuh yaitu . . . .
a. mengeksresikan zatzat racun
b. melakukan filtrasi dan
reabsorbsi
c. mensekresikan zatzat yang membahayakan tubuh
d. m e m p e r t a h a n k a n
keseimbangan asam
dan basa
e. m e m p e r t a h a n k a n
tekanan osmosis cairan ekstraselular
Paru-paru merupakan
satu organ ekskresi. Zat
yang diekskresikan oleh
paru-paru adalah . . . .
a. garam
b. gula
c. urea
d. oksigen
e. karbon dioksida

Saat berada di air, katak


dewasa bernapas menggunakan . . . .
a. insang
b. paru-paru
c. kulit
d. kantong udara
e. trakea
ikan
dan
Uji petik Bedahlah
kerja
serangga! Amati sistem
prosedur pernapasan kedua hewan
tersebut!

Pilihan
ganda

Bentuk
Instrumen

Penilaian

8 jp

1. Buku PR Biologi
Kelas XI Semester 2, Intan
Pariwara, halaman 4362
2. Buku PG Biologi
Kelas XI Semester 2, Intan
Pariwara, halaman 6796
3. Torso/char ta
organ tubuh
manusia
4. Alat dan bahan
yang diperlukan dalam praktik
uji glukosa dan
protein

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Silabus

Materi Pokok/
Pembelajaran

5. Mengkaji literatur tentang proses


ekskresi pada hewan.

Mampu menjelaskan Tes tulis


berbagai penyakit pada
sistem ekskresi.
Mampu mengidentifikasi Tes tulis
proses ekskresi pada
ikan, cacing, dan belalang.

4. Studi literatur berbagai penyakit


pada sistem ekskresi. (**)

3.6 M e n j e l a s k a n
keterkaitan
antara struktur,
fungsi,
dan
proses serta
kelainan/
penyakit yang
dapat terjadi
pada sistem
regulasi manusia (saraf,
endokrin, dan
pengindraan).

Sistem
Regulasi dan
Alat Indra

Teknik

Mampu melakukan uji Unjuk


kandungan zat dalam kerja
urine.
Tes tulis

Indikator Pencapaian
Kompetensi

3. Melakukan uji kandungan


glukosa dan protein pada urine.
(*)

Kegiatan Pembelajaran

2. Mempelajari fungsi setiap bagian


penyusun sistem saraf.

1. Menuliskan bagan pembagian


sistem saraf manusia.

Mampu mengidentifikasi Tes tulis


penyusun sistem saraf
manusia.
Mampu menjelaskan Tes lisan
fungsi setiap bagian
penyusun sistem saraf.

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Peduli Lingkungan, (**) Kritis

Kompetensi
Dasar
Contoh Instrumen

Pilihan
ganda

Pilihan
ganda

Pilihan
ganda

Bagian yang berfungsi


menerima impuls saraf dan
bagian yang berfungsi
menghantarkan impuls ke
sel saraf lain ditunjukkan
oleh nomor . . . .

Perhatikan gambar berikut!

Buatlah bagan pembagian


sistem saraf manusia!

Perhatikan proses ekskresi


berikut!
1) Bahan yang masih
berguna
diserap
kembali di rektum.
2) Air dan bahan-bahan
yang esensial masuk
ke dalam pembuluh.
3) Asam urat dikeluarkan
bersama feses.
Urutan proses ekskresi
yang terjadi pada pembuluh
Malpighi ditunjukkan oleh
nomor . . . .
a. 1) 2) 3) 4)
b. 1) 3) 2) 4)
c. 2) 1) 3) 4)
d. 2) 3) 1) 4)
e. 3) 1) 2) 4)

Uji petik Masukkan urine sebanyak


kerja
2 ml ke dalam tabung
prosedur reaksi! Tambahkan 15 tetes
larutan Benedict!
Uraian
Apa yang terjadi jika
saluran empedu tersumbat?

Bentuk
Instrumen

Penilaian

12 jp

1. Buku PR Biologi
Kelas XI Semester 2, Intan
Pariwara, halaman 6992
2. Buku PG Biologi
Kelas XI Semester 2, Intan
Pariwara, halaman 107144

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Biologi Kelas XI

Materi Pokok/
Pembelajaran

8. Melakukan kegiatan untuk


menguji kepekaan ujung jari
terhadap berbagai rangsang.

6. Mendeskripsikan fungsi alat


indra beserta bagian-bagiannya.
(**)
7. Mendeskripsikan jenis-jenis buta
warna dan cara tes buta warna.

Tes
unjuk
kerja

Portofolio

Tes lisan

Portofolio

Mampu menjelaskan
dampak minuman beralkohol bagi tubuh dan
usaha-usaha yang dapat
dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya penggunaan narkoba
di kalangan generasi
muda.
Mampu mengidentifikasi fungsi alat indra
dan bagian-bagiannya.
Mampu mengidentifikasi
jenis-jenis buta warna
dan cara tes buta
warna.
Mampu mendeskripsikan
kepekaan ujung jari
terhadap berbagai
rangsang.

4. Menjelaskan fungsi setiap


hormon yang dihasilkan oleh
kelenjar endokrin.

5. Mencari informasi mengenai


dampak minuman beralkohol. (*)

Teknik

Mampu mengidentifikasi Tes lisan


letak kelenjar buntu
dalam tubuh.
Mampu mengidentifikasi Tes tulis
fungsi setiap hormon
yang dihasilkan oleh
kelenjar.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

3. Mempelajari letak kelenjar buntu


dalam tubuh.

Kegiatan Pembelajaran

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Kreatif, (**) Religius

Kompetensi
Dasar

e. Adenotrop

d. Plolaktin

c . Gonadotrop

b. Tiroksin

Fungsi
Memengaruhi proses metabolisme
M e n g a t u r
keseimbangan
kalsium
Memengaruhi kerja
kelenjar kelamin
Memengaruhi
kerja kelenjar anak
ginjal
Memengaruhi kerja
anak gondok

Nama Hormon
a. Parathormon

a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 3 dan 1
d. 3 dan 4
e. 4 dan 5
Sebutkan letak tujuh kelenjar buntu dalam tubuh
manusia!
Hubungan yang tepat
antara hormon dan fungsinya adalah . . . .

Contoh Instrumen

Apa fungsi setiap alat indra


dan sebutkan bagianbagiannya!
Dokumen Diskusikan bersama temanpekerjaan teman Anda mengenai jenisjenis buta warna dan cara
melakukan tes buta warna!
Uji petik Ujilah kepekaan ujung jari
kerja
terhadap berbagai rangsang!
prosedur

Kuis

Dokumen Apa dampak mengonsumsi


pekerjaan minuman beralkohol secara
berlebihan?Usaha-usaha
apa saja yang perlu
dilakukan untuk mencegah
meluasnya penggunaan
narkoba di kalangan
generasi muda?

Pilihan
ganda

Kuis

Bentuk
Instrumen

Penilaian

3. Buku referensi
dan internet
4. Alat dan bahan
yang digunakan untuk menguji kepekaan
ujung jari terhadap berbagai
rangsang

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Silabus

Sistem
Reproduksi
Manusia

3.7 M e n j e l a s k a n
keterkaitan
antara struktur,
fungsi,
dan
proses yang
m e l i p u t i
pembentukan
sel kelamin,
o v u l a s i ,
menstruasi,
fertilisasi,
kehamilan, dan
pemberian ASI,
serta kelainan/
penyakit yang
dapat terjadi
pada sistem
reproduksi
manusia.
Mampu menjelaskan
perbedaan
antara
spermatogenesis dan
oogenesis.
Mampu menjelaskan
tentang kehamilan
kembar.
Mampu menjelaskan
kelebihan dan kelemahan metode kontrasepsi.
Mampu menjelaskan
gejala-gejala yang
dialami penderita PMS.
Mampu menjelaskan
proses pembuatan bayi
tabung.

3. Mendeskripsikan perbedaan
antara spermatogenesis dan
oogenesis.

7. Mempelajari tentang teknologi


bayi tabung.

6. Mempelajari tentang Penyakit


Menular Seksual (PMS). (**)

4. Mempelajari terjadinya kehamilan


kembar identik dan nonidentik.
(*)
5. Mempelajari macam-macam
metode kontrasepsi.

2. Mempelajari tahap-tahap sper-


matogenesis.

Mampu menyebutkan
fungsi setiap bagian
organ reproduksi.
Mampu menjelaskan
tahap-tahap spermatogenesis.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

1. Mempelajari bagian-bagian or-


gan reproduksi dan fungsinya.

Kegiatan Pembelajaran

3.8 M e n j e l a s k a n
mekanisme
pertahanan
tubuh terhadap
benda asing
berupa antigen
dan bibit penyakit.

Mekanisme
Pertahanan
Tubuh
terhadap
Penyakit

1. Menjelaskan perbedaan antara


sistem pertahanan tubuh
nonspesifik dengan sistem
pertahanan tubuh spesifik. (*)
2. Menjelaskan tipe-tipe antibodi.

Tes
unjuk
kerja

Uraian

Pilihan
ganda

Mampu mengidentifikasi Tes tulis


karakteristik tipe-tipe
antibodi beserta fungsinya.

Portofolio

Sebutkan empat bagian dari


organ reproduksi wanita
dan jelaskan fungsinya!
Amatilah preparat irisan
melintang tubulus seminiferus hewan mamalia!
Tunjukkan tahap-tahap
yang terjadi dalam spermatogenesis!
Carilah informasi mengenai
perbedaan antara spermatogenesis dan oogenesis!
Carilah informasi mengenai
kehamilan kembar identik
dan kembar nonidentik!
Carilah informasi mengenai
kelebihan dan kelemahan
metode kontrasepsi!

Contoh Instrumen

Jelaskan perbedaan antara


sistem pertahanan tubuh
nonspesifik dengan sistem
pertahanan tubuh spesifik!
Tipe antibodi yang berperan
dalam pembentukan kekebalan pasif pada bayi yaitu
....
a. IgA
d. IgG
b. IgD
e. IgM
c. IgE

Dokumen Carilah informasi mengenai


pekerjaan penyebab dan gejala yang
dialami penderita PMS!
Dokumen Carilah informasi mengenai
pekerjaan proses pembuatan bayi
tabung!

Dokumen
pekerjaan

Portofolio

Portofolio

Dokumen
pekerjaan

Portofolio

Dokumen
pekerjaan

Uji petik
kerja
prosedur

Tes tulis

Portofolio

Uraian

Teknik

Penilaian
Bentuk
Instrumen

Mampu menjelaskan Tes tulis


mekanisme pertahanan
tubuh terhadap penyakit.

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Bertanggung Jawab, (**) Komunikatif

Materi Pokok/
Pembelajaran

Kompetensi
Dasar

6 jp

8 jp

1. Buku PR Biologi
Kelas XI Semester 2, Intan
Pariwara, halaman 113126
2. Buku PG Biologi
Kelas XI Semester 2, Intan
Pariwara, halaman 181200

1. Buku PR Biologi
Kelas XI Semester 2, Intan
Pariwara, halaman 93112
2. Buku PG Biologi
Kelas XI Semester 2, Intan
Pariwara, halaman 145180
3. Buku referensi
dan internet
4. Alat dan bahan
yang diperlukan
dalam praktik
mengidentifikasi tahaptahap
spermatogenesis

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Biologi Kelas XI

Materi Pokok/
Pembelajaran

Mampu mengidentifikasi Portofolio


berbagai gangguan yang
dapat terjadi pada sistem
kekebalan tubuh.

4. Mencari informasi mengenai


HIV/AIDS. (**)

Teknik

Mampu menjelaskan Tes tulis


jenis-jenis kekebalan
tubuh.

Indikator Pencapaian
Kompetensi

3. Mengidentifikasi jenis-jenis
kekebalan tubuh berdasarkan
cara memperolehnya.

Kegiatan Pembelajaran

Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: (*) Toleransi, (**) Disiplin

Kompetensi
Dasar
Contoh Instrumen

Kekebalan pasif alami


dapat diperoleh melalui . . . .
a. pemberian antibiotik
b. pemberian
suatu
vaksin
c. penyuntikan antibodi
buatan
d. infeksi suatu kuman
penyakit
e. plasenta selama bayi
dalam kandungan
Dokumen Carilah informasi mengenai
pekerjaan HIV/AIDS! Informasi yang
perlu Anda cari antara lain
mengenai penyebab AIDS,
mekanisme penularan,
upaya pencegahan, serta
pengobatannya.

Pilihan
ganda

Bentuk
Instrumen

Penilaian

3. B u k u - b u k u
referensi,
majalah, dan
internet

Alokasi Alat dan Sumber


Belajar
Waktu

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Bab I Makanan dan Sistem Pencernaan
Sekolah
Kelas/Semester
Mata Pelajaran
Alokasi Waktu

:
:
:
:

..........
XI/2
Biologi
8 45 menit

Standar Kompetensi : 3.
Kompetensi Dasar

Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan dan/
atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.

: 3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit
yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan
(misalnya ruminansia).

Indikator Pencapaian Kompetensi

Mampu mengidentifikasi kandungan karbohidrat dalam bahan makanan.

Mampu mengidentifikasi kandungan lemak dalam bahan makanan.

Mampu mengidentifikasi kandungan protein dalam bahan makanan.

Mampu mengidentifikasi kandungan vitamin C pada buah-buahan.

Mampu mengidentifikasi organ-organ pencernaan manusia beserta fungsinya.

Mampu menjelaskan jenis-jenis gangguan atau penyakit yang menyerang sistem pencernaan manusia.

Mampu menjelaskan perbedaan sistem pencernaan hewan ruminansia dengan manusia.


Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
1. menguji kandungan karbohidrat dalam bahan makanan;
2. menguji kandungan lemak dan bahan makanan;
3. menguji kandungan protein dan bahan makanan;
4. menguji kandungan vitamin C pada buah-buahan;
5. menunjukkan organ-organ pencernaan manusia beserta fungsinya;
6. mencari informasi mengenai jenis-jenis gangguan atau penyakit yang menyerang sistem pencernaan manusia;
serta
7. menunjukkan perbedaan sistem pencernaan hewan ruminansia dengan manusia.
Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: Tanggung Jawab, Disiplin, Cinta Tanah Air, dan
Rasa Ingin Tahu
Materi Pembelajaran
Sistem Pencernaan Manusia dan Hewan Ruminansia
Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran
a. Cooperative Learning (CL)
b. Direct Instruction (DI)
2. Metode
a. Diskusi
b. Praktikum
Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama
1.

Kegiatan Pendahuluan (5 menit)


a. Motivasi
Guru menanyakan menu sarapan siswa hari ini.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

b.

Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui menu makanan sehat.

2.

Kegiatan Inti (2 40 menit)


a. Eksplorasi

Guru menjelaskan berbagai zat yang terkandung dalam makanan.

Guru menjelaskan fungsi zat-zat yang terkandung dalam makanan.

Guru menjelaskan proses pencernaan zat-zat tersebut di dalam tubuh.

Guru menjelaskan cara memilih makanan untuk pola hidup sehat.


b. Elaborasi

Guru memberi tugas kepada siswa untuk melakukan survei dan pendataan terhadap berbagai jenis
makanan jajanan yang ada di kantin sekolah atau koperasi.

Siswa melakukan survei dan pendataan berbagai jenis makanan jajanan di kantin sekolah atau
koperasi.

Siswa mendiskusikan berbagai jenis makanan mengenai warna, bau, dan tanggal kedaluwarsanya.
c. Konfirmasi

Siswa mempresentasikan hasil survei dan diskusi berbagai jenis makanan jajanan yang ada di
kantin.

Guru membimbing siswa mengambil kesimpulan dari tugas yang dikerjakan.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


Guru memberi tugas siswa agar membaca macam-macam praktikum untuk uji kandungan makanan.
Pertemuan Kedua

1.

Kegiatan Pendahuluan (5 menit)


a. Motivasi
Guru mengadakan tes sebelum praktikum.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa memahami cara uji karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.

2.

Kegiatan Inti (2 40 menit)


a. Eksplorasi

Guru menjelaskan alat-alat yang digunakan dalam uji karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin pada
bahan makanan.

Guru menjelaskan cara melaksanakan praktikum untuk uji karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin
pada bahan makanan.
b. Elaborasi

Siswa menyiapkan alat-alat yang digunakan untuk uji karbohidrat protein, lemak, dan vitamin pada
bahan makanan.

Siswa melakukan praktikum uji karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin pada bahan makanan.
c. Konfirmasi

Guru mendampingi siswa membahas hasil praktikum.

Guru menyimpulkan hasil praktikum.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


Guru meminta siswa membuat laporan hasil praktikum.
Pertemuan Ketiga

1.

Kegiatan Pendahuluan (5 menit)


a. Motivasi
Guru memberikan kuis kepada siswa mengenai organ-organ pencernaan manusia menggunakan torso.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa memahami proses pencernaan makanan pada manusia.

Biologi Kelas XI

2.

Kegiatan Inti (2 40 menit)


a. Eksplorasi

Guru menjelaskan proses pencernaan makanan mulai dari mulut hingga proses defekasi melalui
anus.

Guru menjelaskan enzim-enzim yang berperan dalam proses pencernaan.


b. Elaborasi
Siswa melakukan identifikasi organ-ogan pencernaan beserta fungsinya dengan mengamati torso atau
gambar.
c. Konfirmasi
Guru membahas hasil identifikasi yang telah dilakukan siswa.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


Guru memberi tugas kepada siswa untuk mencari informasi mengenai jenis-jenis gangguan atau penyakit
yang menyerang sistem pencernaan manusia.
Pertemuan Keempat

1.

Kegiatan Pendahuluan (5 menit)


a. Motivasi
Guru memberikan kuis kepada siswa mengenai organ-organ pencernaan hewan ruminansia menggunakan
torso atau gambar.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa memahami proses pencernaan makanan pada hewan ruminansia.

2.

Kegiatan Inti (2 40 menit)


a. Eksplorasi

Guru menjelaskan sistem pencernaan hewan memamah biak (ruminansia).

Guru menjelaskan organ-organ yang berperan dalam proses pencernaan hewan memamah biak.

Guru menjelaskan proses pencernaan hewan memamah biak.


b. Elaborasi
Siswa mengidentifikasi perbedaan sistem pencernaan hewan memamah biak dengan manusia.
c. Konfirmasi
Guru mendampingi siswa mempresentasikan hasil identifikasi.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


Guru meminta siswa membuat laporan hasil identifikasi perbedaan sistem pencernaan hewan memamah
biak dengan manusia.

Alat Sumber Belajar


1. Buku PG Biologi Kelas XI Semester 2, Intan Pariwara, 2011
2. Buku PR Biologi Kelas XI Semester 2, Intan Pariwara, 2011
3. Buku BSE Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI, Pusat Perbukuan Depdiknas, 2009
Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen
a. Teknik Penilaian
1) Tes unjuk kerja
2) Portofolio
b. Bentuk Instrumen
1) Uji petik kerja prosedur
2) Dokumen pekerjaan

10

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

2.

Contoh Instrumen
a. Uji Petik Kerja Prosedur
Ujilah kandungan karbohidrat dalam bahan makanan tertentu!
b.

Dokumen Pekerjaan
Carilah informasi mengenai gangguan atau penyakit yang menyerang sistem pencernaan manusia!

________, ______________
Mengetahui,
Kepala SMA ______________

Guru Mata Pelajaran

........................
___________________________
NIP _______________________

........................
___________________________
NIP _______________________

Biologi Kelas XI

11

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Bab VI Sistem Pertahanan Tubuh pada Manusia
Sekolah
Kelas/Semester
Mata Pelajaran
Alokasi Waktu

:
:
:
:

..........
XI/2
Biologi
6 45 menit

Standar Kompetensi : 3.
Kompetensi Dasar

Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan dan/
atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.

: 3.3 Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing berupa antigen
dan bibit penyakit.

Indikator Pencapaian Kompetensi

Mampu menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit.

Mampu mengidentifikasi karakteristik tipe-tipe antibodi.

Mampu menjelaskan jenis-jenis kekebalan tubuh.

Mampu mengidentifikasi berbagai gangguan yang dapat terjadi pada sistem kekebalan tubuh.
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
1. mendeskripsikan mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit;
2. menjelaskan tipe-tipe antibodi beserta fungsinya;
3. mengidentifikasi jenis-jenis kekebalan tubuh berdasarkan cara memperolehnya; serta
4. mencari informasi mengenai gangguan pada sistem kekebalan tubuh, misal AIDS.
Nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa: Toleransi dan Disiplin
Materi Pembelajaran
Mekanisme Pertahanan Tubuh terhadap Penyakit
Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran
a. Cooperative Learning (CL)
b. Direct Instruction (DI)
2. Metode
a. Tanya jawab
b. Diskusi
Langkah-Langkah Kegiatan
1.

2.

12

Pertemuan Pertama
Kegiatan Pendahuluan (5 menit)
a. Motivasi
Meminta siswa untuk menyebutkan beberapa lapis sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui beberapa lapis sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit.
Kegiatan Inti (2 40 menit)
a. Eksplorasi

Guru menjelaskan perbedaan antara sistem pertahanan tubuh nonspesifik dengan sistem pertahanan
tubuh spesifik.

Guru menjelaskan berbagai bentuk pertahanan yang terdapat di permukaan tubuh.

Guru menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh melalui inflamasi.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

b.

c.
3.

Guru menjelaskan mekanisme penghancuran patogen oleh protein komplemen.


Elaborasi

Siswa menyimpulkan pelajaran pada pertemuan ini.

Guru menjawab berbagai pertanyaan siswa.


Konfirmasi
Guru menanyakan kesimpulan dari pembahasan soal-soal mengenai asam amino.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari informasi mengenai imunisasi atau vaksinasi di
puskesmas atau rumah sakit terdekat.
b. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan Kedua

1.

Kegiatan Pendahuluan (5 menit)


a. Motivasi
Menanyakan ke siswa mengenai komponen-komponen yang terlibat dalam sistem pertahanan tubuh
spesifik (sistem imun).
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui tentang komponen-komponen yang terlibat dalam sistem pertahanan tubuh spesifik
(sistem imun).

2.

Kegiatan Inti (2 40 menit)


a. Eksplorasi

Guru menjelaskan macam-macam limfosit beserta fungsinya.

Guru menjelaskan mekanisme antibodi melawan patogen.

Guru menjelaskan tipe-tipe antibodi.

Guru menjelaskan perbedaan antara kekebalan humoral dan kekebalan seluler.

Guru menjelaskan jenis-jenis kekebalan tubuh.


b. Elaborasi

Siswa berdiskusi mengenai macam-macam imunisasi serta teknik-teknik pemberiannya.

Siswa bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui.


c. Konfirmasi
Guru menarik kesimpulan pada pertemuan ini.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)

Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari informasi mengenai HIV/AIDS dari berbagai literatur.

Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pada pertemuan berikutnya.


Pertemuan Ketiga

1.

Kegiatan Pendahuluan (5 menit)


a. Motivasi
Meminta siswa menyebutkan berbagai gangguan pada sistem kekebalan tubuh.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui berbagai gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

2.

Kegiatan Inti (2 40 menit)


a. Eksplorasi

Guru menjelaskan macam-macam gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Guru menjelaskan tentang AIDS.


b. Elaborasi

Siswa berdiskusi mengenai penyakit AIDS (penyebab, mekanisme penularan, upaya pencegahan,
dan pengobatannya).

Siswa mengerjakan soal-soal latihan pada bab ini.

Siswa bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui.

Biologi Kelas XI

13

c.

3.

Konfirmasi

Guru bersama siswa membahas jawaban jawaban soal-soal latihan.

Guru menjawab berbagai pertanyaan siswa.

Guru menarik kesimpulan dari bab ini.

Kegiatan Penutup (5 menit)


Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pada pertemuan berikutnya.

Alat Sumber Belajar


1. Buku PG Biologi Kelas XI Semester 2, Intan Pariwara, 2011
2. Buku PR Biologi Kelas XI Semester 2, Intan Pariwara, 2011
3. Buku BSE Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI, Pusat Perbukuan Depdiknas, 2009
Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen
a. Teknik Penilaian
1) Tes tertulis
2) Portofolio
b. Bentuk Instrumen
1) Pilihan ganda
2) Uraian
3) Dokumen pekerjaan
2.

Contoh Instrumen
a. Pilihan Ganda
Tipe antibodi yang berperan dalam pembentukan kekebalan pasif pada bayi yaitu . . . .
a. IgA
d. IgG
b. IgD
e. IgM
c. IgE
b.

Uraian
Jelaskan perbedaan antara sistem pertahanan tubuh nonspesifik dengan sistem pertahanan tubuh spesifik!

c.

Dokumen Pekerjaan
Carilah informasi mengenai HIV/AIDS! Informasi yang perlu Anda cari antara lain mengenai penyebab
AIDS, mekanisme penularan, upaya pencegahan, serta pengobatannya.

________, ______________
Mengetahui,
Kepala SMA ________________

Guru Mata Pelajaran

........................
___________________________
NIP _______________________

........................
___________________________
NIP _______________________

14

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Bab I

Makanan dan Sistem


Pencernaan

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Zat makanan makro adalah zat makanan yang
diperlukan tubuh dalam jumlah banyak. Contoh
karbohidrat, lemak, dan protein. Adapun zat
makanan mikro adalah zat makanan yang
diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit. Contoh
vitamin dan mineral.
2. Jawaban: a
Nasi, ubi, dan sagu merupakan sumber
karbohidrat. Daging dan ikan merupakan sumber
lemak dan protein.
3. Jawaban: c
Kandungan kalori bahan makanan dalam kJ/g
sebagai berikut.
Kelompok
Karbohidrat
Protein
Lemak

Energi (kJ/g)
16,7
22,2
37,6

Jadi, lemak menghasilkan energi terbanyak


dibandingkan zat makanan lain.
4. Jawaban: b
Karbohidrat mengalami proses hidrolisis di mulut
dan usus halus. Karbohidrat diserap oleh usus
halus dalam bentuk monosakarida yang terdiri
atas satu gugus gula.
5. Jawaban: d
Di dalam tubuh, karbohidrat akan mengalami
metabolisme. Hasil akhir metabolisme karbohidrat
berupa glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa, dan
monosakarida lain.
1) Glikogen tidak diserap tubuh tetapi disimpan
dalam hati. Glikogen termasuk polisakarida.
2) Maltosa dan sukrosa bukan monosakarida,
tetapi disakarida.
3) Amilum dan sukrosa bukan monosakarida,
tetapi polisakarida.

6. Jawaban: d
Fungsi lemak antara lain sebagai sumber energi,
bahan penyusun membran sel, dan bahan
pembuat hormon steroid. Adapun zat pembangun
tubuh dan penjaga keseimbangan cairan tubuh
merupakan fungsi protein.
7. Jawaban: b
Uji Benedict berguna untuk mengetahui bahan
makanan yang mengandung gula. Uji iodin untuk
mengetahui bahan makanan yang mengandung
amilum atau tepung. Uji Biuret untuk mengetahui
bahan makanan yang mengandung protein. Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa bahan
makanan positif mengandung gula dan tepung.
Jadi, bahan makanan yang diuji adalah kue.
8. Jawaban: c
Pada pencernaan lemak, enzim lipase akan
menghidrolisis dan memecah lemak menjadi
campuran asam lemak dan gliserol. Asam lemak
dan gliserol akan diabsorpsi melalui sel-sel
mukosa pada dinding usus halus.
9. Jawaban: c
Protein dicerna di lambung oleh enzim pepsin. Di
lambung protein masih dalam bentuk proteosa,
pepton, dan polipeptida. Setelah memasuki usus
halus, protein akan dicerna oleh enzim tripsin,
kemotripsin, dan peptidase. Enzim tripsin dan
kemotripsin dapat memecah molekul protein
menjadi polipeptida kecil. Selanjutnya, peptidase
akan memecah polipeptida menjadi asam amino.
Asam amino kemudian diserap oleh usus halus.
10. Jawaban: b
1) Reagen iodin digunakan untuk mengetahui
kandungan amilum dalam suatu makanan.
2) Benedict digunakan untuk mengetahui
kandungan glukosa/gula.
3) Biuret digunakan untuk mengetahui kandungan
protein dalam suatu makanan.
11. Jawaban: b
Kurang nafsu makan merupakan akibat tubuh
kekurangan vitamin B5, anemia merupakan akibat
tubuh kekurangan vitamin B6, dan dermatitis
merupakan akibat tubuh kekurangan vitamin B2.

Biologi Kelas XI

15

12. Jawaban: d
Jenis Vitamin
1.
2.
3.
4.
5.

Vitamin
Vitamin
Vitamin
Vitamin
Vitamin

A
D
E
C
K

Fungsi
Memelihara kesehatan mata
Pembentukan tulang dan gigi
Fungsi reproduksi
Menjaga elastisitas kapiler darah
Pembekuan darah

13. Jawaban: b
Kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan
skorbut serta pendarahan gusi dan persendian.
Adapun luka di sudut bibir dapat terjadi karena
kekurangan vitamin B2. Peradangan kulit dapat
terjadi karena kekurangan vitamin B6. Rakitis
terjadi karena kekurangan vitamin D.
14. Jawaban: a
1) Vitamin A berfungsi sebagai antioksidan,
memelihara kesehatan mata dan kulit, untuk
per tumbuhan tulang dan gigi, ser ta
memelihara jaringan epitel.
2) Vitamin B1 berfungsi sebagai prekursor
koenzim dalam metabolisme karbohidrat.
3) Vitamin C untuk pembentukan serabut
kolagen, menjaga stabilitas kapiler darah,
menjaga perlekatan akar gigi dan gusi, serta
sebagai koenzim reaksi katabolisme.
4) Vitamin D berperan dalam absorpsi fosfor
dan kalsium serta pembentukan tulang dan
gigi.
5) Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan,
pembentuk eritrosit, dan mencegah oksidasi
lemak tak jenuh.
15. Jawaban: e
Vitamin D dibuat dari pro-vitamin D yang ada di
dalam tubuh. Vitamin K dan vitamin B12 disintesis
dalam usus oleh bakteri. Sementara itu, vitamin A,
B1, C, dan E tidak dapat disintesis di dalam tubuh.
16. Jawaban: e
Anemia dapat terjadi karena kekurangan Fe dan
Zn. Kekurangan Ca dan P mengakibatkan osteoporosis dan rakitis. Kekurangan Cl mengakibatkan
gangguan pencernaan dan kontraksi otot.
Kekurangan Na mengakibatkan gangguan kerja
jantung dan ginjal.
17. Jawaban: b
Fungsi air antara lain sebagai media berbagai
reaksi kimia dalam tubuh, menjaga keseimbangan
suhu tubuh, dan menjaga tekanan osmotik dalam
sel. Adapun menjaga keseimbangan asam basa
merupakan fungsi dari mineral dan protein.
Penyusun membran sel merupakan fungsi dari
lemak.

16

Kunci Jawaban dan Pembahasan

18. Jawaban: c
1) Menguatkan tulang dan gigi merupakan
manfaat dari fluorin.
2) Membentuk hormon tiroksin merupakan
manfaat dari iodin.
3) Membantu proses penguatan otot
merupakan manfaat dari kalsium.
19. Jawaban: a
Makanan pada tingkat 1 merupakan makanan
yang mengandung karbohidrat. Makanan ini
berperan sebagai sumber tenaga. Oleh karena
itu, jenis makanan ini harus dikonsumsi dalam
jumlah paling banyak.
20. Jawaban: b
Anak pada gambar mengalami marasmus dan
kwarshiorkor. Penyakit ini terjadi karena tubuh
kekurangan protein. Akibatnya, pertumbuhan dan
perkembangan anak menjadi terganggu. Adapun
ciri fisik yang tampak antara lain kulit keriput,
wajah seperti orang tua, dan badan kurus (karena
jaringan lemak subkutis sangat sedikit).
B. Uraian
1. a.

b.

Manusia memerlukan makan karena manusia


memerlukan tenaga untuk beraktivitas. Selain
itu, makanan tersebut juga untuk pertumbuhan, pemeliharaan jaringan sel-sel tubuh,
serta untuk memelihara kesehatan. Tanpa
makanan tersebut manusia akan lemah dan
mudah terserang penyakit.
Makanan yang harus dikonsumsi manusia
yaitu makanan yang sehat. Makanan sehat
adalah makanan yang higienis dan
mengandung gizi seimbang.

2. Makanan bergizi adalah makanan yang


mengandung nilai gizi seimbang yaitu berupa
karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.
Menu makan Arman tersebut terdiri dari nasi
sebagai sumber karbohidrat, mi goreng yang
mengandung karbohidrat dan lemak, serta telur
dadar mengandung protein dan lemak. Hal ini
menunjukkan bahwa menu makan tersebut
kurang bergizi karena berlebih sumber energinya,
tetapi tidak mengandung vitamin dan mineral.
3. Makanan dengan nilai gizi seimbang bukan berarti
harus memiliki takaran yang sama, namun harus
sesuai dengan kebutuhan. Makanan yang
dibutuhkan tubuh dalam porsi besar yaitu
karbohidrat, lemak, dan protein. Adapun vitamin
dan mineral dibutuhkan dalam porsi kecil.

4. Jika kelebihan karbohidrat maka tubuh akan


berpotensi terkena penyakit diabetes melitus,
karies gigi, dan obesitas. Jika tubuh mengalami
obesitas maka tubuh berpeluang terserang
penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan strok.
5. a. 1) Uji Benedict untuk mengetahui
kandungan gula pada bahan makanan.
2) Uji Biuret untuk mengetahui kandungan
protein pada bahan makanan.
3) Uji menggunakan eter untuk mengetahui
kandungan lemak pada bahan makanan
tersebut.
b. Kesimpulan dari data tersebut sebagai
berikut.
1) Jagung mengandung gula.
2) Putih telur mengandung protein.
3) Mentega mengandung minyak/lemak.
6. Apabila tubuh kelebihan protein maka protein
tersebut akan dirombak di hati menjadi senyawa
yang mengandung N dan senyawa yang tidak
mengandung N. Senyawa yang mengandung N
akan disintesis menjadi urea. Urea tersebut
kemudian dikeluarkan bersama urine. Sementara
itu, senyawa yang tidak mengandung unsur N
akan mengalami sintesis ulang menjadi bahan
baku karbohidrat dan lemak.
7. Iod merupakan unsur pembentuk hormon tiroksin
yang penting untuk pertumbuhan. Oleh karena itu,
kekurangan iod akan mengakibatkan pertumbuhan
tubuh terhambat dan tubuh menjadi kerdil. Kondisi
ini biasa disebut kretinisme. Selain itu, kekurangan
iod dapat mengakibatkan penyakit gondok.
Kekurangan iod akan menghambat kerja kelenjar
tiroid sehingga kelenjar tiroid harus bekerja keras
dalam memproduksi hormon tiroksin. Kekurangan
zat ini akan mengakibatkan terjadinya pembengkakan kelenjar tiroid. Pembengkakan kelenjar
ini dikenal dengan sebutan penyakit gondok.
8. Ca merupakan unsur pembentuk matriks tulang
dan gigi. Ca juga berfungsi membantu pembekuan
darah, membantu kontraksi otot, dan sebagai
transmisi impuls saraf. Ca termasuk makronutrien
yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak. Jika
asupan Ca dalam makanan kita kurang,
kebutuhan Ca dipenuhi dari proses perombakan
Ca dalam matriks tulang. Oleh karena itu, jika
tubuh kekurangan Ca dapat mengakibatkan
pengeroposan tulang (osteoporosis). Kekurangan
Ca selama pertumbuhan juga dapat mengakibatkan rakitis.
9. Vitamin K penting untuk pembentukan protrombin
dalam hati. Protrombin merupakan senyawa yang
penting dalam proses pembekuan darah.

