Anda di halaman 1dari 17

UI SALEMBA

1. Di soalnya ada gambaran rontgen fraktur pada femur setelah terjadi kecelakaan:
A. Fraktur kominutif
B. Fraktur oblik
C. Fraktur spiral
D.
E.
2. Lesi hipopigmentasi membentuk beberapa bercak putih dan gatal:
A. Dermatitis Seboroik
B. Pitiriasis Versikolor
3. Pemeriksaan penunjang pitiriasis versikolor: KOH
4. Conjungtivitis, cough, coriza/flu (3C) khas pada: morbili
5. Nyeri orbita, nyeri otot, demam, lesi yang menyebar dari wajah ke dada: morbili
6. Lenting dari wajah lalu menyebar ke badan dan ekstremitas: varicella
7. Seorang laki-laki habis berhubungan seksual dengan pacarnya, timbul vesikel di
kemaluan, dasar eritematosa, ulkus superfisialis, diagnosis: herpes genitalis, karena
virus HSV tipe II
8. Obat dari herpes genitalis diatas adalah: acyclovir 2 x 500 mg
9. Pustule putih, macula hipopigmentasi di kulit dan wajah:
A. Acne vulgaris
B. Erupsi acne formis
C. Acne venenata
D. Acne oblongata
10. Ulkus bergaung multiple, batas tidak teratur, nyeri, kotor (candroid): ulkus mole
11. Lesi di dada berbentuk lenting berair, nyeri, rasa seperti terbakar pada dada, 20 tahun
lalu pernah cacar air, diagnosis: varicella zoster torakalis
12. Obat varicella zoster: acyclovir 5 x 800 mg selama 7 hari
13. Sekret krim susu pada vagina, terdapat secret keputihan seperti susu pada vagina:
candidiasis vaginalis
14. Pseudohifa dan blastospora pada mikroskopik: candidasis vagianlis
15. Pemeriksaan mikroskopik dari bacterial vaginosis/BV, pH 3.5, ditemukan gambaran
apa pada mikroskopik: clue cell
16. Gambaran kandida pada mikroskopik pada keputihan: pseudohifa
17. Keluhan otot wajah asimetris saat tersenyum dan mengernyitkan dahi, gejala khas
dari bells palsy: paresis nervus VII perifer. Pokoknya lesinya sesisi/ipsilateral.
Diagnosisnya adalah: paresis N. VII perifer dekstra ec bells palsy
18. Peningkatan enzim amilase dan lipase lebih dari sama dengan 3 kali (amylase 350,
lipase 472), nyeri perut menjalar sampai dengan ke punggung: pankreatitis
19. Laki-laki, keluhan 3 P (+), GDS dan GDP melebihi normal, diagnosis: diabetes

mellitus tipe 2
20. Pasien terinfeksi malaria (gejala khas malaria, baru pulang dari daerah endemis),
gambaran eritrosit membesar dengan schuffner dot (+). Parasit penyebabnya adalah:
plasmodium vivax
21. Laki-laki, keluhan TB (+), batuk, sebelumnya pernah berobat TB 1 bulan dan berhenti
minum obat 2 minggu. Pengobatan selanjutnya? Berikan RHZES (rifampisin,
isoniazid, pirazinamid, etambutol, injeksi streptomisin) langsung masuk kategori II
pengobatan TB
22. Pasien wanita, pakai KB hormonal sudah 6 bulan, tapi tiba-tiba hamil, HCG (+)
sebelumnya mengkonsumsi obat TB karena didiagnosis. Apakah obat TB yang
menyebabkan efektifitas KB hormonal menurun? Rifampisin
23. Pasien riwayat merokok gambaran obstruksi, perkusi hipersonor: emfisema
24. Pasien gambaran telur tempayan benjolan di kedua kutub, penyebabnya: trichuris
trichura
25. Pasien terinfeksi plasmodium falciparum. Obat yang diberikan pada infeksi
plasmodium falciparum:
A. Artemisinin-artesunat dan piperakuin
B. Klorokuin
C. Kina
D. Doksisiklin
26. Pasien hipertensi pada kehamilan, hamil 6 minggu. Obat: metildopa
27. Pasien anak dengan ketakutan, waham (+), halusinasi (+), takut pada orang tuanya
berlangsung lebih dari 6 bulan. Diagnsosis: skizofrenia paranoid
28. Orang ketakutan setiap kali masuk lift, langsung berdebar-debar, keringat dingin,
panik. Gangguan:
A. Klaustrofobia
B. Gangguan fobik
C. Gangguan cemas
D. E. 29. Pasien anak, gatal malam hari pada selangkangan, bokong, lipat paha. Di keluarga

