Anda di halaman 1dari 10

SENAM KAKI UNTUK LANSIA PENDERITA

DIABETES MELITUS

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Komunitas Keperawatan I

oleh:
Octavia Candra Dewi
092310101004

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2011

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(PENDIDIKAN KESEHATAN)
Program Studi Ilmu Keperawatan
UNIVERSITAS JEMBER
Jalan Kalimantan 37 Jember Jawa Timur
Telp. (0331) 323450

Topik / Materi

: Senam Diabetes Melitus

Sasaran

: Para lansia penderita Diabetes Melitus di Desa Asri

Waktu

: 10 menit

Hari / Tanggal

: Kamis/ 1 Desember 2011

Tempat

: Balai Desa Asri, jalan Panglima Sudirman No. 64

1. Standar Kompetensi
Setelah diberikan pendidikan kesehatan, diharapkan para lansia penderita Diabetes
Melitus di Desa Asri dapat memahami dan melakukan latihan senam kaki.
2. Kompetensi Dasar
Setelah diberikan pendidikan kesehatan, diharapkan para lansia penderita Diabetes

3.
4.

5.
6.
7.

8.
9.

Melitus di Desa Asri dapat:


a. Menjelaskan pengertian senam kaki
b. Menyebutkan tujuan dilakukannya senam kaki bagi penderita Diabetes Melitus
c. Mendemonstrasikan langkah-langkah melakukan senam kaki
Pokok Bahasan: Senam Kaki Untuk Lansia Penderita Diabetes Melitus
Sub Pokok Bahasan :
a. Pengertian senam kaki
b. Tujuan senam kaki bagi penderita Diabetes Melitus
c. Mendemonstrasikan langkah-langkah melakukan senam kaki
Waktu : 5 menit
Bahan/alat yang diperlukan:
a. Leaflet
b. Koran 2 buah
Model Penyuluhan (Pendidikan Kesehatan)
a. Jenis model pembelajaran : Pertemuan dalam ruangan
b. Landasan teori : Behaviourisme
c. Langkah pokok :
1) Menciptakan suasana ruangan yang baik
2) Mengajukan masalah
3) Membuat keputusan nilai personal
4) Mengidentifikasi pilihan tindakan
5) Memberi komentar
6) Menetapkan tindak lanjut
Persiapan
Penyuluh mencari materi tentang senam kaki bagi penderita diabetes Melitus yang benar.
Kegiatan Penyuluhan (Pendidikan Kesehatan)

Proses
Pendahuluan

Tindakan
Kegiatan Penyuluh
Kegiatan Peserta
1. Memberikan salam,
Memperhatikan dan
memperkenalkan

Waktu
2 menit

menjawab salam

diri, dan membuka


penyuluhan
2. Menjelaskan materi

Memperhatikan

secara umum dan


manfaat bagi para

Memperhatikan

lansia penderita DM
3. Menjelaskan tentang
Penyajian

TIU dan TIK


1. Menjelaskan

Memperhatikan

pengertian tentang
Senam kaki
a. Menanyakan
kepada para lansia

Memberikan
pertanyaan

peserta
pendidikan
kesehatan
mengenai materi
yang baru
disampaikan.
b. Mendiskusikan

Memperhatikan

bersama jawaban
yang diberikan
2. Menjelaskan tentang

Memperhatikan

tujuan dilakukannya
senam kaki bagi

Memperhatikan

penderita DM.
3. Mendemonstrasikan
langkah-langkah
melakukan senam
kaki bagi penderita
DM.
a. Menanyakan
kepada para lansia

Memberikan
pertanyaan

6 menit

peserta
pendidikan

Memperhatikan

kesehatan
mengenai materi
yang baru
disampaikan.
b. Mendiskusikan
bersama jawaban
Penutup

yang diberikan
1. Menutup pertemuan

Memperhatikan

menit

dengan memberi
kesimpulan dari
materi yang
disampaikan
2. Mengajukan
pertanyaan kepada
para lansia peserta

Memberi komentar
dan menjawab
pertanyaan
Memperhatikan

pendidikan kesehatan
3. Mendiskusikan
bersama jawaban
dari pertanyaan yang
telah diberikan
4. Memberikan Leaflet
5. Menutup pertemuan

