Anda di halaman 1dari 28

CASE REPORT

KEJANG DEMAM KOMPLEKS


Pembimbing : dr. Samuel Harmin,
Sp.A

Dian Ajeng Trianty


0961050081

IDENTITAS
Identitas Pasien

Identitas Orangtua Pasien

Nama
: An. EP
Usia
: 1 tahun
Jenis kelamin : perempuan
Alamat : BaliMatraman
no 7, jak-sel
Agama : Islam
Tanggal Masuk: 23-10-2014

Nama ayah : Ny.MV


Usia ayah : 42 tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Nama Ibu : Tn. HWM
Usia ibu : 42 tahun
Pendidikan : SD
Pekerjaan : -

ANAMNESIS

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien datang dibawa oleh orang tuanya ke UGD


dengan keluhan kejang 1x selama kurang lebih
10menit sejak kurang lebih 1 jam sebelum masuk
RS. Sesampainya di RS pasien kejang lagi dengan
lama kejang sekitar 5-10menit. Saat kejang
tangan pasien kanan dan kiri mengepal dan
kedua lengan atas dan kedua tungkai bawah
bergetar seperti orang menggigil. mata mendelik
keatas, pasien seperti menyeringai, tidak keluar
busa dari mulut pasien dan lidah tidak tergigit.
Saat kejang pasien tidak sadar dan setelah
kejang pasien sadar tapi badannya menjadi
lemes.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Ibu pasien mengaku sebelum kejang pasien
mengalami demam yang dirasakan sehabis
imunisasi campak 2 hari sebelumnya, demam
sebelum kejang mencapai 40c.
Pasien juga batuk sejak kurang lebih 5 hari
sebelum masuk RS ,batuknya tidak berdahak
tetapi lama kelamaan menjadi berdahak bening.
Sesekali ibu pasien mengatakan anaknya terlihat
sesak dan susah untuk bernafas. Tidak ada pilek,
sakit telinga maupun cairan yang keluar dari
telinga. Buang air besar dan air kecil tidak ada
keluhan.

Riwayat Penyakit Dahulu


RPD
Pasien
Tidak pernah
mengeluh
keluhan yang
sama
sebelumnya.

RPK
-Keluarga
pasien tidak
ada yang
mengeluh
keluhan yang
sama.
- Ayah, ibu dan
kedua kaka
pasien
retardasi
mental

STATUS GENERALIS

Keadaan umum : Tampak Sakit Sedang


Kesadaran
: komposmentis
TTV
a) Suhu : 40,3 oC, peraxilla
b) Nadi : 128 kali/menit, regular,
isi cukup, kuat angkat.
c) Pernafasan: 40 kali/menit, adekuat.
d) TD : -

STATUS GENERALIS

Kepala : normocephal (Lingkar kepala= 46 cm)


Mata : kelopak mata cekung, air mata </<, konjungtiva
tidak anemis RCTL +/+ RCL +/+
Telinga: liang telinga lapang, sekret: -/Hidung
: kavum nasi lapang, sekret: - konka tidak hipertropi
Tenggorok : tonsil T1/T1, tidak hiperemis
Mulut : mukosa bibir tidak kering
Dada : diameter laterolateral > anteroposterior
Jantung : iktus kordis tidak terlihat, iktus kordis teraba di
sela iga 4 garis midklavikula sinistra, batas jantung
tidak membesar, BJ I&II reguler, derap (-), bising
(-)

STATUS GENERALIS

Paru

: pergerakan dinding dada simetris, retraksi sela iga (-),


vokal fremitus simetris, bunyi nafas vesikuler, di
kedua lapang paru, ronkhi +/+, wheezing -/Abdomen : Inspeksi: perut tampak datar, bising usus (+) 5
kali /menit, supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak
teraba membesar, turgor kulit berkurang, timpani
Anus dan genitalia: fimosis (-), eritema peranal (-)
Ekstremitas : Akral teraba hangat, tidak ada edema, pergerakan tidak
terbatas, waktu pengisian kapiler kurang dari 2 detik.

