Anda di halaman 1dari 25

PRAKTIKUM PETROLOGI

ACARA

: BATUAN BEKU ASAM

NAMA : DIAN DWI

: KAMIS, 18 SEPT 2013

NIM

P
HARI/TGL
I.

: D61113311

LATAR BELAKANG
Batuan merupakan salah satu material penyusun
bumi, dan geologi itu sendiri merupakan ilmu yang
memperlajari
geologi

mengenai

suatu

ilmu

bumi.
yang

Hal

ini

menjadikan

identik

mempelajari

mengenai batuan. Dalam geologi, salah satu cabang


yang mempelajari mengenai batuan adalah petrologi.
Petrologi
merupakan
suatu
cabang
ilmu
pengetahuan yang mempelajari segala sesuatu yang
berkaitan

dengan

batuan,

baik

itu

proses

terbentuknya, sejarah, maupun keterdapatannya suatu


batuan.
Mempelajari

batuan

untuk

seorang

geologist

sangat lah penting, karena hampir seluruh permukaan


bumi

ini

disusun

oleh

batuan.

Oleh

karena

itu,

melakukan praktikum petrologi ini sangat penting


untuk membantu seorang geologist untuk membedakan
jenis-jenis batuan beku, khususnya batuan beku asam
yang akan dipelajari pada praktikum ini, terutama
tekstur

batuan,

struktur

batuan

dan

komposisi

batuan beku asam.


II.

TUJUAN DAN MANFAAT


A. Tujuan
Dalam praktikum

petrologi

ini

mampu
1. mengetahui jenis batuan beku asam

diharapkan

2. Dapat

mendeterminasikan

kandungan

mineral

yang terdapat pada batuan beku asam


3. Mengetahui proses petrogenesis dari

batuan

beku asam.
4. Mengetahui kegunaan batuan beku asam
B. Manfaat
Manfaat yang bisa didapat dari praktikum
petrologi ini, yaitu:
1. Praktikan mampu membedakan jenis batuan beku
asam
2. Praktikan mampu mendeterminasikan batuan beku
asam
3. Praktikan

mengetahui

petrogenesis

terjadi pada batuan beku asam.


4. Praktikan mampu mengetahui kegunaan
batuan beku asam
III. ALAT DAN BAHAN
III.1 Alat
Alat yang digunakan selama praktikum, yaitu
1. Lup
2. Alat penguji kekerasan
Porselen
Kikir
Kawat tembaga
3. Alat tulis
Pulpen
Buku
Pensil
4. Pensil warna
5. Tabel determinasi batuan
IUGS
FENTON
TRAVIS
6. Format praktikum
7. Komparator
8. Buku referensi
III.2 Bahan

yang
dari

Bahan yang digunakan selama praktikum, yaitu


1. Sampel batuan beku asam
IV.

TINJAUAN PUSTAKA
Magma merupakan material silikat yang sangat
panas yang terdapat di dalam bumi dengan temperatur
berkisar
magma

antara

sangat

kedalaman,
Magma

sampai

tergantung

dan

pada

6000C
tekanan

umumnya

15000C.

pada
dimana

tersusun

Temperatur

komposisi
magma
oleh

kimia,

terbentuk.
gas(volatil)

seperti H20 dan CO2, bukan gas(non volatil) seperti


Si, O, Al, Fe, Ca, K, Mg, Na, dan minor elements
berupa V, Sr, Rb, U, dan lainnya(Rochmanto, 2008).
Karena hampir semua magma berkomposisi silikat,
maka penyusun utama magma adalah Si,O dan sisanya
keenam unsur lainnya. Variasi komposisi kimia magma
tergantung pada perbedaan proporsi dari kedelapan
unsur utaman penyusun magma(Rochmanto, 2008).
A. Batuan beku
Apabila magma naik ke permukaan dan mengalami
penurunan

suhu

mengalami

pembekuan

dari

pembekuan

dan

tekanan,
dan

langsung

magma

membentuk
dari

tersebut
batuan.

magma

akan
Hasil

inilah

yang

batuan

beku

disebut batuan beku(Rochmanto, 2008).


