Anda di halaman 1dari 40

REPUBIK INDONESIA

P E D O MAN T E K N I S

PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN


BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ( PNPM ) MANDIRI PERKOTAAN






PEDOMAN TEKNIS
PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)
PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM)
MANDIRI PERKOTAAN

Diterbitkan Oleh:
Direktorat Jenderal Cipta Karya - Kementerian Pekerjaan Umum

     


   
 
 







     


   
 
 







KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
limpahan rahmat dan hidayah sehingga penyusunan Pedoman Teknis Program
Penataan Lingkungan Permukiman (PLPBK) Tahun 2014 dapat diselesaikan.
Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2008 Direktorat Penataan Bangunan dan
Lingkungan Ditjen Cipta Karya, mengembangkan program PNPM Mandiri Perkotaan
melalui kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas yang kemudian
dikenal dengan nama PLPBK. Ditandai dengan pelaksanaan Pilot Kegiatan PLPBK.
Kegiatan PLPBK pada dasarnya adalah intervensi lanjutan dalam kerangka strategi
intervensi PNPM Mandiri Perkotaan. Kekhasannya terutama pada harmonisasi sinergi
program antara Pemda, masyarakat dan kelompok peduli dalam proses penataan
lingkungan permukiman secara mandiri dan berkelanjutan. Termasuk memberi
penekanan pada proses perencanaan partisipatif yang berorientasi pada ruang dengan
maksud menata lingkungan permukiman secara komprehensif dan sistemik.
Kesemuanya itu tiada lain juga untuk mendorong terjadinya perubahan sikap dan
perilaku masyarakat untuk hidup dalam permukiman yang lebih sehat, bersih dan
manusiawi.
Pada tahun 2014 ini kegiatan PLPBK akan diperluas terutama pada daerah-daerah
kumuh dan miskin serta lokasi-lokasi khusus, tentu dengan maksud memberikan akses
yang lebih luas kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan
permukimannya secara lebih manusiawi, dan terus mendorong sinergi para pihak untuk
mewujudkan tata kepemerintahan yang baik khususnya dalam penataan lingkungan
permukimannya.
Dengan tersusunnya Pedoman Teknis ini, maka diharapkan semua pihak mulai dari
tingkat pusat sampai dengan tingkat kelurahan/desa, memiliki arahan yang jelas untuk
melaksanakan PLPBK sesuai tujuan yang ingin dicapai.
Akhir kata semoga pelaksanaan PLPBK dapat berjalan sebaik-baiknya, dan bermanfaat
bagi kita semua.

Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan


Direktorat Jenderal Cipta Karya
Kementerian Pekerjaaan Umum

Ir. Adjar Prajudi, MCM., MCE


NIP: 195706181985031001

     


   
 
 









     


   
 
 







DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR

iii

DAFTAR ISI

DAFTAR SINGKATAN

vii

BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 2
1.2 Tujuan .................................................................................................................... 3
1.3 Strategi Pelaksanaan ............................................................................................ 3
1.4 Keluaran ................................................................................................................ 4
1.5 Prinsip-prinsip PLPBK ............................................................................................ 4
BAB II.

KETENTUAN UMUM

2.I Ketentuan Pelaksanaan PLPBK ............................................................................ 8


2.2 Lokasi Sasaran PLPBK ........................................................................................ 8
2.3 Komponen PLPBK ................................................................................................ 9
2.3.1 Komponen 1 : Penguatan Kapasitas Pemda,masyarakat dan kelompok
Peduli ...........................................................................................................9
2.3.2 Komponen 2 : BLM ....................................................................................... 9
2.3.2.1 Ketentuan umum ............................................................................. 9
2.3.2.2 Alokasi BLM...................................................................................... 9
2.3.3 Komponen 3 : Bantuan Teknis ................................................................... 10
BAB III. PELAKSANAAN PLPBK
3.1 Siklus PLPBK ............................................................................................................ 12
BAB IV

PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN

4.1 Pengelolaan Kegiatan PLPBK ................................................................................. 18


4.2 Tata Peran Pelaku .................................................................................................. 19
4.3 Pengendalian Kegiatan PLPBK .............................................................................. 20
4.3.1 Pemantauan ................................................................................................... 20
4.3.2 Indikator ......................................................................................................... 21
4.3.3 Evaluasi ......................................................................................................... 21
4.3.4 Pelaporan ....................................................................................................... 21

     


   
 
 






LAMPIRAN
Lampiran 1. Indikator Capaian Kinerja ................................ ......................................... 24

 

     


   
 
 







DAFTAR SINGKATAN
BKM
BLM
BOP
DED
IPM
KBP
KMP
KMW
Korkot
KSM
LKM
LPD
LPJ
OC
OSP
PBL
PJM Pronangkis
PJOK
PKS
PLPBK
PMU P2KP
PNPM MP
PPK
PS
RAB
RTPLP Kawasan Prioritas
Satker
SEL
SIM
SKPD
TAPP
TIPP
TKPKD
TA UP
UP