ada sakit serupa. Diagnosis: skabies


30. Pasien anak, gatal malam hari pada selangkangan, bokong, lipat paha. Di keluarga
ada sakit serupa. Pengobatan: permetrin
31. Pasien anak, gatal malam hari pada selangkangan, bokong, lipat paha. Di keluarga
ada sakit serupa. Penyebab: sarcoptes scabie
32. Orang sakit kuning, hepatomegali, ikterik, habis survey dari kampung yang semuanya
sakit kuning. Diagnosis
A. Hepatitis A
B. Hepatitis B
C. Hepatitis C
D. Hepatitis D
E. Hepatitis E
33. HbsAg (+), HbeAg (+): sedang terinfeksi hepatitis B fase akut dan infeksius
34. Pasien DHF, TD: 100/60, mimisan, nadi cepat, diagnosis: DHF grade III
35. Laki-laki, ulkus tidak nyeri pada kemaluan, dasar bersih. Kuman penyebab:
trepanoma pallidum
36. Laki-laki kecelakaan, patah tulang, fraktur terbuka dan tertutup, hemodinamik buruk,
penyebab kondisi ini: syok hipovolemik
37. Pasien sesak dan tidak sadarkan diri sesudah disuntik antibiotik ceftriaxon oleh
perawat. Keadaan ini disebut: syok anafilaktik
38. Terapi pada kasus diatas (syok anafilaktik) segera berikan: epinefrin/adrenalin
39. Terapi pada kasus syok anafilaktik segera berikan: epinefrin/adrenalin
40. Tidak bisa dorsofleksi, ibu jari tdk bisa ekstensi, saraf apa yg kena?
A. Nervus medianus
B. Nervus radialis
C. Nervus ulnaris
D. E. 41. Anak kejang, post ictal sadar kembali. Setahun yang lalu sudah pernah kejang dengan
pola yang sama, mulut berbusa, mata mendelik ke atas. Terapi?
A. Natrium divalproat

B. Carbamazepin
C. Diazepam
42. Pada pasien dengan diagnosis stroke iskemik, dokter minta CT scan. Fungsinya?
A. Menyingkirkan stroke hemoragik
B. Menentukan letak kelainan iskemia dimana
C.
43. Ibu hamil terkena TB, tatalaksananya:
A. R dan H
B. RHZE
C. RHZES
44. Gejala nyeri selama satu jam di bagian kaki kiri, ada riwayat jatuh dari sepeda motor,
trauma, pemeriksaan fisik ada edema dan teraba kencang, dari radiologi didapatkan
fraktur pada tibia dan fibula. Diagnosis:
A. Sindrom kompartemen
B. Peradangan
45. Wanita diatas 40 tahun dengan nyeri punggung 2 hari, ada riwayat jatuh dari kamar
mandi, hasil rontgen fraktur lumbal L4-L5. Diagnsoisnya: spondilosis lumbal
46. Gambaran bamboo spine: ankylosing spondilitis
47. Infeksi pada peternak domba dan sapi: bacillus antraksis
48. Anemia mikrositik hipokrom pada pekerja kebun tanpa alas kaki: karena cacingan
anemia defisiensi besi
49. Foto rontgen, barium swallow gambaran obstruksi pada esophagus distal dan
menyempit:
A. Akalasia
B. Karsinoma esophagus
C.
50. Hepar teraba berbenjol-benjol pada palpasi. AFP (alpha feto protein) 2350 (meningkat
tinggi), diagnosis: karsinoma hati primer
51. Pasien datang dengan keluhan sendi lutut sakit, BB obese. Bagaimana dokter
menjelaskan hbubungan ini? Bahwa berat badan dapat mempengaruhi/memperparah
nyeri sendi
52. Pada pasien DM, batas dari benjolan difus, kemerahan, bengkak dan edema,
diagnosis:
A. Selulitis
B. Flegmon
C. Karbunkel
D. Erysipelas
53. Gambaran jempol bengkak, pada foto rontgen di MTP 1 telapak kaki: atritis gout
54. Nyeri pada sendi jari-jari tangan, asam urat kadar meningkat, diagnosis: atritis gout