A.1. Tempat pembentukan batuan beku
Berdasarkan

tempat

terbentuknya,

dapat dibedakan menjadi 3, yaitu


1. Batuan beku luar(ekstrusif),
2. Batuan beku dalam(intrusif), dan
3. Batuan beku korok(Rochmanto, 2008).

Batuan

beku

luar

umumnya

memiliki

tekstur

afanitik, karena mineral yang terbentuk pada batuan


beku

luar

tidak

disebabkan

karena

sempat
suhu

untuk
magma

berkembang

yang

turun

yang
dengan

cepat(Rochmanto, 2008).
Batuan

beku

faneritik,

dalam

karena

umumnya

mineral

memiliki

yang

tekstur

terbentuk

pada

batuan beku dalam dapat berkembang dengan sempurna


(Rochmanto, 2008).
Batuan beku korok memiliki tekstur porfiritik,
karena mineral yang terdapat pada batuan beku korok
tidak mengkristal dalam waktu yang bersamaan, hal
ini

memungkinkan

beberapa

mineral

membentuk

kristal-kristal yang cukup besar. Kristal-kristal


yang

kasar

disebut

fenokris,

sedangkan

kristal-

kristal yang halus disebut massa dasar(Rochmanto,


2008).
A.2. Tekstur Batuan Beku
Tekstur

batuan

beku

dapat

dibedakan

berdasarkan beberapa hal yaitu:


1. Tingkat kristalisasi
a) Holokristalin, yaitu batuan beku yang hampir
seluruhnya disusun oleh kristal.
b) Hipokristalin, yaitu batuan beku yang tersusun
oleh kristal dan gelas
c) Holohyalin, yaitu batuan

beku

yang

hampir

seluruhnya tersusun oleh gelas(Noor, 2009).


2. Ukuran butir

a) Phaneritic,

yaitu

batuan

beku

yang

hampir

seluruhmya tersusun oleh mineral-mineral yang


berukuran kasar.
b) Aphanitic, yaitu
seluruhnya

batuan

tersusun

beku

oleh

yang

mineral

hampir

berukuran

halus(Noor, 2009).
3. Bentuk kristal
Bentuk

mineral

yang

terlihat

melalui

pengamatan mikroskop yaitu:


a) Euhedral, yaitu bentuk kristal yang sempurna.
b) Subhedral, yaitu bentuk kristal yang kurang
sempurna.
c) Anhedral,

yaitu

bentuk

kristal

yang

tidak

sempurna(Noor, 2009).
4. Berdasarkan kombinasi bentuk kristalnya
a) Unidiomorf

(Automorf),

yaitu

sebagian

besar

kristalnya dibatasi oleh bidang kristal atau


bentuk kristal euhedral (sempurna)
b) Hypidiomorf
(Hypautomorf),
yaitu
besar

kristalnya

subhedral.
c) Allotriomorf

berbentuk

(Xenomorf),

sebagian

euhedral
sebagian

dan
besar

penyusunnya merupakan kristal yang berbentuk


anhedral(Noor, 2009).
5. Berdasarkan keseragaman antar butirnya
a) Equigranular,

yaitu

ukuran

batuannya hampir sama


b) Inequigranular, yaitu

ukuran

butir

penyusun

butir

penyusun

batuannya tidak sama(Noor, 2009).


A.3. Klasifikasi Batuan Beku
Batuan
tempat

beku

diklasifikasikan

terbentuknya,

mineraloginya.

warna,

kimia,

berdasarkan
tekstur,

a) Berdasarkan

tempat

terbentuknya

batuan

beku

batuan

beku

yang terbentuk jauh di perut bumi.


2. Batuan beku Hypabisal, yaitu batuan

beku

dibedakan atas :
1. Batuan beku Plutonik,

yang

terbentu

bumi
3. Batuan

beku

tidak

yaitu

jauh

vulkanik,

dari

yaitu

permukaan

batuan

beku

yang terbentuk di permukaan bumi


Berdasarkan warnanya, mineral pembentuk batuan
beku ada dua yaitu mineral mafic (gelap) seperti
olivin, piroksen, amphibol dan biotit, dan mineral
felsic (terang) seperti Feldspar, muskovit, kuarsa
dan feldspatoid(Noor, 2009).
b) Klasifikasi batuan beku berdasarkan warnanya
yaitu:
1. Leucocratic rock, kandungan mineral mafic <
30%
2. Mesocratic

rock,

kandungan

mineral

mafic

30%-60%
3. Melanocratic rock, kandungan mineral mafic
60% - 90%
4. Hypermalanic rock, kandungan mineral mafic
> 90%(Noor, 2009).
c) Berdasarkan kandungan kimianya yaitu kandungan
SiO2-nya batuan beku diklasifikasikan menjadi
empat yaitu:
1. Batuan beku asam (acid), kandungan SiO2 >
65%, contohnya Granit, Ryolit.
2. Batuan
beku
menengah
(intermediat),
kandungan

SiO2

65%

52%.

