Anda di halaman 1dari 35

SISTEM PROTEKSI

SURJA PETIR & SURJA


HUBUNG
Ria Fitriani Rachman (321
12 042)
Nasruddin (321 12 039)
Tommy Rekza Labiran (321
12
046)
KELAS 3B TEKNIK LISTRIK
D3
TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG
PANDANG

PENGERTIAN SURJA PETIR

Petir umumnya terjadi pada saat awan tebal telah


terbentuk dan terjadi perbedaan suhu yang tajam antara
bagian bawah dan bagian atas. Butir air awan bagian
bawah yang lebih hangat berusaha berpindah ke atas, dan
kemudian di atas menjadi beku, lalu berubah menjadi
Kristal es. Kristal es lebih berat dari butir air, dan
berusaha turun kembali.

Kristal es yang turun dan butir air yang naik saling


mendesak,sehingga
terjadi
geseran-geseran
yang
menimbulkan pemisahan muatan listrik.
Air yang naik membawa muatan positif dan es yang
turun membawa muatan negative.
Ketika tegangan antara ujung awan itu sudah terlalu
besar, terjadilah lompatan muatan listrik, yang memiliki
energy tinggi. Energy tinggi ini menyalakan udara yang
dilewatinya. Inilah yang disebut petir.
Jadi petir terjadi karena ada peerbedaan potensial
antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya.

JENIS-JENIS ALAT
PELINDUNG SURYA PETIR
A. Sela Batang
Sela batang merupakan alat pelindung yang paling
sederhana tetapi paling kuat dan kokoh. Sela batang
dapat digunakan untuk :
Bushing isolator dari trafo tenaga.
Pada isolator hantaran udara, berupa tanduk api
(Arching Horn) atau ring api.
Pemutus daya (Circuit Breaker)

B. Arrester
Arrester adalah alat pelindung bagi peralatan system
terhadap surja petir Arrester membentuk jalan yang
mudah dilalui oleh arus kilat atau petir, sehingga tidak
timbul tegangan lebih yang tinggi pada peralatan. pada
keadaan normal arrester berlaku sebagai isolator dan
bila timbul surja petir berlaku sebagai konduktor, jadi
melewatkan arus yang tinggi

Arrester yang sering digunakan terdiri dari dua


jenis yaitu :
Jenis Ekspulasi
Jenis Tahanan Tak Linear

Explusion Type Lightning Arrester


(Protector Tuba)
Arrester ini merupakan tabung yang terdiri dari :
Dinding tabung yang terbuat dari bahan yang
mudah menghasilkan gas jika dilalui arus (bahan
fiber). Sela batang (external series) yang
biasanya diletakkan pada isolator porselin, untuk
mencegah arus mengalir dan membakar fiber
pada tegangan jala-jala setelah gangguan diatasi.
Sela pemutus bunga api diletakkan di dalam
tabung salah satu electroda dihubungkan ke
tanah.

Penggunaannya :
Jenis transmisi digunakan pada jaringan
transmisi untuk melindungi isolator.
Jenis Distribusi digunakan untuk melindungi
trafo pada jaringan-jaringan distribusi dan
peralatan-peralatan distribusi.

Non Linear Lightning Arrester (Arrester Tipe


Tahanan Tak Linear)
Jenis Silicon Carbide (SiC)
Jenis Metal Oxide (MOV)

Jenis Silicon Carbide (SiC)


Arrester ini terdiri dari beberapa sela yang tersusun
seri dengan piringan-piringan tahanan,
Karakteristik:
harga tahanannya turun dengan cepat pada saat arus
terpa mengalir sehingga tegangan antara terminal
arrester tidak terlalu besar dan harga tahanan naik
kembali jika arus terpa sudah lewat
sehingga
memotong arus ikutan pada titik nol pertamanya. Sela
api (Sparks Gap) dan tahanan disusun secara seri dan
ditempatkan di dalam rumah porselen kedap air
sehingga terlindung dari kelembaban, pengotoran dan
hujan.

Jenis Metal Oxide (MOV)

Untuk arrester jenis Metal Oxide material


tahanan tak linear pada dasarnya keramik
yang dibentuk dari oksida seng (ZnO). Bahan
ini telah banyak dipakai untuk perlindungan
rangkaian-rangkaian yang bekerja pada
beberapa kV sampai dengan tegangan
transmisi.

Penggunaan arrester tipe tahanan tak linear


adalah sebagai berikut :
Jenis Gardu (Station Type), jenis ini
merupakan penangkap petir paling efisien dan
mahal yang umumnya digunakan untuk
melindungi peralatan-peralatan penting pada
gardu-gardu besar (system dengan tegangan di
atas 70kV).
Jenis Hantaran (Line Type), jenis ini lebih
murah dan digunakan untuk melindungi gardu
dengan tegangan kerja dibawah 70 kV.

Penangkap petir jenis gardu untuk


melindungi motor/generator, digunakan
untuk system dengan tegangan 2.2 kV
sampai 20 kV.
Penangkap petir sekunder (Secondary
Arrester) berguna untuk melindungi
peralatan-peralatan
tegangan
rendah
dengan tegangan kerja system antara 120
kV sampai dengan 750 kV.

Pemasangan Arrester pada Jaringan


Listrik Tegangan Menengah.
Perlindungan petir pada
jaringan listrik
tegangan menengah untuk melindungi:
Trafo tenaga yang terpasang ditiang (portal atau
cantol )
Kabel keluar dari gardu induk/PLTD dengan
jaringan listrik menggunakan jaringan udara
SUTM
diujung
jaringan
atau
ujung
percabangan.