55. Nyeri pada sendi jari-jari tangan, asam urat kadarnya meningkat. Pengobatan atritis
gout pada fase awal/akut nyeri adalah:
A. Indometasin
B. Allopurinol
C. Metrotreksat
56. Mata merah, injeksi siliar, post infeksi HSV, gambaran dendritik/pohon bercabang:
keratitis viral
57. Anak kecil terkena air panas, kulit kemerahan, terdapat vesikel dan bula, diagnosis
luka bakar derajat:
A. I
B. II
C. IIIA
D. IIIB
E. IV
58. Nyeri tekan tragus (+): otitis eksterna
59. Membuka mata dengan rangsang nyeri, mengerang, dan mampu menggerakkan
tangan akan tetapi tidak dapat menepis rangsang. GCS: 8 E2M4V2.
60. Kekuatan motorik mampu mengangkat tangan lalu beberapa saat jatuh (dapat
mempertahankan gravitasi): kekuatan motorik: 3
61. Gambaran otitis media, ada kolesteatom dan jaringan padat di dalam liang telinga:
OMSK tipe maligna
62. Ada serumen prop di telinga, terlihat penuh dan padat, pengobatan dengan:
karbogliserin
63. Tindakan antiseptic pada trauma kepala:
A. Cuci kepala dengan klorin
B. Usap dengan garam iodium 3%
C. Usap dengan antibiotic topical salep
D. Cuci dengan air mengalir
E. Cuci dengan air sabun
64. Orang dengan vegetarian, datang dengan nyeri tulang, ada fraktur, defisiensi apa?
A. Kalsium
B. Besi
C. Vitamin D
D. Protein
65. Berdarah pada gusi, defisiensi vitamin: A, B, C, D, E
66. Orang lebih dari 2 hari tidak makan di gunung, sumber energy untuk otak dari apa:
keton/lipid/kolesterol/glukosa/glikogen
67. KAD penurunan kesadaran karena kenapa:
A. Hiperosmolaritas dalam plasma
B. Kadar keton meningkat dalam darah
C. Keton memasuki sawar darah otak
68. Mekanisme edema pada sindrom nefrotik:

A. Peningkatan permeabilitas kapiler


B. Penurunan permeabilitas kapiler
C. Osmolaritas plasma menurun
D. Penurunan tekanan hidrostatik vena
E. Penghambatan aliran limfatik
69. Mata cekung, turgor melambat, hipokalemia (+), hiponatremia batas paling bawah
(belum hiponatremia). Diagnosis pasien ini:
A. Hipovolemik berat
B. Dehidrasi berat
C. Deplesi cairan
D. Deplesi elektrolit
70. Bicara ngaco karena: Hipo mg/Hipo na/Hipo k/Hipo ca/Hipo cl
Hipokalemia : lemah, motilitas turun, aritmia, prolonged QT
Hiperkalemia : parestesia, hiperrefleks, aritmia, T tinggi pada EKG
Hipokalsemia : Neuromuscular excitability, decreased cardiac output
Hiperkalsemia : hipotensi, fraktur, batu, dehidrasi
Hiponatremia : sakit kepala, kram, napas cheyne stokes, tremor, kejang
Hipernatremia : haus berat, mukosa kering
Hipomagnesemia : confusion, torsades de pintes, hiperrefleks
Hipermagnesemia : confusion, muscle weakness, flaccid paralysis
71. Gambaran hipokalemi pada EKG:
A. Peaked and fall T
B. QS patologis
C. Gelombang U
72. Kaki terkilir, bengkak, pemeriksaan yang dianjurkan: foto rontgen lutut
73. Mata ada bercak darah pada bilik mata depan akibat trauma pada mata disebut:
hifema
74. Yang menyebabkan adanya gambaaran cotton wol spot pada retinopati diabetic
adalah: neovaskularisasi pada pembuluh darah di retina
75. Petani ketusuk daun teh di perkebunan, hipopion di bilik mata depan, diagnosis: ulkus
kornea
76. Gejala khas pada kusta, ada lesi baal dan tidak nyeri serta tidak gatal, macula
hipopigmentasi. Bakteri penyebab: Mycobacterium leprae
77. Floresensi (+), post infeksi herpes simpleks, gambaran injeksi siliar dengan cabang
seperti cabang pohon (dendritik), diagnosis: keratitis viral. Pilihannya ada tukak
kornea
78. KAD lab yang benar gambaran asidosis metabolik seperti apa?
A. PH 7.3, HCO3 18
B. PH 7.3, HCO3 30
C. PH 7.3, HCO3 48
D. HCO3 48, PCO2 42
E.