Contohnya

Diorit, Andesit
3. Batuan beku basa (basic), kandungan SiO2
52% - 45%, contohnya Gabbro, Basalt

4. Batuan

beku

ultra

basa

(ultra

basic),

kandungan SiO2 < 30%(Noor, 2009).


A.2. Komposisi mineral pada batuan beku
Mineral-mineral
ditentukan

oleh

yang

membentuk

komposisi

kimia

batuan

beku

magma

yang

membentuknya. Mineral yang telah mengkristal dan


masih teradapat dalam lingkungan magma yang cair,
akan

bereaksi

menghasilkan
bowen

dengan

mineral

reaction

Gambar

1.

sisa

seperti

series

Bowen

cairan
yang

magma

dan

terdapat

pada

(Rochmanto,

reaction

series

2008).

(Fichtels,

2000)
Pada

bagian

kiri

bowen

reaction

series,

dinamakan discontinous reaction series, karena pada


bagian ini setiap mineral memiliki struktur kristal
yang

berbeda.

reaction

Sedangkan

series,

pada

dinamakan

bagian

kanan

continous

bowen

reaction

series,

karena

reaksi

berlangsung

terus

menerus(Rochmanto, 2008).
Faktor yang penting pada komposisi batuan beku
adalah kandungan silika (SiO2). Batuan beku asam
kandungan silikanya lebih besar dari 66%, batuan
beku

intermediet

66%,

batuan

sampai

55%,

kandungan

beku
dan

basa

silikanya

kandungan

batuan

beku

55%

sampai

silikanya

kandungan

45%

silikanya

kurang dari 45%(Rochmanto, 2008).


B. Batuan beku asam
Batuan beku asam umumnya menyusun kerak benua,
dan membentuk tubuh intrusi besar seperti batolit
dan stock(Rochmanto, 2008).
Batuan

beku

asam

yang

umum

dijumpai

adalah

granit yang merupakan batuan beku dalam dan riolit


yang merupakan batuan beku luar(Rochmanto, 2008).
1. Granit
Granit
dikenal,
granit

merupakan

karena
banyak

terutama

batuan

mempunya

tekstur

digunakan

sebagai

beku

yang

sebagai

ornamen

yang

banyak

indah

dan

bahan

bagunan

batu

hiasan

atau

(Rochmanto, 2008).
Granit
bertekstur
kuarsa,
yang

merupakan
faneritik

ortoklas,

umum

dijumpai

dan

batuan
yang

plutonik

disusun

Na-feldspar.

pada

granit

ole

yang
mineral

Mineral

adalah

lain

muskovit,

biotit, dan amfibol(Rochmanto, 2008).


Gambar 2. Granit(Hobart King,

2005-2014)

2. Riolit
Riolit merupakan batuan vulkanik yang mempunyai
komposisi

yang

menunjukkan

sama

warna

dengan

abu-abu

granit.

terang

Riolit

dan

merah

jambu(pink). Riolit bertekstur afanitik dan kadang


mengandung fragmen gelas dan rongga bekas keluarnya
gas,

sebagai

mengalami

indikasi

pendinginan

bahwa
yang

batuan

cepat

di

tersebut
permukaan

(Rochmanto, 2008).

Gambar 3. Riolit (The University of Auckland, 2005)


C. Klasifikasi batuan beku
Analisa kimia pada batuan beku pada umumnya
memakan

waktu,

maka

sebagian

besar

klasifikasi

batuan beku didasarkan atas susunan mineral dari


batuan itu. Mineral-mineral yang biasa digunakan

untuk

menentukan

kuarsa,

batuan

plagioklas,

(Graha, 1987).
Klasifikasi

beku

asam

ialah

mineral

K-feldspar,

dan

flespatoid

didasarkan

atas

mineralogi

yang

dan tekstur dapat mencerminkan sejarah pembentukan


batuan. Tekstur batuan beku, menggambarkan keadaan
yang mempegaruhi pembentukan batuan itu sendiri.
Dalam

klasifikasi

batuan

beku,

terdapat

klasifikasi yang umum digunakan, yaitu Russel B.


Travis pada tahun 1955, Fenton pada tahun 1940, dan
IUGS pada tahun 1976(Graha, 1987).
1. Klasifikasi batuan beku (IUGS, 1976)
Klasifikasi
batuan
beku
menggunakan

IUGS

memperlihatkan klasifikasi untuk batuan beku baik


intrusi

maupun

ekstrusi.