: Badan Keswadayaan Masyarakat


: Bantuan Langsung Masyarakat
: Biaya Operasional Proyek
: Detail Engineering Design
: Indeks Pembangunan Manusia
: Komunitas Belajar Perkotaan
: Konsultan Manajemen Pusat
: Konsultan Manajemen Wilayah
: Koordinator Kota
: Kelompok Swadaya Masyarakat
: Lembaga Keswadayaan Masyarakat
: Laporan Penggunaan Dana
: Laporan Pertanggungjawaban
: Oversight Consultant
: Oversight Service Provider
: Penataan Bangunan dan Lingkungan
: Perencanaan Jangka Menengah Program
Penanggulangan Kemiskinan
: Penanggung Jawab Operasional Kegiatan
: Perjanjian Kerjasama
: Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis
Komunitas
: Unit Manajemen Program Penanggulangan
Kemiskinan di Perkotaan
: Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
: Pejabat Pembuat Komitmen
: Pemetaan Swadaya
: Rencana Anggaran Biaya
: Rencana Tindak Penataan Lingkungan
Permukiman di kawasan prioritas
: Satuan Kerja
: Sosial, Ekonomi Lingkungan
: Sistem Informasi Manajemen
: Satuan Kerja Perangkat Daerah
: Tenaga Ahli Perencanaan Partisipatif dan
Pemasaran
: Tim Inti Perencanaan dan Pemasaran
: Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan
Daerah
: Tenaga Ahli Urban Planner
: Unit Pengelola BKM/LKM

     


   
 
 


 






 

     


   
 
 


BAB I
PENDAHULUAN

     


   
 
 









1.1.

LATAR BELAKANG
Masalah kemiskinan adalah masalah yang kompleks dan komprehensif,
sehingga upaya penanggulangan kemiskinan perlu dilakukan secara sistematis
dan komprehensif oleh semua pihak (pemerintah, masyarakat dan kelompok
peduli).
Sesuai kedudukan, tugas dan fungsinya, Direktorat Jenderal Cipta Karya,
Kementerian Pekerjaan Umum memberikan perhatian yang besar dalam
mendukung upaya pemerintah untuk menanggulangi masalah kemiskinan dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas
lingkungan permukiman. Hal tersebut diwujudkan secara menyeluruh dan
terpadu antara pembangunan fisik (infrastruktur dan hunian), pembangunan
sosial dan ekonomi masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan manusia.
Ketiga bidang garapan tersebut merupakan kesatuan yang saling terkait erat dan
dikenal sebagai pendekatan TRIDAYA dengan memadukan antara
pemberdayaan sosial, ekonomi, dan lingkungan (SEL) secara sinergis.
Pendekatan TRIDAYA ini adalah aktualisasi dari prinsip-prinsip pembangunan
berkelanjutan dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia
(IPM).
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengimplementasikan kebijakan
pembangunan SEL yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan permukiman
dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya adalah melalui
pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) yang
telah berlangsung sejak tahun 1999. Sejak tahun 2007 program tersebut menjadi
PNPM Mandiri Perkotaan.
Pada tahap pertama, PNPM Mandiri Perkotaan berorientasi untuk membangun
pondasi masyarakat berdaya dengan sejumlah kegiatan intervensi pada
perubahan sikap, perilaku, cara pandang masyarakat yang bertumpu pada nilainilai universal. Pada tahap berikutnya PNPM Mandiri Perkotaan berorientasi
untuk membangun transformasi menuju masyarakat mandiri yang dilakukan
melalui sejumlah intervensi pembelajaran kemitraan dan sinergi antara
pemerintah, masyarakat dan kelompok peduli untuk mengakses berbagai
peluang dan sumber daya yang dibutuhkan masyarakat. Pada tahap terakhir,
PNPM Mandiri Perkotaan berorientasi untuk membangun transformasi menuju
masyarakat madani yang dilakukan melalui intervensi pembelajaran penataan
lingkungan permukiman secara comprehensive berbasis komunitas (PLPBK)
atau Neighbourhood Development.
Dengan demikian, Kegiatan PLPBK merupakan salah satu intervensi di tahap
transformasi menuju masyarakat madani, sebagaimana tertuang dalam skema
PNPM Mandiri Perkotaan (lihat gambar 1).

     


   
 
 


Gambar-1: Intervensi PLPBK dalam Konsep Transformasi Sosial

Dalam konteks pembelajaran menuju masyarakat mandiri dan madani, maka


intervensi nomor 5, 6 dan 7 dapat dilaksanakan baik secara berurutan maupun
tidak, sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing masyarakat.
1.2 TUJUAN PLPBK
Tujuan pelaksanaan PLPBK adalah:
Mewujudkan perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin melalui penataan
lingkungan permukiman yang teratur aman dan sehat.
1.3 STRATEGI PELAKSANAAN
Agar tujuan tersebut dapat tercapai, maka strategi yang akan dilakukan adalah
sebagai berikut:
1. Mendorong terjadinya sinergi antara Pemerintah daerah, masyarakat dan
kelompok peduli melalui proses perencanaan partisipatif yang berorientasi pada
ruang.
2. Melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat maupun pemerintah
daerah agar dapat mengelola proses peningkatan kualitas lingkungan
permukiman secara mandiri dan berkelanjutan.

     


   
 
 








3. Mendorong terjadinya perubahan sikap dan perilaku masyarakat melalui proses
penataaan lingkungan permukiman yang bersih, sehat dan produktif.