79. Pasien DM minum OHO ada gejala hepatotoksik. Obat yang menyebabkan
hepatotoksik:
A. Metformin
B. Glukopag
C. Thiazonilidion
D. Glibenklamid
80. Pemeriksaan hormone yang dibutuhkan pada gejala hipertiroid: TSH, T3, T4
81. Ada ptosis kedua mata: myasthenia gravis
82. Ada kelumpuhan kedua ekstremitas bawah yang menyebar ke atas, post infeksi virus,
refleks patologis (-): Guillan barre syndrome
83. Gejala pada pasien berdebar-debar, keringat dingin, eksophtalmus pada wanita:
graves disease
84. Gejala pada pasien wanita berdebar-debar, keringat dinging, eksophtalmus: graves
disease
85. Mayat yang dalam kondisi spasme saat meninggal dan posisi telapak tangan mayat
memegang tanaman lumut menunjukkan:
A. Cadavaric spasm
B. Rigor mortis
86. Partograf ibu hamil, datang pembukaan 4. 4 jam kemudian (pukul 15.00) pembukaan
6, yang harusnya dilakukan pada pukul 15.00 tersebut adalah:
A. Nilai his/kontraksi 30 menit kemudian
B. Nilai DJJ 30 menit kemudian
C. Rujuk ke rumah sakit
D. VT 4 jam lagi untuk menilai pembukaan
87. Kaku kuduk (+), stroke: stroke subarachnoid hematom
88. Pada histopatologik, sel glia tampak fibroid. Diagnosis: schwanoma/glioblastoma/dll
89. Gangguan keseimbangan (+), terkena/lesi pada: cerebellum
90. Petinju datang dengan keluhan benjolan di daun telinga, ada riwayat trauma pada
daun telinga, fluktuasi (+), tidak nyeri. Diagnosis: abses/hematoma/infeksi daun telinga
91. Anak, gigi berlubang, kejang (+), trismus (+), epistotonus (+), bakteri penyebab:
clostridium tetani

92. Anak umur 14 tahun dengan lutut nyeri 1 minggu, 2 minggu sebelumnya ada trauma
ketendang saat main bola. Sendi lutut masih bisa digerakkan, ROM normal, pada
perabaan massa keras (+), foto rontgen terdapat radioopaq. Diagnosis:
osteosarkoma/kondrosarkoma
93. Benjolan pada lubang hidung dan menutup, sulit mencium bau, sulit bernapas: polip
nasi
94. Anak sakit menelan, tonsil hiperemis, terdapat bercak keputihan pada tonsil, ukuran
tonsil T2-T2, diagnosis: tonsilitis akut/difteriae
95. Kripti melebar dan tonsil berukuran T3-T3, diagnosis: tonsillitis kronik
96. Anak sakit menelan, faring dan tonsil hiperemis, detritus (+): tonsilofaringitis
97. Benjolan pada leher diatas klavikula, ada massa di mediastinum pada rontgen,
leukositosis (+). Diagnosis: limfoma Hodgkin/limfona non-hodgkin/leukemia
limfoblastik akut
98. Obat typhoid pada ibu hamil yang aman: amoksisilin
99. Lidah kotor pada anak wanita, infeksinya tersering karena: tercemar makanan yang
mengandung feses (fecal-oral)
100. Hemofilia pada anak dengan bengkak di lutut tanpa riwayat trauma (hemophilia).
Penyebabnya:
A. Faktor VIII 20%
B. Faktor VIII 50%
C. Faktor VIII 60%
D. Faktor IX
101. Tuli sensorineural pada pekerja pabrik yang sudah lama bekerja. Kelainan yang
terkena/terdapat gangguan pendengaran pada frekuensi:
A. 500 Hz
B. 1000 Hz
C. 2000 Hz
D. 4000 Hz
E. 8000 Hz
102. Obat pada BPH: yang bekerja pada reseptor alfa-2. Bukan pada alfa-1 atau beta
103. Tanda-tanda keganasan dari RT pada ca.prostat adalah: terdapat nyeri tekan/terdapat

nodul/teraba kenyal
104. Gambaran sela iga melebar, diagnosis: emfisema
105. Foto rontgen pneumothorax gambaran radiolusen. Apa alasan untuk tatalaksana
awal:
A. Hiperinflasi
B. Tekanan intrapleura sama dengan atmosfer
C. Mediastinum akan terdesak/bergeser
D. Rasio V/Q abnormal
106.
107.