Klasifikasi

ini

pembagiannya berrdasarkan kandungan mineraloginya,


yang

terbagi

dalam

(4)

jenis

mineral,

yaitu

kuarsa(Q), alkali feldspar(A), plagioklas(P), dan


FELDSPATOID(F)(Graha, 1987).
2. klasifikasi batuan beku (Russel B. TRAVIS, 1955)
Dalam

klasifikasi

ini

tekstur

batuan

yang

didasarkan pada ukuran butir mineralnya yang dapat


dibagi menjadi:
a. Batuan beku dalam
Bertekstur faneritik yang berarti mineral yang
menyusun batuan ini dapat dilihat langsung tanpa
bantuan alat pembesar(LUP)(Graha, 1987).
b. Batuan beku gang

Betekstur

porfiritik

dengan

massa

dasar

feneritik yang disebut juga faneroporfiritik(Graha,


1987).
c. Batuan beku gang
Bertekstur

porfiritik

dengan

massa

dasar

afanitik yang disebut juga porfiroafanitik(Graha,


1987).
d. Batuan beku luar/lelehan
Bertekstur afanitik yang berarti mineral yang
menyusun

batuan

ini

tidak

dapat

dilihat

secara

langsung menggunakan mata maupun LOOP(Graha, 1987).

Gambar 5. Klasifikasi batuan beku Russel B. TRAVIS


(Arthur, 2013)
Gambar

4.

(Prastian, 2011)

Klasifikasi

batuan

beku

IUGS

V.

DESKRIPSI LITOLOGI

V.1 Sampel 1
Pada sampel pertama dengen kode sampel B.2,
batuan ini memiliki warna segar abu-abu dan warna
lapuk abu abu kecoklatan.
Batuan

ini

memiliki

kristalinitas
equigranularitas

tekstur

faneritik,

holokristalin,
dan

memiliki

fabrik

relasi

subhedral

sampai anhedral.
Batuan ini memiliki kandungan mineral kuarsa
dengan bentuk prismatik dan berwarna putih, biotit
dengan

bentuk

prismatik

berlembar

dan

berwarna

hitam,

ortoklas

berwarna

putih

prismatik

pendek

dengan

bentuk

hornblenda
berwarna

dengan

bentuk

keruh,
dan

piroksen

berwarna

prismatik

dengan
hitam.

prismatik

dan

bentuk
Masing

dengan

hitam,

berwarna

prismatik
masing

dan

bentuk

plagioklas
putih,

dan

panjang

dan

mineral

memiliki

komposisi mineral sekitar 30%, 20%, 30%, 5%, 10%,


dan

5%.

Batuan

ini

juga

memiliki

struktur

yang

masif.
Berdasarkan
struktur

kandungan

yang

mineral,

dijelaskan

tekstur,

sebelumnya,

dan

dengan

menggunakan beberapa klasifikasi batuan beku, dapat


diketahui

batuan

ini

merupakan

batuan

Granit

(Travis, 1955), Monzogranit (IUGS,1976) dan Granit


Pegmatit (Fenton, 1940).
V.2 Sampel 2
Pada

sampel

kedua

dengan

kode

sampel

B.5,

batuan ini memiliki warna segar merah terang dan


warna lapuk merah kecoklatan.
Batuan

ini

memiliki

tekstur

faneritik,

kristalinitas holokristalin, fabrik inequigranular,


dan memiliki relasi anhedral sampai subhedral.
Batuan ini memiliki kandungan mineral biotit
dengan

bentuk

prismatik

berlembar

dan

berwarna

hitam, kuarsa dengan bentuk prismatik dan berwarna


putih, piroksen dengan bentuk prismatik pendek dan
berwarna hitam, plagioklas dengan bentuk prismatik
dan

berwarna

putih,

dan

ortoklas

dengan

bentuk

prismatik dan berwarna putih keruh. Masing masing


mineral

memiliki

komposisi

mineral

sekitar

15%,

25%, 5%, 20%, dan 35%. Batuan ini juga memiliki


struktur yang masif.
Berdasarkan
struktur

kandungan

yang

mineral,

dijelaskan

tekstur,

sebelumnya,

dan

dengan

menggunakan beberapa klasifikasi batuan beku, dapat


diketahui

batuan

ini

merupakan

batuan

Granit

(Travis, 1955), Monzogranit (IUGS, 1976) dan Granit


Pegmatit (Fenton,1940).
V.3 Sampel 3
Pada sampel ketiga dengan kode sampel B.18,
batuan ini memiliki warna segar coklat terang dan
warna lapuk coklat kehijauan.
Batuan ini memiliki tekstur porfiroafanitik,
kristalinitas hipokristalin, fabrik inequigranular,
dan memiliki relasi anhedral sampoai subhedral.
Batuan ini memiliki kandungan mineral ortoklas
dengan bentuk prismatik dan berwarna putih keruh,
biotit dengan bentuk prismatik berlembar, kuarsa
dengan

bentuk

prismatik

plagioklas

dengan

putih

memiliki

dan

bentuk

dan

berwarna

prismatik

dan

dasar.