Protrombin akan menjadi trombin yang mengubah


fibrinogen menjadi benang-benang fibrin untuk
menutup luka. Oleh karena itu, kekurangan
vitamin K dapat menghambat pembekuan darah.
10. a.

b.

Air di dalam tubuh berguna untuk:


1) melarutkan berbagai jenis makanan dan
vitamin;
2) menjaga tekanan osmotik dalam sel;
3) mengangkut sisa metabolisme keluar
tubuh;
4) medium berbagai reaksi kimia dalam
tubuh; serta
5) menjaga keseimbangan suhu tubuh.
Kebutuhan air dalam tubuh dapat dipenuhi
dari air minum, makanan, buah, dan sayuran
yang kita konsumsi.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Proses pencernaan makanan diawali dengan
makanan masuk ke mulut (3). Di mulut berlangsung
pencernaan kimiawi dan mekanis dengan bantuan
air liur dan gigi. Setelah itu, makanan masuk ke
kerongkongan (2). Di kerongkongan berlangsung
gerak peristaltik untuk mendorong makanan agar
masuk ke lambung (4). Setelah dari lambung
secara berturut-turut makanan masuk ke duodenum/usus dua belas jari (7), jejunum/usus kosong
(5), dan ileum/usus penyerapan (8). Setelah itu,
sisa pencernaan masuk ke usus besar (1) dan
dikeluarkan melalui anus (6).
2. Jawaban: e
Di mulut terdapat kelenjar ludah yang menghasilkan air liur. Air liur ini mengandung enzim
ptialin yang dapat mengubah amilum (karbohidrat)
menjadi gula sederhana secara kimiawi.
3. Jawaban: b
1) Kardiak adalah bagian atas lambung yang
berhubungan dengan kerongkongan.
2) Fundus adalah bagian tengah yang
bentuknya membulat.
3) Pilorus adalah bagian bawah yang berhubungan dengan usus dua belas jari.
4. Jawaban: d
Getah lambung mengandung asam lambung
(HCl), enzim pepsin, enzim renin, dan hormon
gastrin. Asam lambung (HCl) memiliki fungsi antara
lain untuk mematikan bakteri yang terdapat dalam
makanan dan mengaktifkan pepsinogen menjadi

Biologi Kelas XI

17

pepsin. Adapun mengemulsikan lemak merupakan


fungsi dari getah empedu dan yang berfungsi
mencerna protein menjadi pepton adalah enzim
pepsin. Merangsang sekresi getah empedu
dilakukan oleh hormon kolesistokinin.
5. Jawaban: a
Pencernaan mekanis dan kimiawi terjadi pada
mulut dan lambung. Pada mulut, pencernaan
mekanis dilakukan oleh gigi dan pencernaan
kimiawi terjadi dengan bantuan enzim ptialin. Di
lambung terjadi pencernaan mekanis berupa
gerakan meremas-remas yang dilakukan lambung
dan pencernaan kimiawi oleh asam lambung serta
enzim-enzim yang dihasilkan oleh lambung.
6. Jawaban: c
Enzim yang berperan mencerna protein adalah
pepsin dan tripsin. Pepsin berfungsi mencerna
protein di lambung dan tripsin di usus halus.
7. Jawaban: b
Pankreas menghasilkan getah pankreas (bersifat
basa) yang mengandung natrium bikarbonat dan
beberapa jenis enzim seperti amilase, tripsinogen,
dan lipase. Pankreas ditunjukkan oleh nomor 2.
Sementara itu, nomor 1 yaitu lambung, nomor 3
yaitu usus halus, nomor 4 yaitu usus besar, dan
nomor 5 yaitu hati.
8. Jawaban: d
Zat makanan setelah mengalami pencernaan
menjadi molekul-molekul sederhana diserap oleh
usus halus. Zat makanan yang dapat diserap usus
halus yaitu glukosa dan vitamin. Adapun
amilum, protein, dan lemak dapat diserap setelah
dicerna menjadi molekul-molekul penyusunnya.
9. Jawaban: b
Zat yang berperan mencerna lemak yaitu empedu
dan lipase. Empedu dihasilkan oleh hati dan
lipase dihasilkan oleh pankreas. Lipase ini
berfungsi mengubah trigliserida (lemak) menjadi
asam lemak dan gliserol. Pankreas ditunjukkan
oleh nomor II dan hati ditunjukkan oleh nomor III.
Sementara itu, nomor I adalah lambung, nomor
IV adalah kantong empedu yang berfungsi untuk
menyimpan cairan empedu, dan nomor V adalah
duodenum.
10. Jawaban: b
Getah lambung mengandung bermacam-macam
enzim, misal enzim pepsin dan renin. Enzim ini
bekerja dalam kondisi asam di lambung. Adapun
air liur mengandung enzim ptialin bekerja dalam
kondisi basa di mulut.

18

Kunci Jawaban dan Pembahasan

11. Jawaban: a
Bagian yang ditunjuk disebut jaringan epitel.
Jaringan epitel berfungsi memperluas permukaan
usus sehingga proses penyerapan zat makanan
akan lebih sempurna. Selain itu, jaringan epitel juga
berfungsi untuk melindungi lapisan di bawahnya.
12. Jawaban: c
Di dalam usus besar terjadi penyerapan atau
penambahan air pada sisa makanan. Penyerapan
mineral dan penyerapan vitamin terjadi di usus
halus.
13. Jawaban: b
Organ yang ditunjuk adalah lambung. Ulkus atau
tukak lambung ditandai dengan adanya luka pada
permukaan lambung. Tukak lambung disebabkan
oleh bakteri Helicobacter pylori.
14. Jawaban: d
Saluran pencernaan pada hewan Ruminansia
adalah mulut esofagus rumen retikulum
omasum abomasum intestinum kolon
anus. Pada hewan ini, lambungnya mengalami
modifikasi menjadi empat bagian yang berfungsi
dalam pencernaan selulosa.
15. Jawaban: a
Fermentasi makanan oleh bakteri anaerob yang
terjadi pada sapi berlangsung di bagian rumen
dan retikulum. Di rumen makanan yang masih
kasar disimpan sementara. Pada saat disimpan,
terjadi pencernaan protein, polisakarida, dan
fermentasi oleh enzim selulosa yang dihasilkan
oleh bakteri. Bakteri ini tidak tahan berada di
abomasum
B. Uraian
1. Makanan di dalam mulut mengalami proses
pencernaan secara mekanis dengan bantuan gigi
dan lidah. Gigi memotong, mengoyak, dan
mengunyah makanan. Adapun lidah berperan
membantu mengatur letak makanan.
Adapun proses pencernaan makanan di mulut
secara kimiawi dibantu oleh air liur yang
mengandung enzim ptialin. Enzim ini dapat
mengubah amilum menjadi maltosa.
2. Dinding kerongkongan tersusun atas dua lapisan,
yaitu lapisan otot memanjang dan lapisan otot
melingkar. Kontraksi otot memanjang akan memendekkan dinding kerongkongan. Selanjutnya,
terjadi kontraksi otot melingkar yang mengerutkan
dinding kerongkongan dan mendorong bolus
turun. Kontraksi kedua otot tersebut terjadi secara
bergantian sehingga menimbulkan gerak
peristaltik yang mengakibatkan makanan
terdorong ke lambung.

3. Pencernaan mekanis di lambung berlangsung


melalui gerakan kontraksi otot lambung.
Akibatnya, makanan akan teraduk dan tercampur
dengan getah lambung sehingga makanan
menjadi berbentuk bubur (chyme).
4. Getah lambung mengandung zat-zat berikut.
a. Asam lambung (HCl)
b. Enzim pepsin
c. Enzim renin
d. Hormon gastrin
5. Dalam usus besar tidak terjadi pencernaan oleh
enzim-enzim pencernaan. Proses yang terjadi
dalam usus besar yaitu proses pembusukan dan
pengaturan kadar air dalam feses. Jika feses
terlalu encer maka kandungan air akan diserap
oleh dinding usus besar. Namun, jika feses terlalu
padat maka dinding usus besar akan menambahkan air ke dalam feses.
6. Duodenum dan jejunum berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya proses pencernaan makanan
secara kimiawi. Adapun di ileum berlangsung
proses penyerapan sari-sari makanan.
7. Zat makanan yang larut dalam air, misal glukosa
dan asam amino akan diserap oleh kapiler darah
dan vili selanjutnya diangkut oleh pembuluh darah
ke seluruh tubuh. Adapun molekul yang berukuran
besar dan tidak larut dalam air, berupa asam lemak
dan gliserol akan diangkut oleh pembuluh kil.
8. Dalam usus besar terjadi proses pembusukan
sisa makanan hasil penyerapan dari usus halus.
Sisa makanan yang berupa ampas ini akan
dibusukkan menjadi feses. Pembusukan sisa
makanan terjadi dengan bantuan bakteri Escherichia coli. Dalam usus besar terjadi pengaturan
kadar air dalam feses. Pengaturan tersebut untuk
membentuk feses agar tidak terlalu encer ataupun
terlalu padat.
9. Gejala gastritis (mag) sebagai berikut.
a. Timbul rasa perih atau sakit seperti terbakar
pada perut bagian atas.
b. Mual.
c. Kembung, perut terasa penuh.
Penyakit ini dikarenakan adanya peradangan
akibat produksi asam lambung yang berlebihan
sehingga dapat mengiritasi dinding lambung.
Selain itu juga dapat disebabkan oleh trauma fisik
dan pemakaian obat pereda rasa sakit secara
terus-menerus.
10. Abomasum merupakan bagian lambung hewan
memamah biak yang fungsinya sama dengan
lambung manusia. Di dalam abomasum terjadi
proses pencernaan sebenarnya oleh enzim-ezim
pencernaan. Enzim yang dikeluarkan oleh dinding
abomasum sama dengan yang terdapat pada
lambung mamalia lain.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Bahan makanan yang berperan menghasilkan
energi adalah bahan makanan yang mengandung
karbohidrat, lemak, dan protein. Bahan makanan
yang mengandung karbohidrat, lemak, dan
protein adalah daging (nomor 1), jagung (nomor
2), dan kacang kedelai (nomor 4). Adapun sayuran
dan buah merupakan sumber vitamin dan mineral.
Vitamin dan mineral tidak menghasilkan energi.
2. Jawaban: d
Menu makanan yang bergizi seimbang yaitu menu
makanan yang mengandung karbohidrat, lemak,
protein, vitamin, dan mineral dengan porsi
seimbang. Menu nomor 2), 3), dan 5) tidak
termasuk menu makanan sehat karena dalam
menu tersebut tidak terdapat sayur atau buah
sebagai sumber vitamin dan mineral. Menu
tersebut berlebih dalam sumber energi yang
berupa karbohidrat, lemak, dan protein.
3. Jawaban: b
Protein berfungsi sebagai zat pembangun tubuh,
penjaga keseimbangan cairan tubuh, dan sebagai
sumber energi. Adapun bahan penyusun membran
sel dan bahan pembuat hormon steroid merupakan
fungsi dari lemak.
4. Jawaban: c
Penderita diabetes mengalami kekurangan
hormon insulin. Hormon insulin berperan
mengubah glukosa menjadi glikogen. Proses
pengubahan ini untuk menjaga keseimbangan
kadar gula dalam darah.
5. Jawaban: c
Ca dan P berperan sebagai pembentuk matriks
tulang dan gigi. Na dan Cl berperan sebagai
penjaga keseimbangan cairan tubuh. K berperan
sebagai kofaktor kerja enzim dalam pembentukan
karbohidrat dan protein.
6. Jawaban: a
Yodium berfungsi membantu kerja kelenjar tiroid
dan membantu pembentukan hormon tiroksin.
Apabila kekurangan yodium, kelenjar tiroidnya
akan membengkak dan timbullah gondok.
7. Jawaban: b
Berdasarkan fungsinya, unsur mineral yang
dimaksud yaitu fosfor. Contoh bahan makanan
yang mengandung fosfor (P) yaitu susu, kuning
telur, daging, unggas, ikan, dan kacang-kacangan.

Biologi Kelas XI

19

8. Jawaban: b
Vitamin

Sumber

Fungsi

a.

Memelihara kesehatan mata

b.

c.

d.

e.

Sayur-sayuran dan
buah-buahan berwarna merah dan
kuning
Jeruk, tomat, nanas,
dan semangka
Susu, minyak ikan,
dan kuning telur
Kecambah, susu,
dan kuning telur
Sayuran hijau, hati,
dan daging

Menjaga elastisitas
kapiler darah
Pembentukan tulang
dan gigi
Pembentukan eritrosit
Membantu pembekuan darah

9. Jawaban: c
1) Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan
xeropthalmia dan rabun senja.
2) Kekurangan vitamin D mengakibatkan rakitis.
3) Kekurangan vitamin K mengakibatkan darah
sukar membeku.
4) Kekurangan vitamin E dapat mengakibatkan
kerusakan hati dan kemandulan.
10. Jawaban: e
Bahan makanan yang mengandung glukosa akan
menunjukkan hasil merah bata pada uji Benedict.
Bahan makanan yang mengandung protein akan
menghasilkan warna ungu pada uji Biuret. Pada
percobaan tersebut, bahan makanan yang
menunjukkan hasil uji positif terhadap Benedict
dan Biuret adalah bahan makanan nomor 2 dan
4. Hal ini menunjukkan bahwa bahan makanan
tersebut mengandung glukosa dan protein. Uji
iodin/Lugol digunakan untuk menunjukkan adanya
amilum. Hasil uji positif ditunjukkan dengan
adanya warna biru tua pada uji Lugol.
11. Jawaban: b
Pellagra disebabkan oleh defisiensi vitamin B3
bukan zat besi.
12. Jawaban: d
Glukosa, asam amino, vitamin B dan C, serta
mineral diangkut oleh pembuluh darah. Adapun
lemak, vitamin A, D, E, dan K diangkut oleh
pembuluh kil.
13. Jawaban: e
Di ileum sudah tidak berlangsung proses
pencernaan baik secara kimiawi maupun mekanis.
Namun, di ileum berlangsung proses penyerapan
sari-sari makanan. Adapun glandula saliva
berperan menghasilkan saliva air liur yang
mengandung enzim ptialin. Lambung dan mulut
melakukan proses pencernaan secara kimiawi dan
mekanis. Pankreas menghasilkan getah pankreas
yang mengandung beberapa jenis enzim, seperti
enzim amilase, tripsinogen, dan lipase.
20

Kunci Jawaban dan Pembahasan

14. Jawaban: c
Sekresi empedu dirangsang oleh hormon
kolesistokinin. Hormon sekretin berfungsi
merangsang sekresi getah pankreas. Hormon
insulin dan adrenalin berfungsi untuk menjaga
keseimbangan gula darah. Hormon tiroksin
memengaruhi proses metabolisme dan perkembangan mental.
15. Jawaban: c
Enzim yang bekerja optimal pada pH asam
dihasilkan oleh getah lambung seperti pepsin.
Sementara itu, enzim sukrase dan erepsin bekerja
pada suasana basa yaitu di usus kosong. Enzim
tripsinogen dihasilkan oleh getah pankreas yang
bekerja pada suasana basa yaitu di usus dua
belas jari. Enzim ptialin dihasilkan oleh kelenjar
saliva yang bekerja pada suasa basa yaitu di
mulut.
16. Jawaban: c
Enzim ptialin dihasilkan oleh kelenjar ludah dan
kelenjar pankreas untuk memecah molekul amilum
menjadi maltosa. Adapun pepsin dihasilkan oleh
lambung untuk merombak protein menjadi pepton.
Organ X menghasilkan cairan empedu berfungsi
mengemulsikan lemak. Organ V tidak menghasilkan enzim.
17. Jawaban: c
X merupakan kantong empedu. Kantong ini
berperan menyimpan cairan empedu yang
diproduksi oleh hati. Jika kantong ini dipotong,
cairan empedu tidak dapat ditampung. Cairan ini
berfungsi untuk mengemulsikan lemak.
18. Jawaban: c
Proses penyimpanan makanan sementara terjadi
dalam lambung (nomor 2) yaitu selama 25 jam.
Penyerapan sari makanan terjadi pada usus halus
yaitu pada ileum (nomor 3), sedangkan proses
pembusukan terjadi pada usus besar (nomor 4).
19. Jawaban: b
Pepsin berfungsi merombak protein menjadi
pepton (polipeptida). Tripsin berfungsi mengubah
polipeptida menjadi peptida. Erepsin berfungsi
mengubah peptida menjadi asam amino.
20. Jawaban: e
Glukosa, asam amino, vitamin, dan air diserap oleh
vili usus halus dan diangkut melalui pembuluh darah.
Molekul yang berukuran besar, berupa asam lemak
dan gliserol diangkut oleh pembuluh kil.
21. Jawaban: a
Amilum mengalami proses pencernaan di mulut,
duodenum, dan di jejunum. Adapun serat dan
selulosa tidak mengalami proses pencernaan.

Protein dicerna mulai dari lambung. Lemak dicerna mulai di usus halus tepatnya di duodenum
dengan bantuan enzim lipase. Oleh karena itu,
pada soal tampak lemak tidak tercerna di mulut
dan lambung sehingga jumlahnya tetap. Jumlah
lemak akan menurun dari duodenum ke jejunum
karena lemak sudah mulai dicerna.

27. Jawaban: e
Proses penyerapan air pada sisa makanan
berlangsung di usus besar. Jadi, bakteri
penginfeksi tersebut berada di usus besar
tersebut. Akibatnya, tinja yang dikeluarkan akan
lebih encer dari biasanya. Bahkan bakteri tersebut
dapat mengakibatkan diare.

22. Jawaban: d
Proses penyerapan zat-zat makanan terjadi pada
usus halus yaitu pada bagian ileum. Bagian ini
mengandung banyak lipatan disebut vili. Vili
berfungsi untuk memperluas permukaan
penyerapan zat makanan.

28. Jawaban: a
Rumen berfungsi sebagai tempat untuk
menyimpan sementara bagi makanan yang
tertelan. Rumen ditunjukkan oleh nomor 1.
Sementara itu, nomor 2 yaitu esofagus, nomor 3
yaitu retikulum, nomor 4 yaitu omasum, dan
nomor 5 yaitu abomasum.

23. Jawaban: c
Lipase terdapat di dalam getah pankreas. Getah
pankreas ini dihasilkan oleh pankreas (C). Selain
itu, lipase juga dihasilkan oleh dinding jejunum.
Sementara itu, bagian A adalah kerongkongan,
bagian B adalah lambung, bagian D adalah usus
besar, dan bagian E adalah hati.
24. Jawaban: a
Hubungan yang cocok untuk organ, enzim, dan
peran enzim pada proses pencernaan yaitu
nomor 1 dan 2. Steapsin (lipase) dihasilkan oleh
pankreas dan dinding jejunum yang berfungsi
untuk mencerna lemak. Tripsinogen dan
erepsinogen adalah enzim inaktif sehingga belum
berfungsi untuk mencerna zat makanan. Bentuk
aktif tripsinogen adalah tripsin, berfungsi untuk
mencerna protein dalam usus halus. Adapun
bentuk aktif erepsinogen adalah erepsin. Erepsin
berfungsi untuk mencerna pepton menjadi asam
amino. Proses ini berlangsung di dalam usus
halus.
25. Jawaban: d
Protein yang berlebihan tidak disimpan di dalam
tubuh. Namun, protein tersebut dirombak dalam
hati menjadi senyawa yang mengandung unsur
N dan senyawa yang tidak mengandung unsur N.
Senyawa yang mengandung unsur N akan
disintesis menjadi urea dan dikeluarkan bersama
urine. Sementara itu, senyawa yang tidak
mengandung unsur N akan disintesis menjadi
bahan baku karbohidrat dan lemak.
26. Jawaban: a
Panjang usus penyerapan (ileum) antara 0,75 m
sampai 3,5 m. Di dalam usus ini terjadi penyerapan sari-sari makanan. Permukaan dinding ileum
dipenuhi oleh jonjot-jonjot usus atau vili. Adanya
jonjot-jonjot usus mengakibatkan permukaan
ileum menjadi semakin luas sehingga penyerapan
makanan dapat berlangsung dengan baik.

29. Jawaban: e
Lambung hewan ruminansia terdiri atas empat
ruangan yaitu rumen, retikulum, omasum, dan
abomasum. Abomasum merupakan perut yang
sebenarnya karena di sini terjadi pencernaan
yang sebenarnya secara kimiawi oleh enzimenzim pencernaan. Di abomasum ini juga
dihasilkan HCl yang berfungsi mengaktifkan pepsinogen dan sebagai desinfektan.
30. Jawaban: b
Perbedaan sistem pencernaan antara hewan
memamah biak dan manusia terletak pada
susunan gigi dan fungsinya. Hewan pemamah
biak tidak mempunyai gigi seri bagian atas dan
gigi taring. Namun, hewan ini memiliki gigi
geraham lebih banyak dibandingkan dengan
jumlah gigi geraham manusia. Hal ini karena gigi
sapi berfungsi untuk mengunyah makanan
berserat.
B. Uraian
1. Jika tubuh kelebihan glukosa, glukosa tersebut
akan diubah menjadi glikogen dengan bantuan
hormon insulin. Glikogen disimpan di dalam hati.
Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, glikogen diubah
kembali menjadi glukosa dengan bantuan hormon
adrenalin.
2. Percobaan tersebut adalah percobaan uji
Benedict untuk membuktikan adanya glukosa
dalam suatu bahan. Hasil positif ditunjukkan
dengan terbentuknya warna merah bata. Pada
percobaan tersebut bahan yang diuji adalah nasi
tumbuk dan nasi yang dikunyah. Nasi tumbuk
hasilnya negatif, sedangkan nasi yang dikunyah
hasilnya positif. Berarti dalam nasi yang dikunyah
terdapat glukosa. Jadi, kesimpulan yang dapat
diambil bahwa saliva dapat mengubah amilum
menjadi glukosa.

Biologi Kelas XI

21

3. Pencernaan lemak berlangsung di usus halus.


Lemak yang keluar dari lambung masuk ke dalam
usus sehingga merangsang pengeluaran hormon
kolesistokinin. Hormon kolesistokinin mengakibatkan kantong empedu berkontraksi sehingga
mengeluarkan cairan empedu ke dalam
duodenum. Cairan empedu mengandung garam
empedu yang berfungsi untuk mengemulsikan
lemak. Emulsi lemak merupakan pemecahan
lemak yang berukuran besar menjadi butiran
lemak yang berukuran kecil. Ukuran lemak yang
lebih kecil (trigliserida) yang teremulsi akan
memudahkan hidrolisis lemak oleh lipase yang
dihasilkan dari pankreas. Lipase pankreas akan
menghidrolisis lemak teremulsi menjadi campuran
asam lemak dan monogliserida. Asam lemak dan
monogliserida akan diserap melalui sel-sel
mukosa pada dinding usus halus.
4. Dalam mulut kita terdapat enzim ptialin. Enzim ini
berfungsi untuk mencerna amilum menjadi
maltosa dan glukosa. Nasi yang kita makan
mengandung amilum. Amilum tidak memiliki rasa
(tawar). Setelah dicerna oleh enzim ptialin, amilum
diubah menjadi glukosa yang rasanya manis. Oleh
karena itu, nasi yang kita kulum dalam mulut lamakelamaan akan terasa manis.
5. Kebutuhan minimal protein dalam tubuh adalah
satu gram per kg berat badan. Kekurangan
protein dapat mengakibatkan penyakit kwashiorkor. Penyakit ini banyak diderita anak-anak.
6. Pencernaan karbohidrat dimulai sejak makanan
berada di mulut. Pencernaan tersebut berlangsung secara kimiawi dengan bantuan enzim
ptialin. Enzim ini akan mengubah amilum menjadi
maltosa dan glukosa. Enzim ptialin tetap bekerja
saat makanan masuk ke dalam lambung. Setelah
makanan dicampur menjadi bubur (kim), aktivitas
enzim ptialin akan dihambat oleh asam lambung.
Pencernaan kimiawi selanjutnya terjadi di usus
halus. Dalam usus halus terdapat enzim amilase
yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Proses
selanjutnya yaitu penyerapan oleh ileum.
Karbohidrat diserap oleh pembuluh darah dalam
bentuk glukosa dan diedarkan ke seluruh tubuh.
7. Tidak semua vitamin di dalam tubuh diserap oleh
kapiler darah dalam vili. Hanya vitamin B dan
vitamin C saja yang diserap oleh kapiler darah.
Adapun vitamin A, D, E, dan K diserap melalui
pembuluh kil.
8. Konstipasi (susah buang air besar) merupakan
salah satu kelainan pada proses pencernaan
makanan kita. Hal ini terjadi karena proses
penyerapan makanan berjalan lambat. Akibatnya,

22

Kunci Jawaban dan Pembahasan

air terlalu banyak diserap usus besar sehingga


feses menjadi keras dan kering.
9. Secara sederhana mekanisme pencernaan
makanan pada hewan memamah biak sebagai
berikut.
Setelah melewati mulut dan kerongkongan,
makanan masuk ke dalam lambung. Bagian
lambung tempat makanan masuk pertama kali
yaitu rumen. Rumen berfungsi sebagai gudang
sementara makanan yang telah bercampur
dengan ludah. Setelah itu, makanan masuk ke
retikulum dan mengalami pengadukan serta
pencampuran dengan enzim dan bakteri yang
ada. Pengadukan dan pencampuran ini menghasilkan bolus. Selanjutnya, bolus didorong
kembali ke mulut untuk dikunyah lebih sempurna
dan ditelan masuk dalam omasum. Dalam
omasum, makanan dijadikan lebih halus lagi dan
diteruskan ke abomasum. Dalam abomasum
tersebut, makanan dicerna dengan enzim dan
asam klorida. Selanjutnya, makanan yang telah
halus dari abomasum didorong masuk ke usus
halus. Di usus halus ini sari-sari makanan diserap
dan diedarkan ke seluruh tubuh. Selanjutnya, sisa
makanan keluar melalui anus.
10. Hewan memamah biak memperoleh protein dari
bakteri penghasil enzim selulase. Awalnya bakteri
tersebut hidup di abomasum. Di sini bakteri
menghasilkan enzim selulase. Akan tetapi, bakteri
tidak dapat bertahan hidup di abomasum karena
pH di abomasum sangat rendah. Bakteri yang
mati tersebut kemudian digunakan sebagai
sumber protein bagi hewan pemamah biak.

Bab II

Sistem Pernapasan pada


Manusia dan Hewan

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Udara masuk ke saluran pernapasan manusia
melalui hidung, laring (nomor 1), trakea (nomor
2), bronkus (nomor 3), bronkiolus (nomor 4), dan
alveolus (nomor 5).
2. Jawaban: a
Mukus atau lendir yang terdapat di trakea berfungsi
untuk menangkap debu atau mikroorganisme yang
masuk ke udara pernapasan. Selanjutnya, debu
dan mikroorganisme yang ditangkap mukus
tersebut akan dikeluarkan oleh silia ke arah mulut

dengan cara batuk. Sementara itu, menghangatkan


udara pernapasan, mengatur suhu udara pernapasan, dan menyaring debu dan kotoran yang
masuk bersama udara pernapasan merupakan
fungsi dari selaput lendir dan rambut-rambut yang
terdapat di hidung.
3. Jawaban: a
Trakea tersusun atas cincin-cincin tulang rawan
yang berbentuk huruf C sehingga bagian
belakangnya tidak tersambung. Hal ini untuk
mempertahankan trakea tetap dalam keadaan
terbuka. Sementara itu, trakea dilapisi oleh selaput
lendir yang dihasilkan oleh epitelium bersilia. Siliasilia ini bergerak ke atas ke arah laring sehingga
dengan gerakan ini debu dan butir-butir halus
lainnya yang ikut masuk saat bernapas dapat
dikeluarkan. Bagian yang menutupi laring saat
menelan makanan yaitu epiglotis. Pertukaran gas
terjadi di dalam alveolus. Suhu udara pernapasan
diatur di rongga hidung.
4. Jawaban: a
Pada gambar A, otot antartulang rusuk berkontraksi, tulang rusuk terangkat, dan volume
rongga dada ber tambah besar. Hal ini
mengakibatkan tekanan udara rongga dada
menjadi lebih kecil sehingga udara masuk ke
dalam paru-paru (inspirasi). Sementara itu, pada
gambar B otot antartulang rusuk berelaksasi
sehingga volume rongga dada mengecil. Hal ini
mengakibatkan tekanan udara rongga dada
menjadi lebih besar sehingga udara dalam rongga
dada keluar (ekspirasi).
5. Jawaban: c
Medula oblongata mengandung sel-sel yang
sangat peka terhadap konsentrasi karbon
dioksida dalam darah. Apabila kandungan karbon
dioksida naik di atas batas normal, medula
oblongata akan merespons kondisi seperti ini.
Medula oblongata menanggapinya dengan
meningkatkan banyaknya dan laju impuls saraf
yang mengontrol aksi otot interkostal dan
diafragma. Akibatnya terjadi peningkatan
pertukaran udara dalam paru-paru. Peningkatan
pertukaran udara dalam paru-paru ini akan
mengembalikan konsentrasi karbon dioksida
dalam alveolus dan darah ke konsentrasi normal
kembali.
6. Jawaban: c
Keterangan gambar :
X : kapiler darah dekat alveolus
Y : alveolus
Z : kapiler darah dekat ujung arteriola
Darah yang terdapat di kapiler darah dekat ujung
arteriola berasal dari jantung (bilik kanan)

merupakan darah yang mengandung banyak


karbon dioksida tetapi mengandung sedikit
oksigen. Sementara itu, di alveolus terdapat
kandungan oksigen dalam konsentrasi yang
tinggi. Oksigen ini akan berdifusi ke kapiler darah
dekat alveolus. Oleh karena itu, kapiler darah yang
berada di dekat alveolus mengandung oksigen
dalam konsentrasi tinggi.
7. Jawaban: c
Bagian yang ditunjuk oleh huruf P adalah tulang
dada, bagian yang ditunjuk oleh huruf Q adalah
otot interkostal, bagian yang ditunjuk oleh huruf
R adalah tulang belakang, dan bagian yang
ditunjuk oleh huruf S adalag tulang rusuk. Bagian
depan tulang rusuk menempel pada tulang dada
dan bagian belakangnya menempel pada tulang
belakang. Di antara tulang rusuk terdapat otot
interkostal.
8. Jawaban: b
Pernapasan atau pertukaran gas pada manusia
berlangsung melalui dua tahap yaitu pernapasan
dalam (internal) dan pernapasan luar (eksternal).
Pernapasan luar merupakan pertukaran gas (O2
dan CO2) yang terjadi antara udara dengan darah.
Pernapasan dalam merupakan pertukaran gas
(O2 dan CO2) di dalam sel-sel tubuh.
9. Jawaban: d
Pada fase inspirasi pernapasan diafragma,
masuknya udara ke paru-paru disebabkan oleh otot
diafragma berkontraksi, rongga dada dan paru-paru
mengembang, dan tekanan udara dalam paruparu turun.
10. Jawaban: d
Gas CO merupakan hasil pembakaran tidak
sempurna dari mesin mobil atau mesin bakar lainnya. Gas CO dalam aliran darah akan berikatan
dengan Hb membentuk senyawa karboksi hemoglobin (COHb). Jika kadar CO dalam darah besar,
Hb tidak dapat mengikat oksigen. Hal ini dikarenakan sifat Hb yang lebih mudah berikatan dengan
CO dibandingkan dengan O2. Akibatnya, tubuh
akan kekurangan oksigen sehingga dapat mengakibatkan kematian.
11. Jawaban: e
Keterangan grafik
A = volume cadangan inspirasi
B = volume cadangan ekspirasi
C = volume tidal
D = volume sisa
E = kapasitas vital
12. Jawaban: e
Volume total paru-paru adalah yaitu volume udara
yang dapat ditampung paru-paru semaksimal
Biologi Kelas XI

23

mungkin. Seorang atlet renang biasanya memiliki


volume paru-paru yang lebih besar. Semakin
besar volume paru-paru maka semakin besar pula
volume udara yang dapat ditampung di dalam
paru-paru. Oleh karena itu, seorang atlet renang
dapat bertahan cukup lama di dalam air karena
persediaan oksigen di paru-parunya cukup
banyak. Sementara itu, volume tidal adalah
volume udara pernapasan biasa yang besarnya
kurang lebih 500 cc. Volume udara residu adalah
volume udara yang masih tersisa di paru-paru
setelah ekspirasi maksimal, besarnya kurang lebih
1.000 cc. kapasitas vital paru-paru adalah volume
udara yang dapat dikeluarkan semaksimal
mungkin setelah melakukan inspirasi maksimal,
besarnya kurang lebih 3.500 cc. Volume cadangan
inspirasi adalah udara yang masih dapat
dimasukkan secara maksimal setelah inspirasi
biasa, besarnya kurang lebih 1.500 cc.
13. Jawaban: c
Otot yang berperan aktif dalam pernapasan dada
yaitu otot antartulang rusuk (interkostal).
Sementara itu, otot diafragma dan otot dinding
rongga perut berperan aktif dalam pernapasan
perut. Otot jantung dan otot dinding paru-paru tidak
berperan dalam pernapasan dada maupun
pernapasan perut.
14. Jawaban: d
a. Asfiksi
b.
c.
d.

e.

: gangguan
pengangkutan
oksigen ke jaringan.
Polip
: pembengkakan kelenjar limfa
di hidung.
Bronkitis : peradangan bronkus.
Asma
: gangguan pada rongga saluran
pernapasan yang diakibatkan
oleh berkontraksinya otot polos
pada trakea.
Emfisema : ketidaknormalan susunan dan
fungsi alveolus.

15. Jawaban: b
Pada tuberkulosis, bakteri mengakibatkan reaksi
jaringan yang aneh dalam paru-paru. Daerah yang
terinfeksi akan diserang oleh makrofag, sehingga
daerah tersebut rusak dan akan dikelilingi jaringan
fibrotik untuk membentuk tonjolan yang disebut
tuberkel. Pada stadium lanjut akan mengakibatkan
daerah fibrotik di seluruh paru-paru sehingga
mengurangi jumlah jaringan paru-paru fungsional.
Keadaan ini mengakibatkan hal-hal berikut.
1) Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan
yang berfungsi untuk pertukaran udara paruparu.
2) Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas
pernapasan.

24

Kunci Jawaban dan Pembahasan

3)

Mengurangi luas permukaan membran pernapasan yang akan meningkatkan ketebalan


membran pernapasan sehingga menimbulkan
penurunan kapasitas difusi paru-paru.