Komplikasi asma bronkiale: pneumothorax


Tatalaksana croup/batuk menggonggong, stridor (+):

A. Inhalasi kortikosteroid dan epinefrin


B. Inhalasi kortikosteroid dan epinefrin IM
108. Polip nasi (benjolan, hidung terasa penuh)
109. Ayah rhinitis alergi, hidung terasa penuh, berpergian dari bandung. Diagnosis: asma
Bronchial/rinitis alergi/sinusitis
110. Anemia gambaran mikrositik hipokrom: anemia defisiensi besi
111. Gambaran typhoid, hepar teraba (hepatomegali), lien normal. Ada anemia 8.5.
karena kenapa anemia? Hemolisis/defisiensi besi/defisiensi protein/perdarahan saluran
cerna
112. Laki-laki kecelakan, helm lepas, kepala kebentur, tidak sadar, syok karena apa?
Hipovolemik
113. Pasien kecelakaan, di AVPU gak ada respon, tidak sadar. Yang dilakukan penolong?
A. Mengamankan diri
B. Raba pulsasi A. carotis
C. Memberikan nafas bantuan awal 2x
D. Panggil ambulans
114. Pasien ada keluhan pusing berputar terutama saat menoleh ke kanan, gejala trias
meniere (-), tinnitus (-), kadang disertai mual di pagi hari, diagnosis: meniere
disease/BPPV/infeksi telinga dalam (kokletitis)/meniere syndrome/vertigo intraserebralis
115. Trauma selangkangan pada laki-laki, ada hematom di OUE (Seorang laki-laki, 74
tahun keluar darah saat berkemih, 2 jam yang lalu jatuh dengan mengangkang dan

perineum terbentur stang motor. Dari PF didapatkan hematom penis sampai perineum
dengan meatal bleeding dan retensi urine), diagnosis: rupture uretra/rupture buli/fraktur
pelvis/hematom skrotum
116. Tangan drop hand, tidak bisa dorsofleksi: paresis nervus radialis
117. Biakan midstream < 10 pangkat 5, gejala LUTS (+), diagnosis: uretritis/sindroma
uretera/sistitis/ISK non-komplikata
118. Pasangan ada gambaran lesi merah, infeksi pada skrotum pada suami istri,
pengobatan: griseovulfin
119. Pengobatan pitiriasis versikolor: Ketokonazol
120. Pengobatan tinea: Ketokonazol
121. Anak, epistotonus, trismus (+): C. tetani
122. Luka, tajam, kotor, pinggiran hitam: C. perfringens/C. tetani
123. Pada pasien yang terinfeksi tetanus, tatalaksana awal yang diberikan berupaya untuk
(pemberian ATS): mengikat toksin/mencegah penyebaran toksin/mencegah terjadinya
kejang
124. Pada peternak domba dan sapi: Bacillus antraksis/bacillus subtilis/clostridium
perfringens/staphylococcus aureus/streptococcus pyogenes
Laki-laki, 35 tahun, terdapat luka di lengan bawah kanan, disertai demam, malaise, nyeri
kepala. PF ditemukan ulkus merah kehitaman, pekerjaan sebagai peternaka domba. Pada
pemeriksaan ditemukan stepto basil gram positif, penyebabnya?
125. Tinja berdarah, berlendir, pada peternakan babi:
amebiasis/giardiasis/isosporiasis/balantadiasis
126. Tetanus neonatorum pada ibu yang melahirkan di dukun per vaginam terjadi karena:
perawatan umbilikus tidak sempurna/transmisi lewat trauma dan laserasi jalan lahir
127. Anak rewel, usia 5 tahun, tidak mau makan karena ada bercak putih pada mulut,
diagnosis: candidiasis oral
128. Infeksi schistosoma japonicum, infektif stadium: serkaria, metaserkaria, kista
129. Schistosoma japonicum, ditemukan: serkaria, metaserkaria
130. Telur yang ditemukan pada kulit kepala, rambut, dan belakang telinga adalah:
ptirusis/pedunculus/dermodex
131. Pasien laki-laki nyeri dada menjalar, gambaran ST elevasi, diagnosis: infark miokard