Masing

massa

putih,
berwarna
masing

memiliki komposisi mineral sekitar 55%, 25%, 5%,


10% dan 10%. Batuan ini juga memiliki struktur yang
masif.
Berdasarkan
struktur

kandungan

yang

mineral,

dijelaskan

tekstur,

sebelumnya,

dan

dengan

menggunakan beberapa klasifikasi batuan beku, dapat


diketahui

batuan

Trakit(Travis,

ini

1955),

merupakan
Trakit

Trakit Phonolit (Fenton,1940).

batuan

Porfiri

(IUGS,(1976),

dan

V.4 Sampel 4
Pada sampel keempat dengan kode sampel b.19,
batuan ini memiliki warna segar coklat cerah dan
warna lapuk coklat kehitaman.
Batuan ini memiliki tekstur porfiroafanitik,
kristalinitas hipokristalin, fabrik inequigranular
dan memiliki relasi euhedral sampai subhedral.
Batuan ini memiliki dengan kandungan mineral
hornblenda

dengan

berwarna

hitam,

berlembar

dan

bentuk
biotit

prismatik
dengan

berwarna

panjang

bentuk

hitam,

dan

prismatik

ortoklas

dengan

bentuk prismatik dan berwarna putih keruh, kuarsa


dengan

bentuk

plagioklas

prismatik

dengan

bentuk

dan

berwarna

prismatik

dan

putih,
berwarna

putih, piroksen dengan bentuk prismatik pendek dan


berwarna hitam, dan memiliki massa dasar. Masing
masing memiliki komposisi mineral sekitar 5%, 15%,
45%, 5%, 15%, 5%, dan 10%. Batuan ini juga memiliki
struktur yang masif.
Berdasarkan
struktur

yang

kandungan

mineral,

dijelaskan

tekstur,

sebelumnya,

dan

dengan

menggunakan beberapa klasifikasi batuan beku, dapat


diketahui
Trakit

batuan

(Travis,

ini
1955),

merupakan
Trakit

batuan

Porfiri

(IUGS,(1976),

dan

Trakit Phonolit (Fenton,1940).


V.5 Sampel 5
Pada sampel kelima dengan kode sampel B.11,
batuan ini memiliki warna segar putih dan warna
lapuk putih kecoklatan. Batuan ini memiliki tekstur

faneritik,

kristalintas

holokristalin,

fabrik

inequigranularitas, dan memiliki relasi subhedral


sampai anhedral.
Batuan ini memiliki kandungan mineral biotit
dengan

bentuk

prismatik

hitam,

plagioklas

berlembar

dengan

bentuk

dan

berwarna

prismatik

dan

berwarna putih, hornblenda dengan bentuk prismatik


panjang dan berwarna hitam, kuarsa dengan bentuk
prismatik
bentuk

dan

berwarna

prismatik

putih,

pendek

dan

piroksen

berwarna

dengan

hitam,

dan

ortoklas dengan bentuk prismatik dan berwarna putih


keruh.

Masing

masing

memiliki

komposisi

mineral

sekitar 10%, 15%, 5%, 30%, 10%, dan 30%. Batuan ini
juga memiliki struktur yang masif.
Berdasarkan
struktur

yang

kandungan

mineral,

dijelaskan

tekstur,

sebelumnya,

dan

dengan

menggunakan beberapa klasifikasi batuan beku, dapat


diketahui

batuan

ini

merupakan

batuan

Granit

(Travis,1955), Monzogranit (IUGS,1976), dan Granit


Pegmatit (Fenton,1940).
VI.

