Anda di halaman 1dari 19

SATUAN ACARA PENYULUHAN DIABETES MELLITUS

PADA KELUARGA TN. SHP

OLEH:
I PUTU DWIJA ARNATHA
NIM. 1002105003

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN SENAM KAKI DIABETES


PADA KELUARGA TN. SHP
Satuan Acara Pendidikan Kesehatan
Hari/Tanggal

Waktu

: 30 menit

Tempat Pelaksanaan

: Rumah Tn. SHP

Sasaran

: Keluarga Tn. SHP

Topik Kegiatan

: Perawatan Diabetes Mellitus di Rumah

Sub Topik

: 1. Pengaturan Makan (Diet)


2. Pantau Gula Darah
3. Latihan Jasmani
4. Senam Kaki Diabetes

Pengertian Senam Kaki Diabetes

Manfaat Senam Kaki Diabetes

Langkah-langkah Senam Kaki Diabetes

A. LATAR BELAKANG
Pada era globalisasi ini, kemajuan teknologi, tingkat kemakmuran, dan informasi
semakin pesat pula. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadi
pergeseran pola konsumsi serta gaya hidup masyarakat. Pergeseran-pergeseran ini tentu
saja berpengaruh terhadap tingkat kesehatan yang dialai oleh masyarakat. Penyakit yang
dahulu banyak disebabkan oleh infeksi kuman beralih ke munculnya sindroma metabolik
salah satunya adalah Diabetes Mellitus.
Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang
disebabkan oleh adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik
absolut maupun relatif (Suastika, 2008). Menurut American Diabetes Association/ADA
(2003), DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik
hiperglikemia yang terjadi karena destruksi sel beta dan resistensi insulin.
DM saat ini menjadi penyakit yang sangat populer di kalangan penduduk dunia. WHO
menyebutkan, jumlah penderita DM di dunia pada tahun 2011 mencapai lebih dari 346

juta jiwa. Jumlah ini kemungkinan akan lebih dari dua kali lipat pada tahun 2030 tanpa
intervensi. Berdasarkan survey WHO pada tahun 2001, jumlah penderita DM di
Indonesia sekitar 17 juta orang (8,6 persen dari jumlah penduduk) atau menduduki
urutan terbesar ke-4 setelah India, Cina, dan Amerika Serikat (Prihatno, 2006).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, jumlah penderita DM tipe 2 di Bali
pada tahun 2009 sebanyak 610 orang dan peningkatan kasus pada tahun 2010 sebanyak
819 orang.
Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perilaku penanganan
mandiri yang khusus seumur hidup. Pasien perlu belajar mengatur keseimbangan
berbagai faktor. Pasien bukan hanya harus belajar merawat diri sendiri setiap hari guna
menghindari penurunan atau kenaikan kadar glukosa darah yang mendadak tetapi juga
harus memiliki perilaku preventif untuk mencegah komplikasi diabetes mellitus.
Komplikasi yang sering terjadi pada pasien dengan diabetes mellitus adalah kaki
diabetes. Seperti yang diungkapkan oleh dr. Sapto Adji H, Sp.OT dari bagian bedah
ortopedi Rumah Sakit Internasional Bintaro (RSIB), beliau menyebutkan bahwa
komplikasi yang paling sering dialami pengidap diabetes adalah komplikasi pada kaki
yaitu sebesar 15% yang kini disebut kaki diabetes.
Strategi pengelolaan pasien dibagi ke dalam tiga bagian. Strategi pertama adalah
diagnosis DM sedini mungkin, diikuti strategi kedua dengan kontrol glikemik dan
perawatan kaki sebaik-baiknya, dan strategi ketiga ditujukan pada pengendalian keluhan
neuropati/nyeri neuropati diabetik. Perawatan kaki yang dapat dilakukan seperti menjaga
kebersihan kulit, hindari trauma kaki seperti sepatu yang sempit (Subekti, 2006;
Setyanto, 2009). Menurut Setyanto (2009), Waspadji (2006), dan Lin (2011), salah satu
perawatan kaki yang baik dilakukan oleh penderita DM adalah latihan senam kaki
diabetes. Latihan senam kaki diabetes ini dapat dilakukan dengan cara menggerakkan
kaki dan sendi-sendi kaki misalnya duduk dengan kedua tumit diangkat, mengangkat dan
menurunkan kaki. Gerakan dapat berupa gerakan menekuk, meluruskan, mengangkat,
memutar keluar atau ke dalam dan mencengkram pada jari-jari kaki (Soegondo, 2008).
Pada keluarga Tn.SHP disebutkan bahwa Ny. MM menderita DM sejak tahun 2013. Saat
ini kadar gula darah Ny. MM sudah terkontrol dengan baik, tetapi, Ny. MM yang bekerja
dengan sebagai guru menyebabkan aktivitas yang dilakukan tidak cukup banyak.