1.4 KELUARAN
Keluaran yang diharapkan melalui pelaksanaan program PLPBK ini adalah:
1) Tersusunnya dokumen Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman
(RTPLP) Kawasan Prioritas1. Rencana ini, memuat:
a. Rumusan konsep/gagasan dasar penanganan Kawasan Prioritas
b. Rencana penataan permukiman (sosial, ekonomi dan lingkungan) di kawasan
prioritas, meliputi:
Arahan pengembangan sosial dan ekonomi atau sumber kehidupan dan
kehidupan warganya
Rencana tata ruang dan penataan bangunan di kawasan prioritas
Rencana sistem prasarana kawasan
Rencana indikasi program dan rencana investasi
Perumusan DED
Perumusan Aturan Bersama
Perumusan rencana pengelolaan
2) Meningkatnya kapasitas kelembagaan masyarakat yang ditunjukan dengan
tersusunnya Aturan Bersama dan lembaga-lembaga yang mengelola penataan
lingkungan permukiman
3) Tertatanya lingkungan permukiman yang sehat, bersih dan produktif khususnya
di kawasan prioritas.
4) Terjadinya perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam mengelola
lingkungan permukimannya
1.5 PRINSIP-PRINSIP PLPBK

Pada dasarnya prinsip-prinsip yang dianut PLPBK sama dengan PNPM Mandiri
Perkotaan. Sebagai kegiatan lanjutan, PLPBK mempunyai prinsip tambahan
sebagai berikut:
a. Perencanaan Komprehensif
Penataan lingkungan permukiman di kawasan prioritas yang memiliki angka
kemiskinan tertinggi di kelurahan/desa PLPBK diselenggarakan dengan pola
pikir yang komprehensif dalam menerjemahkan pembangunan sosial, ekonomi
dan lingkungan berbasis komunitas yang fokus pada pengembangan
infrastruktur yang mampu mendukung terciptanya kesejahteraan warga miskin.
b. Perencanaan Ruang Kawasan
Prinsip perencanaan ruang kawasan dalam PLPBK difokuskan pada penataan
bangunan & lingkungan permukiman di kawasan prioritas yang memiliki angka






 
 






 
  





 
 
  


  
 

 
  



   
  

 

    



 
 

!"

kemiskinan tertinggi di kelurahan/desa sebagai titik masuk penanganan


kemiskinan.
c. Keterlibatan Aktif Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah aktif terlibat dalam kegiatan PLPBK untuk mendukung
keberlanjutan dan replikasi kegiatan penanganan kemiskinan di wilayahnya
melalui penataan lingkungan permukiman miskin/kantong kemiskinan.
d. Kreatif
Prinsip kreatif dalam PLPBK adalah upaya untuk selalu mengembangkan ideide dan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang yang sangat
dibutuhkan dalam penataan kawasan permukiman untuk mewujudkan
kesejahteraan bersama dan menciptakan lingkungan permukiman yang lebih
baik dan berkualitas.
e. Inovatif
Prinsip ini mengharuskan tiap pelaku PLPBK untuk mampu menerapkan solusi
kreatif dalam pemecahan persoalan dan pemanfaatan potensi dan peluang
yang ada untuk penataan kawasan permukiman ke arah yang lebih baik dan
bermanfaat bagi masyarakat utamanya yang miskin dan terpinggirkan.
f.

Tata Kelola Kepemerintahan yang Baik (good governance)


Prinsip ini menjadikan PLPBK sebagai pemicu dan pemacu untuk membangun
kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat, agar mampu melaksanakan
dan mengelola pembangunan wilayahnya secara mandiri, dengan menerapkan
tata kelola yang baik (good governance)







     


   
 
 






















     


   
 
 








BAB II
KETENTUAN UMUM

     


   
 
 








2.1 KETENTUAN PELAKSANAAN PLPBK
Masyarakat dan pihak terkait dengan pelaksanaan kegiatan harus memperhatikan
dan memenuhi beberapa ketentuan pelaksanaan, sebagai berikut:
a. Adanya komitmen bersama dan kemitraan antara masyarakat, Pemerintah
Daerah dan kelompok peduli untuk menata lingkungan permukiman dikawasan
prioritas sesuai rencana yang disepakati bersama..
b. Pemerintah Daerah harus membentuk Tim Teknis PLPBK, menyediakan BOP
Tim Teknis minimal sebesar 5% dari pagu BLM, menyediakan bantuan teknis,
melaksanakan Perjanjian Kerja Sama antara Walikota/Bupati dengan Direktur
Penataan Bangunan Dan Lingkungan, Ditjen Cipta Karya Kementerian PU serta
dukungan lain sesuai ketentuan pedoman teknis. Dana BOP dimanfaatkan,
antara lain untuk kegiatan monitoring dan evaluasi, penguatan kapasitas dan
dukungan bantuan teknis dan lain-lain sesuai kebutuhan tim teknis dalam
mendukung pelaksanaan kegiatan PLPBK.
c. Pelaksanaan pembangunan fisik harus memenuhi standar teknis yang berlaku
dan mematuhi terhadap pengamanan lingkungan dan sosial (environmental and
social safeguard). Kegiatan penataan kembali lingkungan permukiman ini harus
berorientasi pada pembangunan jangka panjang yang lebih baik dari aspek
sosial, ekonomi dan lingkungan.
d. Kegiatan penataan lingkungan permukiman harus menjawab kebutuhan dasar
masyarakat miskin, khususnya kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan
lingkungan permukiman miskin, prasarana dan sarana dan atau kebutuhan untuk
penghidupan dan kehidupan.
e. Perencanaan penataan lingkungan permukiman oleh masyarakat selaras dengan
perencanaan pembangunan daerah.
f. Melibatkan masyarakat miskin sebagai pelaku utama dalam proses pengambilan
keputusan setiap tahapan pembangunan partispatif mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan, pemeliharaan serta pemanfaatan.
2.2 LOKASI SASARAN PLPBK
Lokasi sasaran PLPBK adalah:
a. Kelurahan/desa PNPM Mandiri Perkotaan;
b. BKM/LKM yang ada di kelurahan/desa tersebut, memiliki kinerja minimal
Berdaya.
c. Merupakan kelurahan/desa yang memiliki kawasan permukiman padat,
kumuh dan miskin yang menjadi prioritas Pemda dalam Penataan
Lingkungan Permukiman
d. Pemerintah Kota/kabupaten terkait memiliki komitmen untuk mendukung
pelaksanaan kegiatan PLPBK
Tatacara pemilihan lokasi tersebut akan diatur kemudian dalam Petunjuk Teknis Seleksi
dan Penetapan Lokasi Penerima Kegiatan PLPBK.



