Anda di halaman 1dari 5

Desain Formork Lantai dan Balok Gedung Center for Infrastructure and

Built Environmental Engineering (CIBE)


Nurul Fatimah, Wilson M. P., Michelle Bena
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia

Abstrak.
Prioritas bidang keilmuan dan penelitian kampus ITB merupakan suatu tantangan dijawab dengan
pengembangan pusat riset dan inovasi dimana salah satunya adalah pengembangan Center for Infrastructure
and Built Environment Engineering (CIBE). Pengembangan tersebut dilakukan dengan membangun gedung
CIBE di kampus ITB. Selama proses pelaksanaan konstruksi Gedung CIBE yang merupakan struktur bangunan
beton, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas dari bangunan. Salah satu faktor yang
mempengaruhi kualitas bangunan beton dalam konstruksidi lapangan adalah pekerjaan formwork (bekisting).
Pekerjaan formwork di lapangan dipengaruhi oleh desain formwork secara teoritis dan juga pemilihan material
formwork yang digunakan selama proses konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan desain formwork yang baik
dengan pertimbangan pemilihan material formwork dengan tingkat reusable yang tinggi, terutama untuk desain
formwork balok dan lantai karena kedua struktur tersebut memiliki area yang cukup dominan pada struktur
secara keseluruhan. Material formwork dengan tingkat reusable yang tinggi pada desain formwork akan
meminimalisir biaya yang dikeluarkan untuk pekerjaan formwork di lapangan.
Kata kunci : bekisting, gedung, Center for Infrastructure and Built Environmental Engineering (CIBE), lantai
dan balok, biaya, material
Abstract.
The priorites of study and research of ITB is a challenge to be answered by the development of the center of
research and innovation such as the development of Center for Infrastructure and Built Environment
Engineering (CIBE). The development is done by constructing CIBE building in ITB. During the process of
construction of CIBE building which is a concrete building structure, there are many factors affecting the
quality of the building. One of many factors affecting the quality of concrete building in works at field is the
usage of formwork (bekisiting). The formwork operation at field is affected by the design of formwork
theoritically and also the selection of formwork materials used during the construction process.Consequently,
good formwork design is needed with the consideration of the selection of formwork material in high reusable
level, especially for the design of beam and slab because both of structures have dominant large area of the
overall structure. The formwork material with high reusable level of formwork design would minimize the cost
for formwork operation.
Keywords : formwork, building, Center for Infrastructure and Built Environmental Engineering(CIBE), slab
and beam, cost, material

Latar Belakang
ITB sebagai salah satu institusi pendidikan
terkemuka di Indonesia dituntut untuk selalu
berkembang guna menjawab perkembangan jaman
dan tantangan masa depan.Peran ITB sebagai
perguruan tinggi tidak lepas dari bidang keilmuan
dan penelitian. Untuk mencapai cita-citanya

menjadi World Class Research University,


diperlukan pengembangan dalam kedua hal
tersebut. Salah satu rencana pengembangan yang
dilakukan adalah dengan peningkatan kapasitas
riset lewat pengembangan fasilitas pendidikan dan
laboratorium. Rencana pengembangan tersebut
diimplementasikan secara fisik dalam bentuk
pembangunan 5 gedung baru dalam lingkungan

kampus yang salah satunya merupakan gedung


Center for Infrastructure and Built Environmental
Engineering (CIBE). Gedung CIBE diperuntukan
untuk memfasilitasi kebutuhan nasional dalam
pengembangan infrastruktur yang meningkat pesat
serta perlindungan terhadap lingkungan hidup.
Gedung CIBE ini dibangun di sekitar titik 65329
LS, 1073631 BT, yaitu di sebelah barat Gedung
Program Studi Fisika dan Program Studi Teknik
Sipil, dan sebelah utara dari Gedung Basic
ScienceCenter A. Gedung CIBE ini merupakan
gedung yang berisi fasilitas laboratorium dan
kantor untuk Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan
(FTSL) ITB. Gedung ini didesain sebanyak 10
lantai dengan 1 lantai basement dan luas lantai total
11.000 meter persegi.
Akses sementara selama konstruksi dibuat melalui
Jalan Tamansari ke sebelah barat lokasi gedung
agar kegiatan konstruksi Gedung CIBE tidak
mengganggu kegiatan kampus sehari-hari. Lokasi
konstruksi Gedung CIBE ini memiliki permukaan
dasar lahan terletak 3 meter lebih tinggi
dibandingkan dengan permukaan Jalan Tamansari.
Beberapa fasilitas tertentu di dalam gedung CIBE
membutuhkan akses langsung dari jalan. Oleh
karena itu, dapat dibuat akses langsung dari Jalan
Tamansari menuju ke fasilitas tersebut. Akan tetapi
akses langsung dari Jalan Tamansari ke gedung
baru tersebut tidak boleh memotong jalan Lingkar
Barat dalam kampus yang terbentang antara gedung
ini dengan Jalan Tamansari.