B. Uraian
1. a.
b.

Alveolus.
Alveolus berfungsi sebagai tempat pertukaran
gas CO 2 dan O 2 . Alveolus merupakan
gelembung-gelembung udara yang bentuknya
berupa kantong-kantong kecil seperti buah
anggur. Bentuk alveolus yang berupa
kantong-kantong kecil mengakibatkan
permukaannya semakin luas. Selain itu,
dinding alveolus sangat tipis namun elastis
dan mengandung kapiler-kapiler darah.
Struktur yang demikian memungkinkan gas
O2 dan CO2 berdifusi melewati membran
alveolus.

2. Tidak semua CO2 yang diangkut darah melalui


paru-paru dibebaskan ke udara. Darah yang
melewati paru-paru hanya membebaskan 10%
CO2. Sisanya sebesar 90% tetap bertahan di
dalam darah dalam bentuk ion-ion bikarbonat. Ionion bikarbonat berperan dalam menjaga stabilitas
pH darah. Apabila terjadi gangguan pengangkutan
CO2 dalam darah, kadar asam karbonat (H2CO3)
akan meningkat sehingga mengakibatkan
turunnya kadar alkali darah. Hal ini akan
mengakibatkan gangguan yang disebut asidosis.
3. Pernapasan terdiri dari dua fase, yaitu inspirasi
dan ekspirasi. Inspirasi adalah tahap saat kita
menghirup napas sehingga udara masuk ke
dalam paru-paru. Adapun ekspirasi adalah tahap
saat kita mengembuskan napas dan udara keluar
dari paru-paru. Fase inspirasi dan ekspirasi terjadi
secara bergantian. Inspirasi dan ekspirasi terjadi
karena kontraksi dan relaksasi dari otot
antartulang rusuk atau kontraksi dan relaksasi otot
diafragma.
4. Inspirasi pernapasan dada terjadi karena
kontraksi otot antartulang rusuk sehingga tulang
rusuk terangkat. Akibatnya rongga dada
membesar dan paru-paru mengembang. Paruparu mengembang mengakibatkan tekanan
udaranya lebih rendah sehingga udara mengalir
masuk ke paru-paru. Saat otot antartulang rusuk
berelaksasi, tulang rusuk turun sehingga rongga
dada menyempit. Akibatnya, paru-paru mengecil
sehingga tekanan udara dalam paru-paru lebih
besar dan udara mengalir keluar paru-paru.

5. Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan,


berjumlah sepasang, yang satu menuju paru-paru
kanan dan yang satu lagi menuju paru-paru kiri.
Bronkus yang ke arah kiri lebih panjang dan
sempit serta kedudukannya lebih mendatar
daripada bronkus yang ke arah kanan. Oleh
karena kedudukan bronkus tersebut, paru-paru
kanan lebih mudah terserang penyakit daripada
paru-paru kiri.
6. Posisi tubuh akan memengaruhi banyaknya otot
yang bekerja. Misal, saat Andi berdiri otot-ototnya
akan berkontraksi sehingga oksigen yang dibutuhkan lebih banyak. Oleh karena itu, frekuensi pernapasannya meningkat untuk memenuhi kebutuhan
oksigen tersebut. Jadi, frekuensi pernapasan saat
berdiri lebih banyak daripada saat duduk.
7. Kapasitas paru-paru terdiri atas volume tidal,
volume udara komplementer, volume udara suplementer, dan volume residu. Volume tidal adalah
volume udara yang masuk dan keluar paru-paru
pada respirasi normal, besarnya 500 cc. Volume
komplementer adalah volume udara yang masih
dapat dimasukkan secara maksimum setelah
inspirasi normal. Volume suplementer adalah
volume udara yang masih dapat dikeluarkan
secara maksimum setelah ekspirasi normal.
Adapun volume residu adalah volume udara yang
masih tetap berada dalam paru-paru setelah
melakukan ekspirasi maksimum.
8. Dalam sistem pernapasan, udara pernapasan
masuk ke paru-paru. Dalam alveolus terjadi
pertukaran gas oksigen dan gas karbon dioksida.
Oksigen dalam alveolus kemudian berdifusi ke
kapiler darah. Oksigen dalam kapiler darah
tersebut akan dibawa ke pembuluh-pembuluh
darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Oksigen
diedarkan oleh darah dengan cara diikat oleh
eritrosit. Oksigen dapat terikat pada eritrosit
karena adanya hemoglobin yang akan berikatan
dengan oksigen menjadi oksihemoglobin.
9. Pernapasan secara sadar terjadi jika kita melakukan pengaturan-pengaturan saat bernapas, misal
pada saat latihan dengan cara menarik napas
panjang kemudian menahannya beberapa saat
lalu mengembuskannya. Pernapasan secara tidak
sadar yaitu pernapasan yang dilakukan secara
otomatis dan dikendalikan oleh saraf di otak, misal
pernapasan yang terjadi pada saat kita tidur
nyenyak.
10. Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui proses
inspirasi dari rongga hidung sampai alveolus. Di
alveolus oksigen mengalami difusi ke kapiler arteri
pori-pori. Oksigen di kapiler arteri diikat oleh

eritrosit yang mengandung hemoglobin sampai


jenuh. Setelah itu, hemoglobin akan mengangkut
oksigen ke jaringan tubuh yang kemudian akan
berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan
dalam proses respirasi. Proses respirasi
merupakan proses perombakan bahan makanan
menggunakan oksigen sehingga diperoleh energi
dan gas sisa pembakaran berupa karbon dioksida.
Karbon dioksida ini akan dikeluarkan dari tubuh
melalui proses ekspirasi.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Insecta bernapas menggunakan sistem trakea.
Sistem trakea pada Insecta terdiri dari spirakel,
pembuluh trakea, dan trakeolus. Udara keluar
masuk melalui spirakel yang terletak berpasangan
di setiap segmen tubuh. Oksigen yang masuk
melalui spirakel kemudian menuju pembuluh
trakea. Selanjutnya, pembuluh trakea bercabangcabang lagi menjadi cabang halus (trakeolus)
yang dapat mencapai seluruh jaringan tubuh.
2. Jawaban: e
Mekanisme pernapasan pada katak terjadi karena
kontraksi dan relaksasi dari otot rahang bawah,
otot sternohioideus, dan otot geniohioideus. Katak
tidak memiliki tulang rusuk dan diafragma.
3. Jawaban: b
Pernapasan cacing dilakukan melalui permukaan
tubuhnya (integumen). Oleh karena itu, pernapasan
cacing disebut pernapasan integumenter.
Sementara itu, burung bernapas menggunakan
paru-paru dan kantong udara. Katak bernapas
menggunakan selaput rongga mulut, paru-paru,
dan kulit. Ikan bernapas menggunakan insang.
Serangga bernapas menggunakan sistem trakea.
4. Jawaban: d
Pada beberapa jenis ikan seperti gurami, rongga
insangnya mengalami perluasan. Perluasan
insang yang berlipat-lipat dan tidak beraturan
disebut labirin. Labirin berfungsi sebagai tempat
penyimpanan udara sehingga ikan ini dapat hidup
di air yang kadar oksigennya rendah.
5. Jawaban: c
Katak dewasa bernapas menggunakan selaput
rongga mulut, kulit, dan paru-paru.
Katak bernapas dengan kulit saat berada di air.
Kulit katak sangat tipis dan basah sehingga
memudahkan difusi gas. Selain itu, pada kulit
katak terdapat banyak pembuluh kapiler.
Biologi Kelas XI

25

Sementara itu, pada saat berudu bernapas


menggunakan insang. Kantong udara merupakan
alat pernapasan pada burung. Trakea merupakan
alat pernapasan pada Insecta.
6. Jawaban: d
Saluran udara pada parabronki bercabangcabang, yaitu berupa pembuluh kapiler udara
yang letaknya berdampingan dengan kapilerkepiler darah. Sementara itu, siring merupakan
kantong suara yang melekat pada trakea. Pleura
merupakan selaput paru-paru. Nares merupakan
lubang hidung. Sakus pneumatikus merupakan
kantong-kantong atau pundi-pundi udara.
7. Jawaban: d
Ketika belalang melakukan inspirasi, otot abdominal dalam keadaan relaksasi sehingga spirakel
membuka. Trakea akan mengembang yang
mengakibatkan tekanan udara di trakea menurun
sehingga udara masuk ke trakea. Udara yang
masuk ini akan mengisi kantong-kantong udara.
Selanjutnya, udara akan menuju trakeolus
kemudian ke seluruh tubuh.
8. Jawaban: b
Keterangan gambar:
1
= operkulum (tutup insang)
2
= insang, sebagai alat pernapasan
3 & 4 = sirip, sebagai alat gerak
5
= sisik, sebagai penutup tubuh
9. Jawaban: d
Urutan mekanisme inspirasi pada katak yang
benar adalah 2) 1) 3) 4) 5) 6).
a. Otot rahang bawah mengendur.
b. Otot sternohioideus berkontraksi.
c. Rongga mulut membesar sehingga udara
masuk.
d. Otot geniohioideus berkontraksi.
e. Rongga mulut mengecil sehingga tekanan
meningkat.
f. Celah faring terbuka sehingga udara masuk
ke paru-paru.
10. Jawaban: a
Fungsi kantong udara burung pada waktu terbang
sebagai alat bantu pernapasan. Kantong udara
juga berfungsi untuk memperbesar suara, mengatur
berat jenis tubuh, dan mencegah hilangnya panas
tubuh.
B. Uraian
1. Cacing tanah belum memiliki alat pernapasan
khusus. Oksigen berdifusi ke dalam kapiler darah
yang terdapat pada kulit, melalui permukaan
kulitnya yang lembap.Oksigen akan diikat oleh
hemoglobin yang terkandung dalam darah cacing
26

Kunci Jawaban dan Pembahasan

untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Gas hasil


respirasi, yaitu karbon dioksida dikeluarkan dari
tubuh juga melalui kulitnya.
2. Insang pada ikan terdiri atas bagian-bagian
lengkung insang, rigi-rigi insang, dan lembaranlembaran insang. Lengkung insang dan rigi-rigi
insang berupa tulang rawan, sedangkan lembaran
insang tersusun atas filamen-filamen tipis yang
membentuk lembaran insang dengan bentuk
seperti sisir. Pada ikan, pertukaran gas oksigen
dan karbon dioksida terjadi dalam lembaranlembaran insang. Lembaran-lembaran insang
berwarna merah karena banyak mengandung
pembuluh darah kapiler. Struktur ini penting dalam
proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
3. Larva capung hidup di air sehingga bernapas
menggunakan insang trakea. Insang trakea
berupa insang yang sangat halus dan berfungsi
mengikat oksigen yang terlarut di dalam air dengan
cara difusi. Insang trakea tersebut hanya berfungsi
saat larva, kemudian akan mereduksi dan hilang
setelah serangga tersebut pindah ke darat.
4. Pada saat hinggap, fase inspirasi diawali dengan
gerakan tulang rusuk ke depan sehingga rongga
dada membesar dan paru-paru mengembang.
Udara masuk ke dalam paru-paru. Udara yang
mengandung banyak oksigen tersebut sebagian
masuk ke paru-paru dan sebagian besar masuk
ke kantong udara belakang. Fase ekspirasi terjadi
saat rongga dada mengecil. Paru-paru juga
menyempit sehingga udara dalam kantong udara
akan dikeluarkan melalui paru-paru.
5. Mekanisme pernapasan katak saat menggunakan
paru-paru terdiri atas dua fase yaitu inspirasi dan
ekspirasi. Fase inspirasi adalah fase pengambilan
udara diawali dengan keadaan otot rahang bawah
yang mengendur. Sementara itu, otot sternohioideus berkontraksi sehingga rongga mulut
membesar, kemudian udara masuk ke dalam
rongga mulut melalui koane (celah yang
menghubungkan mulut dengan hidung) menuju
tenggorokan. Setelah itu, otot geniohioideus
berkontraksi sehingga rongga mulut mengecil.
Tekanan di dalam rongga mulut meningkat dan
celah faring terbuka sehingga udara masuk ke
paru-paru. Di dalam paru-paru terjadi pertukaran
gas, yaitu oksigen diikat oleh kapiler dinding paruparu dan karbon dioksida dilepaskan. Sementara
itu, fase ekspirasi diawali dengan kontraksi otot
sternohioideus dan otot perut sehingga rongga
perut mengecil dan paru-paru tertekan. Akibatnya
tekanan di dalam paru-paru meningkat sehingga
udara yang mengandung banyak karbon dioksida
terdorong keluar dan masuk ke dalam rongga

mulut. Selanjutnya, koane membuka sedangkan


celah tekak menutup sehingga otot rahang bawah
dan otot geniohioideus berkontraksi. Akibatnya,
rongga mulut mengecil dan udara yang
mengandung banyak karbon dioksida terdorong
keluar melalui koane.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
Epiglotis selalu dalam keadaan terbuka dan hanya
akan menutup laring jika ada makanan yang
masuk ke kerongkongan. Dengan demikian,
epiglotis berfungsi untuk mencegah makanan
masuk ke dalam tenggorokan (trakea). Sementara
itu, menyaring udara dan menghangatkan udara
merupakan fungsi dari hidung. Mengeluarkan
kotoran yang ikut masuk bersama udara
pernapasan merupakan fungsi dari lapisan silia
yang terdapat di trakea. Tempat pertukaran antara
oksigen dengan karbon dioksida merupakan
fungsi dari alveolus.
2. Jawaban: b
Pada bagian I terjadi pernapasan eksternal (luar).
Pernapasan luar merupakan pertukaran gas (O2
dan CO2) antara udara dengan darah. Selama
pernapasan luar, di dalam paru-paru akan terjadi
pertukaran gas yaitu CO2 meninggalkan darah
dan O2 masuk ke dalam darah melalui difusi.
Selanjutnya, sejenis protein dalam sel darah
merah yang disebut hemoglobin (Hb) mengikat
oksigen menjadi oksihemoglobin (HbO 2 ).
Sementara itu, pada bagian II terjadi pernapasan
internal (dalam). Pernapasan dalam merupakan
pertukaran gas di dalam jaringan tubuh. Pada
pernapasan dalam, darah masuk ke dalam
jaringan tubuh. Oksihemoglobin akan terurai
kembali menjadi hemoglobin dan oksigen.
Selanjutnya, oksigen berdifusi masuk ke dalam
cairan jaringan tubuh.
3. Jawaban: b
Pengangkutan CO 2 di dalam darah dapat
dilakukan dengan tiga cara berikut.
1) Sekitar 60%70% CO 2 diangkut dalam
bentuk ion bikarbonat (HCO3) oleh plasma
darah.
2) Kurang lebih 25% CO2 diikat oleh hemoglobin membentuk karboksihemoglobin atau
karbominohemoglobin.
3) Sekitar 6%10% CO2 diangkut oleh plasma
darah dalam bentuk senyawa asam karbonat.

Sementara itu, hemoglobin merupakan sejenis


protein dalam sel darah merah yang berfungsi
mengikat oksigen dan karbon dioksida. Oksihemoglobin merupakan senyawa antara O2 dan hemoglobin.
4. Jawaban: b
Faring merupakan persimpangan jalan masuk
udara dan makanan. Faring merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan
dengan hidung ke tenggorokan (trakea). Udara
yang masuk melalui rongga hidung akan melewati
faring sebelum masuk ke trakea. Sementara itu,
laring adalah pangkal tenggorokan atau kotak
suara. Eustachius merupakan saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Bronkus
merupakan cabang batang tenggorokan. Epiglotis
merupakan katup pangkal tenggorokan.
5. Jawaban: a
Pernapasan eksternal (luar) merupakan pertukaran gas yang terjadi antara darah dan udara. Selama
pernapasan luar, di dalam paru-paru terjadi
pertukaran gas yaitu CO2 meninggalkan darah dan
O2 masuk ke dalam darah secara difusi. Sementara
itu, pernapasan internal (dalam) merupakan
pertukaran gas di dalam jaringan tubuh. Pada
pernapasan dalam, darah yang mengandung
banyak oksigen masuk ke dalam jaringan tubuh.
6. Jawaban: d
Pada pernapasan dada jika otot antartulang rusuk
berkontraksi, tulang-tulang rusuk terangkat sehingga
volume rongga dada membesar. Kondisi ini
mengakibatkan tekanan dalam rongga dada lebih
kecil daripada tekanan udara di luar tubuh. Oleh
karena itu, udara di luar yang bertekanan lebih besar
masuk ke dalam paru-paru. Sementara itu, saat otot
antartulang rusuk berelaksasi, tulang-tulang rusuk
kembali ke posisi semula sehingga volume rongga
dada mengecil. Hal ini mengakibatkan udara dalam
rongga dada keluar dari paru-paru.
7. Jawaban: d
Pada pernapasan internal, hemoglobin akan
mengangkut oksigen ke jaringan tubuh yang
kemudian akan berdifusi ke dalam sel-sel tubuh
untuk digunakan dalam proses respirasi. Proses
difusi oksigen ini terjadi karena tekanan parsial
oksigen di dalam kapiler tidak sama dengan
tekanan parsial oksigen di sel-sel tubuh. Tekanan
parsial oksigen di kapiler darah lebih tinggi
daripada tekanan parsial oksigen di dalam selsel tubuh. Di dalam sel-sel tubuh atau jaringan,
oksigen digunakan untuk proses respirasi.
Semakin banyak oksigen yang digunakan oleh
sel-sel tubuh, semakin banyak karbon dioksida
yang terbentuk dari proses respirasi. Hal tersebut
Biologi Kelas XI

27

mengakibatkan tekanan parsial karbon dioksida


atau (PCO2) dalam sel-sel tubuh lebih tinggi
dibandingkan PCO2 dalam jaringan kapiler darah.
8. Jawaban: d
Keterangan gambar:
1 = Volume cadangan inspirasi, yaitu volume
udara yang masih dapat dimasukkan secara
maksimal setelah inspirasi biasa.
2 = Volume tidal, yaitu volume udara pernapasan
biasa.
3 = Volume cadangan ekspirasi, yaitu volume
udara yang masih dapat dikeluarkan secara
maksimal setelah ekspirasi biasa.
4 = Volume residu, yaitu volume udara yang
masih tersisa di dalam paru-paru setelah
ekspirasi maksimal.
5 = Volume total paru-paru, yaitu volume udara
yang dapat ditampung paru-paru semaksimal
mungkin.
9. Jawaban: b
Ekspirasi pada pernapasan dada terjadi jika otot
antartulang rusuk berelaksasi sehingga volume
rongga dada mengecil. Akibatnya, tekanan dalam
rongga dada membesar sehingga udara dalam
rongga dada keluar. Sementara itu, jika otot
diafragma berelaksasi akan mengakibatkan
ekspirasi pada pernapasan perut. Posisi diafragma
yang mendatar mengakibatkan inspirasi pada
pernapasan perut. Tulang rusuk yang terangkat
mengakibatkan inspirasi pada pernapasan dada.
10. Jawaban: e
Diafragma dan otot interkostal dapat berkontraksi
dan berelaksasi. Kontraksi dan relaksasi pada
diafragma dan otot interkostal ini terjadi karena
ada impuls saraf yang dihantarkan oleh saraf
motorik. Impuls saraf ini berasal dari sistem saraf
pusat (otak atau sumsum tulang belakang) yang
memerintahkan diafragma dan otot interkostal
untuk berelaksasi atau berkontraksi. Sementara
itu, bronkiolus dan alveolus tidak menerima impuls
saraf.
11. Jawaban: b
Bagian P merupakan pembuluh kapiler vena yang
mengangkut karbon dioksida hasil respirasi di selsel tubuh. Oleh karena itu, tekanan parsial karbon
dioksida tinggi sehingga karbon dioksida dapat
berdifusi ke dalam alveolus untuk dikeluarkan dari
dalam tubuh. Sementara itu, bagian Q merupakan
pembuluh kapiler arteri yang mengangkut oksigen
menuju ke dalam sel-sel tubuh. Oleh karena itu,
tekanan parsial oksigen di dalam pembuluh
kapiler arteri tinggi sehingga oksigen dapat
berdifusi ke dalam sel-sel tubuh.

28

Kunci Jawaban dan Pembahasan

12. Jawaban: c
Jika konsentrasi oksigen di dalam alveolus tinggi
dan konsentrasi oksigen dalam darah rendah
maka akan mengakibatkan gradien difusi yang
cukup besar. Aliran darah yang cepat juga
membantu oksigen keluar dari alveolus sehingga
kecepatan difusi oksigen dari alveolus ke kapiler
darah berjalan maksimum.
13. Jawaban: b
Proses pernapasan akan terus berlangsung
dengan baik jika oksigen selalu tersedia pada saat
inspirasi. Di dalam alveolus akan terjadi
pertukaran oksigen dengan karbon dioksida.
Sementara itu, uap air merupakan hasil oksidasi
zat makanan yang dikeluarkan bersama karbon
dioksida pada saat ekspirasi.
14. Jawaban: d
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut dapat
disimpulkan bahwa frekuensi pernapasan
dipengaruhi oleh faktor usia. Bertambahnya umur
seseorang mengakibatkan frekuensi pernapasan
menjadi semakin lambat. Pada usia lanjut, energi
yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan pada
saat usia pertumbuhan, sehingga oksigen yang
dibutuhkan relatif lebih sedikit.
15. Jawaban: c
Pada proses inspirasi pernapasan dada, otot
antartulang rusuk luar berkontraksi maka tulangtulang rusuk terangkat sehingga volume rongga
dada membesar. Hal ini mengakibatkan tekanan
dalam rongga dada lebih kecil daripada tekanan
udara di luar. Akibatnya, udara di luar yang
mempunyai tekanan lebih besar masuk ke paruparu. Sementara itu, pada proses inspirasi pada
pernapasan perut, otot diafragma berkontraksi
maka posisi diafragma akan mendatar. Hal ini
mengakibatkan volume rongga dada membesar
sehingga tekanan udara di dalamnya mengecil.
Akibatnya udara masuk ke dalam paru-paru.
16. Jawaban: e
Perhatikan daerah tanpa arsiran yang berada di
bawah garis tebal! Dalam daerah tersebut
terdapat 19 kotak. Setiap kotak mewakili 0,5 liter.
Jadi kekurangan volume oksigen atlet tersebut
yaitu = 19 0,5 liter = 9,5 liter.
17. Jawaban: c
Volume total paru-paru yaitu volume udara yang
dapat ditampung paru-paru semaksimal mungkin.
Volume total paru-paru adalah jumlah dari volume
sisa dan kapasitas vital. Jadi, volume total paruparu Angga yaitu 1.000 ml + 3.500 ml = 4.500 ml.

18. Jawaban: b
Pipa pada tabung Y menyentuh air kapur sedangkan pipa pada tabung X tidak menyentuh air kapur.
Udara ekspirasi yang mengandung karbon
dioksida langsung menuju air kapur pada tabung
Y. Akibatnya, air kapur dalam tabung Y menjadi
keruh karena bereaksi dengan karbon dioksida.
Sementara itu, karbon dioksida yang masuk ke
tabung X tidak langsung bereaksi dengan air
kapur sehingga air kapur tersebut tetap jernih. Air
dalam tabung Y tidak mengalir ke tabung X karena
tidak ada tekanan air kapur dalam tabung Y. Air
dalam tabung X tidak mengalir keluar karena
udara menekan air kapur.
19. Jawaban: b
Pneumonia adalah radang paru-paru yang
disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae.
TBC merupakan penyakit yang dapat menyerang
paru-paru dan disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis. Dipteri merupakan penyakit infeksi
yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium
diptherial yang dapat menimbulkan penyumbatan
pada rongga faring maupun laring. Sementara itu,
asfiksi adalah kelainan atau gangguan dalam
pengangkutan oksigen ke jaringan atau gangguan
penggunaaan oksigen oleh jaringan. Hipoksia
adalah kekurangan oksigen di dalam jaringan.
20. Jawaban: d
Jumlah hemoglobin deoksigenisasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit, terutama
dalam kapiler darah dapat mengakibatkan
penyakit sianosis. Kekurangan oksigen di dalam
jaringan dapat mengakibatkan penyakit hipoksia.
Infeksi bakteri Corynebacterium diptherial dapat
mengakibatkan penyakit dipteri. Gangguan dalam
pengangkutan oksigen ke jaringan dapat mengakibatkan penyakit asfiksi.
21. Jawaban: e
Pada percobaan tersebut, temperatur udara
dalam pipa meningkat saat asap rokok masuk ke
pipa U. Kapas yang berada di pipa berubah warna
menjadi kuning atau cokelat karena tar yang
berada di dalam asap rokok menumpuk di kapas.
Hal ini menunjukkan bahwa tar dapat menumpuk
di lapisan epitelium alveolus. Selain itu, kapas
tersebut juga mengeluarkan bau nikotin yang
menyengat. Indikator universal (larutan brom timol
biru) berubah warna menjadi kuning karena
adanya nitrogen oksida dalam asap rokok yang
bersifat asam.

22. Jawaban: a
Pada pernapasan eksternal, sejenis protein dalam
sel darah merah yang disebut hemoglobin
mengikaT oksigen menjadi oksihemoglobin. Pada
pernapasan internal, oksihemoglobin akan terurai
kembali menjadi oksigen dan hemoglobin.
Selanjutnya, oksigen berdifusi masuk ke dalam
sel-sel tubuh. Hal ini membuktikan bahwa
oksihemoglobin dapat mudah terurai menjadi
unsur-unsurnya yang berupa hemoglobin dan
oksigen.
23. Jawaban: b
Nomor 1 menunjukkan otot antartulang rusuk
bagian luar, nomor 2 menunjukkan otot diafragma,
dan nomor 3 menunjukkan rongga dada. Saat
terjadi inspirasi, otot antartulang rusuk bagian luar
dan otot diafragma berkontraksi. Berkontraksinya
otot antartulang rusuk bagian luar mengakibatkan
tulang rusuk terangkat sehingga rongga dada
membesar. Berkontraksinya otot diafragma
mengakibatkan diafragma mendatar sehingga
rongga dada membesar. Membesarnya rongga
dada mengakibatkan tekanan udara di dalamnya
mengecil sehingga udara masuk ke paru-paru.
24. Jawaban: c
Katak dewasa bernapas dengan paru-paru dan
kulit. Paru-paru pada katak berupa dua kantong
berdinding tipis yang mengandung banyak kapiler
darah sehingga memudahkan gas untuk berdifusi,
Kulit katak sangat tipis, basah, dan mengandung
banyak pembuluh kapiler sehingga memudahkan
terjadinya difusi gas.
25. Jawaban: e
Pertukaran udara pernapasan ikan terjadi pada
insang (nomor 5). Ketika mulut (nomor 1)
membuka, terjadi aliran air ke dalam rongga mulut
(nomor 3). Setelah air masuk ke dalam rongga
mulut, katup mulut (nomor 2) menutup diikuti
membukanya celah insang. Air dalam mulut
mengalir melalui celah-celah insang dan
menyentuh lembaran-lembaran insang. Pada
tempat inilah terjadi per tukaran udara
pernapasan. Sementara itu, operkulum (nomor 4)
merupakan penutup insang.
26. Jawaban: c
Pada serangga, pertukaran gas dari jaringan
dengan udara di lingkungan dilakukan dengan
menggunakan trakea sehingga disebut sistem
pembuluh trakea. Dengan mekanisme pernapasan
seperti itu, maka baik oksigen maupun karbon
dioksida tidak diedarkan melalui darah tetapi
diedarkan melalui pembuluh trakea. Pembuluh
darah serangga hanya berfungsi mengangkut
sari-sari makanan dan hormon.
Biologi Kelas XI

29

27. Jawaban: b
Pada proses ekspirasi Reptilia, CO2 dari jaringan
tubuh diangkut darah menuju jantung untuk
dikeluarkan melalui paru-paru bronkiolus
trakea anak tekak rongga mulut rongga
hidung.
28. Jawaban: a
Pneumonia adalah peradangan paru-paru karena
alveolus terisi cairan atau eritrosit yang berlebihan.
29. Jawaban: a
Pada trakea terdapat kantong suara atau siring
yang melekat pada dinding trakea. Siring memiliki
selaput yang akan bergetar dan menghasilkan
bunyi jika ada udara yang melalui trakea.
Sementara itu, parabronki merupakan pembuluhpembuluh udara yang terdapat di paru-paru burung.
Kantong udara merupakan alat pernapasan burung
pada saat terbang. Pleura merupakan selaput
pembungkus paru-paru. Nares merupakan lubang
hidung yang berhubungan dengan trakea, bronkus,
dan paru-paru.
30. Jawaban: b
Sistem pernapasan pada serangga dilakukan
dengan menggunakan trakea sehingga disebut
sistem pembuluh trakea. Siatem pernapasan ini
terdiri dari suatu sistem tabung udara (trakea)
yang bercabang-cabang (trakeola) dan setiap
cabang akan bercabang lagi sehingga dapat
menjangkau semua bagian tubuh. Saluran
percabangan yang paling ujung akan tenggelam
ke dalam membran sel pada sel-sel tubuh.
Sementara itu, stigma atau spirakel merupakan
lubang tempat masuknya udara. Beberapa jenis
serangga memiliki kantong udara untuk
menyimpan udara.
B. Uraian
1. Oksigen sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk
membantu proses perombakan bahan makanan
dalam tubuh. Dari proses perombakan makanan
tersebut akan dihasilkan energi dan gas sisa
pembakaran berupa karbon dioksida (CO 2).
Energi ini akan digunakan manusia untuk
beraktivitas.
2. a.

30

P : ar teri pulmonari yang berfungsi


mengangkut darah yang mengandung
banyak karbon dioksida.
Q : vena pulmonari yang berfungsi mengangkut darah yang mengandung
banyak oksigen.

Kunci Jawaban dan Pembahasan

b.

Sel epitelium di
alveolus
O2 CO2
Kapiler darah

Sel darah merah

c.

Tekanan parsial oksigen di dalam alveolus


lebih tinggi daripada tekanan parsial oksigen
di dalam pembuluh kapiler darah. Akibatnya,
oksigen akan berdifusi dari alveolus ke dalam
pembuluh kapiler darah. Sementara itu,
tekanan parsial karbon dioksida di dalam
pembuluh kapiler darah lebih tinggi daripada
tekanan parsial karbon dioksida di dalam
alveolus. Akibatnya, karbon dioksida akan
berdifusi dari pembuluh kapiler darah ke
alveolus dan akan dikeluarkan ke atmosfer
melalui hidung.

3. Pernapasan perut terjadi karena kontraksi dan


relaksasi otot diafragma. Saat otot diafragma
berkontraksi, diafragma menjadi datar sehingga
rongga dada melebar dan paru-paru mengembang.
Tekanan udara dalam paru-paru turun sehingga
udara mengalir masuk ke paru-paru. Fase
ekspirasi terjadi saat otot diafragma berelaksasi,
diafragma melengkung sehingga rongga dada
dan paru-paru menyempit. Akibatnya, tekanan
udara dalam paru-paru naik sehingga udara
mengalir keluar paru-paru.
4. Selama berolahraga otot membutuhkan lebih
banyak pasokan oksigen dan menghasilkan lebih
banyak karbon dioksida. Oleh karena itu, jantung
memompa darah lebih cepat untuk memenuhi
kebutuhan oksigen otot tersebut. Kondisi inilah
yang mengakibatkan frekuensi pernapasan dan
denyut nadi orang yang berol ahraga lebih cepat
daripada ketika beristirahat.
5. a.

Emfisema merupakan gangguan saluran


pernapasan yang mengakibatkan kesukaran
ketika melakukan ekspirasi. Akibatnya,
volume udara yang berada di paru-paru akan
semakin meningkat. Jadi, komponen udara
respirasi yang mengalami peningkatan yaitu
volume residu (B) dan volume total paru-paru
(E). Volume residu adalah volume udara yang
masih tersisa di dalam paru-paru setelah
ekspirasi maksimal. Volume total paru-paru
adalah volume udara yang dapat ditampung
paru-paru semaksimal mungkin. Sementara
itu, bagian yang ditunjuk oleh huruf A adalah
volume tidal. Volume tidal adalah volume

udara pernapasan biasa yang besarnya


kurang lebih 500ml. Bagian yang ditunjuk
oleh huruf C adalah kapasitas vital.
Kapasitas vital adalah volume udara yang
dapat dikeluarkan semaksimal mungkin
setelah melakukan inspirasi maksimal yang
besarnya kurang lebih 3.500 ml. Bagian yang
ditunjuk oleh huruf D adalah volume cadangan
ekspirasi. Volume cadangan ekspirasi adalah
udara yang masih dapat dikeluarkan secara
maksimal setelah ekspirasi biasa, besarnya
kurang lebih 1.500 ml.
b. Udara yang tetap tertinggal di dalam paruparu saat bernapas normal disebut udara
sisa atau residu. Volume udara sisa
ditunjukkan oleh huruf B.
6. Kapasitas vital adalah volume udara maksimum
yang dapat dikeluarkan dari paru-paru setelah
melakukan inspirasi maksimum. Besar kapasitas
vital paru-paru kira-kira 3.500 cc. Jadi setelah kita
menarik napas sekuat-kuatnya kemudian
mengembuskan nafas sekuat-kuatnya, volume
udara yang kita embuskan kira-kira 3.500 cc.
Adapun kapasitas total paru-paru adalah volume
udara dalam paru-paru setelah kita melakukan
inspirasi maksimum, besarnya kira-kira 4.500 cc.
7. Stigma atau spirakel adalah lubang-lubang
pernapasan pada sistem pernapasan serangga.
Spirakel terdapat pada segmen-segmen
abdomen serangga. Spirakel berfungsi sebagai
tempat masuk dan keluarnya udara pernapasan.
Sistem pernapasan serangga disebut sistem
trakea. Oksigen masuk ke sistem trakea melalui
spirakel. Karbon dioksida hasil pernapasan
diangkut melalui sistem trakea dan dikeluarkan
melalui spirakel. Oleh karena itu, oksigen dan
karbon dioksida tidak perlu diangkut melalui
pembuluh darah.
8. Inspirasi: Pada waktu sayap diangkat ke atas,
kantong udara di ketiak mengembang.
Sementara itu, kantong udara di
tulang korakoid terjepit sehingga
oksigen masuk ke paru-paru.
Ekspirasi: Pada waktu sayap diturunkan, kantong
udara di ketiak terjepit. Sementara itu,
kantong udara di tulang korakoid
mengembang sehingga udara dikeluarkan dari paru-paru.

9.
Volume Udara
Pernapasan
di Paru-Paru

Tekanan Udara
di dalam ParuParu

Berkontraksi
sehingga
tulang-tulang
rusuk terangkat
ke atas

Membesar

Mengecil

Berelaksasi
sehingga
tulang-tulang
rusuk kembali
ke posisi semula (turun)

Mengecil

Membesar

Keadaan
Diafragma

Keadaan
Tulang Rusuk

Inspirasi

Berkontraksi sehingga posisinya


mendatar

Ekspirasi

Berelaksasi sehingga posisinya


melengkung ke
atas

Proses

10. a.
b.

P : alveolus
Q : insang
P:

Q:
Kapiler
darah

Kapiler
darah

c.

d.