     


   
 
 


2.3 KOMPONEN PLPBK


2.3.1 Komponen 1 :

Penguatan Kapasitas Pemerintah Kota/kabupaten,


Masyarakat,
dan
Kelompok
Peduli/Pemangku
Kepentingan lainnya

Penguatan kapasitas mencakup pelatihan, sosialisasi berkesinambungan,


lokakarya bagi Pemerintah Kota/kabupaten, Masyarakat, dan Kelompok
Peduli/Pemangku Kepentingan dalam rangka pelaksanaan PNPM Mandiri
Perkotaan pada umumnya dan PLPBK pada khususnya.

2.3.2 Komponen 2 :

Penyediaan Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM)

Dana BLM ini merupakan dana stimulan dan tidak dimaksudkan untuk
membiayai seluruh rencana pembangunan yang telah direncanakan.
Penyediaan BLM ini juga dimaksudkan untuk belajar melaksanakan
sebagian rencana penataan kembali lingkungan permukiman yang
diprioritaskan. Oleh karena itu, masih diperlukan upaya-upaya untuk
menggalang dana swadaya masyarakat, pemerintah kab/kota dan
kelompok peduli.

2.3.2.1 Ketentuan Umum


BLM ini hanya dapat digunakan untuk membiayai kegiatan yang langsung
terkait dengan kegiatan penataan kawasan prioritas.
2.3.2.2 Alokasi BLM
Pagu stimulan BLM untuk kegiatan PLPBK yang berasal dari Pemerintah
Pusat (APBN) sebesar Rp. 1 Milyar per kelurahan/desa, secara umum
akan terbagi atas dua kelompok pemanfaatan yaitu:
1.

Maksimum Rp 150 juta, dimanfaatkan untuk dukungan perencanaan


kawasan, dukungan pemasaran hasil perencanaan dan BOP
BKM/LKM, dengan komposisi pemanfaatan sebagai berikut:
a) Biaya tenaga ahli pendamping masyarakat
b) Biaya pengembangan kapasitas masyarakat,
c) Dukungan proses perencanaan partisipatif dan pemasaran hasilhasil perencanaan. BOP BKM/LKM termasuk BOP untuk kegiatan
TIPP dsb.2

2.

Rp 850 juta dimanfaatkan untuk pelaksanaan pembangunan fisik


dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan lingkungan
permukiman, prasarana dan sarana.
Dana tersebut hanya
merupakan bagian kecil dari seluruh dana yang diperlukan
kelurahan/desa untuk mewujudkan hasil perencanaan partisipatif.
Oleh karena itu perlu mendorong masyarakat bersama pemerintah



      


           
   
 

     

        







3.

kabupaten/kota untuk menjalin kemitraan dengan pihak-pihak lainnya


(dunia usaha, SKPD lain, LSM dan kelompok peduli lainnya).
Tata cara pengajuan, pencairan dan pemanfaatan BLM PLPBK akan
dijelaskan di dalam Petunjuk Teknis PLPBK

2.3.3

Komponen 3 : Bantuan Teknis


Bantuan teknis ini diwujudkan dalam bentuk penugasan konsultan dan
fasilitator beserta dukungan dana operasional untuk mendampingi dan
memberdayakan masyarakat agar mampu melaksanakan PLPBK dan
mengkoordinasikan berbagai program penanggulangan kemiskinan
berbasis komunitas di tingkat kelurahan/desa. Kegiatan yang dilakukan
dalam konteks ini antara lain:
a.
b.
c.

Pendampingan kepada masyarakat melalui fasilitasi pertemuan


warga, diskusi kelompok terfokus, musyawarah atau rembug warga
dalam pelaksanaan kegiatan PLPBK tingkat kelurahan/desa;
Survei swadaya, termasuk identifikasi calon penerima bantuan,
analisis, pembuatan peta tapak dan penulisan laporan;
Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana investasi program
untuk penataan lingkungan permukiman.







 

     


   
 
 










BAB III
PELAKSANAAN PLPBK

     


   
 
 








3. SIKLUS PLPBK
Siklus PLPBK merupakan kelanjutan dan bagian kegiatan PNPM Mandiri
Perkotaan khususnya terkait dengan penataan kawasanprioritas. Siklus PLPBK
terdiri dari 4 (empat) tahap kegiatan yang meliputi :
a. Tahap Persiapan

Penyepakatan kawasan prioritas


Lokakarya dan sosialisasi, di tingkat Pusat, tingkat Kabupaten/Kota dan
tingkat Kelurahan/desa;

b. Tahap Perencanaan

Membangun visi
Pemetaan Swadaya (PS)
Penyusunan Rencana Tindak Lingkungan
Kawasan Prioritas
Pelaksanaan kegiatan pemasaran sosial;

Permukiman

(RTPLP)

c. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan pembangunan kawasan prioritas

d. Tahap Keberlanjutan

Kegiatan evaluasi di tingkat kelurahan/desa, kabupaten/kota, tingkat


propinsi dan tingkat Pusat.