Gambar 1. Gedung Center for Infrastructure and


Built Environmental Engineering (CIBE)

Pembuatan struktur dari material beton terdiri


atas beton itu sendiri, tulangan baja, dan formwork.
Sekitar 50-70% biaya pembangunan struktur beton
berasal dari formwork. Hal ini dianggap cukup

merugikan karena penggunaan formwork sebagai


struktur yang bersifat sementara (hanya terbatas
pada masa konstruksi) tetapi berperan penting
dalam mendukung beratnya sendiri, beton segar
yang baru akan dicetak, dan beban hidup dari
konstruksi, seperti beban peralatan, material dan
pekerja. Formwork atau lebih dikenal sebagai
bekisting, utamanya digunakan untuk mencetak
beton menjadi ukuran dan bentuk yang
direncanakan sekaligus mengontrol arah dan posisi
dari beton tersebut.
Dalam penilaian terhadap bekisting suatu
bangunan, diperhitungkan faktor kualitas (meliputi
kekuatan, kekakuan, posisi dan dimensi), faktor
keamanan (meliputi para pekerja dan struktur
bangunan),
serta
faktor
ekonomi
yang
mempertimbangkan kebutuhan atau syarat dua
faktor lainnya. Pemilihan bekisting tersebut
didasarkan pada :
Hasil akhir yang dilihat dari nilai arsitektural,
meliputi bentuk permukaan (tekstur) dan ukuran
dari produk jadi, dan syarat struktural,
berdasarkan tingkat toleransi dan ukuran dari
produk yang didesain
Biaya total dari formwork harus meliputi
bekisting, penopang, aksesoris, peralatan,
pekerja dan supervisi
Penggunaan yang dinilai dari tingkat reuse
untuk penggunaan kembali secara efektif dari
material bekisting
Logistik yang mencakup lokasi dan waktu
pengiriman
Produktivitas yang mencakup waktu yang
dibutuhkan untuk menginstalasi dan melepas
bekisting
Penyedia jasa yang tersedia di lokasi sekitar dan
pengalaman sebelumnya dengan proyek serupa
Berikut beberapa penyebab kegagalan pada
bekisting :
Pelepasan bekisting dan pemindahan penopang
yang tidak tepat
Bracing yang tidak memadai
Efek dari vibrasi/getaran
Tanah yang tidak stabil di bawah lapisan
lumpur sehingga penopang tidak benar-benar
kokoh
Penempatan beton yang kurang dikontrol
Kurangnya perhatian pada detail bekisting

Selain hal di atas permasalahan lain yang terjadi


pada bekisting adalah kesulitan mendapatkan
material baru karena setelah dipakai beberapa kali
bekisting harus diganti secara berkala dan
membutuhkan waktu untuk mendatangkannya ke
lokasi proyek. Permasalahan lainnya yaitu pada
saat pembongkaran bekisting didapatkan hasil yang
tidak sesuai, seperti permukaan tidak rata atau
dalam beberapa kasus bekisting perlu dilepas secara
paksa karena rekat dengan permukaan beton.

Balok Gelagar

Tujuan
Perencanaan bekisting yang memenuhi faktor
kualitas, faktor keamananan serta faktor ekonomi.

Desain
Ukuran dari bekisting dipengaruhi terutama oleh
ukuran dari area yang akan di-cover (dalam hal ini
lantai ataupun balok) dan tingkat reuse (pemakaian
kembali).