Pada struktur P dan Q terdapat banyak


pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler
sehingga mempermudah difusi gas oksigen
dan karbon dioksida.
Kecepatan menyuplai oksigen ke sel-sel
tubuh manusia lebih cepat karena manusia
memiliki struktur seperti diafragma dan otototot interkostal yang membantu dalam proses
pernapasan. Selain itu, jantung manusia
terdiri atas otot yang sangat efisien untuk
memompa darah sehingga dapat
mengedarkan oksigen ke sel-sel tubuh. Luas
permukaan alveolus (kantong udara) di
dalam paru-paru lebih besar daripada luas
permukaan insang ikan. Jadi, insang pada
ikan kurang efisien untuk pertukaran gas jika
ukuran tubuh ikan sangat besar.

Bab III

Sistem Ekskresi pada


Manusia dan Hewan

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Buang air besar merupakan aktivitas defekasi
yaitu pembuangan sisa-sisa pencernaan.
Meludah merupakan membuang air liur dan bukan
merupakan proses ekskresi.

Biologi Kelas XI

31

2.

Jawaban: c
Alat ekskresi manusia meliputi organ-organ
berikut.
1) Ginjal mengekskresikan urine.
2) Paru-paru mengekskresikan karbon dioksida
dan uap air.
3) Kulit mengekskresikan keringat.
4) Hati mengekskresikan empedu.
Sementara itu, jantung merupakan alat peredaran
darah.

9. Jawaban: e
Urea merupakan komponen hasil deaminasi
asam amino oleh hati. Urea ini difiltrasi oleh ginjal.
Setelah berbentuk urine yang sesungguhnya, urine
ini sebelum dikeluarkan disimpan sementara di
kandung kemih.

3. Jawaban: e
Fungsi ginjal sebagai berikut.
1) Mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme
yang mengandung nitrogen.
2) Mengatur konsentrasi garam dalam darah
dan keseimbangan asam basa.
3) Mengatur keseimbangan kadar air, yaitu
dengan mempertahankan tekanan osmosis
cairan ekstraseluler.

10. Jawaban: b
Hati berfungsi dalam sistem ekskresi dengan
menghasilkan empedu secara terus-menerus.
Empedu berasal dari penghancuran hemoglobin
yang telah tua. Hemoglobin ini akan diuraikan
menjadi hemin, zat besi, dan globin. Sementara
itu, mampu mengubah glukosa menjadi glikogen
merupakan fungsi hati dalam menyimpan energi.
Mendetoksifikasi racun merupakan fungsi hati
dalam detoksifikasi. Menghasilkan hormon
glukagon merupakan fungsi hati dalam penghasil
zat kimia tubuh. Merombak protein menjadi
amonia dan urea merupakan fungsi dari ginjal.

4. Jawaban: c
Glukosa dan asam amino masih terkandung
dalam urine primer (X). Namun, kedua zat tersebut
jika masih terkandung dalam urine sekunder (Y)
menunjukkan terdapat gangguan/kelainan. Jika
dalam urine sekunder terkandung glukosa
menunjukkan bahwa orang tersebut menderita
diabetes, jika dalam urine sekunder terkandung
asam amino, menunjukkan bahwa telah terjadi
kerusakan atau gangguan pada glomerulus.

11. Jawaban: b
Asam amino oleh sel-sel hati akan dirombak
menjadi senyawa yang mengandung N dan
senyawa yang tidak mengandung N. Senyawa
yang tidak mengandung N akan digunakan
sebagai sumber energi atau digunakan untuk
sintesis karbohidrat dan lemak. Adapun senyawa
yang mengandung N akan diubah menjadi
senyawa yang tidak berbahaya dan dikeluarkan
dalam bentuk urea.

5. Jawaban: d
Apabila hormon antidiuretika menurun, reabsorpsi
air akan dihambat. Hal ini mengakibatkan volume
urine yang diekskresikan akan meningkat.

12. Jawaban: c
Penyakit kuning merupakan gejala awal yang
menunjukkan adanya gangguan pada hati,
penyumbatan saluran empedu, atau adanya
gangguan pada metabolisme bilirubin.

6. Jawaban: c
Setelah darah mengalami proses filtrasi di
glomerulus, dihasilkan urine primer (X). Dalam
urine ini kandungan glukosanya masih tinggi namun
tidak mengandung protein dan sel darah merah.
7. Jawaban: a
Pada proses filtrasi di glomerulus, zat yang
disaring yaitu sel-sel darah, trombosit, dan
sebagian besar protein, sedangkan zat-zat lain
masih terkandung dalam filtrat glomerulus. Zatzat yang masih terkandung dalam filtrat glomerulus (urine primer) adalah zat gula, garam, dan
asam amino.
8. Jawaban: d
Pada tahap augmentasi, berlangsung proses
penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh
tubuh ke dalam tubulus kontortus distal. Zat-zat
yang ditambahkan di antaranya ion hidrogen (H+),
ion kalium, K + , ammonium (NH 3 ), urea, ion
kreatinin, dan racun.
32

Kunci Jawaban dan Pembahasan

13. Jawaban: c
Pada saat pertandingan, metabolisme tubuh
meningkat. Hal ini mengakibatkan suhu tubuh
menjadi tinggi. Tingginya suhu tubuh mengakibatkan pembuluh darah yang berada di bawah kulit
melebar sehingga tubuh melepaskan panas ke
udara. Pelepasan panas ini mendorong kelenjar
sudorifera mengeluarkan keringat. Keringat yang
dikeluarkan membuat suhu tubuh menurun.
14. Jawaban: d
Penyusunan lapisan epidermis sebagai berikut.
Stratum korneum merupakan lapisan kulit yang paling
luar, tersusun atas sel-sel mati yang bersifat keras.
Stratum lusidum tersusun atas sel-sel yang tidak
berinti dan berfungsi mengganti stratum korneum.
Stratum granulosum tersusun atas sel-sel yang
berinti dan mengandung pigmen melanin.
Stratum germinativum tersusun atas sel-sel yang
selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar.

15. Jawaban: b

2.

Zat Sisa Metabolisme

Pori-pori

kelenjar
keringat
Folikel
rambut

Kelenjar
minyak

Otot

16. Jawaban: b
Kulit memiliki kelenjar sebasea dan sudorifera.
Kelenjar sudorifera adalah kelenjar keringat.
Sedangkan kelenjar sebasea adalah kelenjar
minyak. Kelenjar lakrimaris adalah kelenjar air
mata. Kelenjar adrenal terletak di bagian atas
ginjal. Kelenjar tiroid terletak di sekitar jakun.
17. Jawaban: e
Bagian X merupakan glandula sebasea (kelenjar
minyak). Bagian ini berfungsi melumasi permukaan kulit dan rambut. Sementara itu,
mengeluarkan keringat dan mengendalikan suhu
tubuh merupakan fungsi dari glandula sudorifera.
18. Jawaban: e
Garam diekskresikan oleh kulit. Urea diekskresikan oleh ginjal. Gula disimpan dalam bentuk
glikogen dan disimpan di dalam hati. Oksigen
digunakan tubuh untuk proses metabolisme.
19. Jawaban: e
Dalam proses pernapasan paru-paru mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Karbon dioksida
dan uap air ini merupakan produk sisa dari proses
metabolisme tubuh.
20. Jawaban: a
Gas O2 yang dihirup melalui proses pernapasan
setelah sampai di jaringan, digunakan untuk
mengoksidasi zat makanan sehingga dapat
menghasilkan energi, gas CO2, dan uap air. Gas
CO2 dan uap air ini akan dikeluarkan dari tubuh
melalui paru-paru.
B. Uraian
1. Pada saat tubuh melakukan proses metabolisme
menghasilkan zat sisa. Zat sisa tersebut harus
dikeluarkan (diekskresikan) dari tubuh. Jika tidak
diekskresikan, sisa metabolisme tersebut dapat
meracuni tubuh.

Organ Ekskretori

Karbon dioksida dan uap air

Paru-paru

Urea, nitrogen, dan air

Ginjal

Urea dan nitrogen

Hati

Urea dan air

Kulit

3. Pada saat berlangsung proses filtrasi di


glomerulus sel-sel darah, trombosit, dan sebagian
protein plasma disaring dan diikat agar tidak
dikeluarkan. Sementara itu, zat-zat kecil terlarut
dalam plasma seperti glukosa, asam amino,
natrium, klorida bikarbonat, garam lain, dan urea
melewati saringan dan menjadi bagian dari
endapan. Hasil saringan tersebut merupakan
filtrat glomerulus.
4. Karena kopi mampu menghambat kerja kelenjar
hipofisis untuk mengurangi sekresi hormon
antidiuretik (ADH), akibatnya reabsorpsi air
menjadi terhambat, sehingga urine yang
diekskresikan berjumlah banyak. Akhirnya kita
menjadi sering buang air kecil.
5. Komposisi urine primer masih serupa dengan
darah tetapi tidak mengandung protein dan elemen
seluler. Sementara itu, urine sekunder mengandung
zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun, seperti
urea.
6. Dalam pembentukan urine, zat-zat yang masih
dibutuhkan tubuh akan diserap kembali. Misal
glukosa dan asam asetoasetat diserap kembali
karena zat tersebut masih dibutuhkan sebagai
sumber energi. Selain itu, protein dan asam amino
juga diserap kembali karena zat tersebut masih
diperlukan dalam proses perbaikan sel-sel tubuh
yang telah tua atau rusak.
7. X = Kelenjar minyak, menghasilkan minyak.
Minyak ini untuk meminyaki rambut agar
tidak kering.
Y = Kelenjar keringat berfungsi menghasilkan
keringat.
Z = Folikel rambut merupakan tempat tumbuhnya rambut.
8. a.

b.
c.

1 = hati
2 = kantong empedu
3 = saluran empedu
4 = pankreas
Organ yang berperan dalam sistem ekskresi
ditunjukkan nomor 1 yaitu hati.
Hati termasuk sistem ekskresi karena hati
menghasilkan empedu secara terusmenerus sebagai hasil perombakan hemoglobin dari eritrosit yang telah tua.
Biologi Kelas XI

33

9. Jika saluran empedu tersumbat, cairan empedu


tidak dapat mengalir ke kantong empedu. Akibatnya, empedu tidak dapat diekskresikan sehingga
dapat mengakibatkan timbulnya penyakit kuning
(jaundice).
10. Paru-paru juga berperan dalam sistem ekskresi
karena paru-paru mengeluarkan CO2 dan uap air
dari tubuh sebagai hasil sisa metabolisme.

6. Jawaban: b
Ginjal pada cacing tanah terdapat pada setiap
segmen, kecuali pada tiga segmen pertama dan
dua segmen terakhir.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Organisme
a.
b.
c.
d.
e.

Ikan
Cacing tanah
Kecoak
Planaria
Belalang

Organ Ekskresi
mesonefros
nefridia
Buluh Malpighi
Sel api
Buluh Malpighi

2. Coelenterata dan Porifera melakukan mekanisme


ekskresinya dengan cara mendifusikan zat-zat yang
akan dibuang dari satu sel ke sel yang lain. Sementara
itu, Planaria menggunakan sel api yang bersilia
untuk mendorong zat sisa metabolisme untuk
dikeluarkan dari tubuh Planaria. Platyhelminthes
mengekskresikan sisa metabolisme dengan
menyaring sisa metabolisme menggunakan
nefrostom. Pisces melakukan mekanisme
ekskresinya melalui proses filtrasi dan melakukan
absorpsi menggunakan ginjal mesonefros. Zat
sisa metabolisme pada serangga diambil dari
cairan tubuh oleh saluran Malpighi.
3. Jawaban: d
a. Sel api merupakan organ ekskresi Planaria.
Sel api ini memiliki rambut getar (silia).
b. Nefridia merupakan alat pengeluaran pada
cacing tanah.
c. Mesonefros merupakan ginjal sederhana
pada Pisces.
d. Pembuluh ekskretori merupakan pembuluh
untuk jalan keluar sisa metabolisme.
4. Jawaban: a
Cairan tubuh akan dibawa masuk oleh nefrostom
(2) ke nefridia dan mengalir dalam pembuluh.
Dalam pembuluh (4), zat-zat yang masih berguna
akan diserap kembali dan diedarkan oleh kapiler
(3) ke seluruh tubuh. Zat-zat sisa yang tidak
berguna bagi tubuh akan dikeluarkan melalui
nefridiofor (1).

34

5. Jawaban: e
Ginjal pada cacing tanah disebut nefridium. Ginjal
pada cacing pipih berupa pembuluh-pembuluh
yang memanjang sepanjang bagian kanan dan
kiri tubuhnya, disebut protonefridium. Metanefros
adalah ginjal yang sudah berkembang sejak
embrio, terdapat pada burung dan reptil.
Opistonefros terdapat pada ikan dan katak.
Nefrostom adalah lubang terbuka dan bersilia
pada nefridium.

Kunci Jawaban dan Pembahasan

7. Jawaban: b
Air dan zat-zat yang masih berguna bagi tubuh
akan diserap di rektum kemudian diedarkan ke
seluruh tubuh oleh hemolimfe. Hal ini karena
cairan tubuh pada serangga bukan darah tetapi
hemolimfe.
8. Jawaban: c
Urutan proses ekskresi di pembuluh Malpighi
pada serangga sebagai berikut.
1) Air dan bahan-bahan yang penting masuk ke
dalam pembuluh.
2) Bahan yang masih berguna diserap kembali
di rektum.
3) Bahan yang mengandung nitrogen
diendapkan sebagai kristal asam urat.
4) Asam urat dikeluarkan bersama feses.
9. Jawaban: b
Amonia dari dalam tubuh ikan air tawar diekskresikan secara difusi melalui insang.
10. Jawaban: c
Saluran urogenital pada ikan merupakan muara
dari saluran ekskresi dan saluran reproduksi.
B. Uraian
1. a.
b.

Organ ekskresi pada Planaria yaitu sel api.


Silia pada sel api berfungsi untuk mendorong
zat sisa metabolisme melalui nefridiofor
menuju pembuluh ekskresi.

2. Saat berada di tubulus sederhana, sisa


metabolisme mengalami proses reabsorpsi
bahan-bahan penting seperti garam-garam dan
nutrien terlarut.
3. a.
b.
c.

Karbon dioksida diekskresikan oleh sistem


trakea.
Asam urat diekskresikan oleh buluh Malpighi.
Nitrogen diekskresikan oleh buluh Malpighi.

4. Zat sisa metabolisme berupa nitrogen tidak


dikeluarkan dalam bentuk feses tetapi digunakan
kembali dalam pembuatan zat kitin. Zat ini untuk
membuat rangka luar.
5. Ikan air laut mudah mengalami dehidrasi karena
air dalam tubuhnya akan cenderung mengalir
keluar ke lingkungan sekitar melalui insang,
sehingga tubuh mudah kekurangan cairan.
Kondisi ini terjadi untuk menyesuaikan diri
terhadap perbedaan tekanan osmotik.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Jantung berfungsi sebagai organ pemompa darah.
Lambung berfungsi sebagai organ pencernaan.
Limpa berfungsi sebagai organ penghasil imunitas
tubuh.
2. Jawaban: b
1) Glomerulus berfungsi sebagai tempat filtrasi.
2) Tubulus proksimal sebagai tempat reabsorpsi.
3) Tubulus distal sebagai tempat augmentasi.
4) Tubulus pengumpul sebagai tempat pengumpul
urine sementara.
3. Jawaban: c
Pada orang sehat, urine sesungguhnya
mengandung air, garam, urea, dan substansi lain
seperti empedu. Urine ini tidak mengandung
glukosa. Jadi, pada proses reabsorpsi urine
primer air diserap sebagian dan gula diserap
seluruhnya.
4. Jawaban: c
Setelah mengalami filtrasi di glomerulus akan
diperoleh urine primer yang mengandung glukosa
dan asam amino. Urine primer ini masuk ke
tubulus kontortus proksimal (X). Setelah itu, urine
primer akan direabsorpsi sehingga glukosa dan
asam amino diserap kembali. Dengan demikian,
di tubulus Y urine sudah tidak mengandung
glukosa dan asam amino.
5. Jawaban: b
Reabsorpsi air, garam, dan asam amino dilakukan
di bagian tubulus kontortus proksimal. Amonia
tidak dihilangkan dari tubuh, tetapi diangkut keluar
dari tubuh dalam bentuk urine. Konsentrasi urine
tergantung konsentrasi zat-zat yang terlarut dalam
urine.
6. Jawaban: d
Proses filtrasi berlangsung di glomerulus (2 dan 3)
yang akan menghasilkan filtrat glomerulus. Filtrat
glomerulus masuk ke tubulus kontortus proksimal

(4), lengkung Henle (5), dan tubulus kontortus


distal (6) untuk mengalami proses reabsorpsi dan
menghasilkan urine sekunder. Adapun di tubulus
kontortus kolektivus (7) berlangsung proses
augmentasi dan pengumpulan urine yang
sesungguhnya.
7. Jawaban: a
Dari hasil pemeriksaan tampak bahwa protein
terdapat dalam urine. Hal ini menunjukkan bahwa
terjadi kekurangsempurnaan proses filtrasi di
glomerulus. Kondisi ini menunjukkan glomerulus
mengalami gangguan.
8. Jawaban: c
Pada gambar tampak bahwa darah saat di P (di
glomerulus) berlangsung proses filtrasi
(penyaringan). Zat-zat yang tersaring dinamakan
filtrat glomerulus. Setelah itu, filtrat glomerulus
mengalir di tubulus kontortus. Di sini berlangsung
reabsorpsi secara aktif (transpor aktif) seperti
protein, asam amino, glukosa, asam asetoasetat,
dan vitamin. Dari proses reabsorpsi ini menghasilkan urine sekunder. Setelah itu, urine sekunder
akan mengalami augmentasi yaitu penyerapan zatzat yang masih diperlukan tubuh, contoh glukosa.
Setelah itu di tubulus kolektivus (R) air ditambahkan
secara osmosis.
9. Jawaban: e
Ureter (5) mengalirkan urine sesungguhnya. Di
dalam urine sesungguhnya terkandung urea
dalam konsentrasi tinggi. Hal ini karena proses
pembentukan urine telah sempurna.
10. Jawaban: d
Obat-obat terlarang tidak terfiltrasi dan tidak
direabsorpsi oleh ginjal. Akibatnya, obat-obatan
tersebut tetap dikeluarkan bersama urine
sehingga dapat terdeteksi melalui urine.
11. Jawaban: a
Radang pada pankreas dan radang pada
apendiks tidak mengakibatkan gangguan pada
fungsi ginjal. Radang pada nefron mengakibatkan
gangguan nefritis. Adapun kekurangan hormon
antidiuretik mengakibatkan reabsorpsi air di ginjal
menjadi terhambat sehingga penderita akan
buang air kecil terus-menerus.
12. Jawaban: d
Dari uji sampel urine tampak bahwa dalam urine
individu I positif mengandung protein. Hal ini menunjukkan individu I positif mengalami gangguan
albuminuria. Uji sampel individu III positif
mengandung glukosa karena warnanya berubah
menjadi merah bata. Hal ini berarti individu
tersebut mengalami diabetes melitus karena dalam
urinenya mengandung glukosa.
Biologi Kelas XI

35

13. Jawaban: d
Adanya endapan pada urine yang diuji menggunakan AgNO3 mengindikasikan adanya klorida
radikal pada urine. Endapan putih tersebut
mengindikasikan bahwa urine mengandung
garam dalam konsentrasi yang sangat tinggi.
Dengan demikian, endapan putih ini dapat
digunakan untuk mendeteksi adanya batu ginjal.
Hal ini karena batu ginjal dapat terbentuk apabila
urine mengalami jenuh garam-garaman.
14. Jawaban: a
Albuminuria yaitu penyakit yang ditandai dengan
adanya albumin dan protein lain pada urine akibat
kerusakan alat filtrasi pada ginjal. Nefritis adalah
peradangan pada nefron karena bakteri Streptococcus. Batu ginjal merupakan massa padat
seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran
kemih atau di ginjal. Diabetes insipidus
diakibatkan oleh berkurangnya sekresi hormon
antidiuretik sehingga proses reabsorpsi air
menjadi terhambat.
15. Jawaban: a
Organ hati dilapisi oleh kapsula hepatika, bukan
lobus hepatika. Lobus hepatika merupakan bagian
atau ruang dari hati.
16. Jawaban: b
1) Penyakit kuning ( jaundice ) merupakan
penyumbatan saluran ke kantong empedu
sehingga zat yang dihasilkan hati tidak bisa
disalurkan keluar.
2) Hepatitis A dan hepatitis B disebabkan oleh
virus.
3) Sirosis hati/kanker hati disebabkan oleh pola
hidup yang tidak sehat seperti sering mengonsumsi obat-obatan atau minuman beralkohol.
17. Jawaban: a
Fungsi hati dalam sistem ekskresi yaitu mengekskresikan empedu secara terus-menerus.
Empedu berasal dari penghancuran hemoglobin
dan eritrosit yang telah tua.
18. Jawaban: c
Scabies disebabkan oleh alergi tungau. Kusta
disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Panau
disebabkan oleh jamur. Kanker kulit bisa disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet.
19. Jawaban: c
NaCl dan urea diekskresikan dalam bentuk
keringat oleh kelenjar keringat atau glandula
sudorifera. Kelenjar ini ditunjukkan oleh angka 3.
Sementara itu, 1 merupakan kelenjar minyak untuk
melumasi rambut agar tidak kering, 2 merupakan
lapisan epidermis kulit yang melapisi permukaan

36

Kunci Jawaban dan Pembahasan

terluar dari kulit, 4 merupakan folikel rambut, dan


5 merupakan bagian saraf yang berfungsi
meneruskan rangsang.
20. Jawaban: b
Bagian kulit yang diberi label X merupakan lapisan
lemak. Bagian ini berfungsi sebagai makanan
cadangan, pelindung tubuh terhadap benturan,
dan menahan panas tubuh. Sementara itu, bagian
yang berfungsi mengeluarkan keringat adalah
kelenjar keringat, bagian yang mengatasi
gangguan mekanik adalah jaringan epidermis,
pembentuk melanin adalah stratum granulosum,
dan bagian yang melumasi permukaan kulit dan
rambut adalah kelenjar minyak.
21. Jawaban: c
Rangsangan saraf bukan merupakan faktor yang
memengaruhi proses diekskresikannya keringat.
Akan tetapi saraf mengirimkan pesan ke tubuh
untuk berkeringat.
22. Jawaban: a
Pori-pori terdapat di bagian epidermis. Sementara
itu, folikel rambut, glandula sudorifera, dan
glandula sebasea terletak di dermis. Jaringan
lemak terletak di hipodermis.
23. Jawaban: c
Otot erektor berkontraksi dan berlangsung
vasokonstriksi merupakan proses yang dapat
meningkatkan suhu tubuh.
24. Jawaban: b
Pada saat banyak aktivitas, suhu tubuh meningkat.
Meningkatnya suhu tubuh ini mengakibatkan
pembuluh darah yang berada di bawah kulit melebar sehingga tubuh melepaskan panas ke udara.
Pelepasan panas ini mendorong kelenjar
sudorifera mengeluarkan keringat. Keringat yang
dikeluarkan membuat suhu tubuh menurun.
25. Jawaban: d
Pada cacing tanah zat-zat buangan dikumpulkan
di tubulus pengumpul dan dikeluarkan melalui
lubang ekskretori yang disebut nefridiofor.
26. Jawaban: c
Sel api tidak mempunyai flagela, tetapi
mempunyai silia.
27. Jawaban: d
Nefrostom dimiliki cacing tanah. Nefrostom ini
berfungsi menyerap sisa metabolisme dan berperan sebagai organ ekskresi.
28. Jawaban: d
Zat sisa metabolisme pada serangga diambil dari
cairan tubuh (hemolimfe) oleh saluran Malpighi
di bagian ujung. Cairan hemolimfe kemudian

masuk ke bagian proksimal lalu menuju usus


belakang dan dikeluarkan bersama feses dalam
bentuk kristal-kristal asam urat.

Apabila tubuh kekurangan cairan, sekresi ADH


meningkat. Akibatnya, urine yang dihasilkan lebih
sedikit dan lebih pekat.

29. Jawaban: c
Buluh Malpighi bagian dalam tersusun oleh
selapis sel epitel yang berperan dalam
pemindahan urea, limbah nitrogen, garam-garam,
dan air dari hemolimfe ke dalam rongga pembuluh.
Bahan-bahan yang penting dan air masuk ke
dalam pembuluh, lalu diserap kembali secara
osmosis di rektum untuk diedarkan ke seluruh
tubuh oleh hemolimfe. Sebaliknya, bahan yang
mengandung nitrogen diendapkan sebagai kristal
asam urat yang akan dikeluarkan bersama feses.

5. Karena cairan empedu merupakan hasil


perombakan hemoglobin dari eritrosit yang telah
tua. Jika cairan tersebut tidak dikeluarkan dari
dalam tubuh dapat mengakibatkan sakit kuning
(jaundice).

30. Jawaban: e
Lebah termasuk serangga, organ ekskresinya
berupa buluh Malpighi. Organ ekskresi Planaria
yaitu sel api. Organ ekskresi cacing tanah yaitu
nefridia. Organ ekskresi burung adalah ginjal,
paru-paru, dan kulit. Organ ekskresi ikan berupa
sepasang ginjal yang memanjang (opistonefros).
B. Uraian
1. a.

b.

c.
d.

1 = kapsula Bowman
2 = glomerulus
3 = tubulus kontortus proksimal
4 = lengkung Henle
5 = tubulus kontortus distal
6 = tubulus kontortus kolektivus
Pada tubulus kontortus distal terjadi proses
augmentasi yaitu proses penambahan zatzat yang tidak diperlukan oleh tubuh.
Nomor 2 yaitu glomerulus.
Pelvis renalis (kantong kemih).

2. Warna kuning pada urine karena pengaruh


adanya urobilin. Adapun bau yang khas seperti
bau pesing karena adanya amonia dalam urine.
3.

Urine Primer

6. Hati akan mengkombinasikan molekul-molekul


glukosa yang tersusun dalam rantai yang panjang
menjadi glikogen melalui proses glikogenesis.
Glikogen ini merupakan bentuk simpanan energi
di dalam hati.
7. Kulit berperan dalam sistem ekskresi karena di
dalam kulit terdapat kelenjar keringat (glandula
sudorifera). Kelenjar ini mengeluarkan 5% sampai
10% sisa metabolisme dalam bentuk keringat.
8. Zat sisa metabolisme dapat keluar dari tubuh
Planaria melalui pembuluh ekskretori karena
adanya gerakan dorongan oleh silia yang terdapat
pada sel api.
9. Darah saat mengalir melewati bagian proksimal
pembuluh Malpighi, bahan yang mengandung
nitrogen diendapkan sebagai asam urat. Adapun
air dan berbagai garam diserap kembali secara
osmosis dan transpor aktif. Asam urat dan sisa
air masuk ke usus halus dan sisa air tersebut akan
diserap kembali sehingga asam urat dalam bentuk
kristal dapat diekskresikan lewat anus bersama
feses.
10. Benar. Pada ginjal ikan air tawar juga berlangsung
mekanisme filtrasi dan reabsorpsi. Mineral dan
zat-zat makanan akan banyak diabsorpsi, air
hanya sedikit diabsorpsi.

Latihan Ulangan Tengah Semester

Urine Sekunder

A. Pilihan Ganda
Tempat
produksi

Di glomerulus

Di tubulus kontortus

Kandungan

Masih serupa
dengan darah
tetapi tidak
mengandung
elemen seluler
seperti sel darah

Zat-zat yang masih


diperlukan tubuh
tidak ditemukan,
zat-zat racun semakin bertambah,
contoh ureum

4. Faktor internal yang memengaruhi produksi urine


adalah hormon antidiuretik (ADH). Hormon ini
mengendalikan tekanan osmotik darah
(kesetimbangan konsentrasi air dalam darah).
Oleh karena itu, hormon ini memengaruhi proses
reabsorpsi air pada tubulus kontortus distal.

1. Jawaban: c
Pemecahan zat pati menjadi glukosa dalam
proses pencernaan berlangsung melalui proses
hidrolisis. Proses ini berlangsung di dalam mulut
dan usus halus. Hasil akhir dari proses hidrolisis
pati yaitu glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa,
dan monosakarida lainnya.
2. Jawaban: a
a. Ptialin berfungsi mengubah karbohidrat
menjadi maltosa.
b. Sukrase berfungsi mengubah sukrosa
(karbohidrat) menjadi glukosa dan fruktosa.
c. Laktase berfungsi mengubah laktosa menjadi
glukosa.
Biologi Kelas XI

37

d.

Erepsin berfungsi mengubah dipeptida atau


pepton menjadi asam amino.
Lipase berfungsi mengubah trigliserida
menjadi gliserol dan asam lemak.
Peptidase berfungsi mengubah polipeptida
menjadi asam amino.

8. Jawaban: e
Asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh disebut
asam amino nonesensial. Contoh asam amino
nonesensial yaitu alanin. Sementara itu, arginin,
leusin, lisin, dan triptofan termasuk asam amino
esensial yang tidak dapat disintesis oleh tubuh.

3. Jawaban: b
Uji Benedict untuk menguji adanya glukosa.
Tabung uji 1 (larutan pati dan saliva) akan bereaksi
positif dengan uji larutan Benedict. Hal ini karena
dalam tabung uji 1 terkandung enzim ptialin dalam
saliva sehingga larutan pati dapat dipecah
menjadi glukosa. Selain tabung uji I, tabung uji II
juga akan positif dengan uji Benedict. Adapun
tabung uji III bereaksi negatif. Hal ini karena dalam
tabung uji III tidak terdapat glukosa.

9. Jawaban: b
Pencernaan protein dimulai di lambung oleh enzim
pepsin. Protein di lambung masih dalam bentuk
proteosa, pepton, dan polipeptida. Setelah memasuki
usus halus, protein dicerna oleh enzim tripsin. Enzim
ini dapat memecah molekul protein menjadi
polipeptida kecil/peptida. Selanjutnya enzim erepsin/
peptidase akan memecah peptida menjadi asamasam amino.

e.
f.

4. Jawaban: d
Glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral
diserap oleh pembuluh darah kapiler yang ada di
dalam jonjot usus (vili). Sementara itu, asam
lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh kil
yaitu pembuluh limfe atau pembuluh getah bening.
5. Jawaban: d
Grafik pada soal menggambarkan proses
pemecahan zat pati. Setelah pemberian enzim
dalam suspensi pati, proses pemecahan zat pati
berlangsung cepat. Proses tersebut menghasilkan
maltosa.
6. Jawaban: a
Dalam uji makanan, tes Biuret untuk menguji adanya
protein dalam makanan, tes iodin untuk menguji
adanya amilum dalam makanan, dan tes Benedict
untuk menguji adanya gula dalam makanan. Hasil
tes menunjukkan hasil positif jika terjadi perubahan
warna ungu pada tes Biuret, warna biru kehitaman
atau ungu pada tes iodin, dan warna merah bata
pada tes Benedict. Berdasarkan hasil tes dalam
tabel maka diperoleh kesimpulan bahwa makanan
yang diuji mengandung gula dan amilum, tetapi tidak
mengandung protein. Bahan makanan yang memiliki
kandungan zat gizi tersebut yaitu biskuit. Makanan
seperti susu, daging, ikan, dan kedelai mengandung
protein, sehingga jika duji dengan tes Biuret
seharusnya larutan berubah warna menjadi ungu.
7. Jawaban: c
Karbohidrat (amilum) dan protein merupakan
makromolekul. Amilum termasuk polisakarida
yang tersusun atas banyak gugus gula. Protein
tersusun atas banyak asam amino. Dalam proses
pencernaan, amilum akan diubah menjadi
glukosa dan protein diubah menjadi asam amino.

38

Kunci Jawaban dan Pembahasan

10. Jawaban: a
Pencernaan lemak terjadi di usus halus
menggunakan enzim lipase. Lipase berfungsi
menghidrolisis lemak menjadi gliserol dan asam
lemak. Pencernaan peptida terjadi di usus halus
menggunakan enzim peptidase. Enzim peptidase
berfungsi membantu hidrolisis peptida menjadi
asam amino.
11. Jawaban: d
Otot lambung bagian pilorus akan mendorong kim
sedikit demi sedikit ke dalam duodenum. Caranya,
Otot pilorus yang mengarah ke lambung berelaksasi sehingga otot mengendur. Selanjutnya,
otot pilorus yang mengarah ke duodenum
berkontraksi sehingga otot mengerut. Gerakan
kedua otot ini mengakibatkan gumpalangumpalan makanan masuk ke dalam duodenum
secara bertahap.
12. Jawaban: a
Sisa-sisa makanan yang berada di sela-sela gigi
mengakibatkan bakteri di dalam mulut
menghasilkan asam. Oleh karena itu, setelah
makan keasaman mulut meningkat.
13. Jawaban: d
Hati (5) menghasilkan cairan empedu yang
berfungsi mengemulsikan molekul lemak. Cairan
empedu dialirkan ke kantong empedu kemudian
masuk ke duodenum melalui saluran empedu.
Adapun pankreas (3) menghasilkan enzim lipase
yang berfungsi mencerna lemak menjadi asam
lemak dan gliserol.
14. Jawaban: b
Lipase mencerna lemak yang ada di dalam susu
menjadi asam lemak dan gliserol.