Dalam setiap tahap kegiatan dilakukan monitoring secara menerus dan berkala.
Secara umum ke 4 (empat) tahap tersebut digambarkan pada siklus PLPBK
yang tersaji pada gambar 3.1.
Gambar 3.1. Siklus PLPBK



     


   
 
 


Dari tahap kegiatan diatas untuk melihat peran para pelaku, keluaran (output)
setiap tahapan dan durasi waktu yang dibutuhkan dapat dilihat pada tabel 2.1
dibawah ini.
Tabel 2.1. Tahap Kegiatan PLPBK
No

Tahap Kegiatan

Pelaku

1
Tahap Persiapan
a. Sosialisasi PLPBK tingkat Pusat

Pelaksana :
Satker P2KP Pusat

Keluaran

Durasi

Peserta
paham
isi
pedoman dan petunjuk
teknis PLPBK 2013

3 hari

Peserta paham substansi


PLPBK, paham peran,
fungsi dan tugas pokok
serta
mengetahui
kebutuhan pembentukan
tim teknis

3 Hari

Masyarakat
mengetahui kegiatan
PLPBK diwilayahnya
Peserta paham peran,
fungsi dan tugas
pokok
serta
mengetahui
kebutuhan
pembentukan TIPP

5 hari

Peserta:
Satker PBL Provinsi,
Unsur
Pemerintah
Kabupaten/Kota dan Tim
Konsultan Pendamping
OSP/OC PNPM Mandiri
Perkotaan
Pendamping : Tim KMP
PNPM Mandiri Perkotaan
Wilayah 1 dan 2

b.

Sosialisasi PLPBK
Kabupaten/Kota

tingkat

Metode
Lokakarya/Diskusi
Pelaksana :
Pemerintah
Kabupaten/Kota

Peserta:
TKPKD, SKPD terkait,
KBP dan Kelompok
Peduli
Pendamping :
Tim OSP/OC dan Korkot

c.

Sosialisasi PLPBK
Kelurahan/Desa

tingkat

Metode :
Lokakarya/Diskusi
Pelaksana :
BKM/LKM
Kades

dan

Lurah/

Peserta:
UP-UP BKM/LKM, jajaran
Kelurahan/desa
dan
relawan
Pendamping :
Tim Fasilitator

     


   
 
 











No

Tahap Kegiatan

Pengukuhann TIPP

Pelaku

Keluaran

Metode :
Even sosialisasi masal
dan lokakarya
Pelaksana:

Durasi

TIPP Terbentuk

5 hari

TAPP telah terpilih

21 hari

Teridentifikasi
potensi
dan persoalan kawasan
prioritas

20 sd 30 hari

Tersusunnya dokumen
perencanaan
(RTPLP
Kawasan Prioritas), DED
dan Aturan bersama

60 hari

BKM/LKM dan lurah


Pendamping:
Tim
Fasilitator
Kelurahan/desa

Rekrutmen TAPP

Metode:
Rembug dan FGD
Pelaksana:
BKM/LKM dan Lurah
Pendamping:
Tim Korkot, Fasilitator
Kelurahan/desa dan Tim
Teknis

2
a.

Metode:
Proses rekrutmen dirinci
dalam suplemen tata cara
rekrutmen TAPP
Tahap Perencanaan dan Pemasaran
Pemetaan Swadaya (PS)
Pelaksana :
BKM/LKM dan Lurah
Peserta:
UP-UP,
TIPP
relawan/pokja

dan

Pendamping :
Tim Korkot, Fasilitator
Kelurahan/desa
dan
TAPP

Penyusunan Rencana Tindak


Penataan
Lingkungan
Permukiman (RTPLP) Kawasan
Prioritas

Metode : FGD dan


Pengamatan lapangan
Pelaksana :
TIPP, TAPP dan Tim
Teknis
Pendamping :
Tim Korkot dan Fasilitator



     


   
 
 


No
c.

Tahap Kegiatan
Pemasaran Sosial

Pelaku

Keluaran

Durasi

Pelaksana :
TIPP, TAPP dan Tim
Teknis

Tersusunnya
strategi
pemasaran,
tools
pemasaran
dan
terselenggaranya eveneven pemasaran

Menerus

KSM terbentuk dan telah


diberikan penguatan
kapasitas

5 hari

Proposal diterima
BKM/LKM dan UP-UP

15 hari

Pendamping :
Tim Korkot dan Fasilitator
Metode :
Penyelenggaraan
kegiatan
pemasaran
internal dan eksternal
3
a.

Tahap Pelaksanaan
Pembentukan dan Penguatan
kapasitas KSM

Pelaksana :
TIPP, TAPP
Peserta:
KSM terpilih
Pendamping :
Fasilitator
Kelurahan/desa dan Tim
Teknis

b.

Penyusunan Proposal Kegiatan

Pelaksana :
KSM terpilih
Pendamping :
Fasilitator
Kelurahan/desa

c.