Olahraga yang dilakukan Ny. MM pun tidak rutin, sehingga memungkinkan sirkulasi
darah yang kurang optimal khususnya ke daerah perifer seperti kaki. Oleh karena itu Ny.
MM dan keluarga akan diajarkan bagaimana teknik melakukan senam kaki diabetes
untuk melancarkan peredaran darah di kaki dan mencegah terjadinya gangguan lain pada
kaki Ny. MM

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapakan sasaran dapat
mendemonstrasikan senam kaki diabetes.
2. Tujuan Khusus :
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit, sasaran dapat:
1. Memahami dan menjelaskan pengaturan diet pada penderita diabetes mellitus
2. Memahami dan menyebutkan kembali gula darah yang normal pada penderita
diabetes mellitus
3. Memahami dan menyebutkan kembali latihan yang dianjurkan untuk penderita
diabetes mellitus
4. Memahami tentang senam kaki diabetes :
a. Memahami dan mampu menyebutkan kembali pengertian senam kaki
diabetes.
b. Memahami dan mampu menyebutkan kembali manfaat senam kaki diabetes
c. Memahami dan mampu melakukan gerakan senam kaki diabetes.

C. PESERTA PENYULUHAN
Keluarga Tn. SHP

D. PENYELENGGARA PENYULUHAN
Penyelenggara penyuluhan Senam Kaki Diabetes adalah mahasiswa Program Studi Ilmu
Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

E. GARIS BESAR MATERI


1. Pengaturan Makan (Diet)
2. Gula Darah Pasien Diabetes
3. Latihan Jasmani
4. Senam Kaki Diabetes
a. Pengertian Senam Kaki Diabetes
b. Manfaat Senam Kaki Diabetes
c. Langkah-langkah Senam Kaki Diabetes
d. METODE PELAKSANAAN
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Tanya jawab

e. STRATEGI PELAKSANAAN
No
1.

Waktu
5 menit

Kegiatan Penyuluhan
Pembukaan :

Kegiatan Sasaran

- Penyaji memberikan salam

- Peserta membalas salam

- Penyaji memperkenalkan diri

- Peserta mendengarkan penyaji

- Penyaji melakukan kontrak

- Peserta mendengarkan penyaji

topik, waktu dan tempat


2.

10 menit

Penyampaian Materi

demons- - Demonstrasi dan redemonstrasi


trasi dan

Senam Kaki Diabetes

rede-

- Sasaran mendemonstrasikan

senam

Tanya Jawab

kaki

- Penyuluh membuka sesi tanya

diabetik,

jawab.
- Penyuluh menjawab pertanyaan

tanya

penjelasan dan mencermati


materi.

monstrasi

10 menit

- Sasaran memperhatikan

sasaran.

senam kaki diabetik.


- Sasaran mengajukan
pertanyaan.
- Sasaran memperhatikan
jawaban yang diberikan.

3.

jawab)
3 menit

Evaluasi
- Penyaji menanyakan kepada
peserta beberapa pertanyaan

- Peserta menjawab pertanyaan


sesuai dengan pemahaman.

mengenai materi yang telah


4.

disampaikan
Terminasi

2 menit

- Penyaji menyimpulkan seluruh

- Peserta mendengarkan penyaji

materi
- Penyaji mengucapkan

- Peserta membalas terimakasih

terimakasih

dari penyaji

- Penyaji menyampaikan salam


Penutup

f. MEDIA DAN ALAT


1. Leaflet
2. Flipchart
3. Koran bekas
g. SETTING TEMPAT
1
2

Keterangan gambar:
1. Penyuluh
2. Peserta

h. PENGORGANISASIAN
Penyuluh

: mahasiswa

i. KRITERIA EVALUASI

Evaluasi Struktur

- Peserta membalas salam

Rencana kegiatan dipersiapkan dua hari sebelum kegiatan dengan melakukan


kontrak sebelumnya dengan keluarga satu hari sebelum kegiatan. Sarana prasarana
seperti leaflet, flipchart, dan materi penyuluhan disiapkan paling lambat dua hari
sebelum pelaksanaan.
Evaluasi Proses