15. Jawaban: c
Berdasarkan gejala-gejalanya, penyakit yang
dimaksud yaitu kwashiorkor. Kwashiorkor yaitu
penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein.
16. Jawaban: d
Bagian yang ditunjuk yaitu apendiks. Peradangan
pada apendiks disebut apendisitis. Sementara itu,
kolitis yaitu peradangan pada usus besar. Enteritis yaitu peradangan pada usus halus. Gastritis
yaitu peradangan pada mukosa lambung.
Pankreatitis yaitu rusaknya jaringan pankreas dan
nekrosis jaringan lemak di sekitarnya.
17. Jawaban: d
Penyerapan air pada gumpalan makanan terjadi
di omasum (nomor 4). Selanjutnya, gumpalan
makanan diteruskan ke abomasum (nomor 5).
Sementara itu, nomor 1 yaitu rumen, nomor 2
esofagus, dan nomor 3 yaitu retikulum.
18. Jawaban: d
Mekanisme pernapasan diatur oleh medula oblongata yang dipengaruhi oleh kadar karbon dioksida.
Ketika darah melalui alveolus, kandungan karbon
dioksidanya sama dengan kandungan udara di
alveolus. Selanjutnya, darah mencapai medula
oblongata. Medula oblongata mengandung selsel yang sangat peka terhadap konsentrasi karbon
dioksida dalam darah. Apabila kandungan karbon
dioksida ini naik di atas batas normal, medula
oblongata akan merespons kondisi ini. Medula
oblongata menanggapinya dengan meningkatkan
banyaknya dan laju impuls saraf yang mengontrol
aksi otot interkostal dan diafragma. Akibatnya,
terjadi peningkatan pertukaran udara dalam paruparu. Peningkatan pertukaran udara dalam paruparu ini akan mengembalikan konsentrasi karbon
dioksida dalam alveolus dan darah ke konsentrasi
normal kembali.
19. Jawaban: b
X menunjukkan otot interkostal eksternal, Y
menunjukkan otot diafragma, dan Z menunjukkan
mekanisme pernapasan yang terjadi. Berdasarkan
gambar dapat diketahui otot interkostal eksternal dan
otot diafragma dalam keadaan relaksasi. Akibatnya,
volume rongga dada mengecil sehingga tekanan
udara di dalamnya meningkat sehingga udara
terdorong keluar dari paru-paru melalui proses
ekspirasi.
20. Jawaban: a
Epiglotis atau katup pangkal tenggorokan terdapat
di laring. Pada waktu menelan makanan, epiglotis
menutupi laring sehingga makanan tidak masuk
ke dalam tenggorokan (trakea). Sebaliknya, pada

waktu bernapas epiglotis akan membuka


sehingga udara masuk ke dalam laring kemudian
menuju tenggorokan.
21. Jawaban: e
Urutan struktur saluran pernapasan yang memiliki
diameter dari yang terbesar yaitu trakea, bronkus,
dan bronkiolus. Trakea (tenggorokan) bercabang
dan membentuk bronkus. Diameter bronkus lebih
kecil dibandingkan dengan diameter trakea.
Selanjutnya, bronkus akan bercabang menjadi
bronkiolus. Diameter bronkiolus lebih kecil
dibandingkan dengan diameter bronkus.
22. Jawaban: d
Karbon monoksida dapat beracun bagi tubuh
karena adanya reaksi antara CO dengan hemoglobin di dalam darah. Hemoglobin berfungsi
dalam sistem transpor oksigen dalam bentuk
oksihemoglobin dari paru-paru ke sel-sel tubuh.
Selain itu, hemoglobin juga berfungsi untuk
membawa CO2 dalam bentuk CO2Hb dari sel-sel
tubuh ke paru-paru. Dengan adanya CO maka
hemoglobin akan berikatan dengan CO
membentuk karboksihemoglobin. Jika reaksi ini
terjadi, kemampuan darah untuk mentranspor
oksigen menjadi berkurang. Hal ini karena hemoglobin lebih mudah berikatan dengan CO daripada
O2. Akibatnya, jika CO dan O2 terdapat bersamasama di udara akan terbentuk COHb dalam
jumlah jauh lebih banyak daripada O2Hb sehingga
tubuh dapat kekurangan oksigen.
23. Jawaban: e
Volume udara pernapasan setelah melakukan
olahraga sebesar: 24 1.000 = 24.000 cm3.
24. Jawaban: a
Ketika mulut menutup, dasar rongga mulut akan
naik. Air mengalir melewati lamela dan terjadi
pertukaran udara antara kapiler darah dengan air.
Pada saat yang sama, ruang operkulum mengecil.
Tekanan di dalam rongga mulut lebih besar
daripada tekanan di luar. Tekanan air yang besar
ini akan membuka operkulum sehingga air
mengalir keluar melewati operkulum.
25. Jawaban: b
Ikan bernapas menggunakan insang. Insang
berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna
merah muda dan selalu lembap. Tiap lembaran
insang terdiri atas sepasang filamen. Tiap filamen
mengandung banyak lapisan tipis yang disebut
lamela. Pada filamen terdapat pembuluh darah
yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan oksigen berdifusi masuk dan karbon
dioksida berdifusi keluar.

Biologi Kelas XI

39

26. Jawaban: a
Volume tidal yaitu volume udara pernapasan
biasa. Sementara itu, volume residu adalah
volume udara yang masih tersisa di dalam paruparu setelah ekspirasi maksimal. Volume
komplementer yaitu udara yang masih dapat
dimasukkan secara maksimal setelah inspirasi
biasa. Volume cadangan yaitu udara sebanyak
1.500 cc yang dapat diembuskan lagi pada
ekspirasi maksimum dengan mengerutkan otot
perut kuat-kuat.
27. Jawaban: d
Struktur yang terlibat dalam mekanisme pernapasan katak dewasa adalah rongga mulut.
Sementara itu, tulang rusuk, diafragma, dan otot
interkostal merupakan struktur-struktur yang
terlibat dalam mekanisme pernapasan manusia.
Insang merupakan alat pernapasan ikan dan
katak ketika masih berudu.
28. Jawaban: e
Dalam udara pernapasan yang kita hirup
seringkali terdapat partikel-partikel debu yang
tidak baik untuk kesehatan. Udara yang masuk
melalui hidung akan mengalami proses penyaringan
dengan adanya rambut-rambut halus dan lendir.
Sementara itu, jika udara masuk melalui mulut
tidak ada proses penyaringan dalam mulut.
29. Jawaban: d
O2 mengalir dari udara ke alveolus paru-paru,
kemudian ke kapiler darah dan selanjutnya ke
jaringan tubuh. Aliran O2 ini terjadi karena adanya
perbedaan tekanan parsial O2. Tekanan udara luar
sebesar 760 mmHg, sedangkan tekanan parsial
O2 di paru-paru sebesar 160 mmHg. Tekanan
parsial O2 pada kapiler darah nadi 100 mmHg dan
tekanan parsial O2 dalam jaringan tubuh kurang
dari 40 mmHg. Hal inilah yang memungkinkan O2
berdifusi dari alveolus ke kapiler darah nadi
kemudian ke jaringan. Sementara itu, tekanan
parsial CO2 dalam darah lebih tinggi daripada
dalam alveolus. Oleh karena itu, CO2 secara terusmenerus dikeluarkan dari dalam tubuh.
30. Jawaban: a
Apabila otot interkostal eksternal berelaksasi
maka tulang-tulang rusuk kembali ke posisi
semula sehingga volume rongga dada mengecil.
Hal ini mengakibatkan tekanan dalam rongga
dada membesar dan udara keluar dari paru-paru
(terjadi ekspirasi). Sementara itu, jika otot
interkostal eksternal berkontraksi maka volume
rongga dada membesar. Hal ini mengakibatkan
tekanan dalam rongga dada mengecil dan udara
masuk ke dalam paru-paru (terjadi inspirasi).

40

Kunci Jawaban dan Pembahasan

31. Jawaban: a
Alat ekskresi manusia meliputi organ-organ berikut.
a. Ginjal mengekskresikan urine.
b. Paru-paru mengekskresikan karbon dioksida
dan uap air.
c. Kulit mengekskresikan keringat.
d. Hati mengekskresikan empedu.
32. Jawaban: c
Ekskresi merupakan proses mengeluarkan sisasisa metabolisme dari dalam tubuh. Di antaranya
mengeluarkan karbon dioksida dari paru-paru.
Adapun pengeluaran feses dari saluran pencernaan merupakan peristiwa defekasi.
Pelepasan insulin dari pankreas dan pelepasan
air liur dari kelenjar saliva termasuk sekresi.
33. Jawaban: a
Arteri ginjal (x) membawa darah masuk ke ginjal.
Vena ginjal (y) membawa darah keluar ginjal.
Ureter (z) membawa urine dari ginjal menuju
kantong kemih.
34. Jawaban: a
Dalam kondisi dingin, pembuluh darah menyempit,
untuk mempertahankan kondisi panas tubuh.
Pengeluaran cairan bukan dalam bentuk keringat,
melainkan dalam bentuk urine. Jadi, dari tabel di
atas tampak bahwa sampel a merupakan sampel
yang diambil dalam kondisi lingkungan bersuhu
rendah/dingin.
35. Jawaban: d
Urine akan menjadi lebih asam jika mengonsumsi
banyak protein. Urine akan menjadi lebih basa
jika mengonsumsi banyak sayuran. Urine
berwarna kuning cokelat karena urine pekat dan
berjumlah sedikit. Urine berjumlah sedikit karena
air dalam tubuh banyak yang diabsorpsi.
36. Jawaban: d
Kulit sebagai tempat sintesis provitamin D menjadi
vitamin D, bukan vitamin B.
37. Jawaban: c
Pada proses pembentukan urine, tidak semua
cairan/urine primer hasil filtrasi akan menjadi urine
sesungguhnya. Hal ini karena pada proses
reabsorbsi terjadi penyerapan kembali zat-zat
yang masih diperlukan oleh tubuh. Contoh
glukosa, asam amino, dan air.
38. Jawaban: c
a. Nefrostom merupakan penyaring sisa metabolisme dan nutrien pada Platyhelminthes.
b. Nefridia merupakan ginjal sederhana pada
cacing tanah.
c. Buluh Malpighi merupakan organ ekskretori
pada serangga.
d. Flame cell merupakan organ ekskresi pada
Planaria.

39. Jawaban: b
Sisa metabolisme dan nutrien pada Platyhelminthes atau cacing tanah disaring oleh
nefrostom. Sementara itu, nefridia merupakan
ginjal sederhana pada Platyhelminthes. Flame cell
(sel api) merupakan organ ekskresi pada Planaria.
Mesonefros merupakan ginjal sederhana pada Pisces dan buluh Malpighi merupakan organ
ekskresi pada serangga.
40. Jawaban: d
Zat sisa metabolisme serangga yang berupa
nitrogen akan digunakan dalam pembuatan zat
kitin. Zat kitin ini akan digunakan untuk pembuatan
rangka luar dan sebagian dibuang dalam bentuk
asam urat kering. Asam urat kering berbentuk
kristal tidak larut dan bercampur dengan feses.
B. Uraian
1.

Larutan Penguji
Benedict
Iodin
Biuret
Etanol

2. a.

b.

Reaksi yang Terjadi


Terbentuk endapan merah bata
Biru kehitaman
Warna tidak berubah menjadi ungu
Tidak terbentuk butiran-butiran lemak

Mekanisme pernapasan yang ditunjukkan oleh


gambar adalah inspirasi. Pada saat inspirasi,
otot interkostal eksternal berkontraksi dan otot
interkostal internal relaksasi. Hal ini mengakibatkan tulang rusuk terangkat ke atas. Pada
waktu yang sama, otot diafragma berkontraksi
sehingga diafragma turun dan mendatar. Dua
peristiwa tersebut mengakibatkan volume
rongga dada membesar sehingga tekanannya
mengecil. Akibatnya, udara mengalir dan
atmosfer masuk ke paru-paru.
Pipa berbentuk
Y menunjukkan
Trakea
trakea.
Rongga dada
Botol plastik
menunjukkan
Paru-paru
rongga dada.
Lembaran karet
Diafragma
menunjukkan
diafragma.
Balon menunjukkan paru-paru.
Ketika lembaran karet ditarik ke bawah
(diafragma kontraksi), volume botol plastik
(rongga dada) membesar sehingga
tekanannya mengecil. Akibatnya udara dari
atmosfer mengalir ke balon (paru-paru) yang
mengakibatkannya mengembang. Peristiwa
ini menggambarkan proses inspirasi.

3. Emfisema paru-paru adalah jumlah udara yang


berlebihan di dalam paru-paru. Emfisema paruparu dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut.
a. Infeksi kronik karena rokok atau bahan-bahan
lain yang mengiritasi bronkus dengan serius
sehingga mengacaukan mekanisme
pertahanan normal saluran pernapasan.
b. Infeksi akibat kelebihan mukus karena
peradangan dan edema epitel bronkiolus.
c. Gangguan saluran pernapasan sehingga
mengakibatkan kesukaran ekspirasi dan
udara yang terperangkap dalam alveolus
mengakibatkan alveolus menjadi renggang.
4. Pada saat suhu lingkungan tinggi atau panas,
kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh
kapiler di kulit melebar. Melebarnya pembuluh
kapiler akan memudahkan proses pembuangan
air dan sisa metabolisme. Aktifnya kelenjar
keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke
permukaan kulit dengan cara penguapan.
Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan
kulit turun sehingga kita tidak merasakan panas
lagi. Sebaliknya, saat suhu lingkungan rendah
atau dingin, kelenjar keringat tidak aktif dan
pembuluh kapiler di kulit menyempit. Pada
keadaan ini, darah tidak membuang sisa
metabolisme dan air. Akibatnya, penguapan
sangat berkurang sehingga suhu tubuh tetap dan
tubuh tidak mengalami kedinginan. Jadi, keluarnya
keringat dari permukaan kulit merupakan bentuk
adaptasi tubuh terhadap suhu dingin dan panas.
5. Saat fase inspirasi, tulang rusuk merenggang dan
volume rongga dada meningkat, sehingga paruparu yang kosong akan terisi oleh udara yang
mengandung banyak oksigen. Pada fase ekspirasi
tulang rusuk akan merapat, sehingga udara yang
mengandung banyak karbon dioksida dan uap air
akan tedesak keluar dari paru-paru.
6. Ginjal terletak di sebelah kiri dan kanan ruas
tulang pinggang di dalam rongga perut. Letak
ginjal kiri lebih tinggi daripada ginjal kanan karena
di atas ginjal kanan terdapat hati yang menempati
sebagian besar ruang di rongga perut.
7. Fungsi ginjal sebagai berikut.
a. Membuang sisa metabolisme, misal urea,
asam urat, kreatinin, kreatin, obat-obatan,
dan zat lain yang bersifat racun.
b. Menjaga keseimbangan air dalam tubuh
dengan mengatur volume plasma darah dan
volume air.
c. Mengatur kandungan elektrolit dengan
menyaring zat-zat kimia yang masih berguna
bagi tubuh (natrium, fosfor, dan kalium) dan
mengembalikannya ke peredaran darah.

Biologi Kelas XI

41

d.

Menjaga asam basa cairan darah dengan


mengatur pH plasma dan cairan tubuh dengan
mengekskresikan urine yang bersifat basa
atau mengekskresikan urine yang bersifat
asam.

8. Dengan sedikit minum air dan mengeluarkan


banyak urine. Selain itu, juga dengan mekanisme
filtrasi dan reabsorpsi. Mineral dan zat-zat makanan
lebih banyak diabsorpsi, sedangkan air sedikit
diserap.
9. Rasa ingin buang air kecil dapat timbul karena
kantong kemih telah mengandung banyak urine.
Akibatnya, dinding kantong akan ter tekan
sehingga otot sfingter pada pangkal kantong
meregang. Oleh karena itu, timbullah rasa ingin
buang air kecil.
10. Karena pengaruh empedu yang mengandung zat
warna hijau biru dari bilirubin dan biliverdin. Zat
warna tersebut di dalam usus mengalami oksidasi.
Akibatnya, feses dan urine berwarna kekuningan.

Bab IV

Sistem Koordinasi
Manusia

3. Jawaban: d
Sel saraf memiliki bagian berupa badan sel saraf,
akson (nomor 1), dan dendrit (nomor 5). Akson
dibungkus oleh selubung mielin (nomor 2) yang
berfungsi sebagai pelindung akson. Tidak seluruh
bagian akson terbungkus oleh selubung mielin.
Bagian yang tidak terbungkus selubung mielin
disebut nodus Ranvier (nomor 2). Fungsi nodus
Ranvier untuk mempercepat jalannya impuls saraf.
Selubung mielin tersebut dibentuk oleh sel Schwan
(nomor 3) yang membungkus akson sehingga
membentuk lilitan yang menyelubungi akson.
4. Jawaban: b
Akson merupakan satu juluran panjang dari badan
sel saraf. Bentuknya tipis dan panjang. Akson
mengandung neurofibril, tetapi tidak mengandung
badan Nissl. Tidak semua akson diselubungi mielin.
Akson yang diselubungi mielin disebut akson
bermielin, sedangkan akson yang tidak diselubungi
mielin disebut akson telanjang. Pada bagian akson
yang tidak dibungkus mielin disebut nodus Ranvier.
5. Jawaban: c
Penjalaran impuls melintasi sinapsis berlangsung
searah, yaitu dari neuron prasinapssis ke neuron
pascasinapsis dan melibatkan neurotransmiter.
6. Jawaban: c
Perbedaan neuron sensorik dan neuron motorik
pada tabel tersebut yang benar adalah 1) dan 3).

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Pada gerak refleks, perjalanan impuls diawali dari
reseptor sebagai penerima rangsang, kemudian
dibawa oleh neuron sensorik ke neuron konektor
(sumsum tulang belakang). Selanjutnya tanggapan
dikirim oleh neuron motorik ke efektor. Jadi,
perjalanan impuls pada gerak refleks dimulai dari
reseptor, neuron sensorik (1), neuron konektor
(3), neuron motorik (2), dan reseptor.
2. Jawaban: a

a.
b.
c.
d.
e.

42

Dendrit

Akson

Berupa uluran pendek


Bercabang-cabang
Mengandung selubung
mielin
Menghantarkan impuls
ke badan sel
Tidak mempunyai nodus
Ranvier

Berupa uluran panjang


Bercabang-cabang
Mengandung selubung
mielin
Menghantarkan impuls
menjauhi badan sel
Mempunyai
nodus
Ranvier

Kunci Jawaban dan Pembahasan

No.

Neuron Sensorik

Neuron Motorik

1.

Disebut neuron indra

2.

Berhubungan dengan
alat indra
Menghantarkan impuls
dari alat indra ke saraf
pusat
Dendrit tidak bercabang-cabang
Akson pendek

Disebut neuron penggerak


Berhubungan dengan
otot dan kelenjar
Membawa impuls dari
saraf pusat ke efektor

3.

4.
5.

Dendrit bercabangcabang
Akson panjang

7. Jawaban: b
Otak kecil (serebelum) berfungsi mengatur
gerakan otot dan mengatur keseimbangan tubuh.
Jadi, jika orang terkena pukulan sampai jatuh
berarti pusat keseimbangan yang ada di otak kecil
mengalami gangguan. Sementara itu, otak besar
(serebrum) merupakan pusat saraf utama karena
berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas
tubuh, antara lain pernapasan, ingatan, keinginan,
kecerdasan, dan kepribadian. Saraf perifer pada
dasarnya adalah lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf menuju ke dan dari
sistem saraf pusat. Sumsum tulang belakang
berfungsi sebagai pusat gerak refleks, sebagai
penghantar impuls dari kulit atau otot ke otak, dan

membawa impuls motorik dari otak ke otot tubuh.


Di otak tengah terdapat saraf okulomotoris yang
berfungsi saat menggerakkan mata, misal saat
mengangkat kelopak mata dan memutar mata.
8. Jawaban: d
Pada gerak refleks, impuls melewati perjalanan
sebagai berikut.
Alat indra (reseptor) saraf sensorik saraf
konektor (sumsum tulang belakang/otak)
saraf motorik otot (efektor).
Alat indra ditunjukkan oleh bagian C. Saraf
sensorik ditunjukkan oleh bagian B. Saraf
konektor ditunjukkan oleh bagian A. Saraf motorik
ditunjukkan oleh bagian D. Otot (efektor) ditunjukkan oleh bagian E.
9. Jawaban: c
Bagian yang ditunjuk oleh huruf C merupakan
kelenjar hipofisis (pituitari). Kelenjar hipofisis
menyekresikan bermacam-macam hormon yang
mengatur bermacam-macam kegiatan dalam
tubuh. Oleh karena itu, kelenjar hipofisis disebut
sebagai kelenjar endokrin karena mampu
menghasilkan hormon. Sementara itu, bagian
yang ditunjuk oleh huruf A adalah serebrum yang
memiliki beberapa fungsi antara lain pengendali
gerak otot dan berpikir serta pengatur perubahan
pada kulit dan otot. Bagian yang ditunjukkan oleh
huruf B adalah talamus yang berfungsi mengatur
perasaan dan gerakan. Bagian yang ditunjuk oleh
huruf D adalah medula oblongata yang berfungsi
mengendalikan refleks fisiologis seperti denyut
jantung, gerak alat pernapasan, dan berkedip.
Bagian yang ditunjuk oleh huruf E adalah otak
kecil yang berfungsi mengoordinasikan gerakan
otot-otot dan mengatur keseimbangan posisi
tubuh.
10. Jawaban: e
1) Parathormon berfungsi mengendalikan kadar
kalsium dalam darah.
2) Adrenalin berfungsi mengubah glikogen
menjadi glukosa.
3) Progesteron berfungsi dalam pembentukan
dan perbaikan dinding uterus.
4) Insulin berfungsi mengubah glukosa menjadi
glikogen.
11. Jawaban: c
Saraf somatik mengatur gerakan yang disadari.
Neuron motorik pada saraf somatik mengirimkan
pesan dari saraf pusat atau otak ke otot rangka.
Neuron sensorik pada saraf somatik mengirimkan
pesan dari otot rangka, kulit, dan tendon ke saraf
pusat.

12. Jawaban: a
Insulin berfungsi mengubah glukosa menjadi
glikogen sehingga menurunkan kadar glukosa
dalam darah. Hormon glukagon mempunyai
fungsi sebaliknya, yaitu mengubah glikogen
menjadi glukosa. Akibatnya, kadar glukosa dalam
darah dapat meningkat. Kedua hormon tersebut
berperan dalam pengaturan kadar gula dalam
darah.
13. Jawaban: c
Bagian yang ditunjuk oleh huruf X adalah neuron
motorik yang bertugas menghantarkan tanggapan
dari sumsum tulang belakang ke efektor.
Sementara itu, memberi reaksi terhadap rangsang
merupakan fungsi dari efektor. Menghantarkan
rangsang ke pusat saraf merupakan fungsi dari
neuron sensorik. Menerima rangsang dari
lingkungan merupakan fungsi dari reseptor yaitu
indra.
14. Jawaban: d
Bagian S mengandung akson dari neuron eferen
(neuron motorik) yang berfungsi menghantarkan
impuls dari sistem saraf pusat ke efektor.
Sementara itu, bagian P dan R mengandung
akson dari neuron aferen (neuron sensorik) yang
berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke
sistem saraf pusat. Bagian Q berwarna abu-abu
karena mengandung badan sel.
15. Jawaban: d
Hormon insulin dihasilkan oleh kelenjar pankreas
(pulau-pulau Langerhans). Hormon insulin berfungsi
mengatur kadar glukosa. Jika kadar glukosa dalam
darah tinggi, pankreas akan menyekresikan hormon
insulin. Insulin merangsang hati untuk menyerap
glukosa dan mengubahnya menjadi glikogen.
16. Jawaban: a
1) Kelenjar pituitari menghasilkan ACTH, FSH,
LH, ICSH, prolaktin, dan TSH. Hormon yang
memengaruhi siklus menstruasi yaitu LH dan
FSH.
2) FSH berperan dalam pembentukan ovum/
oogenesis. LH berperan menstimulasi
estrogen.
3) Estrogen dihasilkan oleh kelenjar kelamin
yang berfungsi dalam pembentukan endometrium rahim. Apabila tidak terjadi fertilisasi,
lapisan endometrium bersama sel telur akan
meluruh dalam bentuk darah haid/menstruasi.
4) Oksitosin dihasilkan oleh kelenjar lobus
posterior yang berfungsi merangsang
kontraksi otot uterus saat melahirkan.

Biologi Kelas XI

43

17. Jawaban: a
Proses pencernaan makanan yang mengandung
tepung seperti nasi akan menghasilkan glukosa
yang mengakibatkan peningkatan konsentrasi
glukosa di dalam darah. Jika kadar glukosa dalam
darah tinggi, pankreas akan mensekresikan
hormon insulin. Hormon insulin akan merangsang
hati untuk menyerap glukosa dan mengubahnya
menjadi glikogen. Dengan demikian, konsentrasi
glukosa dalam darah akan kembali normal.
18. Jawaban: a
Hormon adrenalin dihasilkan oleh kelenjar
adrenal atau anak ginjal. Hormon adrenalin
bekerja berlawanan dengan hormon insulin.
Hormon adrenalin berpengaruh terhadap
perubahan glikogen (gula dalam otot) menjadi
glukosa (gula dalam darah). Jadi, jika konsentrasi
adrenalin dalam tubuh meningkat, maka terjadi
penurunan konsentrasi glikogen di dalam hati dan
peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah.
19. Jawaban: b
Kelenjar yang ditunjuk oleh huruf X disebut
kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid menghasilkan dua
macam hormon, yaitu hormon tiroksin dan
hormon triyodotironin. Tiroksin dan triyodotironin
berfungsi meningkatkan kecepatan reaksi kimia
dalam sel tubuh, sehingga meningkatkan
metabolisme tubuh. Jadi, jika kelenjar tiroid
mengalami gangguan kemungkinan besar akan
mengganggu kecepatan metabolisme dalam
tubuh. Sementara itu, kadar glukosa dalam darah
dipengaruhi oleh hormon insulin dan glukagon
yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Kadar
kapur dalam darah dipengaruhi oleh kelenjar
parathormon yang dihasilkan oleh kelenjar
paratiroid. Munculnya tanda-tanda kelamin
sekunder wanita dipengaruhi oleh hormon estrogen yang dihasilkan oleh ovarium. Volume urine
yang dikeluarkan dipengaruhi hormon vasopresin
yang dihasilkan oleh hipofisis bagian posterior.
20. Jawaban: a
Saat seseorang ketakutan atau marah, di dalam
tubuhnya terjadi peningkatan hormon adrenalin.
Hormon adrenalin mengakibatkan meningkatnya
denyut jantung, kecepatan pernapasan, dan
tekanan darah. Sementara itu, hormon yang berpengaruh terhadap penurunan kadar glikogen
karena diubah menjadi glukosa adalah hormon
glukagon.
B. Uraian
1. Persamaan antara neuron sensorik dengan
neuron motorik sebagai berikut.
a. Memiliki akson.
b. Memiliki dendrit.
44

Kunci Jawaban dan Pembahasan

c. Memiliki badan sel.


d. Memiliki serabut saraf yang panjang.
Perbedaan antara neuron sensorik dengan neuron
motorik sebagai berikut.
a. Neuron motorik memiliki dendrit yang
bercabang-cabang pada badan selnya,
sedangkan neuron sensorik tidak memiliki
dendrit yang bercabang-cabang.
b. Neuron sensorik memiliki akson yang
pendek, sedangkan neuron motorik memiliki
akson yang panjang.
2.

Sistem saraf

Sistem saraf pusat

Otak

Sumsum
tulang
belakang

Sistem saraf tepi

Sistem saraf Sistem saraf


somatik
otonom

12 pasang 31 pasang Sistem saraf Sistem saraf


saraf kranial saraf spinal simpatetik parasimpatetik

3. Tanggapan/reaksi yang diberikan oleh tubuh kita


terjadi karena adanya rangsangan yang diterima
oleh reseptor tubuh kita berupa alat indra.
Rangsangan tersebut dapat berasal dari luar
tubuh maupun dari dalam tubuh. Rangsangan dari
luar tubuh disebut rangsangan eksternal, misal
cahaya, suara, panas, dan dingin. Rangsangan
dari dalam tubuh disebut rangsangan internal,
misal rasa lapar, haus, nyeri, dan sakit.
4. Gerakan yang kita lakukan saat bermain sepak
bola merupakan gerak sadar. Mekanisme gerak
sadar terjadi melalui serangkaian perjalanan
impuls. Impuls diterima oleh reseptor sebagai
penerima rangsang. Impuls selanjutnya akan
dihantarkan ke saraf pusat oleh neuron sensorik.
Setelah impuls diolah dalam otak, impuls
dihantarkan oleh neuron motorik ke bagian efektor.
Bagian efektor akan memberikan tanggapan
berupa gerak yang disadari. Oleh karena itu, kita
akan menedang bola tersebut secara sadar.
5. a.

b.

Struktur yang diberi label P disebut sumsum


tulang belakang. Sumsum tulang belakang
berfungsi menghantarkan impuls dari dan ke
otak serta mengendalikan gerak refleks.
Bagian yang ditunjuk oleh huruf R adalah
neuron eferen (neuron motorik). Jika neuron
motorik dipotong maka informasi tidak dapat
disampaikan ke efektor seperti otot dan
kelenjar. Akibatnya, efektor tidak dapat
merespons perintah dari otak atau sumsum
tulang belakang.

6. Obat-obat terlarang misal ekstasi, morfin, kokain,


valin, dan barbitura, sebenarnya merupakan zat
kimia yang dapat menimbulkan rasa tenang dan
menghilangkan rasa sakit. Namun obat-obat
tersebut dapat menimbulkan efek ketergantungan
jika digunakan dalam dosis yang tidak tepat. Oleh
karena itu, obat-obat tersebut dilarang penggunaannya tanpa resep dokter.
Sumsum tulang belakang

7. a.
Bahan
berwarna
abu-abu

Neuron sensorik
Neuron motorik
Bahan
berwarna
putih

Panci panas

b.
c.

Hormon adrenalin
Kelenjar adrenal

8. Akromegali disebabkan adanya hipersekresi


somatotropin dalam tubuh. Gejala akromegali
yaitu pertumbuhan hanya terjadi pada ujung tulang
pipa, misal ujung tulang jari dan tulang dagu.
9. Kekurangan parathormon dapat mengakibatkan
tetanus, dengan gejala kadar kapur dalam darah
menurun, kejang otot pada tangan dan kaki, jarijari tangan membengkok ke arah pangkal, gelisah,
kesemutan, dan gangguan saraf, hingga sulit tidur.
Kelebihan kadar parathormon dapat diakibatkan
oleh tumor paratiroid, sehingga kebutuhan
kalsium dan fosfor diambil dari tulang. Hal tersebut
mengakibatkan kandungan kapur dan fosfor
dalam urine meningkat, sedangkan keadaan
tulang menjadi rapuh. Keadaan ini disebut dengan
Von Recklinghousen.
10. Apabila dalam tubuh terjadi hiposekresi ADH
maka tubuh akan menderita diabetes insipidus.
Gejalanya berupa produksi urine yang berlebihan.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Retina merupakan reseptor yang sangat sensitif
dengan cahaya. Dari retina, impuls yang berupa
cahaya dikirim ke otak melalui neuron sensorik
(X). Dari otak, impuls dikirim ke efektor melalui

neuron motorik. Dalam hal ini, efektornya berupa


otot sirkuler pada iris (Y). Akibatnya, otot sirkuler
pada iris akan berkontraksi (Z) sehingga diameter
pupil akan berkurang sehingga hanya sedikit
cahaya yang bisa masuk ke mata.
2. Jawaban: e
Mekanisme kerja indra penglihat saat menerima
rangsang cahaya.
Cahaya kornea aqueous humor pupil
lensa vitreous humor retina
3. Jawaban : d
Miopi atau rabun jauh adalah kelainan berupa
gangguan mata saat melihat benda yang letaknya
jauh. Miopi terjadi karena lensa mata terlalu
cembung atau bola mata terlalu panjang sehingga
bayangan jatuh di depan retina. Miopi dapat
dibantu dengan lensa cekung.
4. Jawaban: b
Jika kita mengamati objek yang berada dalam
jarak jauh, maka lensa mata akan menipis.
Semakin jauh objek, lensa mata akan semakin
menipis. Kereta api yang dilihat orang tersebut
berada dalam jarak jauh, sehingga lensa matanya
akan menipis. Setelah itu, dia mengamati jam
tangannya yang jaraknya sangat dekat sehingga
lensa matanya akan mencembung kembali.
Selanjutnya, dia mengamati jam tangan di stasiun
yang terletak sejauh 5 meter dari tempat duduknya, maka lensa matanya akan menipis kembali
tetapi tidak setipis saat melihat kereta api yang
baru datang.
5. Jawaban: e
Bagian yang mengandung reseptor pendengaran
adalah koklea (E). Sementara itu, bagian yang
ditunjuk oleh huruf A adalah maleus. Bagian yang
ditunjuk oleh huruf B adalah inkus. Bagian yang
ditunjuk oleh huruf C adalah stapes. Bagian yang
ditunjuk oleh huruf D adalah saluran semisirkularis.
6. Jawaban: b
Urutan bagian telinga yang dilalui gelombang
bunyi dari lingkungan yaitu lubang telinga
gendang telinga tiga tulang pendengaran
(meliputi maleus inkus stapes) koklea
(rumah siput).
7. Jawaban: c
Saluran eustachius dan tulang-tulang pendengaran (tulang martil, sanggurdi, dan landasan) terdapat di telinga tengah. Sementara itu, gendang
telinga terdapat di telinga luar. Koklea dan saluran
setengah lingkaran terdapat di telinga dalam.

Biologi Kelas XI

45

8. Jawaban: c
Kemampuan mengecap pada lidah sebagai
berikut.
a. Ujung lidah untuk mengecap rasa manis
(nomor 1).
b. Pangkal lidah untuk mengecap rasa pahit.
c. Tepi lidah bagian belakang untuk mengecap
rasa asam.
d. Tepi lidah bagian depan untuk mengecap
rasa asin (nomor 2).
9. Jawaban: c
Rasa sakit akibat tergores benda tajam akan
diterima reseptor yang berada di bagian nomor
3. Sementara itu, nomor 1 merupakan reseptor
sentuhan panas. Nomor 2 merupakan reseptor
sentuhan lembut. Nomor 4 merupakan reseptor
dingin. Nomor 5 merupakan reseptor tekanan
keras.
10. Jawaban: e
Anosmia adalah gangguan hidung yang berupa
kehilangan sensitivitas terhadap bau. Anosmia
dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut.
a. Penyumbatan rongga hidung akibat pilek dan
terdapat polip atau tumor di rongga hidung.
b. Sel rambut rusak akibat infeksi kronis.
c. Gangguan pada saraf olfaktori, bulbus
olfaktorius, dan traktus olfaktorius.
B. Uraian
1. a.

U
V
W
X

= otot sirkuler
= kornea
= iris
= sklera
X

b.
W
V
Cahaya
terang

3. Hidung kita selain berfungsi sebagai alat pernapasan, juga berfungsi sebagai indra
penciuman. Hidung memiliki daerah sensitif
sebagai indra penciuman. Daerah sensitif tersebut
terdapat di bagian atas rongga hidung. Daerah
tersebut terdiri dari sel-sel epitelium (epithelium
olfaktori) dan sel-sel pembau (sel reseptor
olfaktori). Sel-sel pembau berupa neuron yan
berfungsi sebagai reseptor. Struktur inilah yang
mendukung fungsi hidung sebagai indra
penciuman.
4. Telinga berperan sebagai indra pendengaran
karena dapat mendengar jika ada gelombang
suara. Impuls yang berupa suara ini akan
dijalarkan ke saraf otak VIII lalu ke korteks otak
bagian pendengaran untuk diinterpretasikan.
Sementara itu, indra keseimbangan merupakan
indra khusus yang terletak di dalam telinga. Indra
keseimbangan secara struktural terletak dekat
indra pendengaran, yaitu di bagian belakang
telinga dalam yang membentuk struktur utrikulus
dan sakulus serta kanalis semisirkularis. Struktur
tersebut berfungsi dalam pengaturan keseimbangan tubuh yang dihubungkan dengan
bagian keseimbangan dari saraf otak VIII. Dengan
demikian, saraf otak VIII mengandung dua
komponen yaitu pendengaran dan keseimbangan.
5. Pada ujung jari terdapat banyak reseptor dengan
serabut saraf sensorik. Dengan demikian, ujung
jari dapat membedakan dua titik rangsang bahkan
jika jarak kedua titik tersebut 1 mm. Hal tersebut
terjadi karena setiap titik rangsang akan mengenai
reseptor pada neuron yang berbeda sehingga
otak dapat membedakan dua titik rangsang
tersebut. Sementara itu, daerah punggung tangan
merupakan daerah yang hanya memiliki sedikit
reseptor. Punggung hanya dapat membedakan
dua titik rangsang, jika jarak kedua titik rangsang
lebih besar dari 70 mm.