akut
132. Laki-laki, keluhan nyeri dada menjalar, hilang timbul sejak 1 jam, berlangsung 5-10
menit lalau berhenti. Diagnosis: Angina pectoris stabil/angina pectoris tidak stabil/infark
miokard akut
133. Enzim jantung yang diperiksa pada angina dengan onset setengah jam:
CKMB/Troponin
134. Kokus bergerombol: staphylococcus aureus
135. Gambaran kokkus yang menyebabkan meningitis: streptococcus pneumonia,
streptococcus viridians
136. Pasien HIV, kejang, suka makan makanan tidak matang: ensefalitis toxoplasma
137. Pasien bisa bicara lancar tapi diajak bicara tidak nyambung, tidak dapat memahami
pembicaraan, diagnosis: afasia sensorik/afasia motorik/afasia global
138. Cara melakukan mantoux pada anak usia 3 tahun yang dicurigai TB: tuberculin
intrakutan 0.1 ml
139. Anak apatis, tidak dapat komunikasi dengan orang tua dan teman, senang bermain
hal yang sama yaitu boneka using sejak lama, diagnosis: autisme pada anak-anak
140. Stroke pada kapsula interna kanan, gejala yang akan timbul: hemiparesis kiri
141. Girus presentralis terkena stroke/kelainan, yang tergaggu adalah: fungsi motorik
karena girus presentralis mempersarafi fungsi motorik
142. Pasien merasa mengidap suatu penyakit tertentu yang bertahan lebih dari 1 bulan,
kealinan pada pasien adalah: waham somatic
143. Pasien dengan gejala skizofrenia, lebih dari 1 bulan, dan gerakan sering diam
mematung dalam waktu lama, diagnosis: skizofrenia katatonik
144. Seorang istri merasa ketakutan dan curiga suami terlambat pulang dan takut suami
selingkuh. Pasien ada mual, muntah, nyeri ulu hati dengan obat membaik. Dari
pemeriksaan tidak ada kelainan, diagnosis: gangguan somatoform/gangguan cemas
145. Anak 6 bulan, prestasi menurun, sering bengong, pemeriksaan yang dianjurkan
sebaiknya: EEG/CT scan/MRI
146. Tatalaksana pada pasien kejang tanpa demam, ada riwayat kejang sebelumnya, obat:
asam valproat
147. Pemuda, penurunan kesadaran, pupil mengecil, tatalaksana, GDS: 89, pengobatan

dengan: naloxon
148. Laki-laki, suka pakai narkotik, ditemukan pupil midriasis, suka mulas-mulas, obat
yang dipakai: heroin/ekstasi
149. Diberikan kortikosteroid pada pengobatan untuk: menekan inflamasi
150. Anak wanita, tersiram air panas, kulit berwarna kemerahan. Mekanisme terjadinya
kulit kemerahan adalah:
A. Histamin yang dikeluarkan oleh sel mast
B. Neutrofil yang diikat oleh endotel
151. Stridor (+), batuk menggonggong, diagnosis: Croup
152. Tatalaksana croup (stridor +):
A. Inhalasi kortikosteroid dan epinefrin
B. Kortikosteroid inhalasi dan IM epinefrin
153. Asma kambuh 3x dalam seminggu, diberikan apa dalam kondisi akut di IGD:
inhalasi short acting b2 agonis
154. Menghitung IMT, BB 70 kg, TB 165 cm: termasuk klasifikasi apa? obese I
Underweight: < 18.5
Normal: 18.5-23
Overweight: 23-24.9
Obese I: 25-29.9
Obese II: > 30
155. Pasien dengan TD 220/120 datang dengan penurunan kesadaran. Hal yang harus
diinformasikan dokter kepada keluarga:
A. Akan diberikan antihipertensi IV untuk menurunkan TD segera
B. Pasien berada dalam kondisi hipertensi krisis
156. Obat yg hepatotoksik pada OHO: glibenklamid/metformin/thioglitazone
157. Pasien dengan hipertensi grade II, obesitas, semua profil lipid naik diatas normal,
gula darah diatas normal. Terapi pada pasien yang tepat:
A. Antihipertensi dan non-farmakologi
B. Antihipertensi dan antidislipidemia
C. Exercise dan diet