Kegiatan berlangsung tepat waktu

Peserta yang hadir 75% dari jumlah total


peserta

Peserta yang aktif bertanya 50% dari total


peserta.
Evaluasi Hasil

Sasaran penyuluhan mampu:


1. Memahami dan menjelaskan pengaturan diet pada penderita diabetes mellitus
2. Memahami dan menyebutkan kembali gula darah yang normal pada penderita
diabetes mellitus
3. Memahami dan menyebutkan kembali latihan yang dianjurkan untuk penderita
diabetes mellitus
4. Memahami tentang senam kaki diabetes :
1) Memahami dan mampu menyebutkan kembali pengertian senam kaki
diabetes.
2) Memahami dan mampu menyebutkan kembali manfaat senam kaki
diabetes.
3) Memahami dan mampu melakukan gerakan senam kaki diabetes.

j. LAMPIRAN-LAMPIRAN
Materi
Leaflet
Flipchart

Lampiran Materi
1. PENGATURAN MAKAN (DIET)
Terapi gizi merupakan komponen utama keberhasilan penatalaksanaan diabetes.
Perencanaan makan hendaknya dengan kandungan zat gizi yang cukup dan disertai
pengurangan total lemak terutama lemak jenuh. Pengetahuan porsi makanan sedemikian
rupa sehingga asupan zat gizi tersebar sepanjang hari. (usu.ac.id)
a. Tujuan diet
a) Membantu

pasien

memperbaiki

kebiasaan

makan

dan

olahraga

untuk

mendapatkan kontrol metabolik yang lebih baik.


b) Mempertahankan kadar glukosa darah supaya mendekati normal dengan
menyeimbangkan asupan makanan dengan insulin dengan obat penurun glukosa
oral dan aktivitas fisik.
c) Mencapai dan mempertahankan kadar lipida serum normal.
d) Memberi cukup energi untuk mempertahankan atau mencapai berat badan normal.
e) Menghindari atau menangani komplikasi akut pasien yang menggunakan insulin
seperti hipoglikemia, komplikasi jangka pendek, dan jangka lama serta masalah
yang berhubungan dengan latihan jasmani.
f) Meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan malalui gizi yang optimal.
(Almatsier, 2006)
b. Prinsip Perencanaan Makan bagi Penyandang DM
1) Kebutuhan Kalori
Kebutuhan kalori sesuai untuk mencapai dan mempertahankan Berat Badan ideal.
Komposisi energi:
a) Karbohidrat: 45-65%
b) Protein: 10-20%
c) Lemak: 20-25%
Makanan dibagi 3 porsi makanan utama: (pagi 20%), siang (30%), sore (25%) dan
2 kali makanan selingan (10-15%).
Tabel Kebutuhan Kalori Penyandang Diabetes
Kalori/kg BB ideal
Status gizi
Kerja santai
Sedang
Berat
25
30
Normal
30
35