Lensa
U

2. Vitreous humor merupakan cairan mata yang


mengandung zat seperti jeli. Cairan ini mengisi
bagian dalam bola mata di belakang lensa mata.
Fungsinya untuk mempertahankan tekanan
dalam bola mata agar bola mata tetap bundar dan
tidak kempis. Sementara itu, aquaeus humor
mengisi ruang posterior dan ruang anterior. Ruang
posterior adalah ruang antara lensa mata dan iris,
sedangkan ruang anterior adalah ruang antara
iris dan kornea. Aqueous humor berfungsi untuk
memberi nutrisi kornea dan lensa mata.
46

Kunci Jawaban dan Pembahasan

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Bagian otak yang berfungsi mengontrol gerakan
yang disadari serta menyimpan memori adalah
otak besar (serebrum). Serebrum ditunjukkan oleh
huruf Y. Sementara itu, bagian otak yang berfungsi
mengontrol gerakan-gerakan tubuh dan keseimbangan tubuh adalah otak kecil (serebelum).
Serebelum ditunjukkan oleh huruf Z. Sementara
itu, X adalah kelenjar pituitari yang menghasilkan
beberapa jenis hormon, seperti MSH, oksitosin,

dan vasopresin. Bagian yang ditunjuk oleh huruf


W adalah medula oblongata yang berfungsi
mengendalikan refleks fisiologis seperti denyut
jantung dan gerak alat pernapasan.
2. Jawaban: b
Impuls akan diterima oleh reseptor. Dari reseptor,
impuls akan dihantarkan oleh neuron sensorik
menuju ke pusat saraf untuk diolah. Selanjutnya,
impuls dari pusat saraf dihantarkan oleh neuron
motorik ke efektor (otot). Dengan demikian muncul
tanggapan dalam bentuk gerak.
3. Jawaban: d
Bagian otak yang bertugas mengendalikan
keseimbangan adalah otak kecil (nomor 4).
Sementara itu, nomor 1 adalah otak besar
(serebrum) yang memiliki beberapa fungsi seperti
pengendali gerak otot dan berpikir, menyimpan
memori, serta pusat penglihatan. Nomor 2 adalah
talamus yang berfungsi menerima rangsang serta
melakukan persepsi rasa sakit dan rasa
menyenangkan. Nomor 3 adalah hipotalamus
yang berfungsi mengatur suhu tubuh, lapar, dan
haus. Nomor 5 adalah medula oblongata yang
berfungsi mengendalikan refleks fisiologis seperti
denyut jantung dan gerak alat pernapasan.
4. Jawaban: c
Impuls akan diterima oleh dendrit (3) dan dihantarkan ke badan sel saraf (5). Selanjutnya impuls
dihantarkan ke sel saraf lain oleh akson (1). Akson
yang tidak dibungkus selubung mielin disebut nodus Ranvier (2). Nomor 4 merupakan inti sel.
5. Jawaban: d
Nama Saraf
okulomotor
abdusen
trigeminal
hipoglosal

7. Jawaban: a
Rasa sakit akan diterima oleh reseptor dan
dihantarkan oleh neuron sensorik menuju sistem
saraf pusat untuk diolah. Dengan demikian,
seseorang dapat merasakan sakit. Jika, neuron
sensorik seseorang rusak, maka impuls rasa sakit
tidak dapat dikirim ke sistem saraf pusat sehingga
orang tersebut tidak dapat merasakan sakit.
Neuron sensorik ditunjukkan oleh huruf P.
Sementara itu, bagian yang ditunjuk oleh huruf Q
adalah neuron motorik yang berfungsi menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke efektor
sehingga muncul tanggapan yang berupa gerak.
Bagian R merupakan saraf sumsum tulang yang
di dalamnya terdapat neuron motorik dan neuron
sensorik.
8. Jawaban: e
Bagian E adalah dendrit yang berfungsi menerima
impuls dari ujung saraf lain dan menghantarkannya ke badan sel saraf. Sementara itu, A merupakan bagian terakhir dari akson (akson terminal).
Bagian B disebut nodus Ranvier yaitu bagian
akson yang tidak terbungkus oleh selubung mielin.
Bagian C adalah akson yang berfungsi meneruskan impuls dari badan sel saraf ke sel saraf
lainnya. Bagian D adalah badan sel saraf yang
mengandung nukleus di dalamnya. Badan sel saraf
berfungsi mengoordinasi aktivitas metabolisme.
9. Jawaban: c
Bagian Tubuh
yang
Dipengaruhi
Jantung

Jenis Saraf
motorik
motorik
sensorik motorik
motorik

6. Jawaban: d
Neuron sensorik berfungsi menghantarkan impuls
dari reseptor menuju ke sistem saraf pusat. Jadi,
impuls berjalan mendekati sistem saraf pusat
melalui neuron sensorik. Neuron motorik berfungsi
menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat
menuju ke efektor. Jadi, impuls bergerak menjauhi
sistem saraf pusat melalui neuron motorik.
Neuron konektor atau asosiasi berfungsi menghubungkan neuron sensorik dengan neuron
motorik. Neuron konektor terdapat di dalam otak
dan sumsum tulang belakang. Otak dan sumsum
tulang belakang termasuk sistem saraf pusat.

Pupil mata
Lambung
Bronkus
Arteri

Saraf
Simpatetik

Saraf
Parasimpatetik

Mempercepat
denyut jantung
Memperbesar pupil
Menghambat kerja
lambung
Memperbesar bronkus
Memperkecil
diameter arteri

Memperlambat
denyut jantung
Mengecilkan pupil
Memacu kerja
lambung
Mengecilkan bronkus
Memperbesar
diameter arteri

10. Jawaban: e
Tremor dialami oleh penderita parkinson. Parkinson
merupakan gangguan produksi dopamin (neurotransmiter) di otak karena neuron mengalami
degenerasi. Kekurangan dopamin mengakibatkan
asetilkolin tidak dapat bekerja secara normal.
Akibatnya, koordinasi kerja otot terganggu.
11. Jawaban: e
Sinapsis adalah sambungan antara neuron yang
satu dengan yang lain. Di dalam substansi kelabu
terdapat sambungan antara neuron sensorik
dengan neuron motorik. Jadi, di dalam substansi
kelabu terdapat sinapsis. Sementara itu, di dalam
efektor, reseptor, sayap dorsal, dan sayap ventral
tidak terdapat sinapsis.

Biologi Kelas XI

47

12. Jawaban: a
Dendrit adalah tonjolan sitoplasma pada badan sel.
Dendrit berfungsi meneruskan impuls dari reseptor
ke badan sel. Selanjutnya, impuls dari badan sel
dikirim ke neurit/akson. Impuls di akson kemudian
menuju ujung akson (akson terminal). Impuls di
ujung akson kemudian berpindah ke dendrit neuron yang lain.
13. Jawaban: a
Jika suatu impuls tiba di prasinapsis, vesikelvesikel akan bergerak menuju membran prasinapsis.
Selanjutnya, vesikel-vesikel tersebut akan
melepaskan neurotransmiter ke celah sinapsis.
Neurotransmiter akan berdifusi melewati celah
sinapsis dan berikatan dengan protein spesifik
atau reseptor yang melekat pada membran
pascasinapsis. Ikatan antara neurotransmiter
dengan reseptor akan mengakibatkan impuls
dapat diteruskan ke saraf lainnya. Pada gambar,
vesikel ditunjukkan oleh huruf X. Sementara itu,
bagian yang ditunjuk oleh huruf Y adalah mitokondria
yang berfungsi menghasilkan energi. Energi
tersebut digunakan untuk penghantaran impuls
melewati sinapsis.
14. Jawaban: b
Urutan jalan rangsang seperti di atas menunjukkan gerak refleks. Gerak refleks berlangsung tanpa
disadari dan terjadi sangat cepat. Gerak ini tidak
diolah dahulu oleh otak. Contoh gerak refleks yaitu
tangan yang ditarik karena menyentuh benda
panas.
15. Jawaban: a
Kekurangan dopamin di dalam tubuh dapat
mengakibatkan hilangnya koordinasi tubuh.
Dopamin adalah zat kimia yang berfungsi sebagai
neurotransmiter di dalam otak, sehingga jika
kekurangan akan mengakibatkan gangguan pada
sinapsis. Akibat lebih lanjut adalah impuls saraf
tidak dapat merambat ke neuron lainnya.
16. Jawaban: e
Ciri-ciri alzheimer sebagai berikut.
1) Menyerang orang-orang yang berumur lebih
dari 65 tahun.
2) Berkurangnya kemampuan dalam mengingat.
3) Kehilangan kemampuan dalam melakukan
aktivitas sehari-hari seperti membaca, menulis,
dan berbicara.
Sementara itu, afasia adalah kehilangan daya
ingat karena kerusakan pada otak besar bagian
tengah. Ataksia adalah penyakit degeneratif akibat
mengecilnya otak kecil. Gejala yang dialami
penderita ataksia yaitu kesulitan mengontrol gerak
tubuh, tersedak saat minum, dan kesulitan
melafalkan kata-kata. Parkinson merupakan
48

Kunci Jawaban dan Pembahasan

gangguan produksi dopamin di otak karena neuron mengalami degenerasi. Neuritis adalah iritasi
pada neuron yang disebabkan oleh infeksi,
kekurangan vitamin, keracunan, atau tekanan.
17. Jawaban: e
Chousing syndrom disebabkan oleh hipersekresi
kelenjar adrenal/anak ginjal/suprarenalis.
Hipersekresi kelenjar tiroid dapat mengakibatkan
penyakit basedowi.
18. Jawaban: a
Setelah mengonsumsi makanan yang mengandung
gula, kadar glukosa dalam darah meningkat. Jika
kadar glukosa dalam darah tinggi, pankreas akan
mensekresikan hormon insulin. Insulin merangsang
hati untuk menyerap glukosa dan mengubahnya
menjadi glikogen. Dengan demikian, kadar glukosa
akan kembali normal seperti semula.
19. Jawaban: e
Hormon yang memengaruhi perubahan glikogen
menjadi glukosa yaitu adrenalin/epineprin.
Adrenalin dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Hormon
yang memengaruhi perubahan glukosa menjadi
glikogen yaitu insulin. Insulin dihasilkan oleh
kelenjar pankreas.
20. Jawaban: b
Sistem saraf mengatur kerja alat tubuh melalui aliran
rangsang pada neuron dan menimbulkan respons
yang cepat. Adapun sistem hormon bekerja dengan
cara mengalirkan hormon melalui peredaran darah
dan menimbulkan respons lambat.
21. Jawaban: b
Bagian yang ditunjuk oleh huruf B adalah kelenjar
tiroid. Kelenjar tiroid menghasilkan dua macam
hormon, yaitu tiroksin dan triyodotironin. Hormon
ini dibuat di folikel jaringan tiroid dari asam amino
(tiroksin) yang mengandung yodium. Yodium
secara aktif diakumulasi oleh kelenjar tiroid dari
darah. Oleh sebab itu, jika kekurangan zat yodium
dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan
pembesaran kelenjar gondok 15 kali. Sementara
itu, bagian yang ditunjuk oleh huruf A adalah
kelenjar pituitari. Bagian yang ditunjuk oleh huruf
C adalah kelenjar timus. Bagian yang ditunjuk oleh
huruf D adalah kelenjar pankreas. Bagian yang
ditunjuk oleh huruf E adalah kelenjar adrenal.
22. Jawaban: c
Otot rangka berkontraksi berulang-ulang tanpa
disadari merupakan gejala yang dialami penderita
epilepsi. Afasia adalah kehilangan daya ingat karena
terjadi kerusakan pada otak besar bagian tengah.
Ataksia adalah gangguan koordinasi gerak akibat
mengecilnya volume otak kecil. Hidrosefalus adalah
membesarnya kepala karena terjadi penumpukan

cairan otak. Neuritis adalah iritasi pada neuron yang


bisa disebabkan oleh infeksi, keracunan, kekurangan
vitamin, atau karena tekanan.
23. Jawaban: c
Nama Hormon
a.

Parathormon

b.
c.
d.
e.

Tiroksin
Gonadotrop
Prolaktin
Adenotrop

Fungsi
Mengatur konsentrasi ion kalsium dan
fosfor
Memengaruhi proses metabolisme
Memengaruhi kerja kelenjar kelamin
Menstimulsi sekresi air susu
Merangsang kelenjar adrenal untuk
mensekresikan glukokortikoid

24. Jawaban: b
Gerakan mata yang terkena debu merupakan
contoh gerak refleks yang konektornya ada di
otak. Jalur perjalanan impulsnya, yaitu rangsang
reseptor neuron sensorik konektor pada
otak neuron motorik efektor.
25. Jawaban: a
Pada saat cahaya masuk ke mata secara tiba-tiba
otot sirkuler akan berkontraksi sehingga diameter
pupil mengecil. Mengecilnya pupil ini merupakan
gerak refleks pada mata. Gerak ini terjadi apabila
ada cahaya datang menyilaukan mata.
26. Jawaban: b
Setelah digunakan, hormon akan dinonaktifkan
oleh hati. Selanjutnya akan diekskresikan oleh
ginjal bersama urine.
27. Jawaban: b
Saat intensitas cahaya tinggi maka otot-otot
sirkuler (nomor 2) akan berkontraksi. Akibat
kontraksi otot tersebut, pupil akan mengecil
sehingga dapat mengurangi intensitas cahaya
yang masuk ke mata. Sementara itu, bagian yang
ditunjuk oleh nomor 1 adalah kornea. Bagian yang
ditunjuk oleh nomor pupil. Bagian yang ditunjuk
oleh nomor 4 adalah lensa. Bagian yang ditunjuk
oleh nomor 5 adalah retina.
28. Jawaban: c
Sel batang dan sel kerucut merupakan reseptor
dan mengandung pigmen yang sensitif terhadap
cahaya. Sel batang dan sel kerucut terdapat di
retina yang ditunjukkan oleh nomor 3. Sementara
itu, nomor 1 adalah sklera. Nomor 2 adalah
koroidea. Nomor 4 adalah pembuluh darah.
Nomor 5 adalah saraf optik.
29. Jawaban: c
Hipotalamus berfungsi mengatur suhu tubuh dan
tekanan darah. Sementara itu, serebrum memiliki
beberapa fungsi, antara lain mengendalikan gerak
otot dan berpikir serta menyimpan memori.
Serebelum berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh. Talamus berfungsi untuk mengatur

perasaan dan gerakan. Medula oblongata berfungsi mengendalikan refleks fisiologis seperti
denyut jantung dan gerak alat pernapasan.
30. Jawaban: d
Impuls yang berupa aroma suatu zat akan
diterima oleh selaput lendir hidung selanjutnya
akan dijalarkan ke saraf olfaktori. Sementara itu,
saraf optik menerima impuls yang berasal dari
retina mata. Saraf auditori menerima impuls dari
telinga bagian dalam. Saraf hipoglosal menerima
impuls dari otot lidah. Saraf okulomotor menerima
impuls dari empat otot bola mata.
B. Uraian
1. a.

b.

A : kelenjar pituitari
B : hipotalamus
C : serebrum
D : serebelum
E : medula oblongata
Kelenjar pituitari berfungsi mensekresikan
bermacam-macam hormon yang mengatur
berbagai jenis kegiatan dalam tubuh, misal
hormon oksitosin dan vasopresin. Hipotalamus
berfungsi mengontrol suhu tubuh, tekanan
darah, gerak peristaltik di rektum, rasa lapar,
dan rasa haus. Serebrum berfungsi untuk
mengontrol semua aktivitas yang disadari,
seperti mengendalikan gerak otot dan berpikir, pusat pendengaran, penciuman,
pengecap, dan penglihatan, serta menyimpan
berbagai informasi. Serebelum berfungsi
mengatur gerakan otot untuk menjaga
keseimbangan tubuh. Medula oblongata
berfungsi mengendalikan refleks fisiologis
seperti denyut jantung, bersin, berkedip, dan
gerakan alat pernapasan.

2. Bentuk kerja sama antara sistem indra, saraf, dan


hormon dapat dicontohkan saat kita takut melihat
anjing. Oleh karena rasa ketakutan tersebut, kita
akan berlari. Mulai dari melihat anjing sampai
berlari memerlukan koordinasi antara sistem
indra, sistem saraf, dan sistem hormon. Saat
melihat anjing, organ mata mulai bekerja. Mata
menyampaikan rangsangan ke otak dan otak akan
menerjemahkannya. Sistem yang bekerja pada
contoh ini adalah sistem indra. Saat berlari, otot
kaki memerlukan pasokan glukosa dan oksigen.
Untuk memenuhi kebutuhan glukosa dan oksigen,
paru-paru bernapas lebih cepat untuk memperoleh
lebih banyak oksigen dan jantung terpompa lebih
cepat untuk mengalirkan glukosa dan oksigen ke
otot. Otak mendeteksi perubahan oksigen dan
karbon dioksida dalam darah dan mengirimkan
rangsangan tersebut ke diafragma, otot dada, dan
Biologi Kelas XI

49

jantung. Dalam contoh ini, sistem koordinasi yang


bekerja adalah sistem saraf. Sementara itu,
pasokan ekstra glukosa yang diperlukan otot
untuk berlari berasal dari hati. Glikogen di dalam
hati diubah menjadi glukosa dan dilepaskan ke
dalam darah. Pengubahan glikogen menjadi
glukosa distimulasi atau dirangsang oleh suatu
zat kimia yang disebut hormon adrenalin. Pada
contoh ini, sistem koordinasi yang bekerja adalah
sistem hormon.
3. a.
b.

c.
d.

4. a.

b.

5.

No.

Sinapsis. Sinapsis adalah sambungan antara


neuron yang satu dengan neuron yang lain.
Organel yang ditunjuk oleh huruf P adalah
mitokondria. Mitokondria berfungsi untuk
menghasilkan energi (ATP) yang akan digunakan dalam perpindahan impuls melewati
sinapsis.
Neuron X = neuron motorik
Neuron Y = neuron sensorik
1) Neuron X memiliki akson yang panjang,
sedangkan neuron Y memiliki akson
yang pendek.
2) Neuron X berfungsi menghantarkan
impuls dari sistem saraf pusat ke efektor,
sedangkan neuron Y berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem
saraf pusat.
Sistem koordinasi yang mengalami kerusakan yaitu otak depan dan otak kecil. Otak depan
merupakan pusat saraf utama karena memiliki fungsi yang penting dalam pengaturan
semua aktivitas tubuh, khususnya berkaitan
dengan kepandaian (intelegensi), ingatan
(memori), kesadaran, dan pertimbangan.
Otak kecil berfungsi mengatur sikap atau
posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi
gerakan otot yang terjadi secara sadar.
Apabila terjadi cidera pada otak kecil dapat
mengakibatkan gangguan pada sikap dan
koordinasi gerakan otot.
Amnesia
Penderita amnesia mengalami kehilangan
memori (daya ingat) dan tidak mampu membentuk memori baru.
Sistem Saraf

a. Sinyal yang dibawa berupa


impuls saraf
b. Impuls saraf dihantarkan
oleh serabut saraf
c. Organ target biasanya
khusus

Kunci Jawaban dan Pembahasan

7. Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon


perangsang tiroid. Selanjutnya HPT (hormon
perangsang tiroid) merangsang kelenjar tiroid untuk
menghasilkan tiroksin. Apabila produksi tiroksin
sudah berlebihan maka produksinya akan
dihambat dengan cara mengurangi produksi HPT.
Apabila produksi HPT berkurang, tiroksin yang
dihasilkan akan berkurang. Berkurangnya produksi
tiroksin merangsang hipofisis untuk meningkatkan
produksi HPT.
8. a.

b.

Gangguan yang terjadi pada orang berkacamata plus adalah hipermetropi.


Hipermetropi adalah mata dengan lensa yang
terlalu pipih atau bola mata terlalu pendek.
Pada penderita hipermetropi, objek yang
dekat akan terlihat kabur karena bayangan
jatuh di belakang retina, sedangkan objek
yang jauh akan terlihat jelas karena
bayangan jatuh di retina. Oleh karena itu,
kelainan mata jenis ini dapat dikoreksi
dengan lensa positif (cembung).

c.

Sebelum dikoreksi dengan lensa positif


lensa cembung

Sistem Hormon

Sinyal yang dibawa


berupa cairan hormon
Hormon dihantarkan melalui sistem peredaran darah
Organ target ada yang
khusus, ada pula yang
umum
d. Tanggapan organ ber- Tanggapan organ berlangsung lambat
langsung cepat

50

6. Dari kelenjar endokrin, hormon akan disekresikan


menuju ke aliran darah dan akan diangkut oleh
plasma darah. Oleh karena itu, hormon harus
berbentuk molekul-molekul yang kecil agar dapat
berdifusi dengan cepat melewati membran selektif
permeabel pada dinding pembuluh darah. Dengan
demikian, hormon tersebut dapat masuk ke aliran
darah dan menjangkau organ-organ target.

Sesudah dikoreksi dengan lensa positif

9. a.
b.
c.
d.
e.

Reseptor untuk sentuhan (korpus Meissner)


Reseptor untuk tekanan (korpus Paccini)
Reseptor untuk panas (korpus Ruffini)
Reseptor untuk dingin (korpus Krausse)
Reseptor untuk rasa sakit (ujung saraf tanpa
selaput)

10. Anggapan tersebut tidak benar. Pada kenyataannya alkohol justru bersifat adiksi fisiologis, yaitu
mengakibatkan kecanduan sehingga timbul
depresi yang ditandai dengan perasaan gelisah
dan ketakutan. Kecanduan adalah munculnya
perasaan ingin meminum minuman beralkohol
secara terus-menerus dan setiap kali jumlahnya
selalu bertambah hingga yang bersangkutan
mengalami kehilangan kesadaran atau mabuk.
Tanda-tanda seseorang yang mabuk adalah
pandangan mata kabur, hilangnya kendali pada
otot gerak dan otot mulut, serta denyut jantung
dan frekuensi pernapasan menjadi lambat.

Bab V

Sistem Reproduksi
Manusia

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Skrotum 2) dan penis 4) merupakan organ
reproduksi eksternal pada pria, sedangkan
testis 1), vas deferens 5), dan vesikula
seminalis 3) termasuk organ reproduksi internal.
2. Jawaban: c
Sel primordial
mitosis
Spermatogonia
Spermatogonia

Spermatogonia

Spermatosit primer
meiosis pertama
Spermatosit sekunder
meiosis kedua
Spermatid

Spermatozoa

3. Jawaban: c
Testis berada dalam sebuah kantong pelindung
yang disebut skrotum. Dalam skrotum terdapat
otot lurik yang berfungsi mengatur suhu di sekitar
testis agar selalu stabil. Epididimis, vas deferens,
dan uretra merupakan saluran kelamin yang
terdapat di luar testis. Sementara itu, vesikula
seminalis merupakan salah satu kelenjar kelamin.
4. Jawaban: b
Proses pembentukan spermatosit primer
dipengaruhi oleh hormon testosteron yang
dihasilkan oleh sel-sel Leydig di dalam tubulus
seminiferus. Luteinizing hormone berfungsi

merangsang sel-sel Leydig untuk mensekresi


testosteron. Follicle stimulating hormone
merangsang sel-sel sertoli untuk menghasilkan
ABP. ABP merangsang terjadinya spermatogenesis. Estrogen berfungsi dalam pematangan
sperma. Progesteron tidak berperan dalam
spermatogenesis.
5. Jawaban: b
Saluran yang dilalui sperma keluar dari testis yaitu
epididimis vas deferens kantong sperma
saluran ejakulasi uretra.
6. Jawaban: e
Spermiasi merupakan tahap terakhir dari spermatogenesis. Pada tahap ini terjadi pematangan
spermatid menjadi sperma. Proses pematangan
ini dipengaruhi oleh hormon testosteron.
7. Jawaban: e
Keterangan gambar:
Nomor 1 : spermatogonium = diploid
Nomor 2 : spermatosit primer = diploid
Nomor 3 : spermatosit sekunder = haploid
Nomor 4 : spermatid = haploid
Nomor 5 : sperma = haploid
8. Jawaban: d
Keterangan gambar:
P = vas deferens, saluran kelamin lanjutan
epididimis
Q = epididimis, tempat penyimpanan sperma
sementara sampai sperma matang
R = lobulus, tempat testis berada
S = tubulus seminiferus, tempat pembentukan
sperma
T = skrotum, kantong pelindung testis
9. Jawaban: b
Pada saat spermotogenesis, spermatogonium
(2n) mengalami pembelahan mitosis membentuk
spermatosit primer. Selanjutnya spermatosit
primer (2n) mengalami pembelahan meiosis I
menjadi spermatosit sekunder (n). Pada saat itu,
terjadi pengurangan jumlah kromosom.
Kromosom sel anakan (spermatosid sekunder)
berjumlah separuh atau setengah dari jumlah
kromosom sel induk (spermatosit primer).
10. Jawaban: a
Spermatogonia (tunggal: spermatogonium)
merupakan benih dari sperma. Spermatogonia
mengalami mitosis menjadi spermatosit primer,
kemudian terjadi meiosis I menjadi spermatosit
sekunder, dilanjutkan meiosis II membentuk
spermatid. Spermatid berkembang menjadi spermatozoa. Sel sertoli adalah sel-sel yang berfungsi
memberi nutrisi sperma untuk pematangan
sperma dan mengatur spermatogenesis.
Biologi Kelas XI

51

11. Jawaban: e
Pada ovarium janin sudah terkandung sel induk
telur (sel primordial) yang kemudian mengalami
pembelahan mitosis membentuk oosit primer.
Oosit primer dalam keadaan dorman sampai anak
mengalami masa puber. Pada masa puber, oosit
primer mengalami pembelahan meiosis I
membentuk oosit sekunder dan badan polar I.
Selanjutnya oosit sekunder mengalami
pembelahan meiosis II dan terhenti sampai terjadi
ovulasi. Pembelahan meiosis II ini akan
dilanjutkan sampai selesai setelah sel telur dibuahi
oleh sperma (fertilisasi).
12. Jawaban: b
Siklus menstruasi pada umumnya terjadi setiap
28 hari. Jadi, jika hari pertama menstruasi terjadi
pada tanggal 17 Maret maka hari pertama
menstruasi bulan berikutnya yaitu pada tanggal
13 April (ditambah 28 hari). Sementara itu,
peristiwa ovulasi umumnya terjadi pada hari ke14 setelah hari pertama menstruasi, yaitu pada
tanggal 31 Maret.
13. Jawaban: d
K dan O menunjukkan fase menstruasi.
Menstruasi merupakan awal dari siklus
menstruasi. Masa fertil atau masa subur terjadi
pada fase ovulasi (M). L menunjukkan fase praovulasi dan N menunjukkan fase pasca-ovulasi.
14. Jawaban: a
Pada pertengahan siklus menstruasi (pada hari
ke-14) merupakan fase ovulasi. Pada fase tersebut,
ovum telah matang dan siap dibuahi oleh sperma.
15. Jawaban: a
Tahap menstruasi merupakan tahap awal dari
siklus menstruasi. Ovulasi/pelepasan ovum yang
telah matang terjadi pada hari ke-14. Apabila ada
sperma yang membuahi ovum tersebut (fertilisasi)
maka terbentuklah zigot. Zigot akan menjadi
embrio dan melakukan implantasi ke endometrium.
16. Jawaban: c
Kelenjar Endokrin
Kelenjar pituitari
Ovarium
Ovarium
Kelenjar pituitari
Kelenjar hipofisis

Hormon

Luteinizing hormone
Estrogen
Progesteron
Follicle stimulating hormone
Oksitosin

17. Jawaban: c
Sakus vitelinus atau kantong telur merupakan
pelebaran endodermis.
Trofoblas adalah sel-sel blastula bagian luar.
Korion merupakan membran terluar pada embrio.
Amnion merupakan kantong berisi cairan tempat
embrio berada.
52

Kunci Jawaban dan Pembahasan

18. Jawaban: d
Oosit primer
Korpus luteum
Folikel primer

Ovarium
Folikel de Graaf

Oosit sekunder

Ovulasi

19. Jawaban: c
Hormon estrogen dan progesteron memengaruhi
perkembangan fisik kelenjar payudara. LH
berfungsi merangsang terjadinya ovulasi. FSH
berfungsi merangsang pembentukan folikel yang
mengelilingi ovum sampai matang.
20. Jawaban: a
Dalam siklus menstruasi, hipotalamus mensekresi
GnRF (Gonadotropin Releasing Factor). Hormon
tersebut merangsang kelenjar pituitari untuk
menghasilkan FSH. Selanjutnya memacu ovarium
untuk melepaskan estrogen. Estrogen berpengaruh
dalam penebalan dinding uterus (endometrium).
B. Uraian
1.

Organ
Target

Peran

Hormon

Disekresi
oleh

LH

Kelenjar
pituitari

Ovarium

Merangsang
terjadinya
ovulasi

Estrogen

Ovarium

Uterus

Menstimulasi
pertumbuhan
endometrium

Oksitosin

Kelenjar
hipofisis

Uterus

Merangsang
kontraksi
otot uterus
saat
persalinan

2. Proses spermatogenesis dimulai dengan


spermatogonium diploid yang mengalami
pembelahan mitosis berulang-ulang. Spermatogonium tumbuh dan berkembang menjadi
spermatosit primer. Selanjutnya spermatosit
primer membelah secara meiosis membentuk dua
spermatosit sekunder. Selanjutnya kedua
spermatosit sekunder membelah lagi dan
membentuk empat spermatid. Setiap spermatid
kemudian berdiferensiasi menjadi sperma.

3. Sperma terdiri atas kepala dan ekor. Pada


membran yang melindungi kepala terdapat
selubung yang disebut akrosom. Akrosom
mengandung enzim hialuronidase, akrosin, dan
antifertilisin. Hialuronidase dan akrosinberfungsi
menembus
lapisan
pelindung
ovum.
Hialuronidase melarutkan hialuronid pada corona
radiata sel telur. Akrosin menghancurkan
glikoprotein pada zona pelusida. Antifertilizin
merupakan antigen yang berfungsi melekatkan
sperma pada sel telur. Setelah mampu menembus
lapisan pelindung sel telur, inti sel sperma
bergabung dengan inti sel telur sehingga
menghasilkan zigot.
4. Karena pembentukan sperma dalam testis
memerlukan suhu yang lebih rendah dari suhu
tubuh. Lingkungan sekitar testis lebih mudah
diatur apabila testis berada di luar rongga tubuh.
5. Kelenjar asesoris adalah kelenjar reproduksi yang
menghasilkan cairan reproduksi dalam saluran
reproduksi pria. Cairan reproduksi tersebut
berfungsi untuk mempertahankan hidup sperma
dan pergerakan sperma selama proses fertilisasi.
Kelenjar asesoris ada tiga yaitu vesikula seminalis,
kelenjar prostat, dan kelenjar Cowper. Vesikula
seminalis (kantong sperma) merupakan kelenjar
berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kandung
kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan
zat makanan yang berfungsi sebagai nutrisi bagi
sperma. Kelenjar prostat melingkari bagian atas
uretra, terletak di bagian bawah kandung kemih.
Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang
mengandung kolesterol, garam, dan fosfolipid.
Fungsinya untuk kelangsungan hidup sperma.
Sedangkan kelenjar Cowper memiliki saluran
langsung menuju uretra. Kelenjar ini menghasilkan getah yang bersifat basa.
6. Menopause adalah berhentinya siklus menstruasi.
Hal ini dipengaruhi oleh turunnya produksi hormon
estrogen dan progesteron. Turunnya produksi
estrogen dan progesteron mengakibatkan ovulasi
dan menstruasi tidak teratur dan akhirnya
berhenti.
7. Fungsi sel epitel germinal, sel sertoli, dan sel
Leydig dalam spermatogenesis sebagai berikut.
a. Sel epitel germinal berfungsi sebagai sel
induk dalam spermatogenesis.
b. Sel sertoli berfungsi mengatur spermatogenesis dan memberi nutrisi sperma.
c. Sel Leydig berfungsi mensekresi testosteron
di tubulus seminiferus.

8. Empat membran kehamilan sebagai berikut.


a. Sakus vitelinus atau kantong telur merupakan
tempat pembentukan sel darah dan pembuluh
darah embrio.
b. Korion merupakan membran terluar pada
embrio. Korion dengan jaringan endometrium
uterus itu akan membentuk plasenta.
c. Amnion merupakan kantong berisi cairan
tempat embrio berada. Amnion berguna
melindungi janin dari tekanan, benturan, atau
perubahan suhu yang drastis.
d. Alantois merupakan membran pembentuk tali
pusar.
9. a.
b.

10. a.
b.
c.
d.
e.

Kehamilan kembar identik.


Ciri-cirinya sebagai berikut.
1) Kehamilan kembar identik merupakan
hasil fertilisasi satu ovum oleh satu sperma.
Zigot yang dihasilkan mengalami
pembelahan dan membentuk dua embrio.
2) Memiliki susunan gen yang sama.
3) Janin berkelamin sama.
4) Kedua janin mempunyai ciri fisik sama.
Mengandung nutrisi lengkap.
Mengandung zat antibodi.
Bebas kontaminasi oleh bakteri.
Siap digunakan.
Lebih ekonomis.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Prinsip kerja kondom sebagai alat kontrasepsi
yaitu mencegah pertemuan ovum dan sperma.
Alat kontrasepsi yang mempunyai prinsip kerja
sama dengan kondom yaitu spermisida dan
diafragma. Pil pencegah kehamilan, susuk, dan
suntik hormon mempunyai prinsip kerja
mencegah terjadinya ovulasi.
2. Jawaban: e
Estrogen dan progesteron berfungsi untuk mencegah pemasakan sel telur. Testosteron berperan
dalam perubahan ciri sekunder pada remaja lakilaki. Oksitosin berperan dalam kontraksi uterus
selama proses kelahiran.
3. Jawaban: d
Sterilisasi adalah metode untuk mencegah
kehamilan secara permanen dan tingkat
keberhasilannya tertinggi karena dilakukan
dengan cara operasi pemotongan dan pengikatan
saluran reproduksi. Adapun IUD, susuk/implan,
dan kontrasepsi alami masih berpeluang
mengalami kehamilan.
Biologi Kelas XI

53

4. Jawaban: b
Vasektomi merupakan metode kontrasepsi
dengan cara memotong dan mengikat saluran
kelamin vas deferens. Melalui cara ini maka
sperma tidak akan keluar bersama air mani.
Dengan demikian, tidak akan terjadi fertilisasi
antara ovum dan sperma.
5. Jawaban: c
Metode kontrasepsi susuk atau implan merupakan
kontrasepsi hormonal yang dilakukan dengan cara
pemasangan kapsul silastik yang mengandung
hormon progesteron. Kapsul dipasang di bawah
kulit lengan atas. Hormon akan dilepaskan sedikit
demi sedikit ke dalam tubuh untuk memengaruhi
kondisi hormonal alami tubuh.

mengikat tuba fallopii. Melalui metode ini,


ovum tetap diproduksi oleh ovarium, tetapi
tidak dapat dibuahi oleh sperma karena tuba
fallopii dipotong dan diikat. Dengan demikian,
kehamilan tidak akan terjadi.
2.

Karena vasektomi merupakan cara kontrasepsi


yang bersifat permanen. Vasektomi dilakukan
dengan cara memotong dan mengikat saluran
reproduksi pria (vas deferens). Apabila suatu saat
saluran tersebut disambung lagi, kemungkinan
untuk hamil lagi sangat kecil.