158. Pasien dengan GDS 230, pemeriksaan selanjutnya:


A. GDP dan GD 2 jam PP
B. TTGO
C. GDP
159. Obat pada pasien DM yang baru di diagnosis: insulin/metformin/glibenklamid
160. Gejala hepatitis, kuning, ikterik, diagnosis: hepatitis akut
161. HbeAg dan HbsAg: infeksi hep B akut dan sedang infektif/infeksius
162. Fase infektif schistosomiasis: kista/serkaria/metaserkaria
163. Telur bentuk tempayan, parasit penyebab: trichuris trichura
164. Pasien malaria, pada penunjang didapatkan eritrosit membesar dan gambaran
schuffner, diagnosis: p.vivax
165. Defisiensi vitamin apa yang bikin gejala lidah kasar, kulit kering dan gatal, gusi
berdarah? Vitamin A/B/C/D/E
167.

Kakek-kakek

datang

dengan

bicara

kacau,

gangguan

elektrolit

apa?

HipoNa/hipoK/hipoMg/HipoCa/hipoCl
168. Gambaran EKG pd kadar kalium 2,1 meq/dl? Peak and fall T/gel u/pemendekan QT
interval/QS patologis/
169. Adult male,chest pain,menjalar ke lengan kiri,mual muntah, gambar ekg ST elevasi
V2-V5. Diagnosis? Infark Miocard acute
170. Telor cacing, bening, bulat, dinding tipis? Ancylostoma duodenale/Necator
americanus/ancylostoma brezilienze
171. Perokok berat, sudah 5 tahun sering sesek napas, gambar foto thorax airbronkogram,
gambaran

inhomogen

pada

dasar

paru.

Diagnosis:

bronkiektasis/bronkiolitis/pneumonia/emfisema
172. Abis makan antibiotik, sesak napas. Dx? Syok anafilaktik
173. Cewe,pakai anting2 baru,di telinga merah,eritema,papul dan ekskoriasi. Dx?
Dermatitis kontak iritan/dermatitis kontak alergi
174. Cowo, petinju, bekas trauma terpukul di daun telinga kiri, datang karena ada
benjolan fluktuatif di telinga kiri, nyeri (-). Diagnosis: kista aterom/abses/hematoma
175. Org berenang, terasa kuping spt tersumbat, pf tampak serumen prop dan sedikit
furuncle. Thx? Karbogliserin

176. Neonatus, ballard score sesuai dengan 32 minggu, lahir dengan BB 1600 gram,
diagnosis: neonatus kurang bulan, kecil masa kehamilan
177. bayi premature lahir dengan usia gestaasi 32 minggu, beberapa jam sesudah lahir
sesak, diagnosis: Hyaline membrane disease (HMD)
178. Pasien dengan ketuban pecah dini 12 jam sebelum lahir, saat lahir bayi tampak
sesak. Diagnosis: sepsis neonatorum
179. Telur bulat masuk ke dalam, pengobatan: mebendazole
180. Anak, ada ronki basah Bronkopneumonia
181. Tanda-tanda overload, bengkak pada ekstremitas, sesak, ronki basah halus di kedua
lapang paru, hepatomegali, JVP meningkat, pengobatan awal diberikan: furosemid
182. Pasien HIV dengan kandidiasis oral, BB menurun dan gizi buruk, cara yang tepat
untuk menaikkan berat badannya:
A. Atasi dan obati infeksi oportunis
B. Small frequent feeding
C. Langsung berikan makanana tinggi kalori
183. Mekanisme edema pada sindrom nefrotik (bengkak pada seluruh tubuh terutama
apagi hari, oval fat bodies) adalah:
A.
B.
C.
D.
E.

Peningkatan permeabilitas kapiler


Penurunan permeabilitas kapiler
Osmolaritas plasma menurun
Penurunan tekanan hidrostatik vena
Penghambatan aliran limfatik

184. Pasien anak, batuk berdahak kental, dahak sulit dikeluarkan, obat yang diberikan:
A. Ambroksol
B. Kodein
C. Buskapin
185. Tatalaksana akut pada atritis gout
A. Indometasin
B. Allopurinol
C. Steroid
186. Pemeriksaan penunjang yang spesifik untuk memastikan diagnosis SLE:
A. Rheumatoid factor