Berat
35
40

Kurus
35
40
40-50
Perhitungan BB idaman dengan rumus Brocca yang dimodifikasi adalah sebagai berikut:
BB idaman = 90% x (TB dalam cm - 100) x 1 kg
Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan kalori:
a) Jenis Kelamin
b) Kebutuhan kalori pada wanita lebih kecil dari pada pria, untuk ini dapat dipakai angka 25
kal/kg BB untuk wanita dan angka 30 kal/kg BB untuk pria.
c) Umur
(1) Pada bayi dan anak-anak kebutuhan kalori adalah jauh lebih tinggi dari pada orang
dewasa, dalam tahunn pertama bisa mencapai 112 kg/kg BB.
(2) Umur 1 tahun membutuhkan lebih kurang 1000 kalori dan selanjutnya pada anakanak lebih dari pada 1 tahun mendapat tambahan 100 kalori untuk tiap tahunnya.
(3) Penurunan kebutuhan kalori diatas 40 tahun harus dikurangi 5% untuk tiap dekade
antara 40 dan 59 tahun, sedangkan antara 60 dan 69 tahun dikurangi 10%, diatas 70
tahun dikurangi 20%.
d) Aktivitas Fisik atau Pekerjaan
Jenis aktivitas fisik yang berbeda membutuhkan kalori yang berbeda pula. Jenis
aktivitas dikelompokkan sebagai berikut :
(1) Keadaan istirahat: kebutuhan kalori basal ditambah 10%.
(2) Ringan: pegawai kantor, pegawai toko, guru, ahli hukum, ibu rumah tangga, dan
lain0lain kebutuhan harus ditambah 20% dari kebutuhan basal.
(3) Sedang: pegawai industri ringan, mahasiswa, militer yang sedang tidak perang,
kebutuhan dinaikkan menjadi 30% dari basal.
(4) Berat : petani, buruh, militer dalam keadaan latihan, penari, atlet, kebutuhan ditambah
50% dari basal.
(5) Sangat berat: tukang becak, tukang gali, pandai besi, kebutuhan harus ditambah 50%
dari basal.
e) Kehamilan/Laktasi
Pada permulaan kehamilan diperlukan tambahan 150 kalori/hari dan pada trimester II dan
III 350 kalori/hari. Pada waktu laktasi diperlukan tambahan sebanyak 550 kalori/hari.
f) Adanya Komplikasi
Infeksi, trauma atau operasi yang menyebabkan kenaikan suhu memerlukan tambahan
kalori sebesar 13% untuk tiap kenaikan 1 derajat celcius.

g) Berat badan
Bila kegemukan/terlalu kurus, dikurangi/ditambah sekitar 20-30% bergantung kepada
tingkat kegemukan/kekurusannya. (Sukardji(2009), dalam Soegondo, hal 54)
c. Kebutuhan zat gizi
a) Protein
Menurut konsensus pengelolaan diabetes di Indonesia tahun 2006, kebutuhan protein
untuk penyandang diabetes 10-20% energi. Perlu penurunan asupan protein menjadi
0,8 g/kgBB perhari atau 10% dari kebutuhan energi dengan timbulnya nefropati pada
orang dewasa dan 65% hendaknya bernilai biologik tinggi.
b) Total lemak
Asupan lemak dianjurkan <7% energi dari lemak jenuh dantidak lebih dari 10%
energi dari lemak tidak jenuh ganda, sedangkan selebihnya dari lemak tidak jenuh
tunggal. Anjuran asupan lemak di Indonesia adalah 20-25% energi.
c) Lemak dan kolesterol
Tujuan utama pengurangan konsumsi lemak jenuh dan kolesterol adalah untuk
menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu <7% asupan energi sehari
seharusnya dari lemak jenuh dan asupan kolesterol makanan hendaknya dibatasi tidak
lebih dari 300 mg perhari.
d) Karbohidrat dan pemanis
Anjuran konsumsi karbohidrat untuk orang dengan diabetes di Indonesia adalah 4565%.
(1) Sukrosa
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa penggunaan sukrosa sebagai bagian dari
perencanaan makan tidak memperburuk kontrol glukosa darah pada individu
diabetes tipe 1 dan 2.
(2) Pemanis
Fruktosa menaikkan glukosa plasma lebih kecil daripada sukrosa dan kebanyakan
karbohidrat jenis tepung-tepungan.
e) Serat
Rekomendasi asupan serat untuk orang dengan diabetes sama dengan untuk orang
yang tidak diabetes yaitu dianjurkan mengkonsumsi 20-35 g serat dari berbagai
sumber bahan makanan.

f) Natrium
Anjuran asupan untuk orang dengan diabetes sama dengan penduduk biasa yaitu tidak
lebih dari 3000 mg, sedangkan bagi yang menderita hipertensi ringan sampai sedang,
dianjurkan 2400 mg natrium perhari.
g) Alkohol
Dalam keadaan normal, kadar glukosa darah tidak terpengaruh oleh penggunaan
alkohol dalam jumlah sedang apabila diabetes terkendali dengan baik.
h) Mikronutrien : vitamin dan mineral
Apabila asupan gizi cukup, biasanya tidak perlu menambah suplementasi vitamin dan
mineral. (Sukardji(2009), dalam Soegondo, hal 50)
d. Makanan yang dianjurkan dan dihindari
a) Bahan makanan yang dianjurkan
1) Sumber karbohidrat kompleks : nasi, roti, mie, kentang, singkong, ubi dan sagu.
2) Sumber protein rendah lemak : ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu,
dan kacang-kacangan
3) Sumber lemak dalam jumlah terbatas yaitu makanan yang mudah dicerna.
Makanan terutama diolah dengan cara dipanggang , dikukus, disetup, direbus,
dibakar.
4) Buah, contoh: pepaya, apel, pisang (pisang ambon sebaiknya dibatasi),
kedondong, salak, semangka, apel, pir, jeruk, belimbing, buah naga.
5) Sayuran dibagi 2 golongan : sayur golongan A dan golongan B
(a)

Sayur golongan A bebas dikonsumsi, sangat sedikit mengandung energy,

protein, karbohidrat. Jenis sayuran gol A: oyong, lobak, selada, jamur segar,
mentimun, tomat, sawi, tauge, kangkung, kembang kol, kol, lobak, labu air
(b) Sayur golongan B boleh dikonsumsi, tapi hanya 100 gram/hari. Jenis sayuran
gol B diantaranya: buncis, daun melinjo, daun pakis, daun singkong, daun pepaya,
labu siam, nangka muda, jagung muda, genjer, kacang kapri, jantung pisang, daun
beluntas, bayam, kacang panjang, wortel.
(Sukardji(2009), dalam Soegondo, hal 62) dan (Almatsier, 2006)
b) Bahan makanan yang tidak diaanjurkan (dibatasi/dihindari)
1) Mengandung banyak gula sederhana seperti :

(a) Gula pasir, gula jawa


(b) Sirup, jam, jeli, buahn-buahan yang diawetkan dengan gula , susu kental
manis, minuman botol ringan dan es cream
(c) Kue-kue manis , dodol, cake, dan tarcis
2) Mengandung banyak lemak : cake, makanan siap saji, goreng-gorengan.
3) Mangandung banyak natrium : ikan asin, telur asin, makanan yang diawetkan.
(Almatsier, 2006)
2. GULA DARAH
Berbagai studi yang telah ada menanyakan bahwa penyandang diabetes tipe 1 dan tipe 2
yang menjaga kadar glukosa plasma rata-rata tetap rendah menunjukkan insidens
komplikasi mikrovaskuler berupa timbulnya retinopati diabetik, nefropati, dan neuropati
yang lebih rendah. Oleh karena itu, penyandang diabetes direkomendasikan untuk
mencapai dan menjaga gula darah serendah mungkin mendekati normal. Dalam
pengelolaan DM kriteria pengendalian yang ingin dicapai

Adapun beberapa ukuran normal kadar gula darah pendapat dari beberapa organisasi
Diabetes dunia, yaitu :

(Soewondo(2009), Soegondo, hal 153)

3. LATIHAN JASMANI
a) Manfaat olahraga bagi penyandang diabetes melitus:
1) Menurunkan kadar gula darah
2) Mencegah kegemukan
3) Menurunkan lemak darah (kolesterol)
4) Mencegah tekanan darah tinggi
5) Mengurangi resiko penyakit jantung koroner
6) Meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan kerja. (Nabyl, 2009)
b) Prinsip
Prinsip olah raga pada DM sama saja dengan prinsip olahraga secara umum, yaitu
memenuhi hal berikut ini (F.I.T.T) :
Frekuensi : jumlah olah raga perminggu sebaiknya dilakukan secara teratur
Intensitas

: ringan dan sedang yaitu 60 % - 70% MHR

Time (durasi) : 30 60 menit


Tipe (jenis) : olahraga endurance (aerobic) unuk meningkatkan kemampuan
kardiorespirasi

seperti

jalan,

jogging,

berenang,

dan

bersepeda.

(Ilyas(2009), dalam Soegondo, hal 76)


c) Jenis
Jenis olah raga yang baik untuk pengidap DM adalah olah raga yang memperbaiki
kesegaran jasmani. Oleh karena itu harus dipilih jenis olah raga yang memperbaiki
semua komponen kesegaran jasmani yaitu yang memenuhi ketahanan, kekuatan,
kelenturan tubuh, keseimbangan, ketangkasan, tenaga dan kecepatan.
Contoh jenis-jenis olah raga yang di anjurkan utuk penderita DM, adalah :
1) Jogging
2) Senam aerobic
3) Bersepeda
4) Berenang
5) Jalan santai
6) Senam kesehatan jasmani (SKJ)
4. SENAM KAKI DIABETIK
A. PENGERTIAN SENAM KAKI

Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh penderita diabetes
melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah
bagian kaki (Soegondo, 2008).
Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot
kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu dapat
meningkatkan kekuatan otot betis, otot paha, dan juga mengatasi keterbatasan
pergerakan sendi (Soegondo, 2008).
B. MANFAAT SENAM KAKI
1) Memperbaiki sirkulasi darah
2) Memperkuat otot-otot kecil
3) Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
4) Meningkatkan kekuatan oto betis dan paha
5) Mengatasi keterbatasan gerak sendi.
C. GERAKAN SENAM KAKI
(1) Duduklah tegak di atas sebuah kursi (jangan bersandar)

Gambar 1: Duduk Tegak (Sumber: Soegondo, 2008)


(2) Dengan meletakkan tumit di lantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan ke atas
lalu dibengkokkan kembali ke bawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali

Gambar 2: Gerak Pertama(Sumber: Soegondo, 2008)


(3) Dengan meletakkan tumit salah satu kaki di lantai, angkat telapak kaki ke atas.
Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkatkan
ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian
dan diulangi sebanyak 10 kali.

Gambar 3: Gerak Kedua (Sumber: Soegondo, 2008)


(4) Tumit kaki diletakkan di lantai. Kedua ujung kaki diangkat ke atas dan buat
gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki ke arah samping lalu
ke tengah masing-masing sebanyak 10 kali.

Gambar 4: Gerak Ketiga (Sumber: Soegondo, 2008)

(5) Jari-jari kaki diletakkan di lantai. Kedua tumit diangkat dan buat gerakan memutar
ke samping. Turunkan kembali ke lantai dan gerakkan ke tengah, dengan
pergerakkan pada pergelangan kaki, masing-masing sebanyak 10 kali.

Gambar 5: Gerak Keempat (Sumber: Soegondo, 2008)


(6) Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari ke depan turunkan
kembali kaki anda, bergantian kiri dan kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.

Gambar 6: Gerak Kelima (Sumber: Soegondo, 2008)


(7) Luruskan salah satu kaki di atas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan
gerakkan ujung jari kaki ke arah muka anda lalu turunkan kembali ke lantai.
Masing-masing kaki ulangi 10 kali

Gambar 7: Gerak Keenam (Sumber: Soegondo, 2008)

(8) Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi gerak keenam, namun gunakan kedua
kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.

Gambar 8: Gerak Ketujuh (Sumber: Soegondo, 2008)


(9) Angkat kedua kaki dan luruskan,pertahankan posisi tersebut. Gerakan pergelangan
kaki ke depan dan ke belakang.

Gambar 9: Gerak Kedelapan (Sumber: Soegondo, 2008)


(10) Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki , tuliskan
pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 9 lakukan secara bergantian.

Gambar 10: Gerak Kesembilan (Sumber: Soegondo, 2008)

(11) Letakkan sehelai koran di lantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan
kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula
menggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali saja

Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.

Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki

Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu


letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.

Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola

Gambar 11: Gerak Kesepuluh (Sumber: Soegondo, 2008)

DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, Sunita. 2006.Penuntun Diet . Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
American Diabetic Associations. 2003. Diabetes Mellitus, (Online), (http://www.diabetes.org,
diakses 19 November 2014)
Brunner & Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Vol 2. Jakarta: EGC.
Setyanto, Purwo. 2009. Senam Kaki untuk Cegah Diabetic Foot di Persatuan Diabetes
Indonesia

(PERSADIA)

Unit

RS

Ciremai

Cirebon,

(Online),

(http://www.kesad.mil.id/content/senam-kaki, diakses 19 November 2014)


Smeltzer, Suzane C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth.
Edisi 8. Jakarta: EGC
Soegondo. 2008. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus di Indonesia.
Jakarta: Perkeni FKUI
Soegondo,dkk. 2009. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Jakarta: Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia.
Suastika, Ketut. 2008. Kumpulan Naskah Ilmiah. Obesitas, Sindrom Metabolik, Diabetes,
Displidemia, Penyakit Tiroid. Bali. Penerbit: Udayana University Press.
Sudoyo, Aru W. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 5. Jakarta : Interna Publishing
Waspadji, Sarwono. 2006. Kaki Diabetes. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III. Edisi IV.
Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Penyakit Dalam FKUI.