STATUS GIZI
ANTROPOMETRI

Status Gizi dan Antropometri

Berat Badan : 7,3 kg (p 3 CDC)


Tinggi Badan : 107 cm (p 3 CDC)
Gizi
: kurang
BB/U = 7,3/9,3 x 100% = 78%
TB/U = 68/74 x 100% = 91%
BB/TB = 7,4/8 x 100%
= 9,1%

Kesan

: Gizi Kurang

PEMERIKSAAN DARAH PERIFER LENGKAP


oktober 2014)
Variabel
Laju endap darah
Hemoglobin
Leukosit
Eritrosit
Hematokrit
Retikulosit
Basofil
Eosinofil
Neutrofil batang
Neutrofil segmen
Limfosit
Monosit
Trombosit
MCV
MCH

23 oktober 2014
2 mm/jam
12,0 g/dL
15.700 /uL
4.450.000 /uL
32 %
12 permil
0%
0%
0%
70 %
23 %
7%
252.000/uL
73 fl
27 pg

Nilai rujukan
0-10
10,7-14,7
5.0-10.0
4.50-5.50
40-48
5-15
0-1
1-3
2-6
50-70
20-40
2-8
150-450
81-92
217.0-32.0

(23

PEMERIKSAAN FESES LENGKAP


(23 oktober 2014)

Variabel
Warna
Konsistensi
Lendir
Darah
Amuba
Kista
Leukosit
Eritrosit
Cacing
Telur cacing
Lain-lain
Sisa makanan

24-10-2014
Coklat
lembek
Negatif
Negatif
Tidak ditemukan
Tidak ditemukan
- /LPB
- /LPB
Negatif
Negatif
Bakteri batang ++
Negatif

Nilai rujukan
Coklat/kuning
Negatif
Negatif

1-4
0-2
Negatif
Negatif
Negatif

PEMERIKSAAN KULTUR FESES


( 23 Agustus 2014)
Biakan kimia klinik
Bahan: darah
Natrium darah

130 mEq/L (L)

Kalium darah

3,7 mEq/L

Kalsium

8,7 mg/dl

Pemeriksaan foto thoraks

Kesimpulan : infiltrat halus disuprahiler dan


infrahiler paru kiri

PENATALAKSANAAN
Kondisi kejang saat di RS
1.
Proporetik 80 mg
2.
Stesolid (diazepam) 5 mg (BB < 10kg)
Selama perawatan
3. IVFD ; Untuk perawatan menggunakan kaen 3B
8tetes/menit makro.
4. Nutrisi: tim saring
5.
Cefotaxime 2 x 500mg (IV)
6.
Puyer panas 4 x 1 sach (PO)
(paracetamol dengan dosis untuk anak yang
dianjurkan 10-15 mg/kgBB/hari tiap 4-6 jam atau
ibuprofen 5-10 mg/kgBB/hari tiap 4-6 jam)
7.
Dexamethasone 3x1mg (IV)

PROGNOSIS

Pemantauan, 25 oktober 2014


Subyektif
Demam +
Sesak +
Batuk
berdahak +
Kejang -

Obyektif
Keadaan
tampak
sakit
sedang, komposmentis
Frekuensi nadi: 100 kali/menit
Frekuensi
nafas:
40
kali/menit
Suhu: 39,8oc
Mata:
konjungtiva
tidak
anemis, sklera tidak ikterik
Mulut: mukosa bibir merah
muda tampak kering
Toraks : bunyi jantung I&II
regular, bising (-)
Paru: bunyi nafas vesikuler,
ronkhi+/+
Abdomen: bising usus (+) 5
kali/menit, turgor cukup
Ekstremitas: akral hangat,
edema: -/Cp <2 ,

Assessmen
t
Kejang
demam
komplek
pneumonia

Planning
Cefotaxime
2 x500mg (IV)
Puyer panas
4 x 1 sach (PO)
Dexamethasone
3x1mg (IV)