PETROGENESIS
a. Granit(B.2, B.5, B.11)
Granit merupakan suatu batuan plutonik yang
bertekstur faneritik. Granit memiliki kristal yang
berukuran besar karenan terbentuk di dalam bumi dan
mengalami pembekuan yang lambat, sehingga kristal
dapat

berkembang

dengan

termasuk

batuan

beku

terbentuk

pada

komposisi

silika

ditemukan

xenolit.

sempurna.

asam,

komposisi
yang
Hal

karena

magma

tinggi.
ini

Batuan

ini

granit

ini

yang

Pada

disebabkan

memiliki

sampel
pada

B.5
saat

magma

mengintrusi

suatu

jatuh pada magma


bongkahan

batuan,

bongkahan

yang

tidak sempat melebur, sehingga

tersebut

ikut

membeku

bersama

dengan

magma. Batuan ini muncul dipermukaan karena adanya


gaya endogen dan gaya eksogen.
b. Porfiri Trakit (B.18, B.19)
Porfiri
Trakit
merupakan
hypabisal

yang

bertekstur

suatu

batuan

porfiritik.

Porfiri

trakit terbentuk tidak terlalu jauh di dalam bumi,


sehingga mineral yang terdapat pada batuan tersebut
memungkinkan untuk tidak berkembang bersama-sama.
Batuan

ini

termasuk

batuan

beku

asam,

karena

porfiri trakit terbentuk pada komposisi magma yang


memiliki komposisi silika yang tinggi.
VII. KEGUNAAN
a. Granit
Granit digunakan sebagai industri poles dan
bahan bangunan, selain itu dapat digunakan sebagai
bahan

baku

lantai,

pembuatan

wastafel

dan

aksesoris
meja

rumah

serta

di

seperti
bidang

konstruksi.
b. Porfiri Trakit
Porfiri

trakit

digunakan

abrasi.

DAFTAR PUSTAKA

sebagai

material

Graha,D.S., 1987.Batuan dan MineraL. Bandung: NOVA


Maulana,A., I,Utama., I,Chalid., N,Supadi., W,Mukhtar.,
H,Fridolin., N,Raya., 2014.Buku Panduan Praktikum
Mineralogi.

Makassar:

Teknik

Geologi

fakultas

teknik Universitas Hasanuddin


Mottana,A.,

C,Rodolfo.,

L,Giusseppe.,

1977.GUIDE

TO

ROCKS AND MINERALS. New york: simon and schuster


INC
Noor,D., 2009.Pengantar Geologi.Bogor:CV. Graha Ilmu
Rochmanto,B.,

2008.Geologi

Fisik.

Makassar:

Teknik

Geologi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

ASISTEN

ABDUL HAFIDZ

PRAKTIKAN

RIZALDY SAPUTRA )

L
A
M
P
I
R
A
N

PRAKTIKUM PETROLOGI
ACARA

:BATUAN BEKU ASAM

NAMA :

:KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014

NIM

DIAN

DWI

PERMANA
HARI/TGL
NO SAMPEL

: 01

KODE SAMPEL

: B.2

WARNA SEGAR

: ABU-ABU

WARNA LAPUK

: ABU-ABU KECOKLATAN

TEKSTUR

: FANERITIK

: D61113311

HOLOKRISTALIN
FABRIK: EQUIGRANULAR
RELASI: SUBHEDRAL-ANHEDRAL
KOMPOSISI DAN PERSENTASE MINERAL
MINERAL
PIROKSEN

WARNA
HITAM

BENTUK
PRISMATIK PENDEK

PERSENTASE
5%

BIOTIT

HITAM MENGKILAP

BERLEMBAR

20%

PLAGIOKLAS

PUTIH TULANG

PRISMATIK

10%

KUARSA

PUTIH

PRISMATIK

30%

ORTOKLAS

PUTIH KERUH

PRISMATIK

30%

HORNBLENDA

HITAM

PRISMATIK PANJANG

5%

STRUKTUR

: MASIF

NAMA BATUAN

: GRANIT(TRAVIS, 1955), MONZOGRANIT(IUGS, 1976),


GRANIT PEGMATIT(FENTON, 1940)

PROSES PEMBENTUKAN:
INI

BATUAN INI TERMASUK BATUAN PLUTONIK. BATUAN


TERBENTUK

DIDAERAH

BATUAN

BEKU

DALAM

DAN

BERKOMPOSISI MAGMA ASAM, YANG KEMUDIAN MENGALAMI


PENURUNAN SUHU YANG LAMBAT SEHINGGA MENGHASILKAN
KENAMPAKAN YANG KASAR.
KEGUNAAN

: PADA INDUSTRI POLES DAN BAHAN BANGUNAN, BAHAN


BAKU PEMBUATAN AKSESORIS RUMAH SEPERTI LANTAI,
WASTAFEL, DAN MEJA SERTA DI BIDANG KONSTRUKSI
ASISTEN

PRAKTIKAN

ABDUL HAFIDZ
)