Gambar 2. Bekisting dan Bagian-bagian


Penyusunnya

Pada bagian bodeman dan tembereng dipilih


penggunaan panel plywood (polyfilm) karena
dapat digunakan untuk 2 sampai 3 kali pengecoran
dibandingkan multiplex biasa hanya untuk 1 kali
pengecoran. Pada bagian gelagar dan suri-suri
dipilih penggunaan material baja hollow karena
juga
dapat
digunakan
berkali-kali
jika
dibandingkan dengan kayu serta pertimbangan
biaya yang lebih murah.
Pemasangan tierod pada bagian dalam bekisting
dilapisi oleh pipa sebagai proteksi dari beton pada
saat pengecoran dilaksanakan.

Perhitungan
Perhitungan bekisting dibagi menjadi analisis per
segmen penyusunnya, yaitu pada bagian gelagar,
suri-suri, bodeman dan tembereng.

Gambar 3. Sketsa Balok Gelagar

Balok gelagar yang digunakan dimensi 5x10 cm


dengan jarak 120 cm. Pembebanan dihasilkan dari
beban mati dan beban hidup. Beban mati berasal
dari beban beton (lantai atau balok) dan beban
bekisting (hollow samping, tegak, landasan, balok
suri dan plywood). Beban hidup berasal dari
pekerja. Berikut data berat jenis yang digunakan
dalam perhitungan pembebanan:

Dari pembebanan di atas didapatkan momen total


sebesar:
. Dari dimensi dan jarak gelagar
didapatkan modulus penampang ( ). Tegangan
yang bekerja pada hollow gelagar didapatkan dari
hubungan antara momen yang bekerja dengan
. Jika tegangan
modulus penampang :
yang bekerja lebih kecil daripada tegangan yang

diijinkan (
) maka
gelagar dengan jarak dan dimensi tersebut dapat
digunakan.
Balok Suri-suri

Gambar 4. Sketsa Balok Suri-suri

Suri-suri yang digunakan dimensi 5x5 cm dengan


jarak 120 cm. Pembebanan dihasilkan dari beban
mati dan beban hidup. Beban mati berasal dari
beban beton (lantai atau balok) dan beban bekisting
(hollow samping, tegak, landasan dan plywood).
Beban hidup berasal dari pekerja dan peralatan.
Berikut data berat jenis yang digunakan dalam
perhitungan pembebanan:

Dari pembebanan di atas didapatkan momen total


sebesar:
. Dari dimensi dan jarak surisuri didapatkan modulus penampang ( ). Tegangan
yang bekerja pada hollow suri-suri didapatkan dari
hubungan antara momen yang bekerja dengan
. Jika tegangan
modulus penampang :
yang bekerja lebih kecil daripada tegangan yang

diijinkan (
) maka surisuri dengan jarak dan dimensi tersebut dapat
digunakan.

dimensi dan jarak hollow bodeman didapatkan


modulus penampang ( ). Tegangan yang bekerja
pada hollow bodeman didapatkan dari hubungan
antara momen yang bekerja dengan modulus
, kemudia dicek terhadap
penampang :
tegangan
yang
diijinkan
(

).
Untuk pengecekan tie rod (BJ-37), gaya tarik yang
bekerja dicek terhadap tegangan ijin (

) dibagi luas permukaan tierod ( )


sehingga didapatkan gaya tarik ijin :
).
Luas permukaan beban yang di-cover per batang
tierod (
) sebesar tebal bersih balok dan
jarak balok suri-suri. Tierod menahan tekanan
samping dari dinding yang dipengaruhi oleh

kecepatan pengecoran (
) dengan tinggi
pengecoran 0,5 m :
(
)
Tekanan tersebut dikalikan ( ) dengan luas
permukaan beban (
) sehingga didapatkan
gaya tarik yang bekerja pada tierod :

Bodeman dan Tembereng

Gambar 5. Sketsa Desain Bodeman dan


Tembereng

Momen yang dihasilkan oleh beban yang bekerja


per cm panel plywood berasal dari beban pada
bekisting yang terbebani setinggi balok beton ( )
dengan jarak antar hollow bodeman ( ) 30 cm :

. Momen tersebut ( ) dibagi


dengan modulus penampang bodeman ( )
yang kemudian
menghasilkan tegangan :
dicek terhadap tegangan lentur ijin plywood

(
). Selain itu dicek
juga terhadap lendutan :
lendutan ijin (

dengan syarat
.