Menerima Leaflet
Memperhatikan dan
membalas salam

dan memberikan
salam.
10. REFERENSI
Smeltzer, Suzzanne C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddarth Ed.8. Jakarta: EGC
Noer, Sjaifoellah. 1996. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3. Jakarta: FKUI
S,Sumosardjuno. 1986. Manfaat dan macam olahraga bagi penderita diabetes melitus.
Bandung: Bina Aksara
Lampiran:
1. Materi

2. Daftar hadir peserta

Penyuluh
Octavia Candra Dewi
NIM : 092310101004

MATERI
1. DIABETES MELITUS
Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh
kenaikan kadar glukosa darah atau hiperglikemia. (Smeltzer & Bare, Buku ajar
Keperawatan Medikal Bedah). Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada
tahun 1996 di dunia terdapat 120 juta penderita diabetes melitus yang diperkirakan naik
dua kali lipat pada tahun 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh pertambahan umur, kelebihan
berat badan (obesitas), dan gaya hidup.
Menurut dr Sapto Adji H SpOT dari bagian bedah ortopedi Rumah Sakit
Internasional Bintaro (RSIB), komplikasi yang paling sering dialami pengidap diabetes
adalah komplikasi pada kaki (15 persen) yang kini disebut kaki diabetes.
Dari sudut ilmu kesehatan, tidak diragukan lagi bahwa olah raga apabila dilakukan
sebagaimana mestinya menguntungkan bagi kesehatan dan kekuatan pada umumnya.selain
itu telah lama pula olah raga digunakan sebagai bagian pengobatan diabetes melitus namun
tidak semua olah raga dianjurkan bagi pengidap diabetes melitus (bagi orang normal juga
demikian) karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan salah satu jenis olah

raga yang dianjurkan terutama pada penderita usia lanjut adalah senam. Ada dua jenis
senam yang dilakukan bagi penderita diabetes yaitu senam kaki dan senam lantai.
2. SENAM KAKI
2.1 Pengertian
Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes
melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah
bagian kaki. (S,Sumosardjuno,1986). Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi
darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki.
Selain itu dapat meningkatkan kekuatan otot betis, otot paha, dan juga mengatasi
keterbatasan pergerakan sendi.
2.2 Tujuan
Tujuan dilakukannya senam kaki bagi lansia penderita diabetes, yaitu:
a. Memperlancar sirkulasi darah
b. Memperkuat otot-otot kecil kaki
c. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
d. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
e. Mengatasi keterbatasan gerak sendi
2.3 Indikasi dan kontraindikasi
a. Indikasi dilakukannya senam kaki:
Penderita Diabetes melitus tipe I dan II,
b. Kontraindikasi dilakukannya senam kaki:
Klien mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dipsneu atau nyeri dada.
Klien depresi, khawatir atau cemas
2.4 Tahap Latihan
1. Cuci tangan
2. Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk tegak diatas
bangku dengan kaki menyentuh lantai

3. Dengan Meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan keatas
lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali

4. Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke atas.
Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkatkan
ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian
dan diulangi sebanyak 10 kali.

5. Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat
gerakan memutar 3600 dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10
kali.

6. Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar 3600
dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.

7. Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari kedepan turunkan
kembali secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.
8. Luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan
ujung jari kaki kearah wajah lalu turunkan kembali kelantai.
9. Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke 8, namun gunakan kedua kaki
secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
10. Angkat kedua kaki dan luruskan,pertahankan posisi tersebut. Gerakan pergelangan
kaki kedepan dan kebelakang.
11. Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki , tuliskan
pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian.

12. Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan
kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula
menggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali saja
13. Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.
Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki
Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu

letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.


Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola

BAB 3. PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus
untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian
kaki yang memiliki tujuan memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil,
mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki, meningkatkan kekuatan otot betis dan paha,
mengatasi keterbatasan gerak sendi. Selain senam kaki juga terdapat senam lantai yang
bertujuan

untuk

melancarkan

sirkulasi

darah,

menguatkan

otot

perut

dan

merenggangkan seluruh otot tubuh. Untuk itu penderita diabetes mellitus di anjurkan
untuk melakukan senam kaki dan senam lantai. Peran kita sebagai perawat adalah
membimbing klien untuk melakukan senam kakidan senam lantai agar klien dapat
melakukan senam secara mandiri.