Anda di halaman 1dari 4

KISI-KISI UTS MANAJEMEN PERSEDIAAN

1. Apa yang anda ketahui dengan re-order point? Jelaskan faktor-faktor apa saja yang
mempengaruhi model persediaan ini !
2. Jelaskan dan uraikan !
a. Pengertian dan tujuan adanya persediaan
b. Fungsi-fungsi persediaan
c. Keuntungan dan kerugian persediaan.
d. Klasifikasi persediaan
3. Jelaskan pengertian EOQ dan jelaskan model EOQ dapat di terapkan bila memenuhi
asumsi apa saja!
4. Dalam membangun persediaan, besaran persediaan berhubungan erat dengan
beberapa faktor.
Makin besar persediaan berarti resiko penyimpanan serta besarnya fasilitas yang
harus dibayar dan membutuhkan pemeliharaan menjadi lebih besar namun di lain
pihak biaya pemesanan dan biaya distribusi menjadi lebih kecil. Jelaskan
pernyataan ini !
5. Soal pengadaan bahan baku dengan model EOQ, PT Cabe Cikulur Lebak memerlukan
bahan dasar untuk satu tahun kedepan sebanyak 400.000 kg gula pasir putih, dengan
harga Rp. 30.000,- per kg. Biaya pemesanan setiap kali pesan adalah Rp. 300.000,dan biaya penyimpanan adalah Rp. 50,- per kg. Berdasarkan data tersebut hitunglah
EOQ dalam unit dan EOQ dalam rupiah!
6. PT. Lebak Wangi memerlukan bahan dasar dalam satu tahun adalah 1.000.000 unit,
biaya pemesanan setiap kali pesan adalah Rp. 600.000,-. Biaya pemeliharaan barang
dagang adalah 100/unit/bulan. Hitunglah EOQ dalam unit dan frekuensinya!
Rumus, no 5 & 6;

EOQ

2. SD
h

1.
reorder point adalah saat atau titik dimana harus diadakan pemesanan lagi sedemikian rupa
sehingga penerimaan atau kedatangan material yang dipesan itu tepat pada waktu dimana
persediaan di atas safety stock sama dengan nol.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan reorder point adalah:
a. Penggunaan material selama tenggang waktu (lead time) mendapatkan barang yaitu
waktu dimana meliputi dimulainya usaha-usaha untuk memesan barang atau meterial
tersebut diterima dan ditempatkan dalam gudang.
b. Besarnya safety stock yaitu jumlah persediaan pengaman yang harus ada untuk
menjamin kelangsungan proses produksi.

2.
a. Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk
memenuhi tujuan tertentu. Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu
barang dalam proses, barang jadi, ataupun suku cadang.
Tujuan Utama
Mengendalikan persediaan agar selalu dapat melayani kebutuhan bahan/barang
dengan tepat, dan dengan biaya yang rendah.
b. Fungsi persediaan
Menghilangkan resiko keterlambatan pengiriman bahan baku atau barang yang

dibutuhkan perusahaan
Menghilangkan resiko jika material yang dipesan tidak baik sehingga harus

dikembalikan
Menghilangkan resiko terhadap kenaikan harga barang atau inflasi
Untuk menyimpan bahan baku yang dihasilkan secara musiman sehingga

perusahaan tidak akan kesulitan bila bahan tersebut tidak tersedia di pasaran
Mendapatkan keuntungan dari pembelian berdasarkan potongan kuantitas (quantity

discounts)
Memberikan pelayanan kepada langganan dengan tersedianya barang yang

diperlukan
c. Keuntungan;
Perusahaan dapat;
Mempengaruhi ekonomi produksi
Mempengaruhi pembelian
Dapat memenuhi pesanan dengan lebih cepat

Kerugian;
Biaya penyimpanan
Biaya pemindahan
Pengembalian modal yang tertanam dalam bentuk persediaan
d. Klasifikasi ABC merupakan aplikasi persediaan yang memakai prinsip Pareto: the
critical few and the trivial many.
Memfokuskan kepada persediaan yang critical (bernilai tinggi) daripada yang trivial
(bernilai rendah).

3.
EOQ (Economic Order Quantity) adalah jumlah pembelian bahan baku yang dapat diperoleh
dengan biaya minimal, atau sering dikatakan sebagai jumlah pembelian yang optimal.
Dalam penentuan model EOQ terdapat beberapa asumsi-asumsi, diantaranya adalah:

Jumlah kebutuhan bahan baku sudah dapat ditentukan terlebih dahulu secara pasti

untuk penggunaan satu tahun atau satu periode.


Penggunaan bahan baku relatif stabil dalam satu tahun atau satu periode.
Harga bahan baku konstan selama periode tertentu.
Lead Time tetap.
Tidak terjadi stockout.

5.
Diketahui: D= 400.000 / S= 300.000 / h= 50

Rumus: EOQ =

2. 300.000 x 400.000
50

240.000 .000 .000


50

4.800 .000.000

6.

2. SD
h

= 69.282/unit x Rp. 30.000 = Rp. 2.078.460.000

2. 600.000 x 1.000 .000


100

1.200 .000 .000.000


100

12.000.000 .000
109.545 unit / 12 = 9.128