DIAN

DWI

PERMANA

PRAKTIKUM PETROLOGI
ACARA

:BATUAN BEKU ASAM

NAMA :

:KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014

NIM

DIAN

DWI

PERMANA
HARI/TGL
NO SAMPEL

: 02

KODE SAMPEL

: B.5

WARNA SEGAR

: MERAH TERANG

WARNA LAPUK

: MERAH KECOKLATAN

TEKSTUR

: FANERITIK

: D61113311

HOLOKRISTALIN
EUHEDRAL-SUBHEDRAL
INEQUIGRANULAR
KOMPOSISI DAN PERSENTASE MINERAL
MINERAL
PIROKSEN

WARNA
HITAM

BENTUK
PRISMATIK PENDEK

PERSENTASE
5%

BIOTIT

HITAM MENGKILAP

BERLEMBAR

15%

PLAGIOKLAS

PUTIH TULANG

PRISMATIK

15%

KUARSA

PUTIH

PRISMATIK

25%

ORTOKLAS

PUTIH KERUH

PRISMATIK

40%

STRUKTUR

: MASIF

NAMA BATUAN

: GRANIT(TRAVIS, 1955), MONZOGRANIT(IUGS, 1976),


GRANIT PEGMATIT(FENTON, 1940)

PROSES PEMBENTUKAN: BATUAN INI TERMASUK BATUAN PLUTONIK. BATUAN INI


TERBENTUK

DIDAERAH

BATUAN

BEKU

DALAM

DAN

BERKOMPOSISI MAGMA ASAM, YANG KEMUDIAN MENGALAMI


PENURUNAN SUHU YANG LAMBAT SEHINGGA MENGHASILKAN
KENAMPAKAN YANG KASAR.
KEGUNAAN

: PADA INDUSTRI POLES DAN BAHAN BANGUNAN, BAHAN


BAKU

PEMBUATAN

AKSESORIS

RUMAH

SEPERTI

LANTAI,

WASTAFEL, DAN MEJA SERTA DI BIDANG KONSTRUKSI


ASISTEN

PRAKTIKAN

ABDUL HAFIDZ
)

DIAN

DWI

PERMANA

PRAKTIKUM PETROLOGI
ACARA

:BATUAN BEKU ASAM

NAMA :

:KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014

NIM

DIAN

DWI

PERMANA
HARI/TGL
NO SAMPEL

: 03

KODE SAMPEL

: B.18

WARNA SEGAR

: COKLAT TERANG

WARNA LAPUK

: COKLAT KEHITAMAN

TEKSTUR

: PORFIROAFANITIK

: D61113311

HIPOKRISTALIN
FABRIK : INEQUIGRANULAR
RELASI : SUBHEDRAL-ANHEDRAL
KOMPOSISI DAN PERSENTASE MINERAL
MINERAL
MASSA DASAR

WARNA
COKLAT

BENTUK
AMORF

PERSENTASE
10%

BIOTIT

HITAM MENGKILAP

BERLEMBAR

25%

PLAGIOKLAS

PUTIH TULANG

PRISMATIK

10%

KUARSA

PUTIH

PRISMATIK

5%

ORTOKLAS

PUTIH KERUH

PRISMATIK

55%

STRUKTUR

: MASIF

NAMA BATUAN

PORFIRI

TRAKIT(TRAVIS,

1955),

TRAKIT(IUGS,

1976), TRAKIT PHONOLIT(FENTON, 1940)


PROSES

PEMBENTUKAN:

BATUAN

INI

TERBENTUK

BERKOMPOSISI MAGMA
SUHU,

TETAPI

PENURUNAN

KOROK

ASAM,YANG KEMUDIAN

SEMUA

BERSAMA

DIDAERAH

MINERAL
SAMA

TIDAK

SEHINGGA

DAN

PENURUNAN
MENGALAMI

MENAMPILKAN

MINERAL SEBAGIAN KASAR YANG DISEBUT FENOKRIS DAN


SEBAGIAN HALUS YANG DISEBUT MASSA DASAR.
KEGUNAAN

:PORFIRIR

TRAKIT

DIGUNAKAN

SEBAGAI

ABRASI
ASISTEN

PRAKTIKAN

MATERIAL

ABDUL HAFIDZ
)