B. Anti Nuclear antibody (ANA)


C. dsDNA
187. Pasien riwayat meminum obat anti diare, lalu ada bercak nekrosis pada kulit:
A. Steven Johnson syndrome
B. Erupsi morbiliformis
188. Jenis nekrosis yang terjadi pada pasien DM yang kakinya ada ulkus (makro dan
mikroangiopati), adalah:
A. Nekrosis koagulatif
B. Nekrosis fibrinoid
189. Wanita hamil 8 minggu, mual muntah berlebihan, diagnosis: hiperemesis
gravidarum.
190. Ada data pasien DBD, trombosit 89.000. Hb: 15, Ht: 48. Yang menegakkan
diagnosis DBD diatas:
A. Jumlah trombosit kurang dari 100.000/uL
191. Laki-laki, mual dan muntah hebat disertai diare, hemodinamik tidak stabil,
diagnosis: syok hipovolemik
192. Pasien dirujuk oleh bidan setelah 3 hari plasenta tidak lahir, plasenta dan kotiledon
lengkap dalam uterus, perdarahan (+), diagnosis: atonia uteri
193. Pasien neonatus dirujuk oleh bidan karena ada lubang di perut sebelah kiri dan
lapisan otot tidak ada. Tatalaksana yang tepat di puskesmas anda:
A. Tutup dengan kassa Nacl, jaga kehangatan, segera rujuk
B. Pasang akses vena (infus), tutup dengan kassa Nacl, segera rujuk
194. Bengkak kemerahan di bagian depan kelopak mata, nyeri (+), diagnosis: hordeolum
eksterna, hordeolum interna, kalazion, infeksi pada meibom
195. Bercak eritematosa, hilang-timbul, lapisan tebal dan berlapis-lapis: psoriasis vulgaris
196. Tatalaksana awal pada pasien dengan keluhan nyeri sendi: ibuprofen
197. Fungsi pemberian asam asetil salisilat pada pasien stroke: antiagregasi platelet
198. Pasien dengan ulkus pada genital yang tidak nyeri dan dasarnya bersih, penyebabnya
adalah: bakteri trepanoma pallidum (ulkus durum)
199. Obat yang dikontraindikasikan pada glaukoma akut sudut tertutup:
A. Timolol

B. Asetazolamid
C. Pilocarpin
D. Filostigmin
E. Lupa
200. Soal menunjukkan kegagalan sirkulasi, Ur: 200-an, Cr: 20an. Komplikasi apa yang
terjadi pada kondisi diatas? Gagal ginjal akut
201. Seorang perempuan 17 tahun datang dengan keluhan bercak merah, gatal yang
awalnya muncul di perut dan menyebar ke dada, punggung, lengan atas. Tidak ada
riwayat minum obat sebelumnya. Status dermatologikus macula eritem, papul, bentuk
oval, lentikuler-numuler, terdapat skuama halus koleret. Diagnosis pasien:
A. Tinea korporis
B. Tinea versikolor
C. Psoriasis vulgaris
D. Eritrasma
E. Pitiriasis rosea
202.Nyeri paada perut kanan atas, terdapat nyeri tekan saat inspirasi (rovsing sign +), apa
diagnosisnya? Kolangitis/kolelitiasis/kolesistitis
203. Pakai anting yang baru saja di beli, merasa gatal kemudian, terdapat vesikel, papul,
diagnosis: dermatitis kontak iritan
204. Laki-laki, pemakai narkoba, dari PF ditemukan pupil membesar (midriasis). Obatobatan yang menyebabkan hal tersebut:
A. Morfin
B. Heroin
C. Ekstasi
205. Pasien geriatri, terdapat pengeruhan lensa, terjadi subluksasio lensa. Apakah jenis
kataraknya?
A. Katarak imatur
B. Katarak hipermatur
C. Katarak matur
D. Katarak komplikata
206. Pasien datang dengan mata merah, injeksi konjungtiva (+), mata tampak kering?

Tatalaksana:
A. Artificial tears
B. Steroid topikal
C. Antibiotik topical
207. Pasien dewasa muda, gejala ensefalitis, ditemukan mikroorganisme penyebab
berbentuk kokus, penyebabnya adalah:
A. Streptococcus pyogenes
B. Streptococcus pneumonia
C. Staphilococcus aureus
208. Gambaran anemia berat pada anak, Hb sekitar 6 g/dL, riwayat jarang menggunakan
sendal dan alas kaki, mikroorganisme penyebab:
A. Necator americanus
B. Ancylostoma braziliense
Maaf terbatas banget ya temen-temen, karena yang ikut TO hanya 9 orang. Semoga
semuanya SUKSES dan kita LULUS SEMUA. AMIIIN