Spesifikasi arrester pada jaringan listrik


tengangan menengah:
Peralatan listrik terpasang diujung jaringan 10
kA,24kV .
Jaringan ujung SUTM tanpa peralatan listrik
10kV,24kV.

Pentanahan Arrester di pasang depan fuse

FUSE DIPASANG DI DEPAN


ARRESTER

PERLINDUNGAN PETIR
PADA BANGUNAN
Perlindungan bangunan terhadap sambaran
petir disebut penangkal petir. Penangkal
petir
adalah
rangkaian
jalur
yang
difungsikan sebagai jalan bagi petir menuju
ke permukaan bumi, tanpa merusak bendabenda yang dilewatinya. Ada 3 bagian
utama pada penangkal petir:
Batang tembaga sebagai penangkal petir
Kabel konduktor
Tempat pembumian

Batang tembaga penangkal petir


berupa batang tembaga yang
ujungnya runcing.

Tempat
pembumian
(grounding) berfungsi
mengalirkan muatan
listrik
dari
kabel
konduktor ke batang
pembumian
(ground
rod)/ yang tertanam di
tanah.

Kabel
konduktor
terbuat dari jalinan
kawat
tembaga.
Diameter
jalinan
kabel
konduktor
sekitar 1 cm hingga 2
cm. Kabel konduktor
berfungsi
meneruskan
aliran
muatan listrik dari
abatng muatan listrik
ke tanah.

Jenis-jenis Grounding

Single Rod Grounding


Paralel Rod Grounding
Multi Grounding System

Air Terminal

Grounding Rod

Variabel yang Mempengaruhi Sistem


Grounding

Panjang/Kedalaman

Elektroda
Grounding (Pentanahan)
Diameter Elektroda Grounding
(Pentanahan)
Jumlah Elektroda Grounding
(Pentanahan)
Desain Sistem Grounding
(Pentanahan)

Bangunan yang Perlu Instalasi Petir


Tingi bangunan

Instalasi petir

< 6 m rangka genteng mempergunakan Tidak perlu


kayu
6 s/d 8 m rangka genteng mempergunakan Agak dianjuarkan
baja ringan lebih tinggi dari lingkungan

> Atau = 9 m

Sangat perlu

SUTM = 11 m

Sangat perlu dengan arrester & ground


wire, bila jaraknya tiap 10 tiang perlu
arrester

Trafo tiang 11 m

Sangat perlu dengan arrester

Menara SUTT

Sangat perlu dengan ground wire

SUTT

Sangat perlu dengan arrester

Pembumian peralatan listrik pada instalasi listrik di rumah


atau gedung tidak boleh digabung dengan pembumian
penangkal petir, karena :
Bila terjadi arus petir mengalir di kawat petir akan mengalir
ke instalasi listrik rumah
Minimum jarak antara pembumian instalasi listrik dan
pembumian penangkal petir 7 m, bila sulit mendapatkan jarak
7 meter, perlu penyekat antara pembumian petir dan peralatan
yang terbuat dari semen.

SURJA HUBUNG
Surja hubung merupakan surja
listrik karena putusnya Pemutus
(circuit
breaker)
di
sumber
listrik, yang menimbulkan arcing
pada kontak circuit breaker yang
dapat menaikkan tegangan

SURJA HUBUNG
Tegangan yang muncul pada saat
terjadi Surja hubung. Dapat
terjadi kedip tegangan maupun
kenaikan tegangan.

KENAIKAN TEGANGAN
terjadi kenaikan tegangan
(Transient over voltage) dari
tegangan normalnya saat PMT
akan lepas terbuka. Kejadian ini
diakibatkan adanya Rarc di PMT
yang trip (lepas) yang dapat
menimbulkan spike voltage sampai
dengan PMT betul-betul lepas.

RUMUS KENAIKAN TEGANGAN

E=

Dimana:
E= Kenaikan tegangan (volt)
L=Induktansi (henry) diperoleh dari =
X= Impedansi/reaktansi trafo (XT) yang tercantum di
nameplate atau impedansi subtransient generator (Xd).
F=Frekuensi (Hz)
I= perbedaan arus start s/d adanya kenaikan arus (kA)
t= perbedaan waktu mulai terjadinya transient s/d puncak
transient dan PMT terbuka (lebar)
Nilai biasanya 0,001 detik (tergantung lama PMT terbuka)

CONTOH:

Bila PMT di GI trip/terbuka, tegangan naik


penjelasannya sebgai berikut, missal kapasitas trafo 60
MVA, XT= 12%, ratio tegangan 150/20 kV.
Maka Xt(ohm)=12% x (202/60)=0,8 ohm
L= XT/(2f)=0,8/(2x3,14x50)= = 0,003 henry,
Bila If (gangguan)= 10.000 Amo dan t=0,001 detik
Maka:

PENURUNAN TEGANGAN (KEDIP TEGANGAN)

Kedip tegangan adalah


peristiwa turunnya tegangan
dari tegangan normalnya,
kerena adanya arus besar
yang mengalir pada jaringan
listrik atau titik gangguan
demngan impedansi yang
besar,

BATAS KEDIP TEGANGAN


Dalam keadanaan gangguan terjadi di jaringan
tenaga Listrik, lamanya kedip tegangan di Indonesia
dibatasi sesuai dengan peraturan pada Tarif Dasar
Listrik sebagai berikut:
Tegangan Sistem

Lamanya Kedip

1.

Jaringan Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV

110 millidetik

1.

Jaringan Tegangan Tinggi 150 kV

140 millidetik

1.

Jaringan Tegangan Tinggi 70 kV

170 millidetik

1.

Jaringan Tegangan Menengah 20 kV

1000 millidetik

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai