Anda di halaman 1dari 19

Kecacingan pada Sapi

Oleh:
Grup 3
Andi Nur Izzati
B94144103
Faisal Tanjung
B94144112
Nurul Chotimah
B94144131
Talita Fauziah Milani
B94144143
Yusuf Adi Nugroho B94144148
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER HEWAN
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Latar Belakang
Kesehatan
ternak
Kecacingan pada
sapi
Klasifikasi parasit
cacing

Fasciolosis
Penyakit ini disebabkan oleh
cacing jenis trematoda, yaitu
Fasciola sp. yang hidup di dalam
hati (liver fluke) dan saluran
empedu
dengan
memakan
jaringan hati dan darah. Cacing
ini memiliki inang antara, yaitu
siput Lymnaea rubiginosa yang
hidup dekat dengan perairan.

Patogenesa

Gejala Klinis

Gangguan pencernaan berupa


konstipasi hingga diare, pertumbuhan
ternak terhambat, dan terjadi
penurunan produktivitas.

Patologi Anatomi

Kasus akut: pembendungan dan


pembengkakan pada hati, ptechie
kantong empedu dan usus
mengandung darah
Kasus kronis: dinding saluran
empedu menebal, anemia, kekurusan
dan sirosis hati

Pencegahan
Memberantas
siput
secara
biologik dengan pemeliharaan
itik atau bebek
Ternak
jangan
digembalakan
dekat selokan (genangan air)
dan rumput jangan diambil dari
dekat sekitar selokan.

Pengobatan
Cacing hati dewasa saja
(Nitroxynil/Dovenix dan
Albendazole/Valbazen)
Cacing muda hingga dewasa
(Clorsulon-Ivermectin/Ivomec-F)
Segala umur cacing
(Trichlabendazole/Fasinex)

Taeniasis
Taeniasis adalah penyakit parasiter yang
disebabkan oleh cacing pita dari genus
Taenia dan infeksi oleh larvanya disebut
sistiserkosis (Estuningsih 2009). Cacing
dewasa Taenia ditemukan di manusia
sedangkan stadium larvanya terdapat pada
sapi. Larva Taenia saginata pada sapi dikenal
dengan nama Cysticercus bovis (Dharmawan
2000). Parasit ini hidup di dalam saluran
pencernaan (usus) dengan menyerap nutrisi
pada usus untuk bertahan hidup.

Patogenesa

Gejala Klinis
Infeksi Cystisercus pada otot
sapi tidak menunjukkan gejala
klinis apapun, namun pada pedet
atau anak sapi yang terinfeksi
secara
kronis
dapat
menyebabkan miokarditis dan
kerusakan hati

Pengobatan
Albendazole diberikan dengan
dosis 15 mg/kg BB selama 8 hari,
selain itu terdapat praziquantel
yang
dapat
diberikan
untuk
mengobati sistiserkosis dengan
dosis 50 mg/kg BB dan diberikan
selama 8-15 hari (Hamid et al.
2005).

Toxocariasis
Toxocariasis
merupakan
penyakit yang disebabkan oleh
spesies
Toxocara
vitulorum.
Penyakit
ini
paling
sering
ditemukan kasusnya terutama
pada pedet. Toxocara vitulorum
memiliki habitat di usus halus sapi

Patogenesa

Gejala Klinis
Pedet

:
gejala
diare
dan
badannya menjadi sangat kurus
hingga menyebabkan kematian.
Sapi
dewasa : menurunkan
kualitas susu

Pengobatan
Anthelmintik yang dapat digunakan
untuk mengatasi cacing nematoda
antara
lain
organofosfat
seperti
trikhlorfon,
benzimidazole
seperti
thiabendaziole, methyridine, thiazole
seperti tetramisole, dan microcyclic
seperti avermectin dan milbemicine.
Contoh
obat
paten
yang
biasa
digunakan adalah Wormectin injeksi
dengan dosis 1ml/50kg BB

Contoh Kasus
Seekor

pedet dilaporkan di
lapangan, pedet sapi berumur 8
bulan dengan berat badan 80kg
menunjukkan gejala diare berdarah
dan badannya menjadi sangat kurus.
Pedet tersebut juga mengalami
gangguan pertumbuhan dan anemia.

Tatalaksana
terapi
Diare

berdarah : Loperamide 0,1mg/kg


Anorexia : Curcuma plus
Endoparasit : Wormectin , inj
Anemia :

Resep

Terima
Kasih..