DIAN

DWI

PERMANA

PRAKTIKUM PETROLOGI
ACARA

:BATUAN BEKU ASAM

NAMA :

:KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014

NIM

DIAN

DWI

PERMANA
HARI/TGL
NO SAMPEL

: 04

KODE SAMPEL

: B.19

WARNA SEGAR

: COKLAT CERAH

WARNA LAPUK

: COKLAT KEHITAMAN

TEKSTUR

: PORFIROAFANITIK

: D61113311

HIPOKRISTALIN
FABRIK : INEQUIGRANULAR
RELASI : EUHEDRAL-SUBHEDRAL
KOMPOSISI DAN PERSENTASE MINERAL
MINERAL
PIROKSEN

WARNA
HITAM

BENTUK
PRISMATIK PENDEK

PERSENTASE
5%

BIOTIT

HITAM MENGKILAP

BERLEMBAR

15%

PLAGIOKLAS

PUTIH TULANG

PRISMATIK

15%

KUARSA

PUTIH

PRISMATIK

5%

ORTOKLAS

PUTIH KERUH

PRISMATIK

45%

HORNBLENDA

HITAM

PRISMATIK PANJANG

5%

MASSA DASAR

COKLAT

AMORF

10%

STRUKTUR

: MASIF

NAMA BATUAN

PORFIRI

TRAKIT(TRAVIS,

1955),

TRAKIT(IUGS,

1976), TRAKIT PHONOLIT(FENTON, 1940)


PROSES

PEMBENTUKAN:

BATUAN

INI

TERBENTUK

BERKOMPOSISI MAGMA
SUHU,

TETAPI

PENURUNAN

KOROK

ASAM,YANG KEMUDIAN

SEMUA

BERSAMA

DIDAERAH

MINERAL
SAMA

TIDAK

SEHINGGA

DAN

PENURUNAN
MENGALAMI

MENAMPILKAN

MINERAL SEBAGIAN KASAR YANG DISEBUT FENOKRIS DAN


SEBAGIAN HALUS YANG DISEBUT MASSA DASAR.

KEGUNAAN

:PORFIRIR

TRAKIT

DIGUNAKAN

SEBAGAI

MATERIAL

ABRASI
ASISTEN

PRAKTIKAN

ABDUL HAFIDZ
)

DIAN

DWI

PERMANA

PRAKTIKUM PETROLOGI
ACARA

:BATUAN BEKU ASAM

NAMA :

:KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014

NIM

DIAN

DWI

PERMANA
HARI/TGL
NO SAMPEL

: 05

KODE SAMPEL

: B.11

WARNA SEGAR

: PUTIH

WARNA LAPUK

: PUTIH KECOKLATAN

TEKSTUR

: FANERITIK

: D61113311

HOLOKRISTALIN
FABROL : INEQUIGRANULAR
RELASI : ANHEDRAL-SUBHEDRAL
KOMPOSISI DAN PERSENTASE MINERAL
MINERAL
PIROKSEN

WARNA
HITAM

BENTUK
PRISMATIK PENDEK

PERSENTASE
10%

BIOTIT

HITAM MENGKILAP

BERLEMBAR

10%

PLAGIOKLAS

PUTIH TULANG

PRISMATIK

15%

KUARSA

PUTIH

PRISMATIK

30%

ORTOKLAS

PUTIH KERUH

PRISMATIK

30%

HORNBLENDA

HITAM

PRISMATIK PANJANG

5%

STRUKTUR

: MASIF

NAMA BATUAN

: GRANIT(TRAVIS, 1955), MONZOGRANIT(IUGS, 1976),


GRANIT PEGMATIT(FENTON, 1940)

PROSES PEMBENTUKAN: BATUAN INI TERMASUK BATUAN PLUTONIK. BATUAN INI


TERBENTUK

DIDAERAH

BATUAN

BEKU

DALAM

DAN

BERKOMPOSISI MAGMA ASAM, YANG KEMUDIAN MENGALAMI


PENURUNAN SUHU YANG LAMBAT SEHINGGA MENGHASILKAN
KENAMPAKAN YANG KASAR.

KEGUNAAN

: PADA INDUSTRI POLES DAN BAHAN BANGUNAN, BAHAN


BAKU

PEMBUATAN

AKSESORIS

RUMAH

SEPERTI

LANTAI,

WASTAFEL, DAN MEJA SERTA DI BIDANG KONSTRUKSI


ASISTEN

ABDUL HAFIDZ
)

PRAKTIKAN

DIAN

DWI

PERMANA

Anda mungkin juga menyukai