Untuk pengecekan hollow bodeman, pembebanan


sama dengan balok suri-suri, terdiri dari beban
hidup dan beban mati. Dari pembebanan tersebut
didapatkan momen total sebesar:
. Dari

Beban yang bekerja per cm panel plywood akibat


tekanan samping dari dinding sebesar . Momen
yang dihasilkan oleh beban yang bekerja per cm
panel plywood berasal dari tekanan samping dari
dinding ( ) dengan jarak antar hollow dinding

( ) 35 cm :
. Momen tersebut ( )
dibagi dengan modulus penampang bodeman ( )
yang kemudian
menghasilkan tegangan :
dicek terhadap tegangan lentur ijin plywood

(
).

Penerapan
Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan untuk pekerjaan
bekisting balok dan lantai yaitu mobile crane/tower
crane untuk membantu proses mobilisasi bekisting
serta scaffolding sebagai dudukan bekisting dan
pekerja.
Material
Pekerjaan Bekisting terdiri dari material plywood,
kayu (kaso) dan mould oil.
K3 dan Lingkungan

Para pekerja konstruksi diwajibkan menggunakan


safety shoes, sarung tangan, safety harness dan
helm.
Proses Pekerjaan
1. Marking pada kolom untuk acuan pemasangan
bekisting pada bagian dasar balok.
2. Atur scaffolding sepanjang balok sebagai
penahan bekisting balok. Kaki scaffolding
disambungkan dengan jackbase dan dilandasi
papan atau balok.
3. Pasang bekisting pada bagian dasar balok
dengan
acuan
level
benang
yang
menghubungkan marking dasar balok antar
kolom.

lurus), pertemuan kedua bagian bekisting


tersebut dilapisi busa dengan tebal 1,5-2 cm.
6. Bersihkan permukaan bekisting dari sampah
dan kotoran.
7. Lapisi permukaan bagian dalam bekisting
dengan mould oil sebelum dilakukan
pengecoran.

Gambar 7. Proses Perakitan Bekisting di Bengkel


Kerja

Kesimpulan
1.

Gambar 6. Pemasangan Bekisting pada Bagian


Dasar Balok di Lapangan

2.

4. Pasang bekisting pada bagian dinding balok


dengan level permukaan bekisting dinding
balok bagian atas sesuai gambar perencanaan
dan cek vertikalitas dari dinding tersebut.
3.

4.

Kualitas bekisting ditentukan oleh


pelaksanaan di lapangan yang sesuai
dengan standar/prosedur yang berlaku.
Desain bekisting memenuhi faktor kualitas
yaitu kekuatan untuk menghadapi gayagaya yang bekerja dari beban mati (beton
dan elemen penyusun bekisting lainnya)
dan beban hidup (pekerja dan peralatan),
serta
posisi
dan
dimensi
yang
diperhitungkan terhadap gaya yang
bekerja.
Desain bekisting memenuhi faktor
keamanaan dalam memperhitungkan
faktor pekerja dan struktur bangunan di
sekitar pekerjaan bekisting.
Desain bekisting memenuhi faktor
ekonomi dengan mempertimbangkan
biaya dari pemilihan material berdasarkan
tingkat reuse (penggunaan kembali).

Daftar Pustaka

Gambar 7. Pemasangan Bekisting pada Bagian


Dinding Balok di Lapangan

5. Sambungkan bekisting pada bagian dasar balok


dan dinding hingga menerus (berupa garis

http://ditbang.itb.ac.id/?page_id=1665
Slide perkuliahan SI-3152 Metoda Pelaksanaan
Konstruksi
Data Kontraktor Pelaksana Proyek Gedung Center
for Infrastructure and Built Environmental
Engineering (CIBE)
Buku Panduan Pelaksanaan Pekerjaan WIKA