3.

a.

b.

6. Jawaban: a
Pil pencegah kehamilan mengandung hormon
kombinasi antara progesteron dan estrogen.
Kedua hormon tersebut berfungsi untuk
mencegah terjadinya ovulasi (pelepasan ovum
dari ovarium).
7. Jawaban: d
Apabila kedua oviduk seorang wanita dipotong
maka sperma masih dapat masuk ke dalam
uterus, tetapi tidak dapat melewati oviduk
sehingga tidak terjadi fertilisasi. Dalam keadaan
tersebut, ovum dan hormon kelamin tetap
diproduksi.

c.

d.

4.

Gejala-gejala pada pria sebagai berikut.


a. Terjadi lecet, terbentuk bintil pada penis.
b. Adanya kutil atau daging tumbuh seperti
jengger ayam pada penis.
c. Terasa gatal pada alat kelamin.
d. Terasa panas pada saat kencing.
e. Kencing nanah bercampur darah.
f. Bengkak dan nyeri pada pangkal paha.
Gejala-gejala pada wanita sebagai berikut.
a. Terasa nyeri pada perut bagian bawah.
b. Pengeluaran lendir berlebihan pada vagina,
berwarna kelabu atau hijau, berbau, serta
menimbulkan rasa gatal dan nyeri.
c. Terasa sakit setelah hubungan seksual.
d. Timbul darah selesai hubungan seksual.
e. Timbul bintil atau borok pada alat kelamin.
f. Terasa nyeri pada saat kencing.

5.

Metode kontrasepsi sistem kalender merupakan


pembatasan jumlah anak atau penjarangan
kelahiran dengan cara tidak berhubungan seksual
selama masa subur. Metode ini mempunyai
tingkat keberhasilan yang tinggi pada wanita yang
siklus menstruasinya teratur. Bagi wanita yang
siklus menstruasinya tidak teratur, metode ini
mempunyai tingkat keberhasilan yang rendah. Hal
ini dikarenakan adanya kesulitan untuk
menentukan masa subur.

8. Jawaban: b
Timbul benjolan di daerah alat kelamin merupakan
gejala yang dialami penderita kutil kelamin. Saat
kencing keluar cairan kental putih kekuningan
dialami olah penderita gonorhoe.
9. Jawaban: c
AIDS diakibatkan oleh infeksi HIV ( Human
Immuno Virus). Gonorhoe diakibatkan oleh infeksi
bakteri Neisseria gonorrhoeae. Sifilis diakibatkan
oleh infeksi bakteri Treponema pallidum.
10. Jawaban: b
Klamidiasis akibat infeksi oleh Chlamydia
trachomatis . Kutil kelamin akibat infeksi HPV
(Human Papilloma Virus). Sifilis akibat infeksi
Treponema pallidum. Epididimitis akibat infeksi
oleh Escherichia coli dan Chlamydia. Uretritis
akibat infeksi oleh Chlamydia trachomatis ,
Ureplasma urealyticum, atau virus herpes.
B. Uraian
1. a.
b.

54

Metode kontrasepsi tubektomi.


Kontrasepsi dengan metode tubektomi
dilakukan dengan cara memotong dan

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Kriptorkidisme adalah gagalnya satu atau


kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum.
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi
testis yang diakibatkan oleh gangguan
hormonal.
Amenore primer adalah tidak terjadinya
menstruasi pada wanita sampai usia
17 tahun.
Amenore sekunder adalah tidak terjadinya
menstruasi pada wanita yang sebelumnya
pernah mengalami menstruasi.

6. Jawaban: e
Sel primordial (2n)
mitosis

spermatogonia (2n)

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
Keterangan gambar:
1 = ureter
2 = vas deferens
3 = uretra
4 = epididimis
2. Jawaban: a
Bagian luar testis dilindungi oleh skrotum. Penis
adalah alat koitus untuk menyalurkan sperma.
Epididimis adalah saluran berkelok-kelok dari testis. Ureter adalah saluran yang mengalirkan urine
dari ginjal ke kantong urine. Uretra adalah saluran
yang menyalurkan urine dari kantong urine
menuju keluar tubuh.
3. Jawaban: c
Hormon yang berperan dalam pembelahan
meiosis pada saat pembentukan spermatosit
sekunder yaitu hormon testosteron. Hormon ini
dihasilkan oleh sel Leydig. Spermatogonium
merupakan sel penghasil sperma. Sel sertoli
sebagai pemberi nutrisi spermatozoa. Kelenjar
Cowper dan vesikula seminalis merupakan
penghasil cairan yang bersifat basa dan
memudahkan pergerakan sperma.
4. Jawaban: b
Saluran kelamin pria yang berfungsi sebagai
tempat penyimpanan sperma sementara sampai
sperma matang yaitu epididimis. Skrotum
merupakan pelindung testis. Penis merupakan
alat koitus. Saluran ejakulasi merupakan saluran
penghubunga vesikula seminalis dengan uretra.
Uretra merupakan saluran reproduksi yang
terakhir.
5. Jawaban: d
Dalam spermatogenesis, FSH merangsang sel
sertoli untuk menghasilkan ABP ( Androgen
binding Protein). ABP merangsang spermatogonium untuk memulai spermatogenesis. LH
merupakan hormon yang berfungsi merangsang
sel Leydig menghasilkan hormon testosteron.
Progesteron, estrogen, dan oksitosin merupakan
hormon yang berperan dalam tubuh wanita.
Estrogen juga terdapat dalam tubuh pria tetapi
dalam konsentrasi yang rendah.

Spermatosit primer (2n)


meiosis pertama

Spermatosit
sekunder (n)

Spermatosit
sekunder (n)
meiosis kedua

Spermatid

Spermatid

Spermatid

Spermatid (n)

Spermatozoa Spermatozoa Spermatozoa

Spermatozoa

7. Jawaban: d
Enzim hialuronidase yang terdapat pada kepala
sperma berfungsi untuk menembus lapisan
pelindung ovum pada saat proses fertilisasi.
Energi untuk pergerakan sperma dihasilkan oleh
mitokondria dalam badan sperma. Cairan yang
mengandung kolesterol dan garam dihasilkan
oleh kelenjar prostat. Bagian yang menggerakkan
sperma adalah bagian ekor sperma.
8. Jawaban: c
Pernyataan yang benar mengenai sperma
sebagai berikut.
1) Sperma adalah kumpulan sel-sel kelamin pria
(spermatozoa). Selama melewati saluran
reproduksi, sperma akan ditambahkan cairan
reproduksi untuk kelangsungan hidup
sperma. Sperma yang bercampur dengan
cairan reproduksi disebut semen (air mani).
2) Pembentukan sperma terjadi dalam tubulus
seminiferus.
3) Proses pembentukan sperma disebut spermatogenesis.
4) Sperma dihasilkan terus-menerus seumur
hidup.
5) Produksi sperma dimulai setelah seorang
anak laki-laki mengalami pubertas.
9. Jawaban: d
Sel primordial
mitosis

Oogonia

Oogonia
Oosit primer
meiosis I

Badan polar I

Oosit sekunder
meiosis II

Badan
Polar II

Badan
Polar II

Badan
Polar II

Ootid
Ovum

Biologi Kelas XI

55

10. Jawaban: e
Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang
disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat
fimbriae yang berfungsi menangkap sel telur dari
ovarium. Uterus merupakan tempat embrio tumbuh
dan berkembang. Bagian bawah uterus mengecil
dan disebut serviks. Vagina merupakan saluran
akhir dari saluran reproduksi.

menerima embrio. Apabila ovum tidak dibuahi,


korpus luteum akan berubah menjadi korpus
albikans sehingga kadar progesteron dan estrogen menjadi rendah. Keadaan ini mengakibatkan
luruhnya endometrium sehingga terjadilah
menstruasi. Setelah terjadi menstruasi, hipofisis
akan mengeluarkan FSH yang berfungsi memacu
pematangan folikel baru.

11. Jawaban: e
Setelah masa ovulasi, korpus rubrum berubah
menjadi korpus luteum (badan kuning). Korpus
luteum akan menghasilkan hormon progesteron
yang berfungsi mempersiapkan endometrium
menerima embrio. Pada saat ini, endometrium
menjadi tebal dan lembut serta dilengkapi banyak
pembuluh darah.

16. Jawaban: a
Ovarium : tempat pembentukan sel telur
Oviduk : tempat terjadinya fertilisasi
Fimbriae: untuk menangkap ovum
Uterus : tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio

12. Jawaban: d
Wanita melepaskan satu sel telur matang dari
salah satu ovariumnya setiap bulan. Peristiwa ini
terjadi pada saat ovulasi. Selanjutnya sel tersebut
kemudian dapat dibuahi oleh sperma pada
peristiwa fertilisasi sehingga menghasilkan zigot.
Zigot kemudian tumbuh menjadi embrio. Embrio
kemudian melakukan implantasi di dinding uterus
ibunya. Apabila sel telur matang tidak dibuahi
maka sel telur tersebut meluruh bersama-sama
dengan endometrium dalam peristiwa menstruasi.
Menopause adalah fase seorang wanita yang
sudah tidak mengalami haid/menstruasi lagi.
13. Jawaban: c
Membran yang melindungi embrio dalam rahim
terhadap goncangan yaitu amnion. Amnion
merupakan membran yang langsung melingkupi
embrio dalam suatu ruang yang berisi cairan
amnion. Cairan ini berfungsi menjaga embrio agar
dapat bergerak bebas dan melindungi embrio dari
goncangan. Korion merupakan membran terluar
yang tumbuh melingkupi embrio. Korion dengan
jaringan endometrium membentuk plasenta yang
merupakan pemberi nutrisi bagi embrio. Alantois
merupakan membran yang pertama kali dibentuk
saat kehamilan.
14. Jawaban: d
Hormon progesteron berperan dalam pembentukan endometrium uterus, merangsang sekresi lendir
pada vagina, dan pertumbuhan kelenjar susu.
Hormon relaksin berfungsi untuk melunakkan
serviks dan melonggarkan tulang panggul.
15. Jawaban: a
Setelah masa ovulasi, korpus rubrum berubah
menjadi korpus luteum (badan kuning). Korpus
luteum akan menghasilkan hormon progesteron
yang berfungsi mempersiapkan endometrium

56

Kunci Jawaban dan Pembahasan

17. Jawaban: e
Apabila ovum tidak dibuahi oleh sperma, korpus
luteum menghentikan produksi estrogen dan
progesteron. Turunnya kadar kedua hormon
tersebut mengakibatkan lepasnya ovum dari
endometrium dan terjadi peluruhan endometrium.
18. Jawaban: a
Pada tahap menstruasi terjadi peluruhan dinding
uterus (endometrium) secara bertahap. Tahap
menstruasi dapat berlangsung selama 7 hari yaitu
pada hari ke-0 sampai hari ke-7.
19. Jawaban: b
FSH merangsang pembentukan folikel terjadi
pada fase pra-ovulasi. Pada fase menstruasi
korpus luteum menghentikan produksi estrogen
dan progesteron sehingga ovum meluruh
bersama endometrium. Pada fase ovulasi terjadi
peningkatan kadar estrogen dan terjadi produksi
LH. LH inilah yang merangsang terjadinya ovulasi.
Pada fase pasca-ovulasi/fase luteal LH
merangsang folikel yang telah kosong menjadi
korpus luteum. Selanjutnya progesteron dan estrogen memacu pembentukan endometrium.
20. Jawaban: a
a. FSH dihasilkan oleh kelenjar pituitari yang
berfungsi merangsang pematangan folikel
dalam ovarium dan merangsang pelepasan
hormon estrogen.
b. LH dihasilkan oleh kelenjar pituitari yang
berfungsi memengaruhi pematangan folikel
dalam ovarium dan merangsang pelepasan
hormon progesteron.
c. ACTH dihasilkan oleh kelenjar pituitari serta
berfungsi merangsang korteks adrenal untuk
memproduksi kortikosteroid.
d. Relaksin dihasilkan oleh korpus luteum pada
ovarium dan plasenta. Hormon ini berperan
dalam relaksasi serviks dan melonggarkan
tulang panggul sehingga mempermudah
persalinan.

e.

f.

g.

Oksitosin dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.


Hormon ini berfungsi merangsang kontraksi
otot pada uterus.
Estrogen dihasilkan oleh kelenjar gonad.
Hormon ini berfungsi menentukan ciri
pertumbuhan kelamin sekunder pada wanita.
Progesteron dihasilkan oleh kelenjar gonad.
Hormon ini berperan dalam penebalan dan
perbaikan dinding uterus.

21. Jawaban: b
2n

Sel primordial
mitosis

2n

Oogonia

2n

2n
Tumbuh

Oosit primer

Oosit sekunder
Badan polar I

Sperma
Oviduk sebelah
kanan

n
Meiosis kedua

Badan polar II n

25. Jawaban: e
Ada tiga lapisan jaringan embironal pada fase
gastrula.
a. Ektoderm membentuk epidermis kulit dan
saraf.
b. Endoderm membentuk saluran dan kelenjar
pencernaan.
c. Mesoderm membentuk rangka, otot, sistem
peredaran darah, sistem ekskresi, dan sistem
reproduksi.
Blastosol adalah rongga yang terbentuk pada
embrio fase blastula. Gastrosol adalah
rongga yang terbentuk pada embrio pada
fase gastrula.
26. Jawaban: b

2n

Meiosis pertama

Korion dengan jaringan endometrium akan


membentuk plasenta. Amnion dan cairan amnion
melindungi embrio dari pengaruh lingkungan.
Alantois berkembang membentuk tali pusar.

n
n

Badan polar mengalami


degenerasi
Ovum

Uterus
Ovarium
sebelah kanan
Vagina

Ootid
n

22. Jawaban: d
Gambar pada soal menunjukkan bahwa oosit
sekunder (ditunjukkan dengan X) siap dilepas dari
ovarium dan akan ditangkap oleh fimbriae untuk
dibawa ke oviduk. Kondisi ini terjadi pada fase
ovulasi dalam siklus menstruasi. Pada fase ini LH
meningkat sehingga merangsang pematangan
folikel dan mendorong terjadinya ovulasi.
23. Jawaban: d
Enzim yang berfungsi merusak lapisan terluar sel
telur yaitu enzim hialuronidase. Enzim yang
berfungsi mengaktifkan sperma agar bergerak
lebih cepat dan mengumpulkan sperma di
sekeliling ovum yaitu enzim fertilizin. Enzim yang
berfungsi menghancurkan lapisan dalam sel telur
yaitu enzim akrosin.
24. Jawaban: e
Sakus vitelinus adalah kantong telur yang
pertama kali dibentuk dari perluasan lapisan endoderm (lapisan terdalam pada blastosit). Sakus
vitelinus merupakan tempat pembentukan sel-sel
darah dan pembuluh darah pertama embrio.

Kantong urinaria
Serviks
Uretra
Vulva

27. Jawaban: e
Tubektomi termasuk kontrasepsi permanen,
dengan cara pemotongan dan pengikatan saluran
ovum (oviduk). IUD merupakan alat kontrasepsi
yang mencegah fertilisasi. Diafragma dan kondom
merupakan metode kontrasepsi mekanis yang dilakukan dengan cara mencegah masuknya
sperma ke dalam saluran reproduksi wanita. Adapun
susuk merupakan kontrasepsi hormonal dengan
cara pemasangan alat seperti pipa plastik berukuran sangat kecil di bawah jaringan kulit lengan.
28. Jawaban: b
Penyakit pada alat kelamin yang ditandai oleh
keluarnya nanah sewaktu kencing disebut
gonorhoe. Gonorhoe diakibatkan oleh infeksi
Neisseria gonorrhoeae . Candida albicans
mengakibatkan keputihan. Herpes simplex
mengakibatkan penyakit herpes genitalis. HPV
mengakibatkan penyakit kutil kelamin. HIV
mengakibatkan penyakit AIDS.
29. Jawaban: d
Penyakit sifilis termasuk PMS karena penyakit
tersebut menular melalui hubungan seksual. Oleh
karena itu, tidak berganti-ganti pasangan seksual
merupakan salah satu cara mencegah penularan
penyakit ini.
Biologi Kelas XI

57

30. Jawaban: a
Spermisida merupakan alat kontrasepsi yang
mengandung bahan kimia untuk mematikan
sperma.
B. Uraian
1. Cairan yang bersifat basa dalam air mani
berfungsi untuk mempertahankan kehidupan
sperma selama melewati saluran reproduksi
wanita. Organ reproduksi wanita bersifat asam.
Sifat asam dapat mematikan sperma. Dengan
adanya cairan tersebut, sperma dapat bertahan
hidup selama melewati saluran reproduksi wanita
selama proses fertilisasi.
2. Hormon testosteron berperan penting dalam
proses spermatogenesis. Hormon ini berperan
penting pada tahap pembelahan sel-sel germinal
untuk membentuk sperma, terutama pada saat
pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder.
3. Urutan saluran reproduksi pria adalah tubulus
seminiferus epididimis vas deferens saluran
ejakulasi uretra. Sperma dihasilkan oleh testis
dalam saluran testis yang disebut tubulus
seminiferus. Sperma yang terbentuk akan
disimpan sementara dalam epididimis untuk
proses pendewasaan. Selanjutnya, sperma akan
dikeluarkan ke vesikula seminalis melalui vas
deferens. Dalam vesikula seminalis akan
ditambahkan cairan reproduksi untuk memper tahankan hidup sperma. Sperma yang
bercampur dengan cairan reproduksi disebut
semen (air mani). Semen dikeluarkan dengan
cara dipancarkan melalui saluran ejakulasi
kemudian keluar melalui uretra.
4. a.
b.
c.

Ovarium
Korpus luteum
Fungsi korpus luteum yaitu memproduksi
hormon estrogen dan progesteron.

5. Fertilisasi terjadi di dalam tuba fallopii dan


menghasilkan zigot. Zigot kemudian mengalami
pembelahan sel berulang-ulang. Zigot membelah
menjadi dua sel kemudian membelah menjadi
empat sel. Selanjutnya terjadi pembelahan sel
menjadi 32 sel yang berkelompok seperti buah
arbei yang disebut morula. Morula mengalami
pembelahan membentuk blastula. Blastula terdiri
atas sel-sel bagian luar dan sel-sel bagian dalam.
Sel-sel bagian luar disebut tropoblas. Tropoblas
ini kemudian berkembang membentuk plasenta
dan membran kehamilan. Tropoblas membantu
implantasi blastula pada endometrium.

58

Kunci Jawaban dan Pembahasan

6. Empat hormon yang memengaruhi proses


persalinan sebagai berikut.
a. Estrogen memengaruhi kontraksi uterus.
b. Oksitosin memengaruhi kontraksi uterus.
c. Prostaglandin memengaruhi kontraksi
uterus.
d. Relaksin berfungsi melunakkan serviks dan
melonggarkan tulang panggul.
7. Ya. Sperma tetap dapat dihasilkan dalam testis.
Namun, sperma tidak dapat membuahi ovum
karena vas deferens (saluran yang dilewati
sperma menuju penis) dipotong dan diikat.
8. Empat bagian dari organ reproduksi wanita
sebagai berikut.
a. Ovarium berfungsi memproduksi ovum dan
melepaskannya menuju uterus.
b. Oviduk (tuba fallopii) merupakan tempat
terjadinya fertilisasi.
c. Uterus merupakan tempat berkembangnya
embrio/janin.
d. Vagina merupakan tempat keluar bayi ketika
dilahirkan.
9. Beberapa bahaya PMS yang tidak segera
ditangani sebagai berikut.
a. Dapat mengakibatkan kemandulan.
b. Dapat mengakibatkan keguguran.
c. Dapat mengakibatkan kanker leher rahim.
d. Dapat menular kepada bayi yang dikandung
oleh penderita.
e. Dapat merusak organ tubuh yang lain, misal
mata, otak, dan hati.
10. Perbandingan bentuk dan ukuran, jumlah setiap
kali diproduksi serta sifat gerak ovum dan sperma
sebagai berikut.
a. Bentuk ovum seperti bola, berinti besar dan
dikelilingi sitoplasma. Sperma berbentuk
seperti kecebong, berinti kecil dengan sedikit
sitoplasma dibandingkan ovum.
b. Setiap kali diproduksi dihasilkan jutaan
sperma, sedangkan ovum hanya satu.
c. Sperma mampu bergerak bebas menggunakan ekornya. Energi gerak dihasilkan
oleh mitokondria. Sementara itu, ovum tidak
dapat bergerak aktif. Perpindahan ovum dari
ovarium ke oviduk karena adanya fimbriae
dan kontraksi otot pada dinding oviduk.

Bab VI

Sistem Pertahanan Tubuh


pada Manusia

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Sistem imun bagi tubuh memiliki fungsi sebagai
berikut.
1) Menangkal benda asing yang masuk ke
dalam tubuh.
2) Menjaga keseimbangan komponen tubuh
yang telah tua.
3) Mendeteksi dan menghancurkan sel-sel
abnormal, termutasi, atau ganas.
2. Jawaban: e
Air liur mengandung enzim lisozim yang berfungsi
membunuh mikroorganisme merugikan, misal
bakteri yang masuk bersama makanan. Enzim
tersebut dapat menghidrolisis dinding sel bakteri
sehingga sel pecah dan mati.
3. Jawaban: c
1) Alergen yaitu senyawa yang dapat
menimbulkan alergi.
2) Antigen yaitu zat asing yang masuk ke dalam
tubuh.
3) Antibodi yaitu zat yang diproduksi untuk
melawan antigen yang masuk ke dalam
tubuh.
4) Interferon yaitu protein yang berperan dalam
sistem pertahanan tubuh terhadap virus.
4. Jawaban: c
Antigen yang masuk ke dalam tubuh akan
merangsang sistem imun untuk membentuk antibodi
yang berfungsi melawan antigen. Adapun vaksin
merupakan suatu antigen yang dimasukkan ke
dalam tubuh agar menghasilkan kekebalan aktif
buatan. Alergen merupakan antigen penyebab
alergi. Interferon merupakan senyawa protein yang
berfungsi menghasilkan zat yang mencegah
replikasi virus. Protein komplemen merupakan
senyawa protein yang berfungsi melindungi sel-sel
tubuh dari serangan bakteri.
5. Jawaban: c
1) Alergi merupakan reaksi tubuh yang berlebihan terhadap antigen yang masuk ke
dalam tubuh.
2) Imunitas merupakan kekebalan tubuh terhadap penyakit.
3) Fagositosis merupakan peristiwa suatu sel
menelan sel atau partikel asing.

4)

Autoimunitas merupakan suatu keadaan


tubuh membentuk antibodi yang tidak dapat
membedakan antara sel-sel tubuh dengan
sel asing sehingga menyerang sel-sel tubuh
sendiri.

6. Jawaban: a
Limfosit berperan dalam sistem pertahanan tubuh
spesifik dengan membentuk antibodi dan
menyerang patogen secara langsung. Eosinofil,
monosit, neutrofil, dan mastosit berperan dalam
sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Monosit dan
neutrofil berperan dalam proses fagositosis.
Mastosit berfungsi menghasilkan histamin untuk
menimbulkan inflamasi. Eosinofil berperan dalam
respons alergi.
7. Jawaban: a
1) Antigen yaitu zat asing yang masuk ke dalam
tubuh.
2) Antibodi yaitu zat yang diproduksi untuk
melawan zat asing yang masuk ke dalam
tubuh.
3) Interferon yaitu senyawa protein yang
dihasilkan oleh sel-sel tubuh ketika terjadi
infeksi virus.
4) Protein komplemen yaitu protein yang
berfungsi membunuh bakteri penginfeksi
dengan cara membentuk lubang pada
dinding sel dan membran plasma bakteri
tersebut.
8. Jawaban: d
Proses pembentukan dan pematangan limfosit B
terjadi di sumsum tulang belakang. Adapun
kelenjar timus merupakan tempat pematangan
limfosit T.
9. Jawaban: e
Setelah infeksi patogen tertanggulangi, beberapa
neutrofil dan sel fagosit lainnya akhirnya mati
seiring dengan matinya jaringan tubuh dan
patogen. Sel-sel fagosit yang masih hidup maupun
yang telah mati serta sel-sel tubuh yang rusak
akan membentuk nanah.
10. Jawaban: e
1) Sel B plasma untuk membentuk antibodi.
2) Sel B pembelah untuk membentuk sel B
plasma dan sel B pengingat.
3) Sel T supresor untuk menurunkan dan
menghentikan respons imun.
4) Sel T pembantu untuk menstimulasi pembentukan sel T pembunuh, sel T supresor,
dan sel B plasma.

Biologi Kelas XI

59

11. Jawaban: e
1) IgA berperan mencegah infeksi pada
permukaan epitelium dan mencegah kematian
bayi akibat infeksi saluran pencernaan.
2) IgD berfungsi merangsang pembentukan
antibodi oleh sel B plasma.
3) IgE berperan dalam menimbulkan reaksi
alergi.
4) IgG berperan dalam memberikan respons
kekebalan sekunder.
5) IgM berperan dalam memberikan respons
kekebalan primer.
12. Jawaban: a
Ketika tubuh terkena penyakit campak, tubuh akan
menstimulasi pembentukan antibodi untuk
melawan antigen penyebab campak. Akibatnya,
tubuh akan menjadi kebal terhadap penyakit
campak jika suatu saat penyakit tersebut
menyerang kembali. Kekebalan yang diperoleh
tersebut merupakan kekebalan aktif alami.
13. Jawaban: e
Diabetes melitus disebabkan oleh antibodi yang
menyerang sel-sel beta di pankreas yang
menghasilkan insulin. AIDS disebabkan oleh
infeksi HIV. Cacar disebabkan oleh infeksi
Measiesvirus. Polio disebabkan oleh Poliovirus.
Influenza disebabkan oleh infeksi Influenzavirus.
14. Jawaban: e
Seseorang dapat terkena AIDS apabila
konsentrasi sel T-nya hanya sekitar 200 sel/mm3.
Kondisi ini terjadi pada fase V. Adapun pada fase
I dan II sistem imun masih bekerja dengan baik.
Pada fase III tubuh sudah menunjukkan adanya
gejala sakit. Pada fase IV tubuh sudah kehilangan
sistem imun.
15. Jawaban: d
1) Ciri-ciri penyakit polio yaitu otot-otot mengalami
kelumpuhan dan tetap kecil.
2) Ciri-ciri penyakit AIDS yaitu jumlah sel T-nya
hanya sekitar 200 sel/mm3 darah dan tubuh
mudah terserang berbagai penyakit.
3) Ciri-ciri penyakit diabetes melitus yaitu kadar
gula darah meningkat dan sel-sel beta di
pankreas mengalami kerusakan.
4) Ciri-ciri penyakit myasthenia gravis yaitu otot
lurik mengalami kerusakan.
B. Uraian
1. Sistem imun adalah suatu mekanisme tubuh
untuk melindungi diri dari benda asing atau bibit
penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

60

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Karakteristik sistem imun ada tiga yaitu


kekhususan, pengenalan terhadap benda asing,
dan daya ingat. Tubuh mempunyai sel-sel khusus
yang bertugas untuk mengingat dan mengenali
antigen yang pernah menyerang sebelumnya.
Tugas seperti itu dilakukan oleh sel-sel mandiri,
misal limfosit. Kekhususan maksudnya bahwa
antibodi hanya cocok untuk antigen tertentu.
2. Kegunaan inflamasi bagi sistem pertahanan tubuh
sebagai berikut.
a. Mencegah infeksi ke jaringan lain.
b. Mempercepat proses penyembuhan.
c. Sebagai sinyal adanya bahaya dan perintah
agar sel darah putih melakukan fagositosis
terhadap mikroba yang menginfeksi tubuh.
3. a.

b.

c.

Sel T pembunuh berfungsi membunuh


patogen yang masuk ke dalam tubuh serta
sel tubuh yang terinfeksi.
Sel T pembantu berfungsi menstimulasi
pembentukan limfosit B plasma dan jenis
limfosit T lainnya.
Sel T supresor berfungsi menurunkan dan
menghentikan respons imun apabila infeksi
berhasil diatasi.

4. Fagositosis merupakan peristiwa membunuh


benda asing, misal bakteri atau sel patogen
dengan cara menelannya. Fagositosis dilakukan
oleh sel-sel darah putih yang meliputi neutrofil dan
monosit. Namun, sebelum memfagositosis sel
patogen, monosit akan berubah menjadi makrofag
terlebih dahulu.
5. a.

b.

Pertahanan tubuh nonspesifik yaitu pertahanan tubuh yang tidak membedakan


patogen satu dengan yang lainnya. Sistem
ini merupakan garis pertahanan pertama
yang bertugas menghalangi masuknya
patogen ke dalam tubuh.
Pertahanan tubuh spesifik yaitu pertahanan
tubuh terhadap patogen tertentu yang masuk
ke dalam tubuh. Sistem ini bekerja apabila
patogen telah berhasil melewati sistem
pertahanan tubuh nonspesifik.

6. Vaksin adalah suatu antigen yang disuntikkan


atau diberikan secara oral untuk merangsang
mekanisme per tahanan tubuh (imunitas).
Vaksinasi adalah pemberian vaksin yang
dimasukkan ke dalam tubuh.
7. Protein komplemen membunuh sel bakteri
dengan cara membentuk lubang pada dinding sel
dan membran plasma bakteri. Hal ini
mengakibatkan ion-ion Ca 2+ keluar dari sel

bakteri, sedangkan cairan dan garam-garam dari


luar masuk ke dalam sel bakteri. Masuknya cairan
dan garam ini mengakibatkan sel bakteri hancur
(lisis).
8. Antigen yaitu zat asing yang masuk ke dalam
tubuh. Adapun antibodi yaitu senyawa protein
yang dihasilkan oleh sel B plasma untuk melawan
antigen. Antibodi melawan antigen dengan cara
mengikatnya. Dengan demikian, patogen yang
antigennya telah diikat oleh antibodi akan lebih
mudah ditangkap dan dihancurkan oleh makrofag.
9. a.

b.
c.

d.
e.

f.

Neutrofil berperan dalam proses fagositosis,


yaitu menelan mikroorganisme yang telah
mati.
Eosinofil berperan dalam reaksi alergi.
Basofil berperan melepaskan senyawa kimia,
misal histamin yang mengakibatkan reaksi
inflamasi (pembengkakan).
Monosit akan berubah menjadi makrofag dan
akan memfagositosis patogen.
Limfosit B berperan dalam imunitas yang
diperantarai antibodi (antibodymediated
immunity).
Limfosit T berperan dalam imunitas yang
diperantarai sel (cellmediated immunity).

10. Imunisasi atau penyuntikan suatu vaksin ke dalam


tubuh akan menstimulasi pembentukan antibodi
dan sel-sel B pengingat. Apabila suatu saat
antigen yang sama menyerang, sel B pengingat
akan mengenalinya dan menstimulasi
pembentukan sel B plasma. Dengan demikian,
sel B plasma akan menghasilkan antibodi untuk
melawannya.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Bakteri penyebab penyakit (patogen) dapat masuk
ke dalam tubuh kita dan menginfeksi sel-sel tubuh.
Jika sistem imun dapat membunuh bakteri
tersebut, tubuh kita tidak akan terserang penyakit.
Sebaliknya, apabila bakteri dapat mengalahkan
sistem imun, tubuh kita akan terserang suatu
penyakit.
2. Jawaban: a
Pada saat terjadi kerusakan jaringan (misal akibat
tergores), jaringan yang terinfeksi akan merangsang
mastosit untuk melepaskan histamin. Histamin
berperan menimbulkan inflamasi dengan tandatanda daerah yang terinfeksi menjadi berwarna
kemerahan, panas, bengkak, dan terasa nyeri.

3. Jawaban: b
Protein komplemen membunuh bakteri penginfeksi dengan cara membentuk lubang pada
dinding sel dan membran plasma bakteri tersebut.
Hal ini mengakibatkan ion-ion Ca2+ keluar dari sel
bakteri, sedangkan cairan dan garam-garam dari
luar bakteri masuk ke dalam sel bakteri. Masuknya
cairan dan garam ini mengakibatkan sel bakteri
hancur.
4. Jawaban: b
Limfosit berperan dalam sistem kekebalan tubuh
spesifik, yaitu untuk membentuk antibodi. Mastosit
berperan melepas histamin yang berfungsi
menimbulkan inflamasi. Trombosit dan eritrosit
tidak berperan dalam sistem pertahanan tubuh.
5. Jawaban: b
Sel yang memproduksi antibodi adalah sel B
plasma. Sel yang menimbulkan inflamasi adalah
basofil. Senyawa yang mencegah replikasi virus
adalah interferon. Sel yang menghentikan respons
imun adalah sel T supresor.
6. Jawaban: d
1) Antibodi yaitu zat yang berfungsi melawan
zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
2) Antigen yaitu zat asing yang masuk ke dalam
tubuh.
3) Lisozim yaitu enzim dalam cairan sekret seperti
air liur untuk menghambat pertumbuhan
mikroba.
4) Protein komplemen yaitu protein yang berfungsi membunuh bakteri penginfeksi dengan
cara membentuk lubang pada dinding sel dan
membran plasma bakteri tersebut.
7. Jawaban: b
Sel B pengingat berfungsi mengingat antigen yang
pernah masuk ke dalam tubuh. Sel pengingat akan
tetap hidup dalam tubuh selama beberapa tahun.
Sel ini akan membelah dengan cepat apabila
patogen yang sama kembali menyerang. Adapun
sel B pembelah berfungsi membentuk sel B plasma
dan sel B pengingat. Sel T pembunuh berfungsi
membunuh patogen yang masuk ke dalam tubuh
secara langsung. Sel T supresor berfungsi
menghentikan respons imun apabila infeksi telah
berhasil diatasi.
8. Jawaban: c
Antibodi dihasilkan oleh sel B plasma. Untuk
menelan patogen (fagositosis) merupakan fungsi
dari sel-sel darah putih yang meliputi neutrofil dan
makrofag.

Biologi Kelas XI

61

9. Jawaban: b
Ketika suatu patogen menyerang tubuh untuk
pertama kalinya, antigen dari patogen tersebut
akan memicu respons kekebalan primer. Sel B
pengingat akan mengingat antigen tersebut.
Apabila patogen yang sama menyerang tubuh
untuk kedua kalinya, sel B pengingat akan
menstimulasi sel B pembelah untuk membentuk
sel B plasma. Sel B plasma yang terbentuk akan
menghasilkan antibodi untuk melawan patogen.
Respons ini disebut respons kekebalan sekunder.
10. Jawaban: b
Vaksin hepatitis B yang disuntikkan ke dalam tubuh
akan menstimulasi produksi antibodi dan sel-sel
pengingat untuk mengingat antigen yang diberikan.
Dengan demikian, apabila terjadi infeksi antigen
penyebab hepatitis B, antigen tersebut akan
memacu tubuh agar menghasilkan antibodi untuk
melawannya. Kekebalan yang diperoleh setelah
pemberian vaksin disebut kekebalan aktif buatan.
11. Jawaban: d
Sel B dan sel T dibentuk di sumsum tulang. Akan
tetapi, proses pematangan sel B tetap berlangsung di sumsum tulang, sedangkan proses
pematangan sel T berlangsung di kelenjar timus.
12. Jawaban: e
Respons kekebalan primer terbentuk ketika
antigen masuk ke dalam tubuh untuk pertama
kalinya. Dalam respons tersebut terbentuk sel B
pengingat yang berfungsi mengingat antigen.
Apabila antigen yang sama masuk ke dalam tubuh
untuk kedua kalinya, sel B pengingat akan
mengenali antigen tersebut sehingga akan
terbentuk respons kekebalan sekunder.
Kemampuan sistem imun untuk mengenali antigen yang sebelumnya pernah masuk ke dalam
tubuh ini disebut memori imunologi.
13. Jawaban: d
Apabila infeksi patogen telah berhasil ditangani,
sel T supresor akan menghentikan respons
kekebalan dengan cara menghambat aktivitas
sel T pembunuh dan membatasi produksi antibodi.
Hal ini bertujuan agar sistem imun tidak berbalik
menyerang sel-sel tubuh sendiri.
14. Jawaban: e
1) Sel T pembunuh ber tugas membunuh
patogen yang masuk ke dalam tubuh secara
langsung.
2) Sel T supresor bertugas menurunkan dan
menghentikan respons imun apabila infeksi
telah berhasil diatasi.
3) Sel B pembelah ber tugas membentuk
sel B plasma dan sel B pengingat.