Pelaksanaan
pembangunan

kegiatan

d.

Pertanggungjawan pelaksanaan
kegiatan

Pelaksana :
KSM
Pendamping :
TAPP dan Fasilitator
Kelurahan/desa
Pelaksana :
BKM/LKM & UP-UP
Peserta:
KSM

Proposal telah diverifikasi


fasilitator kelurahan/desa

Pelaksanaan
pembangunan fisik telah
selesai dengan kualitas
baik

90 hari

Tersusunnya laporan
Pertanggungjawaban
pelaksanaan kegiatan
pembangunan

30 hari

Pendamping :
Fasilitator
Kelurahan/desa & Tim
Teknis

     


   
 
 











No

Tahap Kegiatan

4
a.

Tahap Keberlanjutan
Monitoring dan evaluasi tingkat
kelurahan/desa

Pelaku
Pelaksana :
BKM/LKM, Lurah dan Tim
teknis

Keluaran

Durasi

Rekomendasi hasil
evaluasi tingkat
kelurahan/desa

Menerus
berkala

dan

Rekomendasi hasil
evaluasi tingkat kab/kota

Menerus
berkala

dan

Peserta:
TIPP dan UP-UP
BKM/LKM
Pendamping :
Tim Korkot dan Tim
Faskel
b.

Monitoring dan evaluasi tingkat


kabupaten/kota

Pelaksana : Satker PBL


Prov, PPK PNPM Mandiri
Perkotaan Provinsi
Peserta :
Satker PIP Kab/Kota,
PPK PNPM Mandiri
Perkotaan dan PJOK
PNPM Mandiri Perkotaan
Kab/Kota
Pendamping : Tim KMW
dan Korkot

c.

Monitoring dan evaluasi tingkat


Pusat

Pelaksana :
PMU, Satker PNPM
Mandiri Perkotaan, PPK
PNPM Mandiri Perkotaan

Rekomendasi hasil
evaluasi tingkat nasional

Pendamping : KMP






     


   
 
 








BAB IV
PENGELOLAAN dan PENGENDALIAN






















     


   
 
 










4.1.

PENGELOLAAN KEGIATAN PLPBK


Pengelolaan yang dimaksud adalah pengelolaan kegiatan PLPBK sebagai
bagian dari Program PNPM Mandiri Perkotaan yang menguraikan organisasi
pelaksana dan peran pelaku inti PLPBK.
PNPM Mandiri Perkotaan merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari
PNPM Mandiri secara nasional, oleh sebab itu pengelolaan program ini juga
merupakan bagian dari pengelolaan program nasional PNPM Mandiri yang telah
diatur dalam Pedoman Umum Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Mandiri yang diterbitkan oleh Tim Pengendali PNPM Mandiri.
Organisasi penyelenggaraan yang diuraikan di sini adalah organisasi
penyelenggaraan PNPM Mandiri Perkotaan yang fokus untuk kegiatan PLPBK
dan secara struktur organisasi berada di bawah kendali Tim Pengendali PNPM
Mandiri tingkat nasional. Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan
Umum ditunjuk sebagai lembaga penyelenggara (executing agency) PNPM
Mandiri Perkotaan.
Secara rinci hubungan kerja antar unsur pelaksana proyek dari tingkat Pusat
sampai dengan tingkat masyarakat dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah ini.
Gambar 3: Struktur Organisasi Pelaksana PLPBK
  
$! #& $*

+&$ - 

   
- 

$&'$!&!
!'!!!
!'!!

 - 




  

  

 

(%"$*

&$ 
$"(!%

,

&$ 
"&, +

"$"&,%"&
!$

## $"(!%
!%,
$' !,
 #$%)$"(!%

## "&, +


 !%
!%,$' !,
 #$%) "&, +

  ""$!%
!!'!!
 %!!
"&, 


  

%&&"$
%*$&
'$!,%




'$,
%
 ,

 ,)!



  ""$!%
!!'!!
 %!!$"(!%

 &

 



- !"
!!

     


   
 
 


$%#!!!
$%%&%
$%""$!%
$%##"$!

4.2. TATA PERAN PELAKU PLPBK


Sebagai salah satu kegiatan dalam PNPM Mandiri Perkotaan maka pengelola PLPBK
adalah sama dengan pengelola PNPM Mandiri Perkotaan. Sedangkan khusus untuk
kegiatan PLPBK akan dibentuk tim/pokja/panitia sesuai kebutuhan, dengan pembagian
peran utama sebagai berikut:

Level

Pelaku

Peran Utama

Pusat

PMU P2KP

Penanggung jawab & pengambil kebijakan

Satker P2KP

Membantu pelaksanaan tugas PMU-P2KP dalam


pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan

Advisori

Memberi masukan kepada PMU, Satker dan KMP dalam


subtansi dan teknis pelaksanaan;