Pemantauan 26 oktober 2014


Subyektif
Demam +
Batuk +
Sesak +
Kejang -

Obyektif
Keadaan
tampak
sakit
sedang, komposmentis
Frekuensi
nadi:
100
kali/menit
Frekuensi nafas: 35kali/menit
Suhu: 39,8oc
Mata:
konjungtiva
tidak
anemis, sklera tidak ikterik
Mulut: mukosa bibir merah
muda tampak kering
Toraks : bunyi jantung I&II
regular, bising (-)
Paru: bunyi nafas vesikuler,
ronkhi +/+
Abdomen: bising usus (+) 5
kali/menit, turgor cukup
Ekstremitas: akral hangat,
edema: -/Cp <2 ,

Assessm
ent
Kejang
demam
komplek
pneumon
ia

Planning
O2 2lpm
tamoliv 4x75mg.
Amikasin 1x100mg
(IV)
Cefotaxime
2 x500mg (IV)
Puyer panas
4 x 1 sach (PO)
Dexamethasone
3x1mg (IV)

Pemantauan , 27 oktober 2014


Subyektif
Demam +
Batuk +
Sesak -

Obyektif

Keadaan
tampak
sakit
sedang, komposmentis
Frekuensinadi: 96kali/menit
Frekuensinafas:
25kali/menit
Suhu: 38,6oc
Mata:
konjungtiva
tidak
anemis, sklera tidak ikterik
Mulut: mukosa bibir merah
muda tampak kering
Toraks : bunyi jantung I&II
regular, bising (-)
Paru: bunyi nafas vesikuler,
suara tambahan (-)
Abdomen: bising usus (+) 5
kali/menit, turgor cukup
Ekstremitas: akral hangat,

Assessmen
t
Kejang
demam
komplek
pneumonia

Planning
Inj plug
O2 2lpm
Cefotaxime
2 x500mg (IV)
Puyer panas
4 x 1 sach (PO)

Pemantauan, 28 oktober 2014

Subyektif

Obyektif

Assessme
nt

Demam sudah
tidak ada

Keadaan tampak sakit sedang,


komposmentis
Frekuensi nadi: 96kali/menit
Frekuensi nafas: 20 kali/menit
Suhu: 36,5oc
Tekanan darah: 100/60 mmHg
Mata: konjungtiva tidak anemis,
sklera tidak ikterik
Mulut: mukosa bibir merah
muda tampak kering
Toraks : bunyi jantung I&II
regular, bising (-)
Paru: bunyi nafas vesikuler,
suara tambahan (-)
Abdomen: bising usus (+) 5
kali/menit, turgor cukup
Ekstremitas:
akral
hangat,
edema: -/Cp <2 ,

Kejang
demam
komplek
dalam
perbaikakn

Planning

Cefotaxime
2 x500mg (IV)
Puyer panas
4 x 1 sach (PO)

ANALISA KASUS

Diagnosa ditegakkan berdasarkan anamnesis, gambaran klinis maupun


pemeriksaan penunjang, jika :
1.

kejang selama kurang lebih 10 menit sebanyak 2x (dirumah dan


dirumah sakit) dalam 24jam dengan bentuk kejang ditangan dan kaki
seperti kelojotan berlangsung 2x dalam sehari dengan lama kejang
10-15menit

2.

Sebelum kejang, ibu pasien mengatakan ada demam yang terus


menerus setelah disuntik imunisasi campak sejak 4hari sebelum
masuk kerumah sakit

3.

Dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, lab, radiologi pasien


didiagnosa pneumoni dan merupakan salah satu pencetus kejang
demam

KASUS

TEORI

Pasien kejang 2-3 kali sehari selama 10


menit. Kejang diawali dengan demam
akibat imunisasi BCG 4hari sebelum
masuk rumah sakit

Bangkitan kejang lebih dari 1x


dalam waktu 24jam dengan
lama kejang > 15menit yang
diawali infeksi ekstra kranium

Ibu pasien juga mengatakan 1minggu


timbul batuk berdahak dan sesekali
terlihat sesak

Manifestasi klinis sesuai


dengan kriteria WHO untuk
pneumonia yaitu batuk,
demam, takipnu,
peningkatan usaha napas,
napas cuping hidung, dan
hipoksia didukung dengan
pemeriksaan penunjang
foto toraks

Etiologi
Anamnesis

Pemeriksaan
fisik

Temperature tubuh 400C axilla


Pemeriksaan untuk menentukan penyakit
yang mendasari terjadinya demam
(infeksi saluran napas, otitis media,
gastroenteritis)
Pemeriksaan reflex patologis
Pemeriksaan tanda rangsang meningeal
(menyingkirkan diagnosis meningitis,
encephalitis)
Batuk dan atau kesulitan bernafas
ditambah minimal salah satu dari hal
berikut :
Kepala terangguk-angguk
Pernafasan cuping hidung
Tarikan dinding dada bagian bawah ke
dalam
Foto dapat menyimpulkan pneumonia
Selain itu bisa didapatkan :
Nafas cepat (umur 1-5thn >40x/menit)
Pada auskultasi terdengar ronkhi
Suara nafas bronkial

suhu diatas 380C


(rektal) reflex
patologis babinski
-/-,rangsang
meningeal (-)

Nafas cepat
>40x/menit,
retraksi + ronkhi +
infiltrat halus
disuprahiler dan
infrahiler paru kiri

Pemeriksaan
Penunjang

TEORI

KASUS

Pemeriksaan elektrolit,
pemeriksaan fungsi hati dan
ginjal untuk menyingkirkan
gangguan metabolisme cairan,
dan gejala dehidrasi.
Pemeriksaan Cerebro Spinal
Fluid (CSF) untuk
menyingkirkan diagnosis
meningitis encephalitis apabila

Elektrolit : Natrium darah 130


mEq/L, Kalium darah 3,7
mEq/L dan Kalsium darah 8,7
mEq/L

Diagnosis pneumonia dengan


foto thoraks

Diagnosis pneumonia
dikonfirmasi dengan
gambaran infiltrat halus
disuprahiler dan infrahiler
paru kiri

Pengobatan

-pemberian oksigen,
-Diazepam rectal <10kg
digunakan dosis 5 mg
-antibiotik untuk penyebab
infeksi
-antipiretik penurun panas
-Berikan terapi rumatan bila
penyebab kejang diperkirakan
infeksi intrakranial. Berikan
fenobarbital 8-10 mg/kgBB/hari,
dibagi 2 dosis. Selama 2 hari
selanjutnya 4-5 mg/kgBB/hari
sampai resiko kejang tidak ada.
Pneumonia berat
Diberikan oksigen
Amoksilin/amoksisilin (2550mg/kgbb/kali IV atau IM setiap
6jam) pantau 24jam
Bila keadaan memburuk (tidak mau
makan minum, kejang, tidak
nsadar,distres pernafasan
ditambah lagi dengan
kloramfenikol 25mg/kgbb/kali IM
atau IV 1xsehari

Diet: Tim saring


CIV: kaen 3B 10tetes/menit
(makro)
O2 2lpm
MM/
cefotaksime 2x500mg,
puyer panas 4x1
dexamethasone 3x1mg
IV

SIMPULAN

Dari diagnosis dan penatalaksanaan yg


diberikan di atas dapat disimpulkan bahwa
penatalaksanaan dan diagnosis pada kasus
sudah sesuai literature dengan diagnose
Kejang demam komplek dengan pencetus
pneumonia dan demam akibat imunisasi

dengan tatalaksana pemberian obat anti


kejang, antipiretik dan antibiotik untuk
infeksi pencetus kejang demam.

TERIMA KASIH

Hormat saya
Dian Ajeng Trianty