62

Kunci Jawaban dan Pembahasan

4)

Sel B pengingat bertugas mengingat suatu


antigen yang masuk ke dalam tubuh.

15. Jawaban: c
Dalam proses imunisasi, antigen yang dimasukkan
ke dalam tubuh akan menstimulasi sel B pembelah
untuk membentuk sel B plasma dan sel B
pengingat. Proses pembentukan sel B tersebut
dapat mengakibatkan seseorang mengalami
demam. Gejala demam tersebut akan hilang ketika
antigen yang dimasukkan ke dalam tubuh telah
dibersihkan oleh antibodi.
16. Jawaban: c
Antibodi merupakan respons imun yang bersifat
spesifik. Adapun antibiotik bukan merupakan jenis
respons imun, melainkan senyawa yang
dihasilkan oleh suatu jenis mikroba untuk membunuh mikroba lain yang menginfeksi tubuh.
17. Jawaban: b
Berdasarkan gambar pada soal, molekul antibodi
terdiri atas dua macam rantai polipeptida, yaitu
rantai ringan (ditunjuk oleh nomor 1 dan 4) serta
rantai berat (ditunjuk oleh nomor 2, 3, dan 5).
Nomor 6 merupakan ikatan disulfida yang
menghubungkan keempat rantai pada molekul
antibodi.
18. Jawaban: e
Kekebalan pasif alami merupakan kekebalan yang
diperoleh setelah menerima antibodi dari luar
secara alami. Kekebalan ini dapat ditemukan pada
bayi setelah menerima antibodi dari ibunya melalui
plasenta saat masih berada di dalam kandungan.
Adapun pemberian suatu vaksin (vaksinasi) dapat
menghasilkan kekebalan aktif buatan. Penyuntikan
antibodi buatan dapat menghasilkan kekebalan
pasif buatan. Infeksi suatu kuman penyakit dapat
menghasilkan kekebalan aktif alami. Pemberian
antibiotik tidak menghasilkan kekebalan.
19. Jawaban: b
Sel B berperan dalam pembentukan kekebalan
humoral. Neutrofil berperan dalam melakukan
fagositosis. Eosinofil berperan dalam proses
alergi. Trombosit tidak berperan dalam sistem
imun, tetapi berperan dalam proses pembekuan
darah.
20. Jawaban: d
Sel yang memproduksi antibodi yaitu sel B
plasma. Sel yang menghentikan respons imun
yaitu sel T supresor. Sel yang menyerang patogen
secara langsung yaitu sel T pembunuh. Sel yang
mengingat antigen yang masuk ke dalam tubuh
yaitu sel B pengingat.

21. Jawaban: c
Autoimunitas merupakan suatu keadaan sistem
kekebalan tubuh membentuk antibodi yang tidak
mampu membedakan antara sel-sel tubuh
dengan sel asing sehingga antibodinya justru
menyerang sel-sel tubuh sendiri.
22. Jawaban: e
1) Eosinofil berfungsi mengendalikan
kerusakan jaringan tubuh akibat reaksi alergi
dengan melepaskan enzim untuk
mendetoksifikasi histamin yang dihasilkan
oleh mastosit. Sel yang melakukan
fagositosis yaitu neutrofil dan makrofag.
2) Sel yang menimbulkan inflamasi yaitu basofil.
3) Sel yang menghasilkan antibodi yaitu limfosit.
4) Antigen dihasilkan oleh sel mikroorganisme
dan benda asing.
23. Jawaban: e
Tipe Limfosit
Sel B plasma
Sel B pembelah
Sel T pembunuh
Sel T supresor
Sel T pembantu

Fungsi
memproduksi antibodi
membentuk sel B plasma dan sel
B pengingat
menyerang patogen secara
langsung
menghentikan respons imun
membentuk sel B plasma

24. Jawaban: b
Respons imun primer akan muncul setelah
pemberian antigen yang pertama kali. Adapun
respons imun sekunder muncul setelah antigen
disuntikkan kedua kalinya. Berdasarkan grafik
pada soal, konsentrasi antibodi yang dihasilkan
pada saat antigen per tama kali lebih kecil
dibanding setelah pemberian antigen kedua
kalinya. Hal ini menunjukkan bahwa respons
kekebalan sekunder terjadi lebih cepat dan lebih
besar dibandingkan respons kekebalan primer.
25. Jawaban: c
Kekebalan tubuh seseorang dapat melemah akibat
terinfeksi virus HIV. Virus tersebut menyerang sel
T pembantu yang berfungsi mengaktifkan jenis sel
T lainnya dan sel B plasma. Akibatnya, kemampuan
tubuh melawan kuman penyakit menjadi
berkurang.
26. Jawaban: d
Makrofag berfungsi menelan patogen
(fagositosis). Eosinofil berperan dalam proses
alergi. Monosit akan berkembang menjadi
makrofag setelah masuk ke jaringan yang
terinfeksi patogen. Trombosit berperan dalam
proses pembekuan darah.

27. Jawaban: e
Inflamasi atau pembengkakan jaringan ditandai
dengan bengkak karena pembuluh darah
membesar sehingga banyak darah yang mengalir
ke jaringan tersebut. Gejala inflamasi yang lain
yaitu daerah luka menjadi berwarna kemerahan
dan terasa panas. Rasa sakit timbul akibat adanya
tekanan di bagian reseptor dan saraf.
28. Jawaban: d
1) AIDS disebabkan oleh serangan HIV
terhadap sel T pembantu.
2) Alergi disebabkan oleh repons imun yang
berlebihan terhadap suatu senyawa yang
masuk ke dalam tubuh.
3) Diabetes melitus disebabkan oleh antibodi
yang menyerang sel-sel beta di pankreas.
4) Addison's disease disebabkan oleh antibodi
yang menyerang kelenjar adrenalin.
29. Jawaban: b
Virus HIV tidak menyerang semua sel tubuh
manusia, tetapi hanya menyerang sel yang pada
permukaannya terdapat molekul CD4, yaitu sel T
pembantu. Virus tersebut tidak dapat ditularkan
melalui kontak fisik, tetapi ditularkan melalui
darah, semen, atau cairan vagina.
30. Jawaban: e
Sel T pembantu merupakan target utama infeksi
HIV. Hal ini dikarenakan pada permukaan selnya
terdapat molekul CD4 yang berperan sebagai
reseptor bagi HIV. Sel ini bertugas menstimulasi
pembentukan sel T pembunuh, sel T supresor,
dan sel B plasma. Akibatnya, serangan HIV
terhadap sel T pembantu akan menghambat
pembentukan sel B plasma dan jenis sel T lainnya
yang berperan dalam sistem imun.
B. Uraian
1. Kulit melindungi tubuh dari patogen karena lapisan
terluarnya terdiri atas sel-sel epitel yang tersusun
rapat sehingga patogen sulit untuk menembusnya.
Lapisan terluar kulit juga mengandung keratin dan
sedikit air sehingga pertumbuhan mikroorganisme
terhambat.
2. a.

b.
c.

Pertahanan fisik yaitu pertahanan yang


dilakukan oleh lapisan terluar tubuh yang
menghalangi jalan masuknya patogen ke
dalam tubuh. Contoh kulit dan membran
mukosa.
Pertahanan mekanis yang dilakukan oleh
rambut hidung dan silia.
Pertahanan kimia yang dilakukan oleh cairan
sekret yang dihasilkan oleh kulit dan membran
mukosa. Contoh minyak dan keringat.
Biologi Kelas XI

63

d.

Pertahanan biologis yang dilakukan oleh


populasi bakteri yang tidak berbahaya yang
berada di kulit dan membran mukosa.

3. Makrofag membunuh patogen dengan cara


menyelubungi sel patogen dengan pseudopodia
(kaki semu) kemudian menelannya. Patogen
tersebut selanjutnya dihancurkan dengan bantuan
lisosom.
4. Mekanisme pertahanan tubuh melalui inflamasi
dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Jaringan mengalami luka, kemudian mengeluarkan histamin maupun senyawa kimia
lainnya.
b. Terjadi pelebaran pembuluh darah yang
mengakibatkan bertambahnya aliran darah
dan permeabilitas pembuluh darah. Selanjutnya, terjadi perpindahan sel-sel fagosit
(neutrofil dan monosit) dari pembuluh darah
ke cairan luar sel.
c. Sel-sel fagosit kemudian menelan bakteri
atau sel asing lainnya.
5. Tipe-tipe antibodi sebagai berikut.
a. IgM berperan dalam memberikan respons
kekebalan primer.
b. IgG berperan dalam memberikan respons
kekebalan sekunder.
c. IgA berfungsi membantu pembentukan
kekebalan pasif pada bayi.
d. IgD berfungsi merangsang pembentukan
antibodi oleh sel B plasma.
e. IgE berperan dalam reaksi alergi.
6. Setelah infeksi tertanggulangi, beberapa neutrofil
dan sel fagosit lainnya akan mati seiring bersamaan dengan matinya sel-sel tubuh dan patogen.
Sel-sel fagosit yang masih hidup maupun yang
sudah mati serta sel-sel tubuh yang rusak selanjutnya akan membentuk nanah. Terbentuknya
nanah merupakan indikator bahwa infeksi telah
sembuh.
7. Respons imun harus dihentikan apabila infeksi
telah berhasil ditangani. Apabila tubuh terusmenerus memproduksi antibodi dan menstimulasi
sel B dan sel T untuk terus membelah, bahkan
ketika tidak dibutuhkan, komponen sistem imun
tersebut dapat merusak jaringan tubuh sendiri.
8. Autoimunitas adalah keadaan sistem kekebalan
tubuh di mana antibodi yang diproduksi justru
menyerang sel-sel tubuh sendiri karena tidak
mampu membedakan sel tubuh sendiri dengan
sel asing.
Dua contoh kelainan yang terjadi akibat
autoimunitas sebagai berikut.

64

Kunci Jawaban dan Pembahasan

a.

b.

Diabetes melitus disebabkan oleh antibodi


yang menyerang sel-sel beta pankreas yang
berfungsi menghasilkan insulin.
Addison's disease disebabkan oleh antibodi
yang menyerang kelenjar adrenalin.

9. Kekebalan aktif merupakan kekebalan yang


dihasilkan oleh tubuh itu sendiri, sedangkan
kekebalan pasif merupakan kekebalan yang
diperoleh karena menerima antibodi dari luar.
10. a.

b.

Antibody-mediated immunity yaitu respons


imun yang diperantarai oleh antibodi dan
tidak melibatkan sel. Respons imun ini
dilakukan oleh sel limfosit B.
Cell-mediated immunity yaitu respons imun
yang melibatkan sel-sel untuk menyerang
organisme asing secara langsung. Respons
imun ini dilakukan oleh sel limfosit T.

Latihan Ulangan Akhir Semester


A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Dinding lambung menyekresi getah lambung yang
terdiri atas HCl dan enzim pepsin yang berperan
mencerna protein. Pada permukaan internal
ileum terdapat banyak vili yang berperan meningkatkan area penyerapan sari-sari makanan.
2. Jawaban: e
Bagian yang bertanda X adalah hati. Hati berfungsi mengekskresikan empedu. Dalam empedu
terdapat zat yang berfungsi mengemulsikan
lemak sehingga berfungsi membantu pencernaan
lemak.
3. Jawaban: a
Karbohidrat mengalami proses hidrolisis di dalam
mulut dan usus. Karbohidrat di dalam mulut dan
di usus dua belas jari dicerna secara kimiawi
menggunakan enzim amilase. Maltosa dihidrolisis
menjadi glukosa oleh enzim maltase. Sukrosa
dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa oleh
enzim sukrase. Laktosa dihidrolisis menjadi
glukosa oleh enzim laktase. Hidrolisis maltosa,
laktosa, dan sukrosa berlangsung di usus kosong.
4. Jawaban: d
Enzim yang berfungsi menggumpalkan kasein
susu yaitu renin. Asam lambung (HCl) untuk
membunuh bakteri yang masuk ke saluran
pencernaan bersama makanan. Enzim yang
berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa
adalah maltase. Enzim yang berfungsi mengubah
lemak menjadi asam lemak dan gliserol adalah
lipase.

5. Jawaban: d
Apabila di dalam tubuh terjadi kelebihan protein
maka protein tersebut akan dirombak di hati
menjadi senyawa yang mengandung unsur N dan
senyawa yang tidak mengandung unsur N.
Senyawa yang mengandung unsur N akan
disintesis menjadi urea. Urea ini akan dikeluarkan
bersama urine. Sementara itu, senyawa yang tidak
mengandung unsur N akan mengalami sintesis
ulang menjadi bahan baku pembentukan
karbohidrat dan lemak.
6. Jawaban: a
Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu
duodenum, jejunum, dan ileum. Di duodenum dan
jejunum terjadi proses pencernaan makanan
secara kimiawi. Di ileum, terjadi proses penyerapan sari-sari makanan. Adapun peristiwa nomor
3) terjadi di mulut dan lambung. Peristiwa nomor
4) terjadi di usus besar. Peristiwa nomor 5) dilakukan oleh anus.
7. Jawaban: c
a. Mengonsumsi makanan yang mengandung
banyak kolesterol dapat mengakibatkan
tekanan darah tinggi.
b. Penimbunan cairan dalam ginjal mengakibatkan edema.
c. Diet rendah vitamin B1 mengakibatkan tubuh
pegal-pegal.
d. Bulimia nervosa terjadi karena keinginan
seseorang untuk menurunkan berat badan
dengan cara memuntahkan kembali makanan
yang sudah dimakannya.
8. Jawaban: e
Makanan yang telah halus dari ruang abomasum
didorong masuk ke usus halus. Di usus halus ini,
sari-sari makanan diserap dan diedarkan oleh
darah ke seluruh tubuh.
9. Jawaban: e
Mekanisme pengambilan udara ketika burung
sedang terbang yaitu sayap terangkat sehingga
kantong udara pada pangkal lengan mengembang.
Akibatnya, udara masuk ke kantong udara perut.
Selanjutnya, udara dialirkan ke paru-paru dan
sebagian masuk ke dalam kantong udara sehingga
darah dapat mengambil oksigen dari paru-paru.
10. Jawaban: d
Di alveolus, oksigen dari alveolus bergerak
menuju kapiler arteri paru-paru. Oksigen di kapiler
ar teri kemudian diikat oleh eritrosit yang
mengandung Hb. Hemoglobin akan mengangkut
oksigen ke seluruh tubuh. Selanjutnya, CO2 akan
dibawa oleh eritrosit menuju paru-paru. Di alveolus, gas CO2 dari sel-sel darah mengalami difusi

menuju alveolus. Gas CO2 akhirnya dikeluarkan


dari tubuh melalui ekspirasi.
11. Jawaban: a
Berdasarkan gambar dapat diketahui bahwa gas
P merupakan gas karbon dioksida dan gas Q
merupakan gas oksigen. Pengangkutan CO2 di
dalam darah dapat dilakukan dengan tiga cara
berikut.
1) Sekitar 6070% CO2 diangkut dalam bentuk
ion bikarbonat (HCO3) oleh plasma darah.
2) Kurang lebih 25% CO2 diikat oleh hemoglobin
membentuk karboksihemoglogin atau
karbominohemoglobin.
3) Sekitar 610% CO2 diangkut plasma darah
dalam bentuk senyawa asam karbonat
(H2CO3). Asam karbonat ini terbentuk karena
adanya reaksi antara karbon dioksida di
dalam eritrosit dengan air.
12. Jawaban: a
Ikan lele dan ikan gabus memiliki alat bantu
pernapasan yang disebut labirin. Labirin merupakan perluasan ke atas dalam rongga insang yang
berupa lipatan-lipatan tidak teratur. Rongga labirin
berfungsi menyimpan udara sehingga ikan-ikan
tersebut dapat bertahan hidup pada perairan yang
kandungan oksigennya rendah. Sementara itu,
gelembung udara atau pulmosis berfungsi seperti
paru-paru. Gurat sisi berfungsi mengetahui tekanan
dalam air.
13. Jawaban: c
Saat menghirup napas (inspirasi) otot interkostal
eksternal berkontraksi dan otot interkostal internal berelaksasi sehingga tulang rusuk terangkat
ke atas. Selain itu, otot difragma berkontraksi
sehingga posisi diafragma mendatar. Akibatnya,
volume rongga dada semakin besar sehingga
tekanan udara di dalamnya berkurang. Dengan
demikian, akan terjadi aliran udara dari atmosfer
masuk ke paru-paru.
14. Jawaban: e
Keterangan gambar:
1 = laring, pangkal tenggorokan
2 = trakea, terdiri atas cincin tulang rawan
3 = bronkus, percabangan trakea
4 = bronkiolus, percabangan bronkus
15. Jawaban: b
Colon bukan merupakan alat ekskresi. Colon
merupakan organ dalam sistem pencernaan.
Feses juga bukan zat hasil ekskresi. Akan tetapi,
feses merupakan hasil sisa pencernaan.

Biologi Kelas XI

65

16. Jawaban: c
Proses pembentukan urine diawali dengan proses
filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. Proses filtrasi
berlangsung di glomerulus, reabsorpsi dan
augmentasi berlangsung di tubulus-tubulus ginjal.
Apabila urine tidak terbentuk berarti glomerulus
dan tubulus-tubulus ginjal mengalami kerusakan.
17. Jawaban: a
Jika dalam urine terkandung glukosa menunjukkan bahwa orang tersebut menderita diabetes
melitus. Hal ini karena dalam ginjal orang yang
sehat selektif menyerap kembali glukosa sehingga
glukosa tidak terdapat di dalam urine.
18. Jawaban: d
1) Solenosit disebut juga sel-sel api, sel ini terdapat di setiap ujung cabang protonefridium.
2) Nefrostom berupa corong yang terbuka dan
bersilia dari setiap nefridium. Bagian ini
merupakan bagian dari sistem ekskresi pada
cacing tanah.
3) Nefridiofor yaitu lubang sebagai tempat
pengeluaran cairan tubuh dan zat sisa pada
cacing pipih.
4) Buluh Malpighi berupa tabung kecil yang
panjang. Buluh Malpighi merupakan alat
ekskresi pada serangga.
19. Jawaban: d
Bagian yang ditunjuk oleh huruf X adalah otak kecil.
Otak kecil berfungsi mengatur keseimbangan
posisi tubuh dan gerakan otot. Jika otak kecil
mengalami kerusakan maka dapat mengakibatkan
hilangnya keseimbangan tubuh dan terganggunya
koordinasi gerak otot. Sementara itu, sensasi visual atau penglihatan, kemampuan berbicara, dan
pendengaran diatur oleh otak besar. Gerak refleks
diatur oleh medula oblongata.
20. Jawaban: d
Fungsi saraf parasimpatetik sebagai berikut.
a. Mengecilkan bronkus.
b. Mengecilkan pupil mata.
c. Memperlambat denyut jantung.
d. Memacu kerja lambung dan usus.
Sementara itu, aktivitas kelenjar adrenal bagian
medula distimulasi oleh hipotalamus sehingga
dapat mensekresikan hormon adrenalin dan
noradrenalin.
21. Jawaban: c
1 = kornea, berfungsi menerima rangsang cahaya.
2 = pupil, berfungsi mengatur banyak sedikitnya
cahaya yang diperlukan mata.
3 = lensa, berfungsi membiaskan dan memfokuskan cahaya agar bayangan benda tepat
jatuh di retina.

66

Kunci Jawaban dan Pembahasan

4 = vitreous humor, berfungsi meneruskan


rangsang ke bagian mata.
5 = retina, berfungsi menerima bayangan dan
untuk melihat benda.
22. Jawaban: e
Adrenalin berfungsi untuk mengubah glikogen
dalam otot menjadi glukosa dalam darah. Semakin
banyak glikogen yang harus dibongkar, semakin
banyak pula adrenalin yang dibutuhkan agar
reaksi tetap berlangsung. Hormon yang berfungsi
mengubah glukosa menjadi glikogen di hati yaitu
insulin.
23. Jawaban: a
Berlari kencang saat dikejar anjing merupakan
contoh gerak yang disadari. Gerakan yang
disadari disebut gerak sadar atau gerak biasa.
Perjalanan impuls pada gerak sadar seperti
berikut.
Reseptor neuron sensorik pusat saraf
neuron motorik efektor.
Sementara itu, pilihan b, c, d, dan e disebut gerak
refleks. Gerak refleks adalah gerakan yang tidak
disadari. Perjalanan impuls pada gerak refleks
sebagai berikut.
Reseptor neuron sensorik neuron konektor
neuron motorik efektor.
24. Jawaban: b
Hormon tiroksin dihasilkan oleh kelenjar tiroid.
Hormon tiroksin dibuat di folikel jaringan tiroid dari
asam amino (tiroksin) yang mengandung yodium.
Yodium secara aktif diakumulasi oleh kelenjar
tiroid dari darah. Oleh karena itu, jika kekurangan
zat yodium dalam jangka waktu yang lama akan
mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok
hingga 15 kali seperti pada gambar. Sementara
itu, hormon insulin, adrenalin, dan glukagon berperan dalam pengaturan kadar gula darah.
Hormon pertumbuhan atau hormon somatotropin berfungsi merangsang sintesis protein dan
metabolisme lemak serta merangsang pertumbuhan tulang dan otot.
25. Jawaban: a
Bagian
a.
b.
c.
d.
e.

P
Q
R
S
T

Fungsi
Mendeteksi
Mendeteksi
Mendeteksi
Mendeteksi
Mendeteksi

nyeri
panas
dingin
tekanan
sentuhan

26. Jawaban: c
Jika impuls telah mencapai membran prasinapsis
maka vesikel-vesikel akan menuju membran
prasinapsis. Selanjutnya, vesikel-vesikel tersebut
akan melepaskan zat neurotransmiter.
Neurotransmiter menerima impuls dan akan
berdifusi melewati celah sinapsis. Selanjutnya,
neurotransmiter akan berikatan dengan reseptor
yang berada di membran pascasinapsis. Ikatan
antara neurotransmiter dengan reseptor ini
mengakibatkan impuls dapat diteruskan ke saraf
lainnya dan menghasilkan impuls elektrik baru.
27. Jawaban: b
Pada pria, sistem ekskresi dan reproduksi bertemu
di uretra. Uretra merupakan saluran reproduksi
yang terakhir. Selain sebagai saluran reproduksi,
uretra juga merupakan saluran urine dari kantong
kemih. Testis berfungsi memproduksi sperma dan
testosteron. Ureter adalah saluran urine dari ginjal.
Vas deferens sebagai saluran yang dilalui sperma
dari epididimis menuju vesikula seminalis. Prostat
merupakan kelenjar yang menghasilkan cairan
mengandung kolesterol, garam, dan fosfolipid yang
diperlukan untuk kehidupan sperma.
28. Jawaban: a
Sel primordial (2n)

Spermatogonia (2n)

Spermatosit primer (2n)

Spermatosit sekunder (n)

Spermatid (n)

Spermatozoa (n)
29. Jawaban: e
Bagian yang ditunjuk oleh huruf X yaitu fimbriae.
Bagian ini berfungsi menangkap ovum yang
dilepaskan oleh ovarium. Bagian yang berfungsi
menghasilkan sel telur yaitu ovarium. Bagian yang
berfungsi sebagai tempat berlangsungnya
fertilisasi serta menyalurkan ovum dari ovarium
menuju uterus yaitu oviduk. Bagian yang berfungsi
sebagai tempat perkembangan zigot yaitu uterus.
30. Jawaban: c
Oogenesis sudah dimulai dalam ovarium janin di
rahim ibunya. Oogonia mengalami pembelahan
mitosis membentuk oosit primer. Oosit primer
selanjutnya mengalami pembelahan meiosis I.

Setelah itu, oosit primer mengalami masa dorman


sampai anak mengalami pubertas. Pada masa
puber tersebut, oosit primer selanjutnya mengalami
pembelahan meiosis I dan membentuk oosit
sekunder dan badan polar I. Selanjutnya oosit
sekunder mengalami pembelahan meiosis II tetapi
tidak diselesaikan sampai terjadi ovulasi. Apabila
terjadi fertilisasi (penetrasi sperma ke oosit
sekunder) maka pembelahan meiosis II dilanjutkan kembali sampai selesai.
31. Jawaban: d
Kehamilan terjadi setelah seorang wanita
mengalami menstruasi. Ada 4 fase dalam siklus
menstruasi yaitu fase menstruasi, fase praovulasi, fase ovulasi, dan fase pasca-ovulasi.
Masa subur seorang wanita terjadi pada fase
ovulasi. Pada fase ini terjadi ovulasi (ovum matang
yang berupa oosit sekunder dilepaskan dari
ovarium). Apabila ovum tersebut dibuahi oleh
sperma (fertilisasi) maka terbentuklah zigot. Zigot
ini kemudian menuju uterus dan mengalami
implantasi pada dinding uterus.
32. Jawaban: d
Gonadotrophins releasing factor (Gn RF)
dihasilkan oleh hipotalamus. Gn RF ini memacu/
merangsang kelenjar pituitari agar melepaskan
FSH pada tubuh wanita dan ICSH pada tubuh pria.
FSH merangsang ovarium untuk menghasilkan
estrogen. Sementara itu, ICSH merangsang testis
untuk menghasilkan testosteron.
33. Jawaban: a
Dalam rahim, telur/ovum yang telah dibuahi
sperma akan mengalami pembelahan berulangulang. Setelah satu minggu, sel tersebut telah
berbentuk seperti bola yang terdiri atas ratusan
sel dan sudah menempel pada dinding rahim.
Setelah satu bulan, sudah terbentuk otak dan
jantung. Setelah dua bulan semua organ utamanya telah terbentuk.
34. Jawaban: c
Metode
Hormonal
Mekanik
Sterilisasi

Alat atau Cara Kontrasepsi


pil KB, susuk KB, dan suntik
kondom, IUD, dan diafragma
vasektomi dan tubektomi

35. Jawaban: a
Ovarium merupakan organ reproduksi wanita
yang berfungsi dalam pembentukan sel telur.
Folikel de Graaf dan korpus luteum merupakan
tahap-tahap dalam pembentukan sel telur.
Adapun serviks dan endometrium terletak di luar
ovarium. Serviks adalah leher rahim dan endometrium adalah dinding rahim.
Biologi Kelas XI

67

36. Jawaban: b
Pada sistem pertahanan tubuh nonspesifik,
sistem per tahanan melalui tiga cara. Cara
pertama yaitu pertahanan yang dilakukan oleh
permukaan tubuh. Contoh pertahanan yang
dilakukan oleh kulit yaitu mengeluarkan keringat
dan sekresi mukosa oleh membran mukosa. Cara
kedua yaitu respons peradangan atau inflamasi.
Inflamasi ini berfungsi sebagai perintah bagi selsel darah putih untuk melakukan fagositosis. Cara
yang ketiga melalui protein antimikroba.
37. Jawaban: d
Jaringan yang mengalami kerusakan, misal akibat
benturan keras atau tergores akan merangsang
sel-sel mastosit untuk melepaskan histamin yang
dapat mengakibatkan pelebaran pembuluh darah
sehingga meningkatkan aliran darah. Respons ini
disebut inflamasi.
38. Jawaban: d
Respons imun sekunder muncul jika patogen
yang pernah menginfeksi tetap hidup setelah
infeksi berakhir. Sel-sel tersebut dapat membelah
secara cepat dan menghasilkan sel-sel B aktif
dalam jumlah yang lebih besar. Semua sel
tersebut mampu mensekresi antibodi spesifik.
39. Jawaban: b
Sel B dan sel T merupakan kelompok dari limfosit.
Sel B berperan dalam antiboy-mediated immunity dan sel T berperan dalam cell-mediated immunity.
40. Jawaban: e
Antibodi merupakan suatu protein yang berfungsi
menetralkan antigen dengan cara mengikatnya.
Oleh karena itu, jika antigen dicampur dengan serum yang mengandung antibodi, antibodi akan
berikatan dengan antigen.
B. Uraian
1. Pencernaan protein dimulai ketika makanan
berada di lambung. Di lambung, protein dicerna
oleh enzim pepsin menghasilkan molekul-molekul
peptida. Ketika protein meninggalkan lambung,
biasanya protein dalam bentuk proteosa, pepton,
dan polipeptida besar. Produk-produk dari proses
pencernaan protein tersebut selanjutnya
memasuki usus halus dan akan bercampur
dengan enzim yang dihasilkan oleh pankreas,
seperti tripsin dan peptidase. Tripsin akan
memecah molekul protein menjadi polipeptida
yang lebih kecil. Peptidase kemudian akan
memecah polipeptida kecil menjadi asam amino.

68

Kunci Jawaban dan Pembahasan

2. Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui inspirasi


dari rongga hidung sampai alveolus. Di alveolus
oksigen akan berdifusi ke kapiler arteri. Masuknya oksigen dari luar (lingkungan) mengakibatkan
tekanan parsial oksigen (PO2) di alveolus lebih
tinggi dibandingkan dengan PO2 di kapiler arteri
paru-paru. Karena proses difusi selalu terjadi dari
daerah yang bertekanan parsial tinggi ke daerah
yang bertekanan parsial rendah, maka oksigen
akan bergerak dari alveolus menuju kapiler arteri
paru-paru. Sebaliknya, tekanan parsial CO2 pada
kapiler vena lebih tinggi daripada tekanan parsial
CO2 dalam alveolus. Akibatnya, terjadi difusi CO2
dari kapiler vena menuju alveolus.
3. Bagian yang ditunjukkan oleh X pada gambar
yaitu glomerulus. Proses pembentukan yang
terjadi di glomerulus disebut filtrasi. Di dalam
glomerulus, sel-sel darah merah, trombosit, dan
sebagian besar protein plasma disaring dan diikat
agar tidak ikut dikeluarkan. Hasil penyaringan
tersebut berupa urine primer. Urine primer yang
dihasilkan mengandung air, glukosa, garamgaram, natrium, kalium, dan asam amino.
4. Saraf somatik (saraf sadar) berfungsi mengatur
gerakan yang disadari misal gerakan kepala,
badan, dan anggota gerak. Neuron sensorik di
dalam saraf somatik mengirimkan informasi dari
kulit, otot rangka, dan tendon ke sistem saraf
pusat. Neuron motorik di dalam saraf somatik
mengirimkan perintah yang dibawa di otak dan
sumsum tulang belakang menuju otot rangka.
Sementara itu, saraf otonom mengatur gerakan
yang tidak disadari, misal gerakan otot polos, otot
jantung, dan kelenjar.
5. Mata miopi disebabkan oleh lensa mata terlalu
cembung atau bola mata terlalu panjang. Dengan
demikian, bayangan objek jatuh di depan retina
sehingga bayangan objek yang jauh akan terlihat
kabur. Akibatnya, penderita hanya dapat melihat
benda-benda yang dekat secara jelas. Adapun
mata hipermetropi disebabkan oleh lensa mata
terlalu pipih atau bola mata terlalu pendek.
Dengan demikian, bayangan objek jatuh di
belakang retina sehingga bayangan yang dekat
akan terlihat kabur. Akibatnya, penderita hanya
dapat melihat benda yang jauh secara jelas.
6. Proses pembentukan ovum sudah terjadi sejak
janin berada dalam rahim ibu. Oogonium (sel
induk telur) membelah secara mitosis membentuk
oosit primer. Ketika janin berusia 6 bulan, oosit
primer yang ada dalam rahimnya mengalami
pembelahan meiosis I dan berhenti membelah
sampai pada tahap profase. Setelah janin terlahir

dan tumbuh menjadi remaja wanita, pembelahan


meiosis I dilanjutkan lagi. Pada masa pubertas,
oosit primer membelah menjadi oosit sekunder
dan badan polar pertama. Setelah itu, oosit
sekunder mengalami ovulasi dan siap dibuahi
sperma. Setelah terjadi fertilisasi, oosit sekunder
mengalami pembelahan meiosis II membentuk
ootid dan badan polar kedua. Ootid berkembang
membentuk ovum sehingga terbentuklah zigot.
Adapun ketiga badan polar akan mengalami
degenerasi.
7. Persalinan diawali dengan adanya kontraksi
uterus. Adanya kontraksi uterus ini dipengaruhi
oleh perubahan hormonal dan faktor-faktor
mekanis. Pada saat persalinan terjadi pelepasan
hormon yang membantu proses persalinan.
Pelepasan hormon estrogen, oksitosin, dan prostaglandin memacu terjadinya kontraksi uterus.
Sementara itu, hormon relaksin berfungsi untuk
melunakkan serviks dan melonggarkan tulang
panggul sehingga memudahkan persalinan.
Faktor-faktor mekanis yang memengaruhi
kontraksi uterus yaitu adanya peregangan otototot polos di sekitar uterus dan peregangan pada
serviks. Kontraksi uterus ini terus-menerus terjadi
sehingga mendorong sampai bayi keluar dari
rahim ibunya.

8. Hal ini dikarenakan ketika tubuh terserang penyakit


cacar untuk pertama kalinya, tubuh akan membentuk antibodi untuk melawan cacar. Apabila
antibodi tidak berhasil mengalahkan cacar, tubuh
akan membentuk antibodi yang lebih kuat untuk
melawannya. Dengan demikian, tubuh akan
menjadi kebal terhadap penyakit cacar.
9. Saluran pernapasan meliputi hidung, trakea,
bronkus, dan bronkiolus. Pada setiap organ
pernapasan tersebut memiliki cara tersendiri
untuk melindungi diri kuman penyakit. Misal pada
hidung terdapat rambut hidung yang berfungsi
menyaring udara yang dihirup dari partikel-partikel
berbahaya maupun mikroorganisme. Adapun
pada trakea terdapat silia yang berfungsi menyapu
partikel-partikel berbahaya yang terperangkap
dalam lendir agar dapat dikeluarkan bersama air
ludah.
10. Sel T pembunuh menyerang sel bakteri patogen
secara langsung. Caranya ketika kedua sel saling
berhadapan, sel T pembunuh akan melubangi sel
bakteri patogen tersebut. Akibatnya, sel bakteri
patogen akan kehilangan sitoplasmanya
kemudian mati.

Biologi Kelas XI

69