KMP

Pelaksana dan pengendali kegiatan

TKPK-Prov

Penanggung jawab & pengambil kebijakan

Bappeda Prov

Koordinator pelaksanaan kegiatan

Satker PBL Prov

Pelaksana administrasi keuangan kegiatan

OC/OSP

Pelaksana dan pengendali kegiatan

TKPK-Kab/Kota

Penanggung jawab & pengambil kebijakan

Bappeda Kab/Kota

Koordinator pelaksanaan kegiatan

Tim Teknis PLPBK

Wadah Koordinasi teknis Pelaksanaan PLPBK antara


Pemerintah daerah dan Masyarakat

Dinas Ke-PU-an

Mengawasi kualitas teknis pelaksanaan kegiatan

Satker PIP

Koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan


PLPBK dengan kegiatan-kegiatan PNPM Mandiri
Perkotaan dan program lainnya

Tim Korkot

Pelaksana dan pengendali kegiatan

Camat

Penanggung jawab kelancaran kegiatan

PJOK

Pelaksana administrasi keuangan kegiatan

Faskel

Pelaksana dan pengendali kegiatan

Lurah/Kades

Penanggung jawab kelancaran kegiatan

BKM/LKM

Koordinator pengelolaan kegiatan ditingkat masyarakat

KSM

Pelaksana dan Penerima manfaat kegiatan

Relawan

Penggerak masyarakat dan pengawal nilai dan prinsip


pelaksanaan kegiatan

Provinsi

Kab/Kota

Kecamatan

Kel/Desa

     


   
 
 











Level

Pelaku

Peran Utama

TIPP

Pelaksana seluruh kegiatan PLPBK di tk. masyarakat.

TAPP

Pendamping masyarakat dalam penyusunan RTPLP


Kawasan Prioritas

Catatan: Penyelenggaraan peran antar pelaku dibangun secara kolaboratif, penjelasan lebih rinci
akan disampaikan dalam petunjuk teknis PLPBK

4.3. PENGENDALIAN KEGIATAN PLPBK


Pengendalian kegiatan PLPBK meliputi kegiatan pemantauan (monitoring), indikator
keberhasilan, evaluasi kegiatan menyeluruh dan pelaporan.
4.3.1 Pemantauan
Pemantauan adalah kegiatan menerus untuk melihat apakah kegiatan yang
dilaksanakan sudah sesuai dengan prinsip dan prosedur program. Kegiatan ini
dilakukan di seluruh tahapan kegiatan PLPBK, baik siklus di tingkat kota maupun
kelurahan/desa. Pelaku pemantauan adalah masyarakat, TKPKD, konsultan,
fasilitator, lembaga donor, dan lain-lain. Manfaat dari pemantauan adalah:





Untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan kegiatan.


Untuk menjamin efektifitas manfaat program terhadap perbaikan kesejahteraan
masyarakat miskin
Input untuk evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan dan konsep PLPBK
Dasar pembinaan atau dukungan teknis kepada pelaku program
dan
masyarakat.

Jenis kegiatan pemantauan yang dimaksud adalah:


a. Pemantauan Partisipatif oleh Masyarakat
Masyarakat adalah pemilik program dan mereka bertanggung jawab memantau
proses kegiatan program tersebut. Dalam rembug, masyarakat dapat memilih dan
membentuk kelompok/tim khusus yang akan
melakukan pemantauan secara sukarela demi kepentingan bersama. Masyarakat,
khususnya warga miskin memiliki hak untuk melaporkan, bila pelaksanaan kegiatan
tidak sesuai ketentuan dan/atau prosedur yang ditetapkan dalam pedoman.
Mekanisme pelaporan mengikuti sistem yang ada dalam program PNPM Mandiri
Perkotaan.
b. Pemantauan oleh Pemerintah yang Berwenang
Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa program berjalan
sesuai prinsip, ketentuan dan prosedur serta dipakai sebagaimana mestinya.
Pemerintah provinsi maupun kota/kabupaten mempunyai tugas memantau
pelaksanaan kegiatan dan membantu fasilitasi penyelesaian persoalan. Proses
pemantauan didukung dengan data SIM PLPBK. Pemerintah Kabupaten/Kota,
melalui TKPKD merumuskan hasil kegiatan pemantauan pelaksanaan PLPBK dan

 

     


   
 
 


digunakan sebagai umpan balik ke Tim Korkot Kabupaten/Kota untuk mendapat


perhatian atas perbaikan yang harus dilakukan oleh Tim Korkot.
c. Pemantauan oleh Konsultan dan Fasilitator
Konsultan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan fasilitator mempunyai
tanggung jawab untuk memantau kegiatan PLPBK sesuai dengan Pedoman
Pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan.
4.3.2 Indikator
Indikator penilaian capaian keberhasilan ini disusun sesuai tujuan dan keluaran
yang diharapkan dari implementasi kegiatan PLPBK. Indikator dirumuskan secara
sederhana dan mudah dilakukan penilaian yang berbasis data SIM maupun dari
hasil kegiatan pemantauan (monitoring) dan evaluasi. Indikator keberhasilan
tersebut disajikan pada lampiran 1.
4.3.3 Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk menilai hasil pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan di
tingkat kelurahan/desa dan kabupaten/kota. Lingkup evaluasi antara lain terkait
kemanfaatan program bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat miskin, kualitas
pelaksanaan dan kualitas hasil program, termasuk di dalamnya adalah kinerja para
pelaku program. Kegiatan evaluasi secara nasional akan dilakukan oleh PMU P2KP
dengan melibat para pemangku kepentingan di tingkat daerah untuk mendapatkan
masukan perbaikan dalam penyelenggaraan program secara lebih luas dan
berkelanjutan.
4.3.4 Pelaporan
Pelaporan merupakan proses penyampaian data dan/ informasi mengenai
perkembangan atau kemajuan setiap tahapan dari pelaksanaan kegiatan PLPBK,
kendala atau permasalahan yang terjadi, penerapan dan pencapaian dari sasaran
atau tujuan program.
Mekanisme pelaporan dilakukan melalui jalur struktural pemerintahan dan jalur
fungsional konsultan, sebagai upaya untuk mempercepat proses penyampaian data
dan informasi dari lapangan atau kelurahan/desa ke tingkat Kecamatan,
Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat.
Sistem laporan dibuat sesederhana mungkin. Substansi laporan berupa data dan
informasi yang benar dan akurat. Agar diperoleh laporan yang lengkap dan
informatif, maka materi yang disajikan minimal harus memperlihatkan 6 (enam) hal
penting dan wajib dimasukkan (upload) kedalam SIM PLPBK yaitu :
a. Manfaat program bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat miskin
b. Kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan,
c. Pencapaian sasaran dan atau target dari kegiatan yang sedang dilaksanakan,
d. Gambaran kemajuan dari pelaksanaan kegiatan pada saat laporan dibuat,
e. Target dan realisasi biaya dari kegiatan yang sedang dilaksanakan,
f. Kendala dan permasalahan yang dihadapi, termasuk tindak lanjutnya,
g. Gambaran tingkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program.

     


   
 
 


 












     


   
 
 





LAMPIRAN














     


   
 
 











Lampiran 1
Tabel: Indikator Capaian Kinerja
Sumber
Informasi
Study/evaluasi

%
Pemanfaat

> 80%

Study/evaluasi

%
Kawasan
prioritas
terpilih

80%

Indikator dampak (impact)

Mewujudkan perbaikan kualitas


hidup
masyarakat
miskin
melalui penataan lingkungan
permukiman yang teratur,
aman dan sehat

a. Meningkatnya
akses
masyarakat
miskin
terhadap
lingkungan
permukiman yang teratur,
aman dan sehat
b. Pemanfaat puas dengan
upaya
peningkatan
kualitas
pelayanan
lingkungan perumahan,
sarana dan prasarana.
c. Infrastruktur
yang
dibangun 20% lebih
murah
dibandingkan
dengan yang dibangun
tidak
melalui
pemberdayaan
masyarakat
a. Partisipasi warga miskin
dan rentan terlibat aktif
dalam
perencanaan
partisipatif
dan
pengambilan keputusan
b. Partisipasi perempuan
terlibat
aktif
dalam
perencanaan partisipatif
dan
pengambilan
keputusan

%
Kawasan
prioritas
terpilih

a. Tersusunnya
RTPLP
Kawasan Prioritas yang
sudah diuji publik dan
disahkan
oleh
Bupati/Walikota
b. RTPLP
Kawasan
Prioritas fokus pada
kawasan
permukiman
miskin
c. Kesepakatan penataan
permukiman
yang
tertuang dalam Aturan
Bersama
terlaksana
secara bertahap
d. Kontribusi
Pemerintah
Daerah dalam bentuk
dana atau program
penataan permukiman
terealisasi sesuai dengan
Perjanjian Kerjasama

Mewujudkan
kesadaran
masyarakat untuk hidup bersih,
sehat melalui peningkatan
kualitas pelayanan lingkungan
perumahan,
sarana
dan
prasarana

Meningkatkan
perencanaan
penataan permukiman miskin
berbasis ruang



Target
2014

2015
> 80%

Tujuan

Satuan

2013

% Warga
Miskin

40%

40%

%
Perempuan

40%

40%

%
Kawasan
prioritas
terpilih

70%

80%

90%

MIS/Consultant

% RTPLP
Kawasan
prioritas

70%

80%

90%

MIS/Consultant

%
Kawasan
Prioritas

70%

80%

MIS/Consultant

%
Kawasan
prioritas

70%

80%

MIS/Consultant

     


   
 
 


40%

Study/evaluasi/
IS

MIS

MIS

Meningkatkan
prasarana dan
permukiman

sarana,
pelayanan

e. RTPLP
Kawasan
Prioritas
memuat
Rencana
Penataan
Bangunan
dan
mengalokasikan Ruang
Terbuka Hijau minimal
10% dari luas kawasan
prioritas
a. Sarana dan prasarana
permukiman
yang
terbangun
berkualitas
baik
b. Pemeliharaan
dan
pengelolaan sarana dan
prasarana
terbangun
berjalan
dan
berkelanjutan
c. Pembangunan
sarana
dan
prasarana
permukiman
mampu
melayani warga miskin
(sebagai
pemanfaat
langsung)
d. Terlaksananya audit di
lokasi PLPBK

%
Kawasan
Prioritas

70%

80%

MIS/Consultant

% sarana
dan
prasarana
terbangun
% sarana
dan
prasarana
terbangun

80%

90%

MIS/Consultant

60%

70%

MIS/Consultant

%
pemanfaat
warga
miskin
di
Kawasan
Prioritas
%
Kelurahan/d
esa,
khususnya
di Kawasan
Prioritas

60%

60%

MIS/Consultant

90%

90%

MIS/Consultant

     


   
 
 













     


   
 
 


www.pnpm-perkotaan.org

KANTOR PUSAT
JL. Pattimura No.20 Kabayoran Baru
Jakarta Selatan, Indonesia - 12110
KANTOR PROYEK
Jl. Penjernihan 1 No. 19 F Pejompongan
Jakarta Pusat Indonesia - 10210
PENGADUAN
P.O. BOX 2222 JKPMT
SMS 0817 148048
e-mail : ppm@pnpm